cover
Contact Name
Setyo Pambudi
Contact Email
abdi.amanah.masyarakat@gmail.com
Phone
+6281336485880
Journal Mail Official
abdi.amanah.masyarakat@gmail.com
Editorial Address
Perum Bumi Jabon Estate 2, Blok C.48 Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Enfermeria Ciencia
ISSN : -     EISSN : 30254884     DOI : https://doi.org/10.56586
Core Subject : Health,
Media publikasi ilmiah hasil pelaksanaan kegiatan penelitian di bidang kesehatan (keperawatan, kebidanan, farmasi, kesehatan masyarakat, keselamatan dan kesehatan kerja, serta jenis ilmu lain / scope yang mendukung kesehatan
Articles 53 Documents
HUBUNGAN PERAN PERAWAT DENGAN KECEMASAN HOSPITALISASI ANAK USIA PRASEKOLAH DI RUANG RAWAT INAP Wulansari, Desy Olivia; Yudhawati, Donna Dwi; Kuswanto, Kuswanto; Ekarini, Puspita
Enfermeria Ciencia Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 3, Nomor 4, November 2025
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v3i4.97

Abstract

Anak yang sakit hingga diharuskan menjalani perawatan di rumah sakit akan berpengaruh pada kondisi fisik dan psikologinya, ini disebut dengan hospitalisasi. Perawat memiliki peran yang sangat penting dalam menangani kecemasan anak saat mereka dirawat di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran perawat dengan kecemasan hospitalisasi anak usia prasekolah di ruang rawat inap. Penelitian menggunakan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 31 orang pasien anak di ruang rawat inap. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan menggunakan skala likert. Uji korelasi menggunakan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian didapat nilai peran perawat dengan kategori baik dengan kecemasan ringan sebanyak 18 orang atau 28,0% dan kecemasan sedang sebanyak 7 orang atau 72,0%. Sedangkan peran perawat dengan kategori cukup baik dengan kecemasan ringan sebanyak 1 orang atau 16,7% dan kecemasan sedang sebanyak 5 orang atau 83,3%. Analisis uji statistik diperoleh nilai signifikasi p = 0,022. Dengan nilai signifikansi tersebut (< 0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara peran perawat dengan kecemasan hospitalisasi anak usia prasekolah di ruang rawat inap. Penanganan kecemasan hospitalisasi anak dalam peran perawat yaitu bisa melakukan pendekatan caring, komunikasi terapeutik, berinteraksi dengan anak, memberikan kesempatan bermain serta pemberian asuhan keperawatan yang komprehensif. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara peran perawat dengan kecemasan hospitalisasi anak usia prasekolah di ruang rawat inap
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN INTENSITAS NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Kushayati, Nuris; Aprilin, Heti; Lestari, Fitri Wahyu
Enfermeria Ciencia Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 4, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v4i1.98

Abstract

Dismenore merupakan keluhan ginekologis yang prevalen pada remaja putri dan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk konsentrasi belajar. Aktivitas fisik diduga memiliki peran protektif dalam mengurangi intensitas nyeri tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik dan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Jenis penelitian adalah analitik korelasional dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh 55 remaja putri di Desa Wonorejo, Kabupaten Mojokerto, dengan sampel berjumlah 48 orang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen, yaitu aktivitas fisik, diukur dengan kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ), sedangkan variabel dependen, intensitas nyeri dismenore, dinilai menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan dengan uji statistik Spearman's rank correlation. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik aktivitas fisik didominasi oleh kategori ringan (50%), sedangkan intensitas nyeri dismenore paling banyak pada kategori sedang (75%). Analisis tabulasi silang mengungkap pola bahwa kelompok aktivitas fisik berat memiliki proporsi tertinggi untuk nyeri ringan (55,6%), sementara nyeri berat tidak ditemukan pada kelompok tersebut. Hasil uji Spearman's rank menunjukkan hubungan negatif yang signifikan dengan kekuatan moderat antara kedua variabel (nilai p = 0,01; koefisien korelasi r = -0,453). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat aktivitas fisik, intensitas nyeri dismenore cenderung semakin rendah. Kesimpulannya, terdapat hubungan negatif yang bermakna antara aktivitas fisik dan intensitas nyeri dismenore pada remaja putri. Oleh karena itu, promosi aktivitas fisik yang teratur direkomendasikan sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif dalam manajemen dismenore untuk meningkatkan kualitas hidup dan fungsi sehari-hari remaja putri
EFEKTIVITAS SENAM KAKI TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PKM KUTOREJO KABUPATEN MOJOKERTO Siswantoro, Edy; Sutomo, Sutomo
Enfermeria Ciencia Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 4, Nomor 1, Februari 2026
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56586/ec.v4i1.99

Abstract

Hipertensi sering disebut the silent killer karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak tahu kalau dirinya mengidap hipertensi, tetapi kemudian mendapatkan dirinya sudah terdapat penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi. Hipertensi menjadi ancaman kesehatan masyarakat karena potensinya yang mampu mengakibatkan kondisi komplikasi seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Tatalaksana hipertensi dapat dilakukan menggunakan dua metode yaitu metode farmakologi dan metode komplementer. Salah satu terapi komplementer untuk pengendalian tekanan darah dapat dilakukan dengan senam kaki (foot exercise). Penelitian ini menggunakan quasy experimental dengan pendekatan pre-post control group design. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian lansia dengan hipertensi yang berkunjung di PKM Kutorejo Kabupaten Mojokerto sebanyak 42 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok penelitian. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah tekanan darah. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian intervensi senam kaki. Uji statistik yang dilakukan menggunakan uji paired t-test dengan signifikasi (p) = 0,05 untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas senam kaki terhadap perubahan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di PKM Kutorejo Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian intervensi senam kaki pada penderita hipertensi dari kelompok perlakuan, lebih efektif untuk membantu terjadinya penurunan tekanan darah dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi senam kaki. Senam kaki untuk mengendalikan tekanan darah merupakan terapi non farmakologi yang dapat diimplementasikan kepada semua lansia dengan hipertensi. Untuk mendapatkan hasil maksimal dibutuhkan adanya kepatuhan penderita hipertensi dalam mematuhi tatalaksana hipertensi dan melakukan senam kaki secara rutin