cover
Contact Name
Sahri Yanti
Contact Email
sahri.yanti@uts.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fagi@uts.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu dan Teknologi Pertanian, UTS Jl. Raya Olat Maras Batu Alang, Pernek, Kec. Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 84371
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Food and Agro-industry (FAGI) Journal
ISSN : -     EISSN : 27465470     DOI : https://doi.org/10.36761/fagi.v5i1.4271
Food and Agro-industry (FAGI) Journal is the journal under the Faculty of Agriculture Science & Technology, Universitas Teknologi Sumbawa. The journal is published twice a year (December and July) and contains articles on Food Microbiology, Health and Nutrition, Food Processing, Process Technology, System Engineering, and Environmental Management.
Articles 61 Documents
Pengaruh Konsentrasi Terigu, Biji Nangka (Artocarpus Heterophyllus) Dan Ubi Jalar Ungu Terhadap Mutu Brownies Kukus Melani Adinda, Selvia; Faisal, Muhammad
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 2 (2023): Peluang dan Tantangan Bahan Pengawet Makanan Alami dalam Memperpanjang Umur Simpa
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i2.3473

Abstract

Brownies merupakan salah satu jenis cake dengan salah satu bahan dasarnya adalah coklat dengan kriteria tekstur lembut yang berasal dari tepung terigu kue kotak berwana coklat dengan rasa coklat yang tajam akibat penambahan coklat batang dan coklat bubuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan panelis, kadar air dan kadar abu terhadap karakteristik brownies kukus dengan subtitusi tepung biji nangka dan bubur ubi jalar ungu. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan total ada 12 dengan melakukan uji hedonic dilanjutkan dengan uji duncan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tepung biji nangka dan bubur ubi jalar ungu berpengaruh nyata terhadap warna, rasa, aroma, dan tekstur brownies kukus. Dan berpengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar abu brownies kukus.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Okra Hijau (Abelmoschus Esculentus) Terhadap Kadar Air Dan Mutu Organoleptik Dodol Rumput Laut Musrianti, Musrianti; Hutasoit, Jenri Parlinggoman
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 2 (2023): Peluang dan Tantangan Bahan Pengawet Makanan Alami dalam Memperpanjang Umur Simpa
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i2.3501

Abstract

Okra merupakan salah satu buah dengan kandungan pektin yang tinggi. Pemanfaatan okra dalam pengolahan pangan masih terbatas diakibatkan karena masyarakat kurang menyukai lendir yang terdapat dalam buah. Lendir okra hijau merupakan komponen hidrokoloid polisakarida rantai panjang dengan berat molekul tinggi dan protein penyusun yang mengandung kedua zat hidrofilik dan hidrofobik. Dapat dijadikan untuk memperbaiki mutu dodol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak okra hijau terhadap kadar air dan mutu organoleptik dodol rumput laut. Penelitian ini di rancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 4 taraf yaitu penambahan ekstrak okra hijau 12%, 10%, 8% dan 2%. Diulang 4 kali sehingga didapatkan 16unit satuan percobaan. Jika terdapat pengaruh nyata dilakukan dengan uji Tukey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak okra hijau pada dodol rumput laut berpengaruh nyata terhadap organoleptik, kadar air dan masa simpan. Nilai rerata kesukaan panelis tertinggi diperoleh pada perlakuan penambahan okra hijau 12%, dimana nilai aroma 3,85, rasa 3,95, dan tekstur 3,56. Sedangkan untuk perlakuan terbaik pada kadar air terdapat pada penambahan ekstrak okra hijau 12% dengan penurunan kadar air sebanyak 14,63 ml sedangkan untuk masa simpan terjadi pada perlakuan penambahan okra hijau 8%, dimana penurunan susut bobot pada hari ke-3 2,85% dan hari ke-6 1,05%.
Analisis Kualitas Air Hasil Filtrasi Pengolahan Air Sekal Rumahan Berdasarkan Variasi Jumlah Arang Aktif Tempurung Kelapa (Cocos nucifera) Baiq As'urin; Amrullah, Shafwan
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 2 (2023): Peluang dan Tantangan Bahan Pengawet Makanan Alami dalam Memperpanjang Umur Simpa
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i2.3535

Abstract

Water is a material that is very necessary for living creatures, including humans, for daily survival. Water quality has several parameters to meet the requirements in accordance with the Republic of Indonesia Minister of Health Regulation NO 32 of 2017 so that the water is suitable and safe to use. Therefore, this research aims to characterize water from filtration results from home-scale water treatment plants using a variety of activated charcoal. The method used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replications for each treatment. Based on the results of this research, variations in coconut shell activated charcoal have significantly different effects on water pH values, TDS, temperature, color and taste. Meanwhile, variations of activated charcoal did not differ significantly in the smell of water. The more variations of activated charcoal used and the longer the contact time, the better the quality of the water produced. The 700 gr activated charcoal variation is the best treatment by producing good water quality, safe and suitable for daily use.
Pengaruh Pelapisan Edible Coating Dari Karagenan Rumput Laut Kappaphicus Alvarezzi Terhadap Masa Simpan Buah Sawo ( Manilkara Zapota ) Zubaidin, Zubaidin; Nairfana, Ihlana
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 2 (2023): Peluang dan Tantangan Bahan Pengawet Makanan Alami dalam Memperpanjang Umur Simpa
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i2.3546

Abstract

Sawo (manilkara zapota ) merupakan sebuah buah tropis yang berasal dari Amerika Tengah dan Meksiko. Tanaman sawo memiliki sifat adaptasi yang kuat, sehingga sering ditanam di banyak negara, termasuk Indonesia. Namun buah sawo termasuk ke dalam buah klimaterik yang cepat mengalami kerusakan setelah dipanen. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mengatasi penanganan pasca panen dan memerpanjang masa simpan. salah satu upaya yaitu dengan pelapisan atau edible coating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur simpan buah sawo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang dilaksankan di Laboratorium dan dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan konsentrasi karagenan dari rumput laut kappachus alvarezzi sebesar 0% (P0), 0,1% (P1), 0,2% (P2), 0,3% (P3). Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis keragaman pada taraf nyata 5% dengan menggunakan software SPSS 25 dan apabila terdapat beda nyata maka diuji lanjut dengan uji Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan karagenan dari rumput laut kappachus alvrezzi memberikan pengaruh terhadap susut bobot, total padatan terlarut, dan mutu organoleptik warna, tekstur, dan aroma serta mutu organoleptik. Perlakuan penggunaan konsentrasi karagenan 0,3% direkomendasikan sebagai perlakuan terbaik dari segi mutu susut bobot, total padatan terlarut dan organoleptik buah sawo. Kata kunci: Buah sawo (Manilkara zapota), edible coating, karagenan rumput laut kappachus alvarezzi
Pengaruh penambahan ekstrak etanol daun bidara (Ziziphus Mauritiana) sebagai pengawet alami ikan layang (Decapterus Macarellus) An Nisa Fujianti; Nairfana, Ihlana
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 2 (2023): Peluang dan Tantangan Bahan Pengawet Makanan Alami dalam Memperpanjang Umur Simpa
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i2.3547

Abstract

Ikan Layang(Decapterus macarellus) merupakan salah satu jenis ikan laut yang bernilai ekonomis yang sangat diminati oleh Masyarakat serta permintaan pasar sangat meningkat. Akan tetapi ikan laut salah satunya ikan layang memiliki kelemahan yaitu cepatnya mengalami penurunan mutu atau kesegaran. Daun bidara mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, tanin dan saponin sehingga bisa digunakan sebagai bahan pengawet alami untuk ikan karena aktivitas flavonoid dan fenol yang terdapat pada daun bidara bisa dimanfaatkan sebagai anti mikroba dan pengawet alami. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun bidara terhadap mutu kesegaran ikan layang dan mikrobiologi ikan layang. Penelitian ini menggunakan 2 metode, hasil organoleptik menggunakan metode empiris dengan konsentrasi ekstrak etanol daun bidara 0 ml, 5 ml, 10 ml dan 15 ml, sedangkan uji bakteri menggunakan metode TPC (Total Plate Count)
Pengaruh Penambahan Tepung Kulit Pisang Kepok ( Musa Paradisiacal L.) Terhadap Kadar Air, Kadar Serat Kasar Dan Sifat Organoleptik Brownies Kukus Tepung Mocaf (Cassava Flour) Lestari, Rana Yulia; Saputri, Dinar Suksmayu
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 2 (2023): Peluang dan Tantangan Bahan Pengawet Makanan Alami dalam Memperpanjang Umur Simpa
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i2.3550

Abstract

Tepung kulit pisang merupakan hasil samping dari olahan pisang yang belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit pisang kepok terhadap kandungan Kadar Air dan kadar serat pada brownies dan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung kulit pisang kepok terhadap sifat organoleptik brownies. Rancangan penelitian menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan kemudian dianalisis menggunakan metode Independent Sample t-test dan one way analysis of variance (ANOVA) menggunakan aplikasi SPSS. Perlakuan dalam pembuatan brownies bervariasi yaitu P0 ( 100g tepung mocaf : 0g tepung kulit pisang kepok) (kontrol), P1 (50g tepung mocaf: 50g tepung kulit pisang kepok) P2 (60g tepung mocaf : 40g tepung kulit pisang kepok), P3 (40 g tepung mocaf : 60g tepung kulit pisang kepok).Hasil uji organoleptik brownies kukus tepung mocaf dengan penambahan tepung kulit pisang kepok Panelis lebih menyukai brownies kukus tepung mocaf dengan perlakuan P0 dimana P0 adalah perlakuan control menggunakan 100g tepung mocaf . Urutan keduan aspek kesukaan adalah perlakuan P2 dengan menggunakan 60 gram tepung mocaf : 40g tepung kulit pisang kepok. Dari keduan perlakuan yang paling disukai panelis, selanjutnya perlakuaan inilah yang akan di analisan kandungan zat gisinya berupa analisis kadar air dan kadar serat kasar. Hasil analisis kadar air brownies pada perlakuan P0 sebesar 21,86% dan P2 sebesar 27,36% dan Hasil analisis kadar serat kasar brownies pada perlakuan P0 sebesar 42,98% dan P2 sebesar 73,46%.
Sifat Mutu Arang Aktif Kayu Bidara (Ziziphus mauritiana) Dengan Larutan Kimia Natrium Hidroksida Berdasarkan Variasi Suhu Aktivasi Yuliawati, Yuyun; Rizaldi , Lalu Heri
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 2 (2023): Peluang dan Tantangan Bahan Pengawet Makanan Alami dalam Memperpanjang Umur Simpa
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i2.3583

Abstract

Di Indonesia tanaman bidara tumbuh liar di daerah kering salah satunya di kabupaten Sumbawa. Kayu bidara bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan arang aktif yang diperoleh melalui proses aktivasi fisik maupun kimia untuk meningkatkan nilai ekonomi dari tanaman bidara. Arang aktif adalah arang yang diolah lebih lanjut pada suhu tinggi dengan menggunakan gas CO2, uap air atau bahan-bahan kimia sehingga pori-porinya terbuka dan dapat digunakan sebagai adsorben. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi suhu aktivasi terhadap sifat mutu arang aktif kayu bidara menggunakan larutan natrium hidroksida 35%. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu suhu aktivasi yaitu 6000C, 7000C, 8000C dengan parameter uji yaitu kadar air, kadar abu, zat terbang, karbon terikat dan daya serap iodin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai kadar air berkisar 2.25%-5.72%, kadar abu 3.60%-8.07%, zat terbang 24.77%-49.85%, karbon terikat 36.37%-69.38% dan iodin 1692mg/g-2876mg/g. perlakuan variasi suhu aktivasi berpengaruh nyata terhadap nilai kadar air, kadar abu, zat terbang dan karbon terikat, tetapi tidak berpengaruh terhadap nilai dari daya serap iodine. Perlakuan terbaik diperoleh pada suhu 8000C yang menghasilkan nilai kadar air sebesar 2,25%, kadar abu 3,60%, kadar zat terbang 24,77%, dan kadar karbon terikat 69,38%, dan iodin 2199 mg/g dan sudah sesuai dengan standar indonesia (SNI No.06-3730-1995). Arang aktif kayu bidara dapat dikembangkan menjadi adsorben.
Aplikasi Serbuk Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Sebagai Pewarna Alami Pada Terasi Udang Di Kabupaten Sumbawa Ningtyas, Bunga Ayu; Anam Afgani, Chairul
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 2 (2023): Peluang dan Tantangan Bahan Pengawet Makanan Alami dalam Memperpanjang Umur Simpa
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i2.3587

Abstract

Terasi udang di Kabupaten Sumbawa memiliki warna cokelat gelap yang kurang menarik. Oleh karena itu, perlu dilakukan inovasi pada pewarnaan terasi udang dengan pengaplikasian pewarna alami serbuk ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) untuk meningkatkan kualitas warna terasi udang di Kabupaten Sumbawa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengaplikasian serbuk ekstrak kulit buah naga merah (0%, 20%; 40%; 60%) terhadap warna terasi udang di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor dan terdapat 4 perlakuan konsentrasi serbuk ekstrak kulit buah naga merah (0%, 20%, 40%, dan 60%). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan software SPSS versi 27. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi serbuk ekstrak kulit buah naga merah meningkatkan nilai°Hue namun menurunkan intensitas warna terasi udang. Pada uji organoleptik pengaplikasian serbuk ekstrak ekstrak kulit buah naga merah berpengaruh nyata terhadap warna, aroma dan tekstur. Pada uji tingkat keasaman (pH) pengaplikasian serbuk ekstrak kulit buah naga merah berpengaruh nyata terhadap tingkat keasaman (pH) terasi udang. Hasil uji warna secara fisik diperoleh perlakuan terbaik yaitu perlakuan serbuk ekstrak kulit buah naga merah pada konsentrasi 40% dengan nilai °Hue 247,26. Hasil terbaik yang didapatkan pada penelitian ini dari uji organoleptik yaitu dengan pengaplikasian serbuk ekstrak kulit buah naga merah pada konsentrasi 60% yang menghasilkan terasi udang yang berwarna cokelat kemerahan, tekstur yang kompak, beraroma terasi udang yang tidak menyengat, dan tingkat keasaman (pH) 7,08.
Analisis Nilai Tambah Industri Pengolahan Kopi Bubuk Menggunakan Metode Hayami Bima, Bima Wahyu Mahardika
The Journal of Teknologi Pangan Vol 5 No 1 (2024): Food Loss and Food Waste
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v5i1.3643

Abstract

Bahwa Kecamatan Batu Lanteh merupakan produsen kopi terbesar di Kabupaten Sumbawa dengan hasil produksi sebesar 2.265,09 kg dengan luas lahan sebesar 3.516,42 Ha dengan jumlah petani 1.740 petani. Kopi Punik Sumbawa merupakan salah satu UMKM terbesar diKecamatan Batu Lanteh, dengan produk kopi bubuknya dan biji kopi (green bean). Kualitas Kopi Punik Sumbawa juga tidak kalah lakunya dipasaran, Kopi Punik juga telah banyak mendapat berbagai juara seperti, juara 2 Kontes Kopi Spesiality Indonesia (KKSI), juara 1 wirausaha muda NTB, Juara 1 wirausaha muda syariah Indonesia, dan peserta dalam pameran The Confex Instanbul Turki. Penelitian ini tertuju pada produk kopi bubuk dari Kopi Punik Sumbawa. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu dan memahami analisis nilai tambah pengolahan kopi bubuk menggunakan metode Hayami. Metode Hayami adalah metode yang memperkirakan perubahan nilai per kilogram bahan baku setelah mendapatkan perlakuan. Dari hasil perhitungan yang sudah di lakukan menggunakan metode Hayami diperoleh hasil bahwa nilai tambah dalam satu periode Kopi Punik Sumbawa sebesar Rp. 87.575, untuk rasio nilai tambah yang di peroleh sebesar 0,373653333 %, dan tingkat keuntungan 0,997323723 %. Hasil yang dicapai dengan menggunakan metoe Hayami merupakan tambahan yang berharga
Karakteristik Biji Kakao Fermentasi Dan Non Fermentasi Arzani, Lalu Danu Prima; Meikapasa, Ni Wayan Putu
The Journal of Teknologi Pangan Vol 4 No 2 (2023): Peluang dan Tantangan Bahan Pengawet Makanan Alami dalam Memperpanjang Umur Simpa
Publisher : Faculty of Agriculture Science & Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/fagi.v4i2.3693

Abstract

Fermentasi biji kakao dapat memengaruhi kualitas dengan penurunan senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui karakteristik biji kakao yang difermentasi dan tidak difermentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur yang berasal dari Google Scholar, Science Direct, Pubmed dan Research Gate. Adapun pemilihan jurnal yang disitasi telah melalui proses skrining berdasarkan kriteria inklusi, khusus dan eksklusi. Fermentasi biji kakao merupakan tahap penting dalam pengolahan pascapanen kakao, melibatkan suksesi mikrobial dari khamir, bakteri asam laktat (LAB), hingga bakteri asam asetat (AAB), serta berbagai spesies Bacillus dan fungi filamen. Proses ini tidak hanya menghilangkan lendir pada biji kakao, tetapi juga mempersiapkan biji melalui enzim yang memodifikasi warna, rasa, dan aroma. Hasil fermentasi biji kakao juga memengaruhi komposisi kimia, dengan kandungan lemak, protein, pati, sukrosa, theobromin, kafein, dan senyawa polifenol yang berubah. Biji kakao mengandung komponen fenolik, flavanol, antosianidin, proantosianidin, epikatekin, katekin, serta zat psikoaktif seperti teobromin dan kafein. Selain itu, biji kakao menghasilkan senyawa volatil yang berkontribusi pada aroma dan rasa produk akhir, seperti 3-hidroksi-2-butanon, 1-metilpiperidin, dan 2,6-dimetilpirazin. Perubahan warna biji kakao menjadi coklat terjadi akibat oksidasi polifenol, yang membentuk tanin dan memberikan warna coklat. Studi komponen volatil pada berbagai klon kakao menunjukkan variasi, dengan beberapa komponen seperti asam asetat, asam tetradekanoat, dan pirazin muncul pada setiap klon yang telah mengalami proses fermentasi. Senyawa volatil dan non-volatil, bersama dengan komponen kimia lainnya, memberikan kontribusi pada karakteristik warna, rasa, dan aroma pada biji kakao yang dihasilkan