cover
Contact Name
Siska Agustina
Contact Email
siskaagustina@tazkia.ac.id
Phone
+6288214762292
Journal Mail Official
jurnal-komunikan@tazkia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 78 Sentul City Bogor
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Komunikan : Jurnal Komunikasi dan Dakwah
ISSN : -     EISSN : 30248663     DOI : https://doi.org/10.30993/jurnalkomunikan.v3i1.352
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Komunikan is a journal that concentrates on research on communication science and dakwah, specifically articles in Jurnal Komunikan must raise questions about the diversity and complexity of Islamic communication and dakwah issues with a strong emphasis on theory based, development of new theoretical models and development of innovative methods to observe and measure the reality of communication and dakwah. The main topic areas for Jurnal Komunikan include Islamic communication studies, marketing communications, public communications, mass communications, dakwah methodology, Islamic dakwah strategies, and the relationship between dakwah and socio culture.
Articles 80 Documents
MEDIA DAN KONFLIK KEPENTINGAN DALAM MEMBENTUK ISI DAN ARAH PEMBERITAAN Zainul Abdi Nasution; Muniruddin; Muktaruddin
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.881

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah pola produksi dan penyebaran informasi sekaligus memperkuat pengaruh kepentingan ekonomi, politik, dan ideologi terhadap institusi media. Berbagai penelitian telah membahas bias media melalui perspektif ekonomi politik, framing, dan agenda setting, namun kajian yang mengintegrasikan perspektif tersebut dengan etika komunikasi Islam sebagai kerangka normatif dalam memahami konflik kepentingan media masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana konflik kepentingan memengaruhi pembentukan isi dan arah pemberitaan serta mengkaji relevansi etika komunikasi Islam dalam mewujudkan praktik komunikasi yang bertanggung jawab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data diperoleh melalui berbagai buku, artikel ilmiah, dan literatur akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses klasifikasi, interpretasi, dan sintesis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan merupakan konstruksi sosial yang dibentuk melalui interaksi antara pemilik media, pemerintah, pengiklan, jurnalis, dan audiens melalui mekanisme framing serta agenda setting, sehingga media tidak sepenuhnya bersifat netral. Selain itu, etika komunikasi Islam yang berlandaskan prinsip ṣidq, amanah, dan tabayyun menawarkan landasan etis yang mampu meminimalkan bias informasi, memperkuat profesionalisme jurnalistik, dan mendorong terciptanya komunikasi publik yang lebih bertanggung jawab di era digital
Pemanfaatan Akun Tiktok @jakartakotakita Sebagai Strategi Komunikasi Digital Diskominfotik DKI Jakarta dalam Membangun Kepercayaan Publik Evin
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.888

Abstract

This study aims to describe and analyze the digital communication strategy of the Department of Communication, Information, and Statistics (Diskominfotik) of DKI Jakarta through the TikTok account @jakartakotakita in building public trust. A qualitative descriptive approach with constructivism paradigm was employed. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. Two theoretical frameworks were applied: The Circular Model of SoMe (Regina Luttrell) comprising Share, Optimize, Manage, and Engage stages; and Trust Theory (Mayer, Davis & Schoorman) covering Ability, Benevolence, and Integrity dimensions. Findings reveal that @jakartakotakita's digital communication strategy is systematically implemented with content rooted in the Governor's vision and mission. Among the three trust dimensions, Benevolence was most prominent, evidenced by high follower loyalty stemming from the perceived genuine concern for citizens' daily needs. However, the Integrity dimension requires further strengthening, particularly regarding consistent responses to public comments and corrections.
ETIKA KOMUNIKASI DALAM PERSPEKTIF BARAT DAN ISLAM: ANALISIS KOMPARATIF TERHADAP TANTANGAN KOMUNIKASI DI ERA DIGITALTEKNOLOGI Nur Karimah; Muniruddin; Mutarruddin
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.890

Abstract

Etika komunikasi merupakan salah satu aspek fundamental dalam membangun hubungan sosial yang harmonis, terutama pada era digital yang ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Kemudahan akses terhadap media digital telah meningkatkan intensitas pertukaran informasi, tetapi pada saat yang sama memunculkan berbagai persoalan etis, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, cyberbullying, fitnah, serta menurunnya kualitas komunikasi di ruang publik digital. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan etika komunikasi yang tidak hanya berlandaskan rasionalitas, tetapi juga nilai-nilai moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep etika komunikasi dalam perspektif Barat dan Islam, mengidentifikasi persamaan serta perbedaannya, dan mengkaji relevansinya dalam menghadapi tantangan komunikasi pada era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan melalui telaah berbagai buku, artikel ilmiah, dokumen akademik, serta sumber-sumber Islam berupa Al-Qur'an dan hadis, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika komunikasi Barat menekankan rasionalitas, kebebasan berpendapat, kejujuran, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap martabat manusia sebagaimana tercermin dalam pemikiran Aristoteles, Immanuel Kant, dan Jürgen Habermas. Sementara itu, etika komunikasi Islam berlandaskan nilai-nilai wahyu melalui prinsip qaulan sadidan, qaulan layyinan, qaulan ma'rufa, qaulan karima, serta tabayyun sebagai pedoman komunikasi yang berakhlak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi rasionalitas dalam tradisi Barat dengan nilai moral-spiritual Islam dapat membentuk kerangka etika komunikasi yang lebih komprehensif untuk mewujudkan komunikasi yang bertanggung jawab, humanis, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat di era digital.
REKONSTRUKSI ETIKA KOMUNIKASI ISLAM SEBAGAI LANDASAN PRAKTIK KOMUNIKASI MASSA DAN KOMUNIKASI ANTARBUDAYA DI ERA DIGITAL Riri Stepani; Muniruddin; Muktarruddin
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.892

Abstract

Etika komunikasi Islam merupakan fondasi normatif dalam membangun komunikasi yang berorientasi pada kebenaran, keadilan, dan kemaslahatan. Namun, perkembangan media digital telah melahirkan berbagai persoalan komunikasi, seperti disinformasi, ujaran kebencian, polarisasi sosial, dan meningkatnya kompleksitas komunikasi antarbudaya yang belum sepenuhnya dijawab melalui kerangka etika komunikasi Islam yang integratif. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi etika komunikasi Islam sebagai landasan praktik komunikasi massa dan komunikasi antarbudaya di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui library research dengan teknik content analysis terhadap berbagai literatur ilmiah mengenai etika komunikasi Islam, komunikasi massa, komunikasi antarbudaya, dan komunikasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip qaulan sadīda, qaulan balīgha, qaulan ma‘rūfa, qaulan karīma, dan qaulan layyina membentuk dimensi etika penyampaian pesan, sedangkan tasamuh, tafāhum, tawadhu', dan ukhuwwah insāniyyah membentuk dimensi etika relasi sosial. Rekonstruksi kedua dimensi tersebut menghasilkan model konseptual etika komunikasi Islam yang adaptif, inklusif, dan bertanggung jawab sebagai landasan praktik komunikasi massa maupun komunikasi antarbudaya di era digital. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori komunikasi Islam sekaligus menjadi rujukan normatif bagi pengembangan praktik komunikasi yang beretika dalam masyarakat multikultural
RESEPSI KHALAYAK PADA RELASI MAKNA LIRIK LAGU DAN VISUAL DALAM MUSIK VIDEO “ADA TITIK-TITIK DI UJUNG DOA” KARYA SAL PRIADI Muhammad deco aliakbar aliakabar
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.893

Abstract

The development of digital technology has made music an audiovisual work that is widely consumed through platforms such as YouTube. The music video "Ada Titik-Titik di Ujung Doa" by Sal Priadi presents the meaning of the song lyrics and visuals that allow for various interpretations by audiences. This study aims to determine how audiences interpret the relationship between the meaning of the song lyrics and the visuals in the music video. This study employed a descriptive qualitative approach using Stuart Hall's reception theory. Data were collected through observation, documentation, and semi-structured interviews with one key informant and four informants. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, conclusion drawing, and verification using source and technique triangulation. The results showed that all informants acknowledged the relationship between the meaning of the song lyrics and the visuals in the music video "Ada Titik-Titik di Ujung Doa." Two informants were in the dominant-hegemonic position, accepting the relationship between the meaning of the song lyrics and the visuals as a whole. Meanwhile, three informants acknowledged the relationship between the meaning of the song lyrics and the visuals but produced diverse interpretations or receptions, influenced by certain audience factors (negotiated).
Analisis Daya Tarik Pesan Influencer Tasya Farasya Dalam Konten Ulasan Skincare di TikTok Romauli Fidelia Panggabean
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.904

Abstract

Perkembangan media sosial menjadikan influencer sebagai sumber informasi yang berperan dalam membentuk persepsi audiens terhadap suatu produk. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan daya tarik pesan dalam konten ulasan skincare "Tasya Farasya Approved" di TikTok berdasarkan dimensi daya tarik pada Teori Kredibilitas Sumber Carl Hovland. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi terhadap empat video ulasan skincare pada akun TikTok Tasya Farasya. Analisis dilakukan berdasarkan lima indikator, yaitu daya tarik fisik, daya tarik disukai, gaya komunikasi, daya tarik bahasa, dan daya tarik konten visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator ditemukan dalam setiap video, dengan daya tarik konten visual dan gaya komunikasi sebagai indikator yang paling dominan. Daya tarik pesan dibangun melalui penyampaian informasi yang komunikatif, penguatan penggunaan produk, pengalaman pribadi, serta bukti visual yang memperkuat klaim produk. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi elemen verbal dan visual berperan penting dalam membangun perhatian dan kepercayaan audiens terhadap ulasan skincare di TikTok.
Gaya Komunikasi Nadia Omara Dalam Mempersuasi Audiens Basaulina Josephine Aritonang
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.905

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah cara individu membangun komunikasi dengan khalayak. YouTube menjadi salah satu media yang memungkinkan kreator konten membangun hubungan dengan audiens melalui gaya komunikasi yang khas. Nadia Omara merupakan salah satu kreator konten storytelling terbesar di Indonesia yang dikenal memiliki kemampuan komunikasi persuasif dalam menyampaikan berbagai kisah misteri maupun cerita nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis gaya komunikasi Nadia Omara dalam mempersuasi audiens melalui konten YouTube. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis penelitian menggunakan teori Gaya Komunikasi   Robert W. Norton yang didukung teori komunikasi persuasif Perloff, retorika Aristoteles, serta teori interaksi parasosial Horton dan Wohl. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nadia Omara menerapkan tiga gaya komunikasi yang paling dominan yaitu gaya dramatis, animatif, dan meninggalkan kesan (impression leaving). Ketiga gaya tersebut terlihat melalui penyampaian cerita yang ekspresif, variasi intonasi suara, penggunaan bahasa yang sederhana, serta gestur tubuh yang mendukung isi pesan. Efektivitas komunikasi persuasif Nadia Omara diperkuat melalui kredibilitas komunikator (ethos), pendekatan emosional (pathos), dan penyampaian informasi yang logis (logos), sehingga mampu membangun kepercayaan dan kedekatan emosional dengan audiens.
Therapeutic Da’wah Based in Pesantren: A Systematic Review of Islamic Psychosocial Communication in the Digital Media Era (Study of the ODGJ Pesantren Ainul Yakin Yogyakarta) Kurnia Nur Khodijah; Adinda Tessa Naumi
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.911

Abstract

Psychosocial disorders among santri with mental illness in Indonesian pesantren create spiritual collapse, social isolation, and long-term functional impairment that require integrated medical, psychosocial, and religious support. Existing studies on Islamic therapeutic communication in pesantren and on digital da‘wah develop in parallel and rarely intersect, so models of da‘wah explicitly designed as psychosocial interventions remain underexplored. This study aims to conceptualize a therapeutic da‘wah model that integrates face-to-face pesantren practices with new media for santri with psychosocial vulnerabilities at Pesantren Ainul Yaqin. Using a qualitative Systematic Literature Review, it analyzes Scopus and Sinta articles (2015–2026) on Islamic therapeutic communication, psychosocial rehabilitation in pesantren, and digital da‘wah, selected through three stages (identification, screening, eligibility) and synthesized via thematic, comparative, and integrative analysis. The discussion shows how Qur’anic concepts of nafs and qaulan, professional therapeutic stages (orientation–working–termination), and spiritual–familial rehabilitation practices in pesantren can be extended into digital spaces that support emotion regulation and spiritual reflection. The findings propose a five-component model of pesantren-based therapeutic da‘wah (actors, stages, hybrid channels, content, outcomes), positioning “therapeutic digital da‘wah” as a layer that prolongs and amplifies face-to-face rehabilitation rather than replacing it, while highlighting the need for mixed-method empirical studies to test its psychosocial impact.
INTERAKSI MASYARAKAT DALAM FANATISME HABIB (STUDI KASUS MAJELIS TA'LIM SEMOGA AWET KABUPATEN TANGERANG) Eka Lestari
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i2.920

Abstract

Keberagaman keagamaan Indonesia menempatkan figur keturunan Nabi Muhammad SAW, yang dikenal sebagai habib, pada posisi otoritas sosial dan spiritual yang khas. Penghormatan terhadap sosok habib kerap berkembang menjadi fanatisme, fenomena yang berlangsung berbeda-beda pada tiap komunitas. Penelitian ini mengkaji bagaimana masyarakat Majelis Ta'lim Semoga Awet di Kampung Bayur, Desa Lebak Wangi, Kabupaten Tangerang memaknai sosok habib dan bagaimana bentuk serta pola interaksi sosial mereka, baik verbal maupun nonverbal, dalam menyikapi fanatisme tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang berpijak pada paradigma konstruktivisme, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap enam informan yang merepresentasikan keragaman peran sosial dalam komunitas, kemudian dianalisis mengikuti model Miles dan Huberman serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Berpijak pada Teori Interaksi Simbolik George Herbert Mead, temuan menunjukkan bahwa pemaknaan masyarakat terhadap habib bertumpu pada tiga pilar yang saling menopang, yaitu nasab, kapasitas keilmuan, dan keteladanan akhlak, yang terbentuk melalui interaksi tatap muka maupun mediasi digital yang berulang. Sikap masyarakat dalam menyikapi fanatisme ini bergerak dalam spektrum dari pengikut yang sangat patuh (muhibbin) hingga sikap moderat dan kritis, namun kohesi sosial tetap terjaga melalui peran mediasi pengurus majelis dan sesepuh kampung. Penelitian ini juga menemukan adanya asimetri dalam konstruksi makna antara jamaah baru dan jamaah lama yang sebagian berseberangan dengan premis dialogis Blumer, sehingga menunjukkan perlunya perluasan teori interaksi simbolik ketika diterapkan pada simbol keagamaan yang bersifat sakral dan berbasis nasab.
HUBUNGAN PENYAJIAN KONTEN INSTAGRAM PEMERINTAH DAERAH DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN INFORMASI MASYARAKAT Syifa Mahru; Ukon Furkon Sukanda; Rini Hardiyanti
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 2 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instagram has become an important channel for local governments to distribute public information, yet the existence of an official account does not automatically ensure that its messages meet citizens' information needs. This study examines the relationship between content presentation on the @tangerangradio Instagram account and the fulfillment of information needs among residents of Tangerang Regency. Uses and Gratifications theory is employed to understand audiences as active media users who select content according to cognitive, affective, personal-integrative, and social integrative needs. The study used a quantitative associative survey involving 100 purposively selected respondents from a population of 20,600 followers. The Slovin formula was used only as a reference for the minimum sample size, while respondents were selected according to predetermined criteria. Data were collected through a four-point Likert questionnaire and analyzed using descriptive statistics, validity and reliability tests, the Kolmogorov-Smirnov normality test, and Spearman's rank correlation with IBM SPSS Statistics 30. The results show a positive, significant, and strong relationship between content presentation and the fulfillment of information needs (rho = .690; p < .001). Relevant, credible, and easily understood content was associated with greater perceived informational benefits in government communication.