cover
Contact Name
Pius A. L. Berek
Contact Email
francisdomin2018@gmail.com
Phone
+6282236339527
Journal Mail Official
francisdomin2018@gmail.com
Editorial Address
Prodi Keperawatan Fakultas Pertanian Sains dan Kesehatan Jalan Km 09 Kelurahan Sasi, Kefamenanu NTT
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Sahabat Keperawatan
Published by Universitas Timor
ISSN : -     EISSN : 26561115     DOI : https://doi.org/10.32938/jsk.v6i01
Core Subject : Health,
Jurnal Sahabat Keperawatan Universitas Timor adalah jurnal akses bebas yang mengulas tentang Keperawatan dan Kesehatan secara umum. Semua artikel yang diterbitkan melalui proses peer review. Diterbitkan dua kali dalam setahun, pada bulan Februari dan Agustus. Setiap kali diterbitkan paling sedikit terdiri dari lima artikel.
Articles 137 Documents
Studi Kasus: Intervensi Pasif Range Of Motion (ROM) Pada Pasien Stroke Di Ruang Asoka RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua Siki, Clara; Sanan, Yane Cristiana Ua; Mau, Djulianus Tes
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 7 No. 02 (2025): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2025
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v7i02.10181

Abstract

Latar Belakang: Stroke adalah penyumbatan pada pembuluh darah, yang disebabkan penyumbatan arteri sehingga menutup aliran darah ke otak. Sehingga menimbulkan gangguan mobilitas fisik di mana kondisi seseorang mengalami keterbatasan dalam gerak fisik dari satu atau lebih ekstremitas secara mandiri. Salah satu intervensi keperawatan yang diberikan adalah latihan Range of Motion (ROM). Tujuan Penelitian: Untuk menggambarkan asuhan keperawatan dengan pemberian intervensi Range Of Motion untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien stroke. Metode Penelitian: Desain studi kasus tentang mengeksplorasi suatu masalah/fenomena dengan batasan terperinci melalui pengambilan data yang dilaksanakan dengan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dilakukan secara mendalam dan menentukan berbagai sumber informasi. Hasil Penelitian: Diagnosa keperawatan yang ditetapkan pada klien Tn.Y.B dan Tn.R.L adalah Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan penurunan kekuatan otot. Setelah diberikan asuhan keperawatan dari pengkajian sampai evaluasi kepada kedua klien, kedua klien mengalami peningkatan mobilitas fisik dan mengalami penurunan kekakuan sendi. Kesimpulan: Hasil evaluasi keperawatan yang telah dilakukan pada kedua klien Tn.Y.B dan Tn.R.L masalah gangguan mobilitas fisik teratasi sebagian, di mana rentang gerak (ROM) meningkat, kekakuan sendi menurun dan kelemahan fisik kedua klien menurun.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN METCOVAZINE CREAM HIJAU PADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA ULKUS DIABETIKUM POST OPERASI DEBRIDEMEN Nursamsi Nursamsi; Dadi Hamdani
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i1.10082

Abstract

Pendahuluan: Diabetes merupakan kondisi yang ditandai oleh peningkatan kadar gula dalam darah (hiperglikemia) Menurut International Diabetes Federation (2019), tercatat 463 juta orang di seluruh dunia mengidap diabetes pada tahun 2019, yang setara dengan prevalensi 9,3% dari keseluruhan populasi dalam kelompok usia tersebut. Tujuan Penelitian: untuk melakukan asuhan keperawatan dengan fokus masalah keeprawatan Gangguan integritas kulit dengan intervensi Perawatan luka dan penggunaan topical Metcovazine cream hijau. Metode: Penelitian ini berbentuk studi kasus dengan metode pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, rencana asuhan keperawatan, implementasi keperawatan, dan evaluasi keperawatan. Hasil riset: Hasil studi kasus pada tahap pengkajian diketahui bahwa Ny. D dengan permasalah yang muncul adalah Gangguan integritas kulit sehingga didapatkan diagnosa keperawatan adalah Gangguan interitas kulit berhubungan dengan perubahan sirkulasi terjadi karena suplai oksigen dan nutrisi ke jaringan kulit terganggu. Intervensi dilakukan selama tiga kali pertemuan. Luka sedikit membaik serta mengalami penurunan dalam ukuran panjang luka yang awalanya 10 cm dan lebar 6 cm manjadi panjang 9,7cm, lebar 5,5 cm, serta dalam warna dan keadaan luka yang awalnya berwarna putih pucat serta kering (Mengelupas) pada saat evaluasi pertemuan ke 3 menjadi warna pink cerah dan keadaan luka lembab. Kesimpulan: Kesimpulannya bahwa penggunaan metcovazine cream hijau dapat mempercepat proses penyembuhan luka ulkus diabetikum. Metode ini membantu menjaga kelembapan luka, dan meningkatkan laju epitelisasi, sehingga mendukung pemulihan yang lebih baik pada pasien diabetes.
PENERAPAN HYDROCOLLOID DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA PADA LUKA ULKUS DIABETIKUM Ghina Hasna Luthfiyah; Dadi Hamdani
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i1.10091

Abstract

Latar Belakang:Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronis yang sering muncul pada penderita diabetes melitus, khususnya pada pasien dengan gangguan sirkulasi dan neuropati perifer. Luka yang tidak tertangani secara optimal berisiko berkembang menjadi infeksi berat dan berujung amputasi, sehingga memerlukan penanganan yang efektif. Di lapangan, metode perawatan luka masih banyak menggunakan pendekatan konvensional yang kurang mampu menciptakan lingkungan ideal untuk penyembuhan. Salah satu alternatif terapi non-farmakologi yang kini semakin sering digunakan adalah balutan hydrocolloid, karena kemampuannya menjaga kelembapan luka serta mempercepat regenerasi jaringan.Tujuan:Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penggunaan balutan hydrocolloid dalam mempercepat proses penyembuhan luka ulkus diabetikum melalui pendekatan asuhan keperawatan komprehensif. Metode:Desain penelitian berupa studi kasus deskriptif dengan penerapan asuhan keperawatan pada satu klien dengan ulkus diabetikum di Rumah Luka Pangandaran, Jawa Barat. Diagnosa keperawatan ditetapkan berdasarkan SDKI, intervensi mengacu pada SIKI, evaluasi menggunakan SLKI, dan dokumentasi disusun dengan metode SOAPIER. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta pencatatan kondisi luka setiap tiga hari dalam kurun tujuh hari perawatan. Hasil:Hasil pengkajian menunjukkan adanya perbaikan signifikan berupa penurunan ukuran luka, peningkatan granulasi, dan berkurangnya eksudat. Skor Bates-Jensen turun dari 25 pada pertemuan pertama menjadi 15 pada pertemuan ketiga. Intervensi berupa manajemen luka dengan balutan hydrocolloid terbukti mendukung percepatan penyembuhan. Kesimpulan:Penggunaan balutan hydrocolloid dapat mempercepat penyembuhan ulkus diabetikum dengan menjaga kelembapan luka, mendukung pembentukan jaringan granulasi, mempercepat epitelisasi, serta mengurangi risiko infeksi dan nyeri saat pergantian balutan.
GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI RETROVIRAL (ARV) PADA PASIEN HIV AIDS DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS ATAMBUA SELATAN Djulianus Tes Mau; Louicha Evelin Meo Amalo; Paskalis Malafu Usfinit
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i1.10765

Abstract

Latar Belakang: Kepatuhan dalam meminum ARV merupakan faktor terpenting dalam menekan jumlah virus HIV dalam tubuh manusia. Penekanan jumlah virus yang lama dan stabil bertujuan agar sistem tubuh imun tetap terjaga, agar orang yang terinfeksi virus HIV akan mendapatkan kualitas hidup yang baik dan juga mencegah terjadinya kesakitan dan kematian. Tujuan: untuk mengidentifikasi kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) pada orang dengan HIV/AIDS. Sampel sebanyak 25 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Teknik pemgambilan sampel dengan total sampling. Hasil: penelitian ditemukan 76,0% responden memiliki kepatuhan tinggi dalam mengkonsumsi obat RV, dan 24,0% responden memiliki kepatuhan yang rendah. Kesimpulan: terdapat 19 responden (76,0%) yang patuh dan 6 responden (24,0%) yang tidak patuh dalam menjalankan pengobatan ARV pada tahun 2025 di Puskesmas Atambua Selatan.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN HIPERTENSI DI KABUPATEN BELU Pius A L Berek; Fransiska Amaral; Handrianus Akoit; Maria Paula Marla Nahak
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i1.10766

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyebab utama kematian global dan menjadi masalah kesehatan masyarakat, termasuk di Indonesia. Salah satu faktor rendahnya pengendalian tekanan darah adalah ketidakpatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Tujuan:  Mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di Puskesmas Haliwen, Kabupaten Belu. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 126 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan purposive sampling. Waktu pelaksanaan dilakukan pada tanggal 17 Maret sampai 17 Mei 2025. Data dianalisis menggunakan uji chi square untuk melihat hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan minum obat. Hasil: Mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (47,5%) dan buruk (46,2%), serta sikap positif (43,2%) dan negatif (52,0%). Ditemukan bahwa pasien dengan pengetahuan baik justru memiliki tingkat kepatuhan yang rendah (52,5%), dan sebaliknya. Uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=1.000) maupun sikap (p=0.364) dengan kepatuhan minum obat antihipertensi. Kesimpulan: Tidak ditemukan hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan kepatuhan minum obat. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor lain seperti intervensi nonfarmakologis.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI UPTD PUSKESMAS HALIWEN Agrila Mone; Maria Julieta Esperanca Naibili; Veronika Nitsae
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i1.10803

Abstract

Pendahulan : Pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan merupakan faktor penting dalam pencegahan keterlambatan deteksi komplikasi. Keterlambatan mengenali tanda bahaya dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas  maternal,  sehingga  pemetaan  tingkat  pengetahuan  ibu  hamil  sangat diperlukan sebagai dasar intervensi kesehatan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda-tanda bahaya kehamilan di UPTD Puskesmas Haliwen tahun 2025. Metode: Penelitian ini  menggunakan  desain  deskriptif  dengan  populasi  seluruh  ibu  hamil  yang tercatat di UPTD Puskesmas Haliwen sebanyak 157 orang. Sampel berjumlah 30 orang yang dipilih menggunakan teknik  convenience sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik tentang tanda bahaya kehamilan yaitu 19  orang  (63,3%),  pengetahuan  cukup  sebanyak  9  orang  (30,0%),  dan pengetahuan kurang sebanyak 2 orang (6,7%). Kesimpulan: Mayoritas ibu hamil di wilayah kerja UPTD Puskesmas Haliwen memiliki pengetahuan baik, namun masih terdapat ibu hamil dengan pengetahuan cukup dan kurang yang berisiko mengalami keterlambatan mengenali komplikasi. Tenaga kesehatan, khususnya perawat dan bidan, diharapkan lebih mengoptimalkan edukasi melalui kelas ibu hamil,  konseling,  serta  keterlibatan  keluarga  untuk  meningkatkan  literasi kesehatan maternal. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan sampel lebih besar dan desain analitik untuk mengidentifikasi faktor determinan pengetahuan secara lebih mendalam.
GAMBARAN PERILAKU SELF MANAGEMENT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II Yane Sanan; Margaretha E.V Lopez; Maria Julieta Esperanca Naibili
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2026
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor Jln. Mgr. Sugyopranoto-Haliwen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v8i1.10828

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang terus meningkat, sehingga pengelolaan diri yang efektif sangat penting untuk mencegah komplikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku self-management pasien DM tipe II. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Sampel terdiri dari 20 responden diabetes melitus tipe II di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Diabetes Self-Management Questionnaire (DSMQ) yang telah teruji validitas (p>0,05) dan reliabilitas (Alfa Cronbach 0,889). Hasil Hasil penelitian menunjukkan bahwa (90%) responden memiliki perilaku self-management dalam kategori cukup baik, mayoritas usia dalam penelitian ini adalah orang dewasa sebesar 55%, mayoritas jenis kelamin adalah perempuan 55%, pendidikan terakhir SMP dan SMA 60%, IMT normal 75%, 85% responden tidak merokok, nilai minimum dan maksimum GDS 139 dan 381. Dimensi perilaku self-management kontrol gula darah masuk pada kategori cukup sebesar 65%, manajemen diet masuk dalam kategori baik sebesar 50%, aktivitas fisik 55% masuk kategori cukup, perilaku minum obat masuk dalam kategori baik sebesar 55%.