cover
Contact Name
Andriyana
Contact Email
andriyana03@gmail.com
Phone
+6282121616969
Journal Mail Official
jurnal.guruku@uniku.ac.id
Editorial Address
Jl. Cut Nyak Dien no. 36A Cijoho-Kuningan
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru
Published by Universitas Kuningan
ISSN : -     EISSN : 30318181     DOI : https://doi.org/10.25134/jguruku
Core Subject : Education,
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru merupakan media publikasi dengan lingkup pendidikan yang terbuka bagi semua guru dan semua cabang ilmu. Penulis harus memiliki intansi di sekolah baik SD, SMP, dan SMA sebagai penulis, penulis lain dari luar intansi tersebut merupakan target lain dengan fokus tulisan pendidikan seperti mahasiswa, peneliti, tau dosen. Kami terbuka menerima naskah dari para penulis dengan mengikuti ketentuan yang ada dalam fokus dan lingkup, etika publikasi, petunjuk penulisan, proses review, dan template jurnal yang harus diikuti oleh penulis. Dengan ketentuan yang berlaku pada jurnal JGuruku, Naskah yang terbit pada jurnal ini diberikan akses terbuka yang artinya siapa saja bisa mengakses arsip jurnal yang diterbitkan dengan perlindungan ketentuan hak cipta mengikuti Creativ Cumon CC-BY-SA. Penerbitan mengunakan Lisensi LOCKSS akan muncul di Tentang Jurnal di bawah Pengarsipan: LOCKSS License. Lisensi CLOCKSS akan muncul di Tentang Jurnal di bawah Pengarsipan: CLOCKSS License.
Articles 225 Documents
PENINGKATAN KEMAMPUAN NUMERIK SISWA KELAS 3 SD NEGERI 2 SITUMANDALA MELALUI PROBLEM-BASED LEARNING DENGAN MEDIA PEMBELAJARAN PIPET DAN GELAS UKUR Wiwi Carwi; Taufik, Azin; Sahunah, Uun
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem-based learning (PBL) yang diterapkan dengan penggunaan media pembelajaran pipet dan gelas ukur terhadap peningkatan kemampuan numerik siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Sampel penelitian ini adalah siswa kelas 3 SD Negeri 2 Situmandala sebanyak 16 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus yang melibatkan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data meliputi teknik observasi dan tes tulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam pemahaman konsep matematika dan keterampilan numerik siswa setelah penerapan PBL dengan menggunakan media pembelajaran pipet dan gelas ukur. Peningkatan rata-rata nilai siswa tercatat sebesar 75 pada siklus I, meningkat menjadi 83 pada siklus II. Selain itu, terdapat peningkatan dalam presentase keaktifan siswa dan kemampuan numerik pada siklus II dibandingkan dengan siklus I, yang naik dari 81% menjadi 95,5%. Hal ini menandakan bahwa penggunan media pembelajaran kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti pipet dan gelas ukur, dapat merangsang keterlibatan siswa dan meningkatkan hasil pembelajaran matematika di tingkat Sekolah Dasar. Kata kunci: Problem based learning, kemampuan numerik, pipet dan gelas ukur. IMPROVEMENT OF NUMERICAL SKILLS OF 3RD GRADE STUDENTS AT SD NEGERI 2 SITUMAN THROUGH PROBLEM-BASED LEARNING WITH PIPETTE AND MEASURING CUP LEARNING MEDIA ABSTRACT This study aims to determine the effect of the problem-based learning (PBL) model applied with the use of pipette and measuring cup learning media on improving the numerical skills of grade 3 students at SD Negeri 2 Situmandala. This research uses the type of classroom action research (PTK). The sample of this research was fifth grade students of SD Negeri 2 Situman as many as 16 students. This research was conducted in two cycles involving planning, implementation, observation, and reflection. The instruments used to collect data included observation techniques and written tests. The results showed that there was a significant increase in students' understanding of mathematical concepts and numerical skills after the implementation of PBL using pipette and measuring cup learning media. An increase in the average student score was recorded at 75 in cycle I, increasing to 83 in cycle II. In addition, there was an increase in the percentage of student activeness and comprehension ability in cycle II compared to cycle I, which rose from 81% to 95,5%. This indicates that the use of contextual learning media relevant to everyday life, such as pipettes and measuring cups, can stimulate student engagement and improve math learning outcomes at the primary school level. Keywords: : problem based learning, numerical skills, pipette and measuring cup.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PBL PADA SISWA KELAS II SDN PAHLAWAN KOTA TASIKMALAYA Iis Suhardi
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas II SDN Pahlawan Kota Tasikmalaya. Hal ini ditunjukkan dengan hasil belajar siswa yang berada dibawah KKM. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Matematika melalui model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas II SDN Pahlawan Kota Tasikmalaya. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan selama dua siklus dengan setiap siklus dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pahlawan Kota Tasikmalaya dengan subjek penelitian sejumlah 16 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Objek penelitian adalah peningkatan hasil belajar siswa menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Metode pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika mengalami peningkatan walaupun masih ada beberapa siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar. Hal ini ditunjukkan berdasarkan data rata-rata siklus I ke siklus II meningkat dari 72,29 menjadi 88,96 Dengan diperoleh persentase ketuntasan belajar dari 50% meningkat menjadi 86%. Maka dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) mampu meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas II SDN Pahlawan Kota Tasikmalaya. Kata kunci: Hasil Belajar, Model Problem Based Learning (PBL), Matematika. IMPROVING MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES THROUGH THE PBL MODEL IN GRADE II STUDENTS OF SDN PAHLAWAN KOTA TASIKMALAYA ABSTRACT This research is motivated by the low mathematics learning outcomes of second-grade students at SDN Pahlawan Kota Tasikmalaya, as indicated by student achievement below the Minimum Mastery Criteria (KKM). The study employs a classroom action research design with the aim of describing the improvement of mathematics learning outcomes through the Problem Based Learning (PBL) model in second-grade students at SDN Pahlawan Kota Tasikmalaya. The research consists of two cycles, with each cycle conducted over two meetings. The study takes place at SDN Pahlawan Kota Tasikmalaya, involving 16 female students and 12 male students as research subjects. The research object is the improvement of student learning outcomes using the Problem Based Learning (PBL) model. Data collection methods include observation, tests, and documentation, while data analysis involves both qualitative and quantitative descriptive techniques. The results indicate an improvement in mathematics learning outcomes, although some students have not yet achieved mastery. The average data from Cycle I to Cycle II increased from 72.29 to 88.96, with the percentage of mastery increasing from 50% to 86%. In conclusion, the Problem Based Learning (PBL) model is effective in enhancing mathematics learning outcomes for second-grade students at SDN Pahlawan Kota Tasikmalaya. Keywords: Learning Outcomes, Problem Based Learning (PBL) Model, Mathematics.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD Amin Masykur
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatakan hasil belajar matematika pada siswa kelas VI dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning di SD Negeri Sidamulya 01 Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. Dengan penerapan model pembelajaran Problem Based Learning akan meningkatkan hasil belajar siswa karena penerapan model PBL dengan media konkret dapat menjadi upaya dalam meningkatkan hasil belajar matematika. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Sidamulya 01 Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes dengan subjek penelitian kelas VI yang berjumlah 25 siswa. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Setiap siklus memiliki tahap- tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Hasil penelitian ini menunjuk Skor rata-rata setelah diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning mengalami peningkatan yakni dari 66,44% menjadi 92,36%. Begitu pula ketuntasan belajar siswa yang mengalami peningkatan dari siklus I dan siklus II. Menurut hasil observasi terjadi peningkatan dari siklus I dan siklus II. Kemampuan menganalisis juga meningkat secara signifikan. Hal ini dikarenakan siswa sudah terbiasa. Kata kunci: hasil belajar, problem-based learning. APPLICATION OF PROBLEM-BASED LEARNING MODEL IN IMPROVING MATHEMATICS LEARNING OUTCOMES OF ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS ABSTRACT This study aims to Improve Mathematics Learning Outcomes in Grade VI Students by using the Problem Based Learning learning model at SD Negeri Sidamulya 01 Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes. With the application of the Problem Based Learning learning model, it will improve student learning outcomes because the application of the PBL model with concrete media can be an effort to improve mathematics learning outcomes. This research was carried out at SD Negeri Sidamulya 01 Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes with class VI research subjects totaling 13 students. This study used a type of Classroom Action Research (PTK). Each cycle has stages, namely planning, implementation, observation and evaluation, and reflection. The results of this study show that the average score after applying the Problem Based Learning learning model has increased, from 66,44% to 92.36%. Likewise, the completeness of student learning has increased from cycle I and cycle II. According to the observations, there was an increase from cycle I and cycle II. The ability to analyze has also improved significantly. This is because students are used to it. Keywords: Learning Outcomes, Problem-Based Learning.
Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Melalui Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbantu Media Audio Visual Pada Pembelajaran Projek IPAS Heni Purwaningsih
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran projek IPAS yang dilaksanakan di SMKN 1 Luragung terindikasi kurang efektif karena masih menggunakan metode teacher centered learning. Hal tersebut ditunjukkan dari rendahnya motivasi dan hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang berpusat pada siswa yakni model pembelajaran problem based learning yang berbantu dengan media audio visual. Penelitian Tindakan Kelas ini (PTK) ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas X Fase E melalui model pembelajaran problem based learning pada materi Ekosistem sub materi Interaksi antar komponen ekosistem. PTK ini dilaksanakan dalam 2 siklus, dimana setiap siklusnya melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Temuan dalam penelitian ini yakni sebanyak 80% siswa meningkat hasil belajarnya dan rata-rata pencapaian motivasi belajar siswa meningkat sebesar 90%. merujuk pada penelitian tersebut, hendaknya guru yang lain lebih intensif menerapkan model pembelajaran problem based learning berbantu media audio visual pada pokok bahasan pelajaran yang lain. Kata kunci: PBL, audio visual, ipas, motivasi dan hasil belajar. Increasing student motivation and learning outcomes through the application of Problem Based Learning (PBL) models assisted by audio-visual media in science project learning ABSTRACT The implementation of the IPAS project-based learning at SMKN 1 Luragung is indicated to be less effective due to still employing a teacher-centered learning method. This is evident from the low motivation and learning outcomes of students. One student-centered learning model is problem-based learning assisted by audio-visual media. This Classroom Action Research (CAR) aims to improve the motivation and learning outcomes of grade X Fase E students through the problem-based learning model on the topic of Ecosystem, specifically the sub-topic of Interactions among ecosystem components. The CAR is conducted in two cycles, each involving planning, implementation, observation, and reflection phases. Findings from this research reveal that 80% of students improved their learning outcomes, and the average achievement of student learning motivation increased by 90%. Based on these results, it is recommended that other teachers intensively apply the problem-based learning model assisted by audio-visual media in other subjects. Keywords: PBL, audio-visual, IPAS, motivation, and learning outcomes.
Penerapan Project Based Learning Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas III Ernawati; Adiastuty, Nuranita; Dwi Kartini
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keinginan siswa untuk belajar matematika dengan menerapkan paradigma pembelajaran berbasis proyek, yaitu pembelajaran berbasis proyek (PjBL), di kelas tiga. Model PjBL adalah paradigma pembelajaran kontekstual yang menggunakan proyek sebagai sarana untuk mengubah pembelajaran otonom siswa dengan meningkatkan keinginan mereka untuk belajar dan menghasilkan proyek berupa puzzle pecahan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan, khususnya penelitian tindakan kelas, yang melibatkan dua siklus. Model pembelajaran ini mengikuti pendekatan sistematis yang terdiri dari banyak langkah: merumuskan pertanyaan esensial, membuat rencana proyek, melaksanakan tugas-tugas proyek, memantau kemajuan proyek, melakukan evaluasi proyek, dan menilai hasilnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran PjBL telah divalidasi secara empiris untuk meningkatkan keinginan siswa untuk belajar matematika sebesar 87%. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat 2 siswa, atau 13% dari total siswa, yang belum memenuhi kriteria KKM. Kata kunci: Motivasi belajar, Project Based Learning, Matematika, Puzzle Pecahan. Application of Project Based Learning to Increase Mathematics Learning Motivation of Grade III Students ABSTRACT The purpose of this research was to enhance students' desire to learn mathematics by implementing a project-based learning paradigm, namely project-based learning (PjBL), in third-grade classrooms. The PjBL model is a contextual learning paradigm that use projects as a means to transform students' autonomous learning by enhancing their desire to study and produced a project in the form of a fraction puzzle. This study is an action research, specifically a class action research, which involves two cycles. This learning model follows a systematic approach consisting of many steps: formulating essential inquiries, creating a project plan, executing project tasks, monitoring project advancement, conducting a project evaluation, and assessing the outcomes. The study's findings demonstrate that the PjBL learning model has been empirically validated to enhance students' desire to learn mathematics by 87%. Additionally, it reveals that there are 2 pupils, accounting for 13% of the total, who have not met the KKM criteria. Keywords: Learning motivation, Project Based Learning, Mathematics, fraction puzzle.
PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA PESERTA DIDIK KELAS 3 SD NEGERI DAWUHAN 02 Tabud
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang sering ditemui dalam kegiatan belajar mengajar matematika, salah satunya yaitu kurangnya motivasi peserta didik dalam belajar sehingga peserta didik kurang dapat memahami materi yang disampaikan oleh guru. Hasil belajar pada mata pelajaran matematika yang diperoleh peserta didik masih rendah, hal ini dikarenakan kurangnya kemampuan guru memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang kurang tepat. Maka dibutuhkanlah suatu model pembelajaran yang sesuai dengan karakter peserta didik dan sesuai dengan materi yang diajarkan. Selain penggunaan model pembelajaran, bantuan alat untuk menunjang proses belajar mengajar seperti media pembelajaran juga dapat meningkatkan pemahaman konsep dasar matematika. Model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) yang berbantuan media pembelajaran papan perkalian dan benda kongkrit sebagai alat peraga dapat mengatasi permasalahan tersebut sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dan pemahaman peserta didik kelas III SD terkait konsep dasar perkalian. Oleh karena itu penggunaan model dan alat peraga harus tepat sesuai dengan pokok materi yang dibahas serta disesuiakan dengan karakteristik peserta didik. Pengalaman penulis selama mengajar di kelas III SDN Dawuhan 02 secara jujur dari tahun ke tahun prestasi siswa pada mata pelajaran matematika hingga saat ini masih tergolong rendah sebab nilai matematika rata-rata masih jauh di bawah batas tuntas (70). Jenis Penelitian ini menggunakan desian penelitian PTK, yang terdiri dari perencanaan, Tindakan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes dan lembar observasi. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil belajar siswa yang mencapai KKM pada siklus 1 sebesar 70%. Dan hasil belajar siswa yang mencapai KKM pada siklus 2 sebesar 97%. Kata kunci: Motivasi belajar, model PBL, hasil belajar. INCREASING MOTIVATION TO LEARN MATHEMATICS THROUGH A PROBLEM-BASED LEARNING MODEL IN GRADE 3 STUDENTS OF SD NEGERI DAWUHAN 02 ABSTRACT Problems that are often encountered in mathematics teaching and learning activities, one of which is the lack of student motivation in learning so that students are unable to understand the material presented by the teacher. The learning outcomes obtained by students in mathematics subjects are still low, this is due to the teacher's lack of ability to choose and apply inappropriate learning methods. So we need a learning model that suits the character of the students and is in accordance with the material being taught. Apart from using learning models, the help of tools to support the teaching and learning process such as learning media can also improve understanding of basic mathematical concepts. The PBL (Problem Based Learning) learning model which is assisted by multiplication board learning media and concrete objects as teaching aids can overcome these problems so as to increase student learning motivation and understanding of class III elementary school students regarding the basic concepts of multiplication. Therefore, the use of models and teaching aids must be appropriate to the subject matter being discussed and adapted to the characteristics of the students. The author's experience while teaching in class III at SDN Dawuhan 02 honestly, from year to year, student achievement in mathematics subjects is still relatively low because the average mathematics score is still far below the pass mark (70). This type of research uses a PTK research design, which consists of planning, action, observation and reflection. Data collection was carried out using tests and observation sheets. Based on the research results, the learning outcomes of students who reached the KKM in cycle 1 were 70%. And the learning outcomes of students who reached the KKM in cycle 2 were 97%. Keywords: Learning motivation, PBL model, learning outcomes.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN KREATIVITAS SISWA MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING DI SDN PAGUYANGAN 02 KAB. BREBES Jhoni Hery Susanto
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendidikan adalah aspek yang krusial dalam perkembangan individu dan masyarakat. Salah satu subjek yang sering kali dianggap sulit dan menantang oleh banyak siswa adalah matematika (FE Mahendra dkk, 2023). Hal ini disebabkan karena pembelajaran konvensional yang didominasi oleh guru sehingga siswa terbiasa mendapatkan informasi atau pengetahuan terkait materi pelajaran tanpa melalui proses menemukan informasi. Perlu adanya model pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa dalam membangun pengetahuan sendiri dalam Pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan model pembelajaran project based learning (PjBL) terhadap hasil belajar dan kreativitas siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pengambilan data menggunakan desain eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri Paguyangan 02. Teknik pengumpulan data meliputi penilaian sikap menggunakan lembar observasi dan rubrik, penilaian pengetahuan menggunakan soal tes kognitif dan penilaian ketrampilan menggunakan lembar observasi dan rubrik. Teknik analisis data menggunakan perhitungan Uji Gain dengan menghitung peningkatan hasil belajar kognitif. Perhitungan nilai diperoleh dari gabungan nilai pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan menghitung persentase ketuntasan di atas KKM. Berdasarkan Hasil penelitian diperoleh nilai terendah pada sebelum menggunakan model pembelajaran PjBL yaitu 40, sedangkan nilai tertingginya yaitu 85. Rata-rata Nilai sebelum menerapkan model PjBL yaitu 68. Setelah diterapkan model PjBL diperoleh nilai terendah siswa yaitu 60, sedangkan nilai tertingginya yaitu 100, dan diperoleh nilai rata-rata yaitu 91. Siswa mencapai ketuntasan Minimum (KKM) mencapai 33 siswa dari 35 siswa. Hasil perhitungan Gain diperoleh hasil N-gain = 0.76 efektif (tinggi), hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model PjBL dapat meningkatkan hasil belajar dengan kategori peningkatan tinggi. Implikasi penelitian dengan menerapkan model PJBL berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar dan kreativitas, siswa lebih mudah memahami konsep matematika dalam proses pembelajaran. Kata kunci: project-based learning, kemampuan berpikir kreatif matematis. IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES AND CREATIVITY THROUGH A PROJECT BASED LEARNING MODEL AT SDN PAGUYANGAN 02 KAB. BREBES ABSTRACT Education is a crucial aspect in the development of individuals and society. One subject that is often considered difficult and challenging by many students is mathematics (FE Mahendra et al, 2023). This is because conventional learning is dominated by teachers so that students are used to getting information or knowledge related to subject matter without going through the process of finding information. There is a need for a learning model that can facilitate students in building their own knowledge in mathematics lessons. This research aims to analyze the effect of using the project based learning (PjBL) learning model on student learning outcomes and creativity. This research is quantitative research with data collection using an experimental design. The population in this study were sixth grade students at SD Negeri Paguyangan 02. Data collection techniques included assessing attitudes using observation sheets and rubrics, assessing knowledge using cognitive test questions and assessing skills using observation sheets and rubrics. The data analysis technique uses Gain Test calculations by calculating the increase in cognitive learning outcomes. The value calculation is obtained from a combination of knowledge, attitude and skills scores by calculating the percentage of completion above the KKM. Based on the research results, the lowest score obtained before using the PjBL learning model was 40, while the highest score was 85. The average score before applying the PjBL model was 68. After applying the PjBL model, the lowest score obtained by students was 60, while the highest score was 100, and The average score obtained was 91. Students achieved Minimum Completeness (KKM) reaching 33 students out of 35 students. The results of the Gain calculation showed that N-gain = 0.76 effective (high), it can be concluded that the application of the PjBL model can improve learning outcomes in the high improvement category. The research implications of applying the PJBL model have an effect on improving learning outcomes and creativity, students more easily understand mathematical concepts in the learning process. Keywords: project-based learning, mathematical creative thinking skills.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SDN KARANGSARI Edy Mulyanto
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SDN KARANGSARI Edy Mulyanto SD Negeri Karangsari edymulyanto336@gmail.com ABSTRAK Pembelajaran matematika, selama ini terbentuk kesan umum bahwa pembelajaran matematika merupakan mata pelajaran yang sulit dan juga menakutkan bagi siswa. Hal ini terbukti bahwa hasil belajar siswa masih rendah pada Pelajaran matematika. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah PTK. Setelah dilakukan melalui model Problem Based Learning di SDN Karangsari tahun ajaran 2023/2024 kelas IV dengan jumlah siswa sebanyak 35 peserta didik pada materi pengukuran satuan panjang dengan tujuan untuk memperbaiki pembelajaran sesuai dengan tujuan dan capaian . Hasil Penelitian Menunjukan bahwa KKM untuk rata rata ditentukan sebesar 85 (tinggi) dan capaiannya adalah 80% (tinggi). Hasil akhirnya menunjukan bahwa penggunaan model PBL dianggap bisa menyelesaikan masalah pembelajaran matematika SD Negeri Karangsari, dengan capaian akhir pada siklus ke II , rata rata klasikal 88 dan capaian ketuntasan 100%. Hal ini karena Model Problem Based Learning a).mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memecahkan suatu masalah b). Meningkatkan belajar berkolaborasi dan komunikatif dalam memecahkan suatu masalah. c). Meningkatkan kreativitas guru dalam proses pembelajaran d). Membuat siswa terbiasa menghadapi masalah terutama terhadap kehidupan nyata, e).Menumbuhkan motivasi, keberanian, rasa percaya diri, dan semangat siswa dalam proses pembelajaran. Kata kunci: matematika, PBL Satuan Panjang. IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES IN MATHEMATICS LESSONS THROUGH A PROBLEM-BASED LEARNING MODEL AT SDN KARANGSARI ABSTRACT Learning mathematics, so far there has been a general impression that learning mathematics is a difficult and scary subject for students. This is proven that student learning outcomes are still low in mathematics lessons. The research method in this research is PTK. After carrying out the Problem Based Learning model at SDN Karangsari for the 2023/2024 class IV academic year with a total of 35 students on length unit measurement material with the aim of improving learning in accordance with the goals and achievements. Research results show that the average KKM is determined at 85 (high) and the achievement is 80% (high). The final results show that the use of the PBL model is considered to be able to solve the mathematics learning problems of Karangsari State Elementary School, with the final achievement in the second cycle, a classical average of 88 and a completeness achievement of 100%. This is because the Problem Based Learning Model a). develops students' critical thinking skills in solving a problem b). Improve collaborative and communicative learning in solving a problem. c). Increasing teacher creativity in the learning process d). Make students accustomed to facing problems, especially in real life, e). Develop students' motivation, courage, self-confidence and enthusiasm in the learning process. Keywords: mathematics, PBL Units of Length.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN KARTU KATA DALAM MEMBACA PERMULAAN SD NEGERI KEMURANG KULON 01 Handayani, Aris
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran kartu kata dalam membaca permulaan SD Negeri Kemurang Kulon 01. Variabel bebas dari penelitian ini yaitu media kartu kata dan variabel terikatnya yaitu kemampuan membaca permulaan. Metode penelitian ini menggunakan Pre-Experimental Designs yang digunakan yaitu One Group Pretest Posttest. Observasi digunakan untuk mencatat perilaku siswa dengan indikator yang telah disiapkan, sedangkan tes dilakukan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Hasil penelitian ini membuktikan adanya pengaruh media pembelajaran kartu kata dalam membaca permulaan. Hal ini dibuktikan pada persentase nilai ketuntasan siswa dari 70% menjadi 80% dan ketuntasan diskusi kelompok dari 60% menjadi 75%. Sehingga, terdapat pengaruh media pembelajaran kartu kata yang signifikan dalam membaca permulaan. Kata kunci: Kartu Kata, Membaca Permulaan. THE INFLUENCE OF WORD CARD LEARNING MEDIA IN BEGINNING READING SD STATE OF KEMURANG KULON 01 ABSTRACT This research aims to determine the influence of word card learning media in initial reading at SD Negeri Kemurang Kulon 01. The independent variable of this research is word card media and the dependent variable is initial reading ability. This research method uses Pre-Experimental Designs, namely One Group Pretest Posttest. Observations are used to record student behavior with indicators that have been prepared, while tests are carried out to determine students' understanding of the material they have studied. The results of this study prove the influence of word card learning media in beginning reading. This is proven by the percentage of student completeness scores from 70% to 80% and group discussion completeness from 60% to 75%. So, there is a significant influence of word card learning media in beginning reading. Keywords: Word Cards, Beginning Reading.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MEDIA DIORAMA PADA MATERI RANTAI MAKANAN Trian Raziman
JGuruku: Jurnal Penelitian Guru Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V Sekolah Dasar pada materi rantai makanan melalui penerapan model PiBL dengan media diorama. Media diorama penting dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi rantai makanan. Dengan menggunakan media diorama pembelajaran menjadi lebih interaktif, menyenangkan, dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan berbagai keterampilan.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas yang dibagi ke dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari satu pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Partisipan pada penelitian ini ialah 18 siswa kelas V di SD Negeri Cipaku Kecamatan Bojongasih Kabupaten Tasikmalaya. Peneliti juga menjadikan guru selaku partisipan yang mendukung dan mempraktikkan tindakan penelitian dalam memperoleh data tambahan. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan membaca di setiap siklus. Peningkatan hasil yang signifikan dari pra siklus 56,18 siklus I mencapai rata-rata 66,94 sampai siklus II dengan rata-rata 81,06 Berdasarkan hasil temuan penelitian, maka peneliti menyimpulkan bahwa penerapan model PjBL dengan media diorama mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi rantai makanan. Kata kunci: PjBL, Media Diorama, Hasil belajar. IMPROVING STUDENT LEARNING OUTCOMES THROUGH THE APPLICATION OF DIORAMA MEDIA ON FOOD CHAIN MATERIAL ABSTRACT This research aims to enhance the learning outcomes of fifth-grade elementary school students on the topic of food chains through the application of Project-Based Learning (PjBL) model using diorama as a media. Diorama media is crucial in improving students' learning outcomes on the food chain topic. By utilizing diorama media, the learning process becomes more interactive, enjoyable, and provides opportunities for students to develop various skills. This study employs a classroom action research divided into two cycles, with each cycle consisting of one meeting and four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The participants in this research are 18 fifth-grade students at SD Negeri Cipaku, Bojongasih Subdistrict, Tasikmalaya Regency. The teacher also serves as a participant, supporting and implementing the research actions to gather additional data. The research findings indicate an improvement in reading skills in each cycle. A significant increase in results is observed from the pre-cycle (56.18) to cycle I with an average of 66.94, reaching cycle II with an average of 81.06. Based on the research findings, the researcher concludes that the implementation of the PjBL model using diorama as a media is capable of enhancing students' learning outcomes on the food chain topic. Keywords: PjBL, Diorama Media, Learning outcomes.

Page 8 of 23 | Total Record : 225