cover
Contact Name
andik agus wibowo
Contact Email
andikaguswibowo@gmail.com
Phone
+6285752806026
Journal Mail Official
andikaguswibowo@gmail.com
Editorial Address
Jln. Tondano Raya F5 B19, Sawojajar, Malang, Jawa Timur, 65324
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan TAMAN WIDYA HUMANIORA
ISSN : -     EISSN : 28293681     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora (JPTWH) diterbitkan oleh Pusat Pengembangan SDM (PPSDM) Taman Widya Humaniora (TWH). JPTWH memuat jurnal hasil penelitian di bidang pendidikan yang berisi gagasan konseptual, hasil penelitian, kajian, aplikasi teori pendidikan dan pembelajaran, tulisan praktis terbaru mengenai pendidikan dan pembelajaran. JPTWH bertujuan menjadi jurnal nasional yang dapat mempublikasikan jurnal yang berkualitas dan dapat menjadi rujukan para peneliti. Tulisan dalam jurnal ini secara umum berisi hasil penelitian Guru, KS, dan PS berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), dan Penelitian Pengembangan atau Research and Development (R & D). Jurnal Pendirikan Taman Widya Humaniora (JPTWH) adalah jurnal blind peer-review yang bertujuan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang pendidikan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 216 Documents
SUPERVISI KLINIS PEMBELAJARAN PROJEK PENGGUNAAN MEDIA LEMBER KERJA IBADAH (LKI) PADA MI DDI CAMBALAGI KABUPATEN MAROS Lukman
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 1 No 3 (2022): JPTWH Volume 1 Nomor 3, September2022
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam diantaranya berusaha mengembangkan anak didik agar mampu melakukan pengamalan nilai-nilai itu secara dinamis dan fleksibel dalam batas-batas konfigurasi idealis wahyu Allah SWT. Guru yang profesional akan menerapkan berbagai strategi dan metode pembelajaran yang menyenangkan, kontekstual, dan bermakna. Sebagian pelaksanaan PJBL yang belum menunjukkan peningkatan kinerja yang maksimal. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk Mendeskripsikan dan pelaksanaan Project Based Learning (PjBL) media LKI di MI DDI Cambalagi Kabupaten Maros:. Penelitian Tindakan Kepengawasan (PTK) ini mengambil lokasi di MI DDI Cambalagi Kabupaten Maros. Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) adalah jenis penelitian yang dilakukan oleh kepala sekolah dan pengawas sekolah. Menurut Direktorat Tendik (2008) Langkah – Langkah PTS terdiri atas empat tahap, yaitu planning, action observasi (dan reflection (refleksi) Kesimpulan dari penelitian ini adalah supervisi klinis peningkatan ketrampilan guru dalam PjBL penggunaan media LKI di MI DDI Cambalagi Kabupaten Maros dilakukan sesuai langkah yang berdasarkan teori. Dalam penelitian ini supervisi klinis dilakukan dengan langkah: (1) pertemuan awal, (2) observasi, dan 3) pertemuan akhir. Supervisi klinis dapat meningkatkan ketrampilan guru dalam PjBL penggunaan media LKI di MI DDI Cambalagi Kabupaten Maros . Hal ini dibuktikan dengan kenaikan skor dari siklus 1 ke siklus 2 dari 67.40 menjadi 84,30. Disarankan ::Supervisi klinis dapat digunakan sebagai sarana membantu guru dalam pembelajaran pada mata pelajaran yang lain dalam upaya student well- being. Peneliti juga memberikan rekomendasi kepada peneliti lain untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih kontekstual yang dipadukan dengan metode-metode pembelajaran lain yang mendukung standar proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN SUPERVISI KLINIS PEMBELAJARAN DARING KOMBINASI UNTUK PENINGKATAN LITERASI DI MTs BDI HASANUDDIN KABUPATEN MAROS Muhammad Idris
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 1 No 3 (2022): JPTWH Volume 1 Nomor 3, September2022
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Coronavirus disease (Covid-19) yang melanda seluruh dunia termasuk Indonesia mengakibatkan seluruh aspek kehidupan sangat terganggu, termasuk diantaranya sektor pendidikan.. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Daring Kombinasi juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial. Daring Kombinasi memberikan kesempatan yang terbaik untuk belajar dari kelas transisi ke elearning. Daring Kombinasi melibatkan tatap muka)dan belajar online. Metode ini sangat efektif untuk menambah efisiensi untuk kelas instruksi dan memungkinkan peningkatan diskusi atau meninjau informasi di luar ruang kelas. Penelitian yang kami lakukan ini adalah penelitian Pengembangan Langkah-langkah yang akan dilakukan dalam penelitian ini secara urut adalah: 1). Menganalisis kebutuhan pengembangan kewirausahaan sekolah. 2). Mengembangkan produk awal. 3). Melakukan validasi ahli , 4). Melakukan revisi produk awal. 5). Melaksanakan uji coba lapangan, 6). Melakukan revisi produk final. Dan 7). Penyebaran produk final. Berdasarkan analisis dari hasil ujicoba perorangan , kelompok kecil, kelompok besar dan ujicoba, diperoleh rata-rata skor dari penilaian responden sebesar 3,284 atau 81,86 %. Hal ini berarti kualitas produk pengembangan ini termasuk katagori baik. Produk pengembangan model supervisi akademik penerapan Daring Kombinasi untuk peningkatan literasi di MTs BDI Hasanuddin Kabupaten Maros bisa dianggap efektif untuk diimplementasikan dalam pembelajaran , khususnya pembelajaran pada kondisi pandemi. Sudah saatnya dikembangkan model yang lain dalam upaya membudayakan literasi.
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS) MELALUI LESSON STUDY PADA KELOMPOK KERJA GURU (KKG) GUSLAH V KECAMATAN LAWANG KABUPATEN MALANG Dewi Sartika
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 1 No 3 (2022): JPTWH Volume 1 Nomor 3, September2022
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) adalah sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.Berkaitan dengan peran forum pertemuan guru di KKG yang sangat strategis untuk peningkatan kompetensi guru dan kinerja guru, maka revitalisasi KKG merupakan hal mendesak yang harus segera dilakukan. Tugas dari Kepala Sekolah diantaranya adalah membantu guru melalui pelaksanaan supervisi akademis. Untuk mencapai tujuan merevitalisasi KKG alternatifnya bisa menggunakan kerangka Lesson Study sebagai sebuah instrumen. Lesson Study dibagi menjadi tiga bagian: Plan (perencanaan), Do (pelaksanaan dan observasi) dan See (refleksi). Tujuan dari Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi GLS melalui KKG dan menganalisis tingkat efektifitas pelaksanaan Lesson study dalam GLS. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), yakni peneliti melakukan tindakan bersamaan dengan pelaksanaan tugasnya sebagai Kepala Sekolah. Kehadiran peneliti di lapangan dalam implementasi GLS sangat penting karena peneliti sendiri merupakan instrumen utama penelitian. Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa lesson study dengan supervisi klinis dapat meningkatkan keterampilan guru dalam implementasi GLS melalui pembelajaran di kelas. Hal ini dengan dibuktikan terjadinya peningkatan skor hasil penelitian siklus 1 dan siklus 2, yakni dari 67 menjadi 86. Lesson study melalui Supervisi klinis dapat meningkatkan kemampuan guru peserta KKG Guslah V Kecamatan Lawang Kabupaten Malang dalam implementasi GLS. Selanjutnya perlu upaya untuk mengembangkan lesson study pada KKG yang lebih kontekstual yang mendukung standar proses pembelajaran.
KONSELING PENDEKATAN BEHAVIOR DENGAN TEKNIK PEER GROUP UNTUK MEREDUKSI EFEK NEGATIF WESTERNISASI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 5 MALANG Mudhesta Titik Andayani
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 1 No 3 (2022): JPTWH Volume 1 Nomor 3, September2022
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dimaksudkan membantu siswa tumbuh dan berkembang menemukan pribadinya didalam kedewasaan dimasing-masing individu secara maksimal dalam berbagai aspek kepribadian dan menjadi manusia yang dewasa dan mandiri ditengah-tengah masyarakat .Faktor utama penyebab terjadinya westernisasi adalah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Teknologi yang lebih maju membuat masyarakat mudah untuk mengakses berbagai kebudayaan barat tanpa adanya filter sama sekali. Selain itu, westernisasi juga terjadi karena adanya kecenderungan masyarakat yang menganggap bahwa kebudayaan barat lebih maju, modern, keren, dan lebih bergaya. Westernisasi inilah yang membuat eksistensi kebudayaan nasional menjadi terancam. Konseling kelompok dengan pendekatan Behavior dimaksudkan sebagai upaya melatih atau mengajar konseli tentang pengelolaan diri, yang dapat digunakannya untuk mengendalikan kehidupannya, untuk menangani masalah masa kini dan masa datang, dan mampu berfungsi dengan memadai tanpa terapi yang terus-menerus. Selain itu, asumsi pokok dari pendekatan Behavior ini Tujuan Penelitian adalah mendeskripsikan dan menganalisis hasil pelaksanaan Konseling Kelompok Pendekatan Behavior dengan Teknik Peer group dapat mereduksi efek negatip westernisasi pada siswa kelas X SMA Negeri 5 Malang Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK). Subyek dalam penelitiam imi difokuskan pada siswa yang bermasalah dengan dampak negatip dari westernisasi. Hasil pene;itian ini dapat disimpulkan bahwa kondisi siswa pada siklus II mengalami pereduksian sebesar 13,25 (26,5%) terhadap kondisi setelah siklus I.. Pada siklus II pertemuan terakhir dapat dikategorikan sangat tinggi dalam mereduksi sikap westernisasi karena memiliki nilai 14,5 persentase 29%.. Konseling pendekatan behavior dengan teknik peer group dapat mereduksi bahaya westernisasi isasi pada peserta didik kelas X SMA Negeri 5 Malang tahun pelajaran 2021 /2022. Disarankan peneliti lain untuk mengembangkan konseling dengan pendekatan dan teknik yang lain yang mendukung standar proses pembelajaran.
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF STAD BERBANTUAN MEDIA LKS DAN QUIZIIZ SERTA MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SD DI KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU Erna Minarti Ningsih
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 1 No 3 (2022): JPTWH Volume 1 Nomor 3, September2022
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar merupakan proses berkelanjutan, diharapkan berpusat pada siswa guna mencapai perubahan yang diharapkan. Kegiatan belajar matematika dirasa kurang menarik, sulit dan membosankan. Siswa cenderung takut sehingga tidak menyukai pelajaran matematika. Seringnya guru menyampaikan materi dengan model ceramah. Dari hasil belajar siswa inilah peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang motivasi dan hasil belajar dengan model kooperatif STAD berbantuan media LKS dan media Quiziz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: pengaruh penerapan model kooperatif Student Teams Achievement Division berbantuan media LKS dan media Quiziz serta motivasi belajar terhadap hasil pembelajaran matematika SD di Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Penelitian dengan menggunakan metode eksperimen ini bertujuan menyelidiki hubungan sebab akibat dari perlakuan-perlakuan penggunaan medel kooperatif STAD. Berdasarkan hasil output uji homogenitas didapatkan nilai sig. 0,019 ≥ 0,05, maka H0 diterima, maka dapat disimpulkan tidak ada perbedaan varian dari beberapa kelompok (homogen). Berdasarkan hasil output uji normalitas hasil belajar didapat nilai sig. 0,06 ≥ 0,05, maka H0 diterima dan kesimpulannya data hasil belajar berdistribusi normal. Dan di kelas rendah nilai sig. 0,249 ≥ 0,05, maka H0 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan data hasil belajar berdistribusi normal. Nilai signifikansi model pembelajaran dan kemampuan siswa adalah 0,000, maka 0,000 < 0,05, H0 ditolak, sehingga disimpulkan ada pengaruh model pembelajaran kooperatif STAD dengan berbantuan Media Quizziz terhadap siswa kelas V dengan kemampuan tinggi atau rendah di SD Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan perbandingan dan landasan dalam penelitian lanjutan yang berhubungan dengan peningkatan proses belajar matematika siswa di sekolah dasar.
PENINGKATAN TANGGUNG JAWAB KELOMPOK DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DENGAN METODE TIM KUIS DI KELAS XII IPS 3 SMA NEGERI 14 BANDAR LAMPUNG Hanifah
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 1 No 3 (2022): JPTWH Volume 1 Nomor 3, September2022
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru yang kompeten harus memiliki penguasaan yang baik terhadap materi ajar yang diampunya. Selain penguasaan materi, guru juga harus mampu memilih strategi atau pendekatan pembelajaran yang tepat serta mampu merancang suatu kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran serta kompeteensi siswa yang diajar. Hasil pengamatan menunjukkan adanya berbagai kendala dan kelemahan dalam belajar secara kelompok antara lain, (1) sebagian siswa cerdas belum mampu menunjukkan pencapaian prestasi yang diharapkan, (2) sebagian siswa belum menunjukan sikap tanggung jawab dalam penyelesaian tugas secara individu maupun kelompokSalah satu upaya mengatasi permasalah tersebut di atas, penulis memilih penggunaan metode pembelajaran aktif kuis tim. Metode kuis tim merupakan salah satu bentuk dari pembelajaran aktif yang dikembangkan melalui pemberdayaan kelompok untuk mengefektifkan kerjasama, dan membangun rasa percaya diri individu. Tujuan Penelitian untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan menganalisis hasil peningkatan tanggung jawab individu dalam kelompok belajar geografi dengan metode tim kuis. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam 2 siklus , masing-masing siklus terdiri dari: penyusunan rencana tindakan ,pelaksanaan tindakan ,melakukan obsevasi, pembuatan analisis dan refleksi serta membuat rencana peningkatan(improvement plan) tindakan berikutnya. Kesimpulan dari hasil PTK ini adalah: Penggunaan model pembelajaran aktif kuis tim dapat meningkatkan tanggung jawab individu dalam kelompok belajar. Hal ini dibuktikan dengan adanya kenaikan skor pengerjaan kuis sebesar 39,375 % dari 412,50 pada siklus 1 dan naik menjadi 565 pada siklus 2. Siswa berperan aktif dalam upaya mendapatkan skor baik bagi kelompok maupun bagi individu. Peneliti menyarankan agar penelitian lain tentang penggunaan metode pembelajaran kuis yang lebih disempurnakan agar lebih efektif dalam pembelajaran.
DEMONSTRASI E-MODUL ADMINISTRASI PERKANTORAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN KONTETKSTUAL KELAS X OTKP SMK NEGERI I TUREN Lilik Yulaika
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 1 No 3 (2022): JPTWH Volume 1 Nomor 3, September2022
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran kontekstual merupakan pendekatan pengajaran yang menyajikan suatu penerapan praktis dari pengetahuan baru yang diperlukan dan berbagai keterampilan melalui proyek/tugas terstruktur.Kenyataan dalam pembelajaran yang terjadi selama ini adalah pembelajaran masih banyak bertumpu pada guru. Bahan ajar E-modul merupakan bagian dari solusi pelaksanaan pembelajaran kontekstual. E-modul merupakan tampilan informasi dalam format buku yang disajikan secara elektronik dengan menggunakan hard disk, disket, CD, atau flashdisk dan dapat dibaca menggunakan computer atau alat pembaca buku elektronik. Metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan sesuatu kegiatan, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis langkah-langkah demonstrasi E-modul dalam peningkatan kualitas pelaksanaan pembelajaran kontekstual di SMK Negeri 1 Turen kabupaten Malang. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Sekolah (PTK), yakni peneliti melakukan tindakan bersamaan dengan pelaksanaan tugasnya sebagai Guru Administrasi Perkantoran. Hasil PTK ini menunjukkan bahwa Pembelajaran menggunakan bahan ajar e-modul Administrasi Perkantoran dengan metode demonstrasi dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam mengaplikasikan E-modul sebesar 24 %, dan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran kontestual sebesar 23 % yang dilaksanakan pada kelas X. OTKP SMK Negeri 1 Turen Kabupaten Malang. Peneliti juga memberikan rekomendasi kepada peneliti lain untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih kontekstual yang dipadukan dengan metode-metode pembelajaran lain yang mendukung standar proses pembelajaran.
PENERAPAN BLENDED LEARNING TENTANG IKATAN KIMIA UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPA 4 SMA NEGERI 14 PEKANBARU Riti Agustini
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 1 No 3 (2022): JPTWH Volume 1 Nomor 3, September2022
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan pada saat ini dengan SKB 4 Menteri adalah waktu pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang terbatas. Akibatnya kurang keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, hal ini menyebabkan berkurangnya respon dari siswa dalam proses pembelajaran Untuk menghadapi permasalahan di atas salah satu alternatip upaya yang dapat dilakukan adalah penggunaan model pembelajaran Blended Learning, yakni metode pembelajaran dimana menggabungkan dua pola pembelajaran yaitu melalui muka atau Luar jaringan (Luring) dan Dalam jaringan (Daring) dengan memanfaatkan teknologi. Tujuan PTK ini adalah mendeskripsikan dan mengalisis nhasil Penerapan Model Pembelajaran Blended Untuk meningkatkan hasil belajar Siswa pada pokok bahasan Ikatan Kimia kelas X IPA 4 SMA Negeri 14 Pekanbaru. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK ) yakni penelitian untuk memberikan tindakan dalam rangka perbaikan masalah pembelajaran. Dalam PTK ini peneliti melaksanakan bersamaan dengan tugas sebagai guru Kimia di SMA Negeri 14 Pekanbaru. Peneliti melaksanakan Tindakan untuk peningkatan hasil belajar melalui pelaksanaan Blanded Learning. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 14 Pekanbaru aktif galamkegiatan Daring dan luring dalam Blended Learning untuk meningkatkan hasil belajar Kimia tentang Ikatan Kimia. Blended Learning dapat meningkatkan hasil belajar Kimia tentang Ikatan Kimia pada siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 14 Pekanbaru. Proses dan hasil pembelajatran Luring meningkat 24,5% dari sklus 1 dengan hasil 66,33, menjadi 82,6,0 pada siklus 2. Proses dan hasil pembelajatran Daring meningkat 17,8% dari sklus 1 dengan hasil 64,50 menjadi 76,00 pada siklus 2. Sedangkan hasil blended learning meningkat 21,04% dari 65,60 menjadi 79,40. Blended Learning dapat digunakan sebagai strategi membantu guru dalam pembelajaran pada mata pelajaran yang lain. Perlu ada peneliti lain untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih kontekstual yang dipadukan dengan metode-metode pembelajaran lain yang mendukung standar proses pembelajaran.
PENGEMBANGAN LKPD INTERAKTIF PENINGKATAN HASIL PEMBELAJARAN KIMIA MATERI REAKSI, REDUKSI DAN OKSIDASI DI SMA NEGERI 7 BANDAR LAMPUNG Telsi Sadijani
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 1 No 3 (2022): JPTWH Volume 1 Nomor 3, September2022
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman ilmu Kimia materi Reaksi Reduksi Oksidasi adalah sebuah pemahaman yang bersifat abstrak dan memerlukan media dan bahan ajar yang sesuai dalam memecahkan berbagai masalah dalam persoalan yang berhubungan dengan materi tersebut. Penelitian ini pemahaman ilmu Kimia materi Reaksi Reduksi Oksidasi adalah sebuah pemahaman yang bersifat abstrak dan memerlukan media dan bahan ajar yang sesuai dalam memecahkan berbagai masalah dalam persoalan yang berhubungan dengan Kimia telah berupaya mengembangkan LKPD Interaktif Pembelajaran Kimia materi Reaksi Reduksi Oksidasi di SMA Negeri 7 Bandar Lampung. Model konseptual pengembangan yang sebagian besar mengacu pada teori Borg,W.R. & Gall, M.D. ( 1983) telah diaplikasikan dalam penelitian ini. Produk pengembangan pada penelitian ini terdiri dari: RPP, Bahan ajar pendukukung LKPD Interaktif, Media pembelajaran pendukukung LKPD Interaktif, dan evaluasi pendukukung LKPD Interaktif. Masing masing komponen produk pengembangan tersebut selalu dofokuskan pada pengembangan LKPD Interaktif pada Kimia materi Reaksi Reduksi Oksidasi Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini telah mengalami proses validasi dari ahli materi Kimia, ahli desain pembelajaran, dan ahli media pembelajaran. Hasil validasi sebagai masukan proses revisi produk pengembangan, selanjutnya diuji cobakan melalui ujicoba individu, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Berdasarkan analisis data dari hasil validasi ahli, dan hasil ujicoba diperoleh rata-rata skor dari penilaian responden sebesar sebesar 3,282 atau 82,062%. Hal ini berarti kualitas produk pengembangan LKPD Interaktif untuk pembelajaran Kimia materi Reaksi Reduksi Oksidasi termasuk katagori baik. Perlu ada penelitian tentang pengembangan model yang lain dengan respondennya adalah siswa yang lain.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN HOTS UNTUK MENGUKUR DIMENSI PENGETAHUAN FISIKA SISWA KELAS XI SMAN 14 BANDAR LAMPUNG Icon Herawati
Jurnal Pendidikan Taman Widya Humaniora Vol 1 No 3 (2022): JPTWH Volume 1 Nomor 3, September2022
Publisher : Taman Widya Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan instrumen penilaian yang dipakai guna memprediksi kompentensi siswa untuk bernalar level tinggi, yakni keterampilan bernalar yang bukan hanya menghafal, menyampaikan kembali dan menguraikan tanpa mengolah. Penelitian Pengembangan bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis Instrumen Penilian Higher Order Thinking Skill (HOTS) Untuk Mengukur Dimensi Pengetahuan Fisika Siswa di SMAN 14 Bandar Lampung. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Development, Implement dan Evaluate) dengan mengikuti ke-lima tahapan yang ada. Penelitian pengembangan ini telah dilakukan berdasarkan pada aspek teoritis dan empiris yang mendukung. Produk pengembangan pada penelitian ini terdiri dari produk utama Instrumen penilaian HOTS, dan produk lainua berupa RPP, instrumen pengumpulan data ujicoba, instrumen evaluasi efektivitas produk pengembangan. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini telah mengalami proses validasi ahli penyusunan instrumen HOTS dan validasi ahli ahli bidang konstruksi kebahasaan instrument penilaian. Selanjutnya produk pengmbangan direvisi, dan diuji cobakan melalui ujicoba perorangan, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Berdasarkan analisis data hasil ujicoba diperoleh rata-rata skor dari skor berdasar penilaian responden sebesar 3,13 atau 78,30%. Hal ini berarti kualitas produk pengembangan iinsyrmen penilaian HOTS pada dimensi pengetahuan termasuk katagori baik. Pada kesempatan lain perlu ada penelitian tentang pengembangan model strategi pembelajaran HOTS yang kontekstual.

Page 6 of 22 | Total Record : 216