cover
Contact Name
Avi Meilawati
Contact Email
avimeilawati@uny.ac.id
Phone
+6285820103395
Journal Mail Official
avimeilawati@uny.ac.id
Editorial Address
Jl. Colombo no 1 Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
ISSN : 20897537     EISSN : 26858282     DOI : https://doi.org/10.21831/ikadbudi.v13i1
Ikadbudi journal is a journal belonging to the professional organization IKADBUDI (Indonesian cultural lecturer association) which accommodates thoughts and research on language, literature, regional culture and learning.
Articles 117 Documents
DARMA DAN KARMA DALAM LAKON ABIMANYU RANJAB KARYA HARSINI DAN BILY ALDI Evania Handayani Rahayu, Darmoko Evania Handayani Rahayu, Darmoko
JURNAL IKADBUDI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL IKADBUDI VOL 9 NO 2, DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v9i0.30285

Abstract

Lakon wayang yang bermotifkan kematian seringkali menyuguhkan pesan moral yang mendalam. Sebab-sebab kematian perlu diungkapkan untuk mendapatkan jawaban mengapa seorang tokoh mati dengan cara tertentu. Lakon ranjaban adalah salah satu motif kematian yang perlu dikaji bagaimana seorang tokoh mati dengan cara di ranjab. Abimanyu ranjab menyuguhkan permasalahan antara darma dan karma manusia sebagai implementasi dari peristiwa silam dan kini. Darma merupakan kewajiban manusia sebagai bakti kepada Tuhan untuk menjaga kedamaian dunia. Hasil dari usaha yang dilakukan menuju kedamaian dunia sering disertai pengurbanan (karma). Karma memayungi segala perbuatan serta sikap baik dan buruk setiap manusia. Pesan moral yang disuguhkan melalui lakon ini mengisyaratkan bahwa manusia seyogyanya berlaku jujur dan terbuka. Kebohongan dan ketertutupan terhadap sesuatu yang sakral dapat mengakibatkan penderitaan dan kematian. Pembahasan lakon Abimanyu Ranjab menggunakan pendekatan objektif, metode deskriptif kualitatif yang ditopang dengan studi kepustakaan dan kerangka konseptual teoritis etika Jawa dari Franz Magnis Suseno. Hasil pembahasan ini menunjukkan bahwa antara darma dan karma saling kait mengait satu dengan yang lain. Sumpah seseorang yang bersifat sakral dapat mengenai diri sendiri. Kebohongan dan ketertutupan terhadap urusan relasi pria dan wanita dalam menjalin rumah tangga mengakibatkan penderitaan dan kematian. Kata kunci: darma, karma, lakon, wayang orang, Jawa
Karakteristik wali Allah dalam serat Andhaning Gesang Prastya, Gagat Bangun; Ekowati, Venny Indria
Jurnal IKADBUDI Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v13i1.71241

Abstract

Dalam perspektif Agama Islam manusia dapat dikategorikan menjadi beberapa kelompok. Salah satu aspek yang dapat dijadikan sebagai kategorisasi adalah aspek keimanan manusia terhadap Allah swt. Dalam naskah Jawa Serat Andhaning Gesang terdapat empat tingkatan manuia salah satunya adalah tingkatan kawas atau wali. Penelitian mengenai wali Allah ini dilakukan untuk mengetahui krakteristik wali Allah yang ada dalam naskah Jawa Serat Andhaning Gesang. Subjek utama yang digunakan dalam penelitian ini naskah Jawa Serat Andhaning Gesang. Selain itu juga digunakan sumber lain yang berwujud buku dan jurnal sebagai sumber tambahan. Penelitian ini berbasis studi kepustakaan serta dalam penjabarannya menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini menjabarkan bahwa terdapat lima karakteristik wali Allah yang terdapat dalam naskah Jawa Serat Andhaning Gesang diantaranya adalah: 1) Wali memiliki keilmuan yang tinggi; 2) Wali memiliki kelebihan; 3) Wali memiliki hati yang bersih; 4) Wali menjadi panutan bagi masyarakat; dan 5) Wali senantiasa diberikan kemudahan dalam hidupnya.
WAYANG KULIT JAWA TIMURAN CENGKOK TROWULAN: ASAL USUL DAN PETA PENYEBARANNYA Bambang Suyono; Jojo Winarko; Darni -
JURNAL IKADBUDI Vol 4, No 10 (2015): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v4i10.12013

Abstract

AbstrakSeni wayang kulit Jawa Timuran, ibarat mutiara yang bertebaran namun belum mendapat perhatian  dengan baik. Identitasnya masih belum jelas. Belum ada usaha untuk mendokumentasikan, memperkenalkan, apalagi membinanya ke arah perkembangan yang lebih baik. Ironisnya, wayang kulit Jawa Timuran merupakan identitas masyarakat Jawa Timur.Berkaitan dengan dicanangkannya pembelajaran kontekstual di sekolah dan perguruan tinggi, aset budaya daerah memegang peranan penting dalam pengembangan kurikulum dan penggalian  materi yang berbasis konteks sosio budaya. Wayang kulit memiliki potensi untuk memperkaya substansi kurikulum dan materi ajar di sekolah dan perguruan tinggi. Sementara itu, selama ini, materi pembelajaran tentang wayang di sekolah masih berorientasi ke wayang kulit gaya Jawa Tengah. Bahasa baku Jawa Tengah merupakan kendala yang sangat berarti dalam apresiasi sastra wayang di sekolah. Kesulitan tersebut mengakibatkan belum adanya minat pengenalan dan pengahargaan  siswa di sekolah akan  nilai-nilai luhur budaya sendiri. Di perguruan tinggi, khususnya di jurusan Sendratasik dan Pendidikan Bahasa Daerah Unesa,  materi kuliah juga masih berorientasi pada pertunjukkan wayang gaya Jawa Tengah. Kekhasan materi yang disampaikan dosen di perguruan tinggi akan dianut dan diamalkan mahasiswa di lapangan ketika sudah menjadi guru. Kata kunci: wayang kulit, Jawa Timuran, Trowulan AbstrakThe leather puppet art in East Jawa is the identity of East Java region. Ironically, it had  no attention  as good as the modern arts. The problem is when it implemented in school, there were a lot of differences between East Java and Central Java tradition. The differences on language was too hard to understand by the student, so the student paid no attention and appreciation on it.. This article will show how it implemented in school as a specific major in Sendratasik and  Javanese Program in Surabaya University. This article will describe how this traditional art will be identified, clasificated, and found its history.Keywords: puppet, East Java, Trowulan
PENGOBATAN TRADISIONAL PENYAKIT MATA PADA MANUSKRIP-MANUSKRIP YANG TERSIMPAN DI YOGYAKARTA Sri Harti Widyastuti
JURNAL IKADBUDI Vol 2, No 12 (2013): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v2i12.12096

Abstract

The writing is based on four manuscripts that contains fitotherapy of eye disease namely Boekoe Primboen Djampi Djawi, Serat Primbon, Serat Primbon Jawi, and Serat Primbon. The method used is the method of modern philology. The analysis used is descriptive analysis. The validity the data iis measured by using semantic validity, and reliability by using intrarater, the use of secondary data in the form of a dictionary. The results showed, that based on the description of the manuscript, it is possible that the texts in the Serat Primbon examined, is a product of the era of new Java (18th century), in the transliteration was found some words that are no longer popular in the community, in the translation that has been done, there are also words that are difficult to translate because there is no synonym word in the dictionary. In fitotherapy of eye disease there are 48 kinds of herbal ingredients which are grouped into 6 sections. Among the herbal ingredients are herbal ingredients which is difficult to find its equivalent in everyday life as well as in the dictionary, so it is possible these herbal ingredients had not recognized by modern society today. Key words: fitotherapy, manuscripts, eye disease
ANALISIS PERILAKU WARGA SEKOLAH DASAR DALAM PENERAPAN UNGGAH – UNGGUH BAHASA JAWA PADA KEHIDUPAN SEHARI-HARI Shella Fitri Wahyuni; Herlina Setyowati
JURNAL IKADBUDI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL IKADBUDI VOL 9 NO 2, DESEMBER 2020
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v9i0.38511

Abstract

ABSTRAK Perilaku yang mencerminkan unggah-ungguh berbahasa Jawa oleh warga sekolah dasar dalam kehidupan sehari-hari sangat penting karena bahasa menjadi identitas suatu bangsa. Masyararakat Jawa yang tinggal di Jawa Tengah lazimnya menggunakan bahasa Jawa. Bahasa Jawa menjadi identitas suku Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unggah-ungguh Bahasa Jawa pada kehidupan sehari-hari. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif. Instrumen yang digunakan yakni kuesioner. Responden yang menjadi sasaran penelitian ialah warga sekolah dasar (guru, orang tua, dan siswa SD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa warga sekolah menerapkan unggah-ungguh Bahasa Jawa, baik dalam lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Dukungan dari lingkungan dalam penerapan unggah-ungguh Bahasa Jawa, pemahaman terhadap kosakata Bahasa Jawa (Bahasa Jawa krama dan Bahasa Jawa ngoko), serta pembiasaan dari tokoh teladan yaitu orang tua dan guru menjadi faktor yang mempengaruhi kemampuan seseorang dalam menerapkan unggah-ungguh Bahasa Jawa pada kehidupan sehari - hari. KATA KUNCI : Bahasa Jawa, perilaku, unggah-ungguh, 
Kepribadian wanita Jawa dalam novel Suli karya Yes Ismie Suryaatmaja Ardiansyah, Effendi; Suryanto, Edy; Rahadini, Astiana Ajeng
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i2.59119

Abstract

Menilik belakangan ini, perempuan Jawa tampaknya mulai kehilangan sifat kepribadian leluhurnya, seperti kekerasan di kalangan perempuan, pergaulan bebas, dan seperti kehilangan nilai moral. Atas dasar hal tersebut penelitian ini penting untuk dilakukan agar perempuan Jawa dapat melihat bagaimana kepribadian wanita Jawa pada umumnya melalui sebuah cerita dalam novel. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai kepribadian wanita Jawa dalam novel Suli karya Yes Ismie Suryaatmaja. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif dengan perspektif feminisme yang menggunakan novel Suli karya Yes Ismie Suryaatmaja serta informan sebagai sumber data. Teknik pengambilan subjek penelitian yang digunakan menggunakan tektik purposive sampling. Teknik uji validitas data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi teori dan sumber data. Analisis data yang dilakukan dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, data disajikan, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini adalah nilai kepribadian wanita Jawa yang cukup menonjol meliputi: sabar, nrima, setia, berbakti, dan tepa salira. Nilai kepribadian tersebut muncul karena penggambaran dari tokoh wanita dalam novel Suli yang mencerminkan karakter wanita Jawa.
KONSEP DARMA DALAM BUDAYA JAWA TINJAUAN PADA LAKON WAHYU PANCADARMA - Darmoko
JURNAL IKADBUDI Vol 3, No 10 (2014): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v3i10.12037

Abstract

Darma merupakan tugas suci yang berasal dari Tuhan diberikan kepada manusia dalam rangka suatu misi untuk mewujudkan ketentraman dunia. Darma dilakukan oleh manusia secara terus menerus (berkelanjutan) hingga manusia meninggal dunia. Darma seorang manusia yang diterima oleh Tuhan, akan membuahkan hasil dan manusia tersebut diberi anugerah Tuhan (wahyu). Wahyu diberikan kepada manusia yang terpilih dan terpercaya untuk mengemban sebuah misi di dunia. Manusia senantiasa menjalankan darma tersebut. Manusia menjalankan darma tidak semata-mata bertujuan untuk mendapatkan wahyu. Manusia setelah manerima wahyu maka ia pun harus melaksanakan darma selanjutnya, yaitu dalam misi menegakkan kebenaran, keutamaan, dan keadilan yang berorientasi kepada nilai-nilai ketuhanan. Darma sering dipertentangkan dengan adarma, artinya tugas suci dari Tuhan (jalan keutamaan) mendapatkan ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan, dari jalan kejahatan (keangkaramurkaan). Manusia secara eksplisit dipercaya untuk menjalankan darma seperti terlukis dalam lakon Wahyu Pancadarma yang disimbolkan dengan tokoh Puntadewa atau Yudhistira. Darma (tugas suci) itu diimplementasikan oleh manusia berdasarkan status dan peran yang didapatkan oleh manusia, seperti: darma raja, darma ksatria, darma pendeta (brahmana), dan sebagainya. Darma dapat diuraikan lebih rinci lagi berdasarkan peran yang diemban masing-masing, menyangkut tuturkata, sikap, perilaku manusia yang harus bermuara pada prinsip-prinsip kejujuran, kedisiplinan, keberanian, kebenaran, keutamaan, dan keadilan.  Wahyu Pancadarma merupakan salah satu teks di antara teks-teks lakon wayang yang memuat konsepsi darma. Darma (tugas suci) berorientasi pada nlai-nilai ketuhanan. Ketulusan, kesabaran, keteguhan hati orang Jawa digambarkan di dalam teks ini melalui pemeranan tokoh Puntadewa (Pandawa yang pertama). Pembahasan terhadap teks lakon Wahyu Pancadarma menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan objektif yang menekankan pada karya sastra itu sendiri. Aspek-aspek yang ada di dalam teks dihubungkan dengan aspek-aspek di luar teks (konteks). Hasil pembahasan ini menunjukkan bahwa darma (tugas suci) berhubungan dengan wahyu sebagai anugerah Tuhan yang mengandung misi untuk menegakkan keutamaan, kebenaran, dan keadilan sehingga tercipta tatanan dunia yang aman, damai, dan selamat sejahtera.   Kata kunci: manusia, darma, wahyu, selamat, duniaAbstractDarma is a pure duty from God given to men to make peace in world. Men do the Darma continuously until they died. God will give wahyu if the Darma has been accepted. Besides, men have to do he Darma to fight the truth, the superiority, and justice. Man, explicitly were symbolized by Puntadewa or Yudistira in Wahyu Pancadarma story in Javanese puppet story. The Darma is implemented by status and character, like Darma as a king, Darma as a knight, Darma as Brahmin. Darma can be categorized by speech, attitude, and character in justice, truth, courage and superiority.  The data were analyzed using descriptive method with an objective approachment to the Wahyu Pancadarma literature. The aspects in the text are connected to the aspect outside the text (context). The data result shows that the Darma are related to wahyu as the given from God have a mission to fight the truth, superiority, and justice so the life will be peaceful and safe. Keywords: man, darma, wahyu
SISTEM RELIGI MASYARAKAT JAWA DALAM NOVEL MANTRA PEJINAK ULAR KARYA KUNTUWIJOYO (KAJIAN ANTROPOLOGI SASTRA) Jafar Lantowa; Zilfa A. Bagtayan
JURNAL IKADBUDI Vol 6, No 1 (2017): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v6i1.18198

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem religi masyarakat Jawa melalui novel Mantra Pejinak Ular karya Kuntowijoyo. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan antropologi sastra. Dalam menganalisis unsur budaya khususnya sistem religi masyarakat Jawa dalam novel, maka peneliti menggunakan metode deskriptif interpretatif yakni memanfaatkan cara-cara penafsiran dengan menyajikannya dalam bentuk deskripsi. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan menggunakan pendekatan antropologi sastra dengan model analisis konten. Analisis konten dilakukan melalui tahap inferensi, analisis, validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem religi masyarakat Jawa terdiri atas Islam kejawen dan Islam santri. Islam kejawen tampak pada kepercayaan terhadap makam leluhur sebagai sumber keberkahan, upacara selamatan, sesajen, makhluk halus, kesakten, pohon keramat, yang dianggap mendatangkan keselamatan, kebahagiaan, namun juga bisa menimbulkan gangguan pikiran. Islam santri tergambar melalui tokoh Haji Syamsudin yang menjalankan syariat ajaran Islam dan membersihkan akidahnya dari perilaku syirik serta menasehati Abu Kasan Sapari untuk memutuskan diri dari mata rantai kesyirikan. ABSTRACTThis study aims at describing the religious belief system of Javanese community through Mantra Pejinak Ular novel written by Kuntowijoyo. In analyzing the cultural elements particularly the religious belief system of the Javanese community, the researchers utilized interpretative description by describing and presenting the analysis of the data. Data collection was obtained through reading and note taking, and then the data wasanalyzed by using the literary anthropology approach through content analysis. The results revealed that religious belief system of the Javanese community comprises of kejawen Islam and santri Islam. Kejawen Islam is evident from the way the community believes in the ancestral graves as the source of blessing, protection rituals, offerings, the spirits, kesakten, sacred trees, which are considered to bring protection and well- being, happiness and yet also create mental disorder to individuals. Santri Islam, on the other hand, is depicted in the figure of Haji Syamsudin who followed the Islamic teaching and law and cleaned his belief and shirk behavior as well as advised Abu Kasan Sapari to stay away from any shirk-doings.Keywords: religious belief system, Javanese community, literary anthropology, novel
NYADRAN ORANG JAWA DI MAKAM SEWU BANTUL YOGYAKARTA DALAM ANTROPOLOGI BUDAYA Santosa, Eko
Jurnal IKADBUDI Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v11i1.58344

Abstract

Antropologi budaya adalah studi perilaku budaya masyarakat yang hidup secara berkelompok di lingkungan masyarakat dengan berbagai macam cirikhas kehidupannya  salah satu contohnya dalam tradisi upacara nyadran. Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi, fungsi folklor, dan makna simbolis ubarampe upacara Nyadran Makam Sewu di Bantul. Sumber data ini adalah informasi dari warga Dusun Pijenan-Pedak, panitia upacara Nyadran, pemimpin upacara, kaum atau rois, pengurus makam sewu, mantan pengurus makam sewu, juru kunci, serta perangkat Dusun Pijenan-Pedak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam terbuka, wawancara terstruktur, observasi partisipasi/ pengamatan berperan serta, dan dokumentasi. Instrumen penelitian adalah peneliti dengan menggunakan alat bantu kamera, tape recorder, dan buku catatan. Teknik analisis data dengan  menggunakan cara etnografi (1) tahap pemrosesan satuan meliputi; tipologi satuan, penyusunan satuan, (2) kategorisasi/pengelompokan,(3) penafsiran data/kesimpulan. Selanjutnya metode keabsahan data menggunakan (1) triangulasi sumber dan triangulasi metode (2) perpanjangan keikutsertaan.Kajian ini menyimpulkan bahwa deskripsi rangkaian upacara Nyadran Makam Sewu di Bantul yang dibagi menjadi tiga tahap, tahap pertama adalah tahap persiapan upacara meliputi bersih lingkungan, tarub, midodareni, tahap kedua, pelaksanaan upacara meliputi (a) Semaan Al Qur'an, (b) Haul dan pengajian, (c) Khataman, tahlil, dan pengajian, (d) Kirap Jodhang, tahlil, kenduri, dan tabur bunga. Tahap ketiga, acara hiburan sholawat. Fungsi folklor dalam upacara Nyadran Makam Sewu di Bantul adalah (1) Fungsi sosial meliputi fungsi kegotong-royongan, fungsi sarana kerukunan hidup antar-warga, (2) Fungsi pelestarian tradisi, dan (3) Fungsi ritual.
Pandangan Multikultural Ki Padmasusastra Melalui Empat Karya Sastranya Prasetyo Adi Wisnu Wibowo
JURNAL IKADBUDI Vol 5, No 12 (2016): Jurnal Ikadbudi
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v5i12.12312

Abstract

Ki Padmasusastra (1843-1926) yang sering menyebut dirinya dengan nama tiyang mardika ingkang marsudi kasusastran Jawi ing Surakarta adalah penulis dan pemerhati bahasa, sastra, dan budaya Jawa setelah era para pujangga Jawa. Ki Padmasusastra walaupun tertarik dan menerima norma-norma sastra dan budaya Eropa, akan tetapi ia tetap mengabdikan diri pada sastra dan budaya Jawa tradisional. Kehadiran empat karya sastranya memiliki warna dan keunikan tersendiri yang menempatkan Ki Padmasusastra sebagai salah satu pengarang Jawa yang terkenal. Pandangan-pandangan multikultural, pemikiran, kreativitas, maupun keteladanan semangat Ki Padmasusastra sebagai seorang pengarang telah berhasil membangun karakter bangsa melalui karya sastra.Kata kunci: Ki Padmasusastra, karya sastra, pandangan multikultural. AbstractKi Padmasusastra (1843-1926) is often called himself by the name tiyang mardika ingkang Marsudi kasusastran Jawi ing Surakarta is a writer and observer of language, literature, and culture of Java after the era of the poets of Java. Ki Padmasusastra although interested and accepted norms of European literature and culture, but he remains devoted to literature and traditional Javanese culture. The presence of four literary works have colors and unique that puts Ki Padmasusastra as one of the authors of the famous Java. The views multicultural, thinking, creativity, and the exemplary spirit of Ki Padmasusastra as an author has succeeded in building the character of the nation through literary works.Keywords: Ki Padmasusastra, literature, multicultural outlook.

Page 3 of 12 | Total Record : 117