cover
Contact Name
Aji Prasetya Wibawa
Contact Email
publisher@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
publisher@um.ac.id
Editorial Address
Jalan Semarang No.5
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone
ISSN : -     EISSN : 2964707X     DOI : 10.17977
Core Subject : Health,
Topik yang akan di bahas dalam seminar nasional SEXOPHONE 2024 yaitu: Subtema 1 : Mengungkap Ketimpangan Gender pada Kejadian Kekerasan dalam Pacaran sebagai Langkah untuk Mencapai SDG’s Point 5 Subtema 2 : Mengungkap Hubungan Tersembunyi antara Kekerasan dalam Pacaran, Eating Disorders, dan Obesitas Subtema 3 : Mencegah Kekerasan dalam Pacaran dengan Menciptakan Hubungan yang Lebih Sehat
Articles 80 Documents
LITERATURE REVIEW: KEBIASAAN KEROKAN PADA MASYARAKAT SEBAGAI PENGOBATAN TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF ANTROPOLOGI KESEHATAN Amira Muradah Retyani; Esya Nafisah Kusumadewi; Hulwah Aishwara Binandya; Maya Maulina Sari; Septa Katmawati; Elisa Danik Kurniawati; Windi Chusniah Rachmawati
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2023: Pencegahan Pernikahan Dini Sebagai Salah Satu Upaya Perwujudan Goal SDGs Point 5
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractEven though we have entered the modern era where medical science and technology are developing very rapidly, most people still maintain traditional medicine as a curative effort. Traditional medicine has become a hereditary habit and is embedded in the lives of Indonesian people in the health sector, one of which is the habit of scraping. Factors of belief, social culture, economic and so on are the reason people still maintain scraping as traditional medicine. This writing was carried out using the literature review method and was compiled to identify the anthropological views of health on the habit of scrapings in the community. From the results of the study it is known that kerokan does not only exist in Indonesia, but also exists in several Asian countries with different terms and tools in each country. In addition, this traditional medicine can open employment opportunities for the community. So it can be concluded that kerokan is a traditional treatment that has been carried out by Indonesian people for generations. Scraping has been common for both adults and children. This treatment is considered as an alternative treatment to treat some minor ailments, such as flu, runny nose, fever, and headaches.Keywords: scraping; traditional medicine; health anthropologyAbstrakMeskipun saat ini telah memasuki era modern dimana ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran berkembang sangat pesat namun sebagian besar masyarakat masih mempertahankan pengobatan tradisional sebagai upaya kuratif.Pengobatan tradisional telah menjadi suatu kebiasaan turun temurun dan melekat di kehidupan masyarakat Indonesia dalam bidang kesehatan salah satunya adalah kebiasaan kerokan. Terdapat berbagai macam alasan masyarakat masih mempertahankan kerokan sebagai pengobatan tradisional diantaranya adalah faktor kepercayaan, sosial budaya, faktor ekonomi dan lain sebagainya. Penulisan ini dilakukan menggunakan metode literature review dan disusun untuk mengidentifikasi pandangan antropologi kesehatan terhadap kebiasaan kerokan yang ada di masyarakat. Dari hasil telaah diketahui bahwa kerokan tidak hanya ada di Indonesia saja namun terdapat pula di beberapa negara Asia dengan istilah dan alat yang berbeda pada masing-masing negara. Selain itu pengobatan tradisional ini dapat membuka peluang lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa kerokan merupakan pengobatan tradisional yang telah dilakukan oleh masyarakat Indonesia secara turun-temurun. Kerokan telah umum dilakukan bagi masyarakat dewasa maupun anak-anak. Pengobatan ini dianggap sebagai pengobatan alternatif untuk mengatasi beberapa penyakit ringan, seperti seperti flu, pilek, demam, serta sakit kepala.Kata kunci: kerokan; pengobatan tradisional; antropologi kesehatan
Implementasi Manajemen Logistik Obat di Puskesmas Kendalkerep Kota Malang Demanda Firdyan Chasanah; Sapto Adi; Dian Mawarni
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pada Renstra Kementerian Kesehatan target persentase ketersediaan obat dan vaksin di Puskesmas adalah sebesar 90%. Data hasil perhitungan nilai ketersediaan obat dan vaksin periode bulan Januari sampai Desember tahun 2017 dari 38 Kabupaten/Kota yang ada di wilayah Provinsi Jawa Timur menunjukkan nilai rata-rata ketersediaan obat dan vaksin sebesar 90,50%. Akan tetapi, persentase ketersediaan obat dan vaksin di Kota Malang hanya sebesar 84,89%. Persentase obat di Puskesmas Kendalkerep yang memenuhi syarat hanya sebesar 83% sedangkan target capaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 oleh Kementerian Kesehatan sebesar 94%. Tujuan dari Penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi manajemen logistik obat di Puskesmas Kendalkerep. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian mix methods. Pada penelitian ini peneliti mengamati jalannya manajemen logistik obat di Puskesmas Kendalkerep. Data pada penelitian ini adalah data deskriptif yang didapat dari hasil observasi, wawancara, dan juga dokumentasi. Instrumen yang digunakan peneliti adalah lembar check list dan juga pedoman wawancara. Variabel dalam penelitian ini yaitu penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pencatatan dan pelaporan obat. Hasil: Hasil dari penelitian ini yaitu implementasi manajemen logistik obat di Puskesmas Kendalkerep berjalan dengan baik ditandai dengan terpenuhinya indikator sebanyak 100% pada aspek tugas dan tanggung jawab gudang farmasi dan apotek, serta ketersediaan dokumen pencatatan dan pelaporan obat. Pada aspek kondisi ruangan dan fasilitas gudang farmasi terpenuhi sebanyak 85,7% dikarenakan pendingin ruangan yang rusak dan tidak terdapat alat pengusir tikus.
ANALISIS PENERAPAN TEKNIK PUKULAN PADA CABANG PENCAK SILAT KATEGORI TANDING KELAS B PEKAN OLAHRAGA NASIONAL DI PAPUA TAHUN 2021 Iwan Setiadi; Sapta Kunta Purnama; Fadillah Umar
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the application of punching techniques in the fighter category of the National Sports Week competition in Papua 2021. The research method used in this study is a quantitative method. The source of the data is obtained from video recordings of matches taken by PB IPSI at the National Sports Week 2021. The sampling technique used is probability sampling, namely the population comes from pencak silat athletes participating in the National Sports Week. The sample is all the silat fighters who passed the final of the National Sports Week for the competition category of pencak silat. The data collection technique used structured observation. The data obtained were then analyzed using descriptive data analysis techniques. The results of the data analysis that has been carried out on the Pesilat of the National Sports Week for the class B match category obtained are (16 point 14 percent) punch technique, (19 point 60 percent) front kick technique, (20 point 46 percent) sickle kick, (six point 63 percent) T kick technique, back kick technique (one point 15 percent), slamming catch technique (four point 32 percent), cutout technique (15 point 56 percent), sweep technique (zero point 58 percent), leverage technique (six point 34 percent), evasion technique (three point 46 percent), block technique (five point 19 percent), (zero point 58 percent) edge technique. Based on these results, it can be concluded that the three highest sequences of techniques that are often used are the crescent kick (20 point 46 percent), front kick (19 point 60 percent) and punch (16 point 14 percent). Keywords: analysis; application of techniques; pencak silat; PONAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan teknik pukulan pada cabang silat kategori tanding Pekan Olahraga Nasional di Papua tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Sumber data di dapat dari rekaman video pertandingan yang diambil oleh PB IPSI pada Pekan Olahraga Nasional Tahun 2021. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling yaitu populasi berasal dari atlet pencak silat peserta Pekan Olahraga Nasional. Sampel berjumlah 28 pesilat yang lolos pada final Pekan Olahraga Nasional cabang olahraga pencak silat kategori tanding. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi terstruktur. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan teknik analisis data deskriptif. Hasil analisis data yang telah dilakukan pada Pesilat Pekan Olahraga Nasional kategori tanding kelas B yang diperoleh adalah teknik pukulan (16 koma 14 persen), teknik tendangan depan (19 koma 60 persen), tendangan sabit (20 koma 46 persen), teknik tendangan T (enam koma 63 persen), teknik tendangan belakang (satu koma 15 persen), teknik tangkapan bantingan (empat koma 32 persen), teknik guntingan (15 koma 56 persen), teknik sapuan (nol koma 58 persen), teknik ungkitan (enam koma 34 persen), teknik hindaran (tiga koma 46 persen), teknik blok (lima koma 19 persen), teknik tepisan (nol koma 58 persen). Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tiga urutan tertinggi teknik yang sering digunakan adalah tendangan sabit (20 koma 46 persen), tendangan depan (19 koma 60 persen) dan pukulan (16 koma 14 persen).Kata Kunci: analisis; penerapan teknik; pencak silat; PON
OPTIMALISASI PERAN ORANG TUA DALAM PEMBERIAN SEX EDUCATION UNTUK MENCAPAI INDONESIA EMAS 2045: LITERATURE REVIEW Nurul Setyowati; Farhan Kurniawan
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractIndonesia is expected to get a demographic dividend in 2045. Adolescents play a crucial role in these occasions. Adolescent's sexual behavior variations may affect the development of reproductive health issues and Indonesia's demographic dividend. To curtail this sexual behavior aberration, effective sex education needs to be provided. But there are still many issues with the sex education parents provide their adolescents. In order to meet the goals of "Indonesia Emas 2045," this study optimizes the function of the parents in educating adolescents about sex through the use of thesis papers, journals, and data reports as part of a literature evaluation. The literature used was obtained from scientific databases with a publication range between 2012 until 2022. The findings demonstrated the critical role of parents with practical child-parent communication skills in educating adolescents about sex and shaping their sexual behavior. Following their child's age and the necessity to actively participate in locating reliable material regarding sex education for children, parents are expected to deliver a portion of sex education to adolescents. As a result, sexual aberrations that could obstruct the realization of the "Indonesia Emas 2045" goal can be reduced by providing adolescents with adequate sex education with the involvement of parents.Keywords: demographic dividend; sex education; parents AbstrakPada tahun 2045, Indonesia diprediksi akan mendapatkan bonus demografi. Remaja memiliki peranan penting dalam peristiwa tersebut. Penyimpangan perilaku seksual remaja dapat berimplikasi pada peningkatan masalah kesehatan reproduksi dan ketercapaian bonus demografi Indonesia, perlu adanya pemberian sex education yang efektif untuk mereduksi penyimpangan perilaku seksual ini. Namun, masih banyak permasalahan terkait sex education yang diberikan oleh orang tua kepada remaja. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menggunakan artikel skripsi, jurnal, dan report data dengan tujuan optimalisasi peran keluarga dalam pemberian sex education kepada remaja sehingga visi “Indonesia Emas 2045” dapat dicapai. Literatur yang digunakan diperoleh dari pangkalan data ilmiah dengan rentang publikasi antara 2012 sampai 2022. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa orang tua dengan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan anak memiliki peranan yang sangat penting dalam memberikan sex education dan pembentukan perilaku seksual pada remaja. Orang tua diharapkan dapat memberikan porsi sex education pada remaja sesuai dengan usianya dan perlunya berperan aktif dalam mencari informasi yang kredibel terkait pemberian sex education pada anak. Dengan demikian, penyimpangan-penyimpangan seksual yang dapat menghambat tercapainya visi “Indonesia Emas 2045” dapat diminimalisasi melalui pemberian sex education yang efektif pada remaja melalui peran orang tua.Kata kunci: bonus demografi; edukasi kesehatan; orang tua
KEBAHAGIAAN WANITA PADA PERNIKAHAN MUDA TERHADAP KEJADIAN STUNTING DI KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG Sal Shabila Ayumas Puteri
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2023: Pencegahan Pernikahan Dini Sebagai Salah Satu Upaya Perwujudan Goal SDGs Point 5
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe psychological, mental, mental and physical dynamics experienced by early-late teens, aged 12-21 years, are very diverse and fluctuating, which is very likely to affect authentic happiness while running a household, sometimes it is not easy and faces many problems. A harmonious and happy home life certainly affects the pattern of future life. Happy married couples will affect the mindset, behavior, and lives of children. A child must grow and develop healthily and most importantly be free from stunting. The aim of this research was to determine the level of happiness of women in young marriages on the incidence of stunting. This research used quantitative methods cross sectional. Measurement of happiness used the Authentic Happiness Inventory questionnaire reference instrument owned by Martin Seligman by submitting 25 statements to 10 female respondents who were married at a young age in Kaliwungu Village, Ngunut Sub-District, Tulungagung District. Measurement results got as many as 2 people with moderate authentic happiness and 8 people with high levels of authentic happiness. It is advisable to carry out cross-sector collaboration by carrying out promotive and preventive activities related to preventing early or too young marriage so that it does not have a long-term impact on child care patterns that can lead to stunting.  Keywords: Happiness; Marriage; Young Woman AbstrakDinamika psikologis, mental, dan fisik yang dialami remaja awal hingga akhir, antara usia 12 hingga 21 tahun, sangat beragam dan berfluktuasi, yang berpotensi mempengaruhi kebahagiaan sejati dalam rumah tangga yang terkadang menghadapi banyak kesulitan. Kehidupan rumah tangga pasca pernikahan yang harmonis dan bahagia tentu mempengaruhi pola kehidupan masa depan. Pasangan suami istri yang saling bahagia akan mempengaruhi pola pikir, perilaku, dan kehidupan anak. Seorang anak harus tumbuh dan berkembang dengan sehat dan yang terpenting terbebas dari stunting. Tujuan dari penelitian ini mengetahui tingkat kebahagiaan wanita pada pernikahan muda terhadap kejadian stunting. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif cross sectional. Pengukuran kebahagiaan menggunakan referensi instrumen kuesioner Authentic Happiness Inventory milik Martin Seligman dengan mengajukan sebanyak25 pernyataan kepada 10 responden wanita yang telah menikah di usia muda di Desa Kaliwungu, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung. Hasil pengukuran didapatkan sebanyak 2 orang dengan tingkat kebahagiaan autentik sedang dan 8 orang dengan tingkat kebahagiaan autentik tinggi. Sebaiknya dilakukan kerjasama lintas sektor dengan melakukan kegiatan promotif dan preventif terkait pencegahan pernikahan dini atau terlalu muda agar tidak berdampak panjang pada pola pengasuhan anak sehingga dapat menyebabkan stunting.Kata kunci: Kebahagiaan, Pernikahan, Wanita Usia Muda
Literature Review : Peran Kader Posyandu Terhadap Pemberdayaan Masyarakat Cendani Kusuma; Elsa Fatmasari; Jahwa Wulandari; Paramita Dewi; Reza Pahlevi; Sharina Djiara; Septa Katmawati
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mewujudkan visi “Indonesia Sehat” guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, sangat diperlukan dukungan, kerjasama, dan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat, salah satunya dengan upaya memberdayakan masyarakat melalui kader Posyandu. Penelitian berupa literatur review terhadap 13 penelitian yang dilakukan pada kurun waktu tahun 2017–2020 dengan tujuan untuk mengetahui peran Kader Posyandu terhadap pemberdayaan masyarakat. Kader berperan untuk mendorong masyarakat dalam hal peningkatan kualitas hidup sehat dengan cara memberikan motivasi, menjadi contoh, hingga sebagai pelaksana program. Perlu adanya pembinaan, fasilitas, dan evaluasi guna meningkatkan kinerja kader. Selain berperan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan, pembinaan rutin dan dukungan fasilitas terbukti membuat kader merasa bangga dan dihargai, serta mendorong peningkatan kinerja kader. Evaluasi berperan untuk mengetahui faktor-faktor pendorong dan penghambat kinerja kader yang sekaligus diperlukan untuk merancang program dan melakukan perbaikan.
Pengaruh Pelatihan Karate Terhadap Difungsi Eksekutif Anak Autisme: Studi Kasus SDLB Laboratorium Universitas Negeri Malang Annisaa Annisaa; Suni Rohana; Ega Yusti Sianti; Rama Kurniawan
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2023: Pencegahan Pernikahan Dini Sebagai Salah Satu Upaya Perwujudan Goal SDGs Point 5
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractChildren with Autism Spectrum Disorder (ASD) as a group of children who experience problems in their growth and development process. Therefore, intervention is needed to minimize the negative impacts that arise. Martial arts are useful for intervening executive dysfunction in children with ASD. This study uses the martial art of karate which aims to reduce executive dysfunction in children with autism. This study used the Single Subject Research (SSR) method with an A-B design which included 2 research stages, namely the baseline stage and the intervention stage. Data collection was carried out using a questionnaire adapted from ICD-10 and DSM-IV once a week. The samples used were 4 children with autism at SDLB Lab UM. After training for 6 weeks, the data were analyzed using the SSR method so that the results were presented in graphical form. The results of the study illustrate that the development of executive dysfunction in children with autism has a downward trend. Karate training can be used as a form of therapy for children with autism to reduce executive dysfunction and improve and develop their executive function.Keywords: karate, executive dysfunction, autismAbstrakAnak dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA) sebagai salah satu kelompok anak yang mengalami masalah dalam proses tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, diperlukan intervensi untuk meminimalisir dari dampak negatif yang ditimbulkan. Seni beladiri bermanfaat untuk mengintervensi disfungsi eksekutif pada anak dengan GSA. Penelitian ini menggunakan seni beladiri karate yang bertujuan untuk menurunkan disfungsi eksekutif anak autisme. Penelitian ini menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B yang meliputi 2 tahap penelitian yakni tahap baseline dan tahap intervensi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuisioner yang diadaptasi dari ICD-10 dan DSM-IV setiap minggu sekali. Sampel yang digunakan sebanyak 4 anak autisme di SLB Lab UM. Setelah dilakukan pelatihan selama 6 minggu, data dianalisis menggunakan metode SSR sehingga diperoleh hasil yang disajikan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menggambarkan bahwa perkembangan disfungsi eksekutif pada anak autisme mengalami kecenderungan menurun dengan rentang 2-5 poin. Pelatihan karate bisa dijadikan sebagai salah satu bentuk terapi bagi anak autisme untuk menurunkan disfungsi eksekutif serta meningkatkan dan mengembangkan fungsi eksekutif mereka.Kata kunci: karate, disfungsi eksekutif, autisme
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU, SIKAP IBU, DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN IMUNISASI HEPATITIS B0 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DINOYO KOTA MALANG Della Rismay Pratama; Moch. Yunus; Desi Ariwinanti
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hepatitis B merupakan infeksi virus pada hati yang mengakibatkan penyakit akut maupun kronis. Salah satu cara pencegahannya adalah imunisasi hepatitis B. Pemberian pertama kali dilakukan pada bayi usia 0-7 hari dan mampu menurunkan persebaran hepatitis B. Menurut Dinas Kesehatan Kota Malang, Puskesmas Dinoyo menjadi puskesmas dengan imunisasi hepatitis B0 terendah di Kota Malang yaitu hanya 78%.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, dan dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi hepatitis B0. Subjek penelitian adalah ibu yang melahirkan selama bulan Januari sampai bulan Juni 2019 dan tercatat di Puskesmas Dinoyo. Pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 70. Pengambilan data dilakukan dengan menyebar angket. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik. Berdasarkan hasil analisis terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan pemberian imunisasi hepatitis B0 (p-value=0,0000,05). Selanjutnya terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan pemberian imunisasi hepatitis B0 (p-value=0,0020,05), dan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan pemberian imunisasi hepatitis B0 sebesar (p-value=0,4250,05). Pada analisis multivariat tidak ada variabel bebas yang bekerja bersama-sama dalam pemberian imunisasi hepatitis B0. Akan tetapi, variabel sikap merupakan variabel paling berpengaruh dalam pemberian imunisasi hepatitis B0. Sikap ibu dengan kategori baik akan melakukan pemberian imunisasi hepatitis B0 tepat waktu sebesar 8,6 kali.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) Rifqi Adytia Fauzan; Decy Situngkir; Putri Handayani; Mirta Dwi Rahma R.
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2022: Parenting Preparation For a Better Generation
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPersonal Protective Equipment (PPE) is equipment used to minimize and prevent work accidents and occupational diseases for workers who do not use it. Based on data from the results of research studies as many as 12 workers (80 percent) did not comply with using PPE at work. This study aims to determine the factors associated with compliance with the use of Personal Protective Equipment (PPE). This research was conducted at PT Bekasi Industrial Waste Treatment, in January 2022. The number of samples in the study was 64 samples and used a cross sectional design. Primary data collection was done using a questionnaire. Data analysis was carried out univariate and bivariate with chi square test. The results of this study indicate factors related to compliance, namely knowledge p-value zero point 019 and training p-value equal  zero point 000 while the attitude and supervision variables have no relationship with compliance. Suggestions should immediately provide training to new workers regarding the function of each PPE, the benefits of being obedient to using PPE, and the risk of harm if you don't comply with using PPE at work and make a training schedule for workers who cannot attend because they enter the night shift.Keywords: compliance; knowledge; attitude; training; supervision; and PPEAbstrakAlat Pelindung Diri (APD) merupakan peralatan yang digunakan untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja bagi para pekerja yang tidak menggunakannya. Berdasarkan data dari hasil studi penelitian sebanyak 12 pekerja (80 persen) tidak patuh menggunakan APD pada saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Penelitian ini dilaksanakan di PT Pengolahan Limbah Industri Bekasi, pada bulan Januari 2022. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 64 sampel dan menggunakan desain cross sectional. Pengumpulan data primer dilakukan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan yaitu pengetahuan memiliki nilai probabilitas sebesar nol koma 019 dan pelatihan memiliki nilai probabilitas sebesar nol koma 000 sedangkan variabel sikap dan pengawasan tidak memiliki hubungan dengan kepatuhan. Saran sebaiknya segera memberikan pelatihan terhadap pekerja baru terkait fungsi masing-masing APD, manfaat patuh menggunakan APD, dan risiko bahaya apabila tidak patuh menggunakan APD pada saat bekerja dan membuat jadwal pelatihan untuk para pekerja yang tidak dapat hadir karena masuk saat shift malam.Kata kunci: kepatuhan; pengetahuan; sikap; pelatihan; pengawasan; dan APD
Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Kesehatan Desa Siaga : Literature Review Ajeng Putri Dewi; Chamelia Kirana Yoandra; Fatin Ebsadiar; Nadzifa Azhar Muslim; Rahmadea Zalzabilla Amri; Septa Katmawanti
Prosiding Seminar Kesehatan Nasional Sexophone 2021
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Siaga Aktif adalah gambaran masyarakat yang sadar, mau dan mampu untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Sebuah desa dapat dikatakan sebagai Desa Siaga Aktif apabila desa tersebut telah memiliki setidaknya satu Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Desa siaga terbentuk dari petugas kesehatan seperti koordinator bidan.; Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode literature review dengan menggunakan informasi dari artikel jurnal, e-book, dan peraturan tentang pemberdayaan masyarakat secara daring.; Hasil dari literature review dapat diperoleh bahwa Desa dan Kelurahan Siaga Aktif adalah bentuk pengembangan dari Desa Siaga. Desa Siaga aktif memiliki tujuan, sasaran, strategi, dan pengembangan.; Tujuan dari adanya desa siaga yaitu agar terwujud masyarakat yang peduli terhadap masalah Kesehatan dan dapat dihadapi secara mandri, sehingga derajat Kesehatan akan meningkat. Desa siaga memilik strategi dalam pengembangannya antara lain: advokasi, kemitraan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam pengmbangannya desa dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat dan memerlukan peran aktif berbagai pihak muali dari pusat sampai ke desa.