cover
Contact Name
Yusmaniarti
Contact Email
yusmaniarti8@gmail.com
Phone
+6281368411554
Journal Mail Official
pkmebd.ppmi@gmail.com
Editorial Address
Perum Taman Asri 1 Blok C2 RT 31 RW 06 Gandus Palembang South Sumatra 30149
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital
ISSN : -     EISSN : 30468329     DOI : https://doi.org/10.59407/jpmebd.v1i1.565
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital (JPMEBD) merupakan Jurnal Nasional yang bertujuan untuk menerbitkan artikel tentang kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh sivitas akademika mencakup keilmuan Ekonomi: Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan serta digitalisasi Ekonomi. Adapun Fokus dan Ruang Lingkup pada: 1) Akuntansi Sektor Publik dan Pemerintahan, 2) Auditing dan Sistem Informasi Akuntansi dan Manajemen, 3) Perpajakan, 4) Manajemen Pajak, 5) Akuntansi Manajemen, 6) Akuntansi Keuangan, 7) Keberlanjutan usaha, 8) Manajemen Keuangan, 9) Manajemen Sumber Daya Manusia, 10) Manajemen dan Strategi Pemasaran, 11) Manajemen Digitalisasi, 12) Manajemen Kontemporer, 13) Ilmu Ekonomi Pembangunan, 14) Manajemen Sumber Daya Manusia, 15) Manajemen Pemasaran, 16) Beserta ilmu Ekonomi, Akuntansi dan Manajemen lain yang berhubungan.
Articles 153 Documents
PENERAPAN QRIS DALAM MENINGKATKAN EFISIENSI TRANSAKSI PADA UMKM ES THE DEWA DAN SEBLAK ARUMI Feny Rustianti; Yudas Tadius Andi Candra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v3i2.3931

Abstract

Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengadopsi sistem pembayaran yang lebih modern melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Namun, UMKM es Teh Dewa dan Seblak Arumi di Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten masih menghadapi kendala transaksi tunai berupa lamanya proses pembayaran, kesulitan menyediakan uang kembalian, dan risiko kesalahan penghitungan uang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan penggunaan QRIS serta menganalisis dampaknya terhadap efisiensi transaksi. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, pendampingan implementasi QRIS, dan evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa setelah penerapan QRIS, waktu transaksi menjadi lebih singkat, kebutuhan uang kembalian berkurang, serta pencatatan transaksi menjadi lebih mudah karena terdokumentasi secara digital dan pelanggan memberikan respons positif terhadap tersedianya metode pembayaran QRIS. Meskipun masih terdapat kendala berupa ketergantungan pada jaringan internet dan keterlambatan notifikasi pembayaran. Penggunaan QRIS terbukti meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan pada kedua UMKM. Kegiatan ini menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran melalui QRIS dapat menjadi solusi dalam mendukung transformasi digital UMKM. Meskipun masih ditemukan kendala berupa ketergantungan pada jaringan internet dan keterlambatan notifikasi  pembayaran, manfaat implementasi QRIS dinilai lebih besar dibandingkan hambatan yang muncul. Oleh karena itu, pelaku UMKM disarankan untuk memperluas pemanfaatan QRIS sebagai metode pembayaran utama, sedangkan pemerintah daerah dan Lembaga terkait perlu meningkatkan kualitas infrastruktur internet serta program pendampingan digital guna mendukung keberlanjutan transformasi digital UMKM.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN MEDSOS SEBAGAI SARANA PROMOSI DAN PENCATATAN ARUS KAS BERBASIS APLIKASI PADA UMKM TOKO BUAH Maria Gracedava Oktaviani Br Sitepu; Ratri Paramitalaksmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v3i2.3945

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemasaran dan pengelolaan keuangan UMKM Toko Buah “RsM Buah Segar” yang berlokasi di Jl. Raya Tajem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program dilaksanakan selama enam minggu (April–Mei 2025) dengan dua fokus utama: (1) pembuatan dan pengelolaan akun Instagram sebagai alat promosi digital, dan (2) pelatihan pencatatan arus kas menggunakan aplikasi BukuKas. Metode yang digunakan adalah pendampingan langsung bertahap disertai pelatihan praktis. Evaluasi dilakukan melalui instrumen checklist pemahaman yang diberikan kepada mitra setelah pendampingan selesai. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh indikator pemahaman pada kedua aspek dijawab positif oleh mitra. Akun Instagram @rsmbuahsegar berhasil memperoleh beberapa pengikut dalam empat minggu pertama, meningkatkan visibilitas usaha secara signifikan. Mitra juga mampu mencatat laporan arus kas harian secara mandiri melalui aplikasi BukuKas. Pendampingan ini diharapkan menjadi model replikasi bagi UMKM sejenis dalam memanfaatkan teknologi digital untuk pengembangan usaha.
NASI PADANG GO DIGITAL: PENDAMPINGAN UMKM DI SLEMAN YOGYAKARTA Apulina Br Sinuraya; Diana Airawaty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v3i2.3947

Abstract

Adaptasi teknologi digital merupakan hal penting bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam meningkatkan kemampuan bersaing di tengah perubahan cara berbelanja masyarakat dan kemajuan teknologi yang terus berkembang. Namun, mayoritas UMKM masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan teknologi digital, terutama dalam aspek legalitas usaha, visibilitas digital, dan pemasaran berbasis platform daring. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan mendampingi UMKM Nasi Padang di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dalam proses digitalisasi usaha melalui penguatan legalitas dan pemanfaatan platform digital. Metode yang digunakan adalah pendampingan langsung yang meliputi identifikasi masalah, fasilitasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, dan pembuatan akun mitra ShopeeFood. Data diperoleh melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kondisi usaha sebelum dan sesudah pendampingan. Pendampingan menghasilkan pencapaian nyata sehingga UMKM mampu memperoleh legalitas usaha melalui NIB, meningkatkan visibilitas digital melalui Google Maps, serta memperluas akses pemasaran melalui ShopeeFood. Keberadaan usaha di dunia digital membantu konsumen mendapatkan informasi sekaligus mengakses layanan dengan cepat dan mudah. Meskipun dampak ekonomi belum dapat diukur secara kuantitatif karena keterbatasan waktu pendampingan, hasil kegiatan menegaskan bahwa penguatan legalitas usaha dan pemanfaatan platform digital merupakan langkah awal yang efektif dalam mendukung proses digitalisasi UMKM. Oleh karena itu, pendampingan berkelanjutan diperlukan agar manfaat digitalisasi dapat memberikan dampak yang lebih optimal terhadap pengembangan usaha.
TRANSFORMASI DIGITAL WARUNG NASI PADANG GADANG BARU DI CONDONGCATUR YOGYAKARTA Sakyra Billa Depari; Diana Airawaty Airawaty
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v3i2.3949

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan transformasi digital pada Warung Nasi Padang Gadang Baru di Condongcatur Yogyakarta melalui optimalisasi media sosial Instagram sebagai sarana promosi dan implementasi sistem pembayaran digital QRIS guna meningkatkan daya saing usaha kuliner tradisional di era digital. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan praktik kerja lapangan melalui tahapan observasi, wawancara, pelatihan, pendampingan, implementasi, dan evaluasi dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif menggunakan instrumen pre-test dan post-test serta observasi perubahan perilaku usaha. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan digital mitra yang signifikan, ditandai dengan meningkatnya skor pemahaman pemasaran digital dari 2,4 menjadi 4,3 serta pemahaman penggunaan QRIS dari 2,1 menjadi 4,5, terbentuknya akun Instagram bisnis yang aktif digunakan, serta penerapan QRIS yang menghasilkan rata-rata 15–20 transaksi non-tunai per minggu. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa transformasi digital melalui pemanfaatan Instagram dan QRIS efektif dalam meningkatkan literasi digital, memperluas jangkauan promosi, serta meningkatkan efisiensi transaksi dan daya saing UMKM kuliner, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan agar pengelolaan digital dapat berjalan optimal dan konsisten.
OPTIMALISASI DIGITALISASI WARUNG MAKAN SEDERHANA: IMPLEMENTASI QRIS DAN LAPORAN LABA RUGI SEDERHANA UMKM Wellfrado Yohandy Siregar; Zaenal Wafa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v3i2.3950

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan pengelolaan keuangan pada UMKM warung makan sederhana melalui implementasi QRIS sebagai sistem pembayaran digital serta penyusunan laporan laba rugi sederhana guna mendukung pengelolaan usaha yang lebih efektif dan terstruktur. Metode pengabdian yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test berbasis skala Likert untuk mengukur peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada seluruh indikator, terutama pada kemampuan penggunaan QRIS dan penyusunan laporan laba rugi sederhana, di mana mitra mulai mampu melakukan transaksi digital secara mandiri serta mencatat pendapatan dan pengeluaran usaha secara lebih sistematis. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa implementasi QRIS dan pelatihan penyusunan laporan laba rugi sederhana efektif dalam meningkatkan literasi digital, keterampilan pengelolaan keuangan, serta mendukung terciptanya pengelolaan usaha yang lebih akuntabel dan berkelanjutan pada UMKM warung makan sederhana.
PENERAPAN SISTEM PENCATATAN PENDAPATAN DAN PENGELUARAN MANUAL SERTA SISTEM PERSEDIAAN MENGGUNAKAN APLIKASI DI UMKM SRC JASMINE Laura Cleosia Asterina; Tutut Dewi Astuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v3i2.3965

Abstract

Sektor perdagangan mikro di Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam hal tertib administrasi keuangan, khususnya dalam memisahkan arus kas operasional dari pengadaan stok barang. Kegiatan pengabdian  ini bertujuan menganalisis implementasi sistem pencatatan hibrid yakni pencatatan manual berbasis buku folio dan pengelolaan persediaan melalui aplikasi Indokas pada UMKM SRC Jasmine. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi selama sebelas hari pengamatan (20–30 April 2026). Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa aplikasi Indokas mampu menciptakan tata kelola persediaan yang lebih terstruktur melalui penginputan data komponen produk secara terpadu dan real-time. Namun, pada tiga dari sepuluh hari operasional aktif (20, 22, dan 23 April), pengeluaran pengadaan stok melampaui pendapatan harian, mencerminkan lemahnya perencanaan arus kas. Surplus yang konsisten pada hari-hari lainnya masih mampu mengkompensasi defisit tersebut secara agregat. Kegiatan pengabdian ini menyimpulkan bahwa sistem hibrid yang berjalan cukup fungsional, namun membutuhkan integrasi digital menyeluruh, klasifikasi pengeluaran yang lebih rinci, serta peningkatan literasi keuangan pemilik usaha agar pengelolaan keuangan dan persediaan lebih akuntabel dan berbasis data.
DIGITALISASI PENCATATAN DAN TRANSAKSI MELALUI INTEGRASI QRIS DAN LAPORAN POSISI KEUANGAN PADA UMKM TOKO SAYUR Ahmad Affandy Lingga Thoby Waluyo; Zaenal Wafa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v3i2.3967

Abstract

Pelaku UMKM Toko Sayur telah memanfaatkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai media pembayaran digital, namun data transaksi belum diintegrasikan dengan penyusunan laporan posisi keuangan sehingga pengelolaan keuangan belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemampuan mitra dalam melakukan pencatatan transaksi dan menyusun laporan posisi keuangan berbasis digital. Metode yang digunakan meliputi identifikasi permasalahan, observasi, wawancara, pendampingan penggunaan QRIS, pendampingan penyusunan laporan posisi keuangan, serta evaluasi hasil pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan mitra dalam pencatatan transaksi, penyusunan laporan posisi keuangan, dan pemanfaatan data transaksi sebagai dasar pengambilan keputusan usaha. Pendampingan juga meningkatkan ketertiban administrasi keuangan dan pemahaman mitra terhadap pentingnya pengelolaan keuangan berbasis digital. Dengan demikian, integrasi QRIS dan laporan posisi keuangan menjadi strategi yang efektif untuk mendukung digitalisasi pengelolaan keuangan serta meningkatkan kualitas tata kelola keuangan UMKM
PENINGKATAN KAPASITAS UMKM MARTABAK KING AMYGOS MELALUI PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PEMBUKUAN SEDERHANA DAN PROMOSI DIGITAL Meliana Carmelita De Araujo; Ika Wulandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v3i2.3984

Abstract

Lemahnya tata kelola keuangan dan minimnya pemanfaatan media sosial untuk promosi menjadi hambatan nyata bagi pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Indonesia, termasuk di segmen usaha martabak. Permasalahan tersebut secara konkret ditemukan pada usaha Martabak dan Terang Bulan King Amygos yang berlokasi di Condongcatur, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji dan mendokumentasikan upaya peningkatan kapasitas usaha tersebut melalui dua intervensi utama: penerapan pencatatan keuangan sederhana dan pemanfaatan platform TikTok sebagai sarana pemasaran digital. Dengan menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif yang bersifat partisipatif, peneliti terlibat langsung di lapangan melalui serangkaian observasi, wawancara mendalam, pre-test, pendampingan, post-test, dan evaluasi terhadap pemilik usaha. Capaian penelitian memperlihatkan lonjakan pemahaman tentang pembukuan dari angka awal 25% menjadi 85%, serta pemahaman pemasaran digital dari 30% menjadi 90%. Secara praktis, pemilik usaha kini mampu membuat catatan pemasukan dan pengeluaran, merancang laporan laba-rugi, memisahkan dana usaha dari keuangan pribadi, mengoperasikan akun TikTok bisnis, dan memproduksi konten promosi secara berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan langsung peneliti di komunitas usaha mampu mendorong transformasi nyata dalam kemampuan manajerial dan pemasaran pelaku UMKM kuliner.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN KONTEN KREATIF INSTAGRAM DAN OPTIMALISASI GOOGLE MAPS UNTUK MEMPERLUAS JANGKAUAN CALON PELANGGAN WARMINDO Feranthie Laora Magdalena; Azfa Mutiara Ahmad Pabulo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v3i2.4010

Abstract

UMKM Warmindo Muda Mudi masih menghadapi kendala dalam pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi sehingga jangkauan pemasaran dan interaksi dengan pelanggan belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemasaran digital melalui pendampingan pembuatan konten kreatif Instagram dan optimalisasi Google Maps. Metode pelaksanaan meliputi observasi, perencanaan, pendampingan, dan evaluasi menggunakan indikator kinerja digital berupa jumlah unggahan, engagement akun, jangkauan promosi, dan peningkatan penjualan. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya akun Instagram bisnis, optimalisasi profil Google Maps, peningkatan jumlah unggahan dari 0 menjadi 16 postingan, peningkatan engagement akun dari 2,8% menjadi 8,6%, serta kenaikan penjualan dari rata-rata 35 porsi menjadi 50 porsi per hari atau meningkat sekitar 42,9%. Program ini membuktikan bahwa optimalisasi Instagram dan Google Maps mampu meningkatkan visibilitas usaha, memperluas jangkauan pelanggan, serta mendukung peningkatan penjualan UMKM kuliner.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN MENGGUNAKAN APLIKASI SIAPIK PADA TOKO SEMBAKO DI KELURAHAN CONDONG CATUR, KECAMATAN DEPOK, KABUPATEN Angelina Savira Daru; Rochmad Bayu Utomo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v3i2.3951

Abstract

Kehadiran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)—dengan toko kelontong sebagai salah satu contohnya—memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat masyarakat lokal. Namun, pengelolaan keuangan masih menjadi tantangan utama karena banyak pelaku UMKM tidak melakukan pencatatan keuangan secara sistematis. Melalui inisiatif pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada bulan April 2026, tim peneliti memberikan pendampingan langsung kepada para pemilik toko kelontong di Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, mengenai penyusunan laporan keuangan menggunakan SiAPIK—sebuah platform pencatatan keuangan digital yang dikembangkan oleh Bank Indonesia. Program ini dilaksanakan dalam empat tahapan: survei awal, sesi sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi, dan pendampingan langsung Pengukuran sebelum dan sesudah pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan skor rata-rata naik dari 45 menjadi 78—peningkatan sebesar 33 poin pada skala 100 poin. Para pemilik toko menjadi mampu mengoperasikan SiAPIK secara mandiri serta merasakan dampak positif dari pengelolaan keuangan usaha yang lebih tertata dan efisien. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan pelaku UMKM sekaligus mendorong praktik pengelolaan usaha yang lebih profesional.