cover
Contact Name
Ninik Yunitri
Contact Email
yunitri@umj.ac.id
Phone
+6281389723445
Journal Mail Official
ijnsp@umj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta Jl. Cempaka Putih Tengah I No. 1 Jakarta Pusat 10510
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesian Jurnal of Nursing Sciences and Practice
ISSN : -     EISSN : 26220997     DOI : https://doi.org/10.24853/ijnsp.v2i2.
Jurnal Obsesi : Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice (IJNSP)is an open-access peer-reviewed journal focus on the latest issues of nursing education and clinical practices
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 9 no. 2 (2026)" : 5 Documents clear
Terapi Menggambar Kaligrafi untuk Mengelola Gejala Halusinasi pada Pasien Skizofrenia: Laporan Kasus Nurul Wanda; Rasmawati Rasmawati; Muthahharah Muthahharah; Eka Hadrayani; Titi Mildawati
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v9i1.1-6

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang sering disertai halusinasi sehingga memerlukan penatalaksanaan yang komprehensif melalui intervensi farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi menggambar kaligrafi merupakan salah satu pendekatan berbasis seni yang berpotensi membantu pasien mengalihkan perhatian, meningkatkan konsentrasi, dan mendukung regulasi emosi. Laporan kasus ini bertujuan mengeksplorasi penerapan terapi menggambar kaligrafi sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam penatalaksanaan halusinasi pada pasien skizofrenia. Penelitian menggunakan desain laporan kasus tunggal pada seorang pasien laki-laki berusia 19 tahun yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. Terapi menggambar kaligrafi diberikan selama 25–30 menit setiap hari selama 11 hari, bersamaan dengan intervensi keperawatan standar dan terapi farmakologis. Evaluasi dilakukan melalui observasi harian terhadap tanda dan gejala halusinasi serta kemampuan pasien mengendalikan halusinasi. Hasil menunjukkan skor tanda dan gejala halusinasi menurun dari 14 menjadi 0, sedangkan skor kemampuan mengendalikan halusinasi meningkat dari 7 menjadi 10 dan bertahan hingga akhir intervensi. Terapi menggambar kaligrafi berpotensi menjadi intervensi keperawatan komplementer yang mendukung penurunan gejala halusinasi dan peningkatan kemampuan pasien dalam mengendalikan halusinasi. Penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih kuat diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas intervensi ini
Penerapan Isometric Handgrip Exercise terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Keluarga dengan Lansia Penderita Hipertensi Ainatul Ismiyanti; Azwar Azwar; Hardin La Ramba
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v9i1.17-21

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan faktor risiko kardiovaskular utama dan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan pengendalian yang masih rendah di tingkat keluarga. Isometric handgrip exercise merupakan terapi nonfarmakologis yang aman, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri, namun bukti penerapannya pada tatanan keperawatan keluarga di masyarakat masih terbatas. Objektif: Mendeskripsikan penerapan isometric handgrip exercise sebagai bagian dari asuhan keperawatan keluarga terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Metode: Laporan studi kasus deskriptif pada satu keluarga binaan (Ny. Y, perempuan, 62 tahun) dilengkapi dua kasus resume (Ny. E dan Ny. S) sebagai pembanding. Asuhan diberikan melalui sepuluh kali kunjungan rumah (30 April–20 Mei 2026) mengikuti proses keperawatan keluarga Friedman dan kerangka SDKI–SIKI–SLKI, mencakup pengkajian lima tugas kesehatan keluarga sebelum dan sesudah intervensi. Isometric handgrip exercise dilaksanakan pada enam sesi. Hasil. Tekanan darah Ny. Y menurun dari 170/90 mmHg pada kunjungan pertama menjadi 149/82 mmHg pada kunjungan terakhir (penurunan sistolik 21 mmHg; diastolik 8 mmHg), dengan pola pre–post per sesi yang konsisten menurun. Penurunan yang lebih nyata teramati pada dua sesi terakhir setelah alat genggam bola tanpa resistensi terukur diganti dengan adjustable handgrip. Pola serupa teramati pada kasus resume: tekanan darah Ny. E menurun dari 160/70 menjadi 148/78 mmHg, dan Ny. S menunjukkan tren penurunan bertahap selama masa intervensi. Diagnosis keperawatan prioritas adalah Pemeliharaan Kesehatan Tidak Efektif, diikuti Perilaku Kesehatan Cenderung Berisiko dan Risiko Perfusi Serebral Tidak Efektif; keluarga menunjukkan peningkatan kemampuan pada seluruh lima tugas kesehatan keluarga pada akhir intervensi. Implikasi Klinis: Temuan ini mendukung penggunaan latihan isometrik sebagai terapi pendamping nonfarmakologis dalam asuhan keperawatan keluarga, meskipun diperlukan penelitian dengan desain yang lebih kuat dan jumlah responden yang lebih besar untuk memperkuat bukti generalisasi.
Terapi Murottal sebagai Intervensi Keperawatan untuk Mengurangi Ansietas pada Pasien Preoperatif Ulkus Diabetikum di Makassar Ahmad J; Maria Ulfah Azhar; Nazihah Nur Zamzami
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v9i1.28-33

Abstract

Latar Belakang: Komplikasi diabetes melitus yang paling sering ditemukan adalah ulkus diabetikum, dimana komplikasi ini umumnya memerlukan tindakan debridement. Berdasarkan fenomena yang ditemukan, pasien diabetes melitus dengan ulkus diabetikum yang akan menjalani tindakan debridement kebanyakan menunjukkan kecemasan sebelum operasi. Pasien sering mengalami ansietas yang dapat memengaruhi kondisi fisiologis dan kesiapan menjalani pembedahan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah terapi murottal Al-Qur'an Surah Ar-Rahman. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pasien preoperatif ulkus diabetikum dengan masalah ansietas melalui penerapan terapi murottal di Ruang Instalasi Bedah Sentral RSUP Kemenkes Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan metode laporan kasus pada dua orang pasien. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Penatalaksanaan dilakukan dengan pemberian terapi murottal Surah Ar-Rahman selama 15 menit. Hasil. Analisis data menunjukkan diagnosis keperawatan ansietas pada kedua pasien. Pemberian terapi murottal Surah Ar-Rahman sebagai salah satu intervensi dapat digunakan untuk membantu menurunkan tingkat ansietas yang ditandai dengan berkurangnya verbalisasi khawatir, perilaku gelisah, perilaku tegang, keluhan pusing, penurunan frekuensi nadi, perbaikan tekanan darah, serta meningkatnya kontak mata dan kesiapan pasien dalam menghadapi operasi. Implikasi Klinis: berdasarkan hasil evaluasi kasus yang dilakukan, penerapan terapi murottal Surah Ar-Rahman sesuai dengan prosedur yang ditetapkan menunjukkan adanya penurunan ansietas pada pasien preoperatif ulkus diabetikum. Hal ini mengindikasikan bahwa terapi murottal dapat digunakan untuk membantu menurunkan ansietas pasien.
Integrating Healing Touch and Dhikr Therapy as Complementary Nursing Care for Chronic Pain Management in Cervical Cancer: A Case Study Nurul Qur’ani; Nurul Fadhilah Gani; Sumarmi Sumarmi; Nurhidayah Nurhidayah
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v9i1.22-27

Abstract

Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada perempuan di seluruh dunia. Nyeri kronis yang dialami pasien kanker serviks tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis dan spiritual sehingga memerlukan pendekatan keperawatan yang holistik. Healing Touch dan terapi dzikir merupakan intervensi komplementer yang berpotensi membantu mengurangi nyeri sekaligus meningkatkan kenyamanan pasien. Objektif: Mendeskripsikan penerapan kombinasi Healing Touch dan terapi dzikir sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam menurunkan nyeri kronis dan meningkatkan kenyamanan pada pasien kanker serviks. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus terhadap dua pasien perempuan dengan kanker serviks yang mengalami nyeri kronis dan menjalani perawatan di ruang rawat inap. Intervensi berupa kombinasi Healing Touch dan terapi dzikir diberikan selama tiga hari sebagai bagian dari asuhan keperawatan. Evaluasi dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) melalui pengkajian sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan perkembangan kondisi pasien. Hasil. Setelah dilakukan intervensi terjadi penurunan nyeri dari skala 5 menjadi skala 3 sesudah intervensi, selain penurunan intensitas nyeri, kedua pasien menunjukkan peningkatan kenyamanan, relaksasi, ketenangan, serta kemampuan mengendalikan respons terhadap nyeri selama menjalani perawatan. Pasien juga tampak lebih mampu mengendalikan respons terhadap nyeri dan lebih kooperatif dalam mengikuti proses terapi. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi Healing Touch dan terapi dzikir berpotensi memberikan manfaat pada aspek fisik dan psikospiritual pasien. Implikasi Klinis: Kombinasi Healing Touch dan terapi dzikir berpotensi menjadi intervensi keperawatan komplementer yang mendukung pengelolaan nyeri kronis dan meningkatkan kenyamanan pada pasien kanker serviks. Pendekatan ini dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari asuhan keperawatan holistik yang terintegrasi dengan terapi medis standar. Penelitian lebih lanjut dengan desain eksperimental dan jumlah sampel yang lebih besar diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas intervensi ini.
Hubungan Kualitas Hidup Dengan Status Imun Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Di Rsud Labuang Baji Makassar Nurul Khusnul Khotimah; Maria Ulfah Azhar; Wahdaniah Wahdaniah; Dirhamzah Dirhamzah; Nur Fahmi Syahrir
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v9i1.8-16

Abstract

Latar Belakang: Pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis berisiko mengalami penurunan kualitas hidup serta gangguan sistem imun akibat proses inflamasi kronis dan stres fisiologis maupun psikologis. Objektif: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas hidup dengan status imun pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Labuang Baji Makassar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik simple random sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pengukuran kualitas hidup menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF, sedangkan status imun diukur menggunakan Immune Status Questionnaire (ISQ). Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas hidup dalam kategori baik sebanyak 27 responden (52,9%), kategori sedang sebanyak 22 responden (43,1%), dan kategori rendah sebanyak 2 responden (3,9%). Pada variabel status imun, sebagian besar responden berada pada kategori baik sebanyak 24 responden (47,1%), kategori sedang sebanyak 7 responden (13,7%), dan kategori buruk sebanyak 20 responden (39,2%). Hasil uji korelasi Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,461 dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan positif dengan kekuatan sedang antara kualitas hidup dan status imun yang menunjukkan bahwa semakin baik kualitas hidup pasien, maka semakin baik pula status imun yang dimiliki. Implikasi Klinis: Kesimpulan, terdapat hubungan antara kualitas hidup dan status imun pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Semakin baik kualitas hidup pasien, semakin baik pula status imunnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5