cover
Contact Name
La Ode Agus Salim
Contact Email
sciencetech.group23@gmail.com
Phone
+6289508163057
Journal Mail Official
sciencetech.group23@gmail.com
Editorial Address
Jl. Findayani Indah, Kec. Baruga, Kel. Wundudopi, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia
Published by CV. Science Tech Group
ISSN : -     EISSN : 30478855     DOI : -
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia adalah platform publikasi terkemuka yang berkomitmen menyajikan penelitian berkualitas tinggi dengan penekanan pada inovasi, kreativitas, dan keaslian, yang berlandaskan metodologi ilmiah yang ketat. Jurnal ini mencakup berbagai bidang studi seperti kesehatan umum, farmasi, teknologi dan rekayasa kesehatan, nutrisi dan gizi, sains alam dan lingkungan, biologi, kimia, dan fisika. Terbit enam kali setahun, Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia didedikasikan untuk standar kualitas tertinggi, berupaya menjadi sumber rujukan utama, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan serta peningkatan kesehatan masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 67 Documents
Penanganan Pasien Gagal Nafas Tipe Dua dengan Asma Bronchiale dan Pneumonia Lasmaria Flora
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Jan-Feb
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i1.699

Abstract

Gagal nafas adalah suatu sindrom yang diakibatkan sistem respirasi gagal untuk melakukan pertukaran gas yaitu oksigenasi darah arteri dan pembuangan karbondioksida. Gejala klinis pada gagal nafas terdiri dari tanda kompensasi pernafasan yaitu takipneu, penggunaan otot pernafasan tambahan, retraksi intercostal, suprasternal dan supraklavikuler. Penelitian ini bertujuan untuk menegakkan alur diagnosis secara tepat pada pasien gagal napas tipe 2 dengan asma bronchial dan pneumonia melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang.  Metode: Penelitian ini merupakan case report dengan analisis data primer yang diperoleh melalui alloanamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, serta penatalaksanaan pasien selama perawatan. Hasil penelitian menunjukkan Seorang wanita 24 tahun datang dengan penurunan kesadaran (GCS 12), takipneu 34×/menit, SpO2 82%, hipertensi, takikardia, dan demam. Pemeriksaan toraks ditemukan ronkhi dan wheezing bilateral. Laboratorium menunjukkan leukositosis (32.600/mm³), prokalsitonin meningkat (4,5 μg/dL), eosinofil meningkat, dan analisis gas darah menunjukkan asidosis respiratorik (PaCO2 85,3 mmHg). Foto toraks memperlihatkan gambaran pneumonia lobus kiri. Pasien didiagnosis gagal napas tipe 2, asma bronchial, pneumonia, dan sepsis. Terapi di ICU meliputi ventilasi mekanik non-invasif, antibiotik (sefoperazon-sulbaktam dan levofloksasin), bronkodilator (kombivent nebulizer, aminofilin), kortikosteroid (fartison), N-asetilsistein, dan parasetamol. Hari kedua perawatan, kesadaran membaik (GCS 15), tanda vital stabil, SpO2 99% dengan NRM. Hari keempat pasien pindah ke ruang rawat inap biasa. Penegakan diagnosis tepat dan tatalaksana komprehensif pada gagal napas tipe 2 memberikan outcome klinis yang baik. Laporan ini berkontribusi pada pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan tata laksana kegawatdaruratan pernapasan.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Kadar Glukosa Darah Puasa pada Mahasiswa Sarjana Fakultas Kedokteran Sabrina, Denafa Dienia; Rahma, Sitti; Otto, Suliyanti; Karim, Cecy Rahma
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): Mar-Apr
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i2.649

Abstract

Parameter untuk mengetahui komposisi tubuh menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), obesitas termasuk kelompok dengan IMT tertinggi. Mahasiswa kedokteran memiliki risiko obesitas. Mahasiswa kedokteran mengalami stres berlebih dikarenakan jangka waktu studi yang lebih panjang dan dipenuhi kegiatan perkuliahan. Hal ini mengakibatkan mahasiswa kedokteran berisiko obesitas. Ketika obesitas, kadar reseptor merespons hormon insulin dengan menerima glukosa yang lokasinya di jaringan tubuh yang akhirnya kadar glukosa akan meningkat. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan IMT terhadap kadar Glukosa Darah Puasa (GDP). Jika hasil didapatkan pengaruh, maka dilakukan intervensi untuk mengatasi kadar GDP yang tinggi, termasuk pencegahan diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini bersifat kuantitatif memakai metode observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dengan mahasiswa Sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo sebagai sampel. Pemilihan sampel dilakukan dengan memenuhi syarat inklusi dan eksklusi, menggunakan metode total sampling. Metode analisis bivariat ini bertujuan memperoleh informasi apakah ada keterkaitan antar variabel dependen dan independen, diolahnya data memakai uji Spearman Rho. Distribusi responden berdasarkan IMT mayoritas termasuk IMT kategori normal. Selanjutnya, ditempati kategori obesitas, kurus, dan berat badan berlebih. Namun, IMT kategori obesitas ini menjadi cerminan ketidakseimbangan antara asupan kalori dan pengeluaran energi. Berdasarkan penelitian, sebagian besar mahasiswa kedokteran FK UNG memiliki kadar GDP dalam rentang prediabetes, pihak institusi pendidikan disarankan mengembangkan program promotif dan preventif yang terstruktur, seperti edukasi, pemantauan rutin IMT dan GDP, serta kegiatan fisik terjadwal di lingkungan kampus. Institusi perlu mempertimbangkan kebijakan kesehatan mahasiswa yang lebih komprehensif menuju diabetes dapat diminimalkan.
Tinjauan Literatur: Etnofarmasi Tumbuhan Obat Sebagai Antipiretik pada Berbagai Etnis di Indonesia Vira Margitha, Ayu; Zulpakor Oktoba; Ramadhan Triyandi; Asep Sukohar
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Jan-Feb
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i1.684

Abstract

Demam merupakan salah satu keluhan kesehatan yang sering dijumpai dan umumnya ditangani dengan penggunaan obat antipiretik sintetis. Namun, penggunaan obat tersebut dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan efek samping, sehingga masyarakat di berbagai wilayah masih mempertahankan pemanfaatan tumbuhan obat sebagai alternatif pengobatan tradisional. Studi ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan tumbuhan obat sebagai sumber senyawa antipiretik berdasarkan kajian etnofarmasi lintas etnis di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan penelusuran sumber ilmiah melalui basis data Google Scholar menggunakan kata kunci yang relevan, kemudian diseleksi hingga diperoleh 18 artikel yang sesuai untuk ditinjau. Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat 71 spesies tumbuhan obat yang berasal dari 34 famili dan dimanfaatkan sebagai antipiretik oleh berbagai kelompok etnis, dengan bagian daun sebagai bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan. Temuan ini menunjukkan adanya potensi tumbuhan obat sebagai sumber pengembangan agen antipiretik berbahan alam dan dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan dalam pengembangan fitofarmaka berbasis kearifan lokal.
Analisis Bibliometrik Gangguan Kulit yang Berkaitan dengan Skincare pada Remaja: Tren, Kesenjangan Penelitian, dan Arah Penelitian ke Depan Agustina, Diah; Desy Sulistiyorini
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Jan-Feb
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i1.696

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis bibliometrik komprehensif terhadap literatur ilmiah global mengenai gangguan kulit yang berkaitan dengan penggunaan skincare pada remaja. Fokus utama studi ini adalah memetakan tren publikasi, mengidentifikasi kontributor paling berpengaruh, serta mengungkap kesenjangan penelitian yang ada sebagai panduan riset masa depan. Data diambil dari  basis data Scopus dari periode Januari 1969 hingga Oktober 2024 menggunakan kombinasi kata kunci spesifik terkait penyakit kulit, produk kosmetik, dan populasi remaja pada judul artikel. Sebanyak 471 dokumen dianalisis secara statistik menggunakan Microsoft Excel 365, VOSviewer, dan paket Bibliometrix (Biblioshiny) berbasis R. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 3,85%, dengan lonjakan signifikan setelah tahun 2000 yang mencapai puncaknya pada 2020. Analisis jaringan mengungkap bahwa Amerika Serikat, Jerman, dan Prancis adalah negara yang paling berpengaruh, sementara jurnal Contact Dermatitis menjadi sumber publikasi utama. Penulis paling produktif diidentifikasi adalah Uter, W. Studi ini menyimpulkan bahwa meskipun perhatian terhadap keamanan produk kulit remaja meningkat selama dua dekade terakhir, terdapat penurunan tren publikasi pasca-2020 yang memerlukan eksplorasi lebih lanjut. Temuan ini memberikan dasar strategis bagi peneliti untuk mengisi celah riset dan bagi otoritas kesehatan untuk merumuskan kebijakan perlindungan konsumen remaja yang lebih ketat.
Identifikasi Tumbuhan Berkhasiat Obat sebagai Dasar Pengembangan Obat Herbal Lokal Asal Taman Wisata Alam Pulau Pombo, Maluku Tengah Ukatalo, Abdul M; Leimena, Handy E. P.; Kakisna, Pieter; Embisa, Yushar A.; Kaliky, Arief Rahman S.; Tofure, Ian R.; Alkatiri, Qidran Ali K.
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): Mar-Apr
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i2.714

Abstract

Pulau Pombo merupakan salah satu kawasan Taman Wisata Alam (TWA) yang berada di Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Pulau ini memiliki ekosistem khas berupa hutan pantai, hutan semak belukar, padang rumput, serta vegetasi karang pesisir. Keberadaan berbagai jenis vegetasi alami menjadikan Pulau Pombo sebagai salah satu kawasan yang potensial untuk ditemukan berbagai jenis tumbuhan yang memiliki khasiat obat, baik yang sudah dikenal masyarakat setempat maupun yang belum pernah teridentifikasi secara ilmiah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan yang memiliki potensi sebagai obat tradisional pada Kawasan TWA Pulau Pombo, Kabupaten Maluku Tengah. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah metode survei, di mana peneliti melakukan pengamatan langsung di lapangan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tumbuhan berkhasiat obat yang terdapat di kawasan Pulau Pombo. Data hasil penelitian analisis secara analisis deskriptif kualitatif, yang digunakan untuk menggambarkan dan menjelaskan hasil identifikasi tumbuhan berkhasiat obat yang ditemukan di kawasan Taman Wisata Alam Pulau Pombo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan TWA Pulau Pombo, Kabupaten Maluku Tengah memiliki tingkat keanekaragaman tumbuhan berkhasiat obat yang tinggi, dengan setiap spesies memperlihatkan variasi aktivitas farmakologis yang bersumber dari berbagai bagian tanaman, termasuk daun, biji, kulit batang, dan buah. Keragaman bioaktivitas tersebut meliputi aktivitas antidiabetes, antibakteri, antimalaria, antiinflamasi, analgesik, antioksidan, hingga insektisida alami.
Prediksi Daerah Berisiko Tinggi Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Lembang Melalui Analisis Spasial Irma, Irma; Meutia Tiara, Khaulani; Swadatul AF, Masluhiya
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): Mar-Apr
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i2.715

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara tropis di kawasan Asia Tenggara memiliki insidensi DBD yang cukup tinggi. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan bahwa tahun 2023 kasus DBD di Indonesia sebanyak 57.884 kasus dengan 442 kasus kematian. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat tercacat 575 kasus positif DBD pada tahun 2022 yang tersebar di beberapa kabupaten dan salah satunya adalah Kabupaten Majene sebanyak 62 kasus. Kasus DBD di Kabupaten Majene terus mengalami peningkatan dengan salah satu wilayah kecamatan yang rentan DBD adalah Banggae Timur, khususnya di wilayah Kelurahan Lembang dengan jumlah kasus yang semakin tingga dan wilayah persebarannya yang semakin luas.  Penelitian ini bertujuan untuk mempredikasi risiko sebaran kasus DBD di wilayah Kelurahan Lembang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan spasial. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Lembang Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene Sulawesi Barat pada bulan September tahun 2024. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah data kasus DBD pada periode tahun 2023 sebanyak 85 kasus yang ambil dengan teknik total sampel.  Data dianalisis dengan menggunakan program GIS dengan pendekatan Kernel Density Estimation. Data yang sudah dianalisis selanjutnya ditampilkan dalam bentuk peta yang dilengkapi dengan narasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa seban kasus DBD di Kalurahan Lembang menunjukkan Lingkungan Lembang dan Lembang Dhua tergolong tinggi sedangkan Lingkungan Leppe dan Leppe Barat tergolong rendah. Peta prediksi risiko persebaran DBD menunjukkan bahwa Kelurahan Lembang merupakan zona hitam dan sedangkan tiga keluaran lainnya meupakan zona  terang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Kelurahan Lembang merupakan wilayah yang berisiko terjadinya pesebaran kasus DBD.
Analisis Faktor Demografis yang Mempengaruhi Pengetahuan Masyarakat terhadap Antibiotik Chairunnisa, Chairunnisa; Sofianti , Mia; Burdah, Burdah; Pamudi , Berwi Fazri; Mailisa , Wiska
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 2 (2026): Mar-Apr
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v3i2.717

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik yang menjadi masalah kesehatan global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan masyarakat tentang penggunaan antibiotik serta hubungannya dengan faktor demografis. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 90 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup (42 responden), diikuti kategori baik (31 responden) dan kurang (16 responden). Faktor tingkat pendidikan (p=0,000) dan pekerjaan (p=0,001) memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan, sedangkan jenis kelamin (p=0,162) dan usia (p=0,683) tidak berhubungan signifikan. Penelitian in dapat disimpulkan bahwa pendidikan dan pekerjaan merupakan faktor penting yang memengaruhi pengetahuan masyarakat tentang antibiotik. Diperlukan edukasi yang terarah untuk meningkatkan penggunaan antibiotik secara rasional.