cover
Contact Name
Sista Rizqiana
Contact Email
sista.rizqiana@ulm.ac.id
Phone
+6281237644305
Journal Mail Official
sista.rizqiana@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Jl. Jend. Ahmad Yani Km.36, Banjarbaru 70714 Kalimantan Selatan - Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Journal of Animal Research in Wetland Ecosystem
ISSN : 24427012     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.20527/jpplb.v4i1
Jurnal Penelitian Peternakan Lahan Basah adalah jurnal yang menerbitkan artikel hasil penelitian tentang peternakan. Jurnal Penelitian Peternakan Basah diterbitkan oleh Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat. Artikel yang diterbitkan di Jurnal Penelitian Peternakan Lahan Basah mencakup berbagai topik penelitian dalam aspek dasar dan terapan produksi pada ternak, perilaku, genetika, kesehatan, biologi molekuler, nutrisi dan pakan ternak, fisiologi, reproduksi, pemuliaan dan teknologi pengolahan hasil ternak.
Articles 48 Documents
KUALITAS SUSU KAMBING PASTEURISASI YANG DITAMBAHKAN BUNGA TELANG Fatimah, O.; Habibah, Habibah; Rizal, Muhammad
JURNAL PENELITIAN PETERNAKAN LAHAN BASAH Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : www.ulm.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpplb.v4i2.2802

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kimia dan kualitas organoleptik susu kambingpasteurisasi dengan penambahan bunga telang dengan konsentrasi yang berbeda. Penelitian inimenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali ulangan. Setiapperlakuan menggunakan bunga telang dengan konsentrasi yang berbeda-beda. Parameter yangdiamati adalah kualitas kimiawi susu dan kualitas organoleptik. Untuk kualitas kimiawi yangdiamati yaitu kadar lemak, kadar protein dan pH sedangkan untuk kualitas organoleptik yangdiamati yaitu warna, aroma dan rasa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa susu kambingpasteurisasi yang ditambahkan bunga telang dengan konsentrasi berbeda mengalami peningkatanpada kadar lemak, kadar protein dan mengalami penurunan untuk kadar pH. Kadar lemak tertinggiyaitu pada perlakuan P3 (9% = 45g bunga telang) dengan jumlah 6,02%, kadar protein tertinggijuga terdapat pada perlakuan P3 (9% = 45g bunga telang) dengan jumlah 6,21%, sedangkan untukkadar pH mengalami penurunan, dan kadar pH terendah yaitu pada perlakuan P2 (6% = 30g bungatelang). Untuk kualitas organoleptiknya mengalami perubahan warna, aroma dan rasa sesuaidengan konsentrasi yang ditambahkan. Semakin tinggi konsentrasi bunga telang yangditambahkan maka menghasilkan warna yang semakin pekat, aroma yang sangat langu dan rasayang sangat pahit.
PENGGUNAAN BUNGKIL INTI SAWIT TERHIDROLISIS DALAM RANSUM TERHADAP KUALITAS EKSTERIOR DAN INTERIOR TELUR AYAM PETELUR Misliani, Yesi; Sumantri, Ika; Syarifuddin, Nursyam Andi; Rizqiana, Sista
JURNAL PENELITIAN PETERNAKAN LAHAN BASAH Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : www.ulm.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpplb.v4i2.2803

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan BIS terhidrolisisterhadap kualitas eksterior dan interior telur ayam ras petelur dan untuk mengetahuitingkat penggunaan BIS terhidrolisis optimum dalam ransum untuk memperoleh kualitaseksterior dan interior telur ayam petelur yang terbaik. Berdasarkan hal tersebut, BIS yangtelah terhidrolisis dapat ditingkatkan penggunaanya dalam ransum unggas. Meskipundemikian masih belum diketahui apakah penggunaan BIS terhidrolisis berpengaruhterhadap kualitas telur. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahuipengaruh tingkat penggunaan BIS yang terhidrolisis secara enzimatis terhadap kualitaseksterior dan interior telur ayam ras petelur. Rancangan penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan dan lima ulangan dengansetiap ulangan terdiri atas empat ekor ayam petelur betina sehingga jumlah ayam yangdigunakan 80 ekor. Perlakuan penelitian adalah dengan tingkat penggunakan bungkil intisawit terhidrolisis dalam ransum. Ayam yang digunakan berumur 50 minggu. Ayampetelur dipelihara dalam kandang sistem baterai. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapatdisimpulkan bahwa penggunaan BIS terhidrolisis hingga 30% untuk menggantikanjagung, tidak berpengaruh nyata terhadap berat telur, tebal kerabang, nilai HU, dan warnakuning telur. Peningkatan penggunaan BIS terhidrolisis secara sangat nyatameningkatkan nilai indeks putih telur. Penggunaan 30% BIS terhidrolisis tidakmempengaruhi kualitas eksterior dan interior telur, maka disarankan BIS terhidrolisisdapat digunakan hingga 30% sebagai sumber energi dan protein pada ransum ayampetelur.
KANDUNGAN FRAKSI SERAT SILASE BATANG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca acuminata balbisiana) YANG DIBERI EFFECTIVE MICROORGANISM 4 (EM4) PADA LEVEL YANG BERBEDA Purwaka, Muhammad Imam; Syarifuddin, Nursyam Andi; Habibah, Habibah; Rizqiana, Sista
JURNAL PENELITIAN PETERNAKAN LAHAN BASAH Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : www.ulm.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpplb.v4i2.2804

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan EM4 dengan level berbeda terhadap kandungan NDF, ADF, Hemiselulosa, Selulosa dan Lignin pada silase batang pisang kapok dan menentukan dosis EM4 yang optimal terhadap kualitas nutrisi silase batang pisang kepok. Penelitian ini dilaksanakan Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru pada bulan Juli 2022 sampai dengan bulan September 2022. Perlakuan pada penelitian ini, yaitu penambahan EM4 sebanyak 4%, 6%, 8%, 10%, dan tanpa pemberian EM4 (kontrol). Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan menggunakan Analisis Ragam (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EM4 dengan level berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) dapat menurunkan NDF, ADF, Hemiselulosa, Selulosa dan Lignin. Penambahan EM4 yang optimal untuk mendapatkan hasil yang terbaik adalah penambahan 10% EM4 mampu menurunkan NDF (66,23%), ADF (54,15%), Hemiselulosa (12,08%), Selulosa (21,20%), dan Lignin (1,77%).
KUALITAS FISIK SILASE BATANG PISANG KEPOK (Musa paradisiaca acuminata balbisiana) YANG DIBERI EFFECTIVE MICROORGANISM 4 (EM4) PADA LEVEL YANG BERBEDA Permatasari, Dwi; Syarifuddin, Nursyam Andi; Habibah, Habibah; Rizqiana, Sista
JURNAL PENELITIAN PETERNAKAN LAHAN BASAH Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : www.ulm.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpplb.v5i1.3099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis EM4 yang optimal dalam pembuatan silase batang pisang kepok terhadap kualitas fisik silase. Kualitas fisik yang diamati meliputi aroma, warna, tekstur, jamur dan persentase keberhasilan silase. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan dengan menggunakan 5 level pemberian EM4 0%, 4%, 6%, 8% dan 10%. Pelaksanaan uji kuaitas fisik silase batang pisang kepok dilakukan dengan menggunakan 10 orang panelis. Silase di fermentasi secara anaerob menggunakan EM4 dan di fermentasikan selama 21 hari. Analisis data menggunakan analisis variansi, apabila perlakuan berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil. Analisis data dibantu dengan menggunakan software SPSS Ver. 21. Berdasarkan hasil uji kualitas fisik yang dilakukan pada silase batang pisang kepok, hasil menunjukan pada kualitas fisik bau berpengaruh nyata dan pada perlakuan P4 menghasilkan nilai tertinggi. Kualitas fisik warna berpengaruh nyata terhadap level EM4 dan pada perlakuan P4 (10% EM4) menghasilkan warna terbaik. Kualitas fisik tekstur tidak berpengaruh nhata menghasilkan tekstur yang baik semua yaitu padat. Kualitas fisik jamur berpengaruh nyata terhadap level EM4 dan pada perlakuan P4 (10% EM4) hanya didapatkan sedikit jamur dan pada persentase keberhasilan silase perlakuan P4 (10% EM4) menghasilkan silase terbaik yaitu berbau asam, berwarna coklat muda, teksturnya padat dan sedikit jamur. Dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan EM4 sebanyak 10% menghasilkan kualitas fisik dan keberhasilan silase yang optimal.
Perbandingan Efektivitas Media Kotoran Sapi, Kambing, Ayam, dan Puyuh pada Produktivitas Maggot BSF (Hermetia illucens) sebagai Sumber Protein Alternatif Amelia, Tria; Sulaiman, Abrani; Biyatmoko, Danang
JURNAL PENELITIAN PETERNAKAN LAHAN BASAH Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : www.ulm.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpplb.v5i1.3247

Abstract

This study aimed to analyze the effect of different livestock manure media (cow, goat, laying hen,and quail) on the growth rate and productivity of Hermetia illucens (BSF) maggots as analternative protein source for livestock. A Completely Randomized Design (CRD) with fourtreatments and five replications was employed, involving measurements of maggot weight,length, and biomass over 21 days. Results showed that laying hen manure yielded the highestweight growth rate (3.07%/day; 47.32 mg/individual) and biomass productivity (302.2 g),attributed to its highest crude protein content (19.74%). Conversely, goat manure (4.6% protein)resulted in the lowest growth rate (0.75%/day; 12.16 mg/individual). Optimal maggotperformance in laying hen manure was supported by adequate nutrition and environmentalconditions (temperature 28.5–30°C, humidity 80–94%). This research demonstrates the potentialof livestock manure as a sustainable medium for maggot cultivation, reducing feed costs andpromoting circular economies through organic waste conversion
Kualitas Telur Itik Alabio (Anas platyrhynchos Borneo) yang Dipengaruhi oleh Variasi Induk Umur 7 dan 10 Bulan Muttaqin, Gusti Zainal; Rizal, Muhammad; Biyatmoko, d
JURNAL PENELITIAN PETERNAKAN LAHAN BASAH Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : www.ulm.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpplb.v5i1.3248

Abstract

This study aims to determine the effect of different duck production age variations on externalegg quality, namely egg shape index, egg weight, and shell thickness and internal egg quality,namely haugh unit, yolk index, egg white index, and yolk color in Alabio duck eggs. The researchwas conducted for 2 months starting in October to November 2023. The research was conductedat the Animal Nutrition and Diet Laboratory of the Department of Animal Husbandry, Faculty ofAgriculture, ULM. The method used in this research is quantitative observation method throughmeasurement of egg shape index part, egg weight, shell thickness, haugh unit, egg white index,yolk index, yolk color. This study used 2 groups of duck parent populations with different ages,the first group of 7-month parent age and the second group of 10-month parent age. The dataobtained were analyzed descriptively, and to see the difference in duck age on the observed qualityvariables, a t-test of each research variable was carried out. The results showed that age had asignificant effect on egg shape index, egg weight, shell thickness, and yolk index. But age had nosignificant effect on haugh unit, egg white index, and egg yolk color. In testing using SPSS therewas an increase in egg shape index, egg weight, shell thickness, and yolk index. Except for thehaugh unit and egg white index decreased. The yolk color had the same value.
Deteksi Kebuntingan pada Kambing Lokal Menggunakan Metode Punyakoti dengan Konsentrasi Urin dan Aquades Berbeda pada Pertumbuhan Biji Kacang Hijau Ridhani, Ahmad; Riyadhi, Muhammad; Wahdi, Anis
JURNAL PENELITIAN PETERNAKAN LAHAN BASAH Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : www.ulm.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpplb.v5i1.3249

Abstract

The objective of this study was to determine whether the Punyakoti method can be used to detectpregnancy in goats by modifying the amount of distilled water (aquadest) added to goat urine toobserve growth inhibition in mung bean seeds. This study was designed using a CompletelyRandomized Design (CRD) with four treatments and six replications. The treatments involveddifferent concentrations of aquadest added to the urine: P1 (1:4), P2 (1:8), P3 (1:12), and P4(1:12) using urine from non-pregnant goats. The observed variables were the germination of eachseed and the length of the sprouts on the fifth day. Data were analyzed using Analysis of Variance(ANOVA), and if significant or highly significant differences were found, Duncan’s MultipleRange Test (DMRT) was applied. The ANOVA results showed a significant difference in the sprout length of mung beans due to the variation in goat urine and aquadest concentrations.Treatment P1 (2.36 cm) produced significantly shorter sprouts (P<0.05) compared to P2 (5.75cm), P3 (8.38 cm), and P4 (12.02 cm). The shorter sprout length in treatment P1 is likelyinfluenced by the higher concentration of urine diluted with aquadest. In treatment P4, mung beansprouts were longer, as this treatment used urine from non-pregnant goats. As a comparison,treatment P3, which used the same urine-to-aquadest ratio as P4, showed different sprout lengthsbecause the urine came from pregnant goats. This difference may be due to the higherconcentration of abscisic acid (ABA) in the urine of pregnant goats. Based on the results, it canbe concluded that the Punyakoti method can be used as an alternative method for detectingpregnancy in goats with 100% accuracy. The 1:4 concentration was the most effective, as itshowed the clearest growth inhibition compared to the 1:8 and 1:12 concentrations. Thisdemonstrates that different concentrations of aquadest affect the degree of growth inhibition inmung bean seeds
Kualitas Pertumbuhan Tanaman Kelor (Moringa oleifera) Terhadap Dosis Pupuk Organik Fermentasi Berbeda Zikri, Ahmad; Syarifuddin, Nursyam Andi; Riyadhi, Muhammad
JURNAL PENELITIAN PETERNAKAN LAHAN BASAH Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : www.ulm.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpplb.v5i1.3250

Abstract

Ultisol soil is characterized by very low organic matter content. The application offermented organic fertilizer can affect the growth of plants grown in ultisol soil. Thisstudy aims to determine the effect of the doses of fermented organic fertilizer on thegrowth of moringa seedling plants planted in ultisol soil. The study used a completelyrandomized design with five treatments and eight replications, using five levels offertilizer application: D0 (basic fertilizer/control), D1 (basic fertilizer + fermented organicfertilizer at 10 tons/ha), D2 (basic fertilizer + fermented organic fertilizer at 20 tons/ha),D3 (basic fertilizer + fermented organic fertilizer at 30 tons/ha), and D4 (basic fertilizer+ fermented organic fertilizer at 40 tons/ha). The observed variables included the time ofsprout emergence, the number of sprouts, plant height, and fresh leaf production. Dataanalysis was performed using analysis of variance, and if the treatment had a significanteffect, it was followed by the Least Significant Difference (LSD) test. Data analysis wasassisted by using SPSS Ver. 21 software. The results showed that none of the treatmentshad a significant effect (P>0.05), but there was a tendency for earlier sprout emergence(10.50 days) and more sprouts (6.13 sprouts) in the D2 treatment. In contrast, the slowestsprout emergence (14.00 days) and fewer sprouts (3.88 sprouts) in the D3 treatment.