cover
Contact Name
Hamzah
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
+6282142428742
Journal Mail Official
hamza@kolibi.org
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 30327407     DOI : -
Core Subject : Health,
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah jurnal peer-review, multidisiplin dan ilmiah yang menerbitkan artikel ilmiah yang relevan dengan masalah kesehatan nasional, bidang Kedokteran Dasar; Kedokteran Klinis; Kedokteran Molekuler; Kedokteran Forensik; Kesehatan Psikologis; Pendidikan Kedokteran; Keperawatan; dan Kesehatan Masyarakat. Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat adalah jurnal akses terbuka, diterbitkan oleh Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi).
Articles 275 Documents
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ANCAMAN ERUPSI GUNUNG MERAPI DENGAN KESIAPSIAGAAN BENCANA DI INSTALASI BEDAH SENTRAL (IBS) DAN INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD SLEMAN Nurzain, Hayashie Rima; Santoso , Budi
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Bencana merupakan suatu peristiwa serius yang terjadi dalam masyarakat dan dapat menyebabkan kerugian yang luas, serta mempengaruhi berbagai aspek. Indonesia merupakan negara dengan kawasan gunung berapi terbanyak yang masih aktif meletus, salah satunya ialah gunung merapi di Kabupaten Sleman. Rumah Sakit diharapkan siap dalam memberikan layanan yang komprehensif kepada para korban ketika terjadi bencana. Maka dibutuhkan peran tenaga kesehatan yang dapat siap dan siaga dalam menghadapi bencana yang dapat didukung oleh pengetahuan dan sikap. Sehingga sangat penting untuk mengukur tingkat pengetahuan tenaga kesehatan mengenai ancaman erupsi gunung merapi dan kesiapsiagaan bencana agar dapat memberikan pelayanan yang optimal kepada pasien. Tujuan : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ancaman erupsi gunung merapi dengan kesiapsiagaan bencana di Instalasi Bedah Sentral (IBS) dan Intensive Care Unit (ICU) RSUD Sleman Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah 51 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil Penelitian : Berdasarkan analisis statistik menggunakan uji Spearman Rank diperoleh nilai signifikan (P Value) sebesar 0,017 yang menunjukkan bahwa Ha diterima. Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup sebanyak 23 responden (45,1%), mayoritas responden memiliki tingkat kesiapsiagaan bencana yang cukup sebanyak 23 responden (45,1%). Simpulan : Terdapat hubungan tingkat pengetahuan ancaman erupsi gunung merapi dengan kesiapsiagaan bencana di Instalasi Bedah Sentral (IBS) dan Intensive Care Unit (ICU) RSUD Sleman. Saran : Diharapkan dapat menjadi acuan dalam mempertahankan dan meningkatkan tingkat kesiapsiagaan tenaga Kesehatan dalam menghadapi bencana. Dan diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan informasi tambahan mengenai pengetahuan dan kesiapsiagaan bencana.
THE RELATIONSHIP OF THE LENGTH OF DAY OF STAYING WITH THE LEVEL OF ANXIETY OF THE PATIENT'S FAMILY IN THE ROOM INTENSIVE CARE UNIT (LITERATURE REVIEW) Ananda, Riandika; Azizah , Aisyah Nur
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: The Intensive Care Unit (ICU) is a unit in a hospital that functions to care for critical patients. The condition of the patient being treated in the intensive care unit will affect the length of the patient's treatment period. In this situation, it will be possible for the family to feel anxious because family members are experiencing critical care and experiencing challenges which are anxiety factors due to being treated in the intensive care unit. Objective: The aim of this research is to determine the relationship between the length of hospital stay and the anxiety level of the patient's family in the intensive care unit through literature. Research Method: This research is a literature review with journals obtained from Google Scholar and PubMed published in 2019-2024. Results: Research based on literature review analysis can be concluded as follows: Length of stay based on journal analysis states that the average length of stay for patients is at the level of the long stay category. The results of anxiety measurements based on journal analysis show that the average patient's family anxiety is moderate anxiety. Based on the literature review analysis, it can be concluded that there is a relationship between the length of a patient's stay and the anxiety level of the patient's family in the Intensive Care Unit (ICU). Conclusion: Based on literature conducted in 10 journals originating from the Google Scholar and PubMed data base, it was found that the length of stay in patients can increase the anxiety of the patient's family in the intensive care unit. Suggestion: The researcher's suggestion for future researchers is that the author recommends that future researchers can further expand the writing of literature on similar topics, by comparing more previous research results taken from various other databases.
HUBUNGAN DUKUNGAN TEMAN SEBAYA DENGAN SELF EFFICACY DALAM MENGHADAPI OSCE MAHASISWA KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI UNIVERSITAS AISYIYAH YOGYAKARTA Syafira, Alya; Purnamasari, Vita
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i5.3521

Abstract

Objective Structured Clinical Examination (OSCE) merupakan suatu metode penilaian kompetensi keterampilan klinik mahasiswa Keperawatan Anestesiologi. Kendala dari mahasiswa adalah sulit mengatur waktu untuk belajar, melawan rasa malas, takut melakukan kesalahan saat tindakan, dan cemas yang berlebihan. Dukungan teman sebaya mempengaruhi self efficacy mahasiswa dikarenakan peran teman sebaya memberikan fungsi penting sehingga mahasiswa akan termotivasi dan yakin atas kemampuan dalam menghadapi OSCE. Bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan teman sebaya dengan self efficacy dalam menghadapi OSCE mahasiswa Keperawatan Anestesiologi di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Jenis penelitian kuantitatif Cross Sectional dengan rancangan penelitian korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling, berjumlah 142 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner online melalui Google Form. Analisa data menggunakan uji statistic Spearman Rank. Berdasarkan hasil analisis statistik, bahwa dukungan teman sebaya pada mahasiswa Keperawatan Anestesiologi dalam menghadapi OSCE termasuk kategori tinggi 56,3%. Sedangkan self efficacy tergolong tinggi 57,0%. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan self efficacy. Nilai P-Value 0,000 < 0,05 dan memiliki hubungan yang kuat dan searah dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,660. Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan self efficacy mahasiswa Keperawatan Anestesiologi dalam menghadapi OSCE di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta.
EVALUASI PENGETAHUAN SISWA DAN GURU TERHADAP ANCAMAN GEMPA BUMI DENGAN KESIAPSIAGAAN BENCANA DI SMA MUHAMMADIYAH 1 YOGYAKARTA Rosinta, Widia; Santoso, Budi
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 5 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/serojahusada.v1i5.3522

Abstract

Latar Belakang: Bencana adalah rangkaian peristiwa yang dapat mengancam nyawa dan dapat mengganggu kehidupan manusia yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam, dan faktor manusia sehingga menyebabkan korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan berdampak pada psikologis. Bencana berdampak pada semua sektor termasuk sekolah yang menyebabkan kerugian pada elemen sekolah, guru, siswa, proses dalam pembelajaran, kerugian properti, dan penyediaan peralatan akibat bencana dan mengakibatkan jutaan masa depan generasi muda bisa terancam. Tujuan: Mengetahui hasil evaluasi pengetahuan siswa dan guru terhadap ancaman gempa bumi dengan kesiapsiagaan bencana di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel berjumlah 92 responden dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan kuesioner kesiapsiagaan. Uji statistic menggunakan Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hasil evaluasi pengetahuan siswa dan guru terhadap ancaman gempa bumi dengan kesiapsiagaan bencana di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dengan nilai signifikan p-value 0,000<0,005. Simpulan: Terdapat hasil evaluasi pengetahuan siswa dan guru terhadap ancaman gempa bumi dengan kesiapsiagaan bencana di SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta dengan pengetahuan baik dan kesiapsiagaan hampi siap. Saran: Untuk meningkatkan tingkat kesiapsiagaan diharapkan guru dan siswa memperbanyak membaca buku pengetahuan mengenai pengetahuan dan kesiapsiagaan bencana gempa bumii di perpustakaan, artikel, kepala sekolah hendaknya menambahkan materi tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi ke dalam kurikulum pembelajaran di kelas.
IMPLEMENTASI KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN NOMOR HK.01.07/ MENKES/722/2020 TENTANG STANDAR PROFESI PENATA ANESTESI DALAM MENGETAHUI PEMERIKSAAN AMERICAN SOCIETY OF ANESTHESIOLOGISTS (ASA) CLASSIFICATION PRA ANESTESI DI IBS RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Islamiyah, Sri Dayanti; Listyaningrum, Tri Hapsari
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/722/2020 Tentang Standar Profesi Penata Anestesi dimaksudkan sebagai pedoman bagi Penata Anestesi dalam memberikan pelayanan Asuhan Kepenataan Anestesi yang terukur, terstandar, dan berkualitas di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Tujuan : Mengetahui Implementasi Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/ MENKES/722/2020 Tentang Standar Profesi Penata Anestesi Pemeriksaan American Society Of Anesthesiologists (ASA) Classification Pra Anestesi di IBS RS PKU Muhammadiyah. Metode Penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus tunggal. Metode penelitian kualitatif berfungsi untuk menemukan sesuatu yang baru, sehingga penelitiannya bersifat eksplorasi dan tidak melakukan pengukuran. Rancangan penelitian ini deskriptif eksploratif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling dengan 5 orang penata anestesi Hasil: Pelaksanaan Standar Profesi Penata Anestesi Dalam Mengetahui Pemeriksaan American Society Of Anesthesiologists (ASA) Classification Pra Anestesi di IBS RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dari pernyataan informan 1 – 5 menjelaskan tata cara melaksanakan tugas dan aturan – aturan yang berlaku di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sudah sesuai dengan aturan yang berlaku sehingga penata anestesi tidak mengalami keterbatasan dalam penerapan tugas sesuai SOP penata anestesi yang telah tercantum di dalam pedoman. Simpulan : Penerapan Standar Profesi Penata Anestesi Dalam Mengetahui Pemeriksaan American Society Of Anesthesiologists (ASA) Classification Pra Anestesi di IBS RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dalam melaksanakan tugas profesi baik secara kualitatif. Saran : Mempertahankan pelaksanaan Standar Profesi Penata Anestesi dengan baik.
HUBUNGAN PERSEPSI LINGKUNGAN PEMBELAJARAN PRAKTIK KLINIK DENGAN PERILAKU CARING MAHASISWA D4 KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI ANGKATAN 2020 DI INSTALASI BEDAH SENTRAL Wasria, Wasria; Handayani, Nia
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi dituntut untuk memasuki praktik klinik sebagai bagian dari proses pembelajaran mereka. Persepsi lingkungan pembelajaran klinik memainkan peran penting karena dapat mempengaruhi perilaku caring mahasiswa untuk memberikan pelayanan kepada pasien selama praktik klinik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Persepsi Lingkungan Pembelajaran Praktik Klinik Dengan Perilaku Caring Mahasiswa D4 Keperawatan Anestesiologi Angkatan 2020 Di Intalasi Bedah Sentral. Metode Penelitian : Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yang berjumlah 54 responden sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan uji Chi-square. Hasil : Hasil uji chi-square p value 0,001 < α (0,05) sehingga H0 ditolak H1 diterima. Simpulan: Terdapat Hubungan Persepsi Lingkungan Pembelajaran Praktik Klinik Dengan Perilaku Caring Mahasiswa D4 Keperawatan Anestesiologi Angkatan 2020 Di Intalasi Bedah Sentral. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti lebih dalam faktor faktor yang mempengaruhi persepsi lingkungan pembelajaran praktik klinik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP PENCEGAHAN KOMPLIKASI PASCA GENERAL ANESTESI PADA MAHASISWA KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI UNIVERSITAS ‘AISYIYAH YOGYAKARTA Puspita, Dira; Rosidah, Istiqomah
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pemberian general anestesi berpotensi menimbulkan komplikasi pada pasien, pada fase pasca general anestesi umumnya fungsi vital pasien masih belum stabil dimana kondisi pasien dapat dengan cepat memburuk, maka dari itu diperlukannya tindakan pencegahan supaya komplikasi tidak terjadi. Disinilah peran seorang penata anestesi diperlukan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap pencegahan komplikasi pasca general anestesi pada mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling yang berjumlah 66 responden sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasional analitik dan pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil: Hasil uji korelasi Spearman Rank untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan dengan sikap pencegahan komplikasi pasca general anestesi didapatkan nilai p-value 0,000 < 0,005 dengan nilai koefisien korelasi 0,675 (kuat). Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 36 responden (54,5%) dan mayoritas responden memiliki sikap dengan kategori baik sebanyak 48 responden (72,7%). Simpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap pencegahan komplikasi pasca general anestesi pada mahasiswa keperawatan anestesiologi. Saran: Peneliti selanjutnya diharapkan dapat melakukan modifikasi untuk pengambilan data kepada mahasiswa dan meneliti lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan sikap pada mahasiswa.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN PELAKSANAAN ASESMEN PRE ANESTESI PADA PENATA ANESTESI DI PROVINSI MALUKU UTARA Sangadji, Kharismawati Dwi Asri Ramadani; Listyaningrum, Tri Hapsari
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Untuk melaksanakan kegiatan asesmen pre anestesi atas pelimpahan tugas dari dokter anestesiologi atau dokter lain maka seorang penata anestesi harus memiliki kemampuan yang cukup untuk meminimalisir kelalaian yang mungkin terjadi. Tujuan: Diketahuinya hubungan pengetahuan dan kepatuhan pelaksanaan pelimpahan wewenang asesmen pre anestesi pada penata anestesi di Provinsi Maluku Utara. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain penelitian deskriptif analitik dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini penata anestesi Provinsi Maluku Utara yang berjumlah 40 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner online tingkat pengetahuan dan lembar observasi online tingkat kepatuhan. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Spearman rho. Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji Spearman rho didapatkan hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan dengan nilai signifikan 0.007 (p-value <0.05) dengan nilai keeratan 0.418 dan arah hubungannya positif. Dari 40 responden diperoleh tingkat pengetahuan baik yaitu 29 orang (72,5%) dengan tingkat kepatuhan patuh sebanyak 26 orang (65%). Simpulan: Ada hubungan pengetahuan dan kepatuhan pelaksanaan pelimpahan wewenang asemen pre anestesi pada penata anestesi di Provinsi Maluku Utara. Saran: Perlu dilakukan penelitian sejenis dengan jumlah sampel lebih banyak dan tingkat pendidikan terakhir yang homogen, peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan teknik observasi partisipan yaitu peneliti ikut langsung dalam kegiatan yang dilakukan responden.
HUBUNGAN SPIRITUALITAS TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KELUARGA PASIEN DI RUANG ICU RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Ulfah, Nayla; Azizah, Aisyah Nur
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Intensive care unit merupakan sebuah ruangan pasien kritis dan memiliki berbagai penyakit berat. Keluarga pasien datang dengan berbagai macam perasaan antara gelisah, takut kehilangan, dan cemas. Intensive Care Unit (ICU) merupakan unit perawatan khusus yang dikelola untuk merawat pasien sakit berat dan kritis, cedera dengan penyulit yang mengancam nyawa Salah satu upaya yang dapat dilakukan seseorang untuk mengatasi perasaan takut, mendekatkan diri kepada Tuhan, sebagaimana upaya untuk meningkatkan spiritualnya. Tujuan: Diketahuinya hubungan spiritualitas terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang ICU RS PKU Muhammadiyah Bantul. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain penelitian deskriptif analitik Analitik Observasional, dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian ini keluarga pasien ICU RS PKU Muhammadiyah Bantul yang berjumlah 52 orang dengan Teknik pengambilan sampel random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner offline spiritualitas dan kecemasan keluarga pasien ICU. Uji statistic yang digunakan pada penelitian ini adalah uji Spearman rho. Hasil: Hasil uji statistic menggunakan uji Spearman rho didapatkan hubungan spiritualitas terhadap Tingkat kecemasan keluarga pasien ICU dengan nilai signifikan 0.000 (p-value < 0.05) dengan nilai keeratan -0.517 dan arah hubungannya negatif. Dari 52 responden diporelah tingkat spiritualitas tinggi 45 orang (86,5%) dengan tingkat kecemasan normal 36 orang (69,2%). Simpulan: Ada keeratan hubungan spiritualitas terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien di ruang ICU RS PKU Muhammadiyah Bantul. Saran: Diperlukan penelitian lebih lanjut yang sejenis dengan jumlah sampel lebih banyak, membandingkan spiritualitas dengan tingkat kecemasan keluarga pasien.
PENGARUH VIDEO KOMUNIKASI TERAPEUTIK PRE ANESTESI TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI MAHASISWA KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI Wiradhika, Adhi Khoiril; Purnamasari , Vita
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 6 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa seringkali mendapati proses komunikasi dengan klien terutama pada saat praktik klinik yang lebih dikenal dengan komunikasi terapeutik. Secara umum Komunikasi terapeutik adalah proses interaksi untuk saling memberikan dan menerima informasi antar perawat dengan klien berlangsung secara verbal dan non-verbal. Dibutuhkan keterampilan komunikasi yang baik agar komunikasi tersampaikan dengan semestinya, sehingga terhindar dari kejadian yang tidak diharapkan. Oleh karena itu diperlukan suatu media yang dapat meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik. Tujuan: Mengetahui pengaruh video komunikasi terapeutik pre anestesi terhadap keterampilan komunikasi mahasiswa keperawatan anestesiologi. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan pretest and posttest one group design tanpa kelompok kontrol. Teknik sampling menggunakan simple random sampling dengan instrument berupa lembar observasi. Jumlah responden adalah 30 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon Sign Rank untuk mengetahui pengaruh video komunikasi terapeutik pre anestesi terhadap keterampilan komunikasi mahasiswa keperawatan anestesiologi. Hasil Penelitiaan: Keterampilan sebelum diberikan video edukasi komunikasi terapeuttik menempati mayoritas kategori baik yakni sebanyak 22 (73,3%) Responden. Keterampilan setelah diberikan video edukasi komunikasi terapeutik menempati mayoritas kategori sangat baik yakni sebanyak 25 (83,3%) Responden. Pada uji Wilcoxon didapatkan nilai p = 0,000 artinya terdapat pengaruh video komunikasi terapeutik pre anestesi terhadap keterampilan komunikasi mahasiswa keperawatan anestesiologi, sehingga dapat diketahui bahwa ho ditolak dan ha diterima. Simpulan: Media edukasi video komunikasi terapeutik pre anestesi dapat meningkatkan keterampilan komunikasi terapeutik.Saran: Diharapkan dapat menjadi salah satu satu media pembelajaran dalam proses belajar mengajar terutama untuk mata kuliah tentang komunikasi terapeutik.