cover
Contact Name
Muktashim Billah
Contact Email
muktashim.billah@unismuh.ac.id
Phone
+6282193047805
Journal Mail Official
jflic@unismuh.ac.id
Editorial Address
Jl. Sultan Alauddin No. 259,Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Journal of Family Law and Islamic Court
ISSN : 29625963     EISSN : 29625327     DOI : https://doi.org/10.26618/jflic.v2i1.10480
Core Subject : Religion, Social,
Journal of Family Law and Islamic Court (ISSN: 2962-5963 (Print) 2962-5327 (Online)) is an national peer-reviewed open access journal that aims to spread conceptual thinking or ideas, review and the research findings obtained in Family Law and Islamic Courts. Journal of Family Law and Islamic Court promotes scholarly, theoretical, pragmatic, and contemporary research, making a clear conceptual and methodological contribution to existing international literature. Its spesific aim is to enhance the broad scholarly understanding of Islamic Law, Family Law, Islamic Courts, Islamic Economics, Islamic Politics. Submissions that focus upon the Islamic Law or Islamic Courts of any of these levels or units of analysis in a way that interestingly and effectively brings together conceptual analysis and empirical findings are welcome. Journal of Family Law and Islamic Court is committed to disseminating rigorous, high-quality research and debate with a scientific influence on the international society. To that purpose, the Editorial team follows a meticulous editorial procedure, bringing the most sophisticated research on Islamic Law and Islamic Courts. The journal is online and has open access, and its internal publication procedure enables it to distribute its research findings internationally promptly.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 92 Documents
Interfaith Marriage in the Perspective of Islamic Jurisprudence and Compilation of Islamic Law Saleh, Muhammad; Sufiati, Sufiati; Basri, St Risnawati; Satrianingsih, A.; Hamzah, Nur Asia
Journal of Family Law and Islamic Court Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Family Law and Islamic Court
Publisher : Family Law Study Program (Ahwal Syakhshiyah), Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jflic.v1i2.10106

Abstract

Interfaith Marriage in the Perspective of Islamic Jurisprudence and Compilation of Islamic Law is the title of this study. This study examines the law of interfaith marriage through the lens of Islamic jurisprudence and the Compilation of Islamic Law. The library research method was used in this study, which involves reviewing and analyzing data obtained from literary sources such as books, papers, chapters, journals, and so on concerning the law of interfaith marriages in order to obtain accurate data. According to the findings of this study, the law on interfaith marriage is divided into several parts: a) the law on Muslim men marrying women who are experts in the book, which most scholars allow and some consider makruh. b) The Ulama agree that it is haram for a Muslim man to marry a polytheistic woman. c) The Law Concerning Muslim Women Who Marry Non-Muslim Men. Islamic jurists consider this marriage to be forbidden by Islam, regardless of whether the prospective husband is from the ahlul kitab (Jews and Christians) or a follower of other religions with holy books, such as Hinduism and Buddhism, or a believer in other religions' beliefs that do not have Scripture. Under any circumstances, Muslim women are not permitted to marry men who are not of their religion, whether they are of the book or not. The Compilation of Islamic Law forbids marriage between men and women who are not Muslims. Marriage is hampered by religious differences in the compilation of Islamic laws. Marriage, different religions, Islamic jurisprudence, a compilation of Islamic laws are all keywords.--Penelitian ini berjudul Perkawinan Beda Agama dalam Perspektif Fikih Islam dan Kompilasi Hukum Islam (KHI). Penelitian ini membahas tentang bagaimana hukum perkawinan beda agama dalam pandangan fikih Islam dan bagaimana hukum perkawinan beda agama dalam  perspektif Kompilasi Hukum Islam (KHI). Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian pustaka yaitu penelitian dengan cara mengkaji dan menelaah data yang diperoleh dari sumber kepustakaan seperti buku-buku, makalah-makalah, artikel, jurnal dan lain sebagainya yang menyangkut tentang hukum perkawinan beda agama, sehingga akan mendapatkan data yang tepat. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Hukum perkawinan beda agama terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu: a) Hukum laki-laki muslim menikah dengan perempuan ahli kitab yaitu kebanyakan ulama cenderung membolehkan perkawinan tersebut dan sebagian mereka menganggapnya makruh. b) Hukum perkawinan laki-laki muslim dengan perempuan musyrik yakni para Ulama sepakat bahwa seorang pria muslim diharamkan menikah dengan seorang wanita musyrikah. c) Hukum muslimah menikah dengan laki-laki non muslim, Para ahli hukum Islam menganggap perkawinan ini dilarang oleh Islam, baik itu calon suami dari ahli kitab (Yahudi dan Kristen) ataupun pemeluk agama lain yang mempunyai kitab suci seperti Hindu dan Budha ataupun pemeluk agama kepercayaan yang tidak memiliki Kitab suci. Perempuan muslimah tidak boleh menikah dengan laki-laki lain selain dari agamanya baik itu dari ahli kitab ataupun lainnya dengan situasi apapun. Adapun Kompilasi Hukum Islam (KHI) tidak membolehkan untuk menikah dengan laki-laki atau perempuan selain Islam. Perbedaan agama dalam kompilasi hukum islam menjadi penghalang untuk melangsungkan pernikahan.
In accordance with Islamic law, Papuan Muslims in Kaimana City Village Apply Kafa'ah to Marriages Irsanti, Jasmi; Hamzah, Nur Asia; Hijaz, M. Chiar
Journal of Family Law and Islamic Court Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Family Law and Islamic Court
Publisher : Family Law Study Program (Ahwal Syakhshiyah), Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jflic.v1i2.10107

Abstract

The growth of Islam in Papua has an impact on the people's customs and culture, particularly marriage practices. This research's central issue is subdivided into a number of substance-related issues, including: 1) What is the common description of Papuan Muslim marriage in Kaimana Kota Village? 2) According to Islamic law, how does kafa'ah apply to marriages between Papuan Muslims? Researchers employed descriptive qualitative research with field research methods, two research orientations, namely the social and theological-normative (syar'i) approaches. Al-Qur'an, hadith, and a number of indigenous Papuan Muslim communities in the Kaimana Kota Subdistrict serve as the data sources for this study. In addition, observation, interviews, documentation, and reference tracking were employed for data gathering. Then, the data is processed and examined in three steps, namely data reduction, data presentation, and conclusion. The findings of this study indicate that the description of Papuan Muslim marriages in Kaimana Kota Village is identical to that of Indonesian weddings in general, with the addition of a number of customary rules that bind the process, including mate selection, igiigree, nuhijna wafen, nobune muere, measuring noses for girls, consent and qabul, and nobune muere virnee naare. The valid kafa'ah consists of two major components: genealogy and religion. In terms of its application to Islamic law, the idea of kafa'ah is subject to two divergent perspectives. First, the situation in which nasab kafa'ah (huuree) is applied determines whether or not it is compatible with Islamic law. From the perspective of Islamic law, the prevalent religious kafa'ah appears harmonious.--Perkembangan Islam yang baik di tanah Papua turut mempengaruhi aspek adat dan budaya masyarakatnya, termasuk urusan pernikahan. Pokok permasalahan penelitian ini dibagi menjadi beberapa substansi permasalahan, yaitu: 1) Bagaimana gambaran umum pernikahan antara muslim Papua di Kelurahan Kaimana Kota? 2) Bagaimana penerapan kafa’ah dalam pernikahan antara muslim Papua ditinjau dari segi hukum Islam? Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan metode field research (penelitian lapangan), dua pendekatan penelitian yaitu pendekatan sosial dan teologi-normatif (syar’i). Adapun sumber data penelitian ini adalah Al-Qur'an, hadis, beberapa masyarakat muslim Papua asli di Kelurahan Kaimana Kota. Selanjutnya, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi serta penelusuran referensi. Kemudian, data diolah dan dianalisis dengan tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran pernikahan muslim Papua di Kelurahan Kaimana Kota sama dengan pernikahan masyarakat Indonesia umumnya kemudian ditambah dengan beberapa aturan adat yang mengikat prosesinya, di antaranya pemilihan jodoh, igiigree, nuhijna wafen, nobune muere, ukur hidung bagi anak perempuan, ijab dan qabul, dan nobune muere virnee naare. Kafa’ah yang berlaku terdiri dari dua poin utama yaitu nasab dan agama. Konsep kafa’ah dalam penerapannya dalam perspektif hukum Islam terbagi menjadi dua pendapat. Pertama, kafa’ah nasab (huuree) bisa selaras dan kurang selaras dengan hukum Islam sesuai dengan situasi penerapannya. Kedua, kafa’ah agama yang berlaku tampak selaras menurut perspektif hukum Islam.
Religious Moderation in Singapore Amin, Saifuddin
Journal of Family Law and Islamic Court Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Family Law and Islamic Court
Publisher : Family Law Study Program (Ahwal Syakhshiyah), Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jflic.v1i2.10108

Abstract

This Paper aims to find out on the response of Singapore as a multi-racial country and religion towards the Muslims and its role in taking care of its racial harmony in Singapore. This mix of methods of qualitative and quantitative through the approach of direct observation has found that the government of Singapore gave a good attention for Islam. This happens in such ways that the law named AMLA and muslims in Singapore take part in keeping the racial harmony in many ways such as involving in IRO organization, choosing An-Nadhah mosques as a racial harmony centre, encouraging the dialogues between religion and the muslims. Most important role in MUIS is as official instituion to have such harmony by having seminars and khutbah as well as application of downloaded information in curriculum development based on racial harmony. As the result, it is hopeful to let this be as a research for other countries that has a different system that is similar to Singapore for the sake of a better harmony.-- 
PILGRIM PRAYER LAW BASED ON THE PERSPECTIVE OF MUHAMMADIYAH LEADERS IN ENREKANG REGENCY, SOUTH SULAWESI Erfandi, Erfandi; Abbas, Abbas; Hijazi, Muhammad Chiar; Anshar, Anshar; Misran, Misran
Journal of Family Law and Islamic Court Vol. 1 No. 2 (2022): Journal of Family Law and Islamic Court
Publisher : Family Law Study Program (Ahwal Syakhshiyah), Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jflic.v1i2.10431

Abstract

Research on Pilgrim Prayer Law Based on the Perspective of Muhammadiyah Leaders  in Enrekang Regency,  South Sulawesi is Qualitative.  As stated in the formulation of the problem, in addition to researching the Pilgrim Prayer Law Based on the Perspective of the Muhammadiyah Leadership in  Enrekang Regency, the researcher also examined the Pilgrim Prayer Law Based on the  Perspective of  the Imams of the four schools, namely the Hanafi School, the Maliki School, the Shafi'i School and the Hanbali School  .  This study  aims to find out the  extent of the  perspectives of  the Muhammadiyah Leadership  and the  Imam of the Four Schools on the law of pilgrim prayer.   This is in order to  increase understanding, both  among   intellectuals and among the layman.  The results of  this study show that the scholars of the four  schools have different opinions about   the law of  prayer of pilgrims.   Imam Abu Hanifah An- Nu'man bin Tsabit stated that the pilgrim's prayer was the sunnah of mu'akkadah.  Imam Malik bin Anas stated that the law of pilgrim prayer is the sunnah of mu'akkadah. Imam Muhammad ibn Idris As-Shafi'i stated that the pilgrim's prayer was fardhu kifayah.  Imam Ahmad ibn Hanbal stated that the law of  pilgrim prayer is mandatory.  As for the  perspective of the Muhammadiyah Regional Leader (PDM), Enrekang Regency stated that the pilgrim's  prayer is fardhu kifayah.  This opinion is in harmony with the  opinion of  Imam Shafi'i and is also in harmony with the tarjih   of muhammadiyah.--Penelitian tentang Hukum Shalat Jamaah Berdasarkan Perspektif Pimpinan Muhammadiyah di Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan bersifat Kualitatif. Sebagaimana yang tertera pada rumusan masalah, selain meneliti tentang Hukum Shalat Jamaah Berdasarkan Perspektif Pimpinan Muhammadiyah di Kabupaten Enrekang, peneliti juga meneliti Hukum Shalat Jamaah Berdasarkan Perspektif imam empat mazhab, yaitu Mazhab Hanafi, Mazhab Maliki, Mazhab Syafi’i dan Mazhab Hanbali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perspektif Pimpinan Muhammadiyah dan Imam Empat Mazhab tentang hukum shalat jamaah ini. Hal ini agar dapat menambah pemahaman, baik itu di kalangan intelektual maupun di kalangan awam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ulama empat mazhab berbeda pendapat tentang hukum shalat jamaah ini. Imam Abu Hanifah An- Nu’man bin Tsabit menyatakan bahwa shalat jamaah hukumnya adalah sunnah mu’akkadah. Imam Malik bin Anas menyatakan bahwa hukum shalat jamaah adalah sunnah mu’akkadah. Imam Muhammad bin Idris As-Syafi’i menyatakan bahwa shalat jamaah hukumnya adalah fardhu kifayah. Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan bahwa hukum shalat jamaah adalah wajib. Adapun mengenai perspektif Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kab. Enrekang menyatakan bahwa shalat jamaah hukumnya adalah fardhu kifayah. Pendapat ini selaras dengan pendapat Imam Syafi’i dan juga selaras dengan tarjih muhammadiyah.
Husband and Wife Role to Maintain Family Resilience during the Covid-19 Pandemic: Islamic Law Compilation Perspective Awaliyah, Dita Faradila; Al Farisi, Firman; Nadhiroh, Jamilatun; Musyafaah, Nur Lailatul
Journal of Family Law and Islamic Court Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Family Law and Islamic Court
Publisher : Family Law Study Program (Ahwal Syakhshiyah), Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jflic.v2i1.10480

Abstract

During the Covid-19 Pandemic, many couples divorced due to various factors, including disputes and the economy. However, many families have strong resilience in the face of the Covid -19 Pandemic so that their families remain harmonious. This article discusses the role of husband and wife in improving family resilience during the Covid-19 Pandemic. This is field research was conducted in Medali, Mojokerto, East Java, Indonesia. The data is collected through interviews and documentation to answer existing problems. Qualitative methods with a deductive mindset analyze the results of interviews and documentation. This study concluded that during Covid-19 Pandemic, the husband and wife in Medali maintained their family resilience by playing a role in meeting daily needs, fulfilling economic aspects, and fulfilling education for children. In addition, they support each other and are convinced that this Pandemic is a provision from Allah, so they must pray and be grateful. The family carries out the role of husband and wife in Medali during the Covid-19 Pandemic according to the Compilation of Islamic law, articles 77 and 79.
حدود تزين المرأة لغير زوجها فى الفقه الإسلامي darmiati, darmiati; juhanis, hasan; hijaz, chiar
Journal of Family Law and Islamic Court Vol. 1 No. 3 (2023): Journal of Family Law and Islamic Court
Publisher : Family Law Study Program (Ahwal Syakhshiyah), Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jflic.v1i3.10971

Abstract

. إن هذا البحث يتكلم في مسألة التزين وهي حدود تزين المرأة  لغير زوجها في فقه الإسلامي وأثره في الحياة الزوجية وهو يدور على المشكلتين الرئيسيتين، وهما:1) ما هي الأحوال التي تتزين فيها المرأة، 2) ما هي حدود تزين المرأة لغير زوجها فى الفقه الإسلامى. وقد سلك الباحث في كتابة هذا البحث مسلك الدراسة المكتبية على مرحلتين في إعداده. أما المرحلة الأولى فهي جمع المواد المتعلقة به من كتب العلماء والمقالات والأوراق العلمية التي تكلمت في الموضوع. وأما المرحلة الثانية فهي تنظيم المواد بطريقة نقل الكلام وترتيبه بعد المطالعة والاستقراء في مناسبته بموضوع البحث.ونتيجة البحث هي: 1.) أن الأحوال التي تتزين فيها المرأة، وهي تنقسم إلى أربعة أقسام: تزيين المرأة أمام زوجها، و تزيين المرأة أمام محارمها، و تزيين المرأة أمام المرأة المسلمة، و تزيين المرأة أمام المرأة الكافرات والكتابيات. 2.) أن حدود تزين المرأة لغير زوجها فى الفقه الإسلامى ينقسم إلى قسمين وهي:الأول حدود ستر العورة للمرأة أمام المحارم وكذلك أمام المسلمات والأطفال،.والثاني حدود استعمال العطر للمرأة Hudud Tazayyun Al Mar’ati Ligairi Zaujihaa Fii Fiqhi Al islami. Pembimbing I: Hasan Bin Juhanis, Pembimbing II: M. Chiar Hijaz. Penelitian ini berbicara tentang masalah Berhias, yaitu tentang batasan  dalam berhias bagi wanita bukan pada suaminya dalam fiqih islam, yang berkisar pada dua masalah utama, yaitu: 1)Bagaimana  keadaan bolehnya wanita berhias, dan 2) Bagaimana batasan dalam berhias bagi wanita bukan pada suaminya dalam fiqih islam.Dalam penulisan penelitian ini, peneliti mengambil jalur penelitian pustaka dalam dua tahap pada penyusunannya. Tahap pertama adalah mengumpulkan data-data terkait dari buku-buku karya para ulama, artikel dan makalah ilmiah yang berbicara tentang masalah ini. Tahap kedua adalah menyusun data-data yang ada dengan cara menyalin dan mengaturnya setelah membaca dan meneliti kesesuaiannya dengan subjek penelitian.Hasil penelitian adalah: 1)Bahwa Sesungguhnya keadaan yang bisa didalamnya berhias bagi wanita adalah terbagi menjadi empat yaitu: Berhiasnya wanita didepan suaminya, kemudian Berhiasnya wanita diedapan mahramnya, Berhiasnya wanita didepan wanita muslimah lainnya, dan berhiasnya wanita didepan perempuan kafir dan ahli kitab. 2) Bahwasanya batasan berhias bbagi wanita bukan pada siaminya yakni terbagi menjadi dua  yaitu: Batasan Wanita dalam menutup auratnya yang berhubungan dengan berhias seperti dihadapan mahram, didepan perempuan dan didepan anak kecil, kemudian Batasan berhias dengan menggunakaan wangi-wangian.
حكم انتفاع اللقطات لبناء المسجد في الفقه الإسلامي Milanda, Milanda; Juhanis, Hasan Bin; Abidin, Zainal
Journal of Family Law and Islamic Court Vol. 1 No. 3 (2023): Journal of Family Law and Islamic Court
Publisher : Family Law Study Program (Ahwal Syakhshiyah), Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jflic.v1i3.10972

Abstract

هذا البحث يتحدث عن حكم بناء المسجد باللقطة، أما لب الموضوع الذي سيركز فيه الباحثة في هذا البحث: ١) ما حكم تملك اللقطات في الفقه الإسلامي ۲) ما حكم انتفاع اللقطات لبناء المسجد في الفقه الإسلامي. أما الطريقة في كتابة هذا البحث هي الدراسة المكتبية أي طريقة تعلم وتحليل المواد الموجودة من مصادر المكتبية كالكتب المقالات وغيرها مما يتعلق بحكم بناء المسجد باللقطة تحصل على المواد المعتبرة والمعتمدة ثم تجمع وتكتب وترتب في هذا البحث. ونتائج هذا البحث هي: ١) أن حكم التملك اللقطة لا يجوز إلا بعد التعريف مدة السنة إذا كانت اللقطة ذات قيمة كبيرة، أما إذا كانت قيمة اللقطة قليلة فلا بأس تملكها ٢) أن حكم انتفاع اللقطات لبناء المساجد جائز بعد تعريفها حولا، أما إذا كانت قيمتها قليلة فلا بأس انتفاعها والتصدق بها في المسجد، فتكون أجرا لصاحبها. Penelitian ini membahas tentang bagaimana hukum penggunaan barang temuan untuk pembangunan masjid dalam fiqih islam, adapun pokok masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana hukum memiliki barang temuan dalam fikih islam. 2) bagaimana hukum pemanfaatan barang temuan untuk pembangunan masjid dalam fikih islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pustaka yaitu penelitian dengan cara mengkaji dan menelaah data yang diperoleh dari sumber kepustakaan seperti buku-buku, makalah-makalah, artikel, dan lain sebagainya yang menyangkut masalah hukum pemanfaatan barang temuan untuk pembangunan masjid. Data-data yang diperoleh dari hasil telaah kepustakaan tersebut diolah dan disusun dan disimpulkan perspektif hukum Islam yang tepat terhadap masalah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Hukum memiliki barang temuan tidak diperbolehkan hingga telah diumumkan selama satu tahun jika luqatah dalam jumlah besar, adapun jika luqatah berjumlah kecil maka tidak mengapa memilikinya 2) hukum pemanfaatan barang temuan untuk pembangunan masjid diperbolehkan jika telah diumumkan selama satu tahun, akan tetapi jika jumlahnya sedikit boleh untuk disedekahkan, maka pemilik barang tersebut akan mendapatkan pahala.
حكم قبول خطبة الفاسق في الفقه الإسلامي وأثره في الحياة الزوجية Rusdin, Rusdin; Miro, Abbas Baco; Erfandi, Erfandi
Journal of Family Law and Islamic Court Vol. 1 No. 3 (2023): Journal of Family Law and Islamic Court
Publisher : Family Law Study Program (Ahwal Syakhshiyah), Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jflic.v1i3.10973

Abstract

إن هذا البحث يتكلم في مسألة الزواج وهي عن حكم قبول خطبة الفاسق في الفقه الإسلامي وأثره في الحياة الزوجية وهو يدور على المشكلتين الرئيسيتين، وهما:1) ما حكم قبول خطبة الفاسق؟، و 2) ما أثر قبول خطبة الفاسق في الحياة الزوجية؟ وقد سلك الباحث في كتابة هذا البحث مسلك الدراسة المكتبية على مرحلتين في إعداده. أما المرحلة الأولى فهي جمع المواد المتعلقة به من كتب العلماء والمقالات والأوراق العلمية التي تكلمت في الموضوع. وأما المرحلة الثانية فهي تنظيم المواد بطريقة نقل الكلام وترتيبه بعد المطالعة والاستقراء في مناسبته بموضوع البحث.ونتيجة البحث هي: 1) أن حكم قبول خطبة الفاسق متعلق بمدى فسق الخاطب؛ الأول: جواز قبول خطبة الفاسق إذا كان فسقه لا يخرجه عن دائرة الإسلام، والثاني: تحريم قبول خطبة الفاسق إذا كان فسقه يخرجه عن دائرة الإسلام. 2) أن الفسق له أثر سيئ في الحياة الزوجية وأنه قد يسبب شقاء الحياة بين الزوجين بل قد يؤدي إلى تفريق الزوجين.الكلمة الأساسية: القبول، الخطبة، الفاسق، الحياة الزوجية. Penelitian ini berbicara tentang masalah perkawinan, yaitu tentang putusan tentang menerima pertunangan pernikahan dalam yurisprudensi Islam dan dampaknya terhadap kehidupan pernikahan, yang berkisar pada dua masalah utama, yaitu: 1) Apa hukum tentang menerima pinangan seorang fasiq, dan 2) Apa dampak dari menerima pinangan seorang fasiq dalam kehidupan berumahtangga. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil jalur penelitian pustaka dalam dua tahap pada penyusunannya. Tahap pertama adalah mengumpulkan data-data terkait dari buku-buku karya para ulama, artikel dan makalah ilmiah yang berbicara tentang masalah ini. Tahap kedua adalah menyusun data-data yang ada dengan cara menyalin dan mengaturnya setelah membaca dan meneliti kesesuaiannya dengan subjek penelitian. Hasil penelitian adalah: 1) Hukum tentang menerima pinangan seorang fasiq tergantung pada sejauh mana kefasiqan sang peminang; yang pertama: diperbolehkannya menerima pinangan seorang fasiq jika kefasiqannya tidak membawanya keluar dari lingkaran Islam, dan yang kedua: Diharamkan menerima pinangan seorang fasiq jika kefasiqannya membawanya keluar dari lingkaran Islam. 2) Kefasiqan memiliki dampak buruk pada kehidupan berumahtangga dan dapat menyebabkan kesengsaraan dalam hidup di antara pasangan suami-istri dan bahkan dapat menyebabkan perceraian antara pasangan suami-istri.Kata Kunci: Penerimaan, Pinangan, Fasiq, Kehidupan Berumahtangga.
حكم استخدام أموال الوقف للأغراض العامة خارج عن مراد الواقف في الفقه الإسلامي munir, misbahul; muchtar, m. ilham; abidin, zainal
Journal of Family Law and Islamic Court Vol. 1 No. 3 (2023): Journal of Family Law and Islamic Court
Publisher : Family Law Study Program (Ahwal Syakhshiyah), Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jflic.v1i3.10974

Abstract

حكم استخدام أموال الوقف للأغراض العامة خارج عن مراد الواقف في الفقه الإسلامي يناقش هذا البحث حكم استخدام أصول الوقف التي تستخدم للأغراض العامة خارج أحكام الوقف، بينما القضايا الرئيسية في هذا البحث هي: 1) استخدام أصول الوقف التي ما يستخدمها المسلمون كثيرا. 2) قانون استخدام أموال الوقف في الأغراض العامة خارج أحكام الوقف في الفقه الإسلامي الطريقة المستخدمة في هذا البحث هي طريقة البحث في المكتبات ، وهي البحث عن طريق دراسة وتحليل البيانات التي تم الحصول عليها من المصادر الأدبية مثل الكتب والأوراق والمقالات وما إلى ذلك والتي تتعلق بالمسائل القانونية باستخدام أصول الوقف للصالح العام خارج أحكام الوقف ، بحيث يحصلون على البيانات الصحيحة والواضحة التي يتم نسخها وتجميعها في إعداد الرسالة بعد إجراء بحث دقيق يمكن أن تستنتج نتائج الدراسة ما يلي: 1) استخدام الأصول الوقفية التي غالباً ما يتم تنفيذها من قبل إدارة الوقف لا يتوافق مع طلبات الوقف. 2) لا يزال من الممكن تنفيذ آراء الفقه الإسلامي فيما يتعلق باستخدام أصول الوقف التي لا تتفق مع أحكام الوقف ، أي عند مواجهة حالة طوارئ في إدارة أصول الوقف.كلمات مفتحية: أموال ، الوقف ، الفقه+Hukmu istikhdaami amwaali alwakaf lil agraadil aamah khorij an muroodil waakif fil fikhil islami. Penelitian ini membahas tentang hukum menggunkan harta wakaf yang digunakan untuk kepentingan umum di luar ketentuan dari pewakaf, adapun pokok masalah dalam penelitian ini adalah: 1) penggunana harta wakaf yang sering di gunakan oleh kaum muslimin. 2) hukum menggunakan harta wakaf untuk kepentingan umum diluar ketentuan dari pewakaf dalam fikih islam. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan yaitu penelitian dengan cara mengkaji dan menelaah data yang diperoleh dari sumber kepustakaan seperti buku buku, makalah-makalah, artikel, dan lain sebagainya yang menyangkut masalah hukum menggunakan harta wakaf untuk kepentingan umun diluar ketentuan dari pewakaf, sehingga akan mendapatkan data yang tepat dan jelas yang kemudian data-data tersebut disalin dan disusun dalam penyusunan skripsi setelah melalui penelitian secara saksama. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) penggunaan harta wakaf yang sering dilakukan oleh pengurus wakaf seringkali tidak sesuai dengan permintaan dari pewakaf. 2) pandangan fikih islam terkait penggunaan harta wakaf yang tidak sesuai dengan ketentuan pewakaf tetap dapat dilakukan yaitu ketika menemui keadaan darurat dalam pengelolaan harta wakaf.Kata kunci: Amwaalu, Al-Wakaf, Al-Fiqh 
القتل المعتبر المانع من الميراث في الفقه الإسلامي Firdasari, Nanda Jumria; Juhanis, Hasan Bin; Rapung, Rapung
Journal of Family Law and Islamic Court Vol. 1 No. 3 (2023): Journal of Family Law and Islamic Court
Publisher : Family Law Study Program (Ahwal Syakhshiyah), Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jflic.v1i3.10975

Abstract

هذا البحث يتحدث عن القتل المعتبر المانع من الميراث، وهو على مشكلتين: وما الآثار المرتبة من قتل الوارث مورثه في الفقه الإسلامي؟، ما أقوال العلماء حول القتل الذي يمنع من الميراث ؟.المنهج في كتابة هذا البحث هي الدراسة المكتبية بطريقة جمع المواد والمعلومات من المكتبية كالكتب، والمقالات العلمية وغيرها مما يتعلق بالقتل وآثاره على الميراث، والمعلومات المحصولة من هذا البحث وتحليلها وترتيبها ثم تنظيمها بعد الدراسة الدقيق.والنتيجة منها: 1) الآثار المرتبة على قتل الوارث مورثه منها: القصاص، والكفارة، الدية، والحرمان من وصيته وميراث والإثم إذا كان القتل العمد، والدية والكفرة والحرمان من الإرث إذا كان القتل شبه العمد، ووجوب الدية والكفارة وحرمان من وصيته وميراثه إذا كان القتل الخطأ، وإذا كان القتل بسبب إنما حسب الحالات منها الإكراه والشهادة بالقتل وحكم الحاكم بقتل رجل، والقتل ما أجري مجرى الخطأ يكون حكمه حكم خطأ، بخلاف القتل بحق فإنه لم يمنع من الميراث ولا يأثم بقتله، ولا يجب عليه ضمان.2)  أن العلماء اتفقوا على أن القتل العمد مانع من الميراث واختلفوا في القتل شبه العمد والخطأ وما يجري مجرى الخطأ وبسبب، فذهب الحنفية والشافعية والحنابلة إلى أن كل منها مانع من الميراث وأما المالكية فذهبوا إلى أنها لا يمنع من الميراث.  Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pembunuhan yang dianggap menahan dari mendapatkan warisan dalam perspektif fikih Islam berdasarkan dua persoalan utama yaitu: Apa dampak yang ditimbulkan dari pembunuhan ahlul waris terhadap pewarisnya dalam perspektif fikih Islam dan Pendapat para Ulama terkait pembunuhan yang dapat menahan dari mendapatkan warisan.Dalam skripsi ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan yaitu penelitian dengan mengkaji dan menelaah data yang diperoleh dari sumber kepustakaan seperti buku-buku, makalah-makalah, artikel dan lain sebagainya yang berhubungan dengan masalah Pembunuhan dan pengaruhnya terhadap warisan, sehingga akan didapatkan data yang tepat dan jela syang kemudian data-data tersebut disusun dalam skripsi setelah melalui penelitian secara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukan: 1) Dampak dari pembunuhan seoranng ahli waris terhadap pewarisnya diantaranya adalah Qishas, Kafarah, Diyah, Dosa, tidak mendapatkan warisan dan juga wasiat jika pembunuhan yang disengaja, Diyah dan Kafarah, tidak mendapatkan warisan jika pembunuhan yang merepuai sengaja, Kafarah, Diyah, Dosa, tidak mendapatkan warisan dan juga wasiat jika pembunuhan yang salah sasaran, Dan jika pembunuhan itu karena suatu alasan, maka menurut kasusnya, termasuk pemaksaan, kesaksian pembunuhan, dan keputusan penguasa untuk membunuh seorang laki-laki, dan pembuhan yang salah maka hukumnya menjadi hukum pembunuhan salah sasaran, berbeda pada kasus pembunuhan yang disyariatkan maka dia tidak terhalang dari warisan dan tidak berdosa dengan pembunuhannya dan tidak wajib baginya tanggungan.2) bahawa ulama sepakat bahwa  pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja akan menahan seseorang dari mendapatkan warisan, adapun pembunuhan yang menyerupai sengaja, pembunuhan karna suatu sebab lain, pembunuhan yang salah sasaran, Ulama Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah sepakat bahwa itu tidak menahan dari mendapatkan warisan berbeda dengan Ulama dari Maliki maka itu dinyatakan sebagi Penahan dari mendapatkan warisan.

Page 6 of 10 | Total Record : 92