cover
Contact Name
Akhmad Iqbal
Contact Email
iqbal230395@gmail.com
Phone
+6281225199266
Journal Mail Official
el-baitjurnal@iaiq.ac.id
Editorial Address
Jl. Manggar No.139-A, Gebang Poreng, Gebang, Kec. Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur 68117
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam
ISSN : 28280652     EISSN : 28277996     DOI : https://doi.org/10.53515/ebjhki.v3i1
FOCUS The focus of eL-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam is to provide scientific article of islamic family law that developed in attendance through the article publications, research reports, and book reviews. SCOPE eL-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam journal welcome papers from academicians on theories, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religion practices. In particular, papers which consider the following general topics are invited. Marriage Inheritance Testament (washiah) Divorce Property in marriage Childcare, Women and children rights The rights and obligations of family Endowments (wakaf) Marriage and Gender
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 30 Documents
The Modernisazion of Reflection on Ar-Raisuni Thought In The Islamic Family Law Of Indonesia: THE MODERNISAZION OF REFLECTION ON AR-RAISUNI THOUGHT IN THE ISLAMIC FAMILY LAW OF INDONESIA Tutik Hamidah Hamidah; Abbas Arfan Arfan; Irma Nur Hayati Hayati
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 1 No 2 (2022): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/ebjhki.v1i2.20

Abstract

Abstract: The development of today's era requires Muslims to be able to filter the information circulating in the community to be able to examine its truth based on the sources of the Qur'an and hadith. Meanwhile, the paradigm related to Islamic law in Indonesia must have clear shari'ah and creed boundaries. So that it does not cause controversy for Muslims. This paper discusses the perspective of Ar-Raisuni's reflection in Islamic family law in Indonesia. The type of research used is Library Research, by providing data analysis from various sources, both from scientific journals, online news or books. The problems faced are problems in the context of Islamic family law in Indonesia which are studied from the perspective of Ar-Raisuni. The conclusion of this paper provides an understanding that, Islamic law has a function as "Rahmatan Lil Alamin." Thus, Islamic law is very universal, elastic and dynamic. It is proven by making al-mashlahah as one of the legal arguments, because al-mashlahah can accommodate all the benefits of a society, both individually and in groups. Key Words: Reflection, Maslahah, Ar-Raisuni, Islamic Family Law
A Penerapan Restorative Justice dalam Tindak Pidana Extraordinary KDRT Lesti Kejora dan Rizky Billar: Restorative Justice terhadap Kekerasan dalam Rumah Tangga Lesti Kejora dan Rizky Billar Ahmad Wildan firdaus Saputra Wildan
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penegakan hukum pidana sering kali menedengar suatu istilah Restorative Justice. Dalam terjemahan Bahasa Indonesia Restorative Justice disebut dengan istilah “keadilan restorative”. Jadi dalam setiap orang yang sudah berkeluarga sering terjadi permasalahan. Khususnya yang terjadi dalam kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada pasangan suami istri Lesty Kejora dan Rizky Billar, dari kasus tersebut termasuk dalam tindak pidana khusus extraordinary crimes dan extraordinary crimes ialah ialah mengatur suatu subjek hukum yang tetap. adapaun untuk penyelesainnya menggunakan Restorative Justice sebagai bentuk usaha untuk mendapatkan hasil putusann yang sama-sama bisa diterima, dan metode penelitian yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif. Sedangkan analisis data kualitatif dan studi kasus menggunakan metode studi literatur
Aspek Hukum Perlakuan KDRT Pada Pasangan Suami Istri: Kekerasan dalam Rumah Tangga pada Pasangan Suami Istri Syachbani Alwi Alwi
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Idealnya setiap keluarga ingin dapat membangun keluarga yang damai, jauh dari perselisihan, bahagia dan penuh kasih sayang di dalamnya, namun pada kenyataannya muncul beberapa konflik yang mewarnai kehidupan rumah tangga, salah satunya yaitu tindakan KDRT, baik yang bersifat fisik, emosional maupun seksual, membuat sebagian keluarga merasa tidak nyaman, tertekan dan sedih. Perasaan atau penelantaran KDRT (KDRT) dapat disebabkan oleh beberapa faktor eksternal maupun internal, baik secara individu maupun kolektif, terutama di era perkembangan teknologi dan informasi dimana terkadang kekerasan yang dihasilkan oleh informasi tidak dapat disaring secara optimal dan meyebarkan dampak negatifnya. Oleh karena itu, pada tahun 2004, pemerintah Indonesia memberlakukan UU Nomor 23 tentang Penghapusan KDRT. Undang-undang ini diharapkan dapat memberikan perlindungan hukum secara penuh kepada korban KDRT. Bentuk perlindungan yang diatur dalam undang-undang ini yaitu berupa perlindungan sementara terhadap polisi, perlindungan hukum dan penampungan korban di “rumah aman”, dan apabila keselamatan korban KDRT terancam, maka Demi kepentingan keamanan korban, kepolisian dapat menangkap pelaku KDRT menurut bukti yang dikira sudah cukup digunakan sebagai bukti bahwa pelaku telah melanggar perintah perlindungan.
Menumbuhkan Minat Wirausaha Melalui Praktik Ibadah Hukum Islam: Menumbuhkan Minat Wirausaha Melalui Praktik Ibadah Hukum Islam Nurul Afifah Afifah
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Entrepreneurship is an important part of worship, so that the path taken should also be in accordance with Islamic teachings themselves. Islam considers all of this important so that humans can more easily carry out other forms of worship such as providing for families, sponsoring orphans, paying zakat and so on. Therefore, aspiring to be rich and working hard as its actualization is included in the realm of worship. Meanwhile, the fact that not many Muslims are economically sovereign is often identified as a result of their entrepreneurial activities not yet fully adopting the principles of Worship in their entrepreneurial activities.
Peminangan, Hadist Tematik dan Hukum Meminang dalam Islam : Peminangan, Hadist Tematik dan Hukum Meminang dalam Islam Uzlah Wahidah Wahidah; janeko janeko
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pinangan (melamar) atau dakwah bahasa Arab adalah pintu gerbang menuju pernikahan, bukan pernikahan. Ini hanyalah kata pengantar untuk pernikahan dan perkenalan di sana. Khitbah adalah proses meminta wanita untuk setuju menjadi istri pria atau pria meminta wanita untuk menjadi calon istri. Semua hadist membedakan antara kata "lamaran" dan "menikah", dan adat juga membedakan antara yang melamar (bertunangan) dan yang sudah menikah. Hukum syariah dengan jelas membedakan kedua istilah ini. Penulis disini menjelaskan tafsir tematik hadits nabi tentang penginjilan.Sama seperti nabi yang sudah berbicara tentang nikah (termasuk nikah) di dalam Alquran, hadits nabi juga menggambarkan nikah yang merupakan langkah awal menuju nikah. langkah.
A Mahar Pernikahan Perspektif Hukum Keluarga Islam: Mahar Pernikahan Perspektif Hukum Keluarga Islam Novita Sari
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahar atau maskawin adalah suatu harta pemberian dari mempelai pria kepada mempelai wanita disaat akan melaksanakan sebuah pakad ernikahan . Adapun ketentuan memberi mahar kepada calon istri itu hukumnya sunnah, mengapa sunnah ? karena mahar bukan termasuk dari rukun pernikahan, melainkan hanya syarat sahnya saja. Harta yang bisa dijadikan mahar dapat berupa uang, barang / benda (yang memiliki nilai jika jual).
A Pembagian Waris Menurut Perspektif Hukum Islam Dan Adat Jawa alfin
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia is a country that does not adhere to Islamic teachings in terms of law; in terms of inheritance itself, Indonesia adheres to three applicable laws, namely, inheritance law according to Islam, civil inheritance law originating from the Civil Code, and customary inheritance law. Islamic inheritance law and customary inheritance law certainly have different provisions and have their own characteristics. Therefore, the author wants to explain more deeply the division of inheritance in Islamic law and customary law in this article. In compiling this article, the author uses qualitative descriptive research, which is a type of library research with sources from journals, books, and other scientific works. In this study, researchers concluded that customary inheritance law and Islamic inheritance law have similarities in the distribution of inheritance, but customary inheritance law sometimes does not comply with the provisions in Islamic inheritance law, such as it is required that the heir must die, in customary inheritance law the heir does not have to die, meaning that the heir must die. Inheritance may be divided when the heir is still alive; not only that, in Islam, men get two parts, and women get one part, but in customary inheritance law, things like that sometimes do not apply. However, they are divided equally between men and women. What makes the difference between the distribution of Islamic and customary inheritance law is that in customary inheritance law, there is a principle of individuality and balance. With the principle of balance, the distribution of inheritance can differ from one another.
Model Proses Kewirausahaan dalam konteks Hukum Keluarga Fenita Ayuning Lestari
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

wirausahawan terbuka dengan dua macam hal baru, yaitu terbuka terhadap perkembangan teknologi dan terbuka terhadap orang-orang baru atau kehidupan sosial. Wirausahawan berani mengambil resiko walaupun dengan tingkat keberanian yang berbeda. Mahasiswa mengatakan bahwa mereka mengambil resiko dengan perhitungan dan keyakinan, terdapat dua tipe wirausahawan, yaitu yang mengambil resiko dengan hati-hati penuh perhitungan dan wirausahawan yang siap mengambil resiko besar tanpa perhitungan terlebih dahulu.
A Analisis Wasiat Wajibah Perspektif Hukum Islam Robiatus Siddigiyah; Novita Sari Novita
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam sistem hukum Islam, ada aturan yang ditetapkan untuk pembagian harta warisan antara ahli waris yang telah ditentukan secara jelas dalam Al-Qur'an. Namun, hukum Islam juga memberikan kebebasan kepada seseorang untuk membuat wasiat yang mengubah sebagian atau seluruh penyelesaian harta warisan yang diatur dalam hukum waris Islam. Hal ini dijelaskan dalam wasiat wajibah pengganti kedudukan, yang mana digunakan dalam situasi-situasi seseorang ingin memberikan harta warisan kepada orang atau pihak yang tidak termasuk dalam daftar ahli waris yang ditentukan secara hukum. Dalam wasiat ini, pewaris dapat mengatur pembagian harta warisan sesuai dengan kehendaknya sendiri, dengan catatan tetap memperhatikan bagian-bagian yang telah ditetapkan bagi ahli waris yang sah. Namun, penting untuk dicatat bahwa dalam hukum Islam, ada batasan dan ketentuan yang mengatur wasiat wajibah pengganti kedudukan. Tidak semua harta warisan dapat diatur melalui wasiat, dan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi agar wasiat tersebut sah dan mengikat.
Pencatatan Perkawinan di Indonesia Perspektif Maqasid Syari’ah Jamaluddin Atthiyah Reniyadus Sholehah
el-Bait: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2 No 2 (2023): Juli-Desember
Publisher : Fakultas Syariah Program studi Hukum Keluarga Islam IAI Al- Qodiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pencatatan perkawinan merupakan adiminstrasi negara yang harus di taati oleh masyarakat Indonesia. Namun bagaimana jika ada yang tidak taat hukum, apa dampak kedepannya jika masyarakat Indonesia masih menganggap pencatatan perkawinan sebagai administrasi saja, padahal banyak aspek yang menguntungkan jika melaksanakan pencatatan sesuai aturan ini. Dalam hal ini pembahasan mengenai pencatatan perkawinan di Indonesia Perspektif Maqasid Syariah Jamaluddin Atthiyah menjadi alat dan bahan untuk mendiskusikan hal tersebut

Page 2 of 3 | Total Record : 30