cover
Contact Name
Hariyono
Contact Email
dharma@stkipnganjuk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
dharma@stkipnganjuk.ac.id
Editorial Address
Jl. A.R. Saleh No.21, Kauman, Kec. Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 64411
Location
Kab. nganjuk,
Jawa timur
INDONESIA
Dharma Pendidikan
Published by STKIP PGRI Nganjuk
ISSN : 19072813     EISSN : 28290267     DOI : https://doi.org/10.69866/dp.vXXi1.XX
Core Subject : Education,
Dharma Pendidikan is a journal contains publications from researches and scientific studies. The publications intended to contribute understanding and developing scientific theories and concepts, education and their application in education.
Articles 167 Documents
Penerapan Contextual Teaching And Learning (CTL) Dengan Metode Kooperatif Model Jigsaw Untuk Meningkatkan Aktivitas dan Kemampuan Kognitif Mahasiswa Yulia Dewi Puspitasari
Dharma Pendidikan Vol 12 No 1 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i1.31

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan: (1) aktivitas belajar mahasiswa pendidikan IPA Semester 2 Tahun Akademik 2016/2017. (2) kemampuan kognitif mahasiswa pendidikan IPA Semester 2 Tahun Akademik 2016/2017. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan model Kurt Lewin dan model Kolaboratif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus diawali tahap persiapan kemudian dilanjutkan tahap pelaksanaan siklus yang terdiri dari perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subyek penelitian adalah mahasiswa pendidikan IPA sebanyak 10 mahasiswa dengan penelitian dikhususkan pada mata kuliah fisika dasar 2. Data diperoleh melalui pengamatan, Kuis, kuesioner dan kajian dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa (1) penerapan CTL dengan metode pembelajaran kooperatif model jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar mahasiswa pada mata kuliah fisika dasar. (2) Penerapan CTL dengan metode pembelajaran kooperatif model Jigsaw dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa pada mata kuliah fisika dasar 2 program studi pendidikan IPA STKIP PGRI Nganjuk Tahun Akademik 2016/2017. Ketuntasan belajar siswa dapat mencapai 33,33% pada siklus I dan 73,33% pada siklus II dari Standar Ketuntasan Minimum sebesar 57.
Penerapan Metode Guided Inquiry Disertai Mind Mapping Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Mahasiswa Pendidikan IPA STKIP PGRI Nganjuk Purwo Adi Nugroho
Dharma Pendidikan Vol 12 No 1 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i1.32

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa pendidikan ipa dengan menerapkan metode pembelajaran Guided Inquiry disertai Mind Mapping. Penelitian ini merupakan Classroom Action Research yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Data penelitian diperoleh melalui observasi, angket, dan tes. Teknik analisis data yaitu menggunakan analisis deskriptif. Validasi data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian membuktikan bahwa melalui penerapan metode pembelajaran Guided Inquiry disertai Mind Mapping dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa pendidikan ipa. Rata-rata persentase capaian setiap indikator motivasi belajar mahasiswa berdasarkan angket siklus I, II, dan III (69,91%, 72,92%, dan 77,93%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Guided Inquiry disertai Mind Mapping dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa pendidikan ipa.
Pengembangan Buku Pengayaan Menulis Teks Biografi Bermuatan Nilai-Nilai Nasionalisme Bagi Siswa Kelas VIII MTs Al Amin Ngetos Kabupaten Nganjuk Achmad Tantowi Azis
Dharma Pendidikan Vol 12 No 2 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i2.33

Abstract

Buku pengayaan menulis teks biografi bermuatan nilai-nilai nasionalisme sebagai pendamping buku teks pelajaran dirasa penting. Hal tersebut dikarenakan buku pengayaan menulis teks biografi bermuatan nilai-nilai nasionalisme dapat mempermudah siswa dalam memahami materi biografi, dan diharapkan siswa mampu menulis teks teks biografi sesuai dengan struktur teks biografi. Adapun pengintegrasian nilai-nilai nasionalisme dalam pengembangan buku pengayaan ini dimaksudkan agar siswa mampu meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, serta mampu mengkaji dan menginternalisasi nilai-nilai nasionalisme sehingga terwujud dalam perilaku sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode research and development. Buku pengayaan menulis teks biografi bermuatan nilai-nilai nasionalisme bagi siswa kelas VIII MTS Al Amin Ngetos, Kabupaten Nganjuk dinyatakan efektif guna membimbing siswa dalam menulis teks biografi bermuatan nilai-nilai nasionalisme.
Pentingnya Pengembangan Media Pembelajaran Dalam Kegiatan Proses Belajar Mengajar Rina Puji Utami
Dharma Pendidikan Vol 12 No 2 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i2.34

Abstract

Pada kegiatan belajar mengajar banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa terhadap materi pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diberikan oleh guru di kelas. Beberapa faktor tersebut diantaranya adalah guru sebagai fasilator dan proses kegiatan pembelajaran. Proses kegiatan pembelajaran akan menjadi penentu keberhasilan apabila dalam proses kegiatan pembelajaran tersebut siswa dapat merasakan susasana pembelajaran yang menarik sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang sedang dipelajarai.Dalam proses kegiatan pembelajaran tersebut media penunjang pembelajaran dapat menentukan keberhasilan dalam penguasaan materi yang diberikan, karena dengan media pembelajaran siswa bisa memperoleh penjelasan lebih menarik dan suasana yang menyenangkan sehingga memotivasi siswa untuk lebih bersemangat memahami materi yang siswa pelajari. Dalam kegiatan pembelajaran dengan adanya pembelajaran dengan lisan dan tulisan akan lebih menarik dan mempermudah siswa memahami materi dapat diperkaya dengan berbagai media pembelajaran . Dengan tersedianya , guru dapat menciptakan berbagai situasi kelas, menentukan yang akan dipakai dalam situasi yang berlainan dan menciptakan iklim yang emosional yang sehat antar siswa. Selanjutnya guru dapat membawa dunia luar yang berkaitan materi pengajaran ke dalam kelas melalui media pembelajaran yang diberikan siswa tersebut .Dengan demikian pemahaman, konsep dan ide yang abstrak dan asing sifatnya menjadi konkrit dan mudah dimengerti oleh peserta didik. Bila alat/media pembelajaran ini dapat di fungsikan secara tepat dan proforsional, maka akan dapat berjalan efektif. Dengan demikian peran guru selain penguasaan materi yang baik juga terus aktif dalam dalam mengembangkan media pembeljaran sesuai dengan materi yang disampaikan sehingga tujuan penguasaan materi bisa efektif sesuai dengan tujuan pendidikan.
Pemanfaatan Strategi Pengajuan Soal Matematika Agar Proses Berpikir Kreatif Siswa Meningkat agustin patmaningrum
Dharma Pendidikan Vol 12 No 2 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i2.35

Abstract

Pengajuan soal dapat melatih siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan atau soal-soal yang berkaitan dengan materi yang dipelajari. Pengajuan soal matematika dalam proses pembelajaran dapat digunakan untuk mengetahui proses berpikir kreatif siswa dalam mengajukan soal berserta penyelesaiannya yang mengarah pada berbagai cara yang lebih bervariasi sesuai dengan proses berpikir yang dimiliki sehingga akan melatih kemampuan berpikir siswa dalam menguraikan berbagai ide dalam menyelesaikan setiap masalah. Proses berpikir kreatif siswa, dapat dilihat dari kreativitas siswa (dalam aspek kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan) dalam mengajukan masalah matematika. Informasi terhadap aspek produk (kreativitas) dan proses berpikir kreatif akan memberikan gambaran tingkat berpikir kreatif siswa yang berguna bagi perancangan langkah-langkah pembelajaran untuk mendorong dan meningkatkan berpikir kreatif siswa.
Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Assisted Individualization Pada Materi Operasi Hitung Bentuk Aljabar Ditinjau Dari Kecerdasan Emosional Siswakelas VII SMP Se-Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2016/2017 Reza Dimas Pravangasta Perdana
Dharma Pendidikan Vol 12 No 2 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i2.37

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kecerdasan emosi siswa (EI). Model pembelajaran yang digunakan adalah Teams Assisted Individualization (TAI) dan pembelajaran langsung. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri di Nganjuk tahun 2016/2017. Stratified cluster random sampling digunakan untuk mengumpulkan sampel. Dua cara Anova dengan desain faktorial 2x3 digunakan untuk uji hipotesis. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan: (1) siswa yang diberi TAI memiliki prestasi lebih baik daripada mereka yang diberi pembelajaran langsung (2) tinggi Siswa EI memiliki prestasi yang lebih baik daripada siswa EI menengah dan rendah, siswa EI tengah memiliki prestasi yang sama dengan siswa EI rendah, (3) pada TAI pembelajaran langsung; siswa EI tinggi memiliki prestasi yang lebih baik daripada siswa EI menengah dan rendah, siswa EI tengah memiliki prestasi yang sama dengan siswa EI rendah, (4) di EI tinggi, menengah dan rendah, siswa yang diberi TAI memiliki prestasi yang lebih baik daripada mereka yang diberikan pembelajaran langsung.
Potensi Malacostraca dan Echinoidea di Zona Intertidal Pantai Gatra Kabupaten Malang Arindra Trisna Widiansyah; Nilta Nikmatul
Dharma Pendidikan Vol 12 No 2 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i2.38

Abstract

Invertebrata memiliki keanekaragaman dan habitat jenis yang luas, tidak terkecuali di zona intertidal. Dari semua jenis zona pasang surut, substrat berbatu yang tersusun dari bahan yang keras merupakan daerah yang paling padat makroorganismenya. Permukaan batuan yang keras berfungsi melindungi Malacostraca dan Echinoidea dari panas dan predator. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui famili dan potensi malacostraca dan echinoidea di zona intertidal Pantai Gatra Kabupaten Malang. Metode yang digunakan adalah transek kuadran. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2016 dengan 3 kali ulangan. Pada penelitian ini dihasilkan data kelas Malacostraca terdapat 6 famili yaitu Xanthidae, Pilumnidae, Varunidae, Portunidae, Calappidae, Mithracidae. Sedangkan kelas Echinoidea dihasilkan data 4 famili yaitu Diadematidae, Stomopneustidae, Echinometridae, Toxopneustidae. Berdasarkan hasil penelusuran pustaka sebanyak 5 famili diketahui berpotensi sebagai sumber makanan Portunidae, Calappidae, Diadematidae, Echinometridae, dan Toxopneustidae.
Identifikasi Materi Praktikum Mahasiswa Pendidikan Biologi UMS Terhadap Kesesuaian Implementasi Kurikulum2013 SMP Kelas VII Sebagai Usulan Penambahan Referensi Materi Praktikum Biologi Dasar Program Studi Pendidikan IPA Di STKIP PGRI Nganjuk Imega Syahlita Dewi
Dharma Pendidikan Vol 12 No 2 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i2.39

Abstract

Salah satu upaya Perguruan Tinggi dalam kesiapan implementasi Kurikulum 2013 adalah dengan memberikan bekal praktikum kepada mahasiswanya. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai pembekalan praktikum mahasiswa Pendidikan Biologi di FKIP UMS terhadap kesesuaian implementasi Kurikulum 2013 SMP Kelas VII sehingga dapat digunakan sebagai usulan penambahan referensi materi praktikum biologi dasar Program Studi Pendidikan IPA di STKIP PGRI Nganjuk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode dokumentasi dan metode wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian berkelanjutan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data triangulasi, yaitu memadukan dan menggeneralisasikan hasil data dalam bentuk kalimat deskriptif secara terperinci dan apa adanya. Hasil identifikasi yang diolah menggunakan analisis data triangulasi dapat diketahui bahwa 7 item atau sebanyak 5,3% materi praktikum biologi di UMS masuk kategori ada dan sesuai dengan materi praktikum IPA SMP Kelas VII; 79 item atau sebanyak 59,8% materi praktikum biologi di UMS ada untuk pengayaan alumni karena materi yang disajikan lebih detail dan kompleks sehingga orientasinya bukan hanya digunakan sebagai bekal untuk mengajar di SMP saja melainkan dapat digunakan bekal mengajar di SMA; dan 46 atau sebanyak 34,8% materi dikategorikan belum ada, artinya materi praktikum IPA SMP kelas VII yang mengkaji bidang lain seperti fisika hanya dipraktikumkan selama satu semester saja sehingga tidak begitu mendalam dan bidang kajian kimia belum dipraktikumkan, hal ini dikarenakan praktikum biologi di Prodi Pendidikan Biologi UMS lebih mengutamakan bidang kajian biologi dan pengayaannya. Dengan demikian Program Studi Pendidikan IPA STKIP PGRI Nganjuk pada mata kuliah praktikum Biologi Dasar disarankan untuk menambah materi dari jenis praktikum Anatomi tumbuhan, Histologi, Anatomi Hewan, Sistimatika Hewan Invertebrata, Ekologi Tumbuhan, Fisiologi Hewan, Sistimatika Hewan Vertebrata, Anatomi Fisiologi Manusia dan Genetika.
Bilingualism: Keeping Spirit Bilingual Program In Local University Triana Wuri Cahyanti
Dharma Pendidikan Vol 12 No 2 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i2.40

Abstract

English becomes the most essential language in the world. Almost all the people from many different countries around the world use it to communicate. The area of English has always become special interest. It is caused of the importance of English in many scope of human life. In this case, the writer tries to apply bilingual program in teaching speaking and there is conversation in this method, and conversation is part of speaking. It also gives students an opportunity to practice communication in different social contexts and social roles. Bilingual program would seem to be the ideal activity in which students could use their English creatively and it aims to stimulate a opportunity to practice and develop their communication skill.
Information Transfer Technique Untuk Meningkatkan Listening Comprehension Henny Roesellaningtias; Rina Puji Utami
Dharma Pendidikan Vol 12 No 2 (2017): Dharma Pendidikan
Publisher : STKIP PGRI Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69866/dp.v12i2.41

Abstract

Listening comprehension merupakan salah satu bagian ketrampilan penguasaan Bahasa Inggris yang harus dipertimbangkan keberadaanya terutama bagi pembelajaran penguasaan Bahasa Inggris pada prodi pendidikan Bahasa Inggris. Listening comprehension mempunyai peranan yang penting untuk penguasaan Bahasa Inggris. Pada pembelajaran mata kuliah listening comprehension 1 terdapat temuan permasalahan yang dihadapi mahasiswa yang berasal dari beberapa sekolah lanjutan yang berbeda. Diantara permasalahan tersebut adalah banyak dari mahasiswa yang mempunyai kosa kata yang masih lemah, kurangnya kemampuan untuk memahami cara pengucapan dan aksen kosa kata, serta sulit mengidentifikasi informasi atau pesan utama dan beberapa informasi yang berkaitan dengan topik materi yang mereka dengarkan. Hal tersebut menyebabkan prestasi tes listening comprehension masih rendah. Judul Penelitian ini adalah Implementasi Information Transfer Technique Untuk Meningkatkan Listening Comprehension. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Information Transfer Technique pada peningkatan kemampuan mahasiswa dalam memahami materi listening comprehension. Peneliti memilih tehnik ini karena dalam kegiatan pembelajaran ini adanya bentuk transfer informasi yang mereka dengarkan ke dalam bentuk informasi yang berbeda dan sederhana dalam bentuk tulisan dengan melengkapi beberapa informasi yang tertera dalam tabel. Kegiatan meliputi tiga langkah antara lain pre-listening, whilts-listening dan post-listening Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas. PTK tersebut dilaksanakan dalam 3 siklus untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Setiap siklus terdiri dari 3 pertemuan dengan diberikan perlakuan.Setiap Siklus diadakan refleksi dari hasil observasi implementasi perlakuan tersebut untuk mengetahui kemajuan dan permasalahan yang masih timbul. Selanjutnya perbaikan dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam siklus sebelumnya sehingga target keberhasilan dapat tercapai. Kriteria untuk menentukan bahwa penelitian dianggap berhasil, ketika 80% dari jumlah mahasiswa bisa memperoleh nilai lebih dari atau sama dengan 70 dan nilai rata-rata mahasiswa minmal 80. Pengumpulkan data dilakukan dengan langkah-langkah PTK sebagai berikut : preliminary study, perencanaan, implementasi, observasi dan refleksi.Subjek penelitian adalah mahasiswa program pendidikan bahasa Inggris (angkatan 2015) STKIP PGRI Nganjuk yang terdiri dari 21 mahasiswa dengan mata kuliah listening comprehension III .Pada langkah pre-listening mengimplementasikan Information Transfer Technique dengan memberi penjelasan tujuan dan memberi tugas, menunjukkan model audio dialog atau monolog, brainstorming tentang topik, membentuk kelompok parner diskusi yang terdiri 2 mahasiswa sebelum diskusi kelas, memberi worksheet tabel Information Transfer Technique. Pada whilst-listening, kegiatannya adalah : memutar audio dialog atau monolog sambil mahasiswa mengisi kata-kata atau frase pilihan sesuai petunjuk di tabel, setelah itu berdiskusi dengar parner dan kemudian berdiskusi kelas tentang kata-kata atau frase yang telah diisikan untuk menentukan ide utama topik materi, kemudian memutar audio lagi sambil mengecek kata-kata atau frase dan kemudian berdiskusi untuk menemukan informasi tertentu dan detail serta menyimpulkan, menanyakan ide mahasiswa dan kemudian mengecek dan mendiskusikan jawaban mereka. Post- listening dilaksanakan dengan mereview pada pengucapan, kosa kata, aksen, jenis kata, aturan tata bahasa dan menanyakan feedback mahasiswa serta menyimpulkan setiap pertemuan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Information Transfer Technique dapat meningkatkan listening comprehension mahasiswa.Hal tersebut dapat dilihat dengan bertambahnya nilai listening comprehension dari preliminary study dan nilai setelah implementasi Information Transfer Technique pada pengajaran listening comprehension dalam tiga siklus. Pada preliminary menunjukkan nilai rata-rata yang semula 70 dan 48% mahasiswa memperoleh nilai lebih besar atau sama dengan 70, di siklus 1 sebanyak 52 % mahasiswa dengan nilai rata-rata 74, di siklus 2 sebanyak 71 % mahasiswa dengan nilai rata-rata 77 dan di siklus 3 sebanyak 86% mahasiswa dengan nilai rata-rata 82. Kenyataan ini ini menunjukkan bahwa kriteria keberhasilan tercapai. Selain peningkatan nilai mahasiswa dalam listening comprehnesnion, hasil ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa mempunyai respon positif dan mereka terlibat dalam pembelajaran listening comprehension melalui Information Transfer Technique. Sebagai saran pada pengampu listening comprehension Bahasa Inggris untuk mengimplentasikan Information Transfer Technique. Teknik ini dapat digunakan pada kegiatan intensive dan ekstensive listening comprehension untuk memahami pesan yang mereka dengarkan. Pengampu listening comprehension seharusnya menyiapkan materi sesuai dengan tingkat dan karakteristik pembelajar karena hal tersebut dapat memotivasi dan menambah prestasi listening comprehension.Information Transfer Technique terbukti efektif dengan kelebihan bahwa berdasarkan transfer informasi sederhana sebagai petunjuk pemahaman topik materi pada ide utama, informasi tertentu dan informasi rinci. Dari hasil penelitian dapat membantu mahasiswa mengatasi permasalahan pada listening comprehension dan meningkatkan prestasi listening comprehension mereka dan memberikan bekal pengetahuan teknik tersebut serta melalui jurnal ilmiah sebagai referensi pengayaan model pembelajaran yang dapat menjawab permasalahan yang muncul pada pembelajaran listening comprehension dan menjadi kajian pengembangan model pembelajaran penelitian berikutnya.

Page 3 of 17 | Total Record : 167