cover
Contact Name
Lalu Usman Ali
Contact Email
ahsjurnal@gmail.com
Phone
+6285333491112
Journal Mail Official
notasiahsjurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Kila Rengganis Blok E5 Bajur Kecamatan Labuapi, Kab. Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kab. lombok barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Notasi: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : 29885906     DOI : DOI: https://doi.org/10.70115/notasi
Core Subject : Education,
NOTASI : Jurnal Pendidikan Matematika [e-ISSN: 2988-5906] adalah Jurnal Open Access yang membahas terkait tentang pendidikan matematika yang terjadi dalam konteks masyarakat di tingkat pendidikan dasar, menengah dan pendidikan tinggi. Jurnal Notasi menerima artikel ilmiah penelitian atau kajian teoritis (penulis undangan) di bidang pendidikan matematika. Semua artikel yang dikirimkan tidak akan pernah diterbitkan di tempat lain dan tidak sedang dipertimbangkan untuk publikasi lain. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember NOTASI : Jurnal Pendidikan Matematika mengundang artikel penelitian asli dan tidak secara bersamaan dikirim ke jurnal atau konferensi lain. Seluruh spektrum penelitian dalam pendidikan matematika dipersilakan, yang meliputi, namun tidak terbatas pada topik-topik berikut: 1) Pendidikan matematika realistik; 2) Proses belajar mengajar matematika; 3) TIK dalam pendidikan matematika; 4) Penilaian dan evaluasi pendidikan matematika; 5) Kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran matematika; 6) Psikologi dalam pendidikan matematika; dan 7) Lesson Study dalam pendidikan matematika.
Articles 41 Documents
Pengalaman mahasiswa pendidikan matematika Universitas Asahan mengelola fear of missing out di tengah tuntutan perkuliahan Elfira Rahmadani; Diana; Hanisa Romadona Nainggolan; Wilda Annisa Hasibuan; Andini
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/notasi.v4i2.636

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat mendorong meningkatnya intensitas penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa, yang berpotensi memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FoMO). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Asahan dalam mengelola FoMO di tengah tuntutan perkuliahan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 10 mahasiswa aktif pengguna media sosial sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka (open-ended questionnaire) dan dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengidentifikasi lima tema utama, yaitu: (1) pemahaman mahasiswa tentang FoMO sebagai rasa takut tertinggal informasi dan tren; (2) media sosial sebagai pemicu utama FoMO; (3) dampak FoMO berupa gangguan konsentrasi belajar dan pengelolaan waktu, sekaligus motivasi untuk mencari peluang pengembangan diri; (4) strategi pengelolaan FoMO melalui pembatasan penggunaan media sosial, penetapan prioritas, dan pengurangan kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain; serta (5) tantangan berupa kesulitan mengontrol penggunaan media sosial dan menyeimbangkan kebutuhan informasi dengan tuntutan akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan regulasi diri dan manajemen waktu merupakan faktor kunci dalam mengelola FoMO secara efektif agar tidak menghambat proses perkuliahan.
Analisis respon mahasiswa pendidikan matematika terhadap penggunaan aplikasi geogebra dalam pembelajaran geometri analitik bidang Nurhikmah Lubis; Fildzah Rizkiah Damanik; Zulfiqri Panjaitan; Dinda Ariyani; Dila Oktapia Rahmadani; Elfira Rahmadani
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/notasi.v4i2.637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika terhadap penggunaan aplikasi GeoGebra dalam pembelajaran Geometri Analitik Bidang. GeoGebra digunakan sebagai media pembelajaran yang membantu mahasiswa memvisualisasikan konsep-konsep geometri yang abstrak melalui representasi dinamis dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas mahasiswa Pendidikan Matematika yang mengikuti pembelajaran Geometri Analitik Bidang dengan memanfaatkan aplikasi GeoGebra dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Data penelitian diperoleh melalui hasil pekerjaan mahasiswa yang diunggah dalam bentuk tangkapan layar (screenshot) serta tanggapan tertulis yang dikumpulkan melalui Google Form. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan hasil pekerjaan mahasiswa dan mengidentifikasi pola respon yang muncul terkait penggunaan GeoGebra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memberikan respon positif terhadap penggunaan GeoGebra. Mahasiswa merasa aplikasi tersebut membantu mereka memahami konsep geometri secara lebih visual, mempermudah proses penyelesaian masalah, serta meningkatkan ketertarikan dalam pembelajaran. Dengan demikian, GeoGebra dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang efektif untuk mendukung pembelajaran Geometri Analitik Bidang pada mahasiswa Pendidikan Matematika.  
Pengembangan modul ajar berbasis model SSCS guna meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa SMP Rody Satriawan; Sri Supiyati; Abdullah; Ahmad Rasidi
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/notasi.v4i2.522

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar berbasis Search, Solve, Create, and Share (SSCS) yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan prestasi serta motivasi belajar siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) melalui tahap perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan menggunakan lembar validasi ahli, angket respon guru dan siswa, tes hasil belajar, serta angket motivasi belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul yang dikembangkan memiliki tingkat validitas sangat tinggi dengan skor rata-rata 3,72 dari skala 4,00. Aspek kelayakan isi memperoleh skor 3,80, kebahasaan 3,65, penyajian 3,70, dan kegrafikan 3,73. Tingkat kepraktisan juga sangat tinggi, ditunjukkan oleh respon guru sebesar 88,50% dan respon siswa sebesar 84,20%. Modul terbukti efektif meningkatkan hasil belajar, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 62,40 pada pretest menjadi 83,75 pada posttest dengan nilai N-Gain 0,57 (kategori sedang). Motivasi belajar siswa mencapai 82,90% (kategori tinggi). Dengan demikian, modul ajar berbasis SSCS layak digunakan sebagai bahan ajar inovatif yang mendukung pembelajaran berpusat pada siswa dan meningkatkan kualitas pembelajaran.
Eksplorasi etnomatematika pada kuburan tradisional di kampung Pasunga Kabupaten Sumba Tengah dan integrasinya dalam pembelajaran matematika Yatno Yupiter Kasedu; Wara Sabon Dominikus; Yohanes Hariaman Nada
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya merupakan kebiasaan atau cara hidup yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi identitas suatu masyarakat. Setiap budaya berpotensi mengandung konsep matematika, salah satunya pada kuburan tradisional di Kampung Pasunga, Kabupaten Sumba Tengah. Namun, masyarakat setempat umumnya belum menyadari adanya konsep matematika dalam budaya tersebut karena matematika masih dipandang sebagai ilmu yang abstrak. Oleh karena itu, etnomatematika hadir sebagai jembatan antara budaya dan pendidikan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas etnomatematika yang terdapat pada kuburan tradisional di Kampung Pasunga, mengidentifikasi konsep matematika yang terkandung di dalamnya, serta mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran matematika sekolah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Subjek penelitian berjumlah lima orang. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas etnomatematika berupa counting, locating, measuring, designing, dan explaining. Aktivitas tersebut memuat konsep membilang, denah dan arah mata angin, pengukuran tidak baku, geometri bangun datar, serta geometri bangun ruang. Konsep-konsep tersebut dapat dikembangkan menjadi modul ajar yang kontekstual dan relevan dengan pembelajaran matematika di sekolah.
Desain pembelajaran berdiferensiasi pada materi peluang siswa kelas X SMA Negeri 1 Kupang Timur Martha Sion Alorrinda Banlo; Damianus Dao Samo; Yohanes Hariaman Nada
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendesain pembelajaran berdiferensiasi pada materi peluang bagi siswa kelas X SMA Negeri 1 Kupang Timur. Penelitian ini menggunakan metode Design Research yang terdiri atas tiga tahap, yaitu mempersiapkan eksperimen, uji coba desain (pilot experiment dan teaching experiment), serta analisis retrospektif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Kupang Timur. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi tes (asesmen diagnostik dan asesmen formatif), observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan, yaitu modul ajar, LKPD, HLT/LIT, asesmen diagnostik, asesmen formatif, dan pedoman wawancara, memiliki tingkat kevalidan sangat tinggi dengan persentase validitas berkisar antara 86,36% hingga 100%. Hasil asesmen formatif menunjukkan peningkatan pemahaman peserta didik dengan tingkat ketuntasan belajar mencapai 94,44% dan ketuntasan klasikal lebih dari 80%, sehingga desain pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan efektif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa desain pembelajaran berdiferensiasi pada materi peluang mampu memfasilitasi kebutuhan belajar peserta didik sesuai kemampuan, minat, dan karakteristiknya
Implementasi STEAM-PjBL berbantuan geogebra untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis kelas XI Nabilla Kenzabrina; Ahmad Atha; Giva Febriani; Putri Yulia
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik melalui implementasi pendekatan Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM) dengan model Project Based Learning (PjBL) berbantuan aplikasi GeoGebra. Penelitian menggunakan metode implementasi dan evaluasi dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah 35 peserta didik kelas XI Fase F SMA Negeri 5 Padang. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis dan lembar observasi aktivitas peserta didik. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05), sehingga terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik setelah implementasi pembelajaran. Selain itu, peserta didik menunjukkan partisipasi aktif selama pembelajaran, mampu memanfaatkan GeoGebra untuk mengeksplorasi konsep transformasi geometri, serta lebih sistematis dalam menyelesaikan masalah matematis. Dengan demikian, implementasi pendekatan STEAM dengan model PjBL berbantuan GeoGebra dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik.
Etnomatematika dalam tradisi Dewi Sri: Kearifan lokal Masyarakat tani Desa Gesing Kartika Widya Putri; Mu’jizatin Fadiana
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/notasi.v4i2.686

Abstract

Tradisi Dewi Sri adalah warisan budaya masyarakat agraris yang masih hidup dan dipraktikkan oleh petani di Desa Gesing, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban. Setiap kali panen padi selesai, para petani menggelar tradisi ini sebagai wujud syukur sekaligus ajang mempererat kebersamaan, dengan membawa tumpeng, ketupat, dan beras merah ke sawah untuk dibagikan bersama. Di balik kesederhanaan tradisi ini tersimpan banyak konsep matematika yang menarik untuk diungkap. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan unsur-unsur etnomatematika yang terkandung dalam tradisi tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 2 informan yang dipilih secara purposive (seorang tokoh adat/sesepuh dan seorang petani aktif). Dari proses analisis ditemukan tujuh unsur etnomatematika: geometri kerucut pada tumpeng, simetri dan tessellation pada ketupat, konsep pembagian dalam distribusi makanan, estimasi kuantitatif informal, simetri bilateral pada susunan sesaji, sistem waktu berbasis kongruensi modular, dan konsep fungsi periodik dalam siklus panen. Temuan ini mempertegas tesis D'Ambrosio  bahwa matematika hidup dan berkembang dalam konteks budaya, sekaligus menegaskan potensi tradisi ini sebagai sumber belajar etnomatematika yang bermakna.
Penerapan integral tentu dalam menghitung luas taman sekolah sebagai pendekatan kontekstual pada pembelajaran geografi Lilis Dwi Hendrawati
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep integral tentu memiliki peranan penting dalam pengukuran luas wilayah yang berbentuk tidak beraturan serta menjadi salah satu metode matematis yang banyak diterapkan untuk mendukung penyelesaian berbagai permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pembelajaran geografi yang menuntut kemampuan analisis spasial dan pengelolaan lahan. Artikel ini bertujuan mengkaji penerapan integral tentu untuk menghitung luas taman sekolah sebagai bentuk implementasi matematika dalam pembelajaran geografi yang kontekstual. Kajian dilakukan melalui pendekatan studi literatur yang mensintesis berbagai hasil penelitian mengenai konsep integral tentu, jumlah Riemann, serta penerapannya dalam pengukuran wilayah dan pemanfaatan teknologi GeoGebra. Lahan taman dimodelkan menggunakan fungsi y = x2 +2 pada interval 0 < x < 4, kemudian luas daerah dihitung menggunakan rumus integral tentu dan divisualisasikan dengan GeoGebra untuk memperjelas hubungan antara kurva dan luas daerah. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa luas taman sekolah adalah 29,33 satuan luas, nilai yang lebih akurat dibandingkan pendekatan bangun datar konvensional dan dapat menjadi dasar perencanaan kebutuhan rumput, tanaman, serta estimasi biaya. Hasil kajian menegaskan bahwa integral tentu berperan sebagai alat analisis spasial yang menghubungkan matematika dan geografi, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual, aplikatif, dan bermakna.
Pengembangan modul ajar polinomial dengan model pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa Rahman Wahyudi Hasani; Rody Satriawan; Fahrurrozi; Sri Supiyati
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70115/notasi.v4i1.718

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul pembelajaran matematika berbasis Discovery Learning serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Uji coba terbatas dilakukan pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Selong. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli, angket respons pengguna, dan tes hasil belajar. Kualitas modul dievaluasi berdasarkan aspek validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul memenuhi kriteria valid dengan persentase penilaian ahli materi masing-masing sebesar 80% dan 75%, serta ahli media sebesar 80% dan 71%. Tingkat kepraktisan modul tergolong tinggi, ditunjukkan oleh respons guru sebesar 84% dan respons siswa sebesar 74%. Analisis hasil belajar menunjukkan peningkatan nilai rata-rata siswa dari 71 pada pretest menjadi 91 pada posttest. Selain itu, hasil uji N-Gain sebesar 0,70 menunjukkan kategori efektivitas sedang hingga tinggi. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa modul pembelajaran berbasis Discovery Learning yang dikembangkan layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa.
Analisis pemahaman siswa SD terhadap penjumlahan berulang sebagai dasar pemikiran awal integral Aap Apria Romdoni
NOTASI: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Alpatih Cahaya Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran matematika sering kali menyajikan konsep secara terpisah di berbagai jenjang pendidikan, sehingga menimbulkan anggapan bahwa setiap topik berdiri sendiri dan tidak saling berkaitan. Integral, sebagai bagian dari kalkulus, umumnya dipandang sebagai materi yang abstrak dan sulit, padahal gagasan dasarnya berasal dari konsep sederhana: mengakumulasi kuantitas secara bertahap dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauh mana pemahaman siswa kelas lima sekolah dasar mengenai konsep penjumlahan berulang tidak hanya sebagai metode untuk menyederhanakan perkalian, tetapi juga sebagai landasan bagi konsep akumulasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 34 siswa dari SD Negeri Margahayu XIII sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui tes tertulis dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% siswa mampu melakukan penjumlahan berulang dan mengubahnya menjadi perkalian, 50% memahaminya untuk menghitung luas bangun datar sederhana, namun hanya 20% yang menunjukkan pola pikir yang mendekati makna mendasar dari integral. Disimpulkan bahwa penjumlahan berulang dapat menjadi jembatan awal untuk memperkenalkan gagasan integral sejak tingkat sekolah dasar, apabila diajarkan menggunakan pendekatan visual dan kontekstual.