cover
Contact Name
Danial Danial
Contact Email
jiwall@umi.ac.id
Phone
+628124160315
Journal Mail Official
danial.danial@umi.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.fpik.umi.ac.id/index.php/jiwall/index
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL)
ISSN : -     EISSN : 30261767     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL Ilmiah Wahana Laut Lestari (JIWaLL) : Jurnal Perikanan, Ilmu dan Tekonologi Kelautan, Konservasi sumberdaya kelautan, pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut, perencanaan fasilitas pantai dan laut, perencanaan dan pengolahan hasil perikanan, eksplorasi sumber daya hayati perikanan dan kelautan, pemetaan sumber daya perikanan dan keluatan, manajemen perikanan tangkap, memuat hasil-hasil penelitian/kajian yang meliputi aspek teknologi, manajemen, sosial ekonomi perikanan, kebijakan perikanan, pesisir dan laut. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Muslim Indonesia Makassar, Sulawesi Selatan dengan jadwal penerbitan 2 (dua) kali dalam satu tahun (bulan Februari dan Agustus) dengan tujuan menyebarluaskan informasi hasil-hasil penelitian tentang Pengelolaan sumberdaya Pesisir dan laut, Perkembangan Teknologi, Biologi Perikanan dan Kelautan, Penanganan dan pengolahan hasil perikanan dan pesisir laut, Manajemen perikanan tangkap, Eksplorasi sumber daya hayati perikanan dan kelautan, pemetaan sumber daya perikanan dan keluatan, Kebijakan pembangunan perikanan dan pesisir, Sosial ekonomi perikanan, dan Kewirausahaan/agribisnis. Naskah yang dimuat dalam jurnal ini terutama berasal dari penelitian maupun kajian konseptual yang dilakukan oleh mahasiswa dan staf pengajar/akademisi dari berbagai universitas di Indonesia, para peneliti di berbagai bidang lembaga pemerintahan dan pemerhati masalah Pesisir dan Kelautan, Konservasi sumberdaya pesisr dan Laut, perikanan, teknologi perikanan, eksplorasi Sumberdaya Perikanan.
Articles 60 Documents
Dampak Wisata Pantai Ponnori Terhadap Pendapatan Masyarakat Di Desa Temboe Kecamatan Larompong Selatan Kabupaten Luwu Asbila, Mentari
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/kd2rjy06

Abstract

Keberadaan wisata pantai saat ini berdampak pada pendapatan masyarakat, seperti peningkatan pendapatan masyarakat, peningkatan kesempatan kerja dan membuka peluang usaha bagi masyarakat lokal. Kabupaten luwu adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Sulawesi selatan yang mengembangkan wisata pantai khususnya wisata Pantai Ponnori yang terletak di kawasan pesisir Kecamatan larompong selatan Desa Temboe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak wisata Pantai Ponnori terhadap pendapatan masyarakat Desa Temboe. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Agustus 2024 menggunakan metode wawancara. Responden dalam penelitian dibagi dua kelompok yaitu wisatawan dan masyarakat yang terlibat langsung dalam kawasan objek wisata Pantai Ponnori Analisis Keynesian Income Multipier dan analisis Multiplier digunakan untuk mengetahui dampak langsung, dampak tidak langsung, dan dampak lanjutan dari wisata pantai Ponnori. Hasil penelitian menunjukan bahwa wisata Pantai Ponnori telah memberikan dampak terhadap pendapatan masyarakat Desa Temboe Kecamatan larompong selatan Kabupaten Luwu, dengan nilai Keynesian Income Multiplier sebesar 1,77, Ratio Income Multiplier Tipe I 1,13, Ratio Income Multiplier Tipe II 1,70.
IDENTIFIKASI DAN KERAPATAN JENIS LAMUN DI PERAIRAN DESA LAIKANG KABUPATEN TAKALAR ainy, nurul
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/z6qq4h70

Abstract

Ekosistem lamun sangat penting di wilayah pesisir karena perannya yang sangat besar dalam mendukung keseimbangan lingkungan, keanekaragaman hayati, serta kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat pesisir. Ekosistem lamun perlu dilindungi dan dikelola dengan baik agar tetap lestari dan memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan manusia.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis-jenis lamun dan kerapatan setiap jenis di perairan Desa Laikang Kabupaten Takalar. Metode yang digunakan dalam pengamatan lamun adalah metode transek kuadran dengan ukuran 1 m x 1 m dengan transek garis yang ditarik dari Pantai ke arah laut dengan jarak setiap penempatan transek kuadrat adalah 0 m, 50 m dan 100 m dengan setiap stasiun pengamatan menarik 3 kali transek line. Berdasarkan hasil penelitian di perairan Desa Laikang ditemukan ditemukan ada 4 jenis lamun yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichi, Cymodecea rotundata dan Halophila ovalis dengan komposisi jenis dan kerapatan tertinggi pada jenis Thalassia hemprichi yaitu (48,21 %) dan 50 tgk./m2 dan terendah pada jenis Halophila ovalis (2,03 % ) dan 2 tgk./m2. Parameter lingkungan masih mendukung kehidupan tumbuhan lamun.
ANALISIS KEBERLANJUTAN EKOWISATA MANGROVE DI DUSUN LUPPUNG DESA MANYAMPA KECAMATAN UJUNGLOE KABUPATEN BULUKUMBA RISMA, A.ALDA; Djafar, Syahrul; Yunus, Muhammad
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/tzdgrc25

Abstract

Hutan mangrove memegang peranan penting dalam pengelolaan sumber daya pesisir di banyak wilayah Indonesia. Peran utamanya bagi kawasan pantai adalah sebagai penghubung antara daratan dan laut, serta sebagai habitat bagi berbagai jenis fauna. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kelestarian berbagai aspek ekowisata mangrove di Desa Luppung, Kelurahan Manyampa, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba. Aspek yang dikaji mencakup ekologi, ekonomi, dan kelembagaan. Evaluasi kelestarian pada tiap aspek tersebut penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kegiatan ekowisata mangrove berlangsung secara lestari tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, yaitu teknik pemilihan sampel yang didasarkan pada kriteria atau pertimbangan tertentu, bukan pemilihan secara acak.. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan dan wawancara langsung pada responden. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan metode RAP Mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelestarian Wisata Luppung Mangrove pada aspek ekologi tergolong cukup berkelanjutan dengan nilai indeks 54,02. Pada aspek sosial, keberlanjutan juga berada pada kategori cukup dengan nilai 59,81. Sementara itu, aspek ekonomi dinilai kurang berkelanjutan dengan skor 46,21, sedangkan aspek kelembagaan kembali masuk kategori cukup berkelanjutan dengan nilai 65,35.
ANALISIS KLASIFIKASI KOMUNITAS EKOSISTEM MANGROVE SERTA BIOTA YANG BERASOSIASI DI KAWASAN WISATA MANGROVE LUPPUNG DAN TONGKE-TONGKE Wahyuni, Sri; Rustam, Rustam; Yunus, Muhammad
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wk978g12

Abstract

Hutan mangrove di Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, dengan 202 jenis tercatat, di antaranya sekitar 47 jenis tergolong mangrove sejati. Ekosistem ini menghasilkan materi organik yang berfungsi sebagai sumber makanan sekaligus tempat pembesaran bagi berbagai organisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis mangrove dan fauna asosiasi di kawasan mangrove Luppung dan Tongke-Tongke, menganalisis struktur komunitasnya, serta menilai indeks kesamaan komunitas dan indeks asosiasi mangrove–fauna. Survei yang dilakukan pada bulan Mei hingga Juni mencatat empat jenis mangrove dan 21 jenis fauna asosiasi. Kerapatan mangrove mencapai 6.989 ind/ha di Tongke-Tongke dan 5.107 ind/ha di Luppung. Komposisi mangrove di Luppung lebih beragam, didominasi oleh Rhizophora mucronata (93,62%), sedangkan di Tongke-Tongke seluruhnya terdiri dari R. mucronata, mencerminkan struktur yang homogen. Kelimpahan fauna tercatat sebanyak 8.568 individu di Luppung dan 11.919 individu di Tongke-Tongke. Keanekaragaman jenis (H’) mangrove tergolong rendah di Luppung (0,30) dan tidak ada di Tongke-Tongke (0,00), menunjukkan dominasi satu spesies. Keanekaragaman fauna tergolong sedang di kedua lokasi (H’ = 2,17 dan 2,26). Pola sebaran bersifat merata, dengan indeks Morisita 0,997 untuk mangrove dan 0,894 untuk fauna. Analisis asosiasi menunjukkan komunitas fauna di Luppung lebih dinamis dan memiliki interaksi ekologis, sedangkan di Tongke-Tongke asosiasinya lemah, dengan hampir semua nilai mendekati nol.
ANALISIS STRUKTUR KOMUNITAS EKOSISTEM LAMUN DAN BIOTA ASOSIASINYA DI PERAIRAN KELURAHAN TANAH LEMO KABUPATEN BULUKUMBA DAN PULAU BUHUNG PITUE KABUPATEN SINJAI Oktaviani, Tiara; Hamsiah, Hamsiah; Rustam, Rustam
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/56xmkh60

Abstract

Ekosistem lamun sangat penting bagi habitat pesisir, tempat pemijahan, sumber makanan, dan perlindungan garis pantai, namun rentan terhadap gangguan manusia. Penelitian bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas ekosistem lamun dan biota megabentos serta indeks ekologi yang berasosiasi di perairan Kelurahan Tanah Lemo dan Pulau Buhung Pitue; dan mengetahui nilai indeks kesamaan komunitas serta indeks asosiasi antara lamun dan biota megabentos di kedua lokasi penelitian.Penelitian ini 25 Mei–25 Juni 2025 menganalisis struktur komunitas lamun dan megabentos, indeks ekologi, serta hubungan keduanya di Kelurahan Tanah Lemo dan Pulau Buhung Pitue. Tanah Lemo memiliki empat spesies lamun dan enam spesies megabentos, sedangkan Buhung Pitue memiliki lima spesies lamun dan sepuluh spesies megabentos. Thalassia hemprichii dan Enhalus acoroides mendominasi lamun, sedangkan Diadema setosum, Canarium urceus, dan Tripneustes gratilla mendominasi megabentos. Keanekaragaman dan stabilitas lebih tinggi ditemukan di Buhung Pitue. Indeks kesamaan Morisita menunjukkan pola sebaran seragam, namun hubungan antarspesies tergolong lemah. Temuan ini menegaskan dampak aktivitas manusia serta perlunya konservasi di wilayah yang masih alami.
Keragaman Fauna Biofouling Pada Anakan Mangrove (Rhizophora Mucronata) di Pesisir Desa Ujunge Kecamatan Tonra Kabupaten Bone Syawaluddin S, Muh Raihan; Hamsiah, Hamsiah; Yusuf, Kamil
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/7cmdjz84

Abstract

Mangrove adalah ekosistem pesisir yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mendukung ekonomi masyarakat, dan melindungi kawasan pesisir dari kerusakan. Salah satu fungsi mangrove sebagai habitat berbagai jenis biota seperti biota biofouling. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kerapatan anakan mangrove (Rhizophora mucronta), komposisi jenis dan kepadatan dan persentase kerusakan anakan mangrove yang disebabkan oleh biofouling. Penelitian ini telah dilaksanakan pada 24 Juni sampai dengan 14 Juli 2025 yang berlokasi di Pesisir Desa Ujung’e Kec. Tonra Kab. Bone. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode transek dan plot.Hasil yang diperoleh pada penelitian ini, yaitu Rata-rata kerapatan anakan mangrove pada kawasan Pesisir Desa Ujunge adalah 0,82 individu/m2 atau 8.200 individu/ha, dengan jumlah total anakan yang ditemukan sebanyak 41 individu dari luas pengamatan 50 m². Jenis Biota Penempel yang ditemukan pada lokasi penelitian sebanyak 3 jenis yaitu L. scabra, S. cucullata, dan C. bifasciata. dengan persentase terbesar pada jenis L. scabra (84,14 %) dengan kepadatan (0,98 ind./m2) , dan terendah pada jenis S. Cucullata dengan komposisi jenis (7,33 %) dan kepadatan (0,08 ind/m2). Tingkat Kerusakan Mangrove yang disebabkan oleh Biofouling diperoleh nilai rata-rata 73,20% yang dikategorikan dalam kriteria Kerusakan Berat.
ANALISIS TINGKAT KELAYAKAN DAN DAYA DUKUNG WISATA PANTAI MARUMASA KECAMATAN BONTOBAHARI, KABUPATEN BULUKUMBA, PROVINSI SULAWESI SELATAN Aisyah, Nur; Danial, Danial; Tang, Beddu
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/mqgkpa07

Abstract

Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari yang dilakukan secara sukarela, bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. Analisis potensi dan daya dukung pantai dari suatu wilayah untuk dijadikan objek wisata dengan segala potensi yang ada hingga dapat menarik wisatawan. Dalam hal ini dilakukan penelitian untuk mengetahui sarana dan prasarana, kesesuaian lahan wisata rekreasi dan daya dukung tampung wisata rekreasi di pantau Marumasa Kecamatan Bontobahari Kabupaten Bulukumba untuk dijadikan suatu objek wisata serta kemungkinan dampak yang ditimbulkan ketika suatu kawasan wisata pantai melebihi kapasitas daya dukung kawasan.Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Mei – 24 Juni 2025 mulai dari studi literatur mengenai pantai Marumasa dan kesesuaian wisata dalan pengambilan data lapangan yang berlokasi di pantai Marumasa, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba,Sulawesi Selatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kesesuaian kawasan pantai Marumasa masuk pada kategori S1 (sesuai) dengan nilai 2,995% dan daya dukung kawasan wisata pantai dapat menunjang seluruh kegiatan wisata pantai dengan kapasitas 34 orang/hari. Adapun presepsi terhadap kawasan pantai Marumasa yaitu memiliki kualitas lingkungan yang baik dengan panorama alam yang sangat indah sehingga cukup memberikan kenyamanan bagi para wisatawan. Salah satunya yaitu kondisi pasir yang sangat indah, sedangkan untuk ketersediaan tempat sampah masih kurang baik dikarenakan tempat sampah yang tersediah masih sangat kurang dan kurangnya papan inforamasi tentang kebersihan.
ANALISIS SPASIAL PERSEBARAN  ARUS LAUT MENGGUNAKAN METODE INVERSE DISTANCE WEIGHTING (IDW)  DI PERAIRAN UTARA JAWA TIMUR & SELAT MADURA Hany Cahya Utami
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/11r7b259

Abstract

Informasi mengenai pola persebaran dan kecepatan arus laut memiliki peranan penting dalam mendukung pengambilan keputusan di bidang maritim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persebaran dan kecepatan arus laut di perairan utara Jawa Timur dan Selat Madura melalui pemanfaatan data maritim yang diolah secara spasial menggunakan perangkat lunak ArcGIS. Data yang digunakan meliputi kecepatan dan arah arus laut pada titik-titik pengamatan yang selanjutnya diinterpolasi menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW) untuk memperoleh pola sebaran arus secara kontinu.Hasil analisis menunjukkan bahwa kecepatan arus laut bervariasi dari rendah hingga tinggi, dengan konsentrasi arus tertinggi berada di perairan selatan Selat Madura dan wilayah perairan yang relatif sempit dan terbuka. Sementara itu, wilayah pesisir cenderung memiliki kecepatan arus yang lebih rendah akibat pengaruh gesekan dasar laut dan aktivitas pesisir. Pola arus dominan menunjukkan arah pergerakan yang relatif konsisten dan dipengaruhi oleh kondisi morfologi perairan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pemanfaatan data geoinformasi untuk mendukung pengambilan keputusan di sektor maritim.
PERSPEKTIF MASYARAKAT DAN INDUSTRI TENTANGKONSERVASIDALAM PENGELOLAAN RUMPUT LAUTBERKELANJUTAN(STUDI KASUS KABUPATEN TAKALAR, SULAWESISELATAN) dahlan, dahlan
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/kysg1e38

Abstract

Kabupaten Takalar di Sulawesi Selatan merupakan salah satupusat budidaya rumput laut terbesar di Indonesia, dengandominasi spesies Kappaphycus alvarezii dan Eucheuma spp. yangmendukung pasar karagenan global. Namun, ekspansi industri inimenimbulkan konflik dengan konservasi habitat rumput laut liarakibat degradasi ekosistem, perubahan iklim, dan praktikbudidaya tidak berkelanjutan. Penelitian ini mengevaluasipengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) dari 99 pemangkukepentingan yang terbagi menjadi kelompok Directly InvolvedSeaweed Stakeholders (DISS/industri) dan Indirectly InvolvedSeaweed Stakeholders (IISS/konservasi). Hasil surveimenunjukkan pengetahuan dan sikap yang relatif baik(pengetahuan: DISS 76,0%; IISS 79,5%; sikap: DISS 85,7%; IISS94,2%), tetapi praktik masih rendah (DISS 52,4%; IISS 67,3%).Kesenjangan utama berasal dari pemahaman ancaman habitat darialam yang terbatas, hambatan struktural (kesadaran publik rendah,konflik regulasi), dan kendala praktis (akses teknologi dandukungan teknis). Integrasi perspektif kedua kelompok melaluitata kelola inklusif, pemantauan partisipatif, dan kapasitasbuilding direkomendasikan untuk mencapai pengelolaanberkelanjutan yang melindungi mata pencaharian masyarakatpesisir dan keberlanjutan keanekaragaman hayati laut perlu dijaga.
ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI AKIBAT ABRASI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PESISIR PANTAI LOMBANG – LOMBANG KECAMATAN KALUKKU Asri, Haryanto
JURNAL ILMIAH WAHANA LAUT LESTARI (JIWaLL) Vol. 3 No. No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Laut Lestari
Publisher : Program Studi Ilmu Kelautan Fakuktas Ilmu Perikanan dan Kelautan Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/gaeyxh59

Abstract

Abrasi pantai merupakan permasalahan lingkungan yang berdampak pada perubahan garis pantai dan aktivitas masyarakat pesisir. Pantai Lombang–Lombang di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, merupakan salah satu wilayah pesisir yang mengalami abrasi cukup signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis perubahan garis pantai akibat abrasi menggunakan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG), serta (2) merumuskan strategi adaptasi abrasi untuk mendukung pengelolaan wilayah pesisir yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan citra satelit Google Earth Pro tahun 2015, 2020, dan 2025 yang dianalisis menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) pada perangkat lunak ArcGIS dengan parameter Net Shoreline Movement (NSM), Shoreline Change Envelope (SCE), dan End Point Rate (EPR). Data pendukung diperoleh melalui observasi lapangan dan wawancara dengan masyarakat pesisir, kemudian dianalisis menggunakan metode SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar segmen Pantai Lombang–Lombang mengalami kemunduran garis pantai dengan nilai NSM hingga −31,14 m dan laju abrasi mencapai −3,11 m/tahun, meskipun pada beberapa lokasi terjadi akresi. Analisis SWOT menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove dan pengelolaan pesisir berbasis ekosistem merupakan strategi adaptasi utama dalam mengurangi dampak abrasi dan meningkatkan keberlanjutan wilayah pesisir.