cover
Contact Name
Pius A. L. Berek
Contact Email
francisdomin2018@gmail.com
Phone
+6282236339527
Journal Mail Official
francisdomin2018@gmail.com
Editorial Address
Prodi Keperawatan Fakultas Pertanian Sains dan Kesehatan Jalan Km 09 Kelurahan Sasi, Kefamenanu NTT
Location
Kab. timor tengah utara,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Sahabat Keperawatan
Published by Universitas Timor
ISSN : -     EISSN : 26561115     DOI : https://doi.org/10.32938/jsk.v6i01
Core Subject : Health,
Jurnal Sahabat Keperawatan Universitas Timor adalah jurnal akses bebas yang mengulas tentang Keperawatan dan Kesehatan secara umum. Semua artikel yang diterbitkan melalui proses peer review. Diterbitkan dua kali dalam setahun, pada bulan Februari dan Agustus. Setiap kali diterbitkan paling sedikit terdiri dari lima artikel.
Articles 131 Documents
TELAAH KEBIJAKAN KESEHATAN DAN KEPERAWATAN DALAM LINGKUP PENDIDIKAN DI INDONESIA Dikha Ayu Kurnia; Dwi Cahya Rahmadiyah; Gipta Galih Widodo; Imelda Imelda; Jesica Pasaribu; Laode Saltar; Pius A. L. Berek; Priyanto Priyanto; Retno Yuli Hastuti; Ria Andriani; Rizky Hidayat; Susanti Niman; Utari Christya Wardhani; Vetty Priscilla
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 02 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i02.1381

Abstract

Latar Belakang: Kondisi keperawatan di Indonesia masih memiliki tantangan untuk memperbaiki diri dalam menjawab tantangan jaman saat ini. Dengan demikian pendidikan tinggi keperawatan memiliki peran penting dalam kualitas asuhan keperawatan di Indonesia. Oleh karena itu insan yang tergabung didalam pendidikan tinggi keperawatan sangat diperlukan melakukan kajian kritis untuk mendukung kualitas kesehatan di Indonesia melalui kebijakan-kebijakan yang diperlukan. Tujuan: menelaah dan mengembangkan kebijakan keperawatan dalam lingkup pendidikan di Indonesia. Simpulan: Faktor determinan kesehatan pada pendidikan tinggi yaitu individu, organisasi, lingkungan dan kebijakan monitoring evaluasi kementerian pendidikan tinggi yang belum mengoptimalkan kualitas lulusan perguruan tinggi. Saran: Pendidikan tinggi keperawatan di Indonesia masih memerlukan berbagai upaya kebijakan untuk meningkatkan mutu lulusan dan menyejahterakan lulusan keperawatan sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan stake holder sehingga perawat profesional semakin berperan dalam memberikan solusi yang berbasis keperawatan dan memiliki nilai moral bagi masalah kesehatan di Indonesia
KEPEMIMPINAN STRATEGIS DAN CARA MENYELESAIKAN MASALAH MANAJEMEN DI RUMAH SAKIT Nur Miladiyah Rahmah; Pius A. L. Berek; Ria Andriani
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 02 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i02.1382

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit merupakan suatu organisasi yang bergerak dibidang pelayanan kesehatan dan sebagai salah satu sub sistem yang memberikan pelayanan kesehatan mencakup pelayanan medik, pelayanan perawatan, rehabilitasi medik dan penunjang medik. Tujuan: mengetahui teori kepemimpinan efektif dari gambaran situasi management rumah sakit dengan kemampuan kepemimpinan strategis dalam mengidentifikasi masalah, eknik mempengaruhi dan tahapan menyelesaikan masalah di rumah sakit. Simpulan: Berbagai gaya kepemimpinan dapat diterapkan dalam setiap suasana atau iklim kerja yang berbeda. Dalam menghadapi suasana rumah sakit yang menurun kualitasnya serta top manajer yang sulit membuka ruang untuk diskusi, maka gaya otoriter menjadi pilihan terbaik sehingga bisa mengatasi setiap masalah yang dihadapi. Saran: Seorang pemimpin sebaiknya mempelajari dengan seksama setiap gaya kepemimpinan yang ada, sehingga jika dihadapkan pada suasa atau iklim kerja tertentu dapat menggunakan jenis gaya kepemimpinan yang sesuai sehingga bisa mengatasi konflik yang ada untuk mencapai tujuan organisasi.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENDUKUNG KESIAPSIAGAAN PERAWAT DALAM MENGHADAPI BENCANA: LITERATURE REVIEW Kirana Eka Putri; Albertus Budi Arianto; Lidwina Triastuti Listianingsih
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 02 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i02.1383

Abstract

Latar Belakang: Kesiapsiagaan perawat sangat diperlukan untuk mengantisipasi kejadian bencana dalam mengurangi jumlah kematian dan masalah kesehatan. Tujuan: tujuan literature review ini untuk mengidentifikasi faktor pendukung kesiapsiagaan perawat dalam menghadapi bencana. Metode: Studi yang digunakan dalam literature review ini diterbitkan pada tahun 2011-2020. Database yang digunakan dalam pecarian artikel adalah PubMed, ProQuest, and Science Direct. Sebanyak dua puluh (20) artikel yang terpilih untuk di analisis. Hasil: Literature review ini menunjukkan menunjukkan kesiapsiagaan perawat masih berada dalam kategori moderat berdasarkan sembilan studi. Instrumen yang dapat digunakan untuk mengidenttifikasi kesiapsiagaan perawat adalah DPET berdasarkan enam studi. Enam studi menyatakan usia mendukung kesiapsiagaan, 12 studi menyatakan lama kerja mendukung kesiapsiagaan, tingkat pendidikan mendukung kesiapsiagaan berdasarkan lima studi, 10 studi menyatakan pengalaman menghadapi bencana dan pelatihan mendukung kesiapsiagaan, serta empat studi lainnya menyatakan pendidikan keperawatan bencana juga mendukung kesiapsiagaan. Faktor lain yang juga mendukung kesiapsiagaan adalah pengaturan diri, area kerja, sarana prasarana dan anggaran dana serta kebijakan pemerintah berdasarkan satu studi. Simpulan: Faktor usia, lama kerja, tingkat pendidikan, pengalaman, pelatihan dan pendidikan bencana mendukung kesiapsiagaan perawat. Saran: faktor faktor yang ditemukan dapat memotivasi perawat untuk meningkatkan kesiapsiagaan
ASUHAN KEPERAWATAN KMB PADA Tn. M.P dan Tn. A.L YANG MENGALAMI HIPERTENSI DENGAN NYERI KEPALA AKUT DI RSUD Mgr. GABRIEL MANEK, SVD ATAMBUA Virgildo Daniel Soares; Djulianus Tes Mau; Yusfina Modesta Rua; Elfrida F. Dana Riwoe Rohi
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 02 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i02.1384

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah Siastolik sedikitnya 140 mmHg atau tekanan diastolik sedikitnya 90 mmHg secara umum hipertensi lebih dikenal dengan darah tinggi adalah Suatu keadaan dimana seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas normal yang mengakibatkan angka kesakitan Tujuan: melaksanakan asuhan keperawatan pada klien hipertensi dengan nyeri kepala akut di Rumah Sakit Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua. Metode: studi kasus yaitu studi yang mengeksplorasi memiliki penambilan data yang mendalam dan menyatakan berbagai sumber informasi. Hasil: Berdasarkan data yang diperoleh dari kedua klien yang dilakukan selama 3 x 24 jam didapatkan hasil nyeri kepala berkurang. Kesimpulan: asuhan keperawatan pada Tn. M.P dan Tn. A.L dengan salah satu klien yang menderita hipertensi telah mengembangkan pola piker ilmiah dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan yang terdiri dari Pengkajian, Diagnosa Keperawatan, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi serta memperoleh pengalaman nyata dalam merawat pasien hipertensi dengan nyeri kepala akut
“HUBUNGAN ANTARA UMUR, KADAR GLUKOHEMOGLOBIN DAN INCOME DENGAN COST PENGOBATAN: a Path Analysis” Pius A. L. Berek
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 02 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i02.1386

Abstract

Latar Belakang: Path analysis ialah suatu teknik untuk menganalisis hubungan sebab akibat yang tejadi pada regresi berganda jika variabel bebasnya mempengaruhi variabel tergantung tidak hanya secara langsung tetapi juga secara tidak langsung. Sulitnya pemahaman mengenai jenis analisis inilah yang melatarbelakangi penulis menyajikan sebuah model contoh kasus menggunakan analis jalur. Tujuan: tujuan dari penulisan ini adalah untuk memperkenalkan tahapan analisis jalur, model dan prosedur penghitungan berdasarkan contoh kasus “Hubungan antara umur, kadar glukohemoglobin dan income dengan cost pengobatan”. Metode: Studi literatur dan analisis kasus menggunakan path analysis Hasil: Dari ketiga variabel independen yang ada, semuanya dapat membentuk jalur yang mempengaruhi variabel dependen dalam hal ini cost treatmen. Data yang disajikan tidak menunjukkan normalitas data sehingga ujia dilakukan dengan non parametrik, dengan cara melakukan transform sehingga mendekati kenormalan dan memenuhi syarat untuk dilakukan analisis selanjutnya. Koefisien jalur diatas diperoleh informasi semua koefisien dari X1 ke Y1, X2 ke Y1, X3 ke Y1, semuanya bermakna (p<0,05). Artinya Umur (X1), kadar glukoshemoglobin (X2), income (X3) mempunyai pengaruh positif terhadapberat cost treatmen (Y1). Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis jalur ini, kita dapat mengetahui bahwa konstruk atau variabel yang paling besar pengaruhnya terhadap variabel dependen (cost treatment) adalah kada glukoshemoglobin yaitu sebesar 46,9%.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENYEMBUHAN LUKA SECTIO CAESAREA IBU POST PARTUM DI RUMAH SAKIT DI KOTA GORONTALO Indri Rizkia Pakaya; Rhein R Djunaidi; Ridha Hafid
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 3 No 02 (2021): Jurnal Sahabat Keperawatan, Agustus 2021
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v3i02.1387

Abstract

Latar Belakang: Proses penyembuhan luka sectio caesarea setelah dilakukan pembedahan terdiri dari 3 fase , yaitu fase inflamasi, fase ploriferasi dan fase maturasi. Tujuan: mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Penyembuhan Luka Sectio Cesarea Ibu Post Partum di Rumah Sakit di Kota Gorontalo. Metode: Desain penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan tehnik Purposive Sampling. Sampel sebanyak 30 post partum sectio caesarea dengan teknik Accidental Sampling. Instrumen penelitian yaitu 3 lembar kuesioner dan 1 lembar observasi psoses penyembuhan luka. Analisa data menggunakan uji Chi Squere. Hasil: Hasil penelitian didapatkan nilai untuk variabel usia dengan penyembuhan luka sectio caesarea nilai P-Value=0,000. Variabel mobilisasi dengan penyembuhan luka sectio caesarea nilai P-Value=0,019. Variabel personal hygiene terhadap penyembuhan luka sectio caesarea nilai P-Value=0,015. Penyembuhan luka sectio caesarea dalam kategori cepat (73,7%) dan lambat (26,67%). Variabel nutrisi terhadap penyembuhan luka sectio caesarea nilai P-Value=0,003. Nilai P-Value menunjukkan nial p-value <a. Kesimpula: terdapat hubungan penyembuhan luka sectio caesarea dengan usia, mobilisasi, personal hygiene dan nutrisi ibu post partum pada Rumah Sakit di Kota Gorontalo. Peneliti menyarankan agar perawat dan bidan dapat memberikan health education pada pasien ibu post partum sectio caesarea untuk melakukan mobilisasi, personal hygiene, nutrisi dengan baik agar mempercepat penyembuhan luka serta memperhatikan usia ketika akan melakukan persalinan
EFEKTIVITAS MOTIVASI PENDERITA HIPERTENSI DALAM MELAKUKAN AKTIVITAS FISIK: LITERATURE REVIEW Meygi Kristi Dianita; Maria Yunita Indriarini; Tina Shinta Parulian
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 4 No 01 (2022): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v4i01.2342

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi umumnya disebabkan oleh aktivitas fisik yang tidak teratur. Penelitian ini menggambarkan meningkatnya motivasi penderita hipertensi melalui penerapan model dan intervensi aktivitas fisik. Tujuan: menganalisis, mensintesis dan mengindentifikasi efektivitas motivasi penderita hipertensi dalam melakukan aktivitas fisik. Metode: Literature review dengan melakukan penelusuran di dua database yaitu Pubmed (64) dan Proquest (5315) serta satu dari additional website yaitu researchgate (15). Hasil: gambaran tentang efektivitas motivasi pada penderita hipertensi, terdapat beberapa model yang dilakukan yaitu model HAPA, MOBILE dan Transtheoretical. Intervensi Photovoice, Motivational Interviewing dan E-Conseling. Model yang diteliti terkait motivasi pasien diantaranya adalah niat, tindakan perencanaan dan hambatan. Intervensi yang diberikan yaitu pembacaan buku-buku, diskusi, konseling pakar kesehatan serta media internet. Kesimpulan: Efektivitas motivasi pada penderita hipertensi dalam melakukan aktivitas fisik membuktikan dapat mengubah perilaku aktivitas fisik dan mengalami peningkatan yang signifikan dalam berbagai variabel terkait kesehatan yaitu penurunan berat badan, tekanan darah sistolik dan diastolik, kolesterol dan peningkatan penyerapan oksigen.
GAMBARAN GEJALA PADA PASIEN COVID 19 DI RUMAH SAKIT MARY CILEUNGSI TAHUN 2021 Rista Ristian; Achmad Fauji; Amzal Mortin Andaz; Puji Astuti
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 4 No 01 (2022): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v4i01.2343

Abstract

Latar Belakang: COVID-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh turunan corona virus baru, ‘CO’ diambil dari corona ‘VI’ virus dan ‘D’ disease (penyakit). Tujuan: Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui gambaran gejala covid yang ada di rumah sakit Mary Cileungsi tahun 2021. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional dilakukan pengumpulan data menggunakan data primer melalui lembar screning yang dilakukan terhadap 53 responden. Analisis yang digunakan adalah Univariat. Data univariat ini terjadi atas gambaran gejala pasien covid 19 yang mengalami keluhan demam, batuk, sesak nafas, hilang indra penciuman, sakit tenggorokan, diare, nyeri dada, nyeri otot atau pegal-pegal.. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata pasien yang dirawat di Rumah Sakit Mary mengalami gejala demam sebanyak 37 (69,8%), gejala batuk sebanyak 45 (84,9%), gejala sesak nafas sebanyak 30 (56,6%), gejala hilang indra penciuman sebanyak 34 (64,2%), gejala sakit tenggorokan sebanyak 16 (30,2%), Diare sebanyak 14 (26,4%), gejala nyeri dada 19 (35,8%). Kesimpulan: Dari hasil survey lembar scrining yang dilakukan di Rumah Sakit Mary Cileungsi, pasien yang mengalami kasus covid-19 terkonfirmasi rata-rata mengalami gejala Demam yaitu sebanyak 37 (69,8%) pasien. Pasien yang mengalami gejala Batuk 45 (84,9%) pasien. Pasien yang mengalami gejala Sesak Nafas yaitu sebanyak 30 (56,6%) pasien. Pasien yang mengalami gejala Hilang Indra Penciuman pada kasus covid-19 terkonfirmasi yaitu sebanyak 34 (64,2%) pasien.
PARTISIPASI PERAWAT DALAM PELAKSANAAN SISTEM JENJANG KARIR DI RSUD CHASBULLAH ABDUL MADJID: STUDI FENOMENOLOGI Nur Miladiyah Rahmah; Rr Tutik Sri Haryati; Junaiti Sahar; Mulyono Mulyono
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 4 No 01 (2022): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v4i01.2344

Abstract

Latar Belakang: Sistem jenjang karier memberikan penghargaan kepada perawat berdasarkan pendidikan, dan kompetensi perawat. Metode: Penelitian ini melibatkan 6 orang partisipan yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian mengidentifikasi 5 tema utama yaitu 1) Pengembangan Profesional Berkelanjutan, 2) Sosialisasi Sistem Jenjang Karir, 3) Implementasi Jenjang Karir Belum Sesuai Dengan Beban Kerja Dan Kewenangan Klinis Perawat, 4) Dukungan Manajemen dan Pemimpin dalam Sistem Jenjang Karir Keperawatan, 5) Asuhan Keperawatan Profesional. Rekomendasi: Rekomendasi dari hasil penelitian ini diharapkan Bagi Pimpinan/kepala ruangan diharapkan dapat meningkatkan program supervisi untuk dapat mengkawal kompetensi klinis yang sesuai dengan jenjang karir masing-masing perawat, sehingga perawat pelaksana dapat melaksanakan kompetensi klinis sesuai dengan kewenangan klinisnya
GAMBARAN KEBIASAAN MENCUCI TANGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM TYPHOID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CARIU KABUPATEN BOGOR TAHUN 2021 Ayi Sumiati; Achmad Fauji; Ashar Prima; Puji Astuti
Jurnal Sahabat Keperawatan Vol 4 No 01 (2022): Jurnal Sahabat Keperawatan, Februari 2022
Publisher : Program Studi Keperawatan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jsk.v4i01.2345

Abstract

Latar Belakang: Demam thypoid adalah infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella typhi, biasanya disebabakan oleh makanan atau air yang terkontaminasi. Badan Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO) memperkirakan jumlah kasus demam typhoid di seluruh dunia mencapai 11 – 21 juta dengan 128 – 160 ribu kematian tiap tahunnya. Mayoritas kasus terjadi di Asia Selatan / Tenggara, dan Afrika (WHO, 2018). Kejadian demam typhoid yang dilaporkan di Indonesia adalah 81,7% 100.000 penduduk (2-4 tahun), 180,3 / 100.000 (5-15 tahun) dan 51,2 / 100.000 (≥16 tahun). Data kasus typhoid di Puskesmas Cariu pada tahun 2019 Rawat Inap Berjumlah 485 orang. Tujuan: Tujuan Penelitian ini untuk untuk mengetahui hubungan antara personal hygine dengan kejadian demam typhoid di Puskesmas Cariu. Metode: Jenis penelitian yang digunakan metode survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu studi yang sifatnya mengambil sampel waktu, sampel perilaku, sampel kejadian pada suatu saat tertentu saja. Hasil: Penelitian Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tentang hubungan personal hygine dengan kejadian demam typhoid di wilayah kerja Puskesmas Cariu yang dilakukan terhadap 70 responden di wilayah kerja Puskesmas Cariu didapat hasil sebagai berikut Karakteristik personal hygiene, responden menunjukan baik sebanyak 38 orang (53,6%) dan buruk sebanyak 32 orang (46,4%). Tidak adanya hubungan antara kebiasaan mencuci tangan sebelum makan dengan kejadian demem tifoid di wilayah kerja Puskesmas Cariu karena nilai p-vallue 0.627, OR=1.425 (95%CI = 0.548 – 3.704). adanya hubungan antara kebiasaan mencuci tangan setelah BAB dengan kejadian demam tifoid di wilayah kerja Puskesmas Cariu Kabupaten Bogor karena nilai p-vallue 0.016, OR=3.750 (95%CI=1.383-10.169). Kesimpulan: Lebih dari separuh responden memiliki kebiasaan mencuci tangan sebelum makan 58,6%, memiliki kebiasaan tidak mencuci tangan setalah BAB 58,6% serta memiliki kebiasaan sering jajan diluar rumah sebesar 48,6% (n=70).

Page 5 of 14 | Total Record : 131