cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana03@gmail.com
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.anafora@uniku.ac.id
Editorial Address
RT. 027 RW. 007 Desa Cengal Kecamatan Japara
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 28073991     DOI : https://doi.org/10.25134/ajpm
Core Subject : Education, Social,
Ruang lingkup penelitian artikel yang dapat diterbitkan di Jurnal Fon antara lain : (1) Kebahasaan Indonesia; keilmuan bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik); keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis); (2) Kesastraan Indonesia (teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranasi, sosiologi sastra); (3) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran). Kami terbuka menerima naskah dari para penulis dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fokus dan lingkup, etika publikasi, petunjuk penulisan, proses review, dan template jurnal yang harus diikuti oleh penulis.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2022)" : 5 Documents clear
Satire dan Sarkasme dalam Video Dewan Perwakilan Omel-omel (DPO) pada Akun Instagram Bintang Emon Irma Nur Ramandhani; Ifah Hanifah; Arip Hidayat
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i2.10

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan sosial saat ini. Penulis ingin penyimak video dapat memahami maksud/makna dari kritikan yang mengandung gaya bahasa satire dan sarkasme dalam video DPO yang diunggah oleh Bintang Emon sehingga dapat memperbaiki kesalahan dari sesuatu yang terjadi di masyarakat. Dewan Perwakilan Omel-omel (DPO) adalah sebuah video yang dibuat oleh pelawak bernama Bintang Emon untuk mengekspresikan keresahan-keresahannya. Sindiran dan kritikan dalam video tersebut dikemas dengan pembawaan yang dapat menghibur pendengar/penontonnya. Rumusan masalah dari penelitian ini yaitu, bagaimana satire dan sarkasme dalam video DPO pada akun Instagram Bintang Emon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk satire dan sarkasme dalam video DPO tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis konten dengan teknik pemerolehan data berupa dokumentasi dengan cara mengunduh video DPO dari akun Instagram Bintang Emon. Dari keseluruhan video DPO yang diunggah dalam Instagram Bintang Emon, penulis hanya memilih video pada periode Februari – April 2020. Dari data tersebut, penulis menemukan data yang termasuk ke dalam jenis satire horation, satire juvenalian, dan sarkasme kasar (dirty sacasm). Berdasarkan hal tersebut, gaya bahasa yang paling dominan yaitu jenis satire juvenalian dan yang paling sedikit ditemukan yaitu satire horation.KATA KUNCI : satire, sarkasme, video DPO. ABSTRACT : This research is motivated by the current social situation. The author wants video listeners to understand the intent/meaning of the criticism that contains satire and sarcasm in the DPO video uploaded by Bintang Emon so that they can correct mistakes from something that happens in society. The Omel-omel Representatives Council (DPO) is a video made by comedian named Bintang Emon to express his worries. The satire and criticism in the video are packed with a disposition that can entertain the listeners/viewers. The problem formulation of this research is, how is satire and sarcasm in the DPO video on Bintang Emon's Instagram account. The purpose of this research was to determine the form of satire and sarcasm in the DPO video. The research method used in this study is the content analysis method with data acquisition techniques in the form of documentation by downloading DPO videos from Bintang Emon's Instagram account. Of all the DPO videos uploaded on Bintang Emon's Instagram, the author only chose videos in the February – April 2020 period. From these data, the writer finds data that fall into the types of satire horation, juvenalian satire, and dirty sacasm. Based on this, the most dominant language style is juvenile satire and the least found is satire horation.KEYWORDS : satire, sarcasm, DPO videos.
ANALISIS MUATAN NILAI KARAKTER DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS X KURIKULUM 2013 Junaedi; Asep Jejen Jaelani Jaelani; Sun Suntini
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i2.14

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi adanya indikasi bahwa tidak semua buku teks memuat nilai karakter, karena itu penulis meninjau bagaimana muatan nilai karakter peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Tujuan penelitian, untuk mendeskripsikan muatan nilai karakter peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif dengan teknik pemerolehan data berupa dokumentasi. Hasil penelitian, berdasarkan proses analisis tersebut menghasilkan simpulan bahwa terdapat  nilai karakter peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum 2013. Dari dua puluh dua data yang dianalisis terdapat empat data yang merepresentasikan nilai karakter peduli lingkungan, sepuluh data nilai karakter peduli sosial, dan delapan data nilai karakter tanggung jawab. Dari empat data yang merepresentasikan nilai karakter peduli lingkungan mengarah pada pentingnya menjaga lingkungan alam, sepuluh data nilai karakter peduli sosial mengarah pada pentingnya membaca isyarat sosial serta bersikap empati, dan delapan data nilai karakter tanggung jawab mengarah pada pentingnya menjaga sesuatu, bekerja keras, dan membantu membuat dunia menjadi lebih baik. Adapun rekomendasi untuk pengembang buku teks perlu adanya muatan nilai karakter secara komprehensif, untuk guru karena tidak semua merepresentasikan nilai karakter secara rinci penulis menyarankan adanya penyampaian oleh guru kepada siswa secara mendalam, untuk penulis selanjutnya diharap membaca dapat menafsirkan secara komprehensif. KATA KUNCI: Buku teks, kurikulum, nilai karakter, pendidikan.   CHARACTER VALUE LOAD ANALYSIS IN INDONESIAN TEXTBOOKCLASS X CURRICULUM 2013   ABSTRACT: This research is motivated by indications that not all textbooks contain character values, therefore the author reviews how the character values ​​of environmental care, social care, and responsibility are charged. The purpose of this research is to describe the character values ​​of environmental care, social care, and responsibility. The research method used in this study is a qualitative method with data acquisition techniques in the form of documentation. The results of the study, based on the analysis process, resulted in the conclusion that there are character values ​​of caring for the environment, social care, and responsibility in the Indonesian Language Textbook Class X Curriculum 2013. Of the twenty-two data analyzed there are four data that represent the character values ​​of caring for the environment, ten data on social care character values, and eight data on responsibility character values. Of the four data that represent the value of caring for the environment character points to the importance of protecting the natural environment, ten data values ​​of the character of social care point to the importance of reading social cues and being empathetic, and eight data on the value of the character of responsibility pointing to the importance of taking care of something, working hard, and helping. make the world better. As for recommendations for textbook developers, it is necessary to have a comprehensive character value content, for teachers because not all of them represent character values ​​in detail, the author suggests that the teacher conveys to students in depth, for further researchers, it is hoped that reading can interpret comprehensively. KEYWORDS: Textbooks, curriculum, character values, education.
PERBANDINGAN KEMAMPUAN MENYIMAK DONGENG DENGAN MEDIA BONEKA TANGAN DAN MEDIA GAMBAR PADA ANAK USIA DINI MAULINA SWASTIKA MAHARANI; Asep Jejen Jaelani; Sun Suntini
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i2.19

Abstract

  ABSTRAK: Kemampuan menyimak harus dikembangkan pada anak usia dini dalam kehidupan sehari-hari. Pada pendidikan pun dongeng merupakan hal yang tidak asing lagi. Karena dalam mendongeng anak mulai belajar dengan cara menyimak. Masalah dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana kemampuan menyimak dongeng anak usia dini dengan menggunakan media boneka tangan? 2) Bagaimana kemampuan menyimak dongeng anak usia dini dengan menggunakan media gambar? 3) Bagaimana perbandingan kemampuan menyimak dongeng anak usia dini dengan menggunakan media boneka tangan dan media gambar?. Penelitian ini menggunakan Metode deskriptif komparatif, yaitu metode yang digunakan untuk menggambarkan perbandingan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes. Populasi dalam penelitian ini adalah Anak Usia Dini usia 5-7 tahun yang berada dilingkungan kavling srimulya RT/RW:016/003 Desa Ancaran. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan menyimak dongeng anak menggunakan media gambar dilihat dari rata-rata 78,6 termasuk pada kriteria baik, sedangkan kemampuan menyimak dongeng anak menggunakan media boneka tangan dilihat dari rata-rata 69,26 termasuk pada kriteria cukup. Hasil uji t diperoleh hasil   pada taraf signifikansi 0,05 yaitu (1,980) sedangkan  sebesar (2,061) dengan demikian  < . Artinya tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan menyimak dongeng dengan menggunakan media boneka tangan dan media gambar pada anak usia dini di Kavling Srimulya Desa Ancaran. Sedangkan pada taraf signifikansi 0,01 diperoleh hasil  (2,617) > (2,061), yang berarti ada perubahan signifikan dalam kemampuan menyimak dongeng dengan menggunakan media boneka tangan dan media gambar pada anak usia dini di Kavling Srimulya Desa Ancaran. KATA KUNCI : Dongeng;kemampuan menyimak;media boneka tangan;media gambar;perbandingan   COMPARISON OF THE ABILITY TO LISTENING TO FAIRY TALES WITH HAND PUPPET MEDIA AND IMAGE MEDIA IN CHILDREN EARLY AGE   ABSTRACT: Listening skills must be developed in early childhood in everyday life. Even in education, fairy tales are familiar. Because in storytelling, children begin to learn by listening. The problem in this research is 1) How is the ability to listen to fairy tales for early childhood using hand puppet media? 2) How is the ability to listen to fairy tales for early childhood using picture media? 3) How do you compare the ability to listen to fairy tales for early childhood using hand puppets and picture media?. This study uses a comparative descriptive method, which is the method used to describe the comparison. Data collection techniques using tests. The population in this study were early childhood children aged 5-7 years who were in the Srimulya plot of RT/RW: 016/003 Ancaran Village. The conclusion in this study shows that the ability to listen to children's fairy tales using picture media is seen from an average of 78.6 including the good criteria, while the ability to listen to children's fairy tales using hand puppet media is seen from an average of 69.26 including enough criteria. The results of the t-test obtained the results of t_tabel at a significance level of 0.05, namely (1.980) whilet_hitung is (2.061), thus t_tabel < t_hitung. This means that there is no significant difference in the ability to listen to fairy tales using hand puppets and picture media for early childhood in the Srimulya, Ancaran Village. While at the 0.01 significance level, the results showed t_tabel (2,617) > t_hitung(2,061), that there was a significant change in the ability to listen to fairy tales using hand puppets and pictures in early childhood in Srimulya, Ancaran Village. KEYWORS : Fairy tales;Listening Ability;Hand Puppet Media;Picture Media;Comparison
Pengaruh Kecerdasan Emosional terhadap Kemampuan Menulis Teks Deskripsi Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan Tahun Ajaran 2020/2021 Nur Azizah; Aan Anjasmara; Figiati Indra Dewi
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i2.29

Abstract

ABSTRAK: Menulis teks deskripsi melibatkan kecerdasan emosional dalam menuangkan ide dan menggambarkan objek. Kecerdasan emosional juga dibutuhkan sebagai daya dorong dalam diri seorang siswa untuk melibatkan emosinya dalam berekspresi. Namun saat ini banyak siswa yang tidak dapat menulis teks deskripsi dengan baik. Maka dari itu penulis ingin mengetahui pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan menulis teks deskripsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kecerdasan emosional siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021, 2) kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021, dan 3) Pegaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat survei melalui studi korelasional.  Penulis mengambil populasi kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021 dengan jumlah 360 siswa. Sampel dalam penelitian ini mengambil 10% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 36 siswa. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pemerolehan data sebagai berikut: 1) teknik nontes, yaitu menggunakan angket dengan skala likert, 2) teknik tes, yaitu tes mengarang. Hasil penelitian yang diperoleh dari pengolahan data bahwa kecerdasan emosional siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021 sebesar 77% yang termasuk dalam kategori baik. Kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021 memperoleh rata-rata sebesar 82,64 yang termasuk dalam kategori baik. Pengaruh kecerdasan emosional terhadap kemampuan menulis teks deskripsi siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kuningan tahun ajaran 2020/2021 memperoleh nilai r = 0,36 yang tergolong dalam kategori rendah dengan kontribusi 12,96%. KATA KUNCI: kecerdasan emosional; kemampuan menulis; teks deskripsi. >  THE INFLUENCE OF EMOTIONAL INTELLIGENCE TOWARDS THE CAPABILITY OF WRITING DESCRIPTIVE TEXT OF SEVENTH GRADE STUDENTS IN JHS 2 KUNINGAN ACADEMIC YEAR 2020/2021   ABSTRACT: Writing descriptive text involves the emotional intelligence in expressing idea an describing object. Emotional intelligence is needed as a thrust in a student to involue his or her expresed emotions. But at this moment, there are many student who are not capable of writing descriptive text very well. Therefore, the writer wants to know the influence of emotional intelligence towards the capability of writing descriptive. This research aims to know: 1) The emotional intelligence of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021, 2) The capality of writing descriptive text of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021, 3) The influence of emotional intelligence towards the capability of writing descriptive text of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021. The research method that use is quantitative survey though correlational studies. The writer takes the population of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021 with 360 students. The research sample is 10% of the population and it is 36 students. In this research, the writer used dara acquisition technique as follows: 1) non-tes technique, is using a quetionnaire with a likert scale, 2) test technique, is a composing text. The results obtained from the data processing are the emotional intelligence of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021 is 77% in a good category. The capability of writing descriptive text of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021 obtains the average og 82,64 in a good category. The influence of emotional intelligence towards the capability of writing descriptive text of seventh grade students in JHS 2 Kuningan academic year 2020/2021 achieves r = 0,36 with a low category and the contribution is 12,19%. KEYWORDS: descriptive text; emotional intellegence; the capability of writing
KETERBACAAN WACANA DALAM SOAL UJIAN SEKOLAH TINGKAT SMA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI KABUPATEN KUNINGAN DENGAN MENGGUNAKAN GRAFIK FRY Paryati; Sun Suntini; IDA HAMIDAH
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v2i2.35

Abstract

ABSTRAK: Keterbacaan yaitu terbaca atau tidaknya suatu bacaan oleh pembaca. Dalam ujian sekolah terdapat soal yang menjadi tolak ukur kemampuan siswa siswinya salah satunya mata pelajaran bahasa Indonesia, banyak sekolah kurang memperhatikan antara soal dengan wacana apakah sudah sesuai dengan tingkatan sekolah atau tidak. Ada kalanya wacana yang terdapat pada soal tidak sesuai dengan tingkatan, contoh: Untuk tingkat sekolah menengah atas terdapat beberapa wacana yang seharusnya di peruntukan sekolah dasar..Penelitian ini mendeskripsikan wacana dalam soal ujian sekolah tingkat SMA mata pelajaran Bahasa Indonesia di Kabupaten Kuningan, penelitian ini menentukan tingkat keterbacaan setiap wacana dalam soal ujian sekolah. Soal ujian sekolah yang dijadikan sampel yaitu: SMAN 1 Kuningan, SMAN 1 Garawangi, dan SMAN 1 Cilimus yang berada di Kabupaten Kuningan; Bagaimana keterbacaan wacana dalam soal ujian sekolah tingkat SMA mata pelajaran Bahasa Indonesia di Kabupaten Kuningan dengan menggunakan grafik fry?; Tujuan penelitian: Untuk mendeskripsikan keterbacaan wacana dalam soal ujian sekolah tingkat SMA mata pelajaran Bahasa Indonesia di Kabupaten Kuningan dengan menggunakan grafik fry; dengan metode: Deskriptif kualitatif; teknik pemerolehan data (studi pustaka, dokumentasi) dan teknik pengolahan data (analisis); Objek penelitian: Soal wacana (pilihan ganda) ujian sekolah tingkat SMA di Kabupaten Kuningan Tahun 2020. Hasil dari penelitian ini keterbacaan wacana dalam soal ujian sekolah di Kabupaten Kuningan  keterbacaan wacana dalam soal ujian sekolah tingkat SMA mata pelajaran bahasa Indonesia di kabupaten Kuningan dengan  menggunakan grafik fry ialah wacana dalam soal tersebut yakni total dari keseluruhan soal wacana yang dianalisis terdapat 90 soal dan untuk soal ujian sekolah tingkat SMA mata pelajaran bahasa Indonesia di kabupaten Kuningan layak digunakan pada tingkat SMP dan SD dengan demikian wacana yang sesuai untk tingkat SMA hanya 13 wacana dari keseluruhan wacana yang sudah di analisis.   KATA KUNCI: Keterbacaan; Wacana; Soal Ujian sekolah tingkat SMA >  ABSTRACT: Readability is whether or not a reading is read by the reader. In school exams, there are questions that become a benchmark for students' abilities, one of which is Indonesian language subjects, many schools pay less attention to whether the questions and the discourse are in accordance with the school level or not. There are times when the discourse contained in the questions does not match the level, for example: For the high school level there are several discourses that should be designated for elementary schools. determine the level of readability of each discourse in school exam questions. The school exam questions that were sampled were: SMAN 1 Kuningan, SMAN 1 Garawangi, and SMAN 1 Cilimus in Kuningan Regency; How is the readability of discourse in high school exam questions for Indonesian subjects in Kuningan Regency using the fry chart?; Research objectives: To describe the readability of discourse in high school exam questions for Indonesian language subjects in Kuningan Regency using the fry chart; with the method: qualitative descriptive; data acquisition techniques (literature study, documentation) and data processing techniques (analysis); Object of research: Discourse questions (multiple choice) for high school exams in Kuningan Regency in 2020. The results of this research are readability of discourse in school exam questions in Kuningan Regency, discourse readability in high school exam questions for Indonesian language subjects in Kuningan Regency by using graphs fry is the discourse in the matter, namely the total of all the discourse questions analyzed there are 90 questions and for the high school level exam questions the Indonesian language subject in Kuningan district is suitable for use at the junior high and elementary levels, thus the appropriate discourse for the high school level is only 13 discourses from the whole discourse that has been analyzed KEYWORDS: Readability, Discourse, High School Exam QuestionssQuestions

Page 1 of 1 | Total Record : 5