cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana03@gmail.com
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
journal.anafora@uniku.ac.id
Editorial Address
RT. 027 RW. 007 Desa Cengal Kecamatan Japara
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 28073991     DOI : https://doi.org/10.25134/ajpm
Core Subject : Education, Social,
Ruang lingkup penelitian artikel yang dapat diterbitkan di Jurnal Fon antara lain : (1) Kebahasaan Indonesia; keilmuan bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, wacana, pragmatik, sosiolinguistik, psikolinguistik); keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis); (2) Kesastraan Indonesia (teori sastra, sejarah sastra, kritik sastra, sastra bandingan, ekranasi, sosiologi sastra); (3) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (perencanaan pembelajaran, strategi pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kurikulum, bahan ajar, dan media pembelajaran). Kami terbuka menerima naskah dari para penulis dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fokus dan lingkup, etika publikasi, petunjuk penulisan, proses review, dan template jurnal yang harus diikuti oleh penulis.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "vol 5 no 2 (2025)" : 10 Documents clear
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Laporan Hasil Analisis Puisi Melalui Model Pembelajaran Berbasis Proyek dengan Pendekatan Culturally Responsive Teaching Ida Hamidah; Raihan Shafira; Moh Ade Rohana
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.197

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dirancang untuk mendeskripsikan proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, serta mengevaluasi secara mendalam peningkatan keterampilan menulis teks laporan hasil analisis puisi pada siswa kelas IX C SMP Negeri 2 Kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sebuah pendekatan reflektif dan siklik yang mengadopsi model Kemmis dan McTaggart. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus, yang mencakup serangkaian pertemuan pembelajaran yang terstruktur dan terfokus pada penerapan model Pembelajaran berbasis proyek (PjBL) yang diintegrasikan secara sinergis dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Integrasi ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang relevan secara budaya dan berpusat pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dan terukur dalam kemampuan menulis teks laporan hasil analisis puisi siswa. Peningkatan ini dibuktikan dengan adanya perubahan positif pada nilai rata-rata siswa, yang meningkat dari 62,47 pada tahap prasiklus menjadi 92,85 pada tahap siklus I. Perubahan ini mengindikasikan bahwa intervensi pembelajaran yang diterapkan memiliki dampak yang substansial terhadap pemahaman dan keterampilan siswa dalam menganalisis dan melaporkan hasil analisis puisi. Lebih lanjut, peningkatan ini tidak hanya terbatas pada pergeseran nilai rata-rata, tetapi juga tercermin dalam peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa, yang meningkat secara dramatis dari 38,24% pada prasiklus menjadi 97,06% pada siklus I. Data ini menegaskan bahwa sebagian besar siswa telah mencapai tingkat penguasaan yang memadai setelah intervensi. Temuan penting dari penelitian ini adalah penekanan pada pentingnya mengintegrasikan unsur budaya lokal ke dalam pembelajaran puisi. Strategi pembelajaran yang dikembangkan dan diterapkan melibatkan penggunaan karya penyair Jawa Barat sebagai materi pembelajaran yang relevan secara budaya, serta mengaitkan makna puisi dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi intrinsik siswa, memperdalam pemahaman mereka terhadap nuansa dan kompleksitas materi puisi, dan pada gilirannya, meningkatkan keterampilan menulis mereka secara signifikan. KATA KUNCI: Keterampilan menulis, puisi, teks laporan, Pembelajaran berbasis proyek, Culturally Responsive Teaching.   Improving Writing Skills of Poetry Analysis Report Texts through Project Based Learning Model with Culturally Responsive Teaching Approach   ABSTRACT: This research was designed to describe the process of learning planning and implementation, and to thoroughly evaluate the improvement in the skill of writing poetry analysis report texts in class IX C students of SMP Negeri 2 Kuningan. The method used in this research is Classroom Action Research (CAR), a reflective and cyclical approach adopting the Kemmis and McTaggart model. This research was conducted in one cycle, which included a series of structured learning sessions focused on the application of the Project-Based Learning (PjBL) model synergistically integrated with the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach. This integration aims to create a culturally relevant and student-centered learning environment. The research results show a significant and measurable increase in students' ability to write poetry analysis report texts. This improvement is evidenced by a positive change in the students' average score, which increased from 62.47 in the pre-cycle stage to 92.85 in Cycle I. This change indicates that the implemented learning intervention had a substantial impact on students' understanding and skills in analyzing and reporting poetry analysis results. Furthermore, this improvement was not only limited to the shift in the average score but was also reflected in a dramatic increase in the percentage of students' learning completeness, which rose from 38.24% in the pre-cycle to 97.06% in Cycle I. This data confirms that most students achieved an adequate level of mastery after the intervention. A key finding of this research is the emphasis on the importance of integrating local cultural elements into poetry learning. The developed and implemented learning strategies involved the use of works by West Javanese poets as culturally relevant learning material, and linking the meaning of poetry to students' daily life contexts. This approach proved effective in increasing students' intrinsic motivation, deepening their understanding of the nuances and complexities of poetry material, and in turn, significantly improving their writing skills. KEYWORDS: Writing skills, poetry, report text, Project Based learnig, Culturally Responsive Teaching.  
FENOMENA TINDAK TUTUR BAHASA SUNDA PADA NOVEL ISTRI-ISTRI NU DIPIHORMAT KARYA MEMEN DURACHMAN Ratnawati; Mega Sri Rahmah
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.208

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini memiliki latar belakang mengenai pentingnya memahami konteks tuturan dan tindak tutur agar tehindar dari kesalahpahaman dalam memahami suatu tuturan. Sumber data penelitian ini adalah novel Sunda novel Istri-istri nu Dipihormat karya Memen Durachman karena novel Sunda memiliki banyak pesan-pesan kehidupan dan menjadi salah satu upaya melestarikan bahasa Sunda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tindak tutur dalam dialog novel Istri-Istri nu Dipihormat karya Memen Durachman melalui teori Austin. Metode yang dipakai adalah metode deskriptif analitis dengan memakai teknik pengumpulan data berupa telaah pustaka dan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari  385 dialog yang terdapat dalam novel, bentuk tindak tutur yang ditemukan dalam novel ini yaitu, lokusi dengan jumlah 202 tuturan, ilokusi sejumlah 193 tuturan, dan perlokusi sejumlah 228 tuturan. Hasil penelitian ini bisa digunakan untuk alternatif dalam pembelajaran paguneman yang sesuai dengan KIKD, sehingga bisa menjadi upaya melestarikan bahasa Sunda. KATA KUNCI: Dialog; novel; tindak tutur >  THE PHENOMENON OF SPEECH ACTS IN THE SUNDANESE NOVEL ISTRI-ISTRI NU DIPIHORMAT BY MEMEN DURACHMAN   ABSTRACT: This research is motivated by the importance of understanding the context of speech and speech acts to avoid misunderstanding in understanding speech. The source of the research data is the Sundanese novel Wife-wife nu Dipihormat by Memen Durachman because Sundanese novels have many messages about life and are one of the efforts to preserve the Sundanese language. The purpose of this research is to find out the speech acts in the dialogue of Memen Durachman's novel Wife-Wife nu Dipihormat through Austin's theory. The method used is the descriptive analytical method using data collection techniques in the form of literature review and data analysis. The results of the study show that of the 385 dialogues in the novel, the forms of speech acts found in this novel are locations with a total of 202 utterances, illocutionary acts with a total of 193 utterances, and perlocutions with a total of 228 utterances. The results of this study can be used as an alternative in paguneman learning that is by KIKD, so that it can be an effort to preserve Sundanese. KEYWORDS: Dialogue; novel; speech art
Teknik Wacana Persuasif dan Gaya Bahasa pada Live Streaming Produk Kecantikan Skintific di Akun Tiktok @skintific_id Periode 2025 Astri Apriliani; Ifah Hanifah; figiati Indra Dewi
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.218

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya penggunaan teknik persuasif dan gaya bahasa yang digunakan dalam wacana live streaming produk kecantikan Skintific sebagai salah satu cara dalam mempengaruhi dan menarik perhatian konsumen di akun TikTok @skintific_id periode 2025. Rumusan masalah 1) Bagaimana teknik persuasif yang digunakan dalam wacana live streaming produk kecantikan Skintific di akun TikTok @skintific_id periode 2025? 2) Bagaimana gaya bahasa yang digunakan dalam wacana live streaming produk kecantikan Skintific di akun TikTok @skintific_id periode 2025? 3) Bagaimana kaitan antara teknik persuasif dan gaya bahasa yang digunakan dalam wacana live streaming produk kecantikan Skintific di akun TikTok @skintific_id periode 2025? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan teknik persuasif dan gaya bahasa serta untuk mendeksrikpsikan kaitan antara teknik persuasif dan gaya bahasa yang digunakan dalam wacana live streaming produk kecantikan Skintific di akun TikTok @skintific_id periode 2025. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dekriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan jika Skintific lebih cenderung menggunakan teknik rasionalisasi dan teknik sugesti. Sementara itu, ditemukan pula gaya bahasa yang paling dominan seperti gaya bahasa paralelisme, hiperbola, tautotes dan epizeukis. Adanya keterkaitan erat antara teknik persuasif yang didukung gaya bahasa ini menunjukkan jika keduanya memiliki peran yang penting untuk menciptakan efek retorika yang kuat dalam menarik perhatian konsumen. KATA KUNCI: Gaya bahasa; live streaming; Skintific; teknik persuasif; TikTok; wacana persuasif.     PERSUASIVE DISCOURSE TECHNIQUES AND LANGUAGE STYLES ON LIVE STREAMING OF SKINTIFIC BEAUTY PRODUCTS ON TikTok ACCOUNT @SKINTIFIC_ID PERIOD 2025 ABSTRACT: This research is motivated by the use of persuasive techniques and language styles used in the discourse of live streaming of Skintific beauty products as one way to influence and attract consumer attention on the TikTok account @skintific_id for the 2025 period. Problem formulation 1) How are the persuasive techniques used in the discourse of live streaming of Skintific beauty products on the TikTok account @skintific_id for the 2025 period? 2) How is the language style used in the discourse of live streaming of Skintific beauty products on the TikTok account @skintific_id for the 2025 period? 3) What is the relationship between persuasive techniques and language styles used in the discourse of live streaming of Skintific beauty products on the TikTok account @skintific_id for the 2025 period? The purpose of this study is to describe persuasive techniques and language styles and to describe the relationship between persuasive techniques and language styles used in the discourse of live streaming of Skintific beauty products on the TikTok account @skintific_id for the period 2025. The research method used in this study is qualitative descriptive. The results of the study show that Skintific tends to use rationalization techniques and suggestion techniques. Meanwhile, the most dominant language styles were also found, such as parallelism, hyperbole, tautotes and epizeukis. The close relationship between persuasive techniques supported by this language style shows that both have an important role in creating a strong rhetorical effect in attracting consumer attention. KEYWORDS: Style of language; live streaming; Skintific; persuasive techniques; TikTok; persuasive discourse.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIDATO DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) BERBASIS AUDIO VISUAL PADA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SINDANGAGUNG Rizal Noor Fadillah; Asep Jejen Jaelani Jaelani; aan Anjasmara
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.238

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpidato siswa melalui penerapan metode pembelajaran iteraktif pada metri teks pidato. Latar belakang ini didasarkan pada rendahnya kemampuan siswa dalam menyampaikan pidato secara lisan, yang dilanjutkan oleh kurangnya penguasaan struktur teks, intonasi, serta kepercayaan diri saat di depan umum. Penelitian ini menggunakan Pendekatan Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian yang digunakan adalah 24 siswa kelas VIII E di SMPN 2 Sidangagung. Tekni pengumpulan data meliputi observasi dan tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pada kemampuan berpidato siswa. Pada siklus 1, rata-rata nilai siswa sebesar 68,09 dan meningkat menjadi 82,84 pada siklus II. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan metode pembelajaran yang digunakan, yang menekankan pada latihan praktik, bimbingan langsung, dan penggunaan media pendukung. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran teks pidato secara interaktif dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa secara efektif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih menarik dan bermakna. KATA KUNCI: Keterampilan berbicara; Pembelajaran Interaktifi; Penelitian tindakan Kelas; Teks Pidato.     IMPROVING PULBIC SPEAKING SKILL THROUGH THE PROJECT - BASED LEARNING (PJBL) MODEL BASED ON AUDIOVISUAL MEDIA IN GRADE VII SMP NEGERI 2 SINDANGAGUNG ABSTRACT: This study aims to improve the public speaking skills of eighth-grade students at SMPN 2 Sindangagung through the implementation of Project-Based Learning (PjBL) using audiovisual media in teaching speech texts. The research was motivated by students’ low confidence and limited ability to deliver structured and expressive speeches. This classroom action research (CAR) was conducted in two cycles involving 24 students of class VIII. Data collection techniques included observation, performance assessments, and documentation.The results showed a significant improvement in students’ speaking performance. In the first cycle, the average score was 68.09, which increased to 82.84 in the second cycle. This progress reflects the effectiveness of the PjBL approach and the use of audiovisual media in engaging students actively in learning, especially through practical speaking activities. It can be concluded that applying PjBL with audiovisual support can effectively enhance students' mastery of speech texts and their public speaking confidence. This study is expected to serve as a reference for teachers in designing innovative and student-centered Indonesian language instruction. KEYWORDS: Public speaking skills; Project-Based Learning; audiovisual media; classroom action research; speech text
MEKANISME PERTAHANAN PADA STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH DALAM FILM “SEMUSIM SETELAH KEMARAU” KARYA DYAN SUNU PRASTOWO nur fadilah; Ilmiyautur Rosidah; Sugianti
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.248

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian dan mekanisme pertahanan diri tokoh-tokoh dalam film Semusim Setelah Kemarau karya Dyan Sunu Prastowo dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Teori ini menyoroti interaksi antara id, ego, dan superego dalam membentuk perilaku individu serta peran mekanisme pertahanan diri dalam menghadapi tekanan batin. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi adegan, dialog, dan ekspresi tokoh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Kaldera, Papa Kaldera, Handaru, dan Mama Kaldera memiliki struktur kepribadian yang berbeda dan mencerminkan dinamika psikologis yang kompleks, dengan bentuk mekanisme pertahanan diri yang dominan seperti represi, rasionalisasi, proyeksi, regresi, dan sublimasi. Kaldera sebagai tokoh utama mengalami konflik batin akibat trauma masa kecil dan hubungan yang renggang dengan ayahnya. Penelitian ini memperkaya kajian psikologi sastra serta memberikan manfaat praktis bagi akademisi, penonton, dan kreator film dalam memahami serta menciptakan karakter yang lebih realistis secara psikologis. KATA KUNCI:. Psikologi sastra; mekanisme pertahanan diri; struktur kepribadian; film. >  DEFENSE MECHANISMS IN THE PERSONALITY STRUCTURE OF CHARACTERS IN THE FILM SEMUSIM SETELAH KEMARAU"   ABSTRACT: This study aims to describe the personality structure and defense mechanisms of the characters in the film Semusim Setelah Kemarau by Dyan Sunu Prastowo using a literary psychology approach based on Sigmund Freud’s psychoanalytic theory. This theory highlights the interaction between the id, ego, and superego in shaping individual behavior, as well as the role of defense mechanisms in dealing with psychological pressure. This research employs a qualitative descriptive method, with data collected through observations of scenes, dialogues, and character expressions in the film. The results show that each main character Kaldera, Kaldera's father, Handaru, and Kaldera's mother possesses a distinct personality structure and displays complex psychological dynamics. The most dominant defense mechanisms found include repression, rationalization, projection, regression, and sublimation. Kaldera, as the central character, exhibits intense inner conflict due to childhood trauma and a strained relationship with his father. KEYWORDS: Literary psychology; defense mechanisms; personality structure; film.
Perilaku Androgini Tokoh Utama Dalam Naskah Drama "DEDES (Terperdaya atau Memperdaya Menjadi Sah-sah Saja" Karya Aan Sugianto Mas Intan Maharani; arip hidayat; Aan Anjasmara
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.293

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini berangkat dari adanya ketimpangan representasi gender dalam karya sastra, khususnya dalam penggambaran karakter perempuan yang seringkali stereotipikal. Naskah drama Dedes karya Aan Sugianto Mas menghadirkan tokoh utama perempuan dengan karakteristik yang tidak biasa, yakni memadukan sifat maskulin dan feminin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku androgini tokoh utama dalam naskah tersebut serta menjelaskan bagaimana perilaku tersebut membentuk alur cerita. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Data penelitian berupa dialog dan tindakan tokoh yang menunjukkan ciri-ciri androgini, yaitu perpaduan antara sifat maskulin dan feminin dalam satu individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Dedes menampilkan perilaku androgini melalui keberanian, kepemimpinan, empati, dan kelembutan yang ditampilkannya dalam berbagai situasi. Perilaku ini tidak hanya memperkaya karakter tokoh, tetapi juga mendorong perkembangan plot, khususnya dalam konflik batin, relasi antar tokoh, dan resolusi cerita. Kesimpulannya, androgini dalam tokoh Dedes menjadi kekuatan naratif yang memperkuat pesan feminisme dan pemberdayaan dalam naskah drama tersebut. KATA KUNCI: Androgini; tokoh dedes; drama; sastra; gender >  ANDROGYNOUS BEHAVIOR OF THE MAIN CHARACTER IN THE DRAMA SCRIPT " DEDES (TERPERDAYA ATAU MEMPERDAYA MENJADI SAH-SAH SAJA)" BY AAN SUGIANTO MAS   ABSTRACT: The problem in this research arises from the imbalance in gender representation in literary works, particularly in the portrayal of female characters who are often depicted stereotypically. The drama script Dedes by Aan Sugianto Mas presents a female protagonist with unusual characteristics, namely a combination of masculine and feminine traits. This study aims to describe the androgynous behavior of the main character in the drama and explain how such behavior shapes the plot. The research uses a qualitative approach with descriptive analysis techniques. The data consist of dialogues and actions that reflect androgynous traits, such as the fusion of masculine and feminine qualities in a single individual. The results show that the character Dedes exhibits androgynous behavior through her courage, leadership, empathy, and tenderness in various situations. This behavior not only enriches the character but also drives the development of the plot, especially in terms of internal conflict, character relationships, and story resolution. In conclusion, the androgyny of the character Dedes serves as a narrative strength that reinforces the themes of feminism and empowerment in the drama script. KEYWORDS: Androgyny; dedes; drama; literature; gender
PERUBAHAN BENTUK PELESETAN TATARAN FONOLOGI DAN FUNGSI BAHASA PELESETAN PADA KOMENTAR DI AKUN TIKTOK @RENSIA_SANVIRA PERIODE MARET TAHUN 2024 Hana Putri; Asep Jejen Jaelani; Andriyana
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.294

Abstract

ABSTRAK: Fenomena penggunaan pelesetan di TikTok menunjukkan bahwa pelesetan bukan sekadar permainan kata, melainkan menjadi media untuk memenuhi berbagai kebutuhan sosial di masyarakat dan menciptakan berbagai kreativitas berbahasa melalui perubahan bentuk fonem dan menjadi media bagi masyarakat dalam mengekspresikan pikiran dan emosi serta sebagai media hiburan. Penelitian ini di latar belakangi oleh fenomena pelesetan yang menjadi trending di sosial media TikTok akun @rensia_sanvira. Rumusan masalah: 1) bagaimana perubahan bentuk fonologi bahasa pelesetan pada komentar di akun TikTok @rensia_sanvira? 2) bagaimana fungsi bahasa pelesetan pada komentar di akun TikTok @rensia_sanvira? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perubahan tataran fonologi dan fungsi komunikasi bahasa pelesetan di akun TikTok @rensia_sanvira. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling, yakni dengan memilih komentar yang secara khusus mengandung unsur pelesetan sebagai data penelitian. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dengan mengkaji teori, membaca, melakukan analisis perubahan fonem, mengklasifikasikan dan menjabarkan kategori pelesetan, mendeskripsikan dan mengklasifikasikan fungsi komunikasi bahasa pelesetan berdasarkan empat fungsi  komunikasi; ekspresi, informasi, eksplorasi, persuasi, dan hiburan. Berdasarkan hasil analisis pelesetan dalam komentar warganet di akun TikTok @rensia_sanvira cenderung menunjukkan perubahan fonem berupa penambahan fonem dan pergantian fonem. Kemudian, kategori pelesetan yang dapat membedakan makna adalah paronim, sedangkan fungsi komunikasi yang paling dominan mencakup fungsi ekspresi dan hiburan. KATA KUNCI: Komentar warganet, fungsi komunikasi, pelesetan, perubahan fonem, TikTok.> CHANGES IN THE FORM OF PHONOLOGICAL LEVEL PUNS AND THE FUNCTION OF PUNS IN COMMENTS ON THE TIKTOK ACCOUNT @RENSIA_SANVIRA THE MARCH 2024 PERIOD   ABSTRACT: The phenomenon of using puns on TikTok indicates that puns are not merely wordplay, but act as a medium to fulfill various social needs in society, create linguistic creativity through changes in phoneme forms, and serve as a medium for people to express their thoughts and emotions, as well as for entertainment. This research is motivated by the trending phenomenon of puns on the TikTok account @rensia_sanvira. Problem formulation: 1) How do the phonological forms of puns change in the comments on the TikTok account @rensia_sanvira? 2) What are the functions of puns in the comments on the TikTok account @rensia_sanvira? This study aims to describe the forms of changes at the phonological level and the communication functions of puns on the TikTok account @rensia_sanvira. The research method used is descriptive qualitative with a purposive sampling technique, specifically by selecting comments containing pun elements as research data. The steps taken involve reviewing theories, reading, conducting analysis on phoneme changes, classifying and elaborating on pun categories, and describing and classifying the communication functions of puns based on four communication functions; expression, information, exploration, persuasion, and entertainment. Based on the analysis results, the puns in netizens' comments on the TikTok account @rensia_sanvira tend to show phoneme changes in the form of phoneme addition and phoneme substitution. Furthermore, the pun category that can differentiate meaning is paronyms, while the most dominant communication functions comprise the functions of expression and entertainment. KEYWORDS: Communication function; phonology; netizen comments; phoneme changes; puns; TikTok.
PEMEROLEHAN BAHASA INDONESIA PADA ANAK PAUD SE-KECAMATAN SINDANGAGUNG Zulfa Fauziah; Sun Suntini; IDA HAMIDAH
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.220

Abstract

ABSTRAK: Pemerolahan bahasa adalah suatu periode ketika seorang individu memperoleh bahasa baru. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu; (1) Bagaimana pemerolehan bahasa Indonesia pada anak PAUD se-Kecamatan Sindangagung dalam aspek morfologi, (2) Bagaimana pemerolehan bahasa Indonesia pada anak PAUD se-Kecamatan Sindangagung dalam aspek sintaksis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemerolehan bahasa Indonesia pada anak PAUD se-kecamatan Sindangagung dalam aspek morfologi dan sintaksis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara. Hasil analisis menunjukan bahwa dalam aspek morfologi yang mendominasi yaitu pengunaan afiksasi, sedangkan yang paling sedikit adalah kata majemuk. Afiksasi yang muncul pada anak usia 4-5 tahun yaitu sufiks, prefiks, konfiks, dan klofiks. Namun yang mendominasi yaitu sufiks [-nya]. Ditemukan pula pengunaan afiks nonbaku seperti /-in/, /-mah/, /-ng/, /di-in/, /ng-in/. Selanjutnya hasil analisis dalam aspek sintaksis yang mendominasi yaitu kalimat deklaratif, sedangkan yang paling sedikit adalah imperatif. Struktur kalimat yang muncul pada anak usia 4-5 tahun yaitu struktur kalimat tidak lengkap seperti SP, PO, PK, SPO, SPK, POK dan struktur kalimat lengkap SPOK. Namun yang mendominasi SP dan yang paling sedikit yaitu SPOK. Tidak hanya itu, hasil analisis juga menunjukan bahwa penggunaan kalimat pada anak usia 4-5 tahun lebih banyak mengunakan empat sampai lima kata dalam satu kalimat. KATA KUNCI: Anak usia dini; morfologi; pemerolehan bahasa; sintaksis. >  INDONESIAN LANGUAGE ACQUISITION IN PRESCHOOL CHILDREN IN SINDANGAGUNG SUB-DISTRICT   ABSTRACT: Language processing is a period when an individual acquires a new language. The formulation of the problems in this study are; (1) How is Indonesian language acquisition in PAUD children in Sindangagung sub-district in morphological aspects, (2) How is Indonesian language acquisition in PAUD children in Sindangagung sub-district in syntactic aspects. This study aims to analyze how Indonesian language acquisition in PAUD children in Sindangagung sub-district in morphological and syntactic aspects. This research uses descriptive qualitative method, with data collection techniques through documentation and interviews. The results of the analysis show that the dominant morphological aspect is the use of affixation, while the least is compound words. The affixations that appear in children aged 4-5 years are suffixes, prefixes, confixes, and clofixes. However, the dominant one is the suffix [-nya]. Non-standard affixes such as /-in/, /-mah/, /-ng/, /di-in/, /ng-in/ were also found. Furthermore, the results of the analysis in the syntactic aspect that dominates are declarative sentences, while the least is imperative. The sentence structures that appear in children aged 4-5 years are incomplete sentence structures such as SP, PO, PK, SPO, SPK, POK and complete sentence structure SPOK. However, SP dominates and the least is SPOK. Not only that, the results of the analysis also show that the use of sentences in children aged 4-5 years uses more four to five words in one sentence. KEYWORDS: Early childhood; morphology; language acquisition; syntax.
IKON, INDEKS, DAN SIMBOL DALAM IKLAN SIRUP MARJAN TAHUN 2020-2024 (ANALISIS SEMIOTIK CHARLES SANDERS PEIRCE) Delia Noviani; Sun Suntini; Figiati Indra Dewi
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.223

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ikon, indeks, dan simbol dalam iklan Sirup Marjan Tahun 2020-2024. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Semiotika dari Charles Sanders Peirce. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder, data primer yang diambil berupa cuplikan video iklan dari objek yang diteliti, sedangkan data sekunder yang diambil berupa teori yang mendukung data primer yang diambil. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa iklan ini menggunakan ikon untuk merepresentasikan produk secara langsung seperti visual botol sirup yang menyerupai bentuk nyata, indeks untuk menandakan suasana kebersamaan dan waktu tertentu seperti Ramadhan, serta simbol untuk menyampaikan makna yang lebih dalam terkait nilai religius dan kekeluargaan seperti warna hijau yang melambangkan kesegaran dan nuansa religi. Ketiga jenis tanda tersebut berperan penting dalam membentuk makna serta membangun kedekatan emosional dengan audiens. Analisis semiotik Charles Sanders Peirce dapat mengungkapkan strategi komunikasi visual yang digunakan untuk membangun identitas merek dan pesan kultural dalam iklan. Iklan Sirup Marjan bukan hanya alat promosi, tetapi juga media penyampai nilai budaya dan sosial yang kompleks. KATA KUNCI: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce; iklan sirup Marjan; ikon; indeks; simbol   >  ICON, INDEX, AND SYMBOL IN MARJAN SYRUP ADVERTISEMENTS OF 2020-2021 (CHARLES SANDERS PEIRCE'S SEMIOTIC ANALYSIS)   ABSTRACT: This study aims to determine the icons, indexes, and symbols in the Marjan Syrup advertisement in 2020-2024. The theory used in this study is Charles Sanders Peirce's Semiotic Theory. The method used in this study is a qualitative descriptive method. The data in this study uses primary and secondary data, the primary data taken in the form of video clips of advertisements from the objects studied, while the secondary data taken in the form of theories that support the primary data taken. The data collection technique in this study uses documentation and literature study techniques. The results of this study indicate that this advertisement uses icons to represent the product directly, such as visual syrup bottles that resemble real shapes, indexes to indicate an atmosphere of togetherness and certain times such as Ramadan, and symbols to convey deeper meanings related to religious and family values ​​such as the color green which symbolizes freshness and religious nuances. These three types of signs play an important role in shaping meaning and building emotional closeness with the audience. Charles Sanders Peirce's semiotic analysis can reveal the visual communication strategies used to build brand identity and cultural messages in advertisements. The Marjan Syrup advertisement is not only a promotional tool, but also a medium for conveying complex cultural and social values. KEYWORDS: Charles Sanders Peirce's Semiotic Analysis; Marjan syrup advertisements; icons; indexes; symbols
PERBANDINGAN SOAL HOTS BUKU TEKS BAHASA INDONESIA KELAS X TERBITAN KEMENDIKBUDRISTEK DAN ERLANGGA Nurliana Safitri; IDA HAMIDAH; Figiati Indra Dewi
Anafora: Jurnal Penelitian Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, UNIKU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ajpm.v5i2.229

Abstract

ABSTRAK: Penyusunan soal dalam buku teks menjadi salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian karena melalui soal-soal tersebut, siswa diasah untuk berpikir kritis, berpikir kreatif, dan mampu memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan tingkat kognitif soal berdasarkan kategori LOTS (Lower Order Thinking Skills), MOTS (Middle Order Thinking Skills), dan HOTS (Higher Order Thinking Skills) dalam buku teks Bahasa Indonesia Kelas X SMA/MA/SMK terbitan Kemendikbudristek dan Erlangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis berdasarkan kata kerja operasional, serta indikator keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan studi pustaka terhadap dua buku teks, yakni buku terbitan Kemendikbudristek edisi 2023 dan buku terbitan Erlangga edisi 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku Kemendikbudristek memuat 149 soal dengan distribusi tingkat kognitif soal LOTS sebesar 10,07%, MOTS sebesar 40,27%, dan HOTS sebesar 49,66%. Sementara itu, buku Erlangga memuat 328 soal, dengan distribusi soal LOTS sebesar 8,84%, MOTS sebesar 61,59%, dan HOTS sebesar 29,57%. Dengan demikian, buku Kemendikbudristek lebih menonjol dari sisi proporsi soal HOTS yang dirancang untuk mengasah keterampilan berpikir tingkat tinggi. Sebaliknya, buku Erlangga unggul dari sisi kuantitas dan soal-soal MOTS yang mencakup lebih dari satu indikator keterampilan berpikir. Perbandingan ini menunjukkan bahwa kedua buku memiliki keunggulan masing-masing, yakni buku Kemendikbudristek pada proporsi soal HOTS dan buku Erlangga pada pendekatan bertingkat melalui penguatan MOTS. KATA KUNCI: Soal HOTS KKO; kemampuan berpikir kritis; kemampuan berpikir kreatif; kemampuan pemecahan masalah. >  A COMPARATIVE STUDY OF HOTS BASED QUESTIONS IN GRADE X SENIOR HIGH SCHOOL INDONESIA LANGUAGE TEXTBOOKS PUBLISHED BY KEMENDIKBUDRISTEK AND ERLANGGA   ABSTRACT: The formulation of questions in textbooks is a crucial aspect that deserves serious attention, as these questions serve to sharpen students’ abilities in critical thinking, creative thinking, and problem solving. This study alms to describe and compare the cognitive levels of questions based on the categories of LOTS (Lower Order Thinking Skills), MOTS (Middle Order Thinking Skills), and HOTS (Higher Order Thinking Skills) in Grade X Indonesian language textbooks published by Kemendikbudristek and Erlangga. This research employed a qualitative approach with data analysis techniques based on operational verbs derived from the revised Bloom’s Taxonomy, as well as indicators of critical thinking, craetive thinking, and problem solving skills. Data were collected through documentation and literature study involving two textbooks, the Kemendikbudristek edition (2023) and the Erlangga edition (2021). The findings show taht the Kemendikbudristek textbook contains 149 questions, with a cognitive level distribution of 10,07% LOTS, 40,27 MOTS, and 49,66% HOTS. Meanwhile, the Erlangga textbook contains 328 questions, with 8,84%% LOTS, 61,59% MOTS, and 29,57% HOTS. These results indicate that the Kemendikbudristek textbook emphasizes HOTS questions more directly and consistenly alligns them with high order thinking competencies. In contrast, the Erlangga textbooks excels in quantity and in integrating HOTS elements across MOTS level questions, covering multiple indicators of higher order thinking. The comparison reveals that each textbook offers unique strengths, Kemendikbudristek in its proportional emphasis on pure HOTS questions, and Erlangga in its structured approach through reinforced MOTS that address complex thinking skills. KEYWORDS: HOTS question; KKO; creative thinking skill; critical thinking skill; problem solving skill.

Page 1 of 1 | Total Record : 10