cover
Contact Name
Raekha Azka
Contact Email
raekha.azka@uin-suka.ac.id
Phone
+6281217781179
Journal Mail Official
polynom2021@gmail.com
Editorial Address
Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika Sekolah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Polynom: Journal in Mathematics Education
ISSN : 28288521     EISSN : 28080777     DOI : https://doi.org/10.14421/polynom
Core Subject : Education,
Polynom: Journal in Mathematics Education mencakup penelitian asli dalam pendidikan matematika dan tidak diserahkan ke jurnal atau konferensi lain dari berbagai bidang penelitian seperti penelitian dan pengembangan, penelitian eksperimental, survei, penelitian tindakan kelas, dll. Jurnal ini dirancang dan dikhususkan untuk mahasiswa, dosen , guru pendidik, sarjana, instruktur sekolah matematika, yang ingin mempublikasikan laporan penelitian mereka. Ruang Lingkup Inovasi pendidikan matematika Teknologi di pendidikan matematika Pembelajaran matematika kemampuan matematis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) RME (Realistic Mathematics Education) Ethnomathematics dll
Articles 82 Documents
Penggunaan Artificial Intelligence (AI) pada Pembelajaran Matematika: Kajian Literatur Ilahi, Layla Nur
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 4 No. 3 (2024): November 2024
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2024.43.88-98

Abstract

Perkembangan teknologi terutama Artificial Intelligence (AI) membawa dampak yang signifikan terutama dalam pendidikan yang mencakup pembelajaran matematika sebagai subjek pembelajaran yang sering dianggap sebagai pembelajaran yang sulit dan membosankan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengkaji penggunaan AI dalam pembelajaran matematika baik dalam manfaat, tantangan, penerapan, dan prospek di masa depan. Artikel ini menggunakan metode kajian literatur yang bersumber dari artikel nasional ataupun internasional dengan rentang waktu 2015-2025 yang membahas mengenai penggunaan AI dalam pembelajaran matematika. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI memiliki manfaat diantaranya, meningkatkan pengalaman, pemahaman, dan efisiensi pembelajaran, membantu personalisasi pembelajaran, memberikan umpan balik, dan membantu penelitian. Akan tetapi, terdapat tantangan yang harus dihadapi seperti ketidakakuratan hasil, ketergantungan dalam pemakaian, dan keamanan data pengguna. Penerapan AI dalam pembelajaran matematika sudah sejalan dengan kurikulum dan konsep pembelajaran Deep Learning yang menekankan untuk berpikir kritis. Prospek penggunaan AI di masa depan juga dinilai positif apabila didukung pemerataan akses, pengawasan, peningkatan kualitas dan kolaborasi pendidik, siswa, dan pemerintah. Dengan pemakaian yang bijak, teknologi AI mampu membuat sistem pembelajaran atau pendidikan di suatu negara menjadi lebih berkembang dan berkualitas.
Efikasi Diri dan Motivasi Belajar Sebagai Prediktor Keberhasilan Belajar Matematika Arifiani, Hana
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.51.31-40

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian dengan kajian literatur yang mengkaji tentang efikasi diri dan motivasi sebagai prediktor keberhasilan belajar matematika berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Dengan harapan agar dapat mengetahui bagaimana efikasi diri dan motivasi dapat menjadi prediktor atau faktor penentu keberhasilan siswa dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan yaitu dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian literatur, yaitu mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis berbagai sumber literatur ilmiah seperti jurnal, buku, dan laporan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik. Hasil kajian menunjukkan bahwa efikasi diri memiliki dampak positif terhadap keberhasilan belajar matematika karena dari keyakinan diri siswa dapat mendorong ketekunan dan keuletan dalam memecahkan masalah matematika. Demikian pula dengan motivasi belajar, terutama motivasi intrinsik yang berperan penting dalam meningkatkan minat dan pencapaian hasil belajar siswa. Dengan demikian, efikasi diri dan motivasi belajar menjadi prediktor dalam keberhasilan belajar matematika, sebagaimana telah didukung oleh berbagai penelitian korelasional dan meta-analisis.
Etnomatematika pada Motif Batik Geblek Renteng Khas Kulonprogo Salsabila, Qarina
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.52.41-46

Abstract

Matematika sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Padahal, konsep matematika banyak ditemukan dalam budaya lokal, salah satunya pada motif batikGeblek Renteng khas Kulon Progo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif denganpeneliti sebagai instrumen utama (human instrument). Peneliti secara langsung melakukan observasi terhadap motif batik, wawancara mendalam dengan pengrajin batik, serta diskusi dengan guru matematika untuk menggali bentuk-bentuk konsep matematika yang terkandung dalam motif tersebut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Geblek Renteng mengandung konsep pola, simetri lipat,simetri putar, dan transformasi geometri. Temuan ini menunjukkan bahwa motif batik dapatdimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual yang mendukung pemahaman konsepmatematika siswa. Selain itu, integrasi batik dalam pembelajaran juga berperan dalam pelestarian budayalokal. Kata kunci : Etnomatematika, Batik Geblek Renteng, pembelajaran kontekstual.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Digital Terhadap Hasil Belajar Matematika Iqbal Firdaus, Dima
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.51.8-16

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah mendorong transformasi signifikan dalam dunia pendidikan, termasuk dalam pembelajaran matematika yang kerap dianggap sulit dan abstrak oleh siswa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan media digital terhadap hasil belajar matematika melalui pendekatan studi literatur. Proses analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan mengkaji efektivitas berbagai media digital, seperti Geogebra, Desmos, LMS, PowerPoint interaktif, dan lainnya terhadap peningkatan hasil belajar, minat, serta keterampilan berpikir matematis siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar media digital berkontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, baik dari sisi hasil belajar maupun motivasi siswa. Simpulan dari kajian ini menegaskan pentingnya pemilihan media yang tepat dan relevan dengan kebutuhan siswa serta perlunya dukungan kebijakan dan pelatihan guru dalam integrasi teknologi ke dalam pembelajaran matematika. Kajian ini juga membuka peluang untuk pengembangan media digital berbasis kebutuhan siswa dan penelitian lebih lanjut mengenai integrasi soft skills dan personalisasi gaya belajar dalam pendidikan matematika digital.
Analisis Kemampuan Literasi Numerasi dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Sutriah, Ririn Wulan Guritno
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.51.17-21

Abstract

Kemampuan literasi numerasi merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran matematika, yang tidak hanya mencakup kemampuan berhitung, tetapi juga kemampuan memahami, menafsirkan, dan menerapkan konsep matematika dalam konteks kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa dalam mengubah soal cerita ke bentuk model matematis serta mengidentifikasi strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan menelaah lima jurnal nasional yang relevan dan diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2023. Hasil kajian menunjukkan bahwa siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami konteks soal dan menerjemahkan kalimat ke dalam bentuk matematis akibat keterbatasan kemampuan bahasa dan penalaran logis. Pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Problem-Based Learning (PBL) terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi numerasi melalui pengaitan konsep matematika dengan situasi kehidupan sehari-hari.
Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Kelas VII Pada Materi Persegi dan Persegi Panjang Alifa, Vina Noer; Ersa Nurhaliza; Iqbal Ramadani
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.51.22-30

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Sebab kemampuan berpikir kritis dapat melatih siswa untuk berpikir lebih logis, sistematis, dan analitis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII di MTs Negeri 9 Sleman pada materi persegi dan persegi panjang. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melalui subjek penelitian sebanyak 61 siswa. Adapun hasil jawaban siswa dikategorikan menjadi 3 kategori yaitu tinggi, sedang, dan tinggi. Prosedur dalam penelitian ini meliputi penyusunan instrumen tes, validasi instrumen tes, revisi instrumen tes, uji coba lapangan, analisis data, dan terakhir mendeskripsikan hasil kemampuan berpikir kritis siswa. Pengumpulan data yang digunakan berupa tes uraian yang mengacu pada lima indikator kemampuan berpikir kritis yaitu interpretation, analysis, inference, evaluation, dan explanation. Teknik analisis data dalam penelitian dimulai dari pengumpulan data, mereduksi data, menyajikan data, dan yang terkahir menarik kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 13 siswa berketegori tinggi, 34 siwa berkategori sedang, dan 14 siswa berkategori rendah dengan masing-masing kategori memiliki pencapaian yang berbeda-beda
Etnomatematika dalam Produksi dan Penyajian Geblek Kulon Progo di UMKM Geblek Papa Yan kurniawati, yunita; Arfinanti, Nurul
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.53.87-94

Abstract

Dalam pembelajaran matematika, etnomatematika adalah pendekatan yang menghubungkan konsep-konsep matematika dengan unsur-unsur budaya. Objek kajian penelitian ini adalah makanan tradisional Kulon Progo, yaitu geblek yang terbuat dari bahan baku pati singkong dan memiliki bentuk unik menyerupai angka delapan. Geblek memiliki potensi matematis yang dapat ditemukan dalam proses produksi hingga penyajiannya. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya hanya menyoroti bentuk geblek tanpa mengkaji etnomatematikanya secara mendalam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali secara lebih mendalam potensi matematika dalam setiap tahapan produksi dan penyajian geblek Kulon Progo serta mengaitkannya dengan konsep-konsep matematika. UMKM Geblek Papa Yan dipilih sebagai tempat penelitian. Dalam penelitian ini digunakan metode etnografi dengan pendekatan bersifat kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, serta sumber literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan adanya penerapan berbagai konsep matematika, antara lain satuan baku dan satuan tidak baku, operasi perkalian, operasi penjumlahan, konversi satuan waktu, perbandingan, konsep pola, dan transformasi geometri berupa rotasi. Temuan ini memperlihatkan proses produksi dan penyajian geblek tidak hanya mencerminkan kearifan lokal budaya, tetapi juga dapat diterapkan dalam konteks pembelajaran matematika yang relevan di sekolah. Dengan demikian, geblek berpotensi menjadi sumber belajar berbasis budaya lokal yang dapat memperkaya implementasi etnomatematika dalam dunia pendidikan.
Etnomatematika Pada Alat Pembuatan Batik Yogyakarta Qonitina Sholihah, Mandy; Nurul Arfinanti
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.53.81-86

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran wajan sebagai sumber etnomatematika dalam proses pembuatan batik sekaligus sebagai sarana pembelajaran matematika berbasis konteks budaya. Fokus utama kajian terletak pada aspek geometri dan pengukuran yang tampak pada bentuk wajan seperti jari-jari, diameter, kedalaman, dan volume ruang cekung, serta keterkaitannya dengan nilai-nilai budaya membatik dan penerapannya dalam kegiatan belajar matematika di sekolah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi partisipatif, wawancara dengan pengrajin batik, dan analisis dokumen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa wajan memiliki unsur-unsur geometri seperti bentuk lingkaran, simetri, dan juga mengandung konsep pengukuran linear (jari-jari, diameter, keliling, kedalaman) yang dapat dihubungkan dengan perhitungan matematis. Artikel ini juga menawarkan contoh penerapan pembelajaran yang menggunakan wajan untuk mengenalkan konsep jari-jari, diameter, keliling, luas permukaan, serta volume. Hal ini menunjukkan bahwa wajan sebagai bagian dari budaya membatik dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran matematika kontekstual yang tidak hanya memperdalam pemahaman konsep tetapi juga menumbuhkan apresiasi terhadap kearifan lokal.
Eksplorasi Etnomatematika dalam Proses Pembuatan dan Penyajian Kupat Tahu Monjali 06 Azzaini Husna Shafa Hidayah; Nurul Arfinanti
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.52.64-73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika yang terkandung dalam proses pembuatan dan penyajian Kupat Tahu Monjali 06, sebagai salah satu kuliner tradisional khas Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi guna menggali konsep-konsep matematis yang muncul secara alami dalam aktivitas masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi terhadap pelaku usaha Kupat Tahu Monjali 06 yang telah berdiri sejak tahun 1970-an dan diteruskan secara turun-temurun hingga generasi ketiga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam aktivitas pembuatan dan penyajian kupat tahu terdapat berbagai aktivitas yang mengandung konsep-konsep matematika, seperti geometri, pengukuran, perbandingan, proporsi, kesimetrian, dan estimasi waktu. Pada tahap pembuatan ketupat terdapat konsep geometri ruang dan pola simetri pada anyaman janur, serta konsep perbandingan volume dalam menentukan takaran beras agar ketupat tidak terlalu padat atau lembek. Tahap perebusan mengandung konsep pengukuran volume air, waktu, dan proporsi perebusan. Tahap peracikan kuah bumbu kacang mencerminkan konsep perbandingan dalam takaran bahan untuk menjaga konsistensi rasa. Sementara itu, tahap penyajian terdapat unsur pengukuran volume, dan bentuk ruang pada potongan tahu yang berbentuk kubus, takaran kuah, serta pola simetris dan proporsi seimbang dalam penataan hidangan. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Kupat Tahu Monjali 06 tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan budaya, tetapi juga memiliki nilai-nilai matematis yang dapat dijadikan sumber belajar kontekstual berbasis kearifan lokal. Etnomatematika yang terkandung dalam kuliner tradisional ini dapat memperkuat pembelajaran matematika yang lebih bermakna, menarik, dan dekat dengan kehidupan nyata peserta didik.
Eksplorasi Etnomatematika Konsep Geometri Pada Bangunan Candi Pawon: - Arfinanti, Nurul; Nisa Hidayati
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2025.52.58-63

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi etnomatematika yang terkandung dalam Candi Pawon, sebuah warisan budaya bersejarah yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi, teknik observasi dan dokumentasi. Penelitian ini mengidentifikasi elemen-elemen matematis dalam arsitektur candi, termasuk bentuk geometri, proporsi, dan simetri. Candi Pawon yang merupakan bagian dari peradaban Hindu-Buddha, menunjukkan keterkaitan yang erat antara matematika dan budaya, serta memberikan konteks yang relevan untuk pembelajaran matematika di kalangan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep-konsep matematika melalui pendekatan etnomatematika dapat meningkatkan minat siswa dan gairah belajar dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi etnomatematika dalam kurikulum pendidikan, yang tidak hanya membuat pembelajaran matematika lebih bermakna, tetapi juga lebih aplikatif. Dengan mendalami struktur bangunan, proporsi antara tinggi dan lebar, serta simetri dalam relief, siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep matematis. Candi Pawon memberikan contoh konkret tentang bagaimana matematika dapat terintegrasi dalam budaya, sehingga menjadikannya sebagai sumber inspirasi dalam pembelajaran. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik bagi siswa, mendorong mereka untuk melihat matematika sebagai bagian integral dari kehidupan mereka.