cover
Contact Name
Putty Yunesti
Contact Email
putty.yunesti@tse.itera.ac.id
Phone
+6285228023982
Journal Mail Official
putty.yunesti@tse.itera.ac.id
Editorial Address
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Published by Jurusan Teknologi Produksi dan Industri Institut Teknologi Sumatera Jl. Terusan Ryacudu, Way Huwi, Kec. Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan Lampung 35365
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Journal of Sciencce Technology and Visual Culture
ISSN : 28077997     EISSN : 27988767     DOI : -
Core Subject : Art, Engineering,
Journal of Science, Technology, and Visual Culture adalah sebuah jurnal yang bersifat Open Access sebagai media publikasi ilmiah bagi peneliti, dosen, mahasiswa, dan akademisi untuk menyampaikan buah pikiran dan hasil penelitiannya yang berkualitas pada bidang yang digeluti, antara lain: Renewable Energy, Energy Conversion and Conservation Electrical, Informatics, Telecommunications, and Biomedical Engineering Biology, Forestry, Agriculture, and Food Technology Chemical, Material, and Industrial Technology Architecture and Infrastructure Engineering Earth and Space Science and Engineering Marine Science and Engineering Visual and Communication Jurnal ini dikelola oleh Konsorsium TPAK Jurusan Teknologi Produksi dan Industri (JTPI) dan Jurusan Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (JTIK) Institut Teknologi Sumatera dan terbit empat kali dalam setahun, yaitu Maret, Juli, Oktober, dan Desember.
Articles 56 Documents
Pengaruh Variasi Fraksi Volume Terhadap Kekuatan Tarik Komposit Berpenguat Gabungan Serat Pelepah Pisang dan Serat Daun Nanas Fajar Paundra; Zuhdi Zainul Muttaqin; Fajar Perdana Nurullah; Eko Pujiyulianto; Febri Budi Darsono
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Vol 2 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Produksi dan Industri, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Composite fiber composite is the process of making composites using 2 or more kinds of fibers as reinforcement. The choice of fiber and the volume fraction between fibers greatly affect the strength of a composite. So, it is necessary to do further research on the effect of volume fraction variations of banana midrib fiber and pineapple leaf fiber on the strength of the composite. This study aims to identify the effect of volume fraction variations of the combined banana midrib and pineapple leaf fiber on the tensile strength and flexural composites. The composite manufacturing process is carried out by the compression molding method. With variations in volume fraction of banana midrib fiber and pineapple leaf fiber, respectively 10:20, 12.5:17.5, 15:15, 17.5:12.5 and 20:10. After the molding process, the density calculation, tensile test and bending test are carried out. The results of the characterization that have been carried out show that the highest tensile strength value is in the volume fraction variation of 20:10 of 26.55 MPa and the highest value of tensile strength is obtained at the volume fraction variation of 12.5:17.5 of 66.63 MPa.
Adequacy level of energy and macronutrients for 3rd year students of the Food Technology Departement, Itera Isnaini Rahmadi; Dea Tio Mareta; Dina Fithriyani
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Vol 1 No 1 (2021): Juli 2021
Publisher : Jurusan Teknologi Produksi dan Industri, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Macronutrients are composed of protein, fats, and carbohydrates. Current conditions indicate a malnutrition, which is undernourishment and overnourishment. This problem can also be experienced by college students. Student high activity and mobility are thought to affect the accomplishment of daily nutrition. Therefore, there was need to be measures of the quantity and type of nutrients consumed by the method of food recall. This method is used to determine the energy and macronutrient adequacy of students. This study aimed to obtain scientific data related to energy and macronutrients adequacy for students of Sumatra Institute of Technology (ITERA). The research subjects were 3rd year (age group 19-29 years) students of the Food Technology Departement, ITERA, which consisted of 22 students. In general, the average intake of energy and macronutrients of the subjects did not meet the nutrient adequacy level. Of the 22 research subjects, 15 of them experienced a severe energy deficit, 5 with moderate deficit nutritional, and 1 subject was in a mild deficit condition. The distribution of protein intake of research subjects also did not meet the nutrient adequacy level. Of the 22 research subjects, 6 of them experienced a severe deficit of protein, 1 subject had moderate protein nutritional status, and 4 subjects each had a mild deficit and excessive. The distribution of fat and carbohydrate research subjects has not met the nutrient adequacy level.
Identifikasi Kondisi Geologi dan Kualitas Airtanah di Desa Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah Kololu, Micky; Tuasikal, Hawa; Jati, Stevanus Nalendra; Puradimaja, Deny Juanda; Limehuwey, Resti; Ulfa, Yuniarti; Purwoarminta, Ananta
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Vol. 4 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Produksi dan Industri, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan kebutuhan air di Desa Pelauw sebagian besar bergantung pada air sungai dan airtanah. Namun ada sebagian masyarakat di Desa Pelauw kesulitan mendapatkan sumber air, sebab beberapa sumur gali memiliki sifat fisik payau. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi geologi dan kualitas airtanah di Desa Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku. Metode yang digunakan adalah interpretasi kondisi geologi, dan parameter fisik-kimia airtanah. Selanjutnya dilakukan klasifikasi nilai tiap parameter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daerah penelitian di Desa Pelauw berada pada Satuan Endapan Aluvium (Qa), Batugamping Koral (Ql), dan Batuan Gunungapi Ambon (Tpav). Sistem hidrogeologi Desa Pelauw memiliki akuifer produktivitas sedang, akuifer produktivitas tinggi-sedang, dan akuifer produktif dengan pola aliran airtanah mengalir dari arah selatan ke utara dan intensitas curah hujan menengah. Kualitas air berdasarkan Permenkes No. 492 Tahun 2010 memiliki kondisi air tawar dengan nilai EC (138-1953 µs/cm), TDS (64-872 ppm), dan salinitas (0-2,84%), kondisi air payau dengan nilai EC (2072-2712 µs/cm), TDS (1.342-2.474 ppm), dan salinitas (4,04-5,42%), pH air layak minum dengan nilai 7,30-8,42 dan pH basa pada 8,63-8,56. Sampel airtanah pada pada daerah penelitian berasal dari adanya interaksi antara air dengan material penyusun akuifer.
Analisis Kesesuaian Lahan Kawasan Permukiman dan Pertanian Ubi Kayu Berdasarkan Aspek Geologi Lingkungan di Kecamatan Teluk Ambon Baguala Kololu, Micky; Jacob, Grace Christien Julian; Puradimaja, Deny Juanda; Limehuwey, Resti; Ulfa, Yuniarti; Jati, Stevanus Nalendra; Purwoarminta, Ananta
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Vol. 4 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Jurusan Teknologi Produksi dan Industri, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luas lahan permukiman dan pertanian semakin mengecil seiring dengan laju pertumbuhan penduduk, namun ketersediaan lahan terbatas. Perencanaan yang baik diperlukan untuk menghindari alih fungsi lahan dan memaksimalkan potensi lahan. Kecamatan Teluk Ambon Baguala mengalami laju pertumbuhan penduduk sebesar 0,72% per tahun 2010 – 2020, memiliki perencanaan pengembangan kawasan permukiman dan pertanian ubi kayu, serta potensi sumber daya dan bencana geologi. Oleh karena itu, diperlukan analisis kesesuaian lahan untuk kawasan permukiman dan pertanian ubi kayu berdasarkan aspek geologi lingkungan pada daerah tersebut. Metode SMCE (Spatial Multi-Criteria Evaluation) digunakan untuk menganalisis kesesuaian lahan. Berdasarkan analisis SMCE, kawasan permukiman terdiri dari empat kelas kesesuaian lahan, yaitu sangat sesuai (8,6%), cukup sesuai (23,5%), sesuai marginal (23,9%), dan tidak sesuai (41,6%) dengan luas kelas lahan sesuai 1977,15 ha dan lahan tidak sesuai 1625,15 ha. Kawasan pertanian ubi kayu terdiri dari empat kelas kesesuaian lahan, yaitu sangat sesuai (7,3%), cukup sesuai (6,1%), sesuai marginal (25,3%), dan tidak sesuai (19,7%) dengan luas kelas lahan sesuai 827,51 ha dan lahan tidak sesuai 2774,79 ha. Berdasarkan analisis prioritas kawasan, maka luas kawasan permukiman 1894,53 ha dan kawasan pertanian ubi kayu 221,98 ha.
TIPOLOGI RUMAH TRADISIONAL SUKU SERAWAI DI BENGKULU SELATAN Frisky, Hendra
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Vol. 5 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Produksi dan Industri, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suku Serawai merupakan suku yang memiliki unsur kebudayaan yang cukup kaya, namun masih sedikit catatan mengenai rumah tradisionalnya yang dikenal dengan rumah berugau. Penelitian ini mencoba melakukan rekonstruksi tipologi dan nilai kebudayaan rumah berugau berdasarkan objek berikut: Rumah Pangiran Marzoeki, Rumah Pangiran Djuana, Rumah Angku Adat Tuanku Rajaw Bediri Mersikin, Rumah Pangiran Arfan, Rumah Pangiran Dayok, dan Rumah Pangiran Mukmin. Terdapat 2 tipe rumah berugau yaitu: rumah berugau biasau dengan atap tipe jembat belayar dan rumah berugau bandung dengan atap tipe limau. Dibandingkan dengan objek pada penelitian sebelumnya, Tipologi rumah berugau pada penelitian ini memiliki perbedaan pada tatanan ruang, namun secara sistem konstuksi dan nilai kebudayaan hampir sama.
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PERMUKIMAN DAN PARIWISATA BERDASARKAN ASPEK GEOLOGI LINGKUNGAN DENGAN METODE SPATIAL MULTI-CRITERIA EVALUATION (SMCE) DI DAERAH KECAMATAN NUSANIWE, KOTA AMBON Kololu, Micky; Ferdinandus, Giovanny; Limehuwey, Resti; Puradimaja, Deny Juanda; Ulfa, Yuniarti; Purwoarminta, Ananta; Jati, Stevanus Nalendra
Journal of Science, Technology, and Visual Culture Vol. 5 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Produksi dan Industri, Institut Teknologi Sumatera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan adalah sumber daya yang terbatas dan harus dimanfaatkan sesuai dengan daya dukung lingkungannya. Kecamatan Nusaniwe memiliki potensi sumber daya geologi dan rawan akan bencana geologi, sehingga diperlukan analisis kesesuaian lahan terutama untuk permukiman dan pariwisata. Beberapa hal yang menjadi alasan penelitian ini dilakukan antara lain; pembangunan permukiman pada Kecamatan ini belum merata, terdapat banyak lokasi pariwisata dan morfologinya di dominasi oleh lereng yang curam dan pesisir pantai. Penelitian ini menggunakan metode Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE) untuk menganalisis kesesuaian lahan permukiman dan pariwisata. Dari hasil penelitian, menunjukkan bahwa lahan yang sesuai untuk dijadikan lokasi pembangunan permukiman, antara lain; 0.7 km² di Desa Amahusu, 1.25 km² di Negeri Nusaniwe, 1.5 km² di Desa Latuhalat, 0.07 km² di Kelurahan Waihaong, 2.04 km² di Negeri Urimessing, 0.2 km² di Kelurahan Mangga Dua, 0.1 km² di Kelurahan Urimessing, 0.45 km² di Kelurahan Kudamati, 0.41 km² di Negeri Seilale, 0.6 km² di Kelurahan Benteng, dan 0.32 km² di Kelurahan Nusaniwe. Sedangkan untuk pariwisata terdapat empat lokasi yang cukup sesuai dan memiliki nilai keragaman geologi (geodiversity) yaitu Bukit Paralayang, Pantai Pintu Kota, Pantai Tanjung Nusaniwe dan Pantai Batu Lubang. Keempat lokasi ini berpotensi untuk dilakukan pengembangan geopark pada kawasan wisata tersebut.