cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana03@gmail.com
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
jurnal.guruku@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien no. 36A Cijoho-Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 30318181     DOI : https://doi.org/10.25134/jguruku
Core Subject : Education,
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru merupakan media publikasi dengan lingkup pendidikan yang terbuka bagi semua guru dan semua cabang ilmu. Penulis harus memiliki intansi di sekolah baik SD, SMP, dan SMA sebagai penulis, penulis lain dari luar intansi tersebut merupakan target lain dengan fokus tulisan pendidikan seperti mahasiswa, peneliti, tau dosen. Kami terbuka menerima naskah dari para penulis dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fokus dan lingkup, etika publikasi, petunjuk penulisan, proses review, dan template jurnal yang harus diikuti oleh penulis. Dengan ketentuan yang berlaku pada jurnal JGuruku, Naskah yang terbit pada jurnal ini diberikan akses terbuka yang artinya siapa saja bisa mengakses arsip jurnal yang diterbitkan dengan perlindungan ketentuan hak cipta mengikuti Creativ Cumon CC-BY-SA. Penerbitan mengunakan Lisensi LOCKSS akan muncul di Tentang Jurnal di bawah Pengarsipan: LOCKSS License. Lisensi CLOCKSS akan muncul di Tentang Jurnal di bawah Pengarsipan: CLOCKSS License.
Articles 225 Documents
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA DI KELAS II SD NEGERI GLONGGONGAN 02. MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE THE POWER OF TWO AND FOUR Sri Endang Yuliastuti
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hasil peneliian mengenai peningkatan hasil belajarmatematia dikelas II SD Negeri Glonggongan 02 Menggunakan metode Cooperative The Power Of Twoand Four menunjukan bahwa pra PTK menujukan nilai yang masih jauh dari harapan pencapaian, Adapun harapan adalah dengn rata rata klasikal 70 dan pencapain 85%, hal inipun masih berlanjut Ketika masuk kedalam pembelajaran siklu 1 dimana secara rata rata klasikal telah melebihi rata rata ang ditentukan akn tetapi secara pencapaian belum mencapai 85%, dan pada akhirnya pencapaian di atas 85% terselesaikan pada siklus 2. Kata kunci: cooperativ learning; The Power Of Two and Four. Metode, pembelajaran EFFORTS TO IMPROVE MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES IN GRADE II OF GLONGGONGAN 02 ELEMENTARY SCHOOL USING THE COOPERATIVE THE POWER OF TWO AND FOUR METHOD ABSTRACT The results of research regarding improving mathematics learning outcomes in class II of SD Ngri Glonggongan 02 using the Cooperative The Power of Two and Four method show that pre PTK shows scores that are still far from expectations of achievement. The expectations are with a classical average of 70 and achievement of 85%, this is still continuing. When entering learning cycle 1, the classical average has exceeded the specified average but the achievement has not yet reached 85%, and in the end the achievement above 85% is completed in cycle 2. Keywords: cooperative learning; The Power Of Two and Four. Method, learning
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS 1 DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG SOAL CERITA PENJUMLAHAN MELALUI METODE BERMAIN PERAN DI SD NEGERI PENDE 01 Swesti Widiastuti
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hasil penelitian mengenai hasil belajar siswa kelas 1 dalam pembelajaran matematika mengenai soal cerita pejumlahan melalui metode bermain peran di sekolah dasra Pende 01 menunjukan hasil bahwa pada pra siklus hasilnya masih jauh dari harapan yaitu dengan rata rata klasikal minimal 70 dan capaian 85%, sedangkan pada siklus 1 secara rata rata klasikalsudah di atas rata rata minimum akan tetapi pencapaian belum mencapai 85%, dan baru tuntas pada saat sijlus kedua itupun masih tersisa satu peserta didik yang belum tuntas disebabkan karna masih kurang lancar dalam membaca, sehingga harus dilakukan remidial. Kata kunci: bermain peran, soal cerita, peningkatan, hasil belajar IMPROVEMENT OF GRADE 1 STUDENTS' LEARNING OUTCOMES IN MATHEMATICS REGARDING ADDITION WORD PROBLEMS THROUGH ROLE-PLAYING METHOD AT PENDE 01 ELEMENTARY SCHOOL ABSTRACT The results of research regarding the learning outcomes of grade 1 students in learning mathematics regarding addition story problems using the role-playing method at the Pende 01 elementary school show that in the pre-cycle the results were still far from expectations, namely with a minimum classical average of 70 and an achievement of 85%, whereas in the cycle 1 classical average is already above the minimum average, but achievement has not yet reached 85%, and it was only completed during the second cycle and even then there was still one student who had not completed it because he was still not fluent in reading, so remedial training had to be carried out. Keywords: role playing, story questions, improvement, learning outcomes
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU LKPD LIVEWORKSHEET DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PESERTA DIDIK PADA MATERI EKOSISTEM Ina Ropiatin; Rahma Widiantie; Wiwi Widiarsih
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran IPAS di SMK saat ini belum berjalan dengan efektif. Kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru dan sumber belajar yang digunakan masih terbatas buku paket. Penelitian yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dengan menerapkan model Problem Based learning berbantu liveworksheet pada siswa SMK kelas X BDP. Data hasil belajar IPAS dikumpulkan dengan metode tes yaitu soal obyektif. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif eksperimen dengan desain penelitian One-Group Pretest Posttest Design, dengan subjek peserta didik kelas X BDP SMK Taruna Bhakti Kadugede, populasi penelitian berjumlah 16 orang. Data dikumpulkan Melalui hasil tes siswa dan observasi pada materi Ekosistem kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Pada hasil belajar siswa melalui pretest dan posttest mengalami peningkatan dalam pemahaman materi yang sudah diberikan oleh guru, yang dibuktikan dari hasil pretest yang menjawab benar hanya sebesar 38% dan mengalami kenaikan ketika postest menjadi 80% yang menjawab benar. Hasil tersebut menyatakan bahwa npretest < npostest , berdasarkan hasil perhitungan tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian berupa peningkatan keterampilan HOTS peserta didik didapatkan dari nilai pre-test dan post test, yaitu nilai rata-rata pretest keterampilan HOTS peserta didik yaitu 38 % nilai rata-rata posttest peserta didik yaitu 80%. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh model problem-based learning berbantu LKPD liveworksheet terhadap hasil belajar pada materi ekosistem. Adanya penerapan model probrem based learning berbantuan LKPD liveworksheet dapat dijadikan pedoman atau acuan guru untuk menciptakan suasana belajar yang aktif khususnya pada pembelajaran Proyek IPAS. Kata kunci: problem based learning, berpikir tingkat tinggi, LKPD Liveworksheet IMPLEMENTATION OF THE PROBLEM-BASED LEARNING MODEL SUPPORTED BY LKPD LIVEWORKSHEET TO ENHANCE STUDENTS' HIGH-LEVEL THINKING SKILLS IN THE ECOSYSTEM MATERIAL ABSTRACT Science learning in vocational schools is currently not running effectively. Learning activities are still teacher-centered and The learning resources used are still limited to textbooks. The research aims to analyze students' high-level thinking skills by applying the Problem Based learning model assisted by live worksheets to students class X BDP. Data on science and technology learning outcomes were collected using the test method, namely objective questions. The data analysis technique uses experimental quantitative analysis with a One-Group Pretest Posttest Design research design, with the subjects being class X BDP SMK Taruna Bhakti Kadugede students, the research population was 16 people. Data is collected through student test results and observations on Ecosystem material then analyzed using descriptive statistics. The student learning outcomes through the pretest and posttest experienced an increase in understanding of the material provided by the teacher, which was proven from the results of the pretest, only 38% answered correctly and this increased during the posttest to 80% who answered correctly. These results state that npretest < npostest, Based on the results of these calculations, it can be concluded that the research results in the form of increasing students' HOTS skills were obtained from the pre-test and post-test scores, namely the average pretest score for students' HOTS skills is 38%, the average posttest score for students is 80%. The results of this research show that there is an influence of the problem-based learning model assisted by live worksheet LKPD on learning outcomes in ecosystem material. The implementation of the probrem based learning model assisted by live worksheet LKPD can be used as a guide or reference for teachers to create an active learning atmosphere, especially in science project learning. Keywords: problem based learning; high level thinking; Liveworksheet
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI SISWA MELALUI MODEL PBL BERBANTUAN LKPD BERBASIS MASALAH PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN Indra Sholehatul Sidiq; Rahma Widiantie; Wiwi Widiarsih
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning berbantuan LKPD berbasis masalah pada materi Perubahan Lingkungan di kelas X MIPA SMAS Muhammadiyah Lemahabang Kabupaten Cirebon. Langkah-langkah pelaksanaan yang telah dilakukan penulis, diantaranya memilih pendekatan, model pembelajaran, bahan ajar, metode dan media yang sesuai. Guru menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi perubahan lingkungan. Model pembelajaran PBL menggunakan metode berupa diskusi kelompok, presentasi dan tanya jawab. Sedangkan bahan ajar menggunakan LKPD berbasis masalah. Prosedur penelitian terdiri dari empat tahap, yakni (1) perencanaan, (2) tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Berdasarkan analisis hasil belajar dapat diketahui nilai rata-rata pretest adalah 65,50 dan nilai rata-rata postest 72,00 dikarenakan siswa yang mendapatkan nilai diatas KKM sudah melebihi 80% yaitu 10 siswa, dan siswa yang mendapatkan nilai dibawah KKM sebanyak 2 siswa dengan presentasi 20%. Nilai tertinggi pretest adalah 90 dan postest 95 dan nilai terendah pretest adalah 60 dan postest 70. Hasil proses diskusi yang dilakukan siswa dalam pembelajaran mendapatkan nilai yang baik, dan penilaian LKPD peserta didik juga dalam pembelajaran mendapatkan nilai yang baik. Dengan penilaian hasil LKPD berbasis masalah peserta didik mampu menganalisis permasalahan sangat baik 90%, kelancaran mengevaluasi pemecahan masalah sangat baik 85%, dan kualitas hasil laporan pemecahan masalah sangat baik 80%. LKPD berbasis masalah ini diharapkan dapat meningkatkan penguasaan materi peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PBL dengan LKPD berbasis masalah dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat secara aktif untuk berfikir tingkat tinggi mulai dari menganalisis, mengevaluasi dan mencipta. Menyadari betapa pentingnya pembelajaran yang demikian, maka pendidik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan. Kata kunci: Kemampuan berfikir tingkat tinggi, PBL; LKPD EFFORTS TO IMPROVE STUDENTS' HIGH-LEVEL THINKING SKILLS THROUGH THE PROBLEM-BASED LEARNING (PBL) MODEL ASSISTED BY PROBLEM-BASED WORKSHEETS (LKPD) IN THE ENVIRONMENTAL CHANGES MATERIAL ABSTRACT This study aims to improve students' high-level thinking skills through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by problem-based worksheets (LKPD) in the Environmental Changes material for 10th-grade science students at Muhammadiyah Lemahabang High School, Cirebon Regency. The steps taken by the author include selecting an approach, learning model, teaching materials, suitable methods, and media. Teachers used the Problem-Based Learning (PBL) model in the Environmental Changes material. PBL involves methods such as group discussions, presentations, and question-and-answer sessions. The teaching material utilized problem-based worksheets. The research procedure consists of four stages: (1) planning, (2) action, (3) observation, and (4) reflection. Based on the analysis of learning outcomes, the average pretest score was 65.50, and the average posttest score was 72.00. This is because students who scored above the minimum passing grade (KKM) exceeded 80%, with 10 students, while those below KKM were 2 students, accounting for 20%. The highest pretest score was 90, and the highest posttest score was 95, while the lowest pretest score was 60, and the lowest posttest score was 70. The results of student discussions during learning were good, and the assessment of problem-based worksheets showed positive results. Based on the problem-based worksheets assessment, students were able to analyze problems very well at 90%, evaluate problem-solving very well at 85%, and the quality of problem-solving reports was very good at 80%. It is expected that these problem-based worksheets can improve students' mastery of the material. In conclusion, the use of the PBL model with problem-based worksheets can provide students with opportunities to actively engage in high-level thinking, from analyzing to evaluating and creating. Recognizing the importance of such learning, educators can enhance the quality of learning continuously. Keywords: High-level thinking skills, PBL, Worksheets (LKPD)
UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERFIKIR TINGKAT TINGGI SISWA MELALUI MODEL PBL BERBANTUAN LKPD BERBASIS MASALAH PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN Dolfinus Moktis
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan Penulisan Praktik ini adalah untuk mendeskripsikan praktik penulis dalam menerapkan pembelajaran higher order thinking skills (HOTS), sasaran pelaksanaan ini adalah siswa kelas 7 di SMP Negeri 2 Manokwari sebanyak 32 orang. Pembelajaran descriptive text dengan model pembelajaran discovery learning layak dijadikan praktik pembelajaran berorientasi HOTS karena dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis dan pemecahan masalah. Dengan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) secara sistematis dan cermat, pembelajaran descriptive text dengan model pembelajaran discovery learning yang dilaksanakan tidak sekedar berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan PPK,literasi dan kecakapan abad 21. Kata kunci: Best Practice, Discovery Learning, Descriptive Text OBSERVATION OF THE APPLICATION OF THE DISCOVERY LEARNING TEACHING MODEL TO ENHANCE HIGH-ORDER THINKING SKILLS (HOTS) ABSTRACT The purpose of writing this practice is to describe author’s practice in implementing higher order thinking skills (HOTS) oriented learning. The target of implementing this best practice is 160 grade VII students at SMP Negeri 2 Manokwari. Descriptive text learning with the discovery learning model is appropriate as a HOTS oriented learning practice because it can improve students’ abilities in transferring knowledge, critical thinking and problem solving. By systematically and carefully preparing lesson plan (RPP), learning descriptive text using the discovery learning is not only HOTS oriented, but also integrates PPK, literacy and 21st century skills. Keywords: Best Practice, Discovery Learning, Descriptive text.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENULIS TEKS NARATIF DENGAN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF CIRC DAN TTW TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS DESKRIPTIF Aan Sri Yuliana
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar belakang dalam penelitian ini adalah model kooperatif circ dan TTW belum pernah digunakan dan pembelajaran dan pembelajaran masih berorientasi pada guru sehingga kurangnya antusias siswa pada pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penggunaan model kooperatif circ dan TTW terhadap kemampuan menulis deskriptif kelas IV yang berjumlah 36 siswa. Penelitian ini menggunakan metode Studi Quasi Eksperimen. Instrumen yang digunakan dala penelitian ini adalah tes tertulis dalam bentuk pilihan ganda. Tes terdiri dari Pretest dan Posttest. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis (uji t dan n-gain). Hal ini menunjukkan hasil analisis uji t bahwa t hitung lebih besar dari t tabel dan uji n-gain yang menunjukkan peningkatan dengan kategori tinggi. Maka dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan dan peningkatan yang signifikan efektifitas pembelajaran menulis teks naratif dengan menggunakan model kooperatif circ dan TTW terhadap peningkatan kemampuan menulis deskriptif. Kata kunci: Cooperative Integrated Reading And Composition; Think Talk Write; kemampuan menulis deskriptif. THE EFFECTIVENESS OF LEARNING TO WRITE NARRATIVE TEXT USING THE CIRC AND TTW COOPERATIVE MODEL TO IMPROVE DESCRIPTIVE WRITING ABILITY ABSTRACT The background to this research is that the Circ and TTW cooperative models have never been used and teaching and learning is still teacher-oriented, resulting in a lack of student enthusiasm for learning. This research aims to determine the effectiveness of using the Circ and TTW cooperative models on the descriptive writing abilities of class IV, totaling 36 students. This research uses a Quasi Experimental Study method. The instrument used in this research was a written test in the form of multiple choices. The test consists of a Pretest and Posttest. The data analysis technique for this research uses normality tests, homogeneity tests, and hypothesis tests (t and n-gain tests). This shows the results of the t test analysis that the calculated t is greater than the t table and the n-gain test shows an increase in the high category. Thus, the conclusion of this research can be stated that there is a significant difference and increase in the effectiveness of learning to write narrative texts using the Circ and TTW cooperative models in improving descriptive writing skills. Keywords: Cooperative Integrated Reading And Composition; Think Talk Write; descriptive writing skills.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MENULIS TERBIMBING DAN PROSES MENULIS TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI Eka Puji Rahayu
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskripsi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh dan peningkatan antara siswa yang menggunakan model pembelajaran menulis terbimbing dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran proses menulis terhadap kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa sekolah dasar kelas IV. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan hasil diperoleh nilai thitung = 2,1 dan nilai ttabel = 1,68. Maka dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh dan peningkatan kemampuan siswa yang menggunakan model menulis terbimbing dan model proses menulis. Kata kunci: menulis terbimbing; proses menulis, kemampuan menulis paragraf deskripsi. THE INFLUENCE OF GUIDED WRITING LEARNING MODELS AND THE WRITING PROCESS DESCRIPTION PARAGRAPH WRITING SKILLS ABSTRACT This research was motivated by students' lack of ability to write descriptive paragraphs. The research aims to determine the differences in influence and improvement between students who use the guided writing learning model and students who use the writing process learning model on the ability to write descriptive paragraphs for fourth grade elementary school students. The results of this research show that there are differences between the experimental class and the control class with the results obtained tcount = 2.1 and ttable value = 1.68. So it can be concluded that there is an influence and improvement in students' abilities who use the guided writing model and the writing process model. Keywords: guided writing; writing process, ability to write descriptive paragraphs.
PENERAPAN METODE SCAFFOLDED READING DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS Henny Rahmawati
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya siswa dalam pemahaman membaca dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan metode scaffolded reading terhadap kemampuan pemahaman membaca siswa sekolah dasar Tegongan 02 kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah. Hasil pada penelitian ini nilai thitung = 2,780 dan nilai ttabel = 1,708, maka thitung > ttabel, ini menunjukan H1 di terima. maka dapat disimpukan bahwa terdapat perbedaan dan peningkatan kemampuan membaca pemahaman dan kemampuan berpikir kritis yang menggunakan metode scaffolded reading. Kata kunci: Metode Scaffolded Readin:, Membaca pemahaman; Berpikir kritis. APPLICATION OF THE SCAFFOLDED READING METHOD IN LEARNING STUDENTS' READING COMPREHENSION AND CRITICAL THINKING ABILITIES ABSTRACT This research was motivated by students' lack of reading comprehension in Indonesian language learning. This research aims to determine the use of the scaffolded reading method on the reading comprehension abilities of Tegongan 02 elementary school students, Tanjung sub-district, Brebes Regency, Central Java Province. The results of this study are tcount = 2.780 and ttable value = 1.708, so tcount > ttable, this shows that H1 is accepted. So it can be concluded that there are differences and improvements in reading comprehension and critical thinking skills using the scaffolded reading method. Keywords: Scaffolded Reading Method:, Reading comprehension; Critical thinking
KAJIAN PEMBELAJARAN ETNOSAINS DENGAN KONTEKSTUAL PADA PELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR Mashuri
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh siswa yang tidak memahami tentang materi pelajaran dalam muatan IPA dasar, maka hadirlah solusi mengenai hal ini yaitu pendekatan etnosains pada pelajaran IPA. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji seberapa penting dan efektif etnosains di lakukan pada pelajaran IPA di sekolah dasar. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu dengan studi literatur, penelti melakukan kajian terhadap beberapa artikel yang terindeks serta melakukan analisis didalamnya untuk mendapatkan informasi yang valid dan berguna. Kesimpulan dari penellitian ini adalah etnosains memberikan dampak belajar yang baik bagi siswa, didalamnaya berkaitan erta dengan lingkungan alam yang dapat dikaitkan pada setiap muatan pelajaran terkhusus pada muatan IPA, seperti belajar membuat suatu kerajian yang memanfaatkan bahan alam di sekitar, mengaitkan materi ajar dengan kondisi alam sekitar, dan lain-lain. Kata Kunci: Etnosains, IPA, Siswa sekolah dasar. CONTEXTUAL STUDY OF ETHNOSCIENCE LEARNING IN SCIENCE LESSONS IN PRIMARY SCHOOLS ABSTRACT This study is motivated by students who do not understand about the subject matter in the basic science content, then there is a solution on this subject is the ethnoscience approach to science. The purpose of this study is to assess how important and effective ethnoscience in doing science lessons in elementary school. The research method used is the study of literature, researchers conducted a study of several articles that are indexed and analyzed therein to obtain valid and useful information. The conclusion of this research is that ethnoscience provides a good learning impact for students, in which it is related to the natural environment that can be associated with each lesson content, especially in science content, such as learning to make a craft that utilizes natural materials around, associating teaching materials with surrounding natural conditions, and others. Keywords: Ethnoscience, Science, Elementary School students.
PENERAPAN MEDIA DIGITAL STORY TELLING BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM MENINGKATKAN KESANTUNAN BERBAHASA INDONESIA LISAN DAN TULIS Muhaimin
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnyakesantunan berbahasa Indonesia lisan dan tulisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kesantunan berbahasa lisan dan tulisan siswa antara kelas eksperimen yang menerapkan media digital story telling berbasis kearifan likal dan kelas kontrol yang menerapkan media yang biasa dilakukan guru setelah diberi perlakuan (posttest), serta untuk meningkatkan kesantunan berbahasa indonesia lisan dan tulisan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen semu dengan teknik Nonequvalent Pretest – Posttest Control Group Design. Data penelitian diperoleh dari hasil pretest dan posttest berupa 20 soal pilihan ganda. Proses analisis data antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Analisis data uji-t posttest pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan bahwa nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, data tersebut menunjukkan adanya pengaruh terhadap kesantunan berbahasa Indonesia lisan dan tulisan siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah perlakuan. Selain itu juga terdapat pengaruh peningkatan (gain) kesantunan berbahasa Indonesia lisan dan tulisan siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kesantunan berbahasa Indonesia lisan dan tulisan siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kata kunci: Meida digital story talling, kearifan lokal, kesantunan berbahasa Indonesia lisan dan tulisan. APPLICATION OF LOCAL WISDOM-BASED DIGITAL STORY TELLING MEDIA IN IMPROVING POLITINESS IN ORAL AND WRITTEN INDONESIAN ABSTRACT This research was motivated by the low level of politeness in spoken and written Indonesian. This research aims to determine the difference in improving students' spoken and written politeness between the experimental class which applies digital story telling media based on local wisdom and the control class which applies media which is usually used by teachers after being given treatment (posttest), as well as to improve politeness in spoken Indonesian and writing between the control class and the experimental class. The research method used is a quasi-experimental method with the Nonequvalent Pretest – Posttest Control Group Design technique. Research data was obtained from the results of the pretest and posttest in the form of 20 multiple choice questions. Data analysis process between the experimental class and the control class. Analysis of posttest t-test data in the experimental class and control class showed that the sig (2-tailed) value was 0.000 < 0.05, this data shows that there was an influence on students' spoken and written Indonesian politeness between the experimental class and the control class after treatment. Apart from that, there was also the effect of increasing (gain) politeness in students' spoken and written Indonesian between the experimental class and the control class. This shows that there is an increase in students' spoken and written Indonesian language politeness between the experimental class and the control class. Keywords: Meida digital stor telling, local wisdom, politeness in spoken and written Indonesian.