cover
Contact Name
Pius A. L. Berek
Contact Email
francisdomin2018@gmail.com
Phone
+6282236339527
Journal Mail Official
francisdomin2018@gmail.com
Editorial Address
Prodi Keperawatan Fakultas Pertanian Sains dan Kesehatan Jalan Km 09 Kelurahan Sasi, Kefamenanu NTT
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Sahabat Keperawatan
Published by Universitas Timor
ISSN : -     EISSN : 26561115     DOI : https://doi.org/10.32938/jsk.v6i01
Core Subject : Health,
Jurnal Sahabat Keperawatan Universitas Timor adalah jurnal akses bebas yang mengulas tentang Keperawatan dan Kesehatan secara umum. Semua artikel yang diterbitkan melalui proses peer review. Diterbitkan dua kali dalam setahun, pada bulan Februari dan Agustus. Setiap kali diterbitkan paling sedikit terdiri dari lima artikel.
Articles 131 Documents
KEPATUHAN PERAWATAN DIRI PASIEN HIPERTENSI: A SYSTEMATIC REVIEW Pius A. L. Berek; Maria Fatimah W. A. Fouk
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 2 No 01 (2020): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2020
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v2i01.458

Abstract

Hipertensi yang merupakan salah satu penyakit tidak menular ini perlu mendapat perhatian yang serius dan ditangani secara “nation wide” mengingat prevalensi yang cukup tinggi dan biasanya individu tidak menyadari bahwa dirinya sedang menderita hipertensi. Umumnya baru diketahui ketika mereka datang berobat ke tempat pelayanan kesehatan karena sakit atau keluhan lainnya, sehingga hipertensi sering dikenal dengan istilah “the silent killer”. Tujuan dari sistematik review ini adalah untuk mendeskripsikan, menganalisis kepatuhan perwatan diri pasien hipertensi melalui hasil-hasil penelitian terdahulu. Desain menggunakan sistematik review narative. Metode yang digunakan adalah menggunakan metode Prisma dan memilih artikel yang dipublikasikan melalui empat database ilmiah digunakan untuk mendapatkan sumber-sumber relevan yang berhubungan dengan masalah spesifik terkait perawatan diri pasien hipertensi, yaitu ProQuest, Ebsco, ScienceDirect dengan keyword yang sama dan dipublikasikan tahun 2000-2019. Didapatkan 11 artikel yang dianalisa dalam proses sistematik review ini. Ditemukan bahwa pasien hipertensi cenderung tidak patuh dalam penatalaksanaan penyakitnya karena beberapa hal diantaranya adalah karena pengobatan dalam jangka waktu yang lama, mengambil obat yang kurang dari yang diresepkan, bahkan kadang-kadang pasien menganggap bahwa mengambil obat itu adalah tugas keluarga mengambilnya. Kombinasi obat yang banyak juga menjadi hambatan mereka untuk mengkonsumsinya secara rutin. Sumber daya manusia menjadi modal utama dalam meningkatkan selfcare terutama dalam manajemen antihipertensi. Disimpulkan bahwa review ini memberikan kontribusi yang besar dalam mengembangkan teori untuk mengatasi masalah hipertensi ini dengan baik.
PENGALAMAN PERAWAT MENJALANI PERAN DAN FUNGSI PERAWAT DI PUSKESMAS KABUPATEN GARUT Iwan Wahyudi
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 2 No 01 (2020): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2020
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v2i01.459

Abstract

Perawat sebagai bagian dari tenaga kesehatan profesional memiliki peran sebagai pemberi asuhan,pendidik, advokat klien, konselor, agen pengubah, pemimpin, manajer, manajer kasus, serta peneliti dan pengembang praktik keperawatan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan eksplorasi yang mendalam tentang peranan perawat dalam menjalani peran dan fungsinya di Puskesmas. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif fenomenologi dengan partisipan sebanyak 4 orang perawat pelaksana di puskesmas. Penelitian ini menghasilkan enam tema diantaranya adalah peran koordinasi perawat; proses manajemen tupoksi program puskesmas; ketidaksesuaian pelaksanaan tupoksi perawat; kesadaran peran profesi perawat; belum optimalnya garapan program; dan harapan penataan tupoksi perawat puskesmas. Penelitian ini mampu mengungkapkan pengalaman perawat dalam menjalani peran dan fungsinya di Puskesmas dimulai dari perawat secara bertanggung jawab mampu mengkoordinasikan pelayanan dalam bentuk program dan kegiatan dengan pihak-pihak lain yang terkait.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DI SMPN HALIWEN Nur Aini Mail; Pius A L Berek; Vinsensius Besin
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 2 No 02 (2020): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2020
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v2i02.626

Abstract

Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi sangat diperlukan oleh remaja, hal ini dilakukan untuk mencegah bias pendidikan seks maupun pengetahuan tentang kesehatan reproduksi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMPN Haliwen. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif murni. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VII di SMPN Haliwen yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 126 sampel. Alat pengumpul data adalah instrumen berupa kuesioner. Data yang telah diolah selanjutnya dilakukan analisa menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia responden adalah 14,12 tahun (95%CI : 13,94-14,29), usia termuda 12 tahun dan tertua 16 tahun. Jenis kelamin merata untuk semua responden yaitu 50% untuk laki-laki dan 50% untuk perempuan. Tingkat pengetahuan tentang kesehatan reproduksi adalah baik yaitu sebesar 84,9% (107 orang), cukup 14,3 % (18 orang), dan kurang 0,8% (1 orang). Disimpulkan bahwa Tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi di SMPN Haliwen sudah masuk dalam kategori baik. Oleh karena itu diharapkan agar siswa-siswi dapat menjalankan peran dan fungsi reproduksi dengan baik.
GAMBARAN METODE KONSELING PETUGAS GIZI PADA KELUARGA DENGAN BALITA GIZI BURUK DI PUSKESMAS HALIWEN KECAMATAN KAKULUK MESAK KABUPATEN BELU Sisilia Novita Asa; Djulianus Tes Mau; Christina Anugrahini
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 2 No 02 (2020): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2020
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v2i02.627

Abstract

Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan di mana proses pemberian bantuan ini berlangsung melalui wawancara dalam serangkaian pertemuan langsung dan tatap muka antara konselor pada klien dengan tujuan agar klien mampu untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap dirinya. Hal ini dikarenakan konseling dapat memberikan perubahan yang mendasar, yaitu merubah sikap. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi gambaran metode konseling petugas gizi pada keluarga dengan balita gizi buruk di Puskesmas Haliwen Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu. Responden dalam penelitian ini adalah 4 petugas gizi yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data berupa lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petugas gizi memiliki teknik konseling gizi kategori baik sebanyak 2 kali (50%) dan kategori cukup sebanyak 2 kali (50%). Ini berarti sebagian besar responden belum melakukan 10 item teknik konseling gizi yang dianjurkan oleh Depkes RI tahun 2008. Sedangkan berdasarkan langkah - langkah pelaksanaan konseling gizi sebagian besar responden dalam ketegori cukup (50%). Hal ini berarti sebagian responden belum semua menerapkan 12 item langkah – langkah pelaksanaan konseling gizi sesuai standart Depkes RI tahun 2008.
GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN REMAJA PUTRI DALAM MENGHADAPI HAID PERTAMA KALI (MENARCHE) PADA SISWI KELAS VII SMP NEGERI 1 ATAMBUA Sakinah Ekawati Syarif; Djulianus Tes Mau; Christina Anugrahini
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 2 No 02 (2020): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2020
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v2i02.628

Abstract

Haid pertama kali diartikan sebagai permulaan menstruasi pada seorang gadis pada masa Pubertas, yang biasanya muncul pada usia 11 sampai 14 tahun. Gejala yang sering menyertai ialah muncul Perasaan bingung, gelisah atau cemas, tidak nyaman selalu menyelimuti, seorang wanita yang mengalami menstruasi pertama kali. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Gambaran tingkat kecemasan Remaja Putri dalam Menghadapi Haid Pertama Kali (Menarche) pada Siswi Kelas VII SMP Negeri 1 Atambua. Populasi adalah siswa remaja kelas VIIS MP Negeri 1 Atambua, sampel sebanyak 163 responden yang memenuhi kriteria teknik pengambilan dengan purpose sampling, jenis penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif Hasil penelitian didapatkan dari 163 responden sebanyak 26 responden (15,9%) mengalami cemas ringan, dan sebanyak 47 responden (28,8%) mengalami cemas sedang hal ini kemungkinan dari beberapa sisiwi remaja putri yang mungkin telah terpapar informasi tentang pengetahuan haid pertama kali sehingga ada beberapa anak bisa mengatasi tingkat kecemasannya, dan sebanyak 52 responden (31,9%) mengalami cemas berat, dan 38 responden (23,3%) mengalami panik. hal ini berarti sebagian besar responden belum mengerti tentang perubahan didalam dirinya (baik perubahan psikologis maupun fisiologis) dan kurangnya informasi.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Nn. G.B DAN Tn.M.B.A YANG MENGALAMI HIV/AIDS DENGAN MASALAH PERUBAHAN MEMBRAN MUKOSA ORAL DI RUANG MELATI DAN FLAMBOYAN RSUD Mgr. GABRIEL MANEK, SVD ATAMBUA Arny Munika Manafe; Maria Fatimah W. A Fouk; Melkianus Ratu
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 2 No 02 (2020): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2020
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v2i02.630

Abstract

Latar belakang : Virus yang di kenal sebagai Human T Lymphotropic Virus Type III ( HTLV III ) atau sekarang yang lasim di sebut Human Immunodeficiency Virus ( HIV ). HIV dapat berkembang lebih lanjut menjadi Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Acquire Immunodefiency Sydrom (AIDS adalah kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh virus. Tujuan : Mahasiswa mampu memberikan tindakan bagaiamana perawatan pada pasien HIV/AIDS dengan Perubahan Membran Mukosa Oral yang meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanan dan evaluasi. Metode penelitian: Studi kasus yaitu studi yang mengekspolarasikan suatu masalah asuhan keperawatan pada Nn.G.B dan Tn. M.B.A yang mengalami HIV/AIDS dengan perubahan membran mukosa oral. Hasil: Setelah diberikan Asuhan keperawatan pada Nn. G.B dan Tn. M.B.A dengan perubahan membran mukosa oralyang sudah teratasi. Kesimpulan : Berdasarkan pembahasan pada bab IV terdahulu maka penulis mengambil kesimpulan dan saran pada Nn.G.B dan Tn.M.B.A dengan proses keperawatan yang terdiri dari Pengkajian, Diagnosa keperawatan, Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi masalah teratasi.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN IMUNISASI PADA BAYI USIA 0-11 BULAN DI CENTRO SAUDE-COMORO DILI, TIMOR-LESTE Dulcia Reis Dos Santos; Yusfina Modesta Rua; Pius A L Berek
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 2 No 02 (2020): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2020
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v2i02.631

Abstract

Imunisasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak terpanjan pada antigen yang serupa tidak terjadi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi di Centro Saude – Comoro Dili Timor Leste. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif cross sectional dengan sampel sebesar 44 orang yang diambil secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuisioner yang berisi pertanyaan benar salah yang diisi oleh responden. Hasil penelitian ditemukan tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi pada kategori Baik, Cukup, dan Kurang berturut-turut 35%, 35% dan 30%. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan cukup baik. Disarankan agar tetap diberikan pendampingan yang kontinu agar pelaksanaan imunisasi tetap sampai tuntas.
FAKTOR-FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI DESA KABUNA KECAMATAN KAKULUK MESAK KABUPATEN BELU Susanti Serang Tatu; Djulianus Tes Mau; Yusfina Modesta Rua
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 01 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i01.911

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh balita akibat dari kekurangan gizi kronis dan paparan infeksi berulang terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan yaitu dari janin hingga anak berusia dua tahun. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Kabuna Kecamatan kakuluk Mesak Kabupaten Belu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitan ini adalah ibu balita stunting dan balita stunting dengan menggunakan total sampling sebanyak 62 ibu. Analisis data univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Pengambilan data dengan menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Hasil penelitian diperoleh kejadian stunting pada balita disebabkan oleh karateristik sosial ekonomi keluarga dengan p value untuk semua faktor resiko <0,05, pola asuh keluarga juga merupakan faktor resiko kejadian stunting pada balita dengan p value untuk semua faktor resiko <0,05. Untuk karateristik perawatan kesehatan keluarga, yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita adalah riwayat BBLR dan sanitasi lingkungan dengan p value <0,05 sedangkan yang tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita adalah frekuensi kunjungan posyandu, status imunisasi dasar dan riwayat penyakit infeksi diare dan ISPA dengan p value >0,05. Simpulan: ada hubungan yang signifikan antara karateristik sosial ekonomi keluarga, pola asuh, BBLR dan sanitasi lingkungan dengan kejadian stunting pada balita di Desa Kabuna Kecamatan Kakuluk Mesak Kabupaten Belu.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI UPTD PUSKESMAS HALIWEN Noberti Sama Lelo; Djulianus Tes Mau; Yusfina Modesta Rua
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 01 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i01.913

Abstract

Latar Belakang : kurangnya pengetahuan Ibu Tentang pentingnya ASI eksklusif dapat menyebabkan anak rawan terhadap penyakit sehingga menyebabkan pertumbuhan yang sehat pada bay.Tujuan Penelitian : Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian ASI Ekslusif di UPTD Puskesmas Haliwen..Metode penelitian : Desain yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang sedang menyusui bayinya umur 0-6 bulan. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total random sampling, dengan jumlah sampel 30 orang, dari total populasi 115 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan ibu tentang ASI eksklusif di UPTD Puskesmas Haliwen. Hasil penelitian: Pengetahuan ibu berdasarkan umur kurang dari 30 tahun sebanyak 19 orang (63,3%), Pengetahuan ibu berdasarkan pendidikan SD dan SMP sebanyak 24 orang (40%), Pengetahuan ibu berdasarkan pekerjaan IRT sebanyak 15 orang (50%) , sedangkan pengetahuan ibu berdasarkan jumlah anak dengan jumlah anak satu sebanyak 11 orang (36,7%).Kesimpulan:Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan berdasarkan umur di bawah tiga puluh tahun, berpendidikan SMP dan SMA, dengan pekerjaan sebagai IRT, dengan jumlah anak satu.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN PERAN KADER DALAM POSYANDU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS HALILULIK DESA NAITIMU KECAMATAN TASIFETO BARAT KABUPATEN BELU Sisilia Gisela Nesti Neno; Djulianus Tes Mau; Yusfina Modesta Rua
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 01 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i01.915

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Halilulik Desa Naitimu Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu dari tanggal 06 agustus – 14 agustus 2020. Kader adalah seorang anggota masyarakat yang berasal dari masyarakat dan dipilih oleh masyarakat itu sendiri serta membantu petugas tenaga kesehatan dalam kegiatan pos pelayanan terpadu. Tujuan : tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi gambaran pengetahuan kader dalam kegiatan pos pelayanan terpadu di wilayah kerja Puskesmas Halilulik Desa Naitimu Kecamatan Tasifeto Barat. Metode : metode penulisan ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif betujuan untuk mengekspresikan tingakt pengetahuan kader dalam kegiatan pos pelayanan terpadu. Populasi adalah kader di Puskesmas Halilulik Desa Naitimu Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu, sampel di ambil dari semua kader pos pelayanan terpadu Desa Naitimu sebanyak 55 orang, alat pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil penelitian : hasil penelitian dari 55 responden dapat disimpulkan bahwa secara umum tingkat pengetahuan kader tentang sistem lima meja yang berpengetahuan baik sebanyak 50 responden (90,9%) berpengetahuan cukup sebanyak 5 responden (9,1%) dan yang berpengetahuan baik tentang peran kader sebanyak 55 responden (100%). Sarannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang sistem lima meja dan peran kader. Untuk kader agar dapat menerapkan sistem lima meja dan perannya dalam kegiatan pos pelayanan terpadu.

Page 3 of 14 | Total Record : 131