cover
Contact Name
Pius A. L. Berek
Contact Email
francisdomin2018@gmail.com
Phone
+6282236339527
Journal Mail Official
francisdomin2018@gmail.com
Editorial Address
Prodi Keperawatan Fakultas Pertanian Sains dan Kesehatan Jalan Km 09 Kelurahan Sasi, Kefamenanu NTT
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Sahabat Keperawatan
Published by Universitas Timor
ISSN : -     EISSN : 26561115     DOI : https://doi.org/10.32938/jsk.v6i01
Core Subject : Health,
Jurnal Sahabat Keperawatan Universitas Timor adalah jurnal akses bebas yang mengulas tentang Keperawatan dan Kesehatan secara umum. Semua artikel yang diterbitkan melalui proses peer review. Diterbitkan dua kali dalam setahun, pada bulan Februari dan Agustus. Setiap kali diterbitkan paling sedikit terdiri dari lima artikel.
Articles 131 Documents
EFEKTIFITAS SMARTPHONE TERHADAP KONTROL TEKANAN DARAH DAN KEPATUHAN PASIEN HIPERTENSI Pius A L Berek
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 01 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i01.917

Abstract

Latar Belakang: Data dari World Health Organization (WHO) sejak tahun 2014 penyakit hipertensi telah menyerang 22% penduduk dunia [1]. Diprediksikan pada tahun 2025 sekitar 29% orang dewasa di seluruh dunia menderita hipertensi. Menurut American Heart Association (AHA), terdapat 76,4 juta orang usia dewasa di Amerika menderita hipertensi [2]. Sedangkan di Asia Tenggara, angka kejadian hipertensi mencapai 36% [3]. Tujuan: mengidentifikasi efektifitas smartphone terhadap kontrol tekanan darah dan kepatuhan pasien hipertensi. Metode: literatur review dengan menggunakan data base online meliputi PROQUEST, EBSCO dan Science Direct. Boolean “AND” dengan kata kuncinya smart phone, hypertension, adherence, dan self care. Hasil: Program smartphone dikembangkan dalam berbagai fitur diantaranya adalah SMS sebagai reminder dan juga sebagai media untuk melakukan edukasi kepada pasien hipertensi terkait penyakit, komplikasi, penatalaksanaan hingga pencegahannya. Penggunaan smartphone dapat meningkatkan kontrol tekanan darah, menurunkan tekanan darah (sistolikd an diastolik), serta dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi. Kesimpulan: Penggunaan smartphone sebagai intervensi dapat digunakan sebagai intervensi terkini dalam melakukan manajemen penyakit jangka panjang termasuk hipertensi, sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat komplikasi hipertensi yang tidak diharapkan.
RESILIENSI ANAK PASCA BENCANA: LITERATUR REVIEW Susanti Niman; Mustika Sari
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 01 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i01.933

Abstract

Latar Belakang: Bencana mengancam kehidupan jutaan anak. Anak merupakan kelompok usia terbesar yang mengalami bencana di seluruh dunia. Diperkirakan ada lebih dari 100 juta anak terpapar bencana setiap tahun. Anak termasuk dalam kelompok beresiko yang paling rentan. Dampak bencana pada kelompok usia anak lebih mengkhawatirkan dibanding usia dewasa. Anak lebih beresiko mengalami trauma akibat bencana. Resiko tersebut tergantung pada tingkat perkembangan kognitif dan emosi. Resiliensi dibutuhkan untuk proses recovery survivor bencana. Resiliensi yang dimiliki oleh individu akan menurunkan tingkat PTSD. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi anak setelah bencana. Subjek dan Metode: Literatur review dibuat berdasarkan metode kuantitatif dengan model PRISMA. Variabel dependen adalah resiliensi anak. Variabel independen adalah ikatan positif pengasuh utama, regulasi emosi, fleksibilitas kognitif, persepsi, kontrol dan dukungan sosial. Dari 31 artikel, 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang dipilih untuk penelitian ini. Artikel-artikel tersebut dikumpulkan dari 3 sumber basis data meliputi EBSCOhost, Science Direct dan Pubmed. Hasil: faktor-faktor psikososial kunci yang terkait dengan resiliensi. Faktor psikososial kunci tersebut termasuk pentingnya ikatan positif dengan pengasuh utama selama perkembangan, regulasi emosi, fleksibilitas kognitif, persepsi dan kontrol serta ketersediaan dukungan sosial untuk resiliensi di sepanjang rentang usia. Kesimpulan: Resiliensi pada anak dipengaruhi oleh faktor psikososial. Resiliensi membantu kesiapan menghadapi bencana dan meminimalkan dampaknya.
PENYEBAB STRESS (STRESSOR) PADA KORBAN BENCANA: SYSTEMATIC REVIEW Imelda Manek Laku
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 01 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i01.936

Abstract

Latar Belakang : Bencana dapat memiliki dampak besar, jangka panjang pada orang, keluarga dan masyarakat. Rangkaian bencana alam yang terjadi di dunia telah menelan ratusan korban meninggal, hilang, maupun luka-luka. Kerugian material dan immaterial yang besar berdampak pada kesehatan somatic dan psikis. Permasalahan psikologis ini dapat muncul sesaat setelah bencana terjadi, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun setelah bencana berlalu, yang sering disebut Stres pasca tauma atau posttraumatic stress disorder (PTSD). Beragam stressor dicuragi sebagai penyebab PTSD, bukan hanya stressor primer melainkan stressor sekunder lainnya yang timbul akibat bencana maupun kondisi ekstrem sehingga penting untuk mengenal stressor yang jelas pada kondisi bencana agar membantu untuk memberikan tindakan yang tepat sesuai dengan kebutuhan yang dirasakan oleh individu. Tujuan: mengelompokan penyebab stress atau stressor akibat bencana. Methode: Sistematik review ini dimulai dengan mengidentifikasi literatur pada artikel ilmiah yang telah dipublikasikan antara tahun 2009-2019 di dua database yaitu ProQeust dan pubmed serta pencarian den google scholar. Seleksi dilakukan dengan PRISMA flow- diagram dan lakukan dikritik dengan JBI tool. Setelah diperoleh 6 artikel yang relevan untuk dianalisis menjadi sistematik review. Hasil: Berdasarkan riview literature pada 6 artikel, penulis membuat beberapa katergori stressor yaitu, hilanganya dukungan social, perubahan komposisi keluarga, kerusakkan sumber daya fisik, kondisi ekonomi, kondisi stress anak, jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, dan factor nilai dan budaya (Isu makhluk halus). Kesimpulan: pengelompokan stressor yang tepat memudahkan tenaga kesehatan maupun perawat dalam menilai stressor yang berdampak pada pemberian intervensi yang tepat pada para korban bencana.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN PENCEGAHAN HIPERTENSI PADA USIA DEWASA MUDA: LITERATURE REVIEW Muhammad Cristanto; Monica Saptiningsih; Maria Yunita Indriarini
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 01 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i01.937

Abstract

Prevalensi Hipertensi meningkat signifikan setiap tahun karena gaya hidup yang tidak sehat, terutama fisik yang tidak aktif. Aktivitas fisik telah terbukti dapat mencegah Hipertensi pada populasi umum, namun bukti terbatas pada populasi dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisa artikel yang membahas hubungan antara aktivitas fisik dan pencegahan Hipertensi pada dewasa muda. Desain yang digunakan adalah Literature Review, artikel dikumpulkan dengan menggunakan database PubMed dan Cochrane. Kriteria artikel yang digunakan adalah yang diterbitkan tahun 2000-2020. Kata kunci yang digunakan aktivitas fisik, pencegahan, hipertensi, dan dewasa muda. Berdasarkan delapan artikel yang dikumpulkan didapatkan hasil bahwa aktifitas fisik secara signifikan menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik dan dapat mencegah Hipertensi serta penyakit tidak menular lainnya. Lama aktifitas fisik yang dianjurkan untuk mencegah hipertensi adalah 150 menit, dengan frekuensi lima hari atau lebih dalam seminggu. Orang dewasa muda harus menyadari dan melakukan aktifitas fisik sesuai dengan rekomendasi, untuk mencegah Hipertensi. Saran bagi penyedia layanan kesehatan, harus memberikan pendidikan kesehatan secara rutin kepada penderita Hipertensi khususnya tentang aktifitas fisik.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG KEPERAWATAN KRITIS TERHADAP TINGKAT KECEMASAN KELUARGA YANG DIRAWAT DI IRI Retno Yuli Hastuti; Tri Windarti; Kemaludin Kemaludin
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 01 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i01.953

Abstract

Latar Belakang: Salah satu keadaan keluarga dalam menghadapi anggota keluarga yang dirawat di IRI adalah kecemasan. Dampakdarikecemasankeluargaadalahpengambilankeputusan yang tertunda,gangguan fisik dan psikologis. Melalui pemberian pendidikan kesehatan diharapkan dapat menurunkan hormon-hormon stressor, mengaktifkan hormon endorfin alami, sehingga gangguan fisik dan psikologis bias dihindari. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif observasional analitik dengan rancangan crosssectional. Desain penelitian ini adalah ”Quasi Experimental Pre-Post Test With Control Group”dengan intervensi pemberian Pendidikan Kesehatan. Responden penelitian ini sebanyak 64 responden yaitu 32 responden sebagai kelompok intervensidan 32 responden sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sample dengan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi. Instrumen pengumpulan data dengan kuesioner karakteristik responden, kuesioner tingkat kecemasan keluarga (KTKK), SAP dan Leaflet. Analisa data bivariat dengan Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil: Hasil penelitian diperoleh p value sebesar 0,000 < 0,05 berarti ada perbedaan signifikan (nyata) tingkat kecemasan responden antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kesimpulan ada pengaruh pemberian pendidikan kesehatan tentang keperawatan pasien kritis terhadap tingkat kecemasan keluarga di IRI RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten.
HUBUNGAN MEKANISME KOPING DENGAN SYNDROME BURNOUT PADA MAHASISWA YANG MENGERJAKAN KARYA TULIS ILMIAH Retno Yuli Hastuti; Afit Jati Rinawan; Suwarno Suwarno
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 01 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i01.954

Abstract

Latar Belakang: Sindrome Burnout merupakan kumpulan gejala fisik, dan mental yang bersifat destrucktif akibat dari kelelahan kerja. Syndrome burnout merupakan perubahan sikap dan perilaku dalam bentuk reaksi menarik diri secara psikologis dari pekerjaan. Salah satu penyebab dari syndrome burnout tersebut adalah ketika seorang individu menerima stressor dan menggunakan mekanisme koping negatif untuk menghadapi stressor tersebut. Metode: Desain penelitian analitik Correlational dengan pendekatan cross sectional, dengan uji Somers. Tekhnik pengambilan sampel yang digunakan pada penelitian adalah simple random sampling yang berjumlah 119 populasi penelitian, dan didapatkan hasil 91 reponden penelitian. Alat pengumpulan data adalah kuisioner. Dengan uji somers. Hasil: Hasil analisa didapatkan nilai p value = 0, 148 berarti (α > 0, 05). Maka secara statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna sehingga hipotesis Ho diterima dan Hipotesis Ha ditolak. Kesimpulan : Kesimpulan pada penelitian ini tidak ada hubungn yang signifikan antara mekanisme koping terhadap syndrome burnout pada mahasiswa ang mengerjakan karya tulis ilmiah prodi DIII Keperawatan STIKES Muhammadiyah Klaten dengan p value = 0, 148 berarti (α > 0, 05)
THE RISK OF VIOLENT BEHAVIOR : A CASE STUDY Nyi Rd Mega Aroviani; Susanti Niman
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 02 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i02.1376

Abstract

Background: Risk Violent behavior is an individual condition that will endanger oneself, others, family and society. Individuals at risk of violent behavior need psychiatric nursing care to overcome the nursing problems they experience. This study aims to discuss nursing care comprehensively from assessment to evaluation of clients at risk of violent behavior. Case report: The results of the client have a history of traffic accidents and experienced a collision in the head area but at the request of the family, surgery was carried out. After the accident, the family got changes in the client, namely irritability, tantrums, talking and smiling by themselves and seeing things that were not tangible. The implementation of nursing is given to clients in the form of physical exercises: deep breaths and hitting the pillow mattress, assertive exercises and spiritual exercises. The client's family is given nursing education about how to care for the client. The nursing evaluation found that the client was able to do physical exercise and assertive exercise. Families can recognize problems and motivate clients to do the exercises that have been taught by the nurse. Conclusion: The risk of violent behavior is one of the mental nursing problems that can be found in clients with mental disorders with a history of head trauma.
DEMOGRAFI PASIEN KANKER YANG MENGALAMI FATIGUE DI RUMAH SAKIT KANKER DHARMAIS JAKARTA: STUDY PENDAHULUAN Achmad Fauji; Sara Tania; Tjut Jessy Fiolina; Mayang Damayanti
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 02 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i02.1377

Abstract

Latar Belakang: Penelitian mengenai hubungan antara fatigue dan prediktor fatigue hampir belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia khususnya pada pasien dewasa. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan gambaran demografi responden yaitu pasien kanker dewasa di unit rawat singkat (one day care). Metode: Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan crosssectional. Data diambil dari rekam medik pasien kanker dewasa yang memenuhi kriteria, dengan sampel sebanyak 67 orang responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 55,2% memiliki riwayat fatigue, berjenis kelamin perempuan 76,1 %, jenis kanker 83,6% solid tumor, 53,7% dengan diagnosis medis kanker payudara, 31,3% menggunakan pengobatan dengan protokol kemoterapi FAC (fluorouracil, doxorubicin, cyclophosphamide), sementara itu rata-rata usia responden adalah 47,91 tahun, Indeks Masa tubuh, 23,8641, nilai Hb 11,8 g/dl, Nilai HT 34,74%, Trombosit 302,99 103/µl, Nilai leukosit 6,48 103/µl, Saturasi Oksigen 98,12, dan skala fatigue 1.12. Kesimpulan: Penelitian ini dapat dijadikan data untuk melakukan penelitian selanjutnya mengenai demografi pasien kanker dewasa yang mengalami Fatigue di unit rawat singkat.
PENDIDIKAN KESEHATAN IBU DAN ANAK BALITA DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SEHAT, BERSIH DAN BERBUDAYA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ATAMBUA SELATAN Djulianus Tes Mau; Ni Komang Sriwati; Lusiana Apelagia Lau; Matilda Bano; Anatul Fajriani Umar; Elisabeth Nar; Delfina A Guteres; Venciani Adelia Klau
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 02 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i02.1379

Abstract

Latar Belakang: Pendidikan kesehatan merupakan bagian dari promosi kesehatan yang mempunyai bentuk intervensi berupa komunikasi, konsultasi, training, umpan balik dan interaksi sehingga dihasilkan motivasi, kemampuan dan penghargaan untuk menghasilkan perilaku yang kondusif terhadap kesehatan. Pendidikan kesehatan yang efektif dapat menggeser norma-norma atau sikap, dan mempengaruhi nilai-nilai serta dapat pula memberikan keterampilan yang dapat merubah perilaku atau gaya hidup tertentu supaya mareka dapat memecahkan masalah-masalah kesehatan yang dihadapinya. Pada gilirannya akan meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Tujuan: Terciptanya pola pikir dan kemampuan masyarakat dalam upaya peningkatan dan pencegahan penyakit, agar terwujudnya derajat keluarga ibu dan anak balita serta masyarakat luas yang optimal. Metode: pola pikir dan kemampuan masyarakat dalam upaya peningkatan dan pencegahan penyakit, agar terwujudnya derajat keluarga ibu dan anak balita serta masyarakat luas yang optimal. Pelaksanaan selama 30 hari (1 Maret s.d 1 April 2021) Hasil: Berdasarkan hasil penimbangan berat badan yang dilakukan pada 42 orang balita didapatkan gizi baik sebanyak 12 orang, gizi sedang 25 orang dan gizi buruk sebanyak 5 orang. Dari keseluruhan Balita yang hadir di ketiga RT masih terdapat 8 orang Balita yang tidak hadir di Posyandu saat kegiatan penimbangan berlangsung. Pelaksanaan kegiatan penimbnagan dilakukan oleh kader posyandu sebanyak 12 orang kader bersama dengan mahasiswa. Kegiatan pendidikan kesehatan diikuti oleh 42 orang ibu dengan anak balita secara tertib dan antusias serta penuh perhatian, ada yang mengajukan pertanyaaan pada saat pemateri menyajikan materi penyuluhan. Dari materi yang disajikan peserta cukup memahami penjelasan tentang penting pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak balita yang telah dilakukan oleh ibu-ibu di posyandu melalui kegiatan penimbangan. Kesimpulan: Dengan metode pendidikan kesehatan, masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan pentingnya tentang perilaku hidup bersih dan sehat dalam tatanan kehidupan keluarga berdasarkan 10 indikator PHBS.
HUBUNGAN IDENTITAS DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR REMAJA DI KAMPUNG GUNUNG PUTRI RW 10 DESA JAYAGIRI, KECAMATAN LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT Ira Octavia Siagian; Monika Anggelina Tumbol; Stephanie Melia
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 02 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i02.1380

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan masa transisi dari fase anak-nak menuju dewasa. Pada masa remaja juga sering mengalami masalah psikosial, yaitu pencarian identitas diri yang menetukan remaja memiliki identitas diri positif atau negatif. Selain masalah psikososial, remaja sering mengalami masalah dalam belajar dalam hal motivasi belajar. Jika remaja kuat atau rendahnya motivasi belajar remaja mempengaruhi hasil belajarnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui identitas diri yang dimiliki oleh remaja di Kampung Gunung Putri RW 10, mengetahui motivasi belajar yang dimiliki oleh remaja di Kampung Gunung Putri RW 10 dan hubungan identitias diri dengan motivasi belajar remaja di kampung gunung putri RW 10. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional dengan jumlah responden 91 orang remaja usia 12-18 tahun di Kampung Gunung Putri RW 10 diukur menggunakan kuesioner. Hasil: Hasil penelitian ini menggunkan Spearman Rank didaptkan hasil p- value sebesar 0,000 yang menyakan Ha (Hipetesis Alternatif) diterima, dan koefesien korelasi didaptkan hail 0,686 yang artinya identitas diri dengan motivasi belajar memiliki korelasi yang tinggi. Simpulan-Saran: Saran dari hasil penelitian untuk institusi pendidikan adalah memberikan konseling dan memfasilitasi kegiatan ekstra kulikuler untuk siswa dan siswi.

Page 4 of 14 | Total Record : 131