Articles
45 Documents
PENGEMBANGAN KUESIONER MOTIVASI WANITA USIA SUBUR UNTUK MELAKUKAN PEMERIKSAAN PAYUDARA KLINIS DENGAN PENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL
Rosyidah, Nanik Nur;
Indrawati, Indrawati
Enfermeria Ciencia Vol. 2 No. 3 (2024): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 2, Nomor 3, Agustus 2024
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/ec.v2i3.62
Kanker payudara adalah masalah kesehatan yang cukup sulit untuk disembuhkan dan membutuhkan banyak waktu dan biaya untuk perawatan. Ini karena pasien kanker payudara biasanya datang ke rumah sakit ketika kanker telah mencapai stadium 3 atau lebih. Stadium ini menyebabkan masalah kanker payudara pada perempuan menjadi sumber masalah kesehatan lain dan angka kematian yang lebih tinggi. SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) yang dilakukan oleh profesional medis adalah salah satu cara untuk mengurangi risiko kematian akibat kanker payudara. Namun, untuk mencapai hal ini, dibutuhkan adanya motivasi yang tinggi dari wanita usia subur untuk melakukan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) sebagai upaya untuk mendeteksi kanker payudara pada tahap awal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi validitas dan kredibilitas instrument yang digunakan wanita usia subur untuk melakukan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) sebagai upaya untuk mendeteksi kanker payudara pada tahap awal. Kuesioner yang digunakan untuk menilai motivasi wanita usia subur dikembangkan mengadopsi teori Health Belief Model. Setelah itu, faktor analisis divalidasi menggunakan metode Confirmatory Factor Analysis (CFA) untuk memperoleh instrumen yang sah. Penelitian dilakukan dalam tiga tahap: desain kuesioner, validitas konten, dan validitas konstruk. Penelitian ini melibatkan 241 orang yang tinggal di Kabupaten Mojokerto. Pengumpulan data dengan menggunakan formulir google. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuesioner motivasi yang dikembangkan berdasarkan konsep HBM (Health Belief Model) untuk melakukan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) untuk mendeteksi kanker payudara pada tahap awal telah memenuhi syarat reliabilitas dan validitas konstruk, yaitu nilai faktor penampungan standar (SLF) pada masing-masing butir pernyataan yang memiliki nilai lebih dari 0,50.
HUBUNGAN KONFORMITAS TEMAN SEBAYA DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA
Anggraini, Merry;
Aini, Luthfiah Nur
Enfermeria Ciencia Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 2, Nomor 4, November 2024
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/ec.v2i4.63
Permasalahan yang sering dihadapi para remaja behubungan dengan penolakan teman sebaya adalah munculnya perilaku bullying. Bullying disekolah merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi hampir di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja di MTs Amiruddin kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Salah satu faktor penyebab perilaku bullying adalah adanya konformitas teman sebaya di lingkungan pertemanan. Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasi jenis cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh siswa siswi kelas 7 dan 8 di MTs Amiruddin kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto berjumlah 86 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dengan besar sampel 72 responden. Data penelitian ini diambil menggunakan kuesioner. Setelah ditabulasi data yang ada dianalisis dengan menggunakan uji Spearman. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa siswa dengan konformitas teman sebaya yang tinggi dan perilaku bullying tinggi sebanyak 32 respoden (44,4%). Tidak ada satupun siswa dengan konformitas sedang dengan perilaku bullying tinggi (0,0%). Sedangkan ada konformitas yang tinggi tetapi perilaku bullyingnya rendah sejumlah 2 responden (2,8%). Dari hasi uji statistik didapatkan hasil p (0,000) < α (0,05) maka H0 ditolak, H1 diterima yang berarti ada hubungan antara konformitas teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh penulis diharapkan dari pihak sekolah selalu waspada terhadap tanda-tanda perilaku bullying, peduli dengan murid, jeli dan peka, menciptakan ruuang kelas yang aman dan aktif melibatkan orang tua. Keterbatasan dari penelitian ini adalah kesulitan untuk menggali informasi dari pihak sekolah, kesulitan dalam mengontrol perilaku siswa pada saat berada di dalam kelas maupun diluar kelas serta kurangnya penerapan guru terhadap perilaku bullying
KONSEP PENGETAHUAN ; REVISI TAKSONOMI BLOOM
Lactona, Iil Dwi;
Cahyono, Eko Agus
Enfermeria Ciencia Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 2, Nomor 4, November 2024
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/ec.v2i4.64
Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia pada dasarnya merupakan hasil upaya yang dilakukan oleh manusia dalam mencari solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi. Hal ini merupakan kemampuan alamiah yang dimiliki oleh manusia sebagai bagian dari upaya manusia untuk memenuhi kebutuhan / keinginan yang dimiliki. Dalam artian yang lebih sederhana, pengetahuan merupakan kumpulan informasi, fakta, keterampilan, dan pemahaman yang diperoleh seseorang melalui pengalaman, pembelajaran, atau penelitian. Pengetahuan memungkinkan seseorang untuk memahami, menjelaskan, dan berinteraksi dengan dunia di sekitarnya. Salah satu tokoh yang dikenal dengan konsep pengetahuan adalah Benjamin S Bloom. Bloom (1956) mengenalkan konsep pengetahuan melalui taksonomi bloom yang merujuk pada taksonomi untuk tujuan pendidikan dan telah mengklasifikasikan pengetahuan kedalam dimensi proses kognitif menjadi enam kategori yaitu, pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehension), aplikasi (application), analisis (analysis), sintesis (synthesis), dan evaluasi(evaluation). Model taksonomi ini dikenal sebagai Taksonomi Bloom. Selanjutnya Anderson dan Krathwohl (2001) melakukan revisi mendasar atas klasifikasi kognitif yang pernah dikembangkan oleh Bloom, yang dikenal dengan Revised Bloom’s Taxonomy (Revisi Taksonomi Bloom). Konsep pengetahuan ini terus dikembangkan menyesuaikan dengan perkembangan keilmuan serta tuntutan teknologi yang dibutuhkan dan mampu mendukung kehidupan manusia itu sendiri
PENGARUH STEAM INHALASI AROMA TERAPI KOMBINASI EUCALYPTUS DAN DAUN MINT TERHADAP PENURUNAN SESAK NAFAS PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU
Rosidah, Tita;
Siswantoro, Edy
Enfermeria Ciencia Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 2, Nomor 4, November 2024
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/ec.v2i4.65
Sesak nafas pada tuberkulosis paru ditemukan bila kerusakan parenkim paru penderita sudah meluas. Sesak napas disebabkan oleh penderita TB paru yang sudah lanjut, yang infiltrasinya sudah sebagian dari paru-paru. Oleh karena itu ditemukan cara sederhana untuk mengurangi sesak nafas, salah satunya dengan steam inhalasi aroma terapi kombinasi eucalyptus dan daun mint. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh steam inhalasi aroma terapi kombinasi eucalyptus dan daun mint terhadap penurunan sesak nafas pada tuberkulosis paru di Puskesmas Kesamben Jombang. Desain penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimental dengan rancangan One-Group Pre-Post Test Design. Sampel yang diambil sebanyak 22 responden dan dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah SAK (Satuan Acara Kegiatan) dan lembar observasi skala sesak nafas American Thoracic Society (ATS). Analisa data ini menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann Whitney. Hasil analisa menggunakan Uji Wilcoxon sesudah diberikan steam inhalasi aroma terapi kombinasi eucalyptus dan daun mint menunjukkan nilai signifikan 0,002 < (ɑ) 0,05, yang artinya ada pengaruh steam inhalasi aroma terapi kombinasi eucalyptus dan daun mint terhadap penurunan sesak nafas dan hasil analisa menggunakan Uji Mann Whitney menunjukkan nilai signifikan 0,001 < (ɑ) 0,005, maka dengan demikian ada beda antara nilai skala sesak nafas pada kelompok perlakuan yang diberikan intervensi dengan nilai skala sesak nafas pada kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi. Dari hasil penelitian ini maka steam inhalasi aroma terapi kombinasi eucalyptus dan daun mint dapat dijadikan sebagai terapi non farmakologis untuk mengurangi gejala sesak nafas pada tuberkulosis paru
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETHANOL BUAH RANTI HIJAU (Solanum nigrum L.) MENGGUNAKAN METODE REDUKSI RADIKAL BEBAS DPPH
Nurmaulawati, Rina;
Andani, Yasa
Enfermeria Ciencia Vol. 2 No. 4 (2024): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 2, Nomor 4, November 2024
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/ec.v2i4.66
Buah ranti hijau (Solanum nigrum L.) merupakan salah satu buah yang dikonsumsi untuk sayur dan lalapan di Indonesia, memiliki potensi untuk dijadikan sebagai terapi alternatif baik preventif / pencegahan maupun kuratif / pengobatan berbagai penyakit. Adapun potensi tersebut adalah sebagai antioksidan. Antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang mampu menunda, memperlambat, atau menghambat reaksi oksidasi yang menimbulkan kerusakan pada sel-sel tubuh yang memicu munculnya berbagai penyakit. Antioksidan alami merupakan jenis antioksidan yang berasal dari tumbuhan dan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar antioksidan ekstrak buah ranti hijau (Solanum nigrum L.) dengan menggunakan pelarut etanol menggunakan metode spektrofotometri DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil) dengan panjang gelombang 516 nm. Ekstraksi shokleting menggunakan pelarut etanol 96% dipilih oleh para peneliti untuk mengekstrak buah ranti hijau (Solanum nigrum L.). Hasil ekstraksi shokleting etanol 96% dengan perbandingan 1:7,5 diperoleh yield sebesar 11,91%. Analisis kandungan senyawa menunjukkan bahwa buah ranti hijau (Solanum nigrum L.) mengandung metabolit sekunder berupa alkaloid, saponin, tanin dan fenol. Untuk hasil antioksidan diperoleh nilai IC50 pada ekstrak etanol sebesar 24,47 μg/mL, untuk hasil antioksidan vitamin C diperoleh nilai IC50 sebesar 2,78 μg/mL
STUDI KORELASI LAMA MENJALANI HEMODIALISIS DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA
Tauristasari, Amelia;
Kasanah, Adhin Al
Enfermeria Ciencia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 3, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/ec.v3i1.70
Pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis sering menghadapi berbagai masalah fisik dan psikososial, salah satunya kecemasan. Hemodialisis merupakan terapi utama bagi pasien gagal ginjal kronik, namun lama terapi dapat mempengaruhi tingkat kecemasan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisis dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dua kali dalam seminggu dengan sampel sejumlah 45 responden yang dipilih menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Pengukuran kecemasan dilakukan menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Hasil penelitian menunujukkan bahwa pasien hemodialisis paling banyak menjalani hemodialisis selama >24 bulan sebanyak 19 responden (42,2%) dan tingkat kecemasan paling banyak adalah kecemasan ringan sebanyak 20 responden (44,4%). Hasil uji spearman rank menunjukkan hasil (p value = 0.001 < 0.05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara lama menjalani hemodialisis dengan tingkat kecemasan di ruang Hemodialisa RSUD dr. Soedono Provinsi Jawa Timur dengan nilai korelasi sedang dan arah negatif yaitu sebesar (-0.482). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan lama menjalani hemodialisis dengan tingkat kecemasan. Hal ini dapat dijelaskan oleh adanya proses adaptasi psikologis pasien terhadap prosedur hemodialisis seiring waktu, sehingga kecemasan mereka berkurang
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN STATUS GIZI TERHADAP KEJADIAN DIABETES MELLITUS PADA USIA 30-64 TAHUN
Sukmaningrum, Anastasya Hariyanti;
Sakufa, Avicena
Enfermeria Ciencia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 3, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/ec.v3i1.71
Diabetes Mellitus dipengaruhi oleh sejumlah faktor, diantaranya yakni pola makan dan status gizi. Puskesmas Banjarejo menempati urutan pertama di Kota Madiun dengan jumlah penderita diabetes mellitus sebanyak 1,982 orang dengan rata-rata usia antara 30-64 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan status gizi terhadap kejadian Diabetes Mellitus pada usia 30-64 tahun di wilayah kerja Puskesmas Banjarejo Kota Madiun. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case control dengan perbandingan 1:1. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah 37 responden pada kelompok kasus dan 37 responden pada kelompok kontrol. Hasil uji chi-square didapatkan nilai p-value pola makan yakni 0,036 yang artinya ada hubungan signifikan antara pola makan dengan kejadian diabetes mellitus dan responden dengan pola makan berlebih memiliki risiko 4,043 kali lebih besar untuk terkena diabetes mellitus. Hasil nilai p-value status gizi yakni 0,016 yang artinya ada hubungan signifikan antara status gizi dengan kejadian diabetes mellitus dan responden dengan status gizi gemuk/overweight memiliki risiko 4,423 kali lebih besar untuk terkena diabetes mellitus. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa ada hubungan antara pola makan dan status gizi terhadap kejadian diabetes mellitus pada usia 30-64 tahun. Diharapkan kepada puskesmas, dokter, perawat dan petugas kesehatan lainnya agar memberikan edukasi atau informasi tentang pentingnya menjaga pola makan yang baik dan status gizi yang seimbang serta memberikan penyuluhan tentang diabetes mellitus
HUBUNGAN PENGGUNAAN KB SUNTIK DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA IBU PENGGUNA KB SUNTIK
Pangesti, Anggun Husna;
Widyaningrum, Dian Anisia
Enfermeria Ciencia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 3, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/ec.v3i1.72
KB suntik adalah jenis kontrasepsi yang diberikan dengan cara menyuntikkan hormon ke dalam tubuh. Metode kontrasepsi hormonal memiliki banyak efek samping. Efek samping ini diklasifikasikan berdasarkan pengaruhnya terhadap kualitas hidup pengguna, seperti efek samping yang ringan, sedang dan berat. Efek samping yang dapat ditemukan yaitu efek ringan seperti ketidakteraturan siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan KB suntik dengan siklus menstruasi pada ibu pengguna KB Suntik di Puskesmas Patianrowo Kabupaten Nganjuk. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah analitik cross sectional. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling. Instrument yang digunakan kuesioner penggunaan KB Suntik dengan siklus menstruasi. Uji statistic menggunakan Chi square. Berdasarkan hasil uji statistic menggunakan Chi Square di dapatkan nilai p value = 0.035 < 0,05 N = 35 maka dapat di simpulkan secara statistic H1 diterima yang berarti ada hubungan penggunaan KB suntik dengan siklus menstruasi. Bahwasanya penggunaan KB Suntik mempengaruhi siklus menstruasi, dari hasil penelitian yang didapatkan pada ibu yang menggunakan KB suntik banyak yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur sebanyak 32 responden (91.4%). Dengan demikian diharapkan bagi ibu yang menggunakan KB suntik dapat menambah wawasan tentang hubungan KB suntik dengan siklus menstruasi
PENGARUH PEMBERIAN JUS SARI BUAH OKRA (ABELMOSCHUS ESCULENTUS) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA LANSIA PENDERITA DIABETES MELLITUS
Septiningtiyas, Avinda Dwi;
Anggraini, Devita Anugrah
Enfermeria Ciencia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 3, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/ec.v3i1.73
Masyarakat banyak yang kurang memperhatikan pola hidup sehat untuk menjaga kestabilan gula darah sehingga dapat mengakibatkan diabetes mellitus meningkat setiap tahunnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui Pengaruh Pemberian Jus Sari Buah Okra Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Lansia Penderita Diabetes Mellitus di Desa Karangasri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan non-equivalent control group design (quasi experimental), Populasi penelitian ini adalah seluruh lansia penderita Diabetes Mellitus di Desa Karangasri, dengan sampel penelitian sejumlah 36 responden. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan 18 responden kelompok intervensi dan 18 responden kelompok kontrol. Pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring, tabulating, uji statistik menggunakan Wilcoxon dan Man Whitney. Hasil penelitian uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan hasil p value 0,00 < 0,05 yang berarti ada pengaruh jus sari buah okra terhadap penurunan kadar gula darah pada lansia penderita diabetes mellitus pada kelompok intervensi. Hasil uji statistik Man-Withney dengan p value 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada 2 kelompok. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pemberian jus sari buah dapat berpengaruh menurunkan kadar gula darah. Diharapakan bagi responden dengan adanya terapi pemberian Jus Sari Buah Okra dapat menurunkan kadar gula darah dan menjadikannya sebagai pengobatan alternatif
DIABETES MELITUS TIPE 2 ; ARTIKEL REVIEW
Rosyidah, Nanik Nur;
Cahyono, Eko Agus
Enfermeria Ciencia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Enfermeria Ciencia, Volume 3, Nomor 1, Februari 2025
Publisher : Yayasan Abdi Amanah Masyarakat Mojokerto
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56586/ec.v3i1.74
Diabetes mellitus tipe 2 adalah penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh tingginya kadar gula darah akibat resistensi insulin dimana tubuh tidak merespons insulin dengan efektif dan penurunan produksi insulin oleh pankreas. Kondisi ini menyebabkan gangguan pengaturan glukosa dalam darah dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan jika tidak ditangani dengan baik. Jumlah penderita diabetes mellitus tipe 2 terus meningkat secara signifikan di seluruh dunia. Penyakit ini menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius karena berkaitan erat dengan gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan tinggi gula dan kurangnya aktivitas fisik. Menurut data terbaru, jutaan orang di berbagai negara didiagnosis dengan diabetes tipe 2 setiap tahunnya, dan angka ini diperkirakan akan terus naik seiring dengan peningkatan obesitas dan penuaan populasi. Kondisi ini menimbulkan beban besar bagi sistem kesehatan karena diabetes tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan kerusakan saraf jika tidak dikelola dengan baik. Faktor risiko diabetes mellitus tipe 2 sangat beragam dan umumnya berkaitan dengan gaya hidup serta kondisi kesehatan seseorang. Salah satu faktor utama adalah kelebihan berat badan atau obesitas, terutama penumpukan lemak di sekitar perut yang dapat mengganggu kerja insulin. Selain itu, kurangnya aktivitas fisik juga meningkatkan risiko karena tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Faktor genetik atau riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2 juga berperan penting dalam meningkatkan kemungkinan seseorang mengidap penyakit ini. Selain itu, usia yang bertambah, terutama di atas 45 tahun, serta pola makan yang tinggi gula dan lemak jenuh turut memperbesar risiko. Faktor lain seperti tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tidak normal, dan riwayat diabetes gestasional pada perempuan juga dapat memicu munculnya diabetes tipe 2. Dengan memahami faktor risiko ini, langkah pencegahan dan pengelolaan dapat dilakukan lebih efektif