cover
Contact Name
Ahmad Yousuf Kurniawan
Contact Email
frontbiz@ulm.ac.id
Phone
+6281211109125
Journal Mail Official
frontbiz@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km. 36, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714, Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Frontier Agribisnis
ISSN : -     EISSN : 30481260     DOI : https://doi.org/10.20527/frontbiz
Frontier Agribisnis adalah jurnal yang dikelola Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Tema jurnal ini mencakup agribisnis secara umum, meliputi: analisis penyediaan input pertanian, analisis usaha tani dan perkebunan, analisis pengolahan dan pemasaran hasil pertanian, penyuluhan dan komunikasi pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan analisis kebijakan pertanian. Terbit 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September dan Desember).
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2024)" : 20 Documents clear
ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) USAHATANI AUFA HIDROPONIK DI DESA SUMBERJAYA KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT Khairunnisa Khairunnisa; Mira Yulianti; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13058

Abstract

Usahatani Aufa Hidroponik adalah salah satu perusahaan yang aktif di sektor pertanian dengan spesialisasi dalam produksi sayuran hi-droponik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Business Model Canvas pada usahatani Aufa Hidroponik dan menganalisis kelayakan usahanya. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus hingga September 2023. Hasil sembilan blok BMC pada usahatani Aufa Hidroponik yaitu untuk blok segmentasi pelanggan (customer segments) yaitu ibu-ibu rumah tangga, rumahmakan, catering , toko sayur, frozen food. Blok Proposisi nilai (value propositions) yaitu bonus setiap pembelian Rp50.000,00, kemasan standar supermarket, kenyamanan berbelanja dengan mempersilahkan pelanggan untuk melihat dan memilih sayuran, dan gratis ongkir dengan pemesanan minimal Rp50.000,00, dan khusus untuk pelanggan tetap pembelian sayur minimal lima bungkus dapat diantar dengan gratis ongkir. Blok saluran (channels) berupa pemesanan dan membuat update kegiatan melalui media sosial yang ada yaitu whatsapp dan facebook. Blok hubungan pelanggan (customer relationship) yaitu melayani chat pelanggan secara fast response, mengantar pesanan tepat waktu, dan memberikan kebebasan pelanggan untuk memilih sayuran yang ada di greenhouse. Blok arus pendapatan (revenue stream), yaitu selada, sawi dan pakcoy. Blok struktur biaya (cost structure), berupa biaya total dan biaya variabel. Blok sumberdaya kunci (keyresource) yaitu lahan, greenhouse, instalasi hidroponik, dan sarana pendukung berupa internet dan listrik. Blok aktivitas kunci (key activities), yaitu proses produksi, pasca panen dan pemasaran. Kemitraan utama (key partnership), saat ini tidak terdapat mitra yang bekerjasama dengan Aufa Hidroponik. Usaha ini dinyatakan layak untuk dijalankan dengan hasil perhitungan RCR adalah 1,58
ANALISIS USAHA FRANCHISEE KUE SOUFFLE PANCAKE CO.FFEE.TEA Holila Fitriana Siregar; Muzdalifah Muzdalifah; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13033

Abstract

Usaha Kue Souffle Pancake Co.ffee.tea adalah salah satu usaha yang beroperasi di sektor industri makanan yang menghasil kanproduk berupa kue berbentuk bulat, ukuran kecil dan bergaya khaske Jepang-Jepang an yang dimulai pada tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan dan tentang usaha franchisee nya yang di analisis secara deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian sistem franchise yang digunakan pada usaha Franchisee Kue Souffle Pancake Co.ffee.tea ini adalah waralaba dengan jenis waralaba format bisnis. Biaya total yang dikeluarkan pusat usaha Kue Souffle Pancake Co.ffee.tea di Kota Banjarbaru pada bulan Oktober 2023 yaitu sebesar Rp28.815.065 dengan penerimaan total dari penjualan kue sebesar Rp49.910.000 dan penerimaan total dari usaha franchisee sebesar Rp5.260.000 sedangkan keuntungan yang diperoleh sebesar Rp26.354.935. Biaya total yang dikeluarkanusaha Franchisee Kue Souffle Pancake Co.ffee.tea di Kota Palangkaraya pada bulan Oktober 2023 yaitu sebesar Rp16.527.270 dengan total penerimaan sebesar Rp24.490.000 dan keuntungan sebesar Rp7.962.730. Biaya total yang dikeluarkan usaha Franchisee Kue Souffle Pancake Co.ffee.tea di Kota Barabai pada bulan Oktober 2023 yaitu sebesar Rp5.891.276 dengan total penerimaan sebesar Rp8.277.000 dan keuntungan sebesarRp2.385.724
PERAN MODAL SOSIAL PETANI PADI TERHADAP KINERJA KELOMPOK TANI BERDASARKAN KELAS KEMAMPUAN DI KELURAHAN CEMPAKA KECAMATAN CEMPAKA Dina Erpani; Mariani Mariani; Nurmelati Septiana
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13063

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peranan modal sosial (Kepercayaan, Norma sosial, Jaringan Sosial) terhadap kinerja kelompok tani padi di Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan pelaku pertanian di lokasi penelitian, menggunakan kuesioner atau daftar pertanyaan yang telah disediakan, menghasilkan data primer. Data sekunder penelitian ini berasal dari publikasi, jurnal, instansi, dan organisasi terkait serta sumber perpustakaan lainnya. Teknik sensus digunakan untukmenentukan responden. Tiga puluh sembilan anggota kelompo ktani bertindak sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran modal sosial berdasarkan kelas kemampuan belum dikukuhkan sebesar 91.5 % artinya tergolong dalam kategori sangat berperan, pada kelas pemula sebesar 86.4% dengan kategori sangat berperan dan kelas lanjut sebesar 89.2% dengan kategori sangat berperan. Sedangkan peranan modal sosial pada semua variabel (kepercayaan, norma sosial, jaringan sosial) memperoleh skor sebesar 1731 dengan persentase 88.8% dengan kategori sangat berperan. Jadi modal sosial benar berperan terhadap kinerja kelompok tani padi di Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka dalam bentuk adanya kepercayaan, norma sosial dan jaringan sosial.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN TEMPE DI DESA SEMARAS KECAMATAN PULAU LAUT BARAT KABUPATEN KOTABARU (Studi Kasus Usaha “Tempe Ibu Masnah”) Khairul Amin; Rifiana Rifiana; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13038

Abstract

Kedelai digunakan sebagai sumber bahan baku dalam industri pertanian. Tempe merupakan jenis makanan yang dihasilkan dari fermentasi kedelai menggunakan jamur yang disebut Rhizopus oligosporus. Tempe memiliki ciri khas warna putih, tekstur yang padat, dan rasa yang unik. Usaha tempe milik Ibu Masnah merupakan satu-satunya usaha tempe yang ada di Desa Semaras dan Kecamatan Pulau Laut Barat. Usaha ini telah beroperasi selama satu dekade. Namun, karena lokasinya yang jauh dari pusat kota, upaya pemasarannya terbatas pada kabupaten. Selain itu, kapasitas produksinya terbatas karena usaha ini belum memperluas pasarnya ke luar kabupaten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pendapatan dan kelayakan usaha produksi tempe Ibu Masnah di Desa Semaras, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini dilakukan di tempat produksi tempe Ibu Masnah yang beralamat di Jalan Provinsi RT.03 Desa Semaras, Kecamatan Pulau Laut Barat, Kabupaten Kotabaru. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Ibu Masnah, pemilik usaha pengolahan tempe Ibu Masnah, sebagai subjek utama. Ibu Masnah, seorang produsen tempe di Kecamatan Pulau Laut Barat, memperole hkeuntungan sebesar Rp17.901.505 dalam satu bulan. Studi R/CRatio menghasilkan nilai 1,66 yang menunjukkan bahwa R/CRatio lebih dari 1. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa usaha pengolahan tempe Ibu Masnah layak secara finansial.
ANALISIS STRUKTUR BIAYA DAN SUMBER RISIKO USAHATANI TOMAT DI KECAMATAN TAMBANG ULANG KABUPATEN TANAH LAUT Dimas Awaluddin Saputra; Nuri Dewi Yanti; Ana Fauziyatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13029

Abstract

Tomat menjadi salah satu komoditas potensial di sektor holtikultura, karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan berpotensi untuk terus berkembang. Terlihat dari semakin banyaknya hasil olahan tomat yang kini beredar dan dapat ditemui dengan mudah dipasaran. Buah tomat memiliki banyak manfaat dan kandungan yang diperlukan oleh tubuh. Kecamatan Tambang Ulang menjadi penghasil produksi tomat terbesar di Kabupaten Tanah Laut pada Tahun 2020 dengan total produksi 1.086 kuintal, dengan jumlah petani tomat yang tinggi. Hal ini menjadikan dipilihnya Kecamatan Tambang Ulang sebagai lokasi dalam penelitian usahatani tomat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis biaya, penerimaan, keuntungan serta kelayakan dalam usahatani tomat di Kecamatan Tambang Ulang, serta menganalisis tentang sumber risiko padausaha tani tomat. Metode penarikan contoh yang digunakan dalam penelitian adalah sensus dengan mengambil semua petani tomat sebagai responden, yaitu 35 orang. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata biaya usahatani tomat dalam 1 periode sebesar Rp19.414.346/usahatani dengan rincian Rp8.203.712/usahatani untuk biaya implisist dan Rp11.210.634/usahatani untuk biaya eksplisit. Rata-rata penerimaan usahatani tomat sebanyak Rp76.439.853/usahatani. Rata-rata keuntungan yang diperoleh usahatani tomat sebanyak Rp57.025.507/usahatani dengan nilaiRCR 3,94. Usahatani tomat di Kecamatan Tambang Ulang memiliki beberapa risiko antara lain, cuaca yang tidak menentu, fluktuasi harga tomat dan hama penyakit.
ANALISIS BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) PADA USAHA MINUMAN KEKINIAN “BUBBLE TIE” DI KOTA BANJARBARU Aulya Triapritasyari; Muzdalifah Muzdalifah; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13059

Abstract

Minuman Kekinian adalah julukan yang diberikan pada inovasi minuman yang digemari oleh anak muda pada masa ini. Salah satu minuman kekinian yang cukup populer pada masanya yaitu minuman boba dan bubble. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis usaha “Bubble Tie” menggunakan metode Business Model Canvas (BMC) dan menganalisis kelayakan usaha “BubbleTie” menggunakan metode RCR pada bulan Maret – Juni 2023. Penelitian ini dilaksanakan pada Usaha “Bubble Tie” di Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung kepada pemilik usaha dan pengisian kuisioner oleh pelanggan dengan memakai daftar pertanyaan yang telah disiapkan. Data sekunder diperoleh dari instansi, buku, jurnal,dan literatur-literatur yang dapat memberikan informasi berkaitandengan penelitian ini. Pada penelitian ini didapat 9 elemen blok BMC pada usaha “Bubble Tie” yaitu customer segmentasit, valueproposition, channels, customers relationship, revenue streams, keyresources, key activities, key partnership, dan cost structure. Biaya total yang dikeluarkan Usaha “Bubble Tie” pada bulan Maret - Juni 2024 sebesar Rp 170.899.035. Total Penerimaan (Total Revenue) yang diperoleh sebesar Rp 205.890.300. Keuntungan yang dihasilkan usaha “Bubble Tie” sebesar Rp 34.991.265. Kelayakan usaha dengan nilai RCR sebesar 1,204, hal ini menunjukkan bahwa setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan usaha “Bubble Tie” untuk memproduksi sebuah minuman dan makanan akan menghasilkan penerimaan sebesar Rp 1.204.
ANALISIS KETERTARIKAN GENERASI Z KE SEKTOR PERTANIAN DI KECAMATAN MURUNG PUDAK KABUPATEN TABALONG Restu Prasetia; Muhammad Fauzi; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketertarikan generasi z untuk meneruskan usahatani milik orang tua mereka dan mengetahui faktor apa saja yang bisa membuat generasi z tertarik untuk masuk ke sektor pertanian di Kecamatan Murung Pudak. Metode penarikan contoh yang digunakan adalah proportionate random sampling, Penelitian ini melibatkan 60 responden muda dari rumah-rumah di pedesaan. Metode pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara langsung dengan anak-anak petani terpilih dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder untuk penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistik, Pusat Penyuluhan Pertanian. Analisis data yang digunakan menggunakan metode Skala Likert dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ketertarikan anak petani untuk melanjutkan usahatani padi orang tua di Murung Pudak tergolong kategori ragu-ragu dengan skor 176 atau 58,66%dengan 3 faktor internal yang mendapatkan skor tertinggi dalam mendorong ketertarikan generasi z untuk berusahatani pernyataan pengalaman dan kisah orang tua dalam melakukan pertanian dengan skor 251 atau 83,66%, pernyataan adanyamodal untuk usahtani dengan skor 271 atau 90,33%, dan pernyataan ingin menambah pendapatan petani dengan bekerja secara efektif dan efesien dengan skor 253 atau 84,33% faktor eksternal yang mendapatkan skor tertinggi dalam mendorong ketertarikan generasi z untuk berusahatani pernyataan dukungan orang tua penting dalam menambah ketertarikan berusahatani dengan skor 278 atau 92,66%. Sehingga dapat di simpulkan ketertarikan generasi z dalam melanjutkan usahatani padi milik orang tua mereka tergolong masih ragu-ragu dan dengan diterapkannya faktor internal dan eksternal dapat meningkatkan ketertarikan generasi z untuk terjun ke dalam sektor pertanian
TINGKAT KESEJAHTERAAN KELUARGA PETANI KARET RAKYAT DI DESA KAIT-KAIT BARU KECAMATAN BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT Mequa Eleina Cahya Gusti; Hairin Fajeri; Kamiliah Wilda
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13068

Abstract

Hingga saat ini, pertanian masih menjadi mata pencaharian utama bagi masyarakat Indonesia. Tanaman karet merupakan salah satu komoditas ekspor yang terdapat di Indonesia. Karet alam juga merupakan salah satu hasil perkebunan yang sangat penting karena memberi kontribusi terhadap penerimaan devisa negara, lapangan kerja dan mesin pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kecamatan Bati-Bati memiliki empat belas desa salah satunya Desa Kait-Kait Baru dengan luasan lahan karet mencapai 227 Ha. Adapun tujuan dari penelusuran ini untuk melakukan analisis terhadap kesejahteraan keluarga petani karet lokal dan identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh komunitas petani di Desa Kait-Kait Baru, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei dan pemilihan responden dengan metode penarikan contoh acak sederhana dengan sampel yang ditetapkan sebanyak 35 responden. Dari hasil penelitian, terungkap bahwa Keluarga Sejahtera I (KS I) sebanyak 5 keluarga petani dengan indikator terpenuhi 13 indikator (61,90%),Keluarga Sejahtera II (KS II) sebanyak 7 keluarga petani dengan indikator terpenuhi 16 indikator (76,19%), Keluarga Sejahtera III (KS III) menempati jumlah responden terbanyak yaitu 19 keluarga petani dengan indikator terpenuhi 19 indikator (90,47%), dan Keluarga Sejahtera III Plus (KS III Plus) sebanyak 4 keluarga petani dengan indikator terpenuhi 21 indikator (100%).
FLUKTUASI HARGA BUNGA MELATI DI DESA PANDAK DAUN KECAMATAN KARANG INTAN KABUPATEN BANJAR Jamiatul Warni; Yudi Ferrianta; Ana Fauziyatun Nisa
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13055

Abstract

Fluktuasi harga bunga melati menyebabkan komoditas bunga melati cenderung meningkat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fluktuasi harga bunga melati dan untuk meramalkan jumlah barang konsumen bunga melati menggunakan data 3 bulan dan data 7 bulan. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan pedagang pengumpul di lokasi penelitian menggunakan kuisioner. Sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dinas atau kelembagaan yang terkaitan dengan penelitian ini. Metode penelitian yaitu purposive sampling. Berdasarkan potensi Desa Pandak Daun jumlah pedagang pengumpul bunga melati yaitu sebanyak 17 orang.  Analisa data yang digunakan yaitu simple moving average. Hasil penelitian harga tertinggi pada tahun 2022 yaitu bulan Januari dengan hargaRp20.000/ gelasnya, bulan februari dengan harga Rp. 15.000/gelasnya. Bulan april dengan harga Rp10.000/gelasnya. Bulan meidengan harga Rp 10.000/ gelasnya. Bulan Juni dengan hargaRp10.000/ gelasnya. Bulan Juli dengan harga Rp10.000/gelasnya,dan Bulan Oktober dengan harga Rp10.000/gelasnya. Pada tahun 2023 yang merupakan harga tertinggi bunga melati yaitu bulan januari dengan harga Rp15.000/gelasnya, Bulan februari dengan harga Rp14.000/ gelasnya, Bulan maret dengan hargaRp10.000/gelasnya. Bulan april mencapai Rp20.000/gelas. Bulan mei mencapai harga Rp20.000/gelasnya. Bulan juni 2023 denganharga Rp15.000/ gelasnya. Hasil dari penelitian harga bunga melati yang rendah pada tahun 2022 yaitu bulan maret, agustus, september, november dan desember. Sedangkan pada tahun 2023 yaitu pada bulan juli hingga desember. Hasil ramalan pada bulan januari 2024 dari data 3 bulan yaitu bulan oktober, november dan desember cara ditotal dan dibagi 3 nilai rata-rata bulan januari yaitu 149,20. Hasil data 7 bulan yaitu data bulan oktober, september, agustus, juli,juni, mei, dan april cara menghitungnya yaitu ditotal lalu dibagi 7 hasil data ramalan 7 bulan pada Januari 2024 rata-rata yaitu158,15.
ANALISIS PERILAKU ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI DALAM KEGIATAN PENYULUHAN PERTANIAN PADA ERA DIGITALISASI DI KOTA BANJARBARU Muhammad Fariz Akbar Pahlevi; Hairi Firmansyah; Karimal Arum Shafriani
Frontier Agribisnis Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v8i2.13030

Abstract

Berkembangnya akses internet dan konektivitas di Banjarbaru, BPP telah memanfaatkan teknologi digital untuk menyediakan informasi terbaru kepada petani dan pemangku kepentingan sektor pertanian. Namun, dalam pelaksanaannya masih belum diketahui apakah para anggota kelompok wanita tani mampu menyerap dan menerapkan materi penyuluhan pertanian melalui media digital tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perilaku dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku anggota KWT dalam kegiatan penyuluhan pertanian pada era digitalisasi. Metode penarikan contoh dalam penelitian ini dilakukan secara two-stage random sampling, dengan tahap pertama yaitu menggunakan metode purposive sampling dan untuk tahap kedua menggunakan metode proportionate stratified random. Metode pengumpulan ata menggunakan kuesioner. Teknik analisis untuk tujuan pertama adalah analisis desktriptif kuantitatif dan tujuan kedua adalah analisis SEM-PLS. Hasil penelitian menunjukkan perilaku para anggota KWT berupa unsur sikap memiliki tingkat “Tinggi”(71,64%), sedangkan untuk pengetahuan dan keterampilan memiliki tingkat “Cukup Tinggi” dengan masing-masing(65,12%) dan (57,32%), serta untuk faktor yang mempengaruhi perilaku anggota KWT dalam kegiatan penyuluhan pertanian padaera digitalisasi menunjukkan bahwa: (1) Faktor internal berpengaruh positif sebesar 0,430 dan signifikan (H1 diterima) terhadap perilaku anggota KWT dalam kegiatan penyuluhan pertanian pada era digitalisasi di Kota Banjarbaru, (2) Faktor eksternal berpengaruh positif sebesar 0,455 dan signifikan (H1diterima) terhadap perilaku anggota KWT dalam kegiatan penyuluhan pertanian pada era digitalisasi di Kota Banjarbaru.

Page 2 of 2 | Total Record : 20