cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2020)" : 27 Documents clear
ANALISIS PEMASARAN PISANG TALAS DI KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN Norhasanah Norhasanah; Mariani Mariani; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2637

Abstract

Kabupaten Balangan merupakan Kabupaten penghasil pisang terbesar pertama dibandingkan kabupaten lainnya yaitu sebesar 243.715 kuintal.  Produksi buah pisang di Kabupaten Balangan merupakan produksi buah paling besar dibandingkan buah lainnya. Jenis pisang yang banyak ditanam  antara lain adalah pisang talas.  Pisang talas adalah salah satu jenis pisang khas Kalimantan Selatan yang memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan karena sangat disenangi oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui saluran pemasaran, biaya, margin, keuntungan, farmer share, share harga, efisiensi pemasaran dan permasalahan yang dihadapi dalam peyaluran pisang talas dari produsen ke konsumen. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data primer didapatkan  secara langsung dari responden menggunakan kuesioner. Sedangkan data sekunder didapatkan dari Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan  dan Dinas Pertanian Kabupaten Balangan. Dari hasil penelitian ini, Kecamatan Halong  memiliki tiga saluran yang melibatkan petani, pengumpul, pengecer, pedagang besar. Dimana lembaga-lembaga tersebut mempunyai berbeda-beda fungsi pemasarannya. Dari penelitian ini biaya pemasaran tertinggi di antara III saluran adalah saluran IIIb yaitu sebesar Rp  6.222/kg, biaya terkecil terdapat di saluran I di Kecamatan Halong sebesar Rp  740/kg. Margin terbesar  pada saluran I  Rp  9.794/kg dan  margin terkecil ada  di saluran II Rp  1.040/kg.  Keuntungan terbesar ada pada saluran tingkat I sebesar Rp 9.053/kg,  keuntungan terkecil ada di  saluran IIIb Rp  4.555/kg. adapun  farmer share  yang diterima petani tertinggi terdapat di saluran I sebesar 100%, terkecil pada saluran IIIa sebesar 23%. Share yang didapatkan oleh lembaga pemasaran tertinggi ada pada  saluran IIIa, yaitu ditingkat pedagang pengecer di Pasar Kalua sebesar 61%, terkecil ada di saluran IIIa yaitu ditingkat pedagang pengumpul sebesar 7%. Saluran pemasaran pisang talas paling efisiensi ekonomis terdapat di saluran I daerah  pasar Halong karena nilai efisiensi ekonomisnya paling kecil dan efisiensi teknis terdapat pada saluran II, karena nilai efisiensi teknisnya lebih kecil.Kata kunci: pisang talas, saluran pemasaran, margin, farmer share, efisiensi
ANALISIS USAHATANI PADI SAWAH VARIETAS LOKAL DAN VARIETAS UNGGUL DI KECAMATAN MARTAPURA BARAT, KABUPATEN BANJAR Muhammad Hafiz; Taufik Hidayat; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2624

Abstract

Padi merupakan tanaman pertama yang hingga saat ini menjadi tanaman utama di dunia terutama di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pangan. Di Kecamatan Martapura Barat tepatnya di Desa Keliling Banteng Ulu petani yang menanam padi varietas unggul lebih banyak daripada menanam padi varietas lokal sedangkan di Desa Penggalaman petani yang menanam padi varietas lokal lebih banyak daripada menanam padi varietas unggul. Tujuan dari penelitian yaitu mengetahui struktur biaya dan pendapatan usahatani padi sawah dan mengetahui kelayakan usahatani varietas lokal dan varietas unggul. Metode sebagai pengambilan sampel ialah menggunakan metode random sampling, yaitu 30 orang petani padi lokal dan 30 petani padi unggul. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa rata-rata produksi padi lokal sejumlah 2.717 kg dengan rata-rata dari luas lahan yaitu 0,97 ha, dan produktivitas padi lokal adalah sebesar 2.792 kg/ha dijual dengan harga Rp 6000/kg sedangkan produksi padi varietas unggul adalah sebesar 3.465 kg dengan luas lahan yaitu 1,025 ha, dan produktivitas padi unggul adalah  3.380 kg/ha dengan harga jual sebesar Rp 5000/kg. Rata-rata biaya total padi varietas lokal sebesar Rp 13.287.275/UT atau Rp 13.698.221/ha sedangkan untuk rata-rata biaya total padi varietas unggul adalah senilai Rp 16.175.459/UT atau Rp 15.780.936/ha. Penerimaan padi lokal sebesar Rp 16.255.833/UT atau Rp 16.758.591/ha sedangkan untuk padi unggul penerimaan yang diperoleh sebesar Rp 17.874.333/UT atau Rp 17.438.374/ha. Rata-rata dari tingkat pendapatan padi lokal yang dihasilkan sebesar Rp 11.011.528/UT atau Rp 11.352.092/ha sedangkan rata-rata pendapatan padi unggul yaitu sebesar Rp 10.709.248/UT atau Rp 10.448.047/ha. Usahatani kedua varietas padi lokal dan padi unggul layak diusahakan dengan nilai RCR untuk varietas lokal yaitu sebesar 1,22 dan untuk nilai RCR padi unggul adalah sebesar 1,11.Kata kunci: analisis usahatani, total biaya, penerimaan, pendapatan, kelayakan
ANALISIS KOMPARATIF PENGGUNAAN HAND TRACTOR DALAM USAHA TANI PADI KECAMATAN TEWEH SELATAN DI KABUPATEN BARITO UTARA Koko Windarko; Muhammad Husaini; Hamdani Hamdani
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2613

Abstract

Hand Tractor (HT) merupakan salah satu alat mesin pertanian yang digunakan untuk meringankan kerja seperti mencangkul lahan yang sangat luas dengan tenaga manusia. Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui besar produktivitas, biaya total, penerimaan, keuntungan dan kelayakan usahatani padi dalam menggunakan (HT) dan yang tidak menggunakan (HT) serta mengetahui prospek penggunaan (HT) dalam usahatani padi. Penelitian dilaksanakan di Desa Trahean dan Butong Kecamatan Teweh Selatan Kabupaten Barito Utara yang dimulai dari bulan Januari 2019 sampai dengan April 2019. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode proporsional random sampling, yaitu sebanyak 30 petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa Produktivitas petani pengguna (HT) signifikan lebih besar (13,45%) jika dibandingkan dengan petani  (NHT). Besar biaya petani pengguna (HT) signifikan lebih kecil (34,84%) jika dibandingkan dengan petani (NHT). Besar penerimaan petani pengguna (HT) signifikan lebih besar (19,94%) jika dibandingkan dengan petani (NHT). Besar keuntungan petani pengguna (HT) signifikan lebih besar (73,18 %) jika dibandingkan petani pengguna (NHT). Kelayakan petani pengguna (HT) lebih layak jika dibandingkan dengan petani (NHT). Prospek penggunaan (HT)  kedepan lebih baik karena lebih mudah digunakan dan praktis, tidak membutuhkan waktu lama dalam pengolahan lahan, dan lebih menghemat upah tenaga kerja. Kata kunci: analisis komparatif, penggunaan alat, hand tractor.  
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI SAWI DI KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA, KECAMATAN LIANG ANGGANG, KOTA BANJARBARU Muhammad Fajar Wibawa; Yudi Ferrianta; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2644

Abstract

Salah satu potensi besar dari sektor pertanian yaitu sektor hortikultura, yang memiliki peran penting dalam mensuplai kecukupan gizi bagi masyarakat. Salah satu komoditas hortikultura yang berperan dalam mensuplai kecukupan gizi adalah sayuran. Sawi adalah salah satu sayuran yang berperan akan protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani sawi dan mengidentifikasi permasalahan yang di hadapi petani dalam usahatani sawi di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecmatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Responden dipilih melalui tiga tahap yakni dilakukan secara sengaja (purposive sampling) untuk memilih kecamatan dan kelurahan, sedangkan untuk responden yang terpilih sebanyak 70 petani dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling). Berdasarkan hasil penelitin ini produksi usahatani sawi di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liangg Anggang Kota Banjarbaru dipengaruhi secara signifikan pada taraf nyata 1% oleh tenaga kerja, sedangkan faktor produksi yang berpengaruh secara signifikan pada taraf nyata 5% oleh luas lahan dan bibit sawi. Permasalahan yang dihadapi petani dalam usahatani sawi yaitu permodalan, kemarau panjang, hama penyakit, dan harga jual murah.Kata kunci: hortikultura, sayuran, produksi 
ANALISIS PERENCANAAN PERSEDIAAN KEDELAI PADA DISTRIBUTOR KEDELAI UD RAMELAN JAYA DI BANJARBARU Ardhia Pramesti Regita; Sadik Ihsan; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2633

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu mengkaji perbandingan manajemen persediaan kedelai antara sistem yang dilakukan oleh UD Ramelan Jaya dengan metode Economic Order Quantity (EOQ). Data yang mendukung penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa penggunaan metode EOQ lebih efektif untuk menghemat biaya pemesanan dan penyimpanan kedelai. Jumlah pemesanan ekonomis yang harusnya diterapkan perusahaan adalah sebanyak 961.335 kg dengan frekuensi pemesanan sebanyak 3 kali per tahun. Dengan jumlah pemesanan yang ekonomis, maka perusahaan akan dapat menghemat biaya persediaan total yang dikeluarkan. Biaya persediaan total yang dikeluarkan perusahaan adalah sebesar Rp 16.758.418.500 sedangkan menurut perhitungan EOQ biaya yang dikeluarkan adalah Rp 16.735.090.050,1 sehingga jika perusahaan menerapkan metode EOQ dalam pengendalian persediaan kedelai akan menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp 23.328.449,9. Tidak ada permasalahan yang serius terkait proses pengadaan maupun penyimpanan kedelai dalam setahun ini. Selama ini penyuplai kedelai tidak pernah terlambat dalam mengirim kedelai ke Banjarmasin sehingga perusahaan tidak mengalami keterlambatan pengiriman kedelai.Kata kunci: perencanaan persediaan, persediaan kedelai, EOQ
ANALISIS RISIKO USAHATANI SEMANGKA DI DESA MUNING TENGAH, KECAMATAN DAHA SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Norhalis Norhalis; Sadik Ihsan; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2620

Abstract

Semangka merupakan salah satu tanaman yang termasuk dalam komoditas hortikultura. Salah satu desa yang mengusahatanikan semangka terbesar di Kecamatan Daha Selatan adalah Desa Muning Tengah. Namun tidak terlepas dengan ketidakpastian  harga dan produksi yang mengakibatkan pendapatan petani semangka di Desa Muning Tengah tidak menentu. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peluang risiko terhadap pendapatan petani semangka, persepsi petani, dan cara petani dalam  menghadapi risiko. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Muning Tengah Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan mulai dari bulan Agustus 2018 sampai selesai. Metode penelitian yang dipakai yaitu deskriptif dan analitik. Sampel yang digunakan sebanyak 74 petani dari 290 petani. Analisis koefisien variasi, skala likert, dan perilaku manajemen risiko dipakai untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien variasi (CV) sebesar 0,86 dan batas bawah pendapatan (L) sebesar Rp -6693621,286 hal  menunjukkan bahwa ada peluang kerugian pada petani semangka disetiap musim tanam, persepsi petani terhadap risiko adalah netral karena tidak terlalu mengganggu jalannya usahatani semangka. Perilaku manajemen risiko ex-ante dijalankan dengan  mengikuti pola tanam semangka-labu-tomat, memakai modal sendiri, memakai varietas semangka yang lebih dari satu, asal benih yang digunakan membeli dari toko saprodi, dan hanya ada disatu lokasi penanaman. Perilaku manajemen risiko interactive dilakukan dengan cara tidak melakukan pemunduran waktu tanam,  menjalankan pergantian tanaman apabila ada tanaman yang tidak tumbuh  lagi, jarak tanam sesuai anjuran yaitu 50x50,  memanfaatkan TK dalam keluarga apabila kekurangan tenaga kerja, dan waktu pengendalian OPT setiap saat terjadi serangan. Perilaku manajemen risiko ex-post yang dilakukan petani adalah sistem penjualan timbangan apabila harga jual turun dan hasil produksi kurang baik, harga semangka ditentukan dilahan, para petani semangka sebagian besar bergantung pada usahatani semangka, dan apabila usahatani semangka dianggap tidak berhasil, petani akan tetap menanam semangka di musim selanjutnya bahkan akan mengatasi penyebab kegagalan yang telah dihadapi.Kata kunci:usahatani semangka, risiko, perilaku manjemen risiko
Pemasaran Pisang Kepok (Musa paradisiaca formatypica) di Pasar Agrobisnis Modern Kecamatan Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah Ayda Iriani; Luki Anjardiani; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.14786

Abstract

Kabupaten Hulu Sungai Tengah merupakan kabupaten penghasil pisang terbanyak pertama dibandingkan Kabupaten lainnya. Kabupaten Hulu Sungai Tengah juga dapat memenuhi kebutuhan daerah sendiri hasil produksi pisang juga dapat memenuhi kebutuhan untuk daerah lain, dimana Kabupaten Hulu Sungai tengah menyumbang sebanyak 45% hasil produksi pisang untuk Kalimantan Selatan. Pasar Agribisnis merupakan salah satu tempat yang memiliki pola saluran pemasaran yang cukup baik sehingga penelitian ini dilakukan dengan cara snowball sampling yaitu teknik pengambilan sampel secara bergulir dimulai dari dari petani bergulir ke pedagang besar di Pasar Agrobisnis Modern Kecamatan Barabai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar biaya pemasaran, margin, keuntungan dan farmer's share dari pemasaran pisang kepok, mengetahui saluran pemasaran yang terjadi serta mengidentifikasi permasalahan pemasaran yang seringkali terjadi. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder, data primer didapatkan secara langsung dari responden petani di Kecamatan Batang Alai Utara untuk selanjutnya bergulir ke pedagang di Pasar Agrobisnis Modern Kecamatan Barabai. Sedangkan data sekunder di dapatkan dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 4 saluran pemasaran, yaitu Saluran I (Petani- konsumen akhir di wilayah Desa Batu Tangga); Saluran II (Petani-Konsumen akhir di Pasar Agrobisnis Modern); Saluran III (Petani-Pedagang Pengumpul-Konsumen akhir); dan saluran IV (Petani-Pedagang Pengumpul-Pedagang Besar-Pedagang Pengecer-Konsumen Akhir). Total biaya pada saluran II sebesar Rp 387,06- ; Saluran III Rp 689,79,-; dan total biaya pada saluran IV sebesar Rp 936,79,-. Margin total saluran II sebesar Rp 1.065,- ; saluran III sebesar Rp 3.815,- ; dan saluran IV sebesar Rp 5.006,-. Keuntungan total saluran II sebesar Rp 677,94,- ; saluran III sebesar Rp 3.125,21,- ; dan saluran IV sebesar Rp 4.069,21,-. Share petani saluran II 100%, selanjutnya saluran III 43,48%, dan saluran IV 36,96%.

Page 3 of 3 | Total Record : 27