cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2023)" : 25 Documents clear
Analisis Faktor – Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Buah Naga di Kelurahan Kalampangan Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya Bella Friska Wawoh; Yusuf Azis; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyelenggaraan usahatani buah naga, menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan dalam usahatani buah naga serta faktor – faktor sosial ekonomi yang diduga mempengaruhi pendapatan usahatani buah naga. Jumlah responden sebanyak 41 orang diambil menggunakan metode sensus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan usahatani buah naga mendapatkan hasil panen yang baik mulai dari pengolahan lahan sampai dengan teknik penanaman serta pemeliharaan yang tepat dan menyesuaikan waktu. Rata-rata biaya total yang harus dikeluarkan petani yaitu sebesar Rp 633.448.746 per usahatani atau Rp 266.067.116/ha dengan rata-rata biaya eksplisit sebesar Rp 377.591.887 per usahatani atau Rp 154.363.900/ha dan rata-rata biaya implisit sebesar Rp 255.856.859 per usahatani atau Rp 111.703.216/ha. Rata-rata penerimaan usahatani buah naga tahun 2021 diperoleh sebesar Rp 871.498.537 per usahatani atau Rp 333.938.692/ha. Sedangkan rata-rata pendapatan usahatani buah naga tahun 2021 sebesar Rp 493.906.649 per usahatani atau Rp 179.574.792/ha. Hasil analisis dan identifikasi faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pendapatan usahatani buah naga menggunakan analisis regresi linear berganda yang diestimasi melalui logaritma natural model Cobb-Douglas diperoleh nilai koefisien determinasi menggunakan Adjusted R-square (R2) 0,382 dan F hitung 4,531. Variabel biaya pestisida merupakan satu-satunya faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi pendapatan usahatani buah naga, sedangkan biaya tenaga kerja, pengalaman berusahatani buah naga, pendidikan, jumlah tanggungan, biaya pemupukan dan modal tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap pendapatan usahatani buah naga di Kelurahan Kalampangan Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya.
Analisis Usahatani Jeruk Siam Banjar di Desa Barambai Kolam Kiri Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala Jahratun Nisa; Muhammad Fauzi; Sadik Ikhsan
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8277

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk menganalisis tingkat kelayakan usahatani jeruk siam Banjar di Desa Barambai Kolam Kiri Kecamatan Barambai; (2) Untuk menganalisis permasalahan yang di hadapi petani dalam usahatani jeruk siam Banjar di Desa Barambai Kolam Kiri Kecamatan Barambai. Penelitian dilaksanakan di Desa Kolam Kiri Kecamatan Barambai, Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian dimulai pada bulan Agustus 2019 sampai dengan November 2021, jenis data yang dikumpulkan merupakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan petani menggunakan daftar pertanyaan yang telah disiapkan, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai dinas atau instansi yang berkaitan dengan penelitian ini. Responden petani diperoleh dengan cara penarikan contoh secara sederhana. Responden yang dijadikan sampel adalah 30 dari petani jeruk siam. Kelayakan usahatani jeruk siam di Desa Barambai Kolam Kiri Kecamatan Barambai dilihat dari kriteria investasi usahatani jeruk siam layak untuk dikembangkan. Hal ini terlihat dari nilai NPV yang bernilai positif pada df 10% sebesar Rp 240.497.291, pada df 12% sebesar Rp 210.246.286, dan pada df 18% sebesar Rp 135.379.971. Nilai Net B/C yaitu Rp 2.21 pada df 10%, Rp 2.07 pada df 12%, dan Rp 1.71 pada df 18%, serta nilai IRR yang didapat adalah sebesar 38,01%.
Analisis Finansial Usaha Ternak Ayam Ras Petelur di Desa Cindai Alus Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar (Studi Kasus Pada Usaha Agri Mulya Farm) Akhmad Junaidi; Muhammad Husaini; Hairin Fajeri
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8283

Abstract

Ayam ras petelur merupakan jenis ras unggul dari hasil persilangan antara bangsa-bangsa ayam yang dikenal memiliki daya produktivitas yang tinggi terhadap produksi daging dan telur. Salah satu usaha ayam ras petelur yang ada di Kabupaten Banjar adalah Agri Mulya Farm, usaha yang dimiliki H. Karnoto. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui penerimaan, biaya dan keuntungan yang didapat serta kelayakan usaha ternak ayam ras petelur Agri Mulya Farm. Penelitian dilaksanakan di usaha ternak ayam ras petelur Agri Mulya Farm milik H. Karnoto dari Januari 2022 sampai Desember 2022. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan biaya yang dikeluarkan dalam satu periode produksi sebesar Rp 1.411.280.869 dan penerimaan sebesar Rp 1.815.433.000. Keuntungan yang didapat dalam satu periode produksi sebesar Rp 404.152.131. NPV yang bernilai positif yaitu sebesar Rp 331.874.849,20,-. Nilai IRR sebesar 75,58% dan nilai Net B/C sebesar Rp 2,67. Berdasarkan kriteria tersebut, Agri Mulya Farm layak untuk diusahakan secara finansial.  
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Padi Unggul di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka Herni Safitri; Yudi Ferrianta; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8274

Abstract

Ketahanan pangan rumah tangga petani padi unggul sebagai sebuah sistem dibentuk dari berbagai sub-sistem yaitu ketersediaan, akses pangan dan sub-sistem konsumsi pangan. Masing-masing sub- sistem tersebut dibentuk dari berbagai indikator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka. Dengan metode survei, populasi dalam penelitian ini berjumlah 83 petani padi unggul yang terdiri dari 5 RT, masing-masing RT satu kelompok tani. Peneliti menentukan sampel sebanyak 45 orang yang diambil secara acak menggunakan metode simple random sampling. Ketahanan pangan rumah tangga petani padi unggul signifikan temasuk kedalam kategori rentan pangan dengan nilai indeks rata-rata sebesar 0,69. Rendahnya nilai rata-rata indeks ketahanan pangan, disebabkan oleh rendahnya indeks sub-sistem ketersediaan pangan yaitu sebesar 0,72, indeks akses pangan sebesar 0,63 dan indeks konsumsi pangan sebesar 0,71. Rendahnya indeks sub-sistem tersebut disebabkan oleh rendahnya indeks indikatornya. Indeks indikator pembentuk ketersediaan yang berjumlah 8 indikator hampir seluruhnya termasuk kedalam rentan pangan, kecuali indikator pembelian beras yang termauk kedalam tahan pangan. Hal yang sama dengan indeks indikator pembentuk akses pangan dan konsumsi pangan hampir seluruhnya termasuk kedalam krietria rentan pangan kecuali indikator konsumsi yaitu konsumsi sayur-sayuran dengan nilai indeks sebesar 0,86 dan termasuk kedalam kriteria tahan pangan. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai thit sebesar 3,990. Jika angka tersebut dibandingkan dengan t tabel pada taraf signifikan 5% sebesar 1,681 angka tersebut lebih besar dari angka t hit, maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternative (H1) diterima, dengan kata lain bahwa ketahanan pangan rumah tangga petani padi unggul di Kelurahan Bangkal Kecamatan Cempaka signifikan termasuk kedalam kriteria rentan pangan.
Analisis Risiko Produksi Tanaman Cabai Rawit di Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Ardiansyah Ardiansyah; Ahmad Yousuf Kurniawan; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8265

Abstract

Usahatani cabai rawit memiliki risiko yang tinggi. Petani harus meminimalisir risiko yang terjadi dengan cara melakukan upaya penanganan dalam menghadapi risiko sehingga hasil produksi dalam budidaya cabai rawit dapat lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko yang dihadapi petani pada budidaya tanaman cabai rawit dan menganalisis besarnya risiko pada usaha budidaya tanaman cabai rawit di Kecamatan Liang Anggang. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Metode penarikan contoh menggunakan rancangan sampling jenuh atau sensus, sehingga menggunakan semua populasi sebanyak 45 petani responden. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif yang di bantu skala likert, expected return, variance, standard deviation dan coefficient varriation. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua sumber risiko yaitu sumber risiko eksternal dan internal. Sumber risiko eksternal yaitu : cuaca, hama, penyakit, bencana alam dan musim. Sedangkan sumber risiko internal yaitu : benih dan bibit, pupuk, pestisida, teknis budidaya dan teknologi. Sumber risiko yang sering dialami petani yaitu : cuaca hujan 38,67 %, penyakit antraks 54,67%, hama thrips 56,89%, dan bercak daun 58,67%. Semakin rendah presentasenya maka kemungkinan terjadinya serangan akan semakin tinggi. Nilai expected return yang diperoleh adalah sebesar 11,33. Artinya petani cabai rawit di Kecamatan Liang Anggang mengharapkan rata-rata produktivitas sebanyak 11,33 ton/ha di saat kondisi risiko produksi 6% untuk setiap kondisi dalam proses budidaya yang telah diakomodasi oleh petani. Hasil analisis risiko produksi yang diperoleh nilai coefficient variation sebesar 0,06. Artinya pada setiap satu kilogram cabai rawit yang dihasilkan akan mengalami risiko sebesar 6% pada saat terjadi risiko produksi. Risiko produksi rawan terjadi pada musim hujan karena hama, jamur dan virus mudah berkembang.
Analisis Sikap Konsumen Terhadap Pembelian Sayur Segar di Pasar Bauntung Banjarbaru Windarti Windarti; Luki Anjardiani; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8279

Abstract

Kesadaran masyarakat dalam mengkonsumsi sayuran masih sangat rendah, oleh sebab itu produsen sayur harus menyediakan produk yang sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen, karena hal itu Pasar Bauntung yang berlokasi di Jl. RO Ulin, Loktabat Sel., Kec. Banjarbaru Selatan, Kota Banjar Baru, Kalimantan Selatan merupakan kawasan dengan luas bangunan mencapai 1,7 hektar dan luas lahan 3,9 hektar berupaya menarik minat konsumen agar mengunjungi Pasar itu sendiri, khususnya pada sektor sayur segar pihak Pasar Bauntung memberikan tempat yang tertata rapi dan menjaga kebersihan sehingga produk yang dijual terlihat lebih menarik daripada ditempat lain. Dengan adanya upaya tersebut bagaimana sikap konsumen dalam menentukan pilihan mereka dalam pembelian sayur segar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sikap konsumen terhadap pembelian sayur segar di Pasar Bauntung Banjarbaru, sampel dalam penelitian ini sebanyak 40 orang yang dipilih menggunakan metode Non Probality Sampling. Karakteristik konsumen dihitung menggunakan persentase dan sikap konsumen dihitung menggunakan rumus Analisis Multiatribut Fishbein karena menggunakan lebih dari satu atribut. Dari rumus tersebut dapat diketahui karakteristik konsumen paling dominan yaitu 40% kisaran umur 21-30 tahun, 92,5% perempuan, 30% pekerjaan lain (ibu rumah tangga), 45% berpendapatan >Rp.1000.000- Rp.2000.000, 45% tingkat pendidikan tamat SLTA dan 62,5% beranggota keluarga 3-5 orang. Sedangkan analisis tingkat tingkat evaluasi terhadap tingkat kepercayaan dinilai secara keseluruhan tinggi oleh responden, pada atribut sayur segar dengan nilai total 142.719 tergolong tinggi dan atribut pasar dengan nilai 107.176 tergolong sedang.
Analisis Keuntungan Usaha Sayuran Hidroponik Dengan Media Sosial Dalam Upaya Peningkatan Volume Penjualan (Studi Kasus Pada Usahatani Sayuran Hidroponik “Casual Farmer”) Bela Tiara; Muhammad fauzi; Nina Budiwati
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8270

Abstract

Media sosial pada saat ini sangat cocok dan mendukung bagi bisnis atau usaha yang baru dilakukan. Hal ini dikarenakan dapat menghemat biaya, dapat dikendalikan sendiri tanpa harus merekrut karyawan, waktu atau jam kerja yang tidak terbatas, sert memiliki jangkauan pasar yang luas karena pemasaran online. Pada sisi lain, kehidupan manusia saat ini juga tidak terlepas dari penggunaan platform media sosial sehingga mudah diakses dan memberikan velue positif dalam pengembangan usaha. Tujuan dari penelitian untuk mengidentifikasi penggunaan media sosial dalam upaya peningkatan volume penjualan sayuran hidoponik Casual Farmer, menganalisis saluran pemasaran penjualan sayuran hidroponik Casual Farmer menggunakan media sosial dan pemasaran secara langsung, serta mengetahui biaya pemasaran, marjin pemasaran, dan keuntungan pemasaran dari penjualan sayuran hidroponik Casual Farmer menggunakan media sosial dan pemasaran secara langsung. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan penjualan menggunakan media sosial digunakan untuk melakukan promosi. Saluran pemasaran Casual Farmer melalui media sosial atau pun pemasaran secara langsung memiliki dua saluran yaitu produsen - pengecer - konsumen, produsen - pedagang kebab - konsumen. Biaya pemasaran secara langsung pada saluran I sebesar Rp. 2.656/Kg, marjin pemasaran Rp. 13.000/Kg, dan keuntungan pemasarannya sebesar Rp. 10.344/Kg. Sementara pada saluran I (produsen ke pedagang kebab) tidak dapat dihitung karena pedagang menjual sayuran hidroponiknya dalam bentuk olahan dan pada saluran I (produsen ke pengecer) penjualan melalui media sosial biaya pemasarannya sebesar Rp. 1.383/Kg, marjin pemasaran sebesar Rp. 14.000/Kg, dan Keuntungan pemasaran sebesar Rp. 12.617/Kg.
Efisiensi Pemasaran Kerbau Rawa di Desa Sapala Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara Muhammad Supian; Yusuf Azis; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8261

Abstract

Desa Sapala adalah salah satu desa yang mempunyai populasi kerbau rawa terbanyak di Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dalam menghasilkan sistem pemasaran yang efektif serta menguntungkan untuk peternak juga konsumen, produsen harus memilih saluran pemasaran yang lebih pendek. Penelitian dilaksanakan pada Desa Sapala Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara. Desa yang sengaja dipilih yaitu Desa Sapala karena memiliki kawanan kerbau terbesar di Kecamatan Paminggir. Sampel responden peternak di Desa Sapala dipilih random sampling dimana jumlah sampel 18 peternak teruntuk menentukan pedagang blantik (lokal) dan pedagang pemotong menggunakan teknik Snowball Sampling. Dari hasil penelitian didapatkan 2 bentuk saluran pemasaran kerbau rawa, saluran I (peternak - pedagang lokal - konsumen) dan saluran II (peternak - pedagang lokal - pedagang daging - konsumen). Selain itu, biaya pemasaran, keuntungan pemasaran, keuntungan pemasaran dan bagian petani per kerbau dan efisiensi pemasaran masing-masing saluran yaitu saluran 1 dengan biaya pemasaran Rp 403.166, keuntungan pemasaran Rp 2.096.834 dan keuntungan pemasaran Rp 2.500.000, Farmer’s share adalah 0,085 serta efisiensi 0,024, biaya saluran 2 adalah Rp 1.830.166, keuntungannya adalah Rp 7.119.834, keuntungannya adalah Rp 8.950.000, dan Farmer’s share 0,063 serta efisiensi 0,076
Analisis Pendapatan Rumah Tangga Petani Karet di Desa Warukin Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong Theresia Sintia Septy; Muhammad Husaini; Nuri Dewi Yanti
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8284

Abstract

Sektor pertanian di Indonesia sangat penting dalam memberikan kontribusi yang besar terhadap pembangunan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat petani. Sub-sektor perkebunan merupakan salah satu sub sektor yang berperan penting dan strategis dalam pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, penyediaan lapangan kerja, pemenuhan kebutuhan konsumsi dalam negri, bahan baku dalam negri. Desa Warukin merupakan salah satu desa yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani karet terutama karet lokal. Tanaman perkebunan kret di Desa Warukin merupakan lahan milik sendiri dan tenaga kerja yang digunakan untuk menyadap karet hanya mengandalkan tenaga kerja dalam keluarga sendiri. Tanaman karet di Desa Warukin hampir semua menggunakan bibit liar (lokal). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis biaya, penerimaan, dan pendapatan petani, menganalisis total pendapatan rumah tangga petani dan menganalisis proporsi pendapatan rumah tangga petani karet. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Warukin Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong. Penelitian ini menggunakan metode survei. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) dan sampelnya sebanyak 30 orang. Penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode simple Random Sampling. Hasil penelitian bahwa rata-rata biaya total eksplisit usahatani karet sebesar Rp 1.373.200 dan penerimaan sebesar Rp 32.560.000, sehingga rata-rata pendapatan Rp 31,186,800/usahatani per tahun. Rata- rata total pendapatan rumah tangga petani karet adalah sebesar Rp 36.266.800. Proporsi pendapatan usahatani terhadap pendapatan total rumah tangga rata-rata sebesar 86% dengan artian usahatani karet di Desa Warukin merupakan sumber utama penghasilan utama petani sendiri.
ANALISIS PENYERAPAN TENAGA KERJA SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Alia Istiana; Muhammad Husaini; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8275

Abstract

Sektor pertanian memegang peranan penting dalam penyerapan tenaga kerja, karena sebagian besar penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan bekerja pada sektor ini. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap serapan tenaga di sektor pertanian, seperti besarnya PDRB di sektor pertanin, luas lahan pertanian itu sendiri dan upah minimum, sehingga perlu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menganalisis kontribusi sektor pertanian terhadap penyerapan tenaga kerja total di Provinsi Kalimantan Selatan dan pengaruh PDRB sektor pertanian, luas lahan pertanian dan upah miminum provinsi terhadap penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian. Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder (time series) mulai dari tahun 2001 sampai dengan 2022. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode 2001-2020 rata-rata jumlah serapan tenaga kerja diseluruh sektor mencapai 1.744.848 orang, sementara serapan tenaga kerja di sektor pertanian sebesar 709.576 orang, sehingga besarnya kontribusi serapan tenaga kerja sektor pertanian terhadap total tenaga kerja mencapai 41,34% dengan rata-rata laju pertumbuhan selama periode tersebut cenderung turun sebesar 1,82% per tahun. Faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap serapan tenaga kerja di sektor pertanian yaitu besarnya PDRB sektor pertanian, luas lahan pertanian dan upah minimum yang berlaku Provinsi Kalimantan Selatan.

Page 2 of 3 | Total Record : 25