cover
Contact Name
Muhammad Ikrom
Contact Email
ikrom@uin-al-azhaar.ac.id
Phone
+6281311256537
Journal Mail Official
al-idaroh@uin-al-azhaar.ac.id
Editorial Address
Editor Office: Jl. Pelita No. 364 RT. 07 Kel. Pelita Jaya Kec. Lubuklinggau Barat I Kota Lubuklinggau
Location
Kota lubuk linggau,
Sumatera selatan
INDONESIA
Al-Idaroh
ISSN : 27760405     EISSN : 27759156     DOI : https://doi.org/10.53888/alidaroh
Jurnal Al-Idaroh merupakan jurnal karya ilmiah Prodi Manajemen Dakwah yang terbit dua kali dalam setahun oleh Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Universitas Islam Nusantara Al-Azhaar Lubuklinggau. Jurnal ini focus pada hasil penelitian dan artikel ilmiah yang terkait Manajamen Dakwah. Karya Ilmiah yang diterbitkan pada Jurnal Al-Idaroh mencakup aspek Media dan pemikiran manajemen dakwah yang didalamnya terdapat nilai-nilai pendidikan, agama, sosial dan masyarakat. Redaksi menerima karya ilmiah yang belum pernah dipublikasikan di media cetak manapun baik secara online ataupun offline.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 51 Documents
STRATEGI DAKWAH GENERASI MILENIAL: Studi Kasus Rutinan Minggu Legi (Ngaji dan Maulid Diba’) STAIMU Mukomuko Atho’ul Karim, Ahmad; Nuraziza, Fauzia
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 4 No 1 (2024): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v4i1.691

Abstract

An effective da'wah strategy for millennials must be tailored to their unique characteristics, interests and habits. Millennials spend a lot of time on social media such as Instagram, Twitter, YouTube and TikTok. Therefore, using these platforms to deliver da'wah messages is very effective. This research activity is intended to find out how the da'wah strategy activities used in the Sunday Legi Routine (Ngaji and Maulid Diba') at STAIMU Mukomuko. This research uses a descriptive qualitative approach. The results of this study are; da'wah strategies that utilise digital technology, present relevant content relevant content, and using musical approaches such as hadroh Sapu Jagat is very effective for the millennial generation. Routine Sunday Legi activities at STAIMU Mukomuko has succeeded in increasing participation, satisfaction, and understanding of religious teachings. participants' understanding of religious teachings. The use of social media and digital platforms allows da'wah messages to reach a wider and more diverse audience, especially millennials who are active in the diverse audience, especially millennials who are active in cyberspace. Content relevant to contemporary issues such as mental health, social relationships, and careers, makes religious teachings easier to understand and apply in daily life. makes religious teachings easier to understand and apply in daily life. In addition, interactive approaches, such as group discussions and Q&A sessions, provide opportunities for participants to participate in the programme. Q&A sessions, provide opportunities for participants to actively participate, ask questions, and share their views, which enriches their learning experience. Strategi dakwah yang efektif untuk generasi milenial harus disesuaikan dengan karakteristik, minat, dan kebiasaan unik mereka. Generasi milenial menghabiskan banyak waktu di media sosial seperti Instagram, Twitter, YouTube, dan TikTok. Oleh karena itu, menggunakan platform ini untuk menyampaikan pesan dakwah sangat efektif. Kegiatan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana kegiatan strategi dakwah yang digunakan pada Rutinan Minggu Legi (Ngaji dan Maulid Diba’) di STAIMU Mukomuko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu; strategi dakwah yang memanfaatkan teknologi digital, menyajikan konten yang relevan, dan menggunakan pendekatan musik seperti hadroh Sapu Jagat sangat efektif untuk generasi milenial. Kegiatan Rutinan Minggu Legi di STAIMU Mukomuko telah berhasil meningkatkan partisipasi, kepuasan, dan pemahaman peserta terhadap ajaran agama. Penggunaan media sosial dan platform digital memungkinkan pesan dakwah menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam, terutama milenial yang aktif di dunia maya. Konten yang relevan dengan isu-isu kontemporer seperti kesehatan mental, hubungan sosial, dan karier membuat ajaran agama lebih mudah dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pendekatan interaktif, seperti diskusi kelompok dan sesi tanya jawab, memberi kesempatan bagi peserta untuk berpartisipasi aktif, mengajukan pertanyaan, dan berbagi pandangan, yang memperkaya pengalaman belajar mereka.
MENINJAU KEMBALI BATAS AURAT DALAM FIQH (Pendekatan Lughawī dan Maqāṣidi dalam Memahami Qs. An-Nūr 30-31) Artiyanto, Artiyanto; Mukmin, Agus; Husni, Husni
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 4 No 1 (2024): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v4i1.692

Abstract

This research aims to review the boundaries of aurat in fiqh, followed by creating new boundaries according to the results of linguistic interpretation and the maqāṣid asy-syarīah approach. This research uses qualitative methods in the form of literature study with a language (lughawī) and maqāṣid asy-syarī'ah (maqāṣidī) approach. This research defines the aurat as a part of the body that must be covered for human benefit. The results of the research formulate the limits of intimate parts according to Qs. al-Nur: 30-31 are: (1) genitals, both for men and women; (2) especially for women: parts of the body that are usually worn with jewelry but are not shown to other people, such as the top of the ankle which is usually worn with ankle bracelets, the ear which is usually worn with earrings, the top of the wrist which is usually worn with bracelets, and neck to chest where a necklace is usually worn; and (3) especially for women: head to chest (hair, ears, neck and breasts are genitalia, except for the face because it is the part of the body that is usually exposed). The linguistic interpretation of the verse shows that the limits of the aurat in Qs. al-Nur: 30-31 is more appropriate to interpret it with its original meaning (maknā al-wadh'i) or the meaning of its common usage (maknā isti'māl). The research results also show that determining the boundaries of the aurat in fiqh cannot be separated from cultural influences (Arab culture), where these boundaries do not bind everyone from different clothing cultures as long as the determined boundaries are still in accordance with maqāṣid asy-syarīah. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau kembali batas aurat dalam fiqh yang dilanjutkan dengan membuat batasan yang baru sesuai hasil penafsiran secara kebahasaan dan pendekatan maqāṣid asy-syarīah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam bentuk studi kepustakaan dengan pendekatan bahasa (lughawī) dan maqāṣid asy-syarī‘ah (maqāṣidī). Penelitian ini merumuskan aurat sebagai bagian tubuh yang wajib ditutupi untuk kemaslahatan manusia. Hasil penelitian menetapkan batas aurat menurut Qs. al-Nur: 30-31 adalah: (1) kemaluan, baik bagi laki-laki ataupun perempuan; (2) khusus bagi perempuan: bagian tubuh yang biasa dikenakan perhiasan namun tidak diperlihatkan kepada orang lain, seperti bagian atas mata kaki yang biasa dikenakan gelang kaki, telinga yang biasa dikenakan anting-anting, bagian atas pergelangan tangan yang biasa dikenakan gelang tangan, dan leher sampai dada yang biasa dipasangkan kalung; dan (3) khusus bagi perempuan: kepala hingga dada (rambut, telinga, leher dan bagian payudara adalah aurat terkecuali wajah karena merupakan anggota tubuh yang biasa ditampakkan). Penafsiran ayat secara kebahasaan menunjukkan bahwa batasan aurat dalam Qs. al-Nur: 30-31 lebih sesuai jika dimaknai dengan makna aslinya (maknā al-wadh‘i) atau makna pemakaiannya yang umum (maknā isti‘māl). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penentuan batas aurat dalam fiqh tidak terlepas dari pengaruh budaya Arab di mana batas-batas tersebut tidak mengikat setiap orang dari dengan budaya berpakaian yang berbeda selama batas-batas yang ditentukan masih sesuai dengan maqāṣid asy-syarīah.
PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PADA BUEKA DI KOTA LUBUKLINGGAU Taslima, Siti Umi; Kamal, Tamrin; Alkhendra, Alkhendra; Hidayat, Muslih
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 4 No 1 (2024): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v4i1.695

Abstract

BUEKA is one of the community empowerment programs from the Aisyiyah Central Leadership program through the Economic and Employment Council which aims to improve the family economy with a business run by housewives with a community empowerment program in the city of Lubuklinggau. This study examines the implementation of the program in overcoming family economic problems. This research is a qualitative research with a case study approach. The implementation of the community empowerment program by BUEKA Lubuklinggau has been running in accordance with the stages of empowerment, namely the stages of awareness, capacity building, and empowerment. The final result of the research on community empowerment programs at BUEKA is to provide opportunities for housewives to have more power in developing businesses that have been run so that they can increase family income. BUEKA adalah salah satu pemberdayaan masyarakat dari program Pimpinan Pusat Aisyiyah melalui Majelis Ekonomi dan Ketenagakerjaan yang tujuan untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan usaha yang dijalankan oleh ibu rumah tangga dengan program pemberdayaan masyarakat di kota Lubuklinggau. Penelitian ini mengkaji tentang implementasi program dalam mengatasi permasalahan ekonomi keluarga. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat oleh BUEKA kota Lubuklinggau sudah berjalan sesuai dengan tahapan pemberdayaan yaitu adanya tahapan penyadaran, pengkapasitasan, pendayaan. Hasil akhir dari penelitian program pemberdayaan masyarakat pada BUEKA yaitu memberikan peluang kepada ibu rumah tangga untuk lebih mempunyai daya dalam mengembangkan usaha yang telah dijalankan sehingga dapat mengingkatkan penghasilan keluarga.
METODE DAKWAH ISLAM SEBAGAI OBJEK ISLAM HISTORIS Nurhaidah, Siti Nuri; Zaid, Siti Nurhikmah; Sukroni, Abdul; Aisyah, Siti; Sadari, Sadari; Samad, Roslina
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 4 No 1 (2024): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v4i1.696

Abstract

Perilaku seorang Muslim dalam menjalankan ajaran agama Islam harus dengan jalan berdakwah yang dalam prosesnya melibatkan unsur-unsur antara lain: da’i (subjek), maaddah (materi), thariqah (metode), wasilah (media), dan mad’u (objek) dalam mencapai maqashid (tujuan) dakwah. Anjuran berdakwah bersumber dalam QS. An-Nahl ayat 125. Metode dakwah terbagi menjadi beberapa medote yakni: (a) metode dakwah bil hikmah, (b) metode dakwah mauidzah al-hasanah, (c) metode dakwah mujadalah. Kuncinya apapun metodenya, dakwah merupakan kewajiban setiap muslim tanpa terkecuali. Di tengah arus globalisasi ini, tantangan untuk menyebarkan nilai-nilai ke Islaman kian berat. Kemajuan teknologi dan informasi sangat pesat ditengah masyarakat membuat para mubaligh harus berfikir keras untuk merumuskan metode-metode dakwah yang lebih bisa dan mudah diterima oleh mad’u secara efektif. Metode berarti cara atau jalan yang ditempuh, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode sebagai alat untuk mencapai tujuan. Metode digunakan agar manusia merasa ikut berperan dalam menentukan suatu kebenaran, dan memiliki rasa tanggung jawab. Oleh karenanya, untuk mencapai tujuan dakwah yang efektif di era modern maka juru dakwah haruslah mampu memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, menyampaikan materi atau isi pesan dakwah yang aktual, dengan menggunakan metode yang tepat dan relevan dengan kondisi masyarakat modern, serta menggunakan media komunikasi yang sesuai dengan kondisi dan kemajuan masyarakat modern yang dihadapinya. Sehingga Ilmu yang banyak akan memberikan kontribusi terhadap ilmu dakwah, karena ilmu dakwah itu sendiri, membahas proses komunikasi yang berisikan ajaran Islam dari seseorang atau masyarakat yang lain. Oleh karena itu, dapat diartikan bahwa dakwah adalah suatu bentuk komunikasi dari sekian banyak bentuk komunikasi yang menggunakan ajaran Islam dan dalam pelaksanaannya dibatasi oleh ketentuan-ketentuan yang ada dalam ajaran Islam.
ANALISIS BENTUK-BENTUK PLURALISME DAN ANALISIS DASAR KEANEKARAMAGAN KULTURAL Rohimin, Rohimin; Suradi, A.; Supian, Aan; Rupiah, Rupiah
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 4 No 1 (2024): Maret, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v4i1.697

Abstract

This study explains the analysis of forms of pluralism and the basic analysis of cultural diversity in Indonesia. Indonesia is known as a pluralistic nation, which marks the nature of this plurality is the existence of cultural diversity that can be seen from the differences in language, national sku, and religious beliefs. In this study, the researcher will discuss the meaning of pluralism, the important pillars of pluralism, and forms of pluralism.
METODE KOMUNIKASI DAKWAH GURU AGAMA PADA SISWA DISABILITAS DI SMPN LUAR BIASA KABUPATEN MUSI RAWAS Haq, Zainul; Putri, Depi; Artiyanto, Artiyanto; Agussalim, Agussalim
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 4 No 2 (2024): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v4i2.698

Abstract

Berdakwah adalah syi’ar yang disampaikan oleh mubaligh atau Da’i yang mana hal tersebut selalu disampaikan atau tersampaikanya kepada masyarakat tanpa menyandang disabilitas, tetapi bagaimana kemudian kalau Pendakwah menyampaikan dakwah terhadap kaum disabilitas, karna Idealnya kaum disabilitas menginginkan hidup layaknya orang normal yang selalu mendapatkan asumsi tentang apa yang di sampaikan pendakwah.. Tujuan Penelitian ini untuk mengkaji metode komunikasi dakwah guru agama pada siswa disabilitas di SMP Luar Biasa Musi Rawas dan Apa saja faktor pendukung dan penghambat metode komunikasi dakwah guru agama pada siswa disabilitas di SMP Luar Biasa Musi Rawas. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode komunikasi dan materi yang disampaikan pada Tunarungu selain penyampaian secara lisan, Guru juga mengajarkan pelajaran Fiqih dalam bentuk praktek, seperti praktek wudhu dan shalat, kegiatan praktek seperti ini akan diwajibkan oleh seluruh murid dan berlangsung terus menerus agar murid dapat menghafal gerakan-gerakan berwudhu dan shalat dengan tujuan murid dapat menerapkan di rumah dan di lingkungan masyarakat. Di SMP Luar Biasa Musi Rawas ini murid di berikan pembelajaran Agama Islam sejak awal masuk sekolah dari kelas VII sampai kelas IX SMP.
POLITIK DAKWAH ROSULULLAH DALAM PIAGAM MADINAH DAN IMPLEMENTASINYA PADA SISTEM PEMERINTAHAN DI INDONESIA Adnan, Ahmad; Ali Akbar, Muhammad Yudi; Muhibudin, Muhibudin; Hidayat, Fikri Nur
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 4 No 2 (2024): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v4i2.699

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi Politik Dakwah Rasulullah dalam Piagam Madina dan penerapannya dalam sistem pemerintahan Indonesia. Metodologi penelitian mencakup analisis historis Piagam Madina serta kajian literatur terkait sistem pemerintahan Indonesia. Hasil penelitian mengidentifikasi kesinambungan nilai-nilai politik dakwah, seperti keadilan, pluralisme, dan kebebasan beragama, yang tercermin dalam prinsip-prinsip konstitusional dan kebijakan pemerintah Indonesia. Implementasi ini dapat ditemukan dalam langkah-langkah seperti promosi multikulturalisme, perlindungan hak asasi manusia, dan pengakuan terhadap keragaman budaya. Studi perbandingan juga mengungkapkan tantangan dan potensi pengembangan nilai-nilai politik dakwah di konteks Indonesia modern. Meskipun terdapat keterkaitan, ditemukan juga sejumlah kendala dalam implementasi, seperti isu keamanan dan interpretasi nilai-nilai agama. Sebagai implikasi, penelitian ini memberikan wawasan tentang relevansi dan kompleksitas politik dakwah dalam konteks kebijakan pemerintahan. Pengembangan lebih lanjut diharapkan untuk meningkatkan keberlanjutan nilai-nilai politik dakwah dalam mewujudkan pemerintahan yang inklusif dan berkeadilan di Indonesia. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bagaimana nilai-nilai sejarah dapat membentuk landasan bagi pembangunan masyarakat yang beragam dan harmonis di Indonesia.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN TAUHID DALAM AL-QUR`AN SURAT AL-IKHLAS AYAT 1 SAMPAI 4 MENURUT TAFSIR IBNU KATSIR Suryana, Edy; Alimron, Alimron; Sofyan, Sofyan
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 4 No 2 (2024): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v4i2.700

Abstract

Surat Al-Ikhlas adalah surat yang sangat mulia dan agung, sebanding dengan sepertiga Al-Qur`an yakni tentang permasalah tauhid. Kenyataannya surat ini sangat mudah dihafal, namun kebanyakan dari orang yang mengahafal tidak mengerti makna dari tafsirnya. Pendidikan tauhid ialah upaya penanaman nilai-nilai kesadaran dan keyakinan terkait tauhid kepada”Allah Subhanahu”Wa Ta`alaa ke dalam diri peserta didik disertai pemberian bimbingan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas nilai-nilai pendidikan tauhid yang terkandung di dalam Surah Al-Ikhlas ayat 1 sampai 4 dan memberikan pemahaman kepada seluruh calon guru dan masyarakat luas. Jenis penelitian yang digunakan ialah librarary research, yakni penelitan yang dilakukan terhadap lireratur atau buku-buku dan juga jurnal yang sesuai dengan materi yang dibahas di atas. Tafsir Ibnu Katsir adalah tafsir tahlili, tergolong tafsir bil ma`tsur, yang artinya adalah menafsirkan ayat Al-Qur`an dengan ayat yang lain atau dengan hadits shahih. Sumber utama penilitian ini adalah tafsir Ibnu Katsir dan kitab-kitab tauhid ulama yang masyhur. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara keseluruhan Surat Al-Ikhlas memiliki nilai-nilai keislaman khususnya nilai pendidikan tauhid. Nilai pertama, Nilai Pendidikan Tauhid Rububiyyah pada ayat kesatu, berkenaan dengan Keesaan Allah Subhanahu Wa Ta`alaa. Niliai kedua, Nilai Pendidikan Tauhid Uluhiyyah pada ayat kedua, berkenaan dengan Kekuasaan Allah bahwa hanya Allah lah tempat meminta segala sesuatu. Nilai ketiga, Nilai Pendidikan Tauhid Asma` wa Sifat yang terdapat pada ayat ketiga dan keempat, berkenaan dengan sifat Allah yang maha sempurna. Serta sangat relevan dengan perintah Allah kepada Rasulullah untuk membantah orang-orang kafir yang mengatakan Allah itu tidak Esa, mempunyai anak dan lain sebagainya. Kemudian nilai-nilai tersebut berguna mencegah umat Muslim dari perbuatan-perbuatan syirik.
STRATEGI PENGELOLAAN ZAKAT PROFESI DI BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL (BAZNAS) KABUPATEN MUSIRAWAS UTARA Saputra, Aden; Ratu, Liliany Purnama; Ikit, Ikit
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 4 No 2 (2024): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v4i2.701

Abstract

Zakat harta (zakat maal) merupakan harta yang dimiliki oleh muzaki perseorangan atau badan usaha yang wajib diberikan kepada orang-orang tertentu setelah mencapai jumlah minimal tertentu dan setelah dimiliki selama jangka tertentu minimal satu tahun. Zakat profesi adalah zakat atas penghasilan sebagai imbalan dari pekerjaan atau jasa yang telah dilakukan yaitu: (1) Jenis usaha yang halal, (2) Menghasilkan uang yang relatif banyak, (3) Diperoleh dengan cara yang mudah, (4) Melalui suatu keahlian tertentu. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian metode deskriptif analisis kualitatif, yaitu dengan cara penulis menggambarkan permasalahan dengan didasarkan data-data yang ada kemudian di analisis lebih lanjut untuk ditarik kesimpulan. Informan dalam penelitian ini dilakukan secara purposive sampling dengan memilih informan yang memenuhi kriteria diantaranya Pengawai BAZNAS yang menangani Zakat Profesi. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan beberapa teknik yaitu Observasi, Wawancara dan Dokumentasi. Hasil penelitianya (a) Strategi Pengelolaan Zakat Profesi Di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Musirawas Utara. melakukan kerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti pemerintah daerah, perusahaan dan masyarakat. Selanjutnya strategi yang dilakukan dalam pelaksanaan pengumpulan zakat BAZNAS Kabupaten Musirawas Utara membentuk UPZ dan Lembaga Amil Zakat (LAZ). (b) Bagaimanakah distribusi zakat profesi di Di Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Musirawas Utara. Cara yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Musirawas Utara dalam distribusi zakat profesi diantaranya: petugas BAZNAS dapat menyerahkan langsung kepada pihak yang berhak menerimanya. Zakat profesi yang diberikan kebanyakan dalam bentuk uang tunai hal ini dikarenakan dapat digunakan dalam pengelolaan usaha sehingga dapat merubah perekonomian yang menerima.
PERAN ETIKA INOVASI DAN KEWIRAUSAHAAN LEMBAGA DAKWAH DI ERA DISRUPTIF Rahmawati, Siti Sofiah; Castrawijaya, Cecep
Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah Vol 4 No 2 (2024): September, Al-Idaroh: Media Pemikiran Manajemen Dakwah
Publisher : Program Studi Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam Institut Agama Islam (IAI) Al-Azhaar Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53888/alidaroh.v4i2.703

Abstract

This disruptive era has had the impact of major changes in various fields, including da'wah institutions. Da'wah institutions as religious organizations face the challenge of remaining relevant, effective, and harmonious in conveying moral and spiritual messages to society. In this context, the ethics of innovation and entrepreneurship are key to the adaptation of da'wah institutions, because they can influence people's perceptions of these institutions. This research aims to explore how da'wah institutions apply innovation ethically and how entrepreneurship can support its sustainability in a disruptive era. Using qualitative research methods, this research explores insights from various da'wah institutions through library research based on primary data sources and secondary data to examine the ethics of innovation and entrepreneurship in the context of da'wah institutions. Primary data are journals and books related to secondary data obtained from dictionaries, encyclopedias, and journal reviews. The research results show that ethical innovation and moral entrepreneurship are important factors in maintaining the relevance of da'wah institutions in a disruptive era and the role of ethics in innovation and entrepreneurship in da'wah institutions.