cover
Contact Name
Siska Agustina
Contact Email
siskaagustina@tazkia.ac.id
Phone
+6288214762292
Journal Mail Official
jurnal-komunikan@tazkia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 78 Sentul City Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Komunikan : Jurnal Komunikasi dan Dakwah
ISSN : -     EISSN : 30248663     DOI : https://doi.org/10.30993/jurnalkomunikan.v3i1.352
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Komunikan is a journal that concentrates on research on communication science and dakwah, specifically articles in Jurnal Komunikan must raise questions about the diversity and complexity of Islamic communication and dakwah issues with a strong emphasis on theory based, development of new theoretical models and development of innovative methods to observe and measure the reality of communication and dakwah. The main topic areas for Jurnal Komunikan include Islamic communication studies, marketing communications, public communications, mass communications, dakwah methodology, Islamic dakwah strategies, and the relationship between dakwah and socio culture.
Articles 80 Documents
STUDI KONFORMITAS DAN KOHESIVITAS KELOMPOK MAHASISWA KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM ANGKATAN 2021 INSTITUT AGAMA ISLAM AL-ZAYTUN INDONESIA Matsani Mubaroq
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.652

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana konformitas mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) angkatan 2021 berperan dalam membangun kohesivitas kelompok. Pokok masalah utama dari penelitian ini yaitu adanya dinamika interaksi sosial yang khas di kalangan mahasiswa KPI Angkatan 2021 yang menunjukkan pola adaptasi perilaku individu yang kemudian menciptakan gap antara satu kelompok dengan kelompok lainnya. Pokok masalah kedua yaitu bagaimana konformitas dapat memengaruhi kekompakan dan solidaritas dalam kelompok tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana konformitas mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) angkatan 2021 berperan dalam membentuk kohesivitas kelompok. Permasalahan yang diangkat mencakup bagaimana kohesivitas kelompok terbentuk, tingkat konformitas mahasiswa dalam mendukung tujuan program studi, serta pengaruh konformitas terhadap kohesivitas kelompok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 10 informan yang dipilih secara purposif. Objek penelitian adalah mahasiswa Prodi KPI angkatan 2021 yang telah aktif mengikuti kegiatan akademik dan sosial, dengan lokasi penelitian di Institut Agama Islam Al-AZIS, Indramayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kohesivitas kelompok terbentuk melalui interaksi sosial yang intens, kegiatan bersama, serta pengalaman emosional kolektif. Konformitas muncul karena dorongan sosial, kekaguman terhadap teman, dan kesadaran penuh terhadap nilai kelompok sehingga konformitas tidak hanya menjadi bentuk penyesuaian diri terhadap norma kelompok, tetapi juga berfungsi sebagai penguat kohesivitas melalui penciptaan nilai dan tujuan bersama. Penelitian ini menggarisbawahi bahwa dalam konteks kelompok mahasiswa, konformitas yang positif berperan penting dalam menciptakan solidaritas, loyalitas, dan keharmonisan dalam dinamika kelompok akademik.
Implementasi Strategi Komunikasi Tenant Relations Officer Dalam Penanganan Keluhan Penghuni Apartemen The Royale Springhill Residences Gito Ilfando
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.857

Abstract

Dinamika hunian vertikal menuntut responsivitas pelayanan yang tinggi dari pihak pengelola, sehingga kerap memicu kesenjangan antara ekspektasi penyelesaian instan dari penghuni dan keterbatasan sistem operasional gedung. Kondisi ini menjadikan komunikasi pelayanan sangat krusial dalam mengelola keluhan guna mencegah eskalasi emosi dan konflik. Penelitian ini menjadikan The Royale Springhill Residences sebagai objek penelitian dengan tujuan untuk menganalisis strategi komunikasi Tenant Relations Officer (TRO) dalam menangani keluhan penghuni. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, di mana pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi partisipan, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan teori Strategi Komunikasi Middleton dan Communication Accommodation Theory (CAT) menunjukkan bahwa TRO telah menjalankan fungsi komunikator secara efektif melalui penyampaian pesan yang logis, transparan, dan bertahap. Strategi penyesuaian gaya bahasa atau konvergensi terbukti mampu mengakomodasi ragam karakter komunikan, mulai dari penghuni lanjut usia hingga ekspatriat. Pada indikator media, penggunaan WhatsApp dinilai sangat praktis, namun karena keterbatasan teks terkadang memicu miskomunikasi, interaksi tatap muka tetap dipertahankan. Di sisi lain, TRO juga konsisten menerapkan strategi divergensi dan pemeliharaan dengan bersikap tegas mempertahankan standar aturan saat menghadapi tekanan subjektif penghuni. Secara keseluruhan, strategi komunikasi yang diterapkan TRO terbukti efektif menghasilkan efek deeskalasi emosi dan kepatuhan sukarela, sehingga mampu menjaga stabilitas pelayanan serta keharmonisan hubungan antara manajemen dan penghuni apartemen.
Pola Komunikasi Pendekatan Storytelling Sebagai Strategi Psikologi Dakwah dalam Peningkatan Minat Belajar Siswa SDIT Azkiya Bogor Jupri Adi; Falizar Rivani; Rusdi Kasman
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan pola komunikasi dengan berpendekatan storytelling sebagai strategi psikologi dakwah dalam meningkatkan minat belajar siswa di SDIT Azkiya Bogor. Fenomena meningkatnya penggunaan gadget dan permainan daring pada anak-anak menjadi latar belakang perlunya inovasi metode pembelajaran dan dakwah yang lebih interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam terhadap kepala sekolah dan dua guru kelas, serta dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi melalui storytelling yang dilengkapi dengan ice breaking, cerita Islami berbasis buku, ekspresi dramatis, dan sesi diskusi setelah cerita mampu meningkatkan antusiasme dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Faktor pendukung utama meliputi dukungan institusional sekolah dan komitmen guru. Sementara faktor penghambat mencakup pengaruh game online, perbedaan gaya belajar siswa, dan keterbatasan kemampuan bercerita sebagian guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi storytelling merupakan strategi psikologi dakwah yang efektif untuk menumbuhkan minat belajar pada siswa sekolah dasar Islam terpadu.
Komunikasi Interpersonal Frontliner Dalam Menjaga Kepercayaan Nasabah (Studi Kasus Pada Bank Syariah Indonesia KCP Tangerang Malabar) Reza Waldian
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi interpersonal frontliner dalam menjaga kepercayaan nasabah serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya di Bank Syariah Indonesia KCP Tangerang Malabar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Branch Manager, Branch Operational & Service Manager, Customer Service, Teller, Satpam, dan nasabah, serta observasi langsung di area banking hall. Landasan teori yang digunakan adalah teori komunikasi interpersonal Joseph A. DeVito (1997) dengan lima indikator, yaitu keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal frontliner berjalan efektif dalam menjaga kepercayaan nasabah, di mana kelima indikator DeVito terpenuhi secara integratif melalui transparansi informasi akad syariah, mendengarkan aktif, penjelasan yang solutif, pelestarian yang konsisten, serta penyederhanaan bahasa perbankan. Faktor pendukungnya meliputi standar operasional Ultimate Service, program pembinaan klinik rutin, budaya organisasi berbasis nilai syariah, dan sistem evaluasi terstruktur. Adapun faktor penghambatnya meliputi keberagaman karakteristik konsumen, tinggi volume antrean, kelelahan psikologis frontliner, minimalnya pemanfaatan alat bantu visual, serta gangguan teknis sistem.
Peran Komunikasi Islam dalam Membangun Kesadaran Literasi Digital Masyarakat di Era Transformasi Digital Agung
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.873

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola komunikasi masyarakat. Kehadiran internet dan media sosial memungkinkan penyebaran informasi berlangsung secara cepat tanpa batas ruang dan waktu. Namun, perkembangan tersebut juga memunculkan berbagai persoalan seperti penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, dan rendahnya kemampuan masyarakat dalam memilah informasi yang valid. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital sebagai kompetensi dasar masyarakat modern. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi Islam dalam membangun kesadaran literasi digital masyarakat di era transformasi digital. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan komunikasi Islam, literasi digital, dan transformasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi Islam memiliki kontribusi strategis dalam membentuk perilaku digital masyarakat melalui penerapan nilai-nilai tabayyun, kejujuran (ṣidq), amanah, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan etis dalam penggunaan media digital sehingga mampu mendorong masyarakat untuk lebih kritis, selektif, dan bijak dalam mengelola informasi. Selain itu, dakwah digital menjadi sarana efektif dalam meningkatkan literasi digital melalui penyebaran konten edukatif berbasis nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, komunikasi Islam dapat menjadi instrumen penting dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat, produktif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat
Pemanfaatan Instagram Reels sebagai Strategi Komunikasi Digital Radio Kisi FM Bogor dalam Meningkatkan Brand Image Muhamad Akbar Maulana
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.874

Abstract

Abstract. The development of the digital era has pushed local radio stations to adapt through social media to maintain their existence. Radio Kisi FM Bogor utilizes Instagram Reels as its main digital communication medium; however, stagnant follower growth and low engagement became the issues underlying this research. This study aims to analyze the digital communication strategy of Radio Kisi FM Bogor through Instagram Reels content @kisifmbogor in enhancing brand image. A descriptive qualitative method with a constructivism paradigm was employed, using observation, in-depth interviews, and documentation. The analysis was conducted using The Circular Model of SoMe (Luttrell, 2022) and Antonella Caputo's brand image concept. The results show that the four elements of Share, Optimize, Manage, and Engage have been implemented in a planned manner and contributed to the formation of corporate image, product image, and user image. Among the three, user image emerged as the most dominant dimension due to the high emotional closeness of the audience toward the @kisifmbogor account. However, a gap was found between the account manager's claims and the informants' experiences regarding the consistency of responses in the comments section, thus deeming the implementation of the Engage element less than optimal. Consistent two-way interaction with the audience is key to strengthening and maintaining the sustainability of Radio Kisi FM Bogor's brand image in the digital space. Keywords: Digital Communication Strategy, Instagram Reels, Brand Image, Local Radio, The Circular Model of SoMe
STRATEGI KOMUNIKASI DAN REPRESENTASI INSTITUTIONAL : PERAN HUMAS PESANTREN DARUL AMAN GOMBARA DALAM MEMBANGUN CITRA PUBLIK PESANTREN Abdul Gaffar
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.876

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi komunikasi humas Pesantren Darul Aman Gombara dalam membangun representasi institusional sebagai upaya memperkuat citra publik di era digital. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya komunikasi strategis pada lembaga pendidikan Islam, di mana fungsi humas tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengelola identitas kelembagaan, reputasi, dan kepercayaan masyarakat. Meskipun berbagai penelitian telah mengkaji strategi humas pesantren, kajian mengenai peran humas dalam membangun representasi institusional melalui praktik komunikasi masih relatif terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan pimpinan pesantren, pengelola humas, tim media, guru, santri, alumni, wali santri, serta masyarakat. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui proses kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijamin melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas telah menerapkan strategi komunikasi yang komprehensif melalui segmentasi khalayak, perencanaan pesan, integrasi berbagai media komunikasi, serta evaluasi secara berkelanjutan. Representasi institusional dibangun melalui lima dimensi utama, yaitu bahasa komunikasi, simbol kelembagaan, narasi institusional, komunikasi visual, dan praktik diskursif. Strategi komunikasi tersebut secara konsisten membentuk representasi pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam modern yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, keunggulan akademik, pembinaan karakter, dan pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi komunikasi humas memiliki peran penting dalam membentuk representasi institusional yang berdampak pada penguatan citra publik, peningkatan kepercayaan masyarakat, serta memperkokoh daya saing pesantren di tengah perkembangan komunikasi digital.
Etika Islam dalam Praktik Komunikasi: Kajian Etika Komunikasi Antarpribadi dan Komunikasi Kelompok dalam Perspektif Islam M Ilham Lutfhi; Muniruddin; Muktaruddin
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.877

Abstract

Komunikasi merupakan kebutuhan fundamental manusia yang berperan dalam membangun hubungan antarindividu, kelompok, maupun masyarakat. Dalam praktiknya, komunikasi tidak hanya menuntut efektivitas penyampaian pesan, tetapi juga memerlukan landasan etika agar tercipta interaksi yang harmonis, saling menghormati, dan bertanggung jawab. Perkembangan komunikasi modern menghadirkan berbagai tantangan etis, seperti menurunnya kualitas komunikasi antarpribadi, konflik dalam komunikasi kelompok, penyebaran informasi yang tidak benar, serta lemahnya sikap saling menghargai dalam ruang komunikasi. Berbagai penelitian sebelumnya telah membahas etika komunikasi Islam dalam konteks dakwah, media sosial, maupun komunikasi publik, namun kajian yang mengintegrasikan etika komunikasi antarpribadi dan komunikasi kelompok dalam satu kerangka konseptual berdasarkan perspektif Islam masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep etika komunikasi Islam serta mengkaji implementasinya dalam praktik komunikasi antarpribadi dan komunikasi kelompok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap Al-Qur'an, hadis, buku, dan artikel ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika komunikasi Islam merupakan sistem nilai yang mengintegrasikan dimensi moral, spiritual, dan sosial dalam praktik komunikasi. Prinsip-prinsip seperti ṣidq (kejujuran), amanah (dapat dipercaya), tabayyun (verifikasi informasi), keadilan, penghormatan terhadap martabat manusia, musyawarah, dan tanggung jawab moral menjadi landasan dalam membangun komunikasi antarpribadi yang saling menghargai sekaligus komunikasi kelompok yang partisipatif, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama. Penelitian ini menawarkan sintesis konseptual mengenai etika komunikasi Islam yang mengintegrasikan dimensi komunikasi antarpribadi dan komunikasi kelompok sebagai kerangka normatif dalam menjawab berbagai tantangan praktik komunikasi di masyarakat modern.
TEKNOLOGI MEDIA KOMUNIKASI DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT DAN ISLAM: ANALISIS ONTOLOGIS, EPISTEMOLOGIS, AKSIOLOGIS, DAN ETIS DI ERA DIGITAL Syaifullah; Muniruddin; Muktaruddin
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.878

Abstract

Perkembangan teknologi media komunikasi telah mengubah cara manusia berinteraksi, memperoleh pengetahuan, dan membangun kehidupan sosial. Teknologi media tidak lagi berfungsi sebagai alat penyampai informasi semata, tetapi telah menjadi ruang yang membentuk pengalaman, pola pikir, dan orientasi nilai masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan berbagai persoalan filosofis dan etis yang memerlukan kajian yang lebih mendalam, terutama dalam konteks masyarakat digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hakikat teknologi media komunikasi dari perspektif filsafat dan Islam dengan meninjau dimensi ontologis, epistemologis, aksiologis, serta problem etis yang muncul dalam perkembangan media digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian terhadap buku, artikel ilmiah, jurnal, dan berbagai literatur yang relevan dengan filsafat komunikasi, media digital, serta komunikasi Islam. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis dengan mengintegrasikan perspektif filsafat komunikasi dan nilai-nilai etika Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi media komunikasi telah berkembang menjadi medium yang membentuk realitas sosial dan cara manusia memahami dunia. Secara ontologis, media menjadi ruang eksistensial baru bagi manusia; secara epistemologis, media memengaruhi proses produksi dan distribusi pengetahuan; sedangkan secara aksiologis, media membawa nilai dan kepentingan yang dapat memberikan manfaat maupun dampak negatif. Di sisi lain, era digital melahirkan berbagai problem etis seperti disinformasi, pelanggaran privasi, kekerasan simbolik, komodifikasi perhatian, serta ketimpangan kuasa platform digital. Perspektif Islam menawarkan landasan normatif berupa prinsip tabayyun, amanah, adab, keadilan, dan kemaslahatan sebagai pedoman dalam mengarahkan penggunaan teknologi media komunikasi secara bertanggung jawab. Dengan demikian, teknologi media komunikasi perlu dipahami tidak hanya sebagai instrumen teknis, tetapi juga sebagai arena moral yang harus berpihak pada martabat manusia dan kemaslahatan sosial.
REPRESENTASI TEKANAN SOSIAL DAN PERBANDINGAN STANDAR KESUKSESAN DALAM KELUARGA : ANALISIS RESEPSI GENERASI Z PADA FILM TUNGGU AKU SUKSES NANTI Aji Rivaldi
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.879

Abstract

Indonesian society, deeply rooted in collectivist culture, positions the family as a significant source of social pressure for younger generations through material-oriented comparisons of success standards, while Generation Z faces tension between family expectations and an increasingly individualistic personal value orientation. This study aims to analyze the reception of Generation Z audiences toward the representation of social pressure and the comparison of success standards within the family as depicted in the film Tunggu Aku Sukses Nanti, employing a descriptive qualitative approach through reception analysis based on Stuart Hall's encoding-decoding model, conducted via semi-structured in-depth interviews with five Generation Z informants and a psychologist as the key informant. The findings reveal that in the social pressure dimension, one informant occupied the dominant-hegemonic position and four informants the negotiated position, with no oppositional position identified, whereas in the success standards dimension, one informant held the dominant-hegemonic position, two informants the negotiated position, and two informants the oppositional position, actively rejecting material definitions of success in favor of a broader framework encompassing mental health, self-development, and work-life balance. The study concludes that Generation Z functions as an active audience whose interpretation of the film's messages varies according to individual life experiences, economic background, and personal values, consistent with the core premise of Stuart Hall's reception theory.