cover
Contact Name
Julian Dwi Saptadi
Contact Email
julian.juli27@gmail.com
Phone
+6285753453577
Journal Mail Official
julian.juli27@gmail.com
Editorial Address
komp. Sumber Indah no.117, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM)
ISSN : 29880726     EISSN : 2985895X     DOI : https://doi.org/10.69883/jlkm.v2i3.48
Core Subject : Health,
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat (JLKM) is a scientific journal that focuses on the science of Public Health. This journal contains Health Editorials, Literature Reviews, and Research Results in the field of public health such as Environmental Health, Occupational Health and Safety (OHS), Health Nutrition, Health Policy Administration, Epidemiology, Biostatistics and Population, Behavior and Health Promotion, Maternal Child Health and Reproductive Health.
Articles 88 Documents
Hubungan Antara Shift Kerja, Kualitas Tidur Dan Durasi Kerja Terhadap Kelelahan Kerja Pada Perawat Di Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani Kabupaten Karimun Yulia, Annisya; Yunashastuti, Radha
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/xj1p4m68

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan adalah penurunan kondisi yang memiliki pengaruh terhadap faktor seperti penurunan aktivitas fisik dan mental, perasaan lelah bekerja dan menurunnya motivasi kerja. Hasil studi pendahuluan perawat mengatakan shift pagi, sore, maupun malam merasakan lelah akibat banyaknya pasien dan kurangnya tenaga kesehatan mengakibatkan kualitas tidur terganggu saat berjaga dan durasi kerja bertambah akibat kurangnya tenaga kesehatan dan waktu tertentu harus menggantikan rekan kerja yang berhalangan hadir. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara shift kerja, kualitas tidur dan durasi kerja terhadap kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani Kabupaten Karimun. Metode Penelitian: Jenis penelitian adalah kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Populasi dan sampel perawat dalam penelitian ini berjumlah 57 orang Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner IFRC dan PSQI dengan menggunakan uji Chi square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dengan 57 responden, hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara shift kerja dengan kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Muahmmad Sani dengan p value 0.020 <0.05. Kemudian, terdapat hubungan antara kualitas tidur terhadap kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani dengan p value 0.015 < 0.05. Dan terdapat hubungan antara durasi kerja terhadap kelelahan kerja pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani Kabupaten Karimun dengan p value 0.049 < 0.05. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara shift kerja, kualitas tidur dan durasi kerja terhadap perawat di Rumah Sakit Umum Daerah Muhammad Sani Kabupaten Karimun.
Hubungan Konsumsi Alkohol denga Risiko Obesitas pada Remaja Usia 13--17 Tahun Andreina, Zsandrina Ashriza EL Yusvaa; Dyanindah Ariananda Putri; Winona Maritza; Gabriella Eunike
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/1st1t340

Abstract

Obesitas merupakan faktor risiko bagi berbagai penyakit menular yang terus meningkat, termasuk pada kelompok remaja. Salah satu faktor risiko obesitas adalah konsumsi alkohol yang mengandung kalori dan gula tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara konsumsi alkohol dan risiko obesitas pada remaja usia 13–17 tahun, menggunakan data Global School-Based Student Health Survey (GSHS) 2015 dengan desain studi cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 8.294 remaja yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis deskriptif menunjukkan mayoritas responden berusia 13 tahun (27,5%), sementara usia 17 tahun merupakan kelompok terkecil (8,9%). Sebagian besar responden (94,9%) tidak mengonsumsi alkohol dalam 30 hari terakhir, dan prevalensi obesitas mencapai 4,1%, dengan laki-laki memiliki proporsi lebih tinggi (5%) dibandingkan perempuan (3,3%). Proporsi peminum ringan hingga berat lebih tinggi pada laki-laki. Sebanyak 324 responden non-drinker mengalami obesitas, dibandingkan 11 responden pada kategori light-to-moderate drinker dan 2 responden pada heavy drinker. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara konsumsi alkohol, usia, dan jenis kelamin dengan obesitas pada remaja. Namun, ditemukan hubungan signifikan antara perilaku merokok dan jenis kelamin dengan obesitas pada remaja. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai peran faktor perilaku hidup sehat sebagai salah satu faktor risiko obesitas pada remaja dan menekankan pentingnya upaya pencegahan obesitas sejak dini.
Hubungan Intensitas Pencahayaan, Umur, Masa Kerja, Dan Lama Kerja Terhadap Keluhan Kelelahan Mata Pada Pekerja Bagian Menjahit (Sewing) Garmen Cv. Jodion Unggul Perkasa Kabupaten Sleman Sekar Arum, Amanda
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/02brx192

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan mata adalah masalah besar bagi semua orang, terutama bermasalah bagi karyawan dan pemilik bisnis. Baik pekerja formal maupun informal sering mengalami masalah kelelahan mata. Bisnis di sektor informal termasuk di antara yang memiliki bahaya kesehatan yang sangat tinggi karena baik pemerintah maupun pemiliknya tidak memperhatikan kesehatan dan keselamatan karyawan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data sampel ini adalah simple random sampling yaitu pengambilan sampel dari populasi yang homogen, dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu sebanyak 61 responden. Pengukuran menggunakan lux meter untuk mengukur intensitas pencahayaan dan kuesioner untuk mengetahui umur, lama kerja, masa kerja, dan keluhan kelelahan mata. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil: Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara intensitas pencahayaan dengan keluhan kelelahan mata, nilai p value 0,009 (p-value <0,05). Ada hubungan antara umur dengan keluhan kelelahan mata, nilai p-value 0,011 (p-value <0,05). Ada hubungan antara masa kerja dengan keluhan kelelahan mata, nilai p-value 0,007 (p-value <0,05). Ada hubungan antara lama kerja dengan keluhan kelelahan mata, nilai p-value 0,014 (p-value <0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara intensitas pencahayaan, umur, masa kerja, dan lama kerja dengan keluhan kelelahan mata pada pekerja bagian menjahit (sewing) Garmen CV. Jodion Unggul Perkasa Kabupaten Sleman.
Analisis Dimensi Keselamatan pada Arena Permainan Wisata Jeep di Tumpeng Menoreh Berdasarkan SNI 9042:2021 Puji Lestari, Rahayu; Sekarang Arum, Amanda
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/74ka6m02

Abstract

Latar Belakang: Jeep Tumpeng Menoreh merupakan pariwisata arena permaianan petualangan yang menawarkan pengalaman off-road di medan ekstrem. Aktivitas ini memiliki risiko tinggi dengan beberapa faktor seperti medan ekstrem, minimnya fasilitas keselamatan, kurangnya kerja sama dengan instansi tanggap darurat, dan rendahnya kesadaran wisatawan menjadi dasar utama penilaian. Dengan kondisi ini, risiko yang ada cukup signifikan untuk dianggap tinggi, meskipun tidak dihitung secara matematis, sehingga membutuhkan penerapan standar keselamatan sesuai SNI 9042:2021, yang mencakup manajemen/tata kelola, sumber daya manusia (SDM), dan partisipasi pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan dimensi keselamatan tersebut. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelola telah menerapkan beberapa prosedur keselamatan, seperti pengarahan awal, penggunaan helm, dan penyediaan kotak P3K. Terdapat kekurangan seperti ketiadaan rambu evakuasi, peta titik kumpul, dan kerja sama dengan instansi terkait. Kekurangan ini dapat menghambat respons wisatawan dan pengelola dalam situasi darurat. Kesimpulan: Penerapan dimensi keselamatan di Jeep Tumpeng Menoreh belum sepenuhnya sesuai dengan SNI 9042:2021. Kekurangan fasilitas keselamatan dapat menghambat respons dalam situasi darurat.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Pada Perawat Rawat Inap di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul Dania Ramanda, Shafa
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/511m7k75

Abstract

Latar Belakang Rumah sakit merupakan fasilitas yang memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, bersama dengan institusi kesehatan lainnya. Untuk memenuhi komitmen ini, rumah sakit sering kali dituntut untuk memberikan layanan kepada masyarakat secara terus menerus, sepanjang waktu. Semua individu rentan terhadap beberapa masalah kesehatan secara bersamaan. Pekerja di industri kesehatan, termasuk perawat, yang sangat penting bagi layanan rumah sakit, dan siap sedia 24 jam untuk memberikan bantuan kepada pasien dan melakukan tugas-tugas fisik yang berat. Karena itu, perawat sering melaporkan bahwa mereka merasa lelah dengan pekerjaan mereka. Layanan keperawatan memiliki bahaya kerja yang signifikan pada kecelakaan akibat kerja. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada perawat rawat inap di Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul. Metode dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, subjek dalam penelitian ini adalah perawat di bagian rawat inap yang berjumlah 58 orang. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan reaction timer. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis data dengan uji chi-square. Hasil penelitian terdapat hubungan kelelahan kerja dengan variabel yang terdiri dari variabel usia dengan (p = 0,002 < 0,05), variabel masa kerja dengan (p = 0,034 < 0,05), variabel shift kerja dengan (p = 0,038 < 0,05), dan variabel durasi kerja tidak ada hubungan dengan kelelahan kerja dengan (p = 0,203 > 0,05). Kesimpulan terdapat hubungan kelelahan kerja pada usia, masa kerja, shift kerja hubungan durasi kerja pada perawat rawat inap Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul, dan tidak ada hubungan durasi kerja pada perawat rawat inap Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul.
Identifikasi Bahaya Dan Penilaian Risiko K3 Pada Aktivitas Penjahit Rumahan Di Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta Pratama, Wiki; Delima Sekar, Putri
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/ds8xvx56

Abstract

Latar Belakang : Kecelakaan kerja dialami pada perkembangan industri salah satunya yaitu industri informal. Industri informal di Indonesia sangat banyak salah satunya penjahit rumahan, pekerjaan tersebut harus dilakukan secara manual yang memerlukan tenaga fisik yang sangat besar, sehingga aktivitas kerja dalam penjahit rumahan terdapat bahaya yang dapat berisiko pada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis bahaya dan risiko K3 pada aktivitas penjahit rumahan di Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Metode : Penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik yang digunakan untuk menentukan subyek wawancara pada penelitian ini yaitu 5 orang penjahit rumahan sebagian informan utama dan 5 orang terdekat yaitu keluarga yang tinggal satu rumah dengan penjahit sebagai informan pendukung, penentuan subyek menggunakan teknik purposive sampling. Selain itu pada penelitian ini menggunakan 2 triangulasi yaitu triangulasi sumber dan metode. Hasil : Berdasarkan hasil dari penilaian risiko pada pembuatan pakaian pada penjahit rumahan di Kelurahan Warungboto yaitu terdapat satu high risk, sedangkan terdapat tujuh aktivitas moderate risk, dan terdapat dua aktivitas dengan low risk. Kesimpulan : Bahaya yang di timbulkan dari aktivitas penjahit rumahan yaitu ergonomi, mekanik, psikologi, kimia, dan bahaya fisika, sumber bahaya tersebut dapat menyebabkan pegal pada kaki dan pinggang, nyeri punggung, tangan terluka, pusing pada kepala, gangguan pernapasan, tertusuk jarum, kesemutan.
EVALUASI SARANA PRASARANA KEAMANAN WISATAWAN DAN KELENGKAPAN PERLENGKAPAN LIFEGUARD PADA DESTINASI WISATAWATERBOOM JOGJA, KABUPATEN SLEMAN Va Yanson, Ayudiah; Puji Lestari, Rahayu
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v4i1.61

Abstract

Evaluasi terhadap keadaan kolam renang, peralatan keselamatan, serta jalur evakuasi menjadi hal yang sangat vital dalam memastikan bahwa pengunjung dapat menikmati pengalaman wisata tanpa risiko yang tak terduga. Tidak tersedianya sarana keselamatan yang sesuai standar merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan di kawasan wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kesesuaian sarana prasarana keamanan dan kelengkapan peralatan keselamatan lifeguard dengan pedoman acuan. Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan form checklist SNI 9042 dan Australian Coastal Public Safety Guidelines dengan jumlah responden 5 orang yang terdiri dari safety aquatic, SPV safety Aquatic, manager dan pengunjung yang dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2024. Hasil: berdasarkan penelitian keamanan pengunjung yang ada di Waterboom Jogja dapat terjamin dengan tersedianya sarana prasarana keamanan dan kelengkapan peralatan keselamatan lifeguard, Waterboom Jogja sendiri sudah memiliki berbagai sarana prasarana yang cukup memadai. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disinpulkan bahwa, sarana prasarana keamanan dan kelengkapan peralatan keselamatan lifeguard di wisata
Evaluasi Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Proses Push Pull Pickling Line dan Hot Rolled Slitter di Industri Baja PT. AM/NS Indonesia Radityo Kusumo, Hafizh; Retno Utami, Putri
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v4i1.62

Abstract

Industri baja dan besi memiliki potensi bahaya signifikan seperti radiasi, tekanan panas, kebisingan, debu, dan uap logam. Penelitian ini menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di PT. Anchelor Mittal Nippon Steel Indonesia pada area Push Pull Pickling Line (PPPL) dan Hot Rolled Slitter (HRS). Metode : Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan desain studi kasus untuk mengetahui bahaya dan risiko K3 pada PPPL dan HRS melalui observasi dan wawancara mendalam. Identifikasi bahaya menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control (HIRADC), dengan responden HOD PPPL-HRS sebagai informan utama dan staff HSE sebagai informan kunci. Hasil Penelitian : Bahaya signifikan di area PPPL-HRS termasuk tersayat strapping, tergores scrap, terjepit mesin, terkena percikan cairan kimia HCl, dan terjatuh dari tangga korosif. Penilaian risiko dengan matriks risiko menunjukkan 2 risiko tinggi, 6 risiko sedang, dan 2 risiko rendah. Pengendalian risiko mencakup penggunaan alat pelindung diri (APD), pelatihan rutin, pemasangan safety sign, dan penerapan SOP yang ketat. Kesimpulan: Area PPPL-HRS PT. AM/NS Indonesia memiliki potensi bahaya dan risiko tinggi terhadap K3, sehingga diperlukan pengelolaan risiko yang lebih efektif. Rekomendasi pengendalian meliputi penggantian peran pekerja dengan mesin otomatis untuk aktivitas berisiko tinggi, peningkatan fasilitas pengendalian teknis seperti ventilasi dan blower, serta peningkatan kesadaran pekerja melalui program pelatihan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan manajemen risiko K3 di industri baja dan besi serta meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja di PT. AM/NS Indonesia.
Evaluasi Kesesuaian Sistem Proteksi Kebakaran Museum Muhammadiyah Yogyakarta Berdasarkan Permen PU No. 26 Tahun 2008 Retno Utami, Putri
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v4i1.63

Abstract

Museum Muhammadiyah memiliki potensi risiko terjadinya bencana kebakaran yang besar akibat konsleting arus listrik, berbagai pameran yang mudah terbakar seperti peninggalan dokumen dan artefak bersejarah mengenai gerakan islam Muhammadiyah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kesesuaian sistem proteksi kebakaran Museum Muhammadiyah dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008. Metode : Jenis penelitian ini adalah analisis deskriptif dengan metode kualitatif yang menggunakan instrumen penelitian yaitu panduan wawancara dan daftar checklist. Responden penelitian terdiri dari 2 informan kunci dan 2 informan pendukung yang dipilih secara sengaja atau menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh adalah hasil dari wawancara secara mendalam dan observasi. Hasil : Museum Muhammadiyah sudah dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran aktif, pasif maupun sarana penyelamatan jiwa. Sistem proteksi aktif berupa detektor, alarm kebakaran dan springkler dalam kondisi yang memadai namun masih belum sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008. Hidran dan APAR dalam kondisi yang kurang memadai dan belum sesuai. Sistem proteksi kebakaran pasif yakni konstruksi tahan api cukup memadai tetapi belum sesuai dengan persyaratan. Sarana penyelamatan jiwa yakni sarana jalan keluar dalam kondisi memadai namun belum sesuai, sedangkan tanda arah keluar cukup memadai tetapi belum memenuhi standar ketentuan yang berlaku. Kesimpulan : Museum Muhammadiyah telah dilengkapi dengan sistem proteksi kebakaran aktif, pasif maupun sarana penyelamatan jiwa, namun masih belum sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 Tahun 2008.
Evaluasi Implementasi Strategi Keselamatan Kebakaran Berdasarkan KEP/186/MEN/1999 di PT. Dharma Satya Nusantara Temanggung Liyudza Dwiagda Maheswari, Lituhayu; Arfianto, Muhammad
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/jlkm.v4i1.64

Abstract

Latar Belakang: Kebakaran adalah bencana atau insiden yang sangat merugikan semua pihak yang terlibat. Kebakaran adalah salah satu tragedi yang sering melanda masyarakat, dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan. Kebakaran juga sering terjadi pada suatu Perusahaan seperti perusahaan yang bergerak pada bidang sektor pengelolaan kayu yang ada di PT Dharma Satya Nusantara Temanggung, Jawa Tengah. Maka dari itu perlu dilakukannya    analisis    implementasi    strategi    keselamatan kebakaran apakah sudah sesuai dengan standar KEP/186/1999. Metode: Jenis metode ini penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Informan menggunakan teknik triangulasi terdiri dari 2 kunci dan 7 informan triangulasi PT. Dharma Satya Nusantara Temanggung, Jawa Tengah. Hasil: Terdapat 2 komponen yang dibahas dalam penelitian ini yaitu kebijakan manajemen kebakaran, dan tindakan pencegahan kebakaran. PT. Dharma Satya Nusantara Temanggung sudah memiliki kebijakan manajemen kebakaran, tetapi belum sesuai dengan standar KEP/186/1999, menjalankan upaya pencegahan kebakaran dengan terbentuknya tim pemadam kebakaran, memiliki sarana prasarana aktif dan pasif seperti APAR, hidran, alarm, detektor, jalur evakuasi, titik kumpul, dan tim medis. Kesimpulan: PT. Dharma Satya Nusantara Temanggung, Jawa Tengah sudah memiliki kebijakan manajemen, tetapi belum sepenuhnya memenuhi standar. Terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi seperti adanya buku rencana tanggap darurat dan pelatihan simulasi tanggap darurat bagi seluruh pekerja yang ada di PT. Dharma Satya Nusantara Temanggung, Jawa Tengah. Kata Kunci: Kebijakan Manajemen Kebakaran, Pencegahan Kebakaran, Kebakaran