cover
Contact Name
Syafriani
Contact Email
syafrianifani@gmail.com
Phone
+6281276299789
Journal Mail Official
syafrianifani@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota, Kampar
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Medika: Medika
ISSN : -     EISSN : 29857295     DOI : https://doi.org/10.31004/t6azja17
Core Subject : Health,
Jurnal Medika: Medika adalah jurnal yang mempublikasikan hasil pengabdian masyarakat bidang kesehatan. Jurnal pengabdian masyarakat Medika di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlwan Tuanku Tambusai. Jurnal ini berisikan artikel berkenaan dengan hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan. Jurnal Medika ini terbit dua kali selama setahun pada bulan Januari dan Juni. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan ide maupun gagasan hasil dari penelitian dan pengabdian itu sendiri. Jurnal Medika adalah jurnal nasional dengan E-ISSN: 2985-7295. Jurnal Medika mempublikasikan artikel hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dengan terbitan sebanyak 2 nomor dalam setahun.
Articles 124 Documents
Search results for , issue "in progres" : 124 Documents clear
Kampanye Sadar Tuberkulosis (TB) Berbasis Health Education di Nagari Punggung Kasiak Marni, Linda; Armaita, Armaita; Armalini, Rika
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/yb7nt477

Abstract

Tuberculosis (TB), caused by Mycobacterium tuberculosis, is a disease that is strongly influenced by environmental factors and has infected approximately one-third of the world’s population. Padang Pariaman Regency is the area with the second-highest incidence of TB in West Sumatra Province. Based on interviews conducted at the Lubuk Alung Public Health Center, since 2017 Nagari Punggung Kasiak has tended to have a high proportion of TB suspects, with an average rate of more than 35%. This finding indicates that many community members are unaware that they have been infected with TB, even though TB is a highly transmissible disease, and mortality due to TB is higher than that caused by malaria and AIDS. The problems in Nagari Punggung Kasiak are mainly related to unhealthy environmental conditions and a lack of community concern when family members or neighbors experience a persistent cough that may indicate TB. Therefore, a solution was implemented by promoting a healthy environment through health education. The health education provided differed from conventional approaches, namely by developing various tuberculosis-related attributes and conducting campaigns both digitally and through direct visits to community households. This campaign was carried out in collaboration with the nagari government, 13 selected community health volunteers appointed as TB cadres, and representatives from the public health center, who jointly disseminated tuberculosis-related attributes. Through this campaign, it was expected that the community would feel comfortable discussing TB with the team, thereby increasing public knowledge about tuberculosis. The mandatory outputs of this activity included a video documentation of the activities, publications in the local media Khaz Ranah, and publication in a health journal (SINTA 4). Additional outputs included improvements in community health conditions, reflected in a shift from low awareness to a community that is alert and responsive to TB.
Penanggulangan Penyakit Malaria Melalui Gebrak Malaria Sehari (GEMAS) di Kecamatan Kodi Balaghar Wole, Bewa Dangu; Malo, Asrini; Nggadu, Peren Mai; Lere, Novita Anggreni Buma; Lero, Samuel Bora; Santosa, Didik Hadi; Nenobais, Detriana Imeriet
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/v3x9md04

Abstract

Pada tahun 2025 Kecamatan Kodi Balaghar masih dominan menyumbang kasus malaria berjumlah 794 kasus. Hal ini menjadi pusat perhatian khusus oleh pemerintah daerah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung kegiatan gebrak malaria sehari (GEMAS) bersama stakeholder. Terdapat tiga metode PKM yaitu pengambilan darah masal, intervensi perindukan nyamuk anopheles sekaligus, dan pemantauan penggunaan kelambu. Berdasarkan hasil PKM yang dilakukan dalam sehari telah mampu memobilisasi warga setempat untuk dilakukan pemeriksaan RDT, warga yang rumah dan lingkungan tempat tinggalnya berpotensi menjadi vektor perindukan nyamuk diberikan penyuluhan untuk menambah tingkat pemahaman penerapan PHBS, bubuk abate yang disiapkan oleh tim diberikan kepada warga dan juga mempraktekkan cara menggunakan dan manfaat bubuk abate. Ketika melakukan observasi rumah-rumah warga ditemukan kelambu yang sudah tidak layak pakai, anggota keluarga memiliki kelambu dari puskesmas namun tidak digunakan, dan ada juga yang sama sekali tidak memiliki kelambu, sehingga tim GEMAS memberikan kelambu dan informasi edukatif agar terhindar dari malaria.
Integrasi Edukasi Gizi Seimbang, Kesehatan Gigi, dan Senam Lansia melalui Program SELAWASE dan MATA EMAS untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa Wates Fitria, Faizatul; Lukis, Prima Agusti; Arifah, Farida Noor; Saidi, Viedya Novalinda
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/e56hqv29

Abstract

Program pengabdian masyarakat di Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui integrasi edukasi gizi seimbang, kesehatan gigi dan mulut, serta senam lansia dengan melibatkan 29 peserta yang terdiri dari kader posyandu, lansia, dan keluarga balita. Program SELAWASE (Senam Lansia Desa Wates Penuh Semangat) dilaksanakan untuk menjaga kebugaran dan mencegah penyakit degeneratif, sedangkan program MATA EMAS (Makanan Tambahan Hempas Stunting) berfokus pada pemberian makanan tambahan bergizi dan edukasi gizi seimbang bagi orang tua balita, serta penyuluhan kesehatan gigi dilakukan melalui demonstrasi praktik menyikat gigi yang benar. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 87,5% dan post-test meningkat menjadi 95,8%, yang membuktikan efektivitas program dalam meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat terkait gizi, kesehatan gigi, dan aktivitas fisik lansia. Selain memberikan manfaat jangka pendek berupa peningkatan kebugaran dan pengetahuan, program ini juga memperkuat kapasitas kader posyandu untuk melanjutkan kegiatan secara mandiri, sehingga dapat dijadikan model pengabdian masyarakat berbasis kesehatan holistik yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Optimalisasi Evaluasi Pendidikan Kesehatan Tentang Kusta dan Stigmanya di Daerah Endemik Kota Tual, Maluku Bandjar, Fitri Kadarsih; Sulfiana, Sulfiana; Hursepuny, Valentine; Alkatiri, Nazihan Safitri
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/zddw6b69

Abstract

Kusta masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang menimbulkan dampak signifikan, tidak hanya secara medis, tetapi juga secara sosial, terutama terkait stigma negatif. Maluku, masih menjadi daerah endemis dengan tantangan tersendiri, salah satunya adalah rendahnya tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat yang masih dipengaruhi oleh mitos dan ketidaktahuan mengenai penyakit ini. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendidikan kesehatan mengenai kusta dan stigmanya di Kota Tual, Maluku. Pada kegiatan ini dilakukan edukasi berupa penyuluhan kesehatan tentang kusta, data evaluasi menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden dan dilakukan pengukuran perubahan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kedua aspek yang diukur. Sebelum diberikan edukasi, hanya sebelas persen responden yang memiliki pengetahuan baik. Setelah edukasi, pengetahuan baik meningkat menjadi lima puluh empat persen. Untuk sikap, sebelum edukasi, lima puluh tiga persen responden menunjukkan sikap yang kurang. Setelah dilakukan edukasi, sikap positif meningkat menjadi lima puluh delapan persen. Pendidikan kesehatan terfokus merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan mengubah sikap masyarakat terhadap kusta. Edukasi yang disampaikan secara komunikatif tidak hanya penting untuk aspek pengetahuan dan sikap, serta stigma tetapi secara langsung juga untuk mendorong deteksi dini dan pencegahan disabilitas kusta yang berkepanjangan.
Optimalisasi Peran Kader Dalam Penanggulangan Tuberkulosis Melalui Program Pakar Berani di Puskesmas Banguntapan II Bantul Abdillah, Ina Laela; Azmi, Lut Fika Daru; Saputra, Dhanang Ardhi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/0j23jt15

Abstract

Tingginya kasus Tuberkulosis (TBC) di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bantul, menunjukkan perlunya upaya peningkatan deteksi dini melalui pemberdayaan kader TBC di masyarakat. Program Pemberdayaan Kader untuk Bersama Perangi Tuberkulosis (PAKAR BERANI) dilaksanakan di wilayah Puskesmas Banguntapan II dengan tujuan membentuk dan melatih 22 kader dari tiap dusun agar mampu mendeteksi terduga TBC, melakukan investigasi kontak, serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi, dan roleplay dengan materi tentang TBC, komunikasi efektif, dan teknik investigasi kontak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader dari nilai pre-test rata-rata 60,9 menjadi 88,2 pada post-test, serta peningkatan motivasi kader dari skor 36,6 menjadi 38,6 (maksimal skor 39). Kader juga aktif melakukan skrining dan sosialisasi di masyarakat, sehingga jumlah penemuan terduga TBC meningkat dibandingkan sebelum pelatihan. Kendala yang dihadapi antara lain kesulitan pengambilan dahak dan menemui kasus indeks, namun dapat diatasi dengan edukasi dan penjadwalan ulang. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan kader efektif meningkatkan deteksi dini TBC dan mendorong peran aktif kader dalam pencegahan TBC di masyarakat.
Edukasi Tentang stunting pada ibu hamil sebagai upaya deteksi dini kejadian stunting Mayapesa, Yadriati Maya; Erika, Erika; Anita, Wan; Luthfiyah, Ummu
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/6ahfk595

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor utama penyebab stunting adalah rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai pemenuhan gizi selama kehamilan serta kurangnya deteksi dini terhadap risiko kekurangan energi kronis (KEK). Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai stunting dan pencegahannya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang stunting serta melakukan deteksi dini risiko stunting sejak masa kehamilan. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan melalui ceramah dan diskusi interaktif, pembagian media edukasi berupa booklet, serta pemeriksaan Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk mendeteksi risiko KEK. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pulau Tinggi Kecamatan Kampar dengan melibatkan 36 ibu hamil. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dari rata-rata 60% pada pre-test menjadi 85% pada post-test. Selain itu, pemeriksaan LILA mampu mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko KEK sehingga dapat dilakukan pemantauan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan mendukung upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan. Kata kunci: stunting, ibu hamil, edukasi kesehatan, deteksi dini, pencegahan stunting   Abstrak Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor utama penyebab stunting adalah rendahnya pengetahuan ibu hamil mengenai asupan nutrisi yang cukup selama kehamilan dan kurangnya deteksi dini risiko kekurangan energi kronis (PAUD). Oleh karena itu, pendidikan kesehatan diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang stunting dan pencegahannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang stunting dan melakukan deteksi dini risiko stunting selama kehamilan. Metode yang digunakan meliputi pendidikan kesehatan melalui ceramah dan diskusi interaktif, distribusi media pendidikan berupa buklet, dan pengukuran Lingkar Lengan Atas (PAUD) untuk mendeteksi risiko PAUD. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pulau Tinggi, Kabupaten Kampar, melibatkan 36 ibu hamil. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu hamil dari rata-rata skor 60% pada pre-test menjadi 85% pada post-test. Selain itu, pengukuran lingkar lengan atas (MUAC) mengidentifikasi ibu hamil yang berisiko mengalami kekurangan gizi kronis (CED) yang kemudian direkomendasikan untuk pemantauan lebih lanjut oleh petugas kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan mendukung upaya pencegahan stunting selama kehamilan. Keywords: stunting, pregnant women, health education, early detection, community service
Edukasi Pencegahan Bullying Melalui Program Sekolah Ramah Anak pada Siswa SMP NIsa, Setia; Sari, Nela Novita; Arpen, Ratih Septiana; Yesi, Hilma; M, Resi Citra; Armalini, Rika
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/w4t5kg80

Abstract

Bullying is one of the problems that frequently occurs in the school environment and can have negative impacts on students’ mental health, self-confidence, and social development. Bullying behavior may take the form of physical, verbal, or psychological violence carried out repeatedly by individuals or groups against students who are considered weaker. The lack of students’ knowledge about the impacts of bullying and the low level of awareness regarding the importance of creating a safe and comfortable school environment are factors that contribute to the occurrence of bullying behavior. Therefore, educational efforts through a Child-Friendly School Program are needed to increase students’ understanding and awareness in preventing bullying. This community service activity aims to improve students’ knowledge and awareness regarding bullying prevention through education on the Child-Friendly School Program among students of SMP Negeri 1 Kota Pariaman. The implementation method consisted of preparation, implementation, and evaluation stages. The activity began with coordination with the school, followed by health education using lectures, discussions, and educational media presentations about bullying and its prevention. The evaluation of the activity was conducted through pretest and posttest to assess the improvement of students’ knowledge after the educational intervention. The results of the activity indicated an increase in students’ knowledge and understanding regarding the forms of bullying, its impacts, and ways to prevent bullying behavior in the school environment. In addition, students demonstrated more positive attitudes toward creating a safe, comfortable, and respectful school environment. This educational program is expected to serve as a promotive and preventive effort to support the implementation of a child-friendly school and reduce bullying incidents in the school environment.
Peningkatan Pengetahuan Zero Waste dan Kesehatan Lingkungan melalui Edukasi Partisipatif pada Siswa Sekolah Menengah Atas Afandi, Alfan; Pertiwi, Kartika; Lisa Virdinarti Putra
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/fqzyed55

Abstract

Permasalahan sampah di lingkungan sekolah masih menjadi isu kesehatan lingkungan yang memerlukan upaya promotif dan preventif melalui peningkatan pengetahuan peserta didik. Konsep Zero Waste merupakan pendekatan pengelolaan sampah yang menekankan pengurangan timbulan sampah sejak sumbernya dan berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan yang sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah menengah atas mengenai Zero Waste dan kesehatan lingkungan melalui edukasi partisipatif. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat dengan pendekatan edukasi partisipatif yang melibatkan penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test dengan instrumen kuesioner pengetahuan. Kegiatan ini diikuti oleh 29 siswa sekolah menengah atas. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pengetahuan siswa dari 57,43 pada pre-test menjadi 86,18 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 28,75 poin. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep Zero Waste dan kesehatan lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat dan berkelanjutan melalui peningkatan pengetahuan kesehatan lingkungan.
Pemberdayaan Siswa Sekolah Dasar Melalui Edukasi PHBS Sebagai Strategi Pencegahan Penyakit Pascabanjir Di Desa Suka Damai Agustia, Dilma'aarij; Pratiwi, Debby; Faradillah, Dewi
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/w5xp4122

Abstract

Banjir yang terjadi di Desa Suka Damai menyebabkan genangan air di lingkungan sekolah dan pemukiman sekitar sehingga menimbulkan kondisi lingkungan yang lembab dan kurang higienis, keterbatasan ketersediaan air bersih, serta meningkatnya risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare, penyakit kulit, ISPA, dan demam. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko penularan penyakit akibat kontaminasi air, sanitasi yang buruk, serta perubahan perilaku hidup masyarakat pascabencana. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menerapkan PHBS sebagai upaya pencegahan penyakit pascabanjir. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui penyuluhan, sosialisasi, penggunaan media audio visual berupa video cuci tangan enam langkah, serta demonstrasi dan praktik langsung oleh siswa. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 104295 Desa Suka Damai dengan melibatkan 19 siswa kelas 3. Evaluasi dilakukan melalui tanya jawab dan praktik ulang cuci tangan oleh siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pentingnya PHBS, khususnya praktik cuci tangan yang baik dan benar. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Edukasi PHBS melalui metode interaktif dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan serta membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat sebagai upaya pencegahan penyakit pascabanjir.
Pendampingan Penyusunan Lembar Refleksi Emosi sebagai Deteksi Dini kesehatan Mental dalam Penguatan Literasi Psikologi Tarigan, Angeline Hosana Zefany; Simarmata, Ruth Helen; Saputra, Danny; Nugroho, Indra Prapto; Thalia, Ria; Appulembang, Yeni Anna
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/6j5cpq29

Abstract

The strengthening of psychological literacy and early detection of students’ mental health in the school environment is especially important for adolescents who face academic, social, and boarding-school adjustment pressures. SMP Advent Palembang was selected as a partner because it needed a simple yet effective instrument to help teachers and dormitory supervisors understand students’ emotional conditions. This community service activity aimed to improve teachers’ understanding of psychological literacy and to assist in the development and implementation of the Emotion Reflection Sheet (Lembar Refleksi Emosi/LRE) as a tool for the early detection of students’ mental health issues. The implementation method included the stages of preparation, training, mentoring, implementation, and evaluation. The activities were carried out through lectures, discussions, instrument-development practice, and assistance in using the LRE in both printed and digital forms. The results showed that participants experienced improved understanding of psychological literacy, emotion regulation, and the importance of students’ emotional reflection. This program also produced outputs in the form of an Emotion Reflection Sheet and a simple dashboard to monitor students’ emotional patterns periodically. These findings indicate that the use of a simple reflective instrument can support the creation of a school culture that is more empathetic, responsive, and concerned with students’ psychological well-being.

Page 8 of 13 | Total Record : 124