Jurnal Siber Multi Disiplin
Jurnal Siber Multi Disiplin (JSMD) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Siber Nusantara Research dan di payungi Oleh Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER). Perbitan jurnal ini 4 kali dalam setahun yaitu April, Juli, Oktober, dan Januari. Ruang lingkup dan fokus terkait dengan penelitian dengan pendekatan Multidisipliner, yang meliputi: Ilmu Manajemen, Manajemen SDM, Manajemen Pemasaran & Manajemen Keungan, Ilmu Ekonomi, dan Akuntansi, Ilmu Komputer, Teknologi Informasi Teknik Informatika & Manajemen Informatika, Perdagangan, Manajemen Perhotelan, Pariwisata, Perjalanan, Seni & Budaya, Manjemen Pendidikan, Pendidikan Dasar, Pendidikan Islam & Pendidikan Olahraga, Ilmu Politik, Ilmu Hukum & Ilmu Sosial, Administrasi public & Administrai Pemerintahan, Ilmu Olah Raga, Sejarah & Humaniora, Sosiologi, Psikologi, Ilmu Kesehatan, Kedoteran & Kebidanan, Media & Komunikasi, Ilmu Lingkungan, Ilmu Perpustakaan, Ilmu Pertanian, Perbankan, Manajemen proyek, Manajemen Portofolio, Analisis Keamanan, Kewiraswastaan & Manajemen Retail, Manajemen Tranportasi, Logistik & Expesdidi, Medis, Kesehatan, Kedokteran, Bilogi, Fisika, Kimia, Agoronomi & Pertambangan, dan Teknik Mesin, Teknik Industi & Teknik Perkapalan.
Articles
79 Documents
Integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan it Governance dalam Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi pada Fakultas Ilmu Komputer Perguruan Tinggi yang Baru Berdiri
Laudza Kalmany;
R Wisnu Prio Pamungkas
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Januari - Maret 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v3i4.608
Penerapan tata kelola teknologi informasi menjadi kebutuhan strategis bagi perguruan tinggi dalam mendukung efektivitas layanan akademik dan administrasi berbasis digital. Kerangka Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang ditetapkan secara nasional menyediakan prinsip tata kelola digital yang relevan untuk diadaptasi oleh institusi pendidikan tinggi, termasuk fakultas yang baru berdiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik dan tata kelola teknologi informasi dalam perancangan tata kelola teknologi informasi pada Fakultas Ilmu Komputer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis konseptual terhadap regulasi nasional, kerangka tata kelola teknologi informasi, serta standar kompetensi sumber daya manusia teknologi informasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa integrasi domain kebijakan, tata kelola, manajemen, dan layanan mampu membentuk kerangka tata kelola teknologi informasi yang sistematis dan berkelanjutan, memperjelas pemisahan peran pengelolaan, serta memperkuat aspek manajemen risiko dan keberlangsungan layanan digital.
Pengaruh Disiplin Kerja dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Motivasi Kerja Serta Dampaknya pada Kinerja Pegawai Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Batanghari
Alhudhori, M.
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Januari - Maret 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v3i4.632
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja dan gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja serta dampaknya terhadap kinerja pegawai pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Batanghari. Kinerja aparatur pemerintah yang optimal merupakan prasyarat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pencapaian target pendapatan daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, dimana data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh pegawai Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Batanghari sebanyak 48 responden. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis jalur (path analysis) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa disiplin kerja, gaya kepemimpinan, motivasi kerja, dan kinerja pegawai berada pada kategori cukup baik hingga baik. Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa disiplin kerja dan gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja, baik secara simultan maupun parsial. Disiplin kerja memberikan kontribusi pengaruh yang lebih besar terhadap motivasi dibandingkan gaya kepemimpinan. Selanjutnya, gaya kepemimpinan terbukti memiliki pengaruh paling dominan terhadap kinerja pegawai, sedangkan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja relatif lebih kecil. Motivasi kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, yang menegaskan perannya sebagai variabel intervening dalam hubungan antara disiplin kerja dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja.
Evaluasi Efektivitas Pemberlakuan Efisiensi APBN 2025 dan Dampak Pengakhiran Work From Anywhere (WFA) terhadap Realisasi Anggaran BRPPUPP
Dina Muthmainnah;
Nurwanti, Nurwanti;
Ni Komang Suryati;
Melfa Marini;
Rully Ismanto;
Rezki Antoni
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Januari - Maret 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v3i4.633
Tulisan ini menganalisis efektivitas kebijakan efisiensi APBN Tahun Anggaran 2025 di Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP), dengan fokus pada penerapan dan penghentian skema Work from Anywhere (WFA) setiap hari Jumat. Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden tentang efisiensi belanja negara, dengan tujuan menekan biaya operasional tanpa mengurangi kinerja aparatur sipil negara. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, termasuk evaluasi dokumen kebijakan serta analisis data konsumsi listrik selama periode WFA. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan WFA memberikan penghematan listrik yang terukur namun relatif kecil dan tidak signifikan terhadap total anggaran operasional BRPPUPP. Sebaliknya, penghentian WFA berdampak positif terhadap efektivitas pelaksanaan tugas, penguatan akuntabilitas kinerja, peningkatan koordinasi internal dan eksternal, serta optimalisasi pemanfaatan laboratorium dan fasilitas lainnya. Meskipun terjadi peningkatan biaya operasional pasca-penghentian WFA, manfaat jangka panjang berupa peningkatan produktivitas dan konsistensi pelaksanaan tugas dinilai lebih besar dibandingkan penghematan energi jangka pendek. Oleh karena itu, laporan ini menyimpulkan bahwa kebijakan pengakhiran WFA merupakan langkah yang tepat untuk mendukung efisiensi APBN 2025 secara berkelanjutan melalui peningkatan kinerja dan tata kelola organisasi.
Transformasi Infrastruktur IT Perguruan Tinggi: Analisis Strategis dan Teknis Migrasi dari on-Premise ke Cloud Computing
Fitrian, Yuri
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Januari - Maret 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v3i4.636
Akselerasi digital di sektor pendidikan tinggi menuntut ketersediaan infrastruktur IT yang fleksibel, skalabel, dan efisien secara biaya. Infrastruktur tradisional berbasis on-premise seringkali menghadapi tantangan dalam hal tingginya biaya investasi (CapEx), keterbatasan kapasitas operasional, dan risiko downtime saat beban puncak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif transformasi infrastruktur IT melalui migrasi ke cloud computing di lingkungan perguruan tinggi. Menggunakan metode studi literatur sistematis, penelitian ini mengevaluasi model layanan cloud (SaaS, PaaS, IaaS) dan dampaknya terhadap operasional akademik. Hasil kajian menunjukkan bahwa migrasi ke cloud memberikan efisiensi biaya operasional yang signifikan, peningkatan aksesibilitas layanan, serta keandalan sistem melalui mekanisme auto-scaling. Namun, tantangan terkait kedaulatan data dan kesiapan SDM tetap menjadi faktor krusial. Penelitian ini merekomendasikan adopsi model hybrid cloud sebagai strategi transisi yang optimal guna menyeimbangkan fleksibilitas teknologi dengan kepatuhan regulasi data.
Membangun Karakter Religius siswa di Era Digital melalui Pembelajaran PAI Berbasis Kurikulum Merdeka
Saputro, Yogi Muhammad;
Khoiriyah
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Januari - Maret 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v3i4.644
Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis temuan empiris terkait pembangunan karakter religius siswa di era digital melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis Kurikulum Merdeka. Metode Systematic Literature Review (SLR) dengan kerangka PRISMA digunakan untuk menganalisis 43 artikel empiris terindeks Scopus yang dipublikasikan pada periode 2015–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa karakter religius siswa dipengaruhi oleh interaksi antara pembelajaran PAI, faktor psikologis, dan konteks lingkungan belajar digital. Pembelajaran PAI yang reflektif dan berpusat pada peserta didik berkontribusi terhadap peningkatan motivasi religius, kesadaran moral, perilaku etis, dan keseimbangan spiritual siswa. Hubungan tersebut dimediasi oleh spiritual well-being, kualitas pengalaman belajar, dan iklim spiritual sekolah, serta dimoderasi oleh faktor kontekstual seperti relasi pedagogis dan literasi digital. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dengan menyajikan model terpadu pembangunan karakter religius siswa di era digital dan menawarkan implikasi praktis bagi penguatan pendidikan karakter di lingkungan pendidikan modern.
Hambatan Integrasi Digital dalam DEFA: Analisis Komparatif Inefisiensi Kebijakan Lokalisasi Data Indonesia, Thailand, dan Vietnam terhadap Pertumbuhan Ekonomi Regional ASEAN
Nawla Farsha Alendro;
Najla Putri Syahrani;
Airanaya Viag;
Keisha Aurelia;
Nadhifa Alya Putri
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 3 No. 4 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (Januari - Maret 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v3i4.652
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan integrasi ekonomi digital dengan adanya kebijakan lokalisasi data di beberapa negara ASEAN, khususnya Indonesia, Thailand, dan Vietnam. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis studi kasus komparatif terhadap kebijakan lokalisasi data di tiga negara ASEAN, yaitu Indonesia, Thailand, dan Vietnam dengan perolehan data melalui studi kepustakaan (library research) yang meliputi dokumen resmi ASEAN, regulasi nasional terkait tata kelola data digital, laporan lembaga internasional, serta artikel jurnal akademik yang membahas ekonomi digital dan kebijakan data di Asia Tenggara. Analisis yang dilakukan berdasar pada pendekatan institusionalisme neoliberal untuk menjelaskan bagaimana perbedaan kebijakan domestik antarnegara anggota dapat mempengaruhi efektivitas kerja sama ekonomi regional. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan lokalisasi data menyebabkan inefisiensi ekonomi bagi pelaku usaha dan fragmentasi regulasi yang menghambat integrasi ekonomi digital. Berdasarkan pendekatan institusional neoliberal, hal ini menunjukkan kegagalan ASEAN dalam menyelesaikan masalah kolektif dan ketidakmampuan ASEAN dalam melakukan harmonisasi kebijakan, terutama dalam mendukung integrasi ekonomi digital.
Perkembangan Kerja Sama Ekonomi ASEAN Pasca Pembentukan ASEAN Economic Community (2015–2025)
Nugeraha, Bari Laksmana;
Putra, Bintang Ramadhan Dyni;
Atallah, Evan Auril;
Sukma, Raafiul Haqqy;
Irfani, Wan Muhammad Zendi
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v4i1.655
Penelitian ini membahas perkembangan kerja sama ekonomi ASEAN pasca pembentukan ASEAN Economic Community pada tahun 2015 yang menjadi tonggak integrasi ekonomi kawasan. Penelitian ini berfokus pada sejauh mana ASEAN berkembang menuju pasar tunggal dan basis produksi melalui peningkatan perdagangan intra kawasan, arus investasi, serta interdependensi ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis capaian dan keterbatasan integrasi ekonomi ASEAN pada periode 2015 hingga 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitis dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan resmi, literatur akademik, dan publikasi ekonomi regional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama ekonomi ASEAN mengalami peningkatan terutama dalam liberalisasi perdagangan, pertumbuhan investasi, dan integrasi jaringan produksi kawasan. Namun demikian, integrasi tersebut belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat hambatan non tarif, ketimpangan implementasi kebijakan, serta disparitas ekonomi antarnegara anggota. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ASEAN berperan penting sebagai institusi regional dalam memfasilitasi kerja sama ekonomi, namun efektivitasnya masih dibatasi oleh kendala struktural dan institusional.
Investasi China Di Asean Pasca Perang Dagang: Akselerasi Industrialisasi Atau Konsolidasi Ketergantungan Asimetris?
Firdaus, Fauzi;
Manao, Hosea Immanuel;
Batubara, Imel Amanda Maharani;
Hasan, Nabila Fathia;
Manik, Septania Lowisten
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v4i1.658
Penelitian ini membahas peningkatan investasi Tiongkok di kawasan ASEAN setelah terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok pada tahun 2018. Fokus utama penelitian ini adalah untuk melihat apakah peningkatan investasi tersebut mendorong proses industrialisasi di ASEAN atau justru memperkuat ketergantungan ekonomi yang tidak seimbang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder, seperti buku, artikel ilmiah, dan laporan resmi. Analisis dilakukan dengan melihat perubahan aliran investasi, perpindahan lokasi produksi, serta peran kerja sama ekonomi regional seperti ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan investasi Tiongkok belum sepenuhnya mendorong perkembangan industri yang kuat di negara-negara ASEAN. Sebaliknya, yang terjadi lebih banyak berupa pemindahan kegiatan produksi tanpa diikuti oleh transfer teknologi yang berarti. Selain itu, hubungan perdagangan yang tidak seimbang juga menunjukkan bahwa negara-negara ASEAN masih bergantung pada Tiongkok. Oleh karena itu, fenomena ini lebih mengarah pada meningkatnya ketergantungan ekonomi dibandingkan dengan percepatan industrialisasi yang berkelanjutan.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Unmet Need pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat
Ariyanti, Fanni;
Yurni Suasti
Jurnal Siber Multi Disiplin Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Siber Multi Disiplin (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Research & Yayasan Sinergi Inovasi Bersama (SIBER)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.38035/jsmd.v4i1.696
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024, jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di Kabupaten Pasaman Barat mencapai 82.509, dengan 46.849 peserta KB aktif. Di Kecamatan Kinali, dari 11.572 PUS, hanya 6.493 yang aktif, sementara 5.079 belum mengikuti program KB. Tingginya unmet need terlihat terutama di Nagari Kinali (491 kasus) dan Bandua Balai (202 kasus). Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor demografi, sosial, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi unmet need pada PUS di Kecamatan Kinali. Metode yang digunakan adalah kombinasi kualitatif dan kuantitatif melalui kuesioner, dengan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan persentase. Variabel meliputi jumlah anak, umur istri, usia perkawinan, pendidikan, pengetahuan KB, alasan tidak ber-KB, pengalaman penggunaan KB, efek samping, dukungan suami, pekerjaan, pendapatan, dan lingkungan sosial. Hasil menunjukkan sebagian besar PUS unmet need pernah menggunakan KB namun berhenti, terutama pada pasangan dengan 1–2 anak. Kasus dominan terjadi pada usia 20–35 tahun (1–2 anak) dan >35 tahun (>2 anak). Meski pengetahuan cukup baik, penggunaan kontrasepsi rendah akibat kekhawatiran efek samping, faktor ekonomi, dan kurangnya dukungan suami. Faktor budaya bukan penyebab utama.