cover
Contact Name
Sulistya Umie Ruhmana Sari
Contact Email
sulistyaumieruhmanasari@uin-malang.ac.id
Phone
+6285731158367
Journal Mail Official
galois@uin-malang.ac.id
Editorial Address
https://urj.uin-malang.ac.id/index.php/gjppm/about/editorialTeam
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Galois : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika
ISSN : -     EISSN : 28288386     DOI : https://doi.org/10.18860/gjppm
Core Subject : Education,
Galois : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika telah memiliki nomor register ISSN versi online (e 2828-8386). Jurnal Galois: Penelitian Pendidikan Matematika diterbitkan oleh Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan terbitan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Terbitan awal secara elektonik (online) untuk jurnal ini dimulai dari Volume 1, Nomor 1 bulan Januari Tahun 2022. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah untuk publikasi dan penyebarluasan hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika. Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika memiliki Fokus dan Cakupan diantara: Strategi Pembelajaran Matematika, Model Pembelajaran Matematika, Metode Pembelajaran Matematika, Media Pembelajaran Matematika, Etnomatematika, Berpikir Matematika, Psikologi Belajar Matematika, Evaluasi Pembelajaran Matematika, Instrumen Pembelajaran Matematika Penulis yang ingin mengirimkan naskah ke Redaksi Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika harus mengikuti pedoman penulisan. Jika naskah yang dikirim tidak sesuai dengan panduan, fokus & scope jurnal, maka akan langsung ditolak oleh editor. Naskah yang dikirim oleh penulis akan diproses secara keseluruhan memerlukan waktu 2 bulan
Articles 35 Documents
PENGEMBANGAN RPP Afidatuzzaro, Nurul
Galois: Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2023): Galois : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/galois.v2i1.3162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan suatu rancangan pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran matematika materi induksi matematika terintegrasi oleh islam. Jenis dalam penelitian ini adalah research and development (R&D). Penelitian ini akan menggunakan model ADDIE dalam pengembangannya yakni dengan 5 tahap, (1) Analysis (2) Design (3) Development (4) Implementation dan (5) Evaluation. Model ADDIE merupakan salah satu model pengembangan yang tersisitematis dan mudah untuk digunakan dalam suatu pengembangan. Materi inti yang ditujukan dalam penelitian ini adalah induksi matematika yang terintegrasi islam. Subjek penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan evaluasi data dilakukan secara expert judgment (pendapat para ahli) selama implementasi penggunaan RPP.
BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA KELAS VIII DALAM MEMECAHKAN SOAL HOTS BERDASARKAN PERBEDAAN JENIS KELAMIN Sabbriani, Nisvi; Sujarwo, Imam
Galois: Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2023): Galois : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/galois.v2i1.3182

Abstract

Every student's mathematical creative thinking can change at any time or have a dynamic nature (Astra et al., 2022). These changes can be caused by the level of difficulty of learning materials and the students themselves. The research data was taken through the results of giving HOTS (High Order Thinking Skill) questions about flat shapes to class VIII MTs Negeri 1 Malang City. The questions are validated before being given to students, in order to measure the level of creative thinking in students. This research is a qualitative descriptive study that uses time triangulation in collecting data. By testing 4 (four) Guilford creativity indicators consisting of originality, elaboration or detail, fluency and flexibility in the research subject. The research subjects who were given HOTS questions and interviews were 2 male students and 2 female students. Test data were collected twice at different times and interviewed twice after giving HOTS questions. The results of the study can be concluded that, men and women fulfill 4 (four) Guilford creativity indicators. However, male students have a prominent indicator of flexibility and female students naturally have an indicator of originality. This study shows that Guilford's creativity which links cognitive and creative thinking can be tested on students' thinking abilities. There is an influence of gender on the indicators of flexibility and originality. This is because there are patterns of interaction, then the ability to explore and describe each of the different male and female students.
EKSPLORASI KONSEP PELUANG PADA PERMAINAN TIGA DARA DI DESA GUNUNGSARI KECAMATAN BUMIAJI KOTA BATU Jadidah, Nur Aulia
Galois: Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2023): Galois : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/gjppm.v2i1.3984

Abstract

The purpose of this study, namely: 1) to know briefly about the game of three virgins. 2) to find out the exploration of the concept of opportunity that exists in the game of three virgins. This research is qualitative research using a descriptive approach (qualitative research). The data collection techniques in this study used interviews, field records, documentation data, and other documentation. The result of this study is that the game "three dara" is a game played by 2 players on a flat background measuring 50 cm x 50 cm. Where in this game "three dara" there is a concept of opportunity when playing every step. Keywords: Ethnomatematics, Chance, Game of Three Dara ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini, yaitu: 1) untuk mengetahui secara singkat mengenai permainan tiga dara. 2) untuk mengetahui eksplorasi konsep peluang yang ada pada permainan tiga dara. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif (qualitative research). Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, catatan lapangan, data hasil dokumentasi, dan dokumentasi lainnya. Hasil dari penelitian ini adalah permainan “tiga dara” merupakan permainan yang dimainkan oleh 2 pemain di atas latar datar yang berukuran 50 cm x 50 cm. Dimana pada permainan “tiga dara” ini terdapat konsep peluang saat bermain disetiap langkahnya.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Wanda Pratiwi, Marsela; Irawan, Wahyu Henky
Galois: Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2023): Galois : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/gjppm.v2i1.4122

Abstract

The purpose of this study is to help grade XI students in MAN 2 Jombang in understanding the concept of derivative functions using derivative ladder learning media. The method used is Classroom Action Research (PTK) using 4 stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. The subjects of the study were 2 students of class XI Religion 1. From the results of the implementation of cycles 1 to 3, it can be concluded that the use of derivative ladder mathematics learning media can increase students' understanding of mathematical concepts. ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk membantu siswa kelas XI di MAN 2 Jombang dalam memahami konsep turunan fungsi menggunakan media pembelajaran tangga turunan. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian adalah 2 orang siswa kelas XI Agama 1. Dari hasil pelaksanaan siklus 1 sampai 3 dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran matematika tangga turunan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep matematis.
Analisis Kemampuan Literasi Matematika Siswa dengan Model PBL Berbantuan Google Classroom Ervinayanti, Sevty; Mayasari, Novi; Ghoni Asror, Abdul
Galois: Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2 No 1 (2023): Galois : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/gjppm.v2i1.4173

Abstract

This study aims to describe students’ mathematical literacy abilities with the problem based learning model assisted by Google Classroom through classically and the improvement of students in the upper, middle and lower groups as well as the types of students errors in working on questions on Cartesian Coordinate material. This research method is descriptive qualitative with data collection namely observation, tests and interviews. The population of this study were students of class VIII-A of MTs Salafiyah Syafi’iyah Sukosewu with 3 subjects, namely the upper, middle and lower groups. The results of this study indicate that students with the Google Classroom assisted problem based learning model complete classically and there is an increase with the average value of the whole group, namely 70, the mathematical literacy ability of students in the upper group, namely being able to answer 4 out of 5 questions and students make mistakes in transforming problems, middle group students could answer 4 of 5 questions and students made mistakes in processing skills and lower group students could answer 2 of 5 questions and students made mistakes in understanding the problem, processing skills and writing answers. This study can be solved in accordance with the research objectives and the evidence that has been presented in the research result. ABSTRAK Penelitin ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematika siswa dengan model problem based learning berbantuan Google Classroom tuntas secara klasikal dan peningkatan siswa kelompok atas, tengah dan bawah serta jenis kesalahan siswa dalam mengerjakan soal pada materi Koordinat Kartesius. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data yaitu observasi, tes dan wawancara. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII-A MTs Salafiyah Syafi’iyah Sukosewu dengan 3 subjek yaitu kelompok atas, tengah dan bawah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan model problem based learning berbantuan Google Classroom tuntas secara klasikal dan ada peningkatan dengan nilai rata-rata keseluruhan kelompok yaitu 70, kemampuan literasi matematika siswa kelompok atas yaitu dapat menjawab 4 dari 5 soal dan siswa melakukan kesalahan transformasi masalah, siswa kelompok tengah dapat menjawab 4 dari 5 soal dan siswa melakukan kesalahan ketrampilan proses dan siswa kelompok bawah dapat menjawab 2 dari 5 soal dan siswa melakukan kesalahan memahami masalah, ketrampilan proses dan penulisan jawaban. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dari masing-masing masalah dapat diselesaikan sesuai dengan tujuan penelitian serta bukti yang sudah dipaparkan pada hasil penelitian.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Pada Materi SPLTV dengan Model Pembelajaran Polya Ditinjau dari Gender Dwi Safitri, Ristya; Mayasari, Novi; Ghoni Asror, Abdul
Galois: Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2023): Galois : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/gjppm.v2i2.4174

Abstract

This study aims to describe problem solving abilities and factors that influence students’ problem solving abilities in the material of the three variable linier equation system (SPLTV) class X at SMK Dirgahayu Kedungade. The method in this study is qualitative using a descriptive qualitative approach. The population of this study were students of class X TSM and MP2 at SMK Dirgahayu Kedungadem and subjects in this study were 4 studenst, namely 2 male students and 2 female studenst in the higt and low categories. Data collection using the method of observation, written tests, and interviews. Data analysis techniques performed are data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The result of the study showed that subjects in the higt category were able to understand and solve all the problems in the questions, even though the male subjects did not write the entire way or steps to do it. Subjects with a low category are less able to understand existing problems and are less precise in solving problems that exist in the questions, and subjects find it difficult to work on them. Factors that affect students’ problem solving abilities are the lack of interest in learning in students, embarrassment when asking questions when they do not understand the material presented, and the lack of effort to try to solve a given problem. In conclusion, female students in the high category were superior to male students in the high category, while female students in the low category and male students in the low category were the same for both. This is because there are several factors, namely, the lack of interest in learning in students which often occurs in male students, the embarrassment of asking questions when they do not understand the material which often occurs in female students, and the lack of effort or laziness to try solve a problem that given often occurs to both men and women. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah dan faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi sistem persamaan linier tiga variabel (SPLTV) kelas X SMK Dirgahayu Kedungadem. Metode pada penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X TSM dan MP2 SMK Dirgahayu Kedungadem dan subjek pada penelitian ini adalah 4 siswa yaitu, 2 siswa laki-laki dan 2 siswa perempuan dengan kategori tinggi dan rendah. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes tulis, dan wawancara. Teknik analisis data yang dilakukan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian, subjek dengan kategori tinggi mampu memahami dan menyelesaikan semua masalah yang ada pada soal, walaupun subjek laki-laki tidak menulis secara keseluruhan cara atau langkah-langkah pengerjaannya. Subjek dengan kategori rendah kurang mampu dalam memahami masalah yang ada dan kurang tepat dalam menyelesaikan masalah yang ada pada soal, serta subjek merasa kesulitan dalam pengerjaannya. Faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah siswa adalah kurangnya minat belajar dalam diri siswa, malu bertanya saat kurang paham terhadap materi yang disampaikan, dan kurang adanya usaha untuk mencoba menyelesaikan suatu masalah yang diberikan. Kesimpulannya siswa perempuan kategori tinggi lebih unggul dibandingkan dengan siswa laki-laki dengan kategori tinggi, sedangkan siswa perempuan kategori rendah dan siswa laki-laki kategori rendah sama saja untuk keduanya. Hal ini disebabkan karena ada beberapa faktor yaitu, kurang adanya minat belajar dalam diri siswa yang sering terjadi pada siswa laki-laki, malu bertanya saat kurang memahami materi yang sering terjadi pada siswa perempuan, dan kurang adanya usaha atau malas untuk mencba menyelesaikan suatu masalah yang diberikan sering terjadi pada keduanya baik laki-laki maupun perempuan.
Konsep Peluang Pada Permainan Tradisional Engklek Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu Yuliyanti, Anita
Galois: Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2023): Galois : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/gjppm.v2i2.4176

Abstract

The engklek game is a traditional game that is usually played by children by jumping from one box to another using one foot. This article aims to explore ethnomathematics in the traditional engklek game in Gunungsari Village, Bumiaji, Batu City. The research method used is qualitative with an ethnographic approach. The data collection technique in this study was carried out by direct observation to the field to see the games the children were playing, as well as literature review to strengthen the writing of this research article. In the traditional engklek game, the concept of opportunity is obtained. ABSTRAK Permainan engklek merupakan permainan tradisional yang biasa dimainkan anak-anak dengan cara melompati satu kotak ke kotak lain menggunakan satu kaki. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika pada permainan tradisional engklek di Desa Gunungsari, Bumiaji, Kota Batu. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi secara langsung ke lapangan untuk melihat permainan yang dilakukan anak-anak, serta kajian literature untuk memperkuat penulisan artikel penelitian ini. Pada permainan tradisional engklek tersebut diperoleh konsep peluang.
PENALARAN DEDUKTIF SISWA OLIMPIADE KELAS XI DALAM MENYELESAIKAN PEMBUKTIAN MATEMATIKA BERDASARKAN GAYA KOGNITIF Kinasih, Iffa Abdillah; Irawan, Wahyu Henky
Galois: Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2023): Galois : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/gjppm.v2i2.6898

Abstract

Reasoning is a process of logical thinking. Proof is a series of logical arguments to show the truth of a statement. Reasoning is needed in proving a statement. The purpose of this study is to describe the deductive reasoning of Olympiad students in solving mathematical proofs based on field independent and field dependent cognitive styles. The indicators of deductive reasoning used are compiling evidence against the correctness of solutions, checking the validity of an argument, drawing conclusions from mathematical statements. This study uses a descriptive qualitative approach, located at MAN 2 Malang City. Subject selection based on field independent–field dependent cognitive style using the GEFT questionnaire, as many as four students. The research data were in the form of answer sheets and interview transcripts and were analyzed through triangulation methods. The results showed that field independent students were able to fulfill all indicators and construct proofs using mathematical induction and Gaussian proofs correctly. Meanwhile, field dependent students cannot fulfill all indicators, and in compiling evidence using mathematical induction, students go through n = k proof, so the structure of the evidence is incomplete. ABSTRAK Penalaran merupakan proses berpikir logis. Bukti merupakan rangkaian argumen logis untuk menunjukkan kebenaran suatu pernyataan. Penalaran diperlukan dalam membuktikan suatu pernyataan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penalaran deduktif siswa olimpiade dalam menyelesaikan pembuktian matematika berdasarkan gaya kognitif field independent maupun field dependent. Indikator penalaran deduktif yang digunakan yaitu menyusun bukti terhadap kebenaran solusi, memeriksa keshahihan suatu argumen, menarik kesimpulan dari pernyataan matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, berlokasi di MAN 2 Kota Malang. Pemilihan subjek berdasarkan gaya kognitif field independent–field dependent menggunakan angket GEFT, sebanyak empat siswa. Data hasil penelitian berupa lembar jawaban dan transkip wawancara serta dianalisis melalui triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa field independent dapat memenuhi seluruh indikator dan menyusun pembuktian menggunakan induksi matematika maupun bukti Gauss dengan tepat. Sedangkan siswa field dependent tidak dapat memenuhi seluruh indikator, dan dalam menyusun bukti menggunakan induksi matematika, siswa melewati pembuktian n=k, sehingga susunan bukti tidak lengkap.
PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DITINJAU DARI KEMAMPUAN METAKOGNISI SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA Mailah, Siti; Sujarwo, Imam
Galois: Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2023): Galois : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/gjppm.v2i2.6899

Abstract

Understanding mathematical concepts is an important aspect in achieving optimal mathematics learning outcomes. Understanding mathematical concepts is also an important foundation for thinking in solving mathematical problems and everyday problems. Students can easily solve math problems if they understand the concepts well. One of the mathematical abilities that plays an important role in understanding concepts is the ability of metacognition. With the ability of metacognition, students can easily control and regulate what is learned. So this study aims to describe the understanding of mathematical concepts in terms of students' metacognition ability in solving story problems. This study used qualitative research methods with a phenomenological approach. The subjects in this study amounted to 6 grade VII students of SMP Negeri 4 Malang and the subject retrieval technique used purposive sampling. The data collection techniques used are tests and interviews, while to find out the validity of using triangulation techniques. The results of this study show: 1) students with high metacognition ability meet all indicators of instrumental understanding and complete relational understanding and students are able to explain the reasons for the answers obtained so that they are classified as having relational understanding. 2) Students with moderate metacognition ability are able to meet the instrumental comprehension indicator while for the relational comprehension indicator there are two indicators that can be met but are lacking and three indicators have not been met, and students are able to explain the reasons for some of the answers given, so they are classified as having instrumental understanding that is skewed towards relational understanding. 3) students with low metacognition ability are only able to meet the indicators Instrumental understanding and does not meet all indicators of relational understanding and students have not been able to explain the answers obtained so they are classified as having instrumental understanding. ABSTRAK Pemahaman konsep matematis menjadi aspek penting dalam mencapai hasil belajar matematika yang optimal. Pemahaman konsep matematis juga merupakan landasan penting untuk berpikir dalam menyelesaikan permasalahan matematika maupun permasalahan sehari-hari. Siswa dapat mudah menyelesaikan masalah matematika jika telah memahami konsep dengan baik. Salah satu kemampuan matematika yang berperan penting terhadap pemahaman konsep adalah kemampuan metakognisi. Dengan adanya kemampuan metakognisi, siswa dapat dengan mudah mengontrol dan mengatur apa yang dipelajari. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep matematis ditinjau dari kemampuan metakognisi siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 6 siswa kelas VII SMP Negeri 4 Malang dan teknik pengambilan subjek menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara, sedangkan untuk mengetahui keabsahan data menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) siswa dengan kemampuan metakognisi tinggi memenuhi semua indikator pemahaman instrumental dan pemahaman relasional secara lengkap serta siswa mampu menjelaskan alasan dari jawaban yang diperoleh sehingga tergolong memiliki pemahaman relasional. 2) siswa dengan kemampuan metakognisi sedang mampu memenuhi indikator pemahaman instrumental sedangkan untuk indikator pemahaman relasional terdapat dua indikator yang dapat dipenuhi tetapi kurang dan tiga indikator belum terpenuhi, serta siswa mampu menjelaskan alasan dari sebagian jawaban yang diberikan, sehingga tergolong memiliki pemahaman instrumental yang condong pada pemahaman relasional. 3) siswa dengan kemampuan metakognisi rendah hanya mampu memenuhi indikator pemahaman instrumental dan tidak memenuhi semua indikator pemahaman relasional serta siswa belum mampu menjelaskan atas jawaban yang diperoleh sehingga tergolong memiliki pemahaman instrumental.
Penerapan Model Kooperatif dalam Pembelajaran Matematika Kelas V Di MIN 3 Kota Palangka Raya Pertiwi, Ratna Rahayu; Mahmudah, Istiyati
Galois: Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2 No 2 (2023): Galois : Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika
Publisher : Program Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/gjppm.v2i2.6900

Abstract

In the Republic of Indonesia Government Regulation Number 19 of 2005 article 7 paragraph 3 concerning national education standards for MI/SD and other secondary units which states that mathematics is one of the subjects included in the MI/SD/SDLB/group. Package A or at another level. This mathematics subject must be mastered by children from an early age in MI/SD, so that children can be skilled in everyday life. So there is a need for models in mathematics learning so that they can help students improve positive traits in thinking. When making observations, the results of interviews with mathematics teachers in class 5 were the cooperative learning model which is often used in mathematics lessons. ABSTRAK DI dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia tercantum Nomor 19 Tahun 2005 pasal 7 ayat 3 tentang standar nasional pendidikan untuk satuan MI/SD dan menengah lainnya yang menyatakan bahwa di mata pelajaran matematika salah satu mata pelajaran yang di masukkan ke dalam kelompok MI/SD/SDLB/Paket A atau di jenjang lainnya. Mata pelajaran matematika ini harus dikuasai oleh anak sejak dini di MI/SD, agar anak dapat terampil dalam kehidupan sehari-hari. Maka di perlukannya model dalam pembelajaran matematika agar dapat membantu siswa dalam meningkatkan sifat positif dalam berpikir. Yang di mana pada saat melakukan observasi, hasil dari wawancara terhadap guru mata pelajaran matematika di kelas 5 yaitu model pembelajaran kooperatif lah yang sering di gunakan dalam pembelajaran dalam pelajaran matematika.

Page 2 of 4 | Total Record : 35