cover
Contact Name
Dwi Noviana Komsi
Contact Email
dwinovianakomsi@uin-al-azhaar.ac.id
Phone
+6285267921835
Journal Mail Official
muhafadzah@uin-al-azhaar.ac.id
Editorial Address
Jl. Pelita No. 364 RT. 07 Kel. Pelita Jaya Kec. Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau
Location
Kota lubuk linggau,
Sumatera selatan
INDONESIA
Muhafadzah: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam
ISSN : 28278011     EISSN : 27751112     DOI : https://doi.org/10.53888/muhafadzah.v4i1
Core Subject : Education, Social,
Muhafadzah, merupakan Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam yang diterbitkan dua kali dalam tahun oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau . Jurnal ini fokus pada hasil penelitian dan artikel ilmiah yang terkait bidang bimbingan konseling, khususnya terkonsentrasi pada lembaga pendidikan Islam, namun tetap memberikan porsi terhadap isu-isu bimbingan konseling di masyarakat. Karya Ilmiah yang diterbitkan pada Jurnal Muhafadzah mencakup aspek bimbingan dan konseling yang didalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan, religius, agama dan sosial yang dapat memberikan pencerahan dan pembaharuan paradigma secara luas bagi masyarakat. Redaksi menerima karya ilmiah yang belum pernah di publikasikan di media cetak manapun baik secara online ataupun offline.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 59 Documents
Konseling Realitas untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa Korban Self injuiry Nanditya, Bramana; Karneli, Yeni
MUHAFADZAH: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam Vol 1 No 2 (2021): Mei 2021, Muhafadzah: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/muhafadzah.v1i2.435

Abstract

Victims of self-injury show the characteristics of injuring a limb with the intention of not killing to release emotional tension. This results in the client feeling the problem getting worse, withdrawing from his environment when there is a problem and taking it out by doing self-inquiry. Clients who have become aware begin to abandon these behaviors and develop the ability to remain calm in stressful conditions known as resilience. Self-inquiry which can lead to addiction when there is a serious problem needs to be given assistance efforts to increase the resilience of victims of self-inquiry. Integrating reality counseling is important because it relates to the client's 3R (righ, reality and responsibility) ability as well as the success identity and failure identity so that the client is able to increase his resilience. This qualitative research used a case study approach with the subject of one 15 year old victim of self-inquiry. Data were extracted by observation and interviews which were analyzed by data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results showed that reality counseling can help increase the resilience of clients who are victims of self-inquiry. Korban self injury menunjukkan ciri melukai anggota tubuh dengan niat tidak membunuh untuk melepaskan ketegangan emosional. Hal ini mengakibatkan klien merasa permasalahannya bertambah berat, menarik diri dari lingkungannya ketika ada masalah dan melampiaskan dengan melakukan self injuiry. Klien yang telah sadar mulai meninggalkan perilaku tersebut dan mengembangkan kemampuan untuk tetap tenang dalam kondisi yang penuh tekanan yang dikenal dengan resiliensi. Self injuiry yang dapat menyebabkan ketagihan ketika ada masalah berat perlu diberikan upaya bantuan untuk meningkatkan resiliensi korban self injuiry. Pengintegrasian konseling realitas penting untuk dilakukan karena berhubungan dengan kemampuan 3R (righ, reality and respobsibilty) klien serta success identity dan failure identity agar klien mampu meningkatkan resiliensinya. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan subjek satu orang korban self injuiry usia 15 tahun. Data digali dengan observasi dan wawancara yang dianalisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling realitas dapat membantu meningkatkan resiliensi klien korban self injuiry.
Konsep Behavior Therapy dalam Meningkatkan Self Efficacy Pada Siswa Terisolir Fikri, Ilham Ahsanul Fikri; Karneli, Yeni
MUHAFADZAH: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam Vol 1 No 2 (2021): Mei 2021, Muhafadzah: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/muhafadzah.v1i2.440

Abstract

This article describes the concept of behavioral therapy in self-efficacy for isolated students. Behavioral theory assumes that the counselee's behavior is the result of the counselor's condition, therefore, the counselor in every counseling must assume that every counseling must assume that every counselee's reaction is the result of the situation (stimulus) it provides. The purpose of behavioral counseling in decision making is to actually make decisions. The behavioral counselor with the counselee agrees to arrange a sequence of behavior change procedures to be changed, and then the counselor stimulates the counselee's behavior. Behavioral counselors have a very important role in helping the counselee express the role that must be done by the counselor, namely being accepting, trying to understand the counselee and what is being said without judging or criticizing it. problems, goals to be achieved. Artikel ini menjelaskan konsep terapi perilaku dalam self-efficacy untuk siswa terisolasi. Teori perilaku beranggapan bahwa perilaku konseli merupakan hasil dari kondisi konselor, oleh karena itu konselor dalam setiap konseling harus beranggapan bahwa setiap konseling harus menganggap bahwa setiap reaksi konseli merupakan akibat dari situasi (stimulus) yang diberikannya. Tujuan konseling perilaku dalam pengambilan keputusan adalah untuk benar-benar membuat keputusan. Konselor perilaku dengan konseli sepakat untuk menyusun urutan prosedur perubahan perilaku yang akan diubah, kemudian konselor merangsang perilaku konseli. Konselor perilaku memiliki peran yang sangat penting dalam membantu konseli mengungkapkan peran yang harus dilakukan oleh konselor yaitu menerima, berusaha memahami konseli dan apa yang dikatakan tanpa menilai atau mengkritiknya. masalah, tujuan yang ingin dicapai.
STUDI KASUS EKS PENYALAHGUNA NAPZA DENGAN KEPERCAYAANDIRI RENDAH DI KELURAHAN LUBUK TANJUNG KOTA LUBUKLINGGAU Adi Wijaya, Rafi Bagus
MUHAFADZAH: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2 No 1 (2021): November 2021, Muhafadzah: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/muhafadzah.v2i1.546

Abstract

The crisis of confidence in former drug abusers is a common condition, then the effects of these illegal drugs are exacerbated by an unsupportive environment, thus disrupting the social life of the individual. Feelings of inferiority and even anxiety illustrate that the self-confidence of drug abusers is low. Thus, the purpose of this study is to explore the problems that occur through how the factors that cause self-confidence problems experienced by the subject and the application of treatment use individual counseling with the trait and factor approach. The subject of this research is one former drug abuser with low self-confidence. This research uses a qualitative method in the form of case study research that uses data collection techniques through observation, questionnaires, and interviews. Data analysis was carried out through six stages, namely: the analysis step, the synthesis step, the diagnosis step, the prognosis step, the treatment step, and the follow-up step. Furthermore, using the technique of determining the validity of the data by means of member check. The results of the study illustrate that clients have self-confidence caused by internal and external factors, while the application of trait and factor counseling treatments shows changes in client behavior towards better than before and can overcome client problems. Krisis kepercayaan diri pada mantan penyalahguna NAPZA merupakan kondisi yang lazim terjadi, kemudian efek yang ditimbulkan dari obat-obatan terlarang tersebut diperparah dengan lingkungan yang kurang mendukung, sehingga mengganggu kehidupan sosial individu. Perasaan minder bahkan cemas menggambarkan bahwa kepercayaan diri penyalahguna NAPZA itu rendah. Dengan begitu tujuan penelitian ini untuk mendalami permasalahan yang terjadi melalui bagaimana faktor-faktor penyebab permasalahan kepercayaan diri yang dialami subjek dan penerapan treatment menggunakan konseling individu pendekatan trait and factor. Subjek penelitian adalah satu orang eks penyalahguna NAPZA dengan kepercayaan diri rendah Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan bentuk penelitian studi kasus yang menggunakan teknik pengumpulan data melalui, observasi, angket, dan wawancara. Analisis data ditempuh melalui enam tahapan yakni: langkah analisis, langkah sintesis, langkah diagnosis, langkah prognosis, langkah treatment, dan langkah follow-up. Selanjutnya menggunakan teknik penentuan keabsahan data dengan cara member check. Hasil penelitian menggambarkan bahwa klien memiliki kepercayaan diri disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, sedangkan penerapan treatment konseling trait and factor menunjukan perubahan perilaku klien kearah yang lebih baik dari sebelumnya dan dapat mengatasi permasalahan klien.
PENYELESAIAN PERMASALAHAN SANTRI MELALUI PEER HELPING INDIGENOUS Yunita, Reni
MUHAFADZAH: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2 No 1 (2021): November 2021, Muhafadzah: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/muhafadzah.v2i1.547

Abstract

Peer helping is the behavior of providing interpersonal assistance carried out by non-professional people who carry out a role of assistance to others. In this phase, adolescents still show a childish nature, but on the other hand, they are required to be mature by their environment. In line with their social development, they are more conforming to the group, begin to break away from the bonds and dependence on their parents and often show an attitude of challenging the authority of more mature people. Mental health guidance efforts are very important among teenagers, in the form of special programs, such as increasing awareness of mental health, and so on. This santri mental health program can be carried out through formal youth institutions, such as schools, Islamic boarding schools and can also be carried out through other interventions in the form of programs made specifically for peer groups of students. The purpose of the study was to identify problems that are often faced by students in participating in activities at Islamic boarding schools including problems related to personal life, social life, learning, and self-adaptability to the pattern of Islamic boarding school life. Each of these problems has different characteristics and patterns so that different patterns of settlement are needed according to their respective characteristics. The method applied in this study is a qualitative method to explain a phenomenon as deeply as possible by collecting the deepest data, which shows the importance of depth and detail of the data being studied. The results of the application in solving a problem through peer helping (peer helpers) indigenous counseling which presents an approach with context (family, social, cultural, and ecological) its contents (meanings, values, and beliefs) in other words so that counseling provides space for values. Local cultural values ​​so that through peer helping can be realized properly then they can be trusted with each other among their peers, this can be applied if you meet clients who can indeed be more open with their peers. Peer helping (penolong sebaya) adalah perilaku pemberian bantuan interpersonal yang dilakukan oleh orang-orang non profesional yang menjalankan suatu peranan bantuan kepada orang lain. Pada fase ini remaja masih menunjukkan sifat kekanak-kanakan, namun di sisi lain dituntut untuk bersikap dewasa oleh lingkungannya. Sejalan dengan perkembangan sosialnya, mereka lebih konformitas pada kelompoknya, mulai melepaskan diri dari ikatan dan kebergantungan kepada orang tuanya juga sering menunjukkan sikap menantang otoritas orang yang lebih dewasa. Usaha bimbingan kesehatan mental sangat penting dilakukan di kalangan remaja, dalam bentuk program-program khusus, seperti peningkatan kesadaran terhadap kesehatan mental, dan lain sebagainya. Program kesehatan mental santri ini dapat dilakukan melalui institusi-institusi formal remaja, seperti sekolah, pesantren dan dapat pula melalui intervensi-intervensi lain dalam bentuk program yang dibuat khusus untuk kelompok santri sebaya. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi permasalahan yang sering dihadapi para santri dalam mengikuti kegiatan di pondok pesantren meliputi masalah yang terkait dengan kehidupan pribadi, sosial, pembelajaran, dan kemampuan diri dalam adaptabilitas terhadap pola kehidupan pesantren. Masing-masing permasalahan tersebut memiliki ciri dan pola yang berbeda sehingga diperlukan pola penyelesaian yang berbeda pula sesuai dengan karakteristiknya masing-masing. Metode yang di terapkan dalam penelitian ini metode kualitatif menjelaskan suatu fenomena dengan sedalam-dalamnya dengan cara pengumpulan data yang sedalam-dalamnya pula, yang menunjukkan pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti. Hasil penerapan dalam menyelesaikan suatu permasalahan melalui Peer helping (penolong sebaya) konseling indigenous yang mempresentasikan sebuah pendekatan dengan konteks (keluarga, sosial, kultur, dan ekologis) isinya (makna, nilai, dan keyakinan) dengan kata lain agar konseling memberikan ruang kepada nilai-nilai budaya lokal sehingga melalui Peer helping (penolong sebaya) dapat terealisasikan dengan baik maka bisa saling di percaya satu sama lainnya antar teman sebayanya, hal ini bisa di terapkan apabila di temui klien yang memang dapat lebih terbuka dengan teman sebayanya.
BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORAL UNTUK MENGATASI KECANDUAN GAME ONLINE ( STUDI KASUS ANAK-ANAK DESA TEMUAN SARI) Elviana, Eva; Seplyana, Desy
MUHAFADZAH: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2 No 1 (2021): November 2021, Muhafadzah: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/muhafadzah.v2i1.549

Abstract

Game online mulai meningkat pesat dimasa milenial sekarang ini dengan didukung oleh perkembangan indusrti teknologi moderen yang selalu memberikan produk-produk game terbaru dan lebih seru. Kecanduan game online merupakan perilaku berlebihan untuk memainkan permainan secara online yang berdampak terhadap pembentukan perilaku maladaktif, tidak sesuai norma yang berlaku dimasyarakat. Salah satu jenis kecanduan game online adalah mendapatkan rasa senang saat bermain game online.maka dari itu Perlu adanya suatu bimbingan untuk mencegah kecanduan game online, salah satunya menggunakan bimbingan kelompok dengan pendekatan behavioral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan behavioral untuk mencegah kecanduan game online pada anak-anak desa temuan sari dapat berjalan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara, jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Penelitan deskriptif yaitu penelitian berusaha untuk mendeskripsikan suatu kondisi atau keadaan yang ada secara objektif berdasarkan data-data yang ada. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa bimbingan kelompok memberikan andil besar dalam mengurangi kecanduan game online di Desa Temuan Sari walaupun masih belum optimal. Dan pelaksanaan bimbingan kelompok dengan pendekatan behavioral untuk mengatasi kecanduan game online di desa temuan sari belum maksimal akan tetapi sudah ada peningkatan bagi anak-anak
PERAN GURU BK DALAM MENGURANGI KESENJANGAN SOSIAL EKONOMI SISWA SMA AL-IKHLAS Handayani, Nur; Watiyah, Watiyah
MUHAFADZAH: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2 No 1 (2021): November 2021, Muhafadzah: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/muhafadzah.v2i1.550

Abstract

Kesenjangan Sosial merupakan sebuah kondisi yang tidak seimbang antara individu atau kelompok dalam ruang lingkup kehidupan pada lingkungan sosial. Kesenjangan sosial juga terjadi bukan hanya di kalangan masyarakat, melainkan di lingkungan pendidikan hal ini lazim terjadi. Oleh karena itu guru BK memiliki peran yang sangat penting dalam mengarahkan dan membimbing siswa agar mencapai perkembangan diri yang optimal. Guru BK berperan memberikan Bimbingan dan konseling pada remaja tingkat sekolah yang mengalami kesenjangan sosial hendaknya menerapkan salah satu pendekatan yang sesuai dengan kondisi sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru BK Terhadap Kesenjangan Sosial yang terjadi pada siswa SMA AL-IKHLAS Lubuklinggau. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif Deskriptif. Tekhnik pengumpulan data dengan cara Observasi, Wawancara dan dokumentasi. Tekhnik analisis data menggunakan metode kualitatif model Miles dan Huberman. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwasanya peran guru BK dalam mengurangi kesenjangan sosial ekonomi siswa SMA AL-IKHLAS Lubuklinggau, Guru BK berperan sebagai motivator dalam memberikan bimbingan kepada siswa-siswi. Bimbingan tersebut seperti bimbingan kelompok dan bimbingan klasikal dimana Guru BK sebagai pembimbing mengarahkan pemikiran siswa dari yang berfikir secara negatif terhadap kesenjangan sosial ekonomi yang di alaminya dapat berubah menjadi pemikiran yang positif agar dapat menyikapi dengan baik kesenjangan sosial tersebut. Pendekatan Konseling Yang Dilakukan Guru BK Terhadap Siswa SMA Al-Ikhlas Yang Mengalami Kesenjangan Sosial Ekonomi menggunakan pendekatan REBT dan Client Centered. Faktor dan dampak terjadinya kesenjangan sosial ekonomi siswa SMA Al-Ikhlas terjadi karena adanya perbedaan penempatan asrama atau perbedaan daalam memberikan fasilitas tempat tingal di asmara. Bagi siswa yang dari keluarga ekonominya menengah ke atas itu diberikan fasilitas yang nyaman dan sangat memadai sedangkan bagi yang menengah ke bawah di berikan fasilitas seadanya saja oleh pihak pondok. Perbedaan tersebut membuat siswa merasa tidak adil harus dibeda-bedakan tempat asramanya dan fasilitasnya.Sedangkan dampak dari hal tersebut yaitu siswa menjadi kurang nyaman dalam belajar di asrama dan merasa malu untuk bergaul dengan siswa darikalangan yang mewah. Hal tersebut berdampak pada proses belajar siswa,siswa menjadi kurang semangat untuk belajar. Sehingga nilai yang didapatkannya itu tidak sesuai dengan yang diharapkan. Menyikapi hal tersebut guru BK SMA Al Ikhlas Lubuklinggau terus bersinergi secara konsisten memberikan bimbingan kepada siswa/I nya dengan berupaya mengarahkan perspektif negative menjadi lebih positif dengan pemikiran yang lebih bijaksana dalam menghadapi perbedaan yang diterapkan di asrama / sekolah tersebut.
EFEKTIFITAS TEKNIK KURSI KOSONG UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI REMAJA PUTRI DALAM PERMASALAHAN BODY IMAGE Nanditya Putra, Bramana; Eriska, Ratih; Utami, Wahyu; Ikrom, Muhammad
MUHAFADZAH: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2 No 1 (2021): November 2021, Muhafadzah: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/muhafadzah.v2i1.551

Abstract

Adolescence is a time when a person experiences and feels the breadth of the social world. Associating in the world of teenagers cannot be separated from the assessment of appearance and lifestyle in the order of life. A serious problem if a teenager experiences and feels ostracized in his association due to problems with his body shape (Body Image), especially in young women. Body Image in question is the form of a large body posture (obese) or thin. The two problems in the body become a serious problem for young women. And what is expected as a young woman is to have an ideal and sexy body. So with all that can appear proudly in front of his friends in the association. Masa remaja adalah masa seseorang mengalami dan merasakan luasnya dunia pergaulan. Bergaul dalam dunia remaja tak lepas dari penilaian penampilan dan gaya hidup dalam tatanan kehidupan. Banyak sekali dinamika yang dihadapi individu ketika memasuki dunia remaja, salah satunya sangat berfokus memeperhatikan penampilan fisik. Meskipun dari hasil riset lebih banyak remaja perempuan yang mempersepsikan bahwa penampilan fisik merupakan hal yang utama dan sangat penting. Memiliki body image negatife akan menyebabkan sebuah ketidakpuasan pada diri individu yang bedampak kurangnya kepercayaan diri, rendahnya penerimaan diri sendiri sehingga sering merasa insecure terhadap fisik oranglain. Suatu permasalahan yang serius jika seorang remaja mengalami dan merasakan dikucilkan dalam pergaulannya dikarenakan permasalahan pada bentuk tubuhnya (Body Image) terutama pada remaja putri. Body Image yang dimaksud adalah bentuk postur tubuh yang besar (obesitas) atau kurus kering. Dua persoalan pada tubuh itu menjadi problem terserius bagi remaja putri. Dan yang sangat diharapkan bagai remaja putri adalah memiliki tubuh yang ideal dan seksi. Sehingga dengan semua itu bisa tampil dengan bangga di hadapan kawan-kawannya dalam bergaul.
LAYANAN BIMBINGAN KONSELING ISLAM DALAM MEMBENTUK SIKAP CINTA KEBERSIHAN PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN MAZRO’ILLAH LUBUKLINGGAU Syamsudin, Syamsudin; Ervina, Dina
MUHAFADZAH: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2 No 1 (2021): November 2021, Muhafadzah: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/muhafadzah.v2i1.552

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan penelitian pondok pesantren Mazro’illah Lubuklinggau. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara, observasi, questioner, dan dokumentasi. Yang menjadi subyek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru bimbingan dan konseling dan siswa. Sedangkan obyek penelitian ini bagaiamana peran guru bimbingan konseling serta informasi, layanan dan program apa saja yang dilakukan untuk memberikan interprestasi secukupnya terhadap data yang telah dikumpulkan dan disusun untuk menjawab rumusan masalah sebagai kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan, (1) layanan ini di manajemen dengan baik oleh guru bimbingan konseling, ustad/ah dan pengurus pondok dan diikuti santri dengan sangat baik, pelaksanaan layanan yang membentuk sikap cinta kebersihan lingkungan juga termasuk kedalam layanan guru BK yang dilaksanakan secara rutin dalam setiap hari maupun setiap minggu dengan didampingi guru/ustad,serta tidak diskriminatif atau tidak membeda-bedakan siswa dari segi apapun , mengenalkan bentuk instrument, disiplin memberikan layanan bimbingan konseling setiap bulan. (2) hasil dari penelitian ini layanan yang dilakukan oleh guru BK dalam mengimplementasikan layanan BK guna membentuk sikap cinta kebersihan lingkungan hidup santri pondok pesantren Mazro’illah Lubuklinggau cukup baik dan berhasil.
PSIKOTERAPI ISLAM DAN IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING Seprianto, Seprianto; Warsah, Idi; Purnama, Dewi
MUHAFADZAH: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2 No 2 (2022): Mei 2022, Muhafadzah: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/muhafadzah.v2i2.553

Abstract

Islamic psychotherapy is a process of healing or treatment given to clients by a professional counselor or therapist using a psychological approach, the Koran and hadith, with the aim of helping clients overcome their challenges. both mental problems, spiritual problems (religion), moral problems, and physical problems. Increasing the client's faith and worship, learning and practicing the Qur'an, psychological therapy through prayer, zakat, fasting, pilgrimage, patience, istighfar, and repentance, as well as therapy through dhikr and prayer are all methods that can be used in psychotherapy. The implication in Guidance and Counseling needs to help clients' various life problems, Psychotherapy is the main focus of this research. The type of this research used is library research. The content analysis method was used in this study to analyze the data. Valid conclusions can be drawn from this analysis, which can be double-checked in context. In this analysis, it will be carried out by selecting, comparing and combining some of the data that has been obtained from previous relevant studies. The results and conclusions in this study are Islamic psychotherapy in guidance and counseling is a process of healing or treatment carried out by counselors (therapists) who are professionals in their fields to counselees or clients through a psychological approach, the Koran and hadith.
UPAYA MEMPERSIAPKAN KOMPETENSI SUPERVISOR PADA GURU BIMBINGAN KONSELING UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN PENDIDIKAN ISLAM PADA ERA SOCIETY 5.0 Azwar, Beni; Seprianto, Seprianto; Hartini, Hartini
MUHAFADZAH: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam Vol 2 No 2 (2022): Mei 2022, Muhafadzah: Jurnal Ilmiah Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/muhafadzah.v2i2.554

Abstract

Education is something that is important to humans because education teaches them how to deal with all the problems in the universe and keep their lives going. Teachers of guidance and counseling have a lot on their plates. In order for teachers to meet the challenges of Islamic education in the era of society 5.0, where students are required to be able to solve problems and think critically, it is important to improve the competence of supervisors in guidance teachers and counseling. Teachers must be able to guide their students to become human beings of development with a Pancasila spirit, then have professional honesty, and always be able to maintain good relations with their students, colleagues, parents of students or families, and the community and have creativity. The method in this study is descriptive with a qualitative approach, data collection in this study using observation, interview and documentation techniques. The results of this study are that in improving the competence of guidance and counseling teacher supervisors, the school principal has a very important role so that this can be realized. Some of the programs that have been designed and scheduled by the SMPIT Annida Lubuklinggau school principal include conducting class visits, conducting individual interviews and conducting evaluations related to guidance and counseling teacher performance reports. Manusia perlu memiliki akses pendidikan untuk belajar bagaimana menghadapi semua masalah di alam semesta dan melanjutkan hidup mereka. Guru bimbingan dan konseling memiliki banyak tugas. Guru harus selalu dapat menjaga hubungan baik dengan siswanya, rekan kerja, orang tua siswa atau keluarga, dan masyarakat. Mereka juga harus mampu membimbing anak didiknya menjadi manusia pembangunan yang berjiwa pancasila., maka dari itu pentingnya dalam meningkatkan kompetensi supervisor pada guru bimbingan dan konseling supaya dapat menghadapi tantangan-tangan pendidikan Islam yang ada pada era society 5.0, dimana siswa dituntut untuk harus dapat memecahkan masalah, berpikir kritis dan memiliki kreatifitas. Adapun metode dalam penelitian ini ialah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data didalam penelitian ini dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini ialah dalam meningkatkan kompetensi supervisor guru bimbingan dan konseling, kepala sekola memiliki peranan yang sangat penting supaya hal ini dapat terwujud. Adapun beberapa program yang telah dirancang dan dijadwalkan oleh kepala sekolah SMPIT Annida’ Lubuklinggau yaitu diantaranya seperti melakukan kegiatan kunjungan kelas, melakukan wawancara perseorangan dan melakukan evaluasi terkait laporan kinerja guru bimbingan dan konseling.