cover
Contact Name
Miftahul Jannah
Contact Email
miftahuljannah.fst@uia.ac.id
Phone
+6285646128655
Journal Mail Official
biosains.fst@uia.ac.id
Editorial Address
Kampus 1 Universitas Islam As-Syafiíyah, Gedung Alawiyah Lt. 4, Jalan Raya Jatiwaringin No. 12 Pondok Gede, Jakarta, Indonesia, 17411
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
BIO-SAINS | Jurnal Ilmiah Biologi
ISSN : -     EISSN : 28085329     DOI : -
Bio-sains merupakan jurnal ilmiah dengan akses terbuka yang diterbitkan oleh Prodi Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-syafiiyah. Biosains merupakan jurnal yang ditelaah oleh mitra bestari yang mempublikasikan jenis artikel penelitian, short communications, dan artikel telaah/ review dari disiplin ilmu Biologi dari wilayah tropis meliputi botani, zoologi, biosistematika, genetika molekuler, bioteknologi, biodiversitas, mikrobiologi, ekologi, ilmu lingkungan, Biospeleology, teknologi pangan, pertanian, farmakologi, dan biomedik. Jurnal ini menerbitkan naskah yang ditulis dalam Bahasa Indonesia. Jurnal ini menerbitkan dua isu/ nomor setiap tahun (bulan Maret dan Agustus) dalam bentuk online. Saat ini, jurnal ini telah bekerjasama dengan Yayasan Genetika.
Articles 81 Documents
KEANEKARAGAMAN FAMILI FABACEAE DI HUTAN MUSIM TAMAN NASIONAL BALURAN DIVERSITY OF THE FABACEAE FAMILY IN THE SEASONAL FOREST OF BALURAN NATIONAL PARK Sanusih, Dhea Khoiriah; Waja Rambe, Khoirunnisa Putri; Aldiani, Nabila Rizki; Aisah, Nur; Dienillah, Rifdatul; Muliyah, Evi
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 5 No 1 (2025): Bio-Sains - Jurnal Ilmiah Biologi | Maret 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bio-sains.v5i1.4826

Abstract

Famili Fabaceae merupakan tumbuhan polong-polongan yang merupakan famili tumbuhan terbesar ketiga setelah Asteraceae dan Orchidaceae yang mudah ditemukan di lingkungan dataran rendah. Taman Nasional Baluran, Jawa Timur, telah ditemukan berbagai spesies dari famili fabaceae, namun nilai indeks keanekaragamannya masih belum teridentifikasi pada kawasan hutan musiman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman tumbuhan famili fabaceae yang terdapat di kawasan hutan musim Taman Nasional Baluran, Jawa Timur. Teknik pengumpulan data ini menggunakan metode roaming atau eksplorasi dengan berjalan kaki langsung melewati area yang akan diteliti. Hasil penelitian diperoleh 18 jenis tumbuhan dalam famili Fabaceae dengan berbagai subfamili. Nilai indeks keanekaragaman tumbuhan famili fabaceae di kawasan hutan musim Baluran sebesar 2,542 termasuk dalam kategori sedang, yang menunjukkan bahwa kondisi ekosistem kawasan tersebut cukup stabil.
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN DI SUNGAI KAWASAN GRESIK SELATAN FISH SPECIES DIVERSITY IN RIVERS OF SOUTH GRESIK AREA Tresna Sulung, Cahya Ajeng Valenta; Afnani, Moh. Royhan; Hamidah, Safira Aini Ilmi; Rahayu, Dwi Anggorowati
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 5 No 1 (2025): Bio-Sains - Jurnal Ilmiah Biologi | Maret 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bio-sains.v5i1.4827

Abstract

Keanekaragaman jenis ikan air tawar tergantung pada kualitas air sungai. Penurunan kualitas air sungai akibat limbah industri akan berdampak pada kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis keanekaragaman jenis ikan di dua lokasi sungai kawasan Gresik Selatan, yakni Sungai Driyorejo dan Sungai di Perumahan Sumput Asri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan eksploratif melalui pengambilan sampel secara langsung pada lokasi penelitian dengan metode tangkap menggunakan jaring, seser, dan pancing. Identifikasi ikan dilakukan melalui karakter morfometri, meristik, dan morfologi secara langsung di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam spesies ikan dari enam famili, yaitu Oreochromis mossambicus, Anabas testudineus, Aplocheilus panchax, Hypocarpus perdalis, Clarias gariepinus, dan Monopterus albus, dengan jumlah total 14 individu. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H') sebesar 1,574 mengindikasikan tingkat keanekaragaman yang sedang. Jenis ikan yang paling dominan adalah Aplocheilus panchax (Gatul), yang diduga memiliki toleransi tinggi terhadap kualitas air yang rendah akibat aktivitas industri di sekitar sungai. Penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi ekologis sungai di kawasan Gresik Selatan berada pada tingkat tekanan sedang, dan diperlukan upaya pemantauan serta pengelolaan lingkungan untuk menjaga kelestarian spesies ikan lokal.
ANALISIS PERILAKU SOSIAL PADA KOLONI SEMUT KETIKA MENCARI MAKAN DI DAERAH SEKITARAN LABORATORIUM BIOLOGI ANALYSIS OF SOCIAL BEHAVIOR ANALYSIS IN ANTS COLONIES WHEN FORAGING FOOD IN THE AREA AROUND THE BIOLOGY LABORATORY Fadilah, Nailatul; Asyura, Maury; Syamsurizal, Syamsurizal
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 5 No 1 (2025): Bio-Sains - Jurnal Ilmiah Biologi | Maret 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bio-sains.v5i1.4828

Abstract

Semut merupakan organisme sosial dengan perilaku kompleks yang sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan, terutama dalam aktivitas pencarian makan. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perilaku sosial koloni semut dalam mencari makan di sekitar Laboratorium Biologi Universitas Negeri Padang. Metode pengamatan langsung digunakan untuk mencatat lima kategori perilaku semut, yaitu mengintai (M1), mendekat (M2), membawa makanan (M3), komunikasi (K1), dan persaingan (K2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas semut lebih tinggi pada siang hari dibandingkan sore hari, yang dikaitkan dengan kondisi lingkungan yang lebih stabil dan hangat, serta ketersediaan sumber makanan yang lebih melimpah. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya kondisi lingkungan terhadap perilaku sosial semut, serta memberikan wawasan tentang mekanisme komunikasi dan kerja sama dalam sistem sosial hewan.
BENTUK DAN UKURAN STOMATA PADA TIGA JENIS KELAMIN PEPAYA GUNUNG (Vasconcellea pubescens A.DC.) MENGGUNAKAN SCANNING ELECTRON MICROSCOPE (SEM) Laily, Ainun Nikmati; Purnomo, Purnomo; Daryono, Budi Setiadi; Purwantoro, Aziz
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 5 No 1 (2025): Bio-Sains - Jurnal Ilmiah Biologi | Maret 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bio-sains.v5i1.4829

Abstract

Pepaya gunung (Vasconcellea pubescens A.DC.) merupakan salah satu spesies anggota Suku Caricaceae yang memiliki nilai ekonomi dan agronomi, terutama karena kemampuannya tumbuh di dataran tinggi dan potensinya sebagai bahan baku obat. Tanaman ini diketahui memiliki tiga jenis kelamin, yaitu jantan dioecious, betina dioecious, dan monoecious. Stomata berperan dalam proses fisiologis seperti fotosintesis, transpirasi, dan pertukaran gas. Variasi dalam karakter stomata, seperti bentuk dan ukurannya menunjukkan diferensiasi fisiologis antar individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik stomata pada tiga jenis kelamin pepaya gunung menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM). Analisis dilakukan untuk mengidentifikasi perbedaan karakter stomata yang meliputi bentuk dan ukuran pada permukaan daun tiap-tiap jenis kelamin. Sampel daun diambil dari tanaman yang telah teridentifikasi jenis kelaminnya, kemudian dipreparasi dan diamati menggunakan SEM untuk memperoleh citra dengan resolusi tinggi. Hasil pengamatan menunjukkan adanya variasi pada karakteristik stomata antar jenis kelamin. Tanaman jantan dioecious cenderung memiliki stomata dengan ukuran paling besar dengan rerata 41,09 ± 18,50 x 29,41 ± 16,34 µm sedangkan tanaman betina dioecious menunjukkan ukuran stomata yang lebih kecil dengan rerata 28,08 ± 39,16 x 19,44 ± 26,57 µm. Adapun tanaman monoecious menampilkan ciri-ciri morfologi stomata yang bersifat intermediat dengan rerata 24,06 ± 8,22 x 20,30 ± 8,81 µm. Temuan tersebut memberikan pemahaman mikromorfologis terkait diferensiasi kelamin pada V. pubescens serta potensi penggunaan karakter stomata sebagai penanda awal identifikasi jenis kelamin tanaman
Studi In Silico Neuroprotektif Flavonoid Daun Pegagan (Centella asiatica) Terhadap Penyakit Alzheimer -, Risah
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 5 No 2 (2025): Bio-Sains - Jurnal Ilmiah Biologi | Agustus 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bio-sains.v5i2.5240

Abstract

Penyakit Alzheimer adalah gangguan neurodegeneratif yang berkembang secara perlahan dan menyebabkan menurunnya kemampuan berpikir karena kerusakan pada saraf di otak. Salah satu cara yang digunakan dalam terapi adalah dengan menghambat enzim asetilkolinesterase (AChE) agar kadar asetilkolin di otak meningkat. Penelitian ini bertujuan menghasilkan kemungkinan senyawa flavonoid kaempferol dan Quercetin yang terkandung dalam daun pegagan (Centella asiatica) dalam mengatasi penyakit Alzheimer dengan menggunakan metode komputasi in silico. Struktur molekul kedua senyawa tersebut diperoleh dari sumber PubChem, sedangkan prediksi tentang aktivitas biologi dilakukan melalui alat PASS Online, sedangkan prediksi toksisitas menggunakan ProTox-II. Hasil penelitian menunjukkan kedua senyawa tersebut mampu menghambat enzim AChE serta memiliki aktivitas biologis seperti inhibitor ekspresi HIF1A, inhibitor Kinase, inhibitor Peroksidase dan inhibitor ekspresi HMOX1 nilai Pa>0,95. Pada uji toksisitas, kedua senyawa masuk dalam kategori IV dengan LD50 sebesar 1190 mg/kg, yang menunjukkan bahwa toksisitasnya rendah. Kesimpulannya, kaempferol dan Quercetin memiliki potensi sebagai bahan alami untuk mencegah penyakit Alzheimer, meskipun perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanannya. Kata kunci: Alzheimer; pegagan; Flavonoid, In silico
IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI DAN PENGHITUNGAN KELIMPAHAN FITOPLANKTON DI WADUK IR. H. DJUANDA JATILUHUR, PURWAKARTA Nurhidayaturrahma, Erfina
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 5 No 2 (2025): Bio-Sains - Jurnal Ilmiah Biologi | Agustus 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bio-sains.v5i2.4872

Abstract

Abstrak Waduk Ir. H. Djuanda memiliki peran penting sebagai sumber air irigasi, pembangkit listrik, pengendalian banjir, dan perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis fitoplankton serta menganalisis kelimpahannya sebagai indikator kualitas ekosistem perairan waduk. Sampel diambil dari delapan stasiun pengamatan menggunakan metode stratified random sampling selama periode Februari hingga Juni 2025. Identifikasi dan penghitungan fitoplankton dilakukan menggunakan mikroskop binokuler dan Sedgwick Rafter Counting Cell (SRC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 31 jenis fitoplankton yang tergolong dalam lima kelas, yaitu Cyanophyceae, Chlorophyceae, Bacillariophyceae, Dinophyceae, dan Euglenophyceae. Kelas Cyanophyceae mendominasi struktur komunitas dengan kontribusi sebesar 61%, yang mencerminkan kondisi perairan yang cenderung eutrofik. Salah satu jenis yang paling dominan adalah Oscillatoria sp., yang ditemukan secara konsisten di seluruh delapan stasiun pengamatan. Dominasi Oscillatoria sp. mengindikasikan adanya potensi gangguan ekosistem, seperti rendahnya kadar oksigen terlarut dan risiko terjadinya blooming, yang dapat berdampak negatif terhadap biota perairan dan keberlanjutan fungsi ekologi waduk. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi upaya pengelolaan kualitas air dan konservasi ekosistem Waduk Ir. H. Djuanda secara berkelanjutan. Kata kunci: Fitoplankton; Oscillatoria sp.; Waduk Ir. H. Djuanda; Kualitas air; Eutrofik
POTENSI DARK SEPTATE ENDOPHYTE (DSE) DALAM PERTUMBUHAN FASE VEGETATIF TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) TERHADAP STRES KEKERINGAN Diani, Putri Laily Nurainum; Lubis, Syafrina Sari
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 6 No. 1 (2026): Bio-Sains Vol. 6 No. 1, Maret 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/fjvpvr41

Abstract

Perubahan iklim menjadi tantangan yang menyebabkan penurunan produksi padi sekaligus meningkatnya kebutuhan beras, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan toleransi tanaman terhadap cekaman kekeringan. Dark Septate Endophyte (DSE) merupakan jamur endofit akar yang bersimbiosis dengan tanaman inang, dicirikan oleh hifa bersekat dan pigmen gelap, serta berpotensi meningkatkan ketahanan tanaman terhadap stres abiotik. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi inokulasi DSE terhadap pertumbuhan vegetatif tanaman padi pada kondisi stres kekeringan. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan, yaitu P0 : Non-DSE + air optimal, P1 : DSE + air optimal, P2 : Non-DSE + kekeringan, dan P3 : DSE + kekeringan. Parameter yang diamati meliputi morfologi tanaman dan parameter fisiologis berupa kerapatan stomata serta pengamatan kolonisasi akar secara mikroskopis. Data morfologi dianalisis menggunakan Two-Way ANOVA, sedangkan parameter fisiologis dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa inokulasi DSE tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh parameter morfologi tanaman padi. Namun, secara fisiologis tanaman yang diberi DSE menunjukkan kerapatan stomata lebih tinggi, aktivitas stomata lebih terbuka, serta keberhasilan kolonisasi akar yang ditandai oleh melanisasi pada jaringan epidermis. Temuan ini mengindikasikan bahwa DSE berpotensi mendukung respons fisiologis padi terhadap cekaman kekeringan.
Sytematic Literature Review: Implementasi Teknologi CRISPR/dCas9 untuk Memperkaya Nutrisi Tanaman melalui Modifikasi Jalur Metabolisme Narsan, Zhalfariani; AnisahAmri, Huriyah; Hala, Yusminah
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 6 No. 1 (2026): Bio-Sains Vol. 6 No. 1, Maret 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/1fxffe10

Abstract

Biofortifikasi tanaman merupakan strategi penting untuk meningkatkan kandungan mikronutrien dan senyawa fungsional guna mendukung ketahanan pangan berkelanjutan. Pendekatan konvensional sering kali terbatas dalam mengatur jalur metabolisme yang kompleks dan melibatkan banyak gen. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menyeleksi, dan mensintesis bukti ilmiah terkini mengenai implementasi teknologi CRISPR/dCas9 (CRISPRa, CRISPRi, dan pendekatan epigenetik) dalam modifikasi jalur metabolisme untuk memperkaya nutrisi tanaman. Penelitian dilakukan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis PRISMA terhadap artikel terindeks Scopus periode 2022–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa CRISPR/dCas9 mampu mengatur ekspresi gen secara presisi tanpa pemotongan DNA, baik melalui aktivasi, represi, maupun fine-tuning epigenetik. Strategi multipleks memungkinkan pengendalian beberapa gen dalam satu lintasan biosintesis untuk mengoptimalkan metabolic flux dan meningkatkan produksi metabolit bernilai nutrisi. Selain itu, pendekatan epigenetik berbasis dCas9 membuka peluang regulasi gen yang lebih fleksibel tanpa perubahan permanen pada sekuens genom. Meskipun demikian, tantangan seperti efek off-target, keterbatasan sistem pengiriman, dan stabilitas transgenerasional masih memerlukan optimalisasi lebih lanjut. Secara keseluruhan, CRISPR/dCas9 berpotensi menjadi teknologi biofortifikasi presisi yang mendukung pengembangan pertanian modern dan berkelanjutan.
STRUKTUR KOMUNITAS POHON PADA AGROFORESTRI PARAK DAN HUBUNGANNYA DENGAN BUDAYA MASYARAKAT MINANGKABAU: STUDI KASUS DI LUBUK BASUNG, KABUPATEN AGAM Sebrina, Nadihra Zahara; Kardiman, Reki
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 6 No. 1 (2026): Bio-Sains Vol. 6 No. 1, Maret 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/wjsgy573

Abstract

Di Sumatera Barat, bentuk agroforestri tradisional yang paling representatif adalah parak. Ekosistem parak menyerupai hutan alam yang mencerminkan filosofi lokal masyarakat Minangkabau dalam memandang alam. Menganalisis struktur komunitas pohon berdasarkan kerapatan (K), kerapatan relatif (KR), frekuensi (F), frekuensi relatif (FR), dominansi (D), dominansi relatif (DR) dan Indeks Nilai Penting (INP) perlu dilakukan untuk menunjukkan spesies mana yang berpengaruh pada komunitas tersebut. Digunakan metode plot tunggal berukuran 20x20 meter (400m2) sebanyak 5 buah. Selain pengambilan data pada plot, pemilik parak dimana plot ditempatkan juga diwawancarai mengenai jenis tumbuhan dominan, tumbuhan prioritas, musim panen, status kepemilikan lahan, serta alasan mempertahankan parak dari segi budaya, ekonomi dan lingkungan. Penelitian ini menghasilkan struktur pohon pada sistem parak di Lubuk Basung memiliki tingkat keberagaman yang tinggi, tercermin dari temuan 26 spesies berbeda dalam luasan hanya 0,2 ha. Semakin kompleks struktur komunitasnya, semakin kuat identitas masyarakat Minangkabau  dalam mempertahankan kemandirian pangan dan ekonomi Hal ini menunjukkan bahwa mempertahankan sistem Parak sama artinya dengan menjaga benteng terakhir biodiversitas di luar kawasan hutan lindung.
POTENSI ANTIOKSIDAN EKSTRAK AIR BUAH JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava) DAN EFEKNYA PADA JUMLAH TROMBOSIT DARAH Rahmawati, Aulia Nur; Nur Fattany, Davan; Aisyah Berliana, Adinda
BIO-SAINS : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 6 No. 1 (2026): Bio-Sains Vol. 6 No. 1, Maret 2026
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam As-Syafi'iyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bio-sains.v6i1.5558

Abstract

Buah jambu biji merah (Psidium guajava) mengandung sejumlah zat bioaktif yaitu vitamin C, likopen, dan flavonoid, yang berpotensi sebagai antioksidan dan diyakini dapat mendukung jumlah trombosit darah. Dengan digunakannya metode Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP) dan uji in vivo, penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan EABJ (Ekstrak Air Buah Jambu Biji Merah) secara in vitro dan dampaknya terhadap jumlah trombosit pada tikus Wistar jantan yang telah terpapar karbon tetraklorida (CCl₄). Metode penelitian dilaksanakan dengan membandingkan absorbansi sampel ekstrak dengan konsentrasi 10.000 ppm terhadap kurva standar trolox untuk mengetahui TEAC, sementara pengujian jumlah trombosit dilakukan dengan Hematology Analyzer dengan indeks trombosit/platelet yaitu PLT, PCT, PDW, MPV, P-LCC, dan P-LCR. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas antioksidan EABJ adalah 92,757 g TR/g ekstrak, sementara nilai PLT dan PCT tertinggi diperoleh setelah pemberian dosis 50 mg/kgBB. Di sisi lain, dosis yang lebih tinggi (150–250 mg/kgBB) cenderung menunjukkan penurunan jumlah trombosit alih-alih meningkatkannya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa EABJ berpotensi sebagai antioksidan dan mampu meningkatkan jumlah trombosit pada kondisi stres oksidatif pada dosis 50 mg/kgBB.