cover
Contact Name
Muhammad Ikrom
Contact Email
ikrom@uin-al-azhaar.ac.id
Phone
+6281311256537
Journal Mail Official
al-idaroh@uin-al-azhaar.ac.id
Editorial Address
Editor Office: Jl. Pelita No. 364 RT. 07 Kel. Pelita Jaya Kec. Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau
Location
Kota lubuk linggau,
Sumatera selatan
INDONESIA
Al-Idaroh
ISSN : 27760405     EISSN : 27759156     DOI : https://doi.org/10.53888/alidaroh
Jurnal Al-Idaroh merupakan jurnal karya ilmiah Prodi Manajemen Dakwah yang terbit dua kali dalam setahun oleh Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau. Jurnal ini focus pada hasil penelitian dan artikel ilmiah yang terkait Manajamen Dakwah. Karya Ilmiah yang diterbitkan pada Jurnal Al-Idaroh mencakup aspek Media dan pemikiran manajemen dakwah yang didalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan, agama, sosial dan masyarakat. Redaksi menerima karya ilmiah yang belum pernah dipublikasikan di media cetak manapun baik secara online ataupun offline.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 51 Documents
AYAT –AYAT TENTANG UJIAN PERSPEKTIF SYEIKH IMAM NAWAWI ( KAJIAN TEMATIK DALAM TAFSIR AL-MUNIR ) Mukmin, Agus; Agussalim, Agussalim
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 3 No 1 (2023): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i1.619

Abstract

Setiap manusia dalam kehidupannya pasti pernah merasakan sesuatu kondisi yang tidak diinginkannya seperti musibah, masalah, rasa khawatir bahkan ditinggalkan oleh orang yang dicintainya. Pada kondisi lain, manusia juga merasakan saat dimana jiwanya tenang, jauh dari masalah dan berlimpah rezeki. Dua keadaan manusia yang berbeda ini adalah sunnatullah. Itu artinya semua itu merupakan bagian dari pada ujian yang Allah swt berikan kepada umatNya untuk melihat siapa diantara hambanya yang bersabar dan bersyukur. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengulas dan mencari makna ujian yang Allah SWT berikan kepada manusia, sekaligus untuk mengetahui apa dan bagaimana ujian itu berlangsung dan bentuk-bentuk ujian dalam pandangan Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani melalui karya monumentalnya yaitu Mirahu Labid li Kasyfi Ma’na Qur’an Majid atau yang lebih popular dengan nama tafsir Al-Munir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Tematik (Maudu’i) yang mana mengarah kepada satu tema yaitu ujian dengan sumber data primer Tafsir Marah Labid atau Tafsir Al-Munir karya Imam Nawawi Al-Bantani dan data sekunder dari beberapa buku dan karya ilmiah yang membahas tentang ujian Allah SWT kepada manusia. Hasil penelitian ini berdasarkan dari beberapa term di dalam al-Qur’an yang mempunyai arti yang sama yaitu ujian, yang mana term tersebut seperti buliya, mahana, dan fitnah. Kata Buliya disebutkan dalam Al-Quran sebanyak 35 kali dan kata Mahana, disebutkan sebanyak 2 kali dan kata Fitnah yang berartikan ujian disebutkan 5 kali. Dari penelitian ini Imam Nawawi menjelaskan berbagai bentuk ujian seperti rasa takut dan khawatir, rasa lapar, kekurangan harta, penyakit hingga kehilangan nyawa. Selain itu juga dijelaskan bahwa ujian tidak hanya bermacam seperti tersebut tadi tapi juga berupa kesenangan duniawi seperti nikmat rezeki yang luas, umur dan lainnya. Adapun tujuan dari ujian tersebut menurut Imam Nawawi Al-Bantani adalah untuk mendorong manusia untuk bertaqwa kepada Allah swt dan mendorong manusia agar selalu membersihkan hati dan menjadikan manusia beriman sehingga diketahui siapa diantara hambanya yang bersabar dan bersyukur.
DAMPAK KECANDUAN BELANJA ONLINE YANG DIALAMI GENERASI MUDA TERHADAP IKLAN FLASH SALE SHOPEE DI TELEVISI DI ERA PASCA PANDEMI COVID 19 Rochmansyah, Erwin; Putri, Depi; Ikrom, Muhammad; Sopiyan, Wawan
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 3 No 1 (2023): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i1.621

Abstract

Perubahan gaya hidup masyarakat dalam melakukan interaksi sosial melalui internet khusunya aktivitas penggunaan komunikasi massa seperti media televisi sering digunakan pada masa pandemi Covid-19. Adanya physical distancing, pembatasan sosial dan penerapan protokol kesehatan membuat masyarakat lebih memilih untuk memanfaatkan internet sebagai pendukung pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. Gaya hidup yang dirasakan oleh masyarakat saat ini adalah gaya hidup konsumtif karena banyaknya media massa yang turut campur dalam membentuk konstruksi gaya hidup dalam masyarakat. Dengan prinsip masyarakat Indonesia yang masih banyak menganut ideologi patriarki, tentu menempatkan perempuan sebagai seorang yang dengan mudah dipengaruhi oleh permainan kapitalisme. Hasil dari kontruksi gaya hidup ibu rumah tangga Melalui penelitian ini, melihat bahwa bagaimana penerimaan Ibu rumah tangga terhadap tayangan iklan flash sale Shopee di televisi di era pandemi saat ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian reception analysis. Hasil dari penelitian ini adalah Generasi Muda (laki-laki dan perempuan) masih dijadikan sebagai sebuah objek bahkan target sasaran dari industri kapitalis dengan adanya penerimaan dari perempuan terhadap budaya konsumerisme melalui perilaku konsumtif belanja online. Sedangkan media sampai saat ini masih menjadi alat yang digunakan untuk menjadikan kiblat informasi.
GAYA KEPEMIMPINAN KIYAI DALAM MENDIDIK SANTRI PONDOK PESANTREN HIDAYATUL FUDHOLA’ Millati, Millati
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 3 No 1 (2023): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i1.646

Abstract

This study aims to find the sorrounding indigenous pesantren trough thee kiyai leadership in educating students. The method used is a systematic review trough review articles using inclusion criteria and exclusion criteria. Article searches wew accessed from internet searches in the database, namely: proquest com, scincederent and goggle scholar with the keywords leadership. Style, kiyai leadership and santri education. Data analysis was done by collecting articles that met the inclusion criteria colloted and axamined systematicaly. Search for literature fublished from 2015 to 2020. The resultd of the study showed that the kiyai’s leadership style in educating students was a leader who had unique characteristics and became an example for his student and had a duty a carry out the task of developing this nation and country. The fidure of a kiyai who was sincere, simple and tenacious in educating and disciplined in carrying out his duties, this was all feclected in the characteristics of a teacher in islam, namely, as murrabi, muallim, muaddib and mudaris. Therefore, the kiyai is an exemplary and charismatic figure who is able to influence both within the pesantren and outside the pesantren or in society, so that the students will be similar to the leader of the pesantren, namely the kyai when they have graduated. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konseling indigenous pesantren melalui gaya kepemimpinan kiyai dalam mendidik santri, metode yang digunakan adalah tinjauan sistematika melalui review artikel dengan menggunakan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Pencarian artikel diakses dari pencarian inetrnet yang ada database yaitu : proquest com, scincederect, dan goggle scholar dengan kata kunci leadership style, kiyai leadership dan santri education. Analisis data adalah dengan cara mengumpulkan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dikumpulkan dan diperiksa secara sistematis. Pencarian literatur yang di publikasikan dari tahun 2015 sampai dengan 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kiyai dalam mendidik santri merupakan seorang pemimpin yang memiliki karakter unik dan menjadi contoh bagi santrinya dan memiliki tugas dalam mengemban tugas untuk membangun bangsa dan negri ini. Sosok kiyai yang memiliki sifat ikhlas, sedrhana dan kedaulatan dalam mendidik serta disiplin dalam menjalankan tugasnya. Hal ini semuanya tercermin dalam karakteristik seorang guru dalam islam yaitu: sebagai murobbi, mualim, muaddib dan mudaris. Oleh karena itu kiyai merupakan sosok yang memiliki keteladanan dan karismatik yang mampu berpengaruh baik di dalam lingkungan pesantren maupun di lingkungan luar pesantren atau dalam masyarakat. Sehingga para santri akan memiliki kemiripan dengan pemimpin pesantrenya yaitu para kiyai ketika mereka sudah lulus.
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA SMP AL FUDHOLA’ SUNGAI LILIN KABUPATEN MUSI BANYUASIN Karlina, Lintang; Supriadi, Supriadi; Mukarromah, Siti; Sumaryati, Sumaryati; Seplyana, Desy
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 3 No 1 (2023): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i1.647

Abstract

Style of manner of a school principal in his capacity as leader largely determine succes in improving teacher performance under his leadership. The purpose of this study was to obtain data on (1) The principal’s ladership style in improving labor discipline, (2) The principal’s leadership style to motivate the work of teachers, (3) The principal’s leadership style in increasing responsibilities. By using a qualitative approach, data collection techiniques of obsevation, interviews and documentary studies, research subject principals, and teachers, the data analysis techniques with qualiative analysis. This study shows that (1) The principal’s leadership style intructive apply telling in improving discipline, (2) Applying the principal consultative leadership style (selling) in improving work motivation of teachers, (3) The principal’s leadership style apply discretionary (delegating) in improving the teacher’s responbility. It is recommended that principals can implement a better leadership style of varied so that the desired goal can be achieved with good and maximum. Gaya atau cara seorang kepala sekolah dalam kapasitasnya sebagai pemimpin sangat menentukan keberhasilan peningkatan kinerja guru di bawah pimpinannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data tentang (1) Gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan disiplin kerja, (2) Gaya kepemimpiman kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kerja guru, (3) Gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan tanggung jawab. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data di lakukan melalui wawancara, observasi , dan studi dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa (2) Kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan instruktif (telling) dalam meningkatkan kedisiplinan, (2) Kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan konsultatif (selling) dalam meningkatkan motivasi kerja guru, (3) Kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan delegatif (delegating) dalam meningkatkan tanggung jawab guru. Disarankan agar kepala sekolah dapatmenerapkan gaya kepemimpinan yang lebih baik atau bervariasi agar tujuan yang ingin diinginkan dapat tercapai dengan baik dan maksimal.
KEBUTUHAN MANUSIA MENURUT PERSPEKTIF ASY-SYĀṬIBῙ DAN ABRAHAM MASLOW (STUDI PERBANDINGAN) Artiyanto, Artiyanto; Mukmin, Agus; Ikit, Ikit; Husni, Husni
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 3 No 1 (2023): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i1.653

Abstract

This research aims to find similarities and differences as well as the relevance of the theory of human needs according to Ash-Syāṭibī and Abraham Maslow. This research uses qualitative methods with the type of literature study. The theory used is benefit theory with a comparative approach. The data used is secondary data in the form of books written directly by ash-Syāṭibī and Abraham Maslow. This research foundthat ash-Syāṭibī's theory with a time span of emergence that is far from Maslow's theory still has significant relevance to Maslow's theory of needs. Ash-Syāṭibī's theory has the advantage of being inclusive in accepting changes in human needs in the future as a result of advances in science and technology. On the other hand, Maslow's theory is limited and closed, so that if one day a new need arises, apart from the five hierarchies of needs that have been expressed, then the new need needs to be created in a new hierarchy because it is not suitable to be included in one of the existing hierarchies, because the existing hierarchy is closed and limited. However, ash-Syāṭibī's theory regarding human needs is still implicit, not explicit like Abraham Maslow's theory. This is the weak point of Ash-Syāṭibī's theory when compared to Abraham Maslow's theory, besides that Ash-Syāṭibī has not revealed the needs of modern humans such as the need for esteem and the need for self-actualization into the hierarchy of maqāṣid al-Syarīah that he compiled Penelitian ini bertujuan untuk menemukan persamaan dan perbedaan serta relevansi teori kebutuhan manusia menurut asy-Syāṭibī dan Abraham Maslow. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Teori yang digunakan adalah teori maslahat dengan pendekatan perbandingan. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa buku-buku yang ditulis langsung oleh asy-Syāṭibī dan Abraham Maslow. Penelitian ini menemukan bahwa teori asy-Syāṭibī dengan rentang waktu kemunculan yang terpaut jauh dari teori Maslow masih memiliki relevansi yang signifikan dengan teori kebutuhan Maslow. Teori asy-Syāṭibī memiliki keunggulan karena bersifat inklusif untuk menerima perubahan kebutuhan manusia di masa mendatang sebagai akibat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebaliknya teori Maslow bersifat terbatas dan tertutup sehingga jika suatu saat muncul kebutuhan baru, selain dari lima hieararki kebutuhan yang telah diungkapkan maka kebutuhan baru itu perlu dibuatkan hierarki baru karena tidak cocok untuk dimasukkan ke dalam salah satu dari hierarki yang ada, sebab hierarki yang ada bersifat tertutup dan terbatas. Meski demikian, teori asy-Syāṭibī memengenai kebutuhan manusia masih bersifat implisit, belum eksplisit seperti teori Abraham Maslow. Hal inilah yang menjadi titik lemah teori asy-Syāṭibī jika dibandingkan dengan teori Abraham Maslow disamping asy-Syāṭibī belum mengungkap kebutuhan manusia modern seperti kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri ke dalam hieararki maqāṣid al-syarīah yang ia susun.
MANAJEMEN KOLABORATIF DALAM PENGABDIAN MASYARAKAT DENGAN PEMANFAATAN PAKAIAN LAYAK PAKAI SEBUAH BEST PRACTICE DI KOTA BENGKULU Apriyani, Jasita; Oktapiansyah, Randy; Ardita, Rahma; Cahyadi, Ashadi
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 3 No 2 (2023): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i2.655

Abstract

This research aims to analyze, explain or retell the existence of collaborative management in community service activities by using appropriate clothing as a best practice in the city of Bengkulu which is carried out by students of missionary management and religious institutions in the city of Bengkulu, namely the Daarul Armina Foundation. This research was carried out using a qualitative descriptive method, explaining the existence of collaborative management in supporting the success of activities. The results of this research are collaborative management is carried out by several stakeholders, namely the university (propagation management students), the Daarul Armina Foundation, TPA, the market and the community as consumers. This collaboration can provide many benefits for the stakeholders involved, this activity can also be used as a recommendation as an activity for student and community movements.for computerization. Research and abstract title search made easy with these keywords
PERAN MUHADHARAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PUBLIC SPEAKING SANTRI PONDOK PESANTREN AL-AZHAAR LUBUKLINGGAU DALAM BERDAKWAH DI MASYARAKAT Maulana, Yusuf; salim, agus; Mukmin, Agus
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 3 No 2 (2023): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i2.657

Abstract

Muhadharah merupakan kegiatan berlatih pidato, ceramah atau kegiatan berbicara di depan umum. Muhadharah adalah kegiatan rutin yang dilakukan santri setiap minggunya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan santri serta mengasah keberanian dan mental santri. Hal ini juga sebagai bagian upaya Pondok Pesantren Al-Azhaar Lubuklinggau untuk meningkatkan kualitas Public Speaking santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Muhadharah dalam meningkatkan kualitas Public Speaking santri Pondok Pesantren Al-Azhaar Lubuklinggau dalam berdakwah di masyarakat serta faktor penghambat dan pendukungnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, yaitu penelitian yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu masalah daripada melihat permasalahan untuk penelitian generalisasi. Kegiatan penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data (observasi, wawancara dan dokumentasi) menganalisis data, dan diakhiri dengan kesimpulan yang mengacu pada analisa data. Hasil penelitian menyatakan bahwa peran muhadharah untuk meningkatkan kualitas public speaking santri Pondok Pesantren Al-Azhaar Lubuklinggau dalam berdakwah di masyarakat. Kegiatan muhadharah di Pondok Pesantren Al-Azhaar Lubuklinggau dilakukan dua kali dalam satu minggu dan dilakukan setiap selasa malam rabu dan malam sabtu. Setiap kegiatan dalam Pondok Pesantren Al-Azhaar Lubuklingggau memiliki tata tertib, tidak terkecuali kegiatan muhadharah.
PESAN DAKWAH USTADZ HANAN ATTAKI MELALUI MEDIA SOSIAL YOUTUBE KAJIAN TENTANG AKHLAK REMAJA Darma’Arif Nur, M. Jamaludin; Putri, Depi
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 3 No 2 (2023): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i2.670

Abstract

This research aims to examine the da'wah message conveyed by Ustadz Hanan Attaki via the YouTube channel Road to the and on YouTube social media. In the context of a moral study of teenagers at the As-Sidiq Mosque in Griyoso village, Jayaloka district.The method used is descriptive qualitative, using data collection techniques in the form of observation, interviews and documentation.This research concludes that Ustadz Hanan Attaki's preaching message is where the use of YouTube social media is effective because it is easy to access preaching content only through gadgets without having to come directly to the recitation held by Ustadz Hanan Attaki and teenagers can easily understand the contents of the preaching message of Ustadz Hanan Attaki. Hanan Attaki,where the content influences changes in the morals of teenagers because they are motivated and have a positive impact from Ustadz Hanan Attaki's preaching content, namely being motivated to get closer to Allah, more of being a grateful person to avoid blasphemy, creating a sense of empathy for others, being a patient and humble person and that has a very good impact on the youth of the As-Sidiq Mosque. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pesan dakwah yang disampaikan oleh Ustadz Hanan Attaki melalui chanel youtube road to the and di media sosial youtube.Dalam konteks kajian akhlak terhadap remaja Masjid As-Sidiq di desa Griyoso Kecamatan Jayaloka. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pesan dakwah Ustadz Hanan Attaki Dimana penggunaan media sosial youtube menjadi efektif dikarenakan mudah nya mengakses konten-konten dakwah hanya melalui gadget tanpa harus datang langsung ke pengajian yang digelar ustadz Hanan Attaki dan para remaja mudah memahami dengan baik isi dari pesan dakwah ustadz Hanan Attaki, di mana konten tersebut mempengaruhi perubahan akhlak remaja dikarenakan termotivasi dan dampak positif dari konten dakwah ustadz Hanan Attaki yaitu termotivasi untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, lebih menjadi pribadi yang bersyukur untuk menghindari kufur nikmat, timbulnya rasa empati kepada sesama, menjadi pribadi yang penyabar serta rendah hati dan itu sangat berdampak baik bagi para remaja masjid Assidiq.
PENGARUH MANAJEMEN DEWAN KEMAKMURAN MASJID (DKM) TERHADAP KESADARAN SHALAT BERJAMAAH DI DESA SETIA BUDI Maryati, Ulfah Dina; Yasafik, Yasafik; Aprizal, Aprizal
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 3 No 2 (2023): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i2.679

Abstract

The mosque prosperity council has an important role as a driving force for all mosque activities. Their function is needed to create mosque programs, one of which is congregational prayer. The aim of this research is to look from a scientific point of view at the relationship between mosque prosperity council management and the awareness of congregational prayer among residents around the mosque. This type of research was quantitative research with a correlation method, where data collection techniques used questionnaires and documentation. The information obtained and analyzed using the product moment formula. The result of this research are: 1) management of the mosque prosperity council is in the medium category; 2) the level of awareness of congregational prayer is in the medium category; and 3) there is a relationship between the management of the mosque prosperity council and awareness of congregational prayer. The relationship between the independent variable and the dependent variable is in a positive relationship, it means that if the DKM management can improve its performance, the awareness of congregational prayer can improve among local residents. So that the congregational prayer program can increase in quantity aspect.
EFEKTIFITAS PROGRAM PENYULUH AGAMA ISLAM DALAM MEWUJUDKAN KELUARGA SAKINAH DI DESA MARGA MUKTI Yuniarti, Pipi; Khobir, Ahmad
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 3 No 2 (2023): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v3i2.680

Abstract

Every family dreams of having a sakinah family. However, not all families know the meaning and how to get a sakinah family. Especially in Dusun 1 Marga Mukti, there were still early-age marriages. Their parents thouhgt that marrying their children at an early age will reduce their burden and responsibility. Their parents did not think about the impact of early-age marriage. And also in this village, there were still existing domestic violence. Therefore, this village requires a religious counselor to develop the families in getting harmonious family. Based on observations were conducted by the researcher after coaching by an Islamic religious instructor in creating a sakinah family in Marga Mukti village, it can provide very good benefits so that they understand the importance of a Sakinah family and they have good attitude as taught by our prophet Muhammad SAW.