cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana03@gmail.com
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.anafora@uniku.ac.id
Editorial Address
RT. 027 RW. 007 Desa Cengal Kecamatan Japara
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 28073991     DOI : https://doi.org/10.25134/ajpm
Core Subject : Education, Social,
Ruang lingkup penelitian artikel yang dapat diterbitkan di Jurnal Fon antara lain : (1) Kebahasaan Indonesia; keilmuan bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik); keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis); (2) Kesastraan Indonesia (teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranasi, sosiologi sastra); (3) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran). Kami terbuka menerima naskah dari para penulis dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fokus dan lingkup, etika publikasi, petunjuk penulisan, proses review, dan template jurnal yang harus diikuti oleh penulis.
Articles 46 Documents
PERBANDINGAN KEMAMPUAN MENYIMAK DONGENG DENGAN MEDIA BONEKA TANGAN DAN MEDIA GAMBAR PADA ANAK USIA DINI MAULINA SWASTIKA MAHARANI; Asep Jejen Jaelani; Sun Suntini
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i2.19

Abstract

  ABSTRAK: Kemampuan menyimak harus dikembangkan pada anak usia dini dalam kehidupan sehari-hari. Pada pendidikan pun dongeng merupakan hal yang tidak asing lagi. Karena dalam mendongeng anak mulai belajar dengan cara menyimak. Masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana kemampuan menyimak dongeng anak usia dini dengan menggunakan media boneka tangan? 2) Bagaimana kemampuan menyimak dongeng anak usia dini dengan menggunakan media gambar? 3) Bagaimana perbandingan kemampuan menyimak dongeng anak usia dini dengan menggunakan media boneka tangan dan media gambar?. Penelitian ini menggunakan Metode deskriptif komparatif, yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan perbandingan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Populasi dalam penelitian ini adalah Anak Usia Dini usia 5-7 tahun yang berada dilingkungan kavling srimulya RT/RW:016/003 Desa Ancaran. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan menyimak dongeng anak menggunakan media gambar dilihat dari rata-rata 78,6 termasuk pada kriteria baik, sedangkan kemampuan menyimak dongeng anak menggunakan media boneka tangan dilihat dari rata-rata 69,26 termasuk pada kriteria cukup. Hasil uji t diperoleh hasil   pada taraf signifikansi 0,05 yaitu (1,980) sedangkan  sebesar (2,061) dengan demikian  < . Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan menyimak dongeng dengan menggunakan media boneka tangan dan media gambar pada anak usia dini di Kavling Srimulya Desa Ancaran. Sedangkan pada taraf signifikansi 0,01 diperoleh hasil  (2,617) > (2,061), yang berarti ada perubahan signifikan dalam kemampuan menyimak dongeng dengan menggunakan media boneka tangan dan media gambar pada anak usia dini di Kavling Srimulya Desa Ancaran. KATA KUNCI : Dongeng;kemampuan menyimak;media boneka tangan;media gambar;perbandingan   COMPARISON OF THE ABILITY TO LISTENING TO FAIRY TALES WITH HAND PUPPET MEDIA AND IMAGE MEDIA IN CHILDREN EARLY AGE   ABSTRACT: Listening skills must be developed in early childhood in everyday life. Even in education, fairy tales are familiar. Because in storytelling, children begin to learn by listening. The problem in this research is 1) How is the ability to listen to fairy tales for early childhood using hand puppet media? 2) How is the ability to listen to fairy tales for early childhood using picture media? 3) How do you compare the ability to listen to fairy tales for early childhood using hand puppets and picture media?. This study uses a comparative descriptive method, which is the method used to describe the comparison. Data collection techniques using tests. The population in this study were early childhood children aged 5-7 years who were in the Srimulya plot of RT/RW: 016/003 Ancaran Village. The conclusion in this study shows that the ability to listen to children's fairy tales using picture media is seen from an average of 78.6 including the good criteria, while the ability to listen to children's fairy tales using hand puppet media is seen from an average of 69.26 including enough criteria. The results of the t-test obtained the results of t_tabel at a significance level of 0.05, namely (1.980) whilet_hitung is (2.061), thus t_tabel < t_hitung. This means that there is no significant difference in the ability to listen to fairy tales using hand puppets and picture media for early childhood in the Srimulya, Ancaran Village. While at the 0.01 significance level, the results showed t_tabel (2,617) > t_hitung(2,061), that there was a significant change in the ability to listen to fairy tales using hand puppets and pictures in early childhood in Srimulya, Ancaran Village. KEYWORS : Fairy tales;Listening Ability;Hand Puppet Media;Picture Media;Comparison
Relasi Judul dan Teras Berita di Laman Detikcom Dini Mardianah; Asep Jejen Jaelani; Aan Anjasmara
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i2.20

Abstract

Abstrak - Banyak media massa yang dituntut dalam memberikan informasi seputar beritanya melalui media sosial, baik itu Facebook, Twitter bahkan ada pula yang khusus membuat platform media mereka sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan relasi judul dan teras berita di laman detik.com. Dengan menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif, dengan teknik pemerolehan data berupa dokumentasi, yaitu berita politik pada pemberitaan kasus korupsi bantuan sosial Covid-19 edisi Maret 2021di laman Detik.com. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa relasi judul dengan teras berita di laman detik.com adalah gaya penulisan judul berita fungsional, representatif dan spesifik berrelasi dengan gaya penulisan teras berita yang korelatif. Hal ini dikarenakan fungsi dan tujuan dari gaya penulisan tersebut memiliki kesamaan, yaitu berita yang disampaikan tidak menyimpang, langsung pada pokok permasalahan berita. Kata Kunci: judul berita, teras berita, detik.com, relasi, gaya penulisan. Abstract - Many mass media are required to provide information about their news through social media, be it Facebook, Twitter, and some even specifically create their own media platforms. This research was conducted to describe the relationship between headlines and news headlines on the detik.com page. By using a qualitative description research method, with data collection techniques in the form of documentation, namely political news on the March 2021 edition of the Covid-19 social assistance corruption case on the Detik.com page. The results obtained in this study indicate that the relationship between headlines and news headlines on the detik.com page is a functional, representative and specific style of writing news headlines related to a correlative news story writing style. This is because the function and purpose of these writing styles have in common, namely the news conveyed does not deviate, directly on the subject matter of the news. Keywords: headline, lead, relations, writing style, detik.com.
A Analisis Kesalahan Morfologi Pada Karangan Eksposisi Siswa Kelas X DI SMAN 1 Ciawigebang Nadia Rahmatunnisa; Ifah Hanifah; Ida Hamidah
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i1.21

Abstract

ABSTRAK : Permasalahan dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan bahasa pada anak yang masih berusia 2-3 tahun; kajian fonologi. Penelitian ini adalah penelitian studi kasus yang menghasilkan data deskriptif. Data penelitian ini berupa kata-kata yang diucapkan oleh anak usia 2-3 tahun dalam berkomunikasi. Data diperoleh melalui wawancara, simak, rekam, dan catat. Analisis dilakukan selama pengumpulan data dan sesudah data terkumpul, menggunakan analisis deskriptif. Peneliti mengkaji hasil rekaman dengan seksama dengan langkah memutar hasil rekaman secara berulang-ulang sebelum menentukan bunyi apa saja yang dihasilkan oleh anak. Biasanya setelah anak usia 2-3 tahun, umumnya anak sudah menguasai semua jenis fonem vokal. Kaidah urutan pemerolehan bunyi bahasa pada anak yaitu dari bunyi yang mudah ke bunyi yang sukar. Sedangkan pada fonem konsonan terjadi kesulitan dalam melafalkannya. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa fonem konsonan yang masih sulit diucapkan oleh anak-anak yakni belum mampu mengucapkan fonem apikoalveolar (r). Dalam penelitian ini ditemukan adanya penggantian bunyi, penambahan bunyi, dan penghilangan bunyi. Penguasaan bahasa tidak hanya terikat pada kemampuan mengucapkan atau melafalkan suatu kata akan tetapi kemampuan mengucapkan atau melafalkan suatu kata akan tetapi kemampuan anak untuk mengaitkan jenis dan makna kata tersebut. Kriteria yang dipertimbangkan adalah anak telah dapat memproduksi bentuk yang dekat bunyinya dengan bentuk orang dewasa dan dapat mengaitkan bentuk dengan makna secara konsisten. KATA KUNCI : Kemampuan Pelafalan Konsonan, Fonologi. Analysis Of Consonant Pronunciation Ability in Children Ages 2-3 Years in Bandorasa Wetan Village Cilimus District Kunningan ABSTRACT : The problem in this study aims to describe the mastery of language in children aged 2-3 yers; phonological studies. This research is a case study research that produces descriptive data. The data of this research is in the from of words spoken by children aged 2-3 years in communicating. Data were obtained througt interviews, listening, recording, and taking notes. The analysis was carried out during data collection and after the data was collected, using descriptive analysis. Researchers examined the recordings carefully by playing the recordings repeatedly before determining what sounds were produced by the child. Usually after children aged 2-3 years, generally children have mastered all types of vowel phonemes. The rules four acquiring language sound in children are from easy sounds to difficult sounds. Meanwhile, consonant phonemes have difficulty in pronouncing them. Based on the results of the study, it was found that some consonant                        phonemes are still difficult to pronounce by children, namely they have not been able to pronounce apicoalveolar (r) phonemes. Language mastery is not only tied to the ability to pronounce or recite a word but the child’s ability to relate the type and meaning of the word. The criteria considered are that the chiold has been able to produce a from that is close in sound to the form of an adult and can associate form with meaning consistently. KEYWORD : Consonant, Pronunciation, Phonology.
DIKSI DAN GAYA BAHASA DALAM KUMPULAN CERPEN PANGGILAN RASUL KARYA HAMSAD RANGKUTI (KAJIAN STILISTIKA) Annisa Maspufatul Umah; Arip Hidayat; Aan Anjasmara
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i1.22

Abstract

ABSTRAK: Penggunaan diksi dan gaya bahasa merupakan salah satu cara pengarang mengekspresikan suatu karya sastra. Stilistika ini cabang ilmu yang mempelajari suatu gaya bahasa, pemilihan kata, dan penggunaan bahasa dalam karya sastra. Diksi dan gaya bahasa dapat mempengaruhui pembaca sehingga menjadikan suatu ketertarikan terhadap apa yang disampaikan oleh pengarang dalam kumpulan cerpen. Cerpen merupakan salah satu bentuk cerita singkat dan padat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi atau pilihan kata dan gaya bahasa dalam kumpulan cerpen Panggilan Rasul karya Hamsad Rangkuti. Penelitian ini berbentuk deskritif kualitatif dengan teknik pemerolehan data berupa studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian ini yaitu jenis diksi antara lain kata konotatif, khusus, sapaan, serapan, dan vulgar. Adapun jenis gaya bahasa pada penelitian ini gaya bahasa simile, personitifikasi, aliterasi, hiperbola, dan paradoks. Hasil temuan dari peneltian ini didominasi oleh jenis pilihan kata sapaan dan kata serapan; dan jenis gaya bahasa simile dan personitifikasi. Kumpulan cerpen Panggilan Rasul sesuai dengan tema yang diangkat tentang kehidupan dengan nuansa sosial budaya.   KATA KUNCI: Cerpen;Diksi;Gaya bahasa;Stilistika   DISCTION AND LANGUAGE STYLE IN THE COLLECTION OF SHORT PANGGILAN RASUL BY HAMSAD RANGKUTI (STILISTIC STUDY)   ABSTRACT: The use of diction and language style is one way the author expresses a literary work. Stylistics is a branch of science that studies a style of language, word choice, and the use of language in literary works. Diction and style of language can influence the reader so that it makes an interest in what is conveyed by the author in a collection of short stories. Short story is a form of short and dense story. This study aims to describe the diction or choice of words and language style in the collection of short short stories Call of the Apostles by Hamsad Rangkuti. This research is in the form of a qualitative descriptive with data collection techniques in the form of library research and documentation. The results of this study are the types of diction including connotative, special, greeting, absorption, and vulgar words. The types of language styles in this study are simile, personitification, alliteration, hyperbole, and paradox. The findings of this research are dominated by the type of choice of greeting words and loan words; and types of similes and personifications. A collection of short stories called the Apostles' Call according to the theme raised about life with socio-cultural nuances. KEYWORDS: Short story; Diction; Language style; Stylistic
Tokoh dan Citra Perempuan Dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan Sonia Apriani; Sun Suntini; Arip Hidayat
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v1i2.24

Abstract

Abstrak tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan karakter tokoh dan citra perempuan yang terdapat dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Jenis penelitian ini tergolong penelitian kepustakaan. Data dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa teks novel yang memuat karakter tokoh utama wanita dan citra perempuan dalam Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan. Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan dua cara yakni teknik baca dan teknik catat. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan kritik sastra feminis. Hasil penelitian dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan yaitu karkterisasi menggunakan metode langsung (telling) dan kedua, metode tidak langsung (showing); citra perempuan dikaji melalui citra diri dan citra sosial perempuan. Karakteristik tokoh utama wanita yang diantaranya Dewi ayu, Alamanda, Adinda, Maya Dewi, dan Si cantik, memiliki karakter yang saling bertentangan apabila di kaji melalui metode langsung (telling) dan metode tidak langsung (showing). Dapat disimpulkan hasil penelitian, citra perempuan yang mereka dapat baik secara citra diri dan citra sosial mereka dipandang sebagai perempuan cantik dan buruk rupa serta merupakan pelacur dan anak pelacur yang paling disegani di kota Halunda saat itu. Kata Kunci: Novel, Karakterisasi, Citra Perempuan, Feminis WOMEN'S FIGURE AND IMAGE IN THE BEAUTIFUL NOVEL EKA KURNIAWAN'S WOUND IS (REVIEW OF FEMINISM LITERATURE CRITICISM) Abstract The purpose of this study is to describe the characters and images of women in the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan. The method used in this study is a qualitative descriptive method. This type of research is classified as library research. The data in this study is written data in the form of a novel text that contains the character of the main female character and the image of a woman in Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan. The data collection used in this study was carried out in two ways, namely reading and note-taking techniques. The data of this study were analyzed using feminist literary criticism. The results of the research in the novel Cantik Itu Luka by Eka Kurniawan are characterization using the direct method (telling) and second, the indirect method (showing); the image of women is studied through the self-image and social image of women. The characteristics of the main female characters, including Dewi Ayu, Alamanda, Adinda, Maya Dewi, and Si Cantik, have conflicting characters when examined through the direct method (telling) and the indirect method (showing). It can be concluded from the results of the research, the image of women they got both in terms of self-image and social image was seen as beautiful and ugly women and were the most respected prostitutes and prostitutes in the city of Halunda at that time. Keyword: Novel, Characterization, Female Image, Feminist
ANALISIS MAKNA KIAS DALAM LIRIK LAGU IWAN FALS Riki Indra; Ifah Hanifah; IDA HAMIDAH
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i1.26

Abstract

ABSTRAK: emantik dipakai sebagai istilah yang digunakan untuk bidang linguistik yang mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yang di tandainya. Dengan kata lain, bidang studi dalam linguistik yang mempelajari makna atau arti dalam bahasa. Makna kias tidak menggunakan bahasa pada umumnya atau merupakan cara lain untuk mengatakan suatu yang lain dari cara yang biasanya atau dalam hal ini bahasa yang digunakan. Dengan kata lain, bahasa kiasan merupakan bahasa yang mengekspresi sebuah makna secara tidak langsung. Lirik lagu Iwan Fals sebagai objek penelitian, dengan tujuan untuk mendeskripsikan makna kias alegori, metafora, perbandingan dan personifikasi yang terkandung dalam lirik lagu Iwan Fals tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pemerolehan data berupa dokumentasi, yaitu lirik lagu Iwan Fals. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu membaca lirik lagu dengan teliti, menandai dan mencatat kata yang mengandung makna kias, kemudian menyimpulkan hasil analisis tersebut. Analisis yang dilakukan, dapat dipahami simpulan bahwa makna kias dalam lirik lagu Iwan Fals, dapat diketahui bahwa terdapat makna kias alegori atau majas yang menyatakan dengan ungkapan kiasan atau penggambaran, makna perbandingan atau majas yang membandingkan atau menyandingkan antara satu objek dengan objek lainnya, makna metafora atau majas yang memakai analogi atau perumpamaan terhadap dua hal yang berbeda,dan makna personifikasi atau majas yang membandingkan antara manusia dengan benda mati seolah-olah benda tersebut memiliki sifat layaknya manusia. KATA KUNCI: semantik, makna kias, sastra, lirik lagu Iwan Fals   FIGURATIVE MEANING ANALYSIS IN THE LYRICK AGAIN IWAN FALS   ABSTRACT: Semantics is used as a term used for the field of linguistics which studies the relationship between linguistic signs and the things they signify. In other words, the field of study in linguistics that studies meaning or meaning in language. The figurative meaning does not use language in general or is another way of saying something different from the usual way or in this case the language used. In other words, figurative language is a language that expresses a meaning indirectly. Iwan Fals song lyrics as the object of research, with the aim of describing the figurative meaning of allegory, metaphor, comparison and personification contained in the lyrics of the Iwan Fals song. The method used in this research is descriptive qualitative, with data acquisition techniques in the form of documentation, namely the lyrics of the song Iwan Fals. The steps taken in this study, namely reading the lyrics carefully, and noting words that contain meaning, then conclude the results of the analysis. The analysis carried out, it can be found that the figurative meaning in the lyrics of Iwan Fals' song, it can be seen that there is a figurative meaning of allegory or figure of speech which states a figurative expression or figure of speech, the meaning of comparison or figure of speech that compares or juxtaposes one object with another object, the meaning of metaphor or figure of speech. which uses an analogy or parable of two different things, and the meaning of personification or figure of speech that compares humans with inanimate objects as if these objects have human-like characteristics. KEYWORDS: semantics, figurative meaning, literature, Iwan Fals song lyrics
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan Tahun Ajaran 2020/2021 Nur Azizah; Aan Anjasmara; Figiati Indra Dewi
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i2.29

Abstract

ABSTRAK: Menulis teks deskripsi melibatkan kecerdasan emosional dalam menuangkan ide dan menggambarkan objek. Kecerdasan emosional juga dibutuhkan sebagai daya dorong dalam diri seorang siswa untuk melibatkan emosinya dalam berekspresi. Namun saat ini banyak siswa yang tidak dapat menulis teks deskripsi dengan baik. Maka dari itu penulis ingin mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan menulis teks deskripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kecerdasan emosional siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021, 2) kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021, dan 3) Pegaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat survei melalui studi korelasional.  Penulis mengambil populasi kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021 dengan jumlah 360 siswa. Sampel dalam penelitian ini mengambil 10% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 36 siswa. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pemerolehan data sebagai berikut: 1) teknik nontes, yaitu menggunakan angket dengan skala likert, 2) teknik tes, yaitu tes mengarang. Hasil penelitian yang diperoleh dari pengolahan data bahwa kecerdasan emosional siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021 sebesar 77% yang termasuk dalam kategori baik. Kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021 memperoleh rata-rata sebesar 82,64 yang termasuk dalam kategori baik. Pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021 memperoleh nilai r = 0,36 yang tergolong dalam kategori rendah dengan kontribusi 12,96%. KATA KUNCI: kecerdasan emosional; kemampuan menulis; teks deskripsi. >  THE INFLUENCE OF EMOTIONAL INTELLIGENCE TOWARDS THE CAPABILITY OF WRITING DESCRIPTIVE TEXT OF SEVENTH GRADE STUDENTS IN JHS 2 KUNINGAN ACADEMIC YEAR 2020/2021   ABSTRACT: Writing descriptive text involves the emotional intelligence in expressing idea an describing object. Emotional intelligence is needed as a thrust in a student to involue his or her expresed emotions. But at this moment, there are many student who are not capable of writing descriptive text very well. Therefore, the writer wants to know the influence of emotional intelligence towards the capability of writing descriptive. This research aims to know: 1) The emotional intelligence of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021, 2) The capality of writing descriptive text of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021, 3) The influence of emotional intelligence towards the capability of writing descriptive text of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021. The research method that use is quantitative survey though correlational studies. The writer takes the population of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021 with 360 students. The research sample is 10% of the population and it is 36 students. In this research, the writer used dara acquisition technique as follows: 1) non-tes technique, is using a quetionnaire with a likert scale, 2) test technique, is a composing text. The results obtained from the data processing are the emotional intelligence of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021 is 77% in a good category. The capability of writing descriptive text of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021 obtains the average og 82,64 in a good category. The influence of emotional intelligence towards the capability of writing descriptive text of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021 achieves r = 0,36 with a low category and the contribution is 12,19%. KEYWORDS: descriptive text; emotional intellegence; the capability of writing
ANALISIS KEMAMPUAN PELAFALAN KONSONAN PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI DESA BANDORASA WETAN KECAMATAN CILIMUS KABUPATEN KUNINGAN Cindy Fitriantini; Sun Suntini; Ifah Hanifah
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i1.31

Abstract

ABSTRAK : Permasalahan dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penguasaan bahasa pada anak yang masih berusia 2-3 tahun; kajian fonologi. Penelitian ini adalah penelitian studi kasus yang menghasilkan data deskriptif. Data penelitian ini berupa kata-kata yang diucapkan oleh anak usia 2-3 tahun dalam berkomunikasi. Data diperoleh melalui wawancara, simak, rekam, dan catat. Analisis dilakukan selama pengumpulan data dan sesudah data terkumpul, menggunakan analisis deskriptif. Peneliti mengkaji hasil rekaman dengan seksama dengan langkah memutar hasil rekaman secara berulang-ulang sebelum menentukan bunyi apa saja yang dihasilkan oleh anak. Biasanya setelah anak usia 2-3 tahun, umumnya anak sudah menguasai semua jenis fonem vokal. Kaidah urutan pemerolehan bunyi bahasa pada anak yaitu dari bunyi yang mudah ke bunyi yang sukar. Sedangkan pada fonem konsonan terjadi kesulitan dalam melafalkannya. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan beberapa fonem konsonan yang masih sulit diucapkan oleh anak-anak yakni belum mampu mengucapkan fonem apikoalveolar (r). Dalam penelitian ini ditemukan adanya penggantian bunyi, penambahan bunyi, dan penghilangan bunyi. Penguasaan bahasa tidak hanya terikat pada kemampuan mengucapkan atau melafalkan suatu kata akan tetapi kemampuan mengucapkan atau melafalkan suatu kata akan tetapi kemampuan anak untuk mengaitkan jenis dan makna kata tersebut. Kriteria yang dipertimbangkan adalah anak telah dapat memproduksi bentuk yang dekat bunyinya dengan bentuk orang dewasa dan dapat mengaitkan bentuk dengan makna secara konsisten. KATA KUNCI : Kemampuan Pelafalan Konsonan, Fonologi. Analysis Of Consonant Pronunciation Ability in Children Ages 2-3 Years in Bandorasa Wetan Village Cilimus District Kunningan ABSTRACT : The problem in this study aims to describe the mastery of language in children aged 2-3 yers; phonological studies. This research is a case study research that produces descriptive data. The data of this research is in the from of words spoken by children aged 2-3 years in communicating. Data were obtained througt interviews, listening, recording, and taking notes. The analysis was carried out during data collection and after the data was collected, using descriptive analysis. Researchers examined the recordings carefully by playing the recordings repeatedly before determining what sounds were produced by the child. Usually after children aged 2-3 years, generally children have mastered all types of vowel phonemes. The rules four acquiring language sound in children are from easy sounds to difficult sounds. Meanwhile, consonant phonemes have difficulty in pronouncing them. Based on the results of the study, it was found that some consonant                        phonemes are still difficult to pronounce by children, namely they have not been able to pronounce apicoalveolar (r) phonemes. Language mastery is not only tied to the ability to pronounce or recite a word but the child’s ability to relate the type and meaning of the word. The criteria considered are that the chiold has been able to produce a from that is close in sound to the form of an adult and can associate form with meaning consistently. KEYWORD : Consonant, Pronunciation, Phonology.
PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI DESA CIHERANG BERDASARKAN SINTAKSIS Linda Amelia; Sun Suntini; Asep Jejen Jaelani
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2023)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v3i2.32

Abstract

ABSTRAK: Bahasa merupakan sarana komunikasi utama dalam kehidupan manusia di dunia ini, baik dalam bentuk tulisan, lisan, maupun yang berupa simbol tertentu. Tanpa bahasa manusia tidak bisa berkomunikasi karena manusia adalah makhluk sosial yang harus saling berintraksi. Penelitian dibidang pemerolehan bahasa ini dilatar belakangi keingintahuan peneliti mengenai struktur kalimat dan jenis kalimat pada anak usia 2-3 tahun. Yang dituangkan dalam judul “Pemerolehan Bahasa Anak Pada Usia 2- 3 Tahun di Desa Ciherang Berdasarkan Analisis Sintaksis”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana pemerolehan bahasa pertama pada anak usia 2-3 tahun di Desa Ciherang berdasarkan analisis sintaksis? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa pertama pada anak usia 2-3 tahun di Desa Ciherang berdasarkan analisis sintaksis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, teknik yang digunakan untuk pemerolehan data dalam penelitian ini adalah teknik wawancara. Berdasarkan data yang telah dianalisis yaitu Anak usia dua tahun dalam pemerolehan bahasa sintaksis sudah mampu menghasilkan kalimat deklaratif, imperatif, introgatif dan negatif. Namun mereka belum mampu berimprovisasi dengan kalimat yang mereka hasilkan. Sedangkan anak usia tiga tahun sudah mampu menghasilkam berbagai kalimat dengan baik dan sudah mampu berimprovisasi dengan kalimat yang mereka hasilkan.       KATA KUNCI: Pemerolehan Bahasa, Anak usia 2-3 tahun, Sintaksis.. >  PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 2-3 TAHUN DI DESA CIHERANG BERDASARKAN SINTAKSIS.   ABSTRACT: Language is the main means of communication in the human life in tis world, both in the written, spoken, and in the form of certain symbols. Without languge, the humans can not communicate because the humans are social beings who must inter act with each other. This research in the field of language acquisition is motivated by the curiosity of researhers about sentence structure and types sentence in the children age two until three years. Which is written in the title “Children‟s Language Acquisition Of Two Until Three Years In Ciherang City Based On Syntactic Analysis”. The purpose of this study is to describe the acquisition of the first languge in the children of two until three years in ciherang city based on syntactic analysis. The method used this study is a qualitative method, the technique used for data acquisitionin this study is an interview technique. Based on the data that has been analyzed is two years old in syntactic language acquisition have been able to produce declarative, imperative, introgative and negatife sentences, but they have not beer able to I‟m proved with the sentences they produce. While the children of three years old are able to produce various sentences they produce KEYWORDS: Acquisition Language, The Childern Two Until Three Years Old, Syntax.
PERBEDAAN KESANTUNAN BERBAHASA SISWA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN DI KELAS VIII SMP ISLAM TERPADU (IT) CIHIRUP TAHUN AJARAN 2020/2021 CEP ANDRY PRATAMA; IDA HAMIDAH; Aan Anjasmara
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i1.33

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini merupakan sebuah analisis perbedaan maksim kesantunan berbahasa pada siswa laki-laki dan perempuan di kelas VIII SMP IT Cihirup Tahun Ajaran 2020/2021. Rumusan Masalah pada penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah kesantunan berbahasa siswa laki-laki di kelas VIII SMP IT Cihirup? 2) Bagaimanakah kesantunan berbahasa siswa perempuan di kelas VIII SMPT IT Cihirup? 3) Bagaimanakah perbedaan kesantunan berbahasa siswa laki-laki dan perempuan di kelas VIII SMP IT Cihirup? Tujuan penelitian ini adalah memaparkan kesantunan berbahasa siswa laki-laki dan perempuan kemudian membandingkan kesantunan berbahasa yang digunakan oleh siswa kelas VIII ketika berdiskusi di dalam kelas. Teori yang digunakan tentang maksim kesantunan ini diambil berdasarkan teori maksim kesantunan dari Geoffrey Leech yakni maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian, maksim kerendahan hati, maksim kesepakatan, dan maksim kesimpatian. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif adapun metode deskiptif kualitatif ini dilakukan dengan cara menghasilkan data deskriptif melalui kata-kata lisan maupun tulisan dengan tahapan pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data yang dapat dilakukan secara bersamaan mengenai keadaan suatu objek. Dari hasil penelitian berupa analisis dapat peneliti simpulkan, bahwa maksim kesantunan berbahasa yang digunakan oleh siswa laki-laki di kelas VIII SMP IT Cihirup yakni maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, dan maksim kesepakatan. Dan maksim yang jarang digunakan yaitu maksim pujian, maksim kerendahan hati, dan maksim kesimpatian. Sedangkan maksim yang digunakan oleh siswa perempuan di kelas VIII SMP IT Cihirup yakni maksim kedermawanan, maksim kebijaksanaan, maksim kesepakatan, maksim pujian, dan maksim kesimpatian. Dan maksim yang jarang digunakan yaitu maksim keredahan hati. Maka dari hasil data penelitian tersebut siswa perempuanlah yang lebih banyak menggunakan kesantunan berbahasa dibandingkan dengan siswa laki-laki ketika pembelajaran diskusi di dalam kelas. KATA KUNCI: Kesantunan berbahasa;Maksim kebijaksanaan;Maksim kedermawanan;maksim pujian;Maksim kerendahan hati;Maksim kesepakatan;Maksim Kesimpatian >  DIFFERENCES IN LANGUAGE POLITENESS OF MALE AND FEMALE STUDENTS IN CLASS VIII SMP IT CIHIRUP FOR THE 2020/2021 ACADEMIC YEAR   ABSTRACT: This study is an analysis of the differences in language politeness maxims for male and female students in class VIII SMP IT Cihirup for the 2020/2021 Academic Year. The formulation of the problem in this study is 1) How is the language politeness of male students in class VIII of SMP IT Cihirup? 2) How is the language politeness of female students in class VIII SMPT IT Cihirup? 3) What are the differences in language politeness of male and female students in class VIII SMP IT Cihirup? The purpose of this study is to describe the language politeness of male and female students and then compare the language politeness used by class VIII students when discussing in class. The theory used about the maxim of politeness is based on the theory of the maxim of politeness from Geoffrey Leech, namely the maxim of wisdom, the maxim of generosity, the maxim of praise, the maxim of humility, the maxim of agreement, and the maxim of sympathy. This study uses a qualitative descriptive analysis method while this qualitative descriptive method is carried out by producing descriptive data through spoken and written words with the stages of data collection, data processing, and data analysis that can be carried out simultaneously regarding the state of an object. From the results of the research in the form of analysis, the researcher can conclude that the maxims of politeness in language used by male students in class VIII SMP IT Cihirup are the maxim of wisdom, the maxim of generosity, and the maxim of agreement. And the maxims that are rarely used are the maxim of praise, the maxim of humility, and the maxim of sympathy. Meanwhile, the maxims used by female students in class VIII of SMP IT Cihirup are the maxim of generosity, maxim of wisdom, maxim of agreement, maxim of praise, and maxim of sympathy. And the maxim that is rarely used is the maxim of humility. So from theof resultsthe research data, it is female students who use language politeness more than male students when learning discussions in class.   KEYWORDS: Politeness maxim of wisdom;Maxim of generosity;Maxim of praise;Maxim of humility;Maxim of agreement;Maxim of sympathy