cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana03@gmail.com
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
jurnal.guruku@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien no. 36A Cijoho-Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 30318181     DOI : https://doi.org/10.25134/jguruku
Core Subject : Education,
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru merupakan media publikasi dengan lingkup pendidikan yang terbuka bagi semua guru dan semua cabang ilmu. Penulis harus memiliki intansi di sekolah baik SD, SMP, dan SMA sebagai penulis, penulis lain dari luar intansi tersebut merupakan target lain dengan fokus tulisan pendidikan seperti mahasiswa, peneliti, tau dosen. Kami terbuka menerima naskah dari para penulis dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fokus dan lingkup, etika publikasi, petunjuk penulisan, proses review, dan template jurnal yang harus diikuti oleh penulis. Dengan ketentuan yang berlaku pada jurnal JGuruku, Naskah yang terbit pada jurnal ini diberikan akses terbuka yang artinya siapa saja bisa mengakses arsip jurnal yang diterbitkan dengan perlindungan ketentuan hak cipta mengikuti Creativ Cumon CC-BY-SA. Penerbitan mengunakan Lisensi LOCKSS akan muncul di Tentang Jurnal di bawah Pengarsipan: LOCKSS License. Lisensi CLOCKSS akan muncul di Tentang Jurnal di bawah Pengarsipan: CLOCKSS License.
Articles 225 Documents
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER PADA SISWA KELAS I SD NEGERI CIKEUSAL KIDUL 01 Rahmawati, Tri
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah, aktifitas pembelajaran rendah yang mengakibatkan nilai tes formatif pada 2 sub tema 2 yang dapat dicapai oleh siswa kelas I SD Negeri Cikeusal kidul 01 nilai rata-rata hanya 51 dan siswa yang mencapai tingkat penguasaan materi pembelajaran sebesar 17%, hanya 5 anak yang mendapatkan nilai di atas 60.. Untuk itu diperlukan penelitian pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar. Penelitian ini akan mengarahkan kajiannya secara teliti pada : hasil belajar tema 2 dan sub teme 2, mengadakan wawancara dan observasi dengan tujuan untuk mengetahui kondisi awal. Kemudian disusun langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi sesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran. Tindakan diprogramkan dalam dua siklus Dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dapat di ambil simpulan, (1) Sebelum pelaksanaan penelitian tindakan kelas siswa tidak tertarik dengan materi sehingga aktifitas belajarnya rendah dan hasil belajar yang diperoleh nilai rata-ratanya 51, yang tuntas 5 (17%),. Setelah kegiatan pembelajaran dengan menerapkan , terjadi kerja sama yang positif di antara siswa, aktifitas guru baik (B) pada siklus 1 dan amat baik (A) pada siklus 2. (2) hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata pra siklus 60,55, meningkat menjadi 72,39 pada siklus pertama dan menjadi 82,89 pada siklus kedua, serta ditandai dengan ketuntasan pada pra siklus tuntas 5 (17%) belum tuntas 20 (71,4%), menjadi tuntas 26 (92,8%) belum tuntas 2 (7,2%). Kata kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran Kooperatif, dan NHT. IMPROVING LEARNING OUTCOMES THROUGH THE APPLICATION OF THE NUMBERED HEAD TOGETHER TYPE COOPERATIVE LEARNING MODEL TO GRADE I STUDENTS OF SD NEGERI CIKEUSAL KIDUL 01 ABSTRACT The problem raised in this research is that learning activity is low which results in formative test scores in 2 sub-themes 2 that can be achieved by class I students at SD Negeri Cikeusal Kidul 01 with an average score of only 51 and students who achieve a level of mastery of the learning material of 17%. , only 5 children got a score above 60. For this reason, research on learning approaches is needed that can improve learning activities and outcomes. This research will direct its study carefully to: learning outcomes for theme 2 and sub-theme 2, conducting interviews and observations with the aim of finding out initial conditions. Then steps are drawn up for planning, implementing actions, observing and reflecting in accordance with the learning improvement plan. Actions are programmed in two cycles. From the implementation of this classroom action research, conclusions can be drawn: (1) Before implementing the classroom action research, students were not interested in the material so their learning activity was low and the learning outcomes obtained were an average score of 51, which was completed 5 (17% ),. After implementing learning activities, there was positive cooperation between students, the teacher's activities were good (B) in cycle 1 and very good (A) in cycle 2. (2) student learning outcomes increased. This can be seen from the average pre-cycle value of 60.55, increasing to 72.39 in the first cycle and to 82.89 in the second cycle, and marked by completion in the pre-cycle completion 5 (17%) not yet complete 20 (71 .4%), completed 26 (92.8%) incomplete 2 (7.2%). Keywords: Learning Outcomes, Cooperative Learning, and NHT.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN METODE PRAKTEK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MENGENAI MATERI RANGKAIAN LISTRIK DI KELAS VI SD NEGERI KEDUNGNENG 01 LOSARI Isnaeni, Isnaeni
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model problem based learning pada materi rangkaian Listrik di kelas VI SD Negeri Kedungneng. Jenis penelitian adalah penelitian Tindakan kelas menggunakan model Jhon Eliot. Hasilnya menunjukan bahwa dengan menggunakan dua siklus pembelajaran tercapai sesuai dengan standart KKM yang telah ditentukan yaitu 95% peserta didik dinyatakan selesai sebanyak 5% harus menempuh remedial. Kelebihan dari penggunaan PBL adalah meningkatkan keaktifan siswa serta meningkatkan motivasi selain hasil belajar. Kata kunci: PBL, Demonstrasi, Rangkaian Listrik. THE APPLICATION OF THE PROBLEM-BASED LEARNING MODEL WITH PRACTICAL METHODS AS AN EFFORT TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES REGARDING ELECTRICAL CIRCUIT MATERIAL IN CLASS VI SD NEGERI KEDUNGNENG 01 LOSARI ABSTRACT This research aims to improve student learning outcomes by using a problem based learning model on electrical circuit material in class VI of Kedungneng State Elementary School. The type of research is classroom action research using the John Eliot model. The results show that by using two learning cycles, it was achieved in accordance with the predetermined KKM standards, namely 95% of students were declared complete, 5% had to take remedial treatment. The advantage of using PBL is that it increases student activity and increases motivation in addition to learning outcomes. Keywords: : PBL, Demonstration, Electrical Circuits.
COOPERATIVE TEACHING LEARNING BERBASIS NUMBERED HEAD TOGETHER MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS 5 SDN KALINUSU 01 M Rifaizin
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Peserta Didik di kelas 5 SDN Kalinusu 01 melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Head Together). Data hasil belajar Peserta Didik yang terkumpul dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT (Number Head Together) dapat meningkatkan hasil belajar Peserta Didik kelas 5 SDN Kalinusu 01. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar Peserta Didik pada siklus I nilai rata-rata Peserta Didik 71,8 dengan persentase ketuntasan belajar 65% dan nilai rata Peserta Didik pada siklus II 80 dengan persentase ketuntasan belajar 95%. Dengan demikian, terdapat peningkatan hasil belajar Peserta Didik setelah menerapkan model pembelajaran NHT (Number Head Together), sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran NHT (Number Head Together) dapat meningkatkan hasil belajar Peserta Didik pada subtema 1 ciri-ciri makhluk hidup di kelas 5 SDN Kalinusu 01 Kabupaten Brebes. Kata kunci: Cooperative Teaching Learning, Numbered Head Together COOPERATIVE TEACHING LEARNING BASED ON NUMBERED HEAD TOGETHER IMPROVES LEARNING ACHIEVEMENT OF GRADE 5 STUDENTS OF SDN KALINUSU 01 ABSTRACT This study aims to improve the learning outcomes of students in grade 5 SDN Kalinusu 01 through the application of the NHT (Number Head Together) type cooperative learning model. The collected data on student learning outcomes are analyzed qualitatively. The results of this study show that the application of the NHT (Number Head Together) type cooperative learning model can improve the learning outcomes of grade 5 students of SDN Kalinusu 01. This can be seen from the increase in student learning outcomes in cycle I the average score of students is 71.8 with a percentage of learning completeness of 65% and the average value of students in cycle II is 80 with a percentage of learning completeness of 95%. Thus, there is an increase in student learning outcomes after applying the NHT (Number Head Together) learning model, so it can be concluded that the NHT (Number Head Together) learning model can improve student learning outcomes in subtheme 1 characteristics of living things in grade 5 SDN Kalinusu 01 Brebes Regency. Keywords: Cooperative Teaching Learning, Numbered Head Together
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DENGAN METODE DEMONSTRASI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA SD NEGERI 02 KALILANGKAP Adawiyah, Robi’atul
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan meningkatkan prestasi belajar matematika Siswa Kelas 2 SD Negeri Kalilangkap 02 melalui Penerapan Metode Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Dengan Metode Demonstrasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan jenis penelitian derkriptif kuantitatif. Penelitian nini dilakukan di SDN Kalilangkap 02. Partisipan penelitian ini adalah siswa kelas 2 SDN Kalilangkap 02. Data dikumpulkan dengan menggunakan intrumen Lembar kerja siswa, observasi dan tes formatif. Teknis analisis data dengan menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil yang didaptkan dalam penelitian ini yaitu menunjukkan pembelajaran Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Dengan Metode Demonstrasi memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (65,00%), siklus II (75,00%), siklus III (85,00%). Kata kunci: Model pembelajaran, Problem Based Learning, metode demonstrasi, prestasi belajar siswa. APPLICATION OF THE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) LEARNING MODEL WITH A DEMONSTRATION METHOD TO IMPROVE STUDENT ACHIEVEMENT OF SD NEGERI 02 KALILANGKAP ABSTRACT This study aims to improve mathematics learning achievement of Grade 2 Students of SD Negeri Kalilangkap 02 through the Application of the Problem Based Learning (PBL) Learning Model Method with the Demonstration Method. The research method used is classroom action research with a type of quantitative derivative research. This research was conducted at SDN Kalilangkap 02. The participants of this study were grade 2 students of SDN Kalilangkap 02. Data were collected using student worksheets, observations and formative tests. Technical data analysis using qualitative descriptive. The results obtained in this study show that learning the Problem Based Learning (PBL) Learning Model with the Demonstration Method has a positive impact on improving student achievement which is characterized by an increase in student learning completeness in each cycle, namely cycle I (65.00%), cycle II (75.00%), cycle III (85.00%). Keywords: Learning models, Problem Based Learning, demonstration methods, student achievement.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGIDENTIFIKASI SIFAT -SIFAT MAGNET KELAS VI SERTA KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN METODE DEMONSTRAS Lestari, Sri
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan mengidentifikasi sifat-sifat magnet dan kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) siswa kelas VI melalui penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan saintifik dan metode demonstrasi. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Bangbayang 03, dengan subjek penelitian berjumlah 15 siswa kelas VI. Pendekatan PBL diimplementasikan dalam dua siklus penelitian, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen penelitian mencakup Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), tes formatif, dan lembar observasi. Hasil pra siklus menunjukkan rendahnya pencapaian siswa dalam materi mengidentifikasi sifat-sifat magnet. Penerapan PBL pada siklus I menghasilkan peningkatan, namun masih terdapat beberapa kendala dalam aktifitas siswa dan penyimpulan pembelajaran. Oleh karena itu, pada siklus II dilakukan perbaikan, terutama dalam memaksimalkan diskusi kelompok dan memberikan pemahaman yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus II terjadi peningkatan signifikan, dengan 100% siswa mencapai ketuntasan minimal dalam tes formatif dan LKPD. Aktivitas siswa juga meningkat menjadi 93,33%. Hal ini mengindikasikan bahwa model PBL dengan pendekatan saintifik dan metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan keterampilan mengidentifikasi sifat-sifat magnet dan HOTS siswa kelas VI. Kesimpulannya, penerapan model PBL dengan pendekatan saintifik dan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI dalam mengidentifikasi sifat-sifat magnet serta mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan penelitian dengan jumlah subjek yang lebih besar dan memperdalam analisis terhadap pengaruh pendekatan saintifik dan metode demonstrasi secara terpisah.. Kata kunci: Problem Based Learning, Pendekatan Saintifik, Metode Demonstrasi, Higher Order Thinking Skills, Sifat-sifat Magnet. IMPROVED SKILLS IN IDENTIFYING CLASS VI MAGNETIC TRAITS AS WELL AS HIGHER-ORDER THINKING SKILLS THROUGH LEARNING MODELS PROBLEM BASED LEARNING AND DEMONSTRATION METHODS ABSTRACT This study aims to improve the skills of identifying magnetic properties and higher order thinking skills (HOTS) of grade VI students through the application of the Problem Based Learning (PBL) learning model with a scientific approach and demonstration method. The research was conducted at SD Negeri Bangbayang 03, with research subjects totaling 15 grade VI students. The PBL approach is implemented in two research cycles, with stages of planning, implementation, observation, and reflection. Research instruments include Learning Implementation Plans (RPP), Student Worksheets (LKPD), formative tests, and observation sheets. Pre-cycle results show low student achievement in the material identifying magnetic properties. The application of PBL in the first cycle resulted in an increase, but there were still some obstacles in student activities and learning conclusions. Therefore, in cycle II improvements were made, especially in maximizing group discussions and providing better understanding. The results showed that in cycle II there was a significant improvement, with 100% of students achieving minimal completeness in formative tests and LKPD. Student activity also increased to 93.33%. This indicates that the PBL model with a scientific approach and demonstration method is effective in improving the skills of identifying magnetic and HOTS properties of grade VI students. In conclusion, the application of the PBL model with a scientific approach and demonstration method can improve the learning outcomes of grade VI students in identifying magnetic properties and developing higher-order thinking skills. The suggestion for future research is to conduct research with a larger number of subjects and deepen the analysis of the influence of scientific approaches and demonstration methods separately. Keywords: : Problem Based Learning, Pendekatan Saintifik, Metode Demonstrasi, Higher Order Thinking Skills, Sifat-sifat Magnet.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI BIDANG DATAR DI SD NEGERI SITANGGAL 02 Khasanah, Uswatun
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk meningkatkan hasil bejajar Matematika Materi Bidang Datar di SD Negeri Sitanggal 02. Penelitian dengan menggunakan PTK model Hopkins dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan berbantu media pembelajaran matematika serta penerapan metode demontrasi. Hasilnya setelah dilakukan penelitian selama dua siklus 96% siswa tuntas dengan rata rata klasikal 75, swedngkan keaktifan siswa menunjukan trend semakin tinggi dari mulai pra PTK sampai siklus 2. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model PBL berhasil dalam Pembelajaran matematika dan bisa menuntaskan capaian pembelajaran pada materi bidang datar di SD Neegri Sitanggal 02. Kata kunci: PBL, Matematika Bidang Datar, PTK. THE USE OF THE PROBLEM-BASED LEARNING MODEL TO IMPROVE MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES OF FLAT FIELD MATERIAL IN SD NEGERI SIDATED 02 ABSTRACT Research has been carried out regarding the use of the Problem Based Learning Model to improve Mathematics learning outcomes on Flat Field Material at the Siangkat 02 Public Elementary School. The research used the Hopkins model PTK using the Problem Based Learning (PBL) learning model with the help of mathematics learning media and the application of the demonstration method. The results after conducting research for two cycles were 96% of students completed with a classical average of 75, while student activity showed an increasingly higher trend from pre-PTK to cycle 2. From the results of this research it can be concluded that the PBL model is successful in learning mathematics and can complete learning outcomes on flat plane material at Neegri Si Date 02 Elementary School. Keywords: PBL, Flat Field Mathematics, PTK.
HASIL PERBAIKANPEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV MENGGUNAKAN METODE ROLE PLAYING KELAS DI SD NEGERI DUKUHTARI 07 Hildayani, Hildayani
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penulis mengadakan Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya siswa melalui studi awal mata pelajaran Bahasa Indonesia materi menerima telepon dengan etika bertelepon di kelas IV SD Negeri Dukuhturi 07 dengan hasil nilai prestasi belajar siswa kurang optimal, , yaitu tingkat ketuntasan belajar hanya mencapai 18% atau 4 siswa saja yang tuntas dari jumlah 22 siswa dengan nilai rata- rata 52,7 dari KKM 70 yang ditetapkan penulis. Permasalahan dalam Penelitian ini adalah bagaimana menerapkan metode bermain peran (ROLE PLAYING) dada pembelajaran bahasa Indonesia materi menerima telepon dengan etika bertelepon. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan dan empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Hasil Penelitian pada siklus I siswa yang belum tuntas belajar 19 siswa atau 41% dan yang telah tuntas belajar 13 siswa atau 59%, dengan nilai rata-rata kelas 68,6 Hasil Penelitian pada siklus II siswa yang belum tuntas belajar tinggal 1 siswa atau 4,5% dan yang telah tuntas belajar 21 siswa atau 95,5%, dengan nilai rata-rata kelas 82,7. Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa aktifitas yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran yang di upayakan dengan baik ternyata menghasilkan prestasi belajar yang baik pula. Terbukti dari siklus I dan siklus II mengalami peningkatan prestasi belajar yang signifikan. Berarti Pembelajaran dengan metode ceramah bervariasi yang di lengkapi dengan penggunaan alat peraga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa,khususnya di kelas IV SD Negeri Dukuhturi 07 pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi menerima telepon dengan etika bertelepon. Kata kunci: Bahasa Indonesia, bermain peran, PTK, berhasil. RESULTS OF IMPROVING CLASS IV INDONESIAN LANGUAGE LEARNING USING THE CLASS ROLE PLAYING METHOD AT SD NEGERI DUKUHTARI 07 ABSTRACT The author conducted this research on the background of the low level of students through the initial study of Indonesian language subjects on the material of receiving telephone calls with telephone etiquette in class IV SD Negeri Dukuhturi 07 with the results of less than optimal student learning achievement, namely the level of learning completeness only reached 18% or 4 students who were completed from a total of 22 students with an average score of 52.7 from KKM 70 set by the author. The problem in this study is how to apply the role-playing method of Indonesian language learning chest material for receiving telephone calls with telephone etiquette. This research was carried out with two cycles, each cycle consisting of two meetings and four stages, namely planning, action, observation and reflection. Research results in cycle I students who have not completed learning 19 students or 41% and who have completed learning 13 students or 59%, with an average class score of 68.6 Research results in cycle II students who have not completed learning are only 1 student or 4.5% and who have completed learning 21 students or 95.5%, with an average class score of 82.7. From the explanation above, it can be concluded that the activities carried out by the teacher in learning that are well attempted turn out to produce good learning achievements as well. Evidently from cycle I and cycle II there was a significant increase in learning achievement. This means that learning with varied lecture methods equipped with the use of props can improve student learning achievement, especially in class IV SD Negeri Dukuhturi 07 in Indonesian language subjects on receiving telephone material with telephone etiquette.. Keywords: : Indonesian language, role play, PTK, success.
PENERAPAN MODEL KOOPERATIF UNTUK MENINGKATKAN AKTIFITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA TENTANG HEWAN DAN LINGKUNGANNYA DIKELAS V SD NEGERI LANGKAP 01 Pitriasih
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian Tindakan Kelas berdasarkan permasalahan "Apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar IPA tentang identifikasi hewan terhadap lingkungan untuk mempertahankan hidup pada siswa kelas V SD Negeri Langkap 01 ?". tujuan penelitian adalah menerapkan metode kooperatif untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa SD Negeri Langkap 01 Kecamatan Bumiayu tentang identifikasi hewan. Penelitian dilaksanakan melalui perbaikan pembelajaran di kelas selama dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus dilaksanakan sesuai prosedur yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Langkap 01 sebanyak 27 anak. Data yang diperoleh berupa hasil observasi kegiatan hasil belajar mengajar dan evaluasi belajar (Tes Formatif). Dari hasil analisis diketahui bahwa prestasi belajar mengalami peningkatan dari studi awal sampai siklus dua Peningkatan digambarkan melalui ketuntasan menunjukan pada studi awal (57,89%), siklus satu (69,70%), siklus dua (80,70%). Simpulan hasil penelitian adalah model pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA tentang identifikasi hewan terhadap lingkungan untuk hidup pada siswa kelas V SD Negeri Langkap 01 semester 1 tahun ajaran 2022/2023. Kata kunci: PTK, IPA, Model Pembelajaran Kooperatif, aktifitas dan hasil belajar. APPLICATION OF A COOPERATIVE MODEL TO IMPROVE STUDENT ACTIVITIES AND LEARNING OUTCOMES IN SCIENCE LEARNING ABOUT ANIMALS AND THEIR ENVIRONMENT IN CLASS V SD NEGERI LANGKAP 01 ABSTRACT Classroom Action Research based on the problem "Can the use of cooperative learning models improve the activities and learning outcomes of science about animal identification of the environment to sustain life in grade V students of SD Negeri Langkap 01?". the purpose of the study was to apply cooperative methods to improve the activities and learning outcomes of students of SD Negeri Langkap 01, Bumiayu District on animal identification. The research was carried out through improved learning in the classroom for two cycles, each cycle consisting of two meetings. Each cycle was carried out according to procedures, namely planning, action, observation and reflection. The research subjects were fifth grade students of SD Negeri Langkap 01 as many as 27 children. The data obtained in the form of observation of teaching and learning activities and learning evaluations (Formative Tests). From the analysis, it is known that learning achievement has increased from the initial study to cycle two. The increase is illustrated through the completeness shown in the initial study (57.89%), cycle one (69.70%), cycle two (80.70%). The conclusion of the research is that the cooperative learning model can improve students' activities and learning outcomes in science subjects about animal identification of the environment for life in grade V students of SD Negeri Langkap 01 in the first semester of the 2022/2023 academic year. Keywords: PTK, Science, Cooperative Learning Model, activities and learning outcomes.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOPERATIF TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA KELAS II SD NEGERI PETUNJUNGAN 03 Suciyani, Dwi
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 2 SDN Petunjungan 03. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan kelas ini meliputi dua siklus. Tiap-tiap siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan teknik tes dan non tes. metode analisis data dengan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar mata pelajaran matematika melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match pada siswa kelas 2 dinyatakan meningkat, hal dibuktikan terjadi peningkatan hasil belajar antara siklus I nilai rata rata 70 dengan persentase ketuntasan belajar 60% dan nilai rata Peserta Didik pada siklus II 80 dengan persentase ketuntasan belajar 90%. Kesimpulan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match pada siswa kelas 2 SD dapat meningkatkan hasil belajar matematika. Implikasi penelitian ini diharapkan model pembelajaran Make A Match dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Kata kunci: PTK, Make A Match, kooperatif, hasil belajar. APPLICATION OF MAKE A MATCH TYPE COOPERATIVE LEARNING MODEL TO IMPROVE MATHEMATICS LEARNING ACHIEVEMENT IN GRADE II STUDENTS OF SD NEGERI PETUNJUNGAN 03 ABSTRACT The research aims to improve learning activities and outcomes through the Make A Match type cooperative learning model. The subjects in this research were grade 1 students at SDN Petanjungan 03. This research used Classroom Action Research (PTK). This classroom action research includes two cycles. Each cycle consists of planning, action, observation and reflection. The data collection technique used is test and non-test techniques. data analysis method with quantitative descriptive analysis. The results of this research show that the learning outcomes for mathematics subjects through the application of the Make A Match type cooperative learning model for class I students are stated to have increased, this is proven by an increase in learning outcomes between cycle I, the average score is 70 with a learning completion percentage of 60% and the average score of the students. in cycle II 80 with a learning completion percentage of 90%. The conclusion is that applying the Make A Match type cooperative learning model to fourth grade elementary school students can improve mathematics learning outcomes. The implication of this research is that it is hoped that the Make A Match learning model can be used as an alternative to improve student mathematics learning outcomes.Keywords: PTK, Make A Match, cooperative, learning outcomes.
UPAYA MENINGKATKAN BELAJAR SISWA PELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI PERKALIAN SISWA KELAS 2 SD NEGERI PURWODADI 02 DENGAN MEDIA PAPAN PINTAR PERKALIAN Apriyanto, Eko Hidayat
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 1 No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya kemampuan dasar matematika siswa kelas Salah satu faktor yang menyebabkan kemampuan dasar matematika siswa rendah adalah proses pembelajaran masih menggunakan media konvensional yaitu dengan menggunakan papan tulis dan pembelajaran hanya berpusat kepada guru serta membuat siswa pasif. Tujuan penelitian yang akan dicapai adalah untuk mengetahui apakah media papan pintar perkalian dapat meningkatkan kemapuan dasar matematika permulaan di kelas II. Variabel yang menjadi sasaran perubahan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatkan kemampuan kemampuan dasar permulaan siswa kelas II . Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dua siklus dengan jumlah siswa 23 orang, setiap siklus terdiri dari perencanaan pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Dari hasil tindakan siklus I diperoleh hasil belajar kemampuan dasar matematika materi perkalian siswa dengan nilai rata-ratanya 69 dengan presentase siswa 36 %. Hasil tindakan siklus II diperoleh hasil belajar kemampuan dasar matematika pada materi perkalian siswa dengan nilai rata-ratanya 78,67 dengan presentase siswa 90%. Dengan demikian dapat disimpulkan pembelajaran Matematika materi perkalian dengan menggunakan papan pintar perkalian dapat meingkatkan kemampuan dasar matematika materi perkalian di kelas II SD Negeri Purwodadi 02. Kata kunci: papan pintar, matematika, perkalian EFFORTS TO IMPROVE STUDENT LEARNING IN MATHEMATICS LESSONS ON MULTIPLICATION MATERIAL FOR GRADE 2 STUDENTS OF SD NEGERI PURWODADI 02 WITH MULTIPLICATION SMART BOARD MEDIA ABSTRACT The main problem in this study is the low basic mathematical ability of grade students. One of the factors that causes low students' basic math skills is that the learning process still uses conventional media, namely by using a whiteboard and learning is only teacher-centered and makes students passive. The purpose of the research to be achieved is to find out whether multiplication smart board media can improve the basic proficiency of beginning mathematics in grade II. The variable that is subjected to change in this classroom action research is to improve the basic ability of the beginning of grade II students . This Classroom Action Research was carried out in two cycles with a total of 23 students, each cycle consisting of action implementation planning, observation and reflection. From the results of the first cycle of actions, the results of learning basic mathematical abilities of student multiplication material were obtained with an average score of 69 with a student percentage of 36%. The results of the second cycle of actions obtained the results of learning basic mathematical abilities on student multiplication material with an average score of 78.67 with a student percentage of 90%. Thus, it can be concluded that learning Mathematics multiplication material using a multiplication smart board can improve the basic mathematical ability of multiplication material in grade II SD Negeri Purwodadi 02. Keywords: smart board, math, multiplication

Page 4 of 23 | Total Record : 225