cover
Contact Name
Hasan Nadir Giawa
Contact Email
giawanadir86@gmail.com
Phone
+6285319989499
Journal Mail Official
giawanadir86@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pelepah Kuning III Blok WE 2 No.4 G-K, RW.5, Klp. Gading Bar., Kec. Klp. Gading, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14250
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Teologi Rahmat
ISSN : -     EISSN : 26850842     DOI : -
Jurnal Teologi Rahmat adalah wadah untuk mempublikasikan hasil penelitian di bidang teologi secara online dan cetak, dengan nomor ISSN 2685-0842 (online) dan 2088-9941 (print), yang diterbitkan dan dikelola oleh Program Studi Magister Teologi Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel, Jakarta. Focus dan Scope penelitian Jurnal Teologi Rahmat adalah: Teologi Biblikal Teologi Sistematika Teologi Praktika Jurnal Teologi Rahmat menerima artikel dari dosen dan para praktisi teologi yang ahli di bidangnya, dari segala institusi teologi yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri. Artikel yang telah memenuhi persyaratan akan dinilai kelayakannya oleh reviewer yang ahli di bidangnya melalui proses double blind-review.
Articles 78 Documents
Kompetensi Pemimpin Kristiani menurut 2 Timotius 2:2-6 Tenny; Daliman, Muner; Suparti, Hana
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran pemimpin sangat menentukan kemajuan atau kemunduran dari sebuah organisasi dan juga para anggota yang dipimpinnya. Pemimpin yang berkompeten berperan penting di dalamnya, namun ironisnya masih banyak lembaga/organisasi Kristen mengalami krisis pemimpin yang berkompeten, sehingga tidak dapat memperoleh pencapaian prestasi dan tidak menikmati hasil yang maksimal. Untuk menggali lebih dalam mengenai konsep pemimpin yang berkompeten, maka pembahasan ini penulis memakai metode penelitian pustaka. Penulis membuat sebuah kesimpulan mengenai konsep pemimpin yang berkompeten berdasarkan surat 2 Timotius 2:2-6, yakni: seorang pemimpin, ia harus seperti seorang prajurit, seperti seorang olahragawan, dan seperti seorang petani. Tujuan pembahasan ini, diharapkan setiap pemimpin dapat menerapkan konsep pemimpin yang berkompeten ini dalam perjuangannya dalam melaksanakan tugas dan pelayanan guna mengembangkan lembaga/organisasi, dan mencapai tujuannya.
Peran Keluarga Kristen untuk Bertahan dan Bertumbuh dalam Menghadapi Tantangan di Era Disrupsi dan Pandemi Covid-19 Perangin Angin, Yakub Hendrawan; Yeniretnowati, Tri Astuti; Arifianto, Yonatan Alex
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era disrupsi dan Era Pandemi Covid-19 yang berlangsung saat ini dimana ditandai dengan lahirnya berbagai inovasi dan teknologi baru serta kebiasaan baru yang berbeda dengan kehidupan normal sebelumnya tidak dapat dihindari oleh semua orang, kenyataan ini adalah fakta yang harus dijalani. Pengaruh era disruspsi dan era pandemi Covid-19 berpengaruh kepada Keluarga Kristen. Analisis dilakukan dengan tinjauan pustaka, dengan menganalisis terkait era disrupsi dan pandemi Covid-19 yang dilanjutkan dengan mengemukakan sebuah bingkai konsep peran tantangan keluarga Kristen pada semua era ini. Adapun sumber utama dari analisis adalah beberapa sumber yang relevan, meliputi hasil penelitian yang terdapat pada jurnal dan buku. Semua sumber ini dianalisisdengan cara mencermati hubungan dan kecocokan dengan judul penulisan ini yaitu ketahanan Keluarga Kristen di era disrupsi dan era pandemi Covid-19. Hasil kajian tentang era disrupsi dan era pandemic covid-19 serta dimensi-dimensi Keluarga Kristen ini selanjutnya digunakan untuk menyusun konsep ketahanan Keluarga Kristen pada semua era.
Pertemuan Antara Teologi, Filsafat dan Ilmu Pengetahuan Situmorang, Kosmartua
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Teologi, Filsafat dan Ilmu Pengetahuan mengalami pasang surut. Setiap era mewakili masa dimana salah satunya pernah mendominasi yang lainnya. Sampai pada akhirnya ketiga bidang tersebut dipisahkan antara satu dengan yang lain. Dalam masa modern, ketika ilmu pengetahuan dijunjung tinggi menjadi sebuah standar, Teologi dan Filsafat dikesampingkan karena dianggap tidak memberi dampak dalam perkembangan peradaban yang membutuhkan ilmu pengatahuan. Dalam hal ini, beberapa Teolog berusaha untuk membuktikan bahwa teologi memiliki sifat epistemologi melalui metode yang mereka rumuskan. Metode-metode yang para teolog tersebut tampilkan dapat menolong semua orang untuk dapat memperoleh ilmu pengetahuan di dalam Teologi dengan bantuan pendekatan Filsafat. Metode yang dipergunakan tidak bisa lepas dengan menggabungkan antara teologi, filsafat dan ilmu pengetahuan. Oleh karenanya, Hubungan antara Teologi, Filsafat dan Ilmu Pengetahuan tidak dapat dipisahkan dan selalu ada dalam dialog yang harmonis
Gereja, Orang Miskin dan Pelayanan Pastoral Marulitua, Daulat
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Membicarakan gereja, orang miskin dan pelayanan pastoral di Indonesia pada masa kini bukanlah masalah yang mudah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, topik ini mempuyai cakupan yang amat luas yang tidak mungkin dibahas hanya dalam waktu satu jam atau dua jam. Kedua, tidak semua orang setuju dengan istilah “orang miskin” untuk menyebut masa di mana kita hidup di Indonesia pada saat ini. Ketiga, istilah “ pelayanan pastoral” belum dimengerti secara seragam baik oleh gereja maupun komunitas pastoral. Walaupun demikian, pembahasan tentang gereja, orang miskin dan pelayanan pastoral di Indonesia pada masa ini sangat penting bagi gereja-gereja, lembaga-lembaga pendidikan teologi, dan komunitas pastoral di Indonesia, sebab melalui pembahasan ini kita bisa melakukan refleksi kembali tentang pelayanan pastoral apa yang sudah dan apa yang seharusnya dapat kita lakukan di Indonesia pada masa kini.
Gereja dan Lingkungan Hidup: Suatu Refleksi Teologis Biblika terhadap Konsep Misi Gereja menurut Markus 16:15 Giawa, Hasan
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengabarkan Injil merupakan salah satu tugas gereja yang paling penting dan paling mendasar. Namun, justru karena pekabaran Injil sangat penting dan mutlak bagi gereja, maka pekabaran Injil seringkali disalahpahami. Pekabaran Injil seringkali dipahami oleh gereja sebagai upaya untuk menambahkan jumlah anggota dalam gereja, sehingga pekabaran Injil hanya dibatasi kepada manusia. Akan tetapi pekabaran Injil yang benar yang diajarkan oleh Yesus bukanlah seperti apa yang dipahami oleh gereja saat ini. Dalam Markus 16:15, di sana menjelaskan bahwa pekabaran Injil tidak hanya dibatasi kepada manusia, tetapi pekabaran Injil mencakup seluruh makhluk yang diciptakan oleh TUHAN. Seharusnya gereja pada saat ini mulai melihat situasi yang sedang terjadi di sekitarnya, salah satunya mengenai kerusakan lingkungan hidup yang membawa dampak bagi seluruh makhluk/ciptaan. Kepedulian gereja terhadap kerusakan lingkungan hidup, yang semakin hari semakin memprihatinkan dan banyak menelan korban, sebenarnya merupakan salah satu cara pekabaran Injil yang baik dan relevan pada masa kini.
Kajian Teologis Tentang Garam, Dan Terang Dunia Menurut Matius 5:13-16, Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Di Lembaga “Kingdom Of God Family Fellowship” Jakarta Pada, Ellyazer
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak manusia pertama Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, menyebabkan semua keturunan manusia terlahir dari benih dosa. Kecenderungan adalah melakukan hal-hal yang meleset dari kehendak Allah. Dimana komponen-komponen sesuai gambaran Allah dalam diri manusia seperti kecerdasan, perasaan, dan kehendak, tidak lagi selaras dengan kehendak Allah. Pemahaman pengajaran Firman Injil Matius 5:13-16, Garam dan Terang Dunia, adalah Khotbah di bukit Yesus Kristus, diduga memiliki hubungan erat dengan cara hidup, sikap hidup yang benar sesuai kehendak Allah bagi semua orang percaya, pengikut Kristus, lebih khusus bagi anggota komunitas lembaga “Kingdom of God Family Fellowship” Kuningan Jakarta (KOGFF). Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemahaman kajian teologis tentang garam, dan terang dunia menurut Matius 5:13-16 dapat meningkatkan kualitas pelayanan di lembaga “Kingdom of God Family Fellowship” Kuningan Jakarta. Sekaligus untuk mengetahui bagaimana implementasi, dan faktorfaktor atau alasan sehingga terjadinya peningkatan kualitas pelayanan di lembaga “Kingdom of God Family Fellowship” Kuningan Jakarta, setelah memahami kajian teologis tentang garam dan terang dunia, menurut Matius 5:13-16. Melalui pengamatan, wawancara, studi eksegese, pendekatan penelitian kualitatif deskriptif analitik dengan metode Triangulasi Sumber dalam wadah pelayanan “Kingdom of God Family Fellowship” Jakarta, diungkapkan maksud dan kehendak Allah sesuai Injil Matius 5:13-16, sebagai garam dan terang bagi dunia. Diperlukan sikap hidup; keteladanan, kasih, ketulusan, kerendahan hati, kesehatian, konsistensi, integritas, merupakan kunci hidup berkualitas yang berdampak, berpengaruh, sesuai kehendak Allah. Sebagai anggota keluarga besar Kerajaan Allah, hiduplah senantiasa dalam perdamaian, rasa memiliki dan penuh bertanggungjawab.
Profesionalisme Guru Sekolah Minggu Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Rohani Anak Sekolah Minggu Wiguna, William
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menjelaskan tentang profesionalisme guru-guru Sekolah Minggu dalam pertumbuhan kerohanian anak. Profesionalisme Guru Sekolah Minggu sangat penting dalam mengajar untuk membantu Anak Sekolah Minggu memiliki kedewasaan iman kepada Tuhan dan mengalami pertumbuhan rohani. Keterampilan dan kemampuan Guru Sekolah Minggu dapatmembuat pengajaran di Sekolah Minggu semakin berkreativitas. Anak Sekolah Minggu dapatmendengar Firman Tuhan dengan baik dan tertanam didalam hati anak sehingga Firman tersebut dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap, perbuatan, dan tindakan Anak Sekolah Minggu. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode dengan pendekatan kualitatif. Penulis melakukan penelitian di Viktorious Kids GBI Rahmat Emmanuel Ministries Raden Saleh Jakarta Pusat dengan melakukan wawancara dan menjadikan jawaban dari hasil wawancara tersebut sebagai hasil penelitian. Dengan demikian penulis mendapat jawaban bahwa profesionalisme Guru Sekolah Minggu sangat penting dalam melakukan pelayanannya karena dapat membantu Anak Sekolah Minggu mengalami pertumbuhan rohani. Namun penulis menemukan bahwa Guru Sekolah Minggu di Viktorious Kids GBI Rahmat Emmanuel Ministries Raden Saleh Jakarta Pusat masih kurang profesional sehingga hanya beberapa Anak Sekolah Minggu yang mengalami pertumbuhan rohani.
PELAYANAN PASTORAL TERHADAP ANGGOTA KELUARGA KRISTEN DALAM PERKAWINAN BEDA AGAMA Tambunan, Daulat Marulitua
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkawinan adalah suatu peristiwa yang diharapkan dapat membahagiakan sepasang kekasih yang akan menikah. Kebahagiaan ini juga diharapkan dapat dirasakan oleh orang tua, keluarga besar, bahkan kawan-kawan dari orang yang akan menikah. Pelaksanaan perkawinan ini biasanya telah direncanakan jauh-jauh hari. Pesta perkawinannyapun tidak jarang dibuat meriah, kadang-kadang bahkan sampai menghabiskan dana ratusan juta rupiah. Tetapi setelah perkawinan berlangsung beberapa tahun, tidak jarang mulai muncul berbagai masalah. Masalah-masalah ini bisa menimbulkan salah paham, konflik dan pertengkaran. Bila hal ini tidak dapat diatasi dan diselesaikan dengan baik, pernikahan yang diharapkan membahagiakan itu bisa berubah menjadi sebuah “neraka” yang bisa berakhir dengan perceraian. Masalah yang terjadi dalam perkawinan ini bisa disebabkan oleh banyak faktor, baik faktor eksternal maupun internal. Walaupun tidak selalu terjadi, salah satu masalah yang bisa mengganggu perkawinan anggota jemaat yang menikah adalah masalah perkawinan beda agama.
TINJAUAN TEOLOGIS KEJADIAN 2:7 MENGENAI NATUR MANUSIA SEBAGAI POLA PENANGANAN DAN PEMULIHAN PENDERITA GANGGUAN KEJIWAAN SKIZOFRENIA (STUDI KASUS DI RUMAH PEMULIHAN DAN PEMBINAAN BETHESDA BARU – GADOG BOGOR) Pada, Ellyazer
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini diajukan karena adanya masalah pada pola penanganan dan pemulihan Penderita Skizofrenia. Natur manusia sebagai makhluk trikotomi dalam kejadian 2:7 merupakan pondasi utama untuk menangani skizofrenia. Maka penanganan skizofrenia tidak cukup dari satu unsur saja. Berkaitan dengan masalah tersebut penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pola penanganan dan pemulihan penderita skizofrenia berdasarkan natur manusia dalam Tinjauan Teologis kejadian 2:7. Dalam Kejadian 2:7 terdapat kerygma yang dalam tentang natur manusia. Natur manusia sebagai makhluk yang terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Pola penanganan dan pola pemulihan juga menjadi dasar yang kuat dalam menangani skizofrenia, secara khusus melalui Tinjauan Teologis kejadian 2:7. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis isi kualitatif dan pendekatan studi kasus yang meliputi observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Pendekatan studi kasus sangat tepat digunakan pada penelitian ini karena penanganan dan pemulihan gangguan kejiwaan skizofrenia tidak bisa diatasi secara mudah. Maka, didapatkannya hasil mengenai Tinjauan Kritis natur manusia sebagai makhluk trikotomi menurut kejadian 2:7. Yakni sebagai ketetapn mutlak. Selanjutnya, pola penanganan dan pemulihan gangguan kejiwaan skizofrenia dilakukan dengan metodemetode yang ada dalam unsur-unsur trikotomi. Yakni tubuh, jiwa, dan roh. Dibagian akhir penelitian ini, peneliti akan menyimpulkan dan memberikan saran terkait penelitian tersebut. Khususnya untuk Pengurus dan Pembina Rumah Pemulihan dan Pembinaan Bethesda Baru dan bagi orang yang membaca penelitian ini.
PENERAPAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) DALAM UPAYA PELIPATGANDAAN ANGGOTA JEMAAT DI YAYASAN PARAHYANGAN INDAH Darmawan, Nur Imam
Jurnal Teologi Rahmat Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Teologi Rahmat
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengajaran amanat agung dan misi penginjilan kontekstual di dalam kekristenan masih banyak orang yang memandangnya secara rancu atau abu-abu dan bahkan sering kali dipahami sebagai dua hal yang bertolak belakang. Oleh karenanya, memahami kedua hal ini sangatlah penting terutama dalam rangka pertumbuhan gereja, khususnya pelipatgandaan jemaat. Dengan demikian, sangatlah penting untuk dilakukan penelitian yang berkenaan dengan hal tersebut di atas terutama di lapangan bagaimana pelaksanaan amanat agung dan misi penginjilan kontekstual dapat berjalan beriringan untuk dapat terjadinya pelipat gandaan jemaat dalam gereja. Untuk itu, maka dilakukan kajian penerapan Pendidikan Agama Kristen di Yayasan Parahyangan Indah (PARI) denganmenggunakan metode penelitian kualittatif deskriptif, dimana dilakukan studi kepustakaan untuk mencari teori-teori yang tepat berkaitan dengan penelitian ini dan kemudian melakukan pengumpulan data dalam bentuk wawancara kepada para pengerja dan jemaat yang sudah percaya dari hasil pengabaran Injil Yayasan Parahyangan Indah (PARI). Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil bahwa strategi yang dilakukan oleh PARI yaitu pedoman SATU-U (Sampaikan Injil, Ajari berlipatganda, Terapkan Jemaat Rumah, Usahakan pelatihan pemimpin lokal, dan Utus) sangat efektif dalam mendapatkan pertumbuhan gereja melalui penginjilan yang berorientasi kepada pelipatgandaan anggota jemaat.