cover
Contact Name
Fusnika
Contact Email
jurnalpekan@gmail.com
Phone
+6281312867627
Journal Mail Official
fusnika804@gmail.com
Editorial Address
Jln. Pertamina Sengkuang Km. 4 Sintang, Kalimantan Barat 78614
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan
ISSN : -     EISSN : 25408038     DOI : https://doi.org/10.31932
Core Subject : Education,
JURNAL PEKAN: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, STKIP Persada Khatulistwa. Terbit 2 kali setahun (April dan Nopember). E-ISSN: 2540-8038. Jurnal ini yang menerima kontribusi tulisan/artikel yang berkaitan dengan studi-studi kependidikan, pengajaran dan evaluasi belajar di bidang pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, baik laporan penelitian, maupun tinjauan buku yang belum pernah diterbitkan di media cetak ataupun elektronik. Ruang lingkup bahasan meliputi: 1. Penelitian Tindak Kelas 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Motivasi dan Prestasi Belajar 4. Belajar dan Pembelajaran 5. Hasil Belajar 6. Strategi/Metode/Model Pembelajaran 7. Media Pembelajaran 8. Pengembangan Bahan Ajar 9. Sosial Humaniora.
Articles 163 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) TERHADAP HASIL BELAJAR AFEKTIF PELAJARAN IPS Eliana Yunitha Seran; Veronika Cahyani
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 3, No 1 (2018): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v3i1.138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan nilai afektif siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dengan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran IPS siswa kelas V SD Negeri 03 Makong Tahun Pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan jumlah populasi seluruh siswa kelas V yang berjumlah 48 orang. Sedangkan jumlah sampel penelitian mengambil seluruh jumlah populasi. Data tentang nilai afektif siswa dikumpulkan dengan metode observasi langsung bentuk lembar observasi. Data yang sudah diperoleh setelah melakukan observasi langsung kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis statistik parametris. Perbandingan hasil perhitungan hasil belajar ranah afektif siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Value Clarification Technique dibuktikan dengan perhitungan uji-t yang dilakukan pada skor lembar observasi akhir pada kelompok eksperimen dan kontrol. Hasil perhitungan uji-t menunjukan bahwa besar thitung 2,910 dan perolehan nilai ttabel pada taraf signifikan 0,05 sebesar 2,013. Pengujian hipotesis membuktikan bahwa thitung > ttabel (2,910> 2,013) yang artinya hipotesis nol (Ho) ditolak. Hasil penelitian ini menunjukkan  bahwa terdapat perbedaan hasil belajar ranah afektif siswa yang signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional kelas V SD Negeri 03 Makong tahun pelajaran 2017/2018. Kata Kunci: Kata Kunci : Value Clarification Technique dan Hasil Belajar Afektif
MEMBENTUK KARAKTER PELAJAR BEBAS NARKOBA DI SMPN 2 SINTANG Suseka, Septha; Fingky, Winarto; Anjela, Tersia
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 1 (2024): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v9i1.3470

Abstract

The purpose of this article is to provide an overview of the phenomenon of drug abuse among teenagers and the efforts made to prevent it. This study was conducted with a qualitative approach and is descriptive in nature. Meanwhile, there are several steps that need to be taken to deal with the problem of drug abuse among teenagers. This includes prevention and education, anti-drug campaigns, and massive enforcement actions starting from families, schools, and communities. Therefore, parents must act democratically by treating their children or teenagers well and giving them enough attention. To prevent drug abuse among teenagers, schools must provide education and various information about the dangers of drugs. In society, every member of society must act firmly and consistently as social control to prevent drug abuse. The research results show that drugs have spread in Indonesia today, especially among teenagers. There is already a drug emergency in Indonesia, and everyone must pay attention to this. Meanwhile, there are several steps that need to be taken to deal with the problem of drug abuse among teenagers. This includes prevention and education, anti-drug campaigns, and massive enforcement actions starting from families, schools, and communities. Therefore, parents must act democratically by treating their children or teenagers well and giving them enough attention. To prevent drug abuse among teenagers, schools must provide education and various information about the dangers of drugs. In society, every member of society must act firmly and consistently as social control to prevent drug abuse.Keywords: Preventing Drug Abuse, Drug Abuse, Teenager  
KONTRIBUSI PERGURUAN TINGGI DALAM MENUMBUHKAN SEMANGAT BELA NEGARA DI KALANGAN PELAJAR SMPN 02 BELITANG HILIR Agnesia Hartini; Fusnika Fusnika
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 3, No 2 (2018): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v3i2.251

Abstract

Isu mengenai keutuhan dan kedaulatan negara sebagai bentuk ketahanan nasional merupakan wacana sentral yang menjadi kajian strategis di setiap negara. Eksistensi suatu negara menjadi harga mahal yang harus dipertahankan sebagai bentuk penghargaan atas lahirnya suatu negara, terlebih ketika lahirnya suatu negara diperoleh melalui jalan panjang dengan perjuangan pahit yang tak pelak harus mengorbankan jiwa dan raga sebagai taruhannya. Sehingga, sangat beralasan jika berbagai langkah ditempuh demi keutuhan dan kedaulatan suatu Negara. Bela negara adalah upaya setiap warga negara Republik Indonesia terhadap ancaman, baik dari luar maupun dari dalam negeri. Definisi tersebut memberikan pemahaman bahwa upaya bela negara merupakan kewajiban bagi setiap warga negara Indonesia. Lokasi Pengabdian di Desa Empajak merupakan sebuah desa yang terletak di Kecamatan Belitang Hilir Kabupaten Sekadau. Mitra yang terlibat pada pengabdian ini adalah  para pelajar di SMPN 02 Kabupaten Sekadau yang mengalami sasaran dalam penyuluhan pentingnya semangat Bela Negara. Keterlibatan mereka adalah sebagai peserta yang menjadi objek sasaran dari kegiatan Penyuluhan. Permasalahan yang ditemukan antara lain; kurangnya  kesadaran  para pelajar dalam menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air. Melalui kegiatan penyuluhan dapat memberikan kontribusi untuk menumbuhkan semangat Bela Negara dikalangan pelajar, Perguruan Tinggi memiliki kemampuan dan kewenangan untuk menerapkan langsung ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut dalam kehidupan masyarakat. Kata kunci: Kontribusi, Bela Negara, Pelajar. 
PELATIHAN PEMBELAJARAN DARING GOOGLE CLASSROOM BAGI GURU DI SMP NEGERI 6 SINTANG Mardawani Mardawani; Fusnika Fusnika; Agnesia Hartini
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 2 (2020): Jurnal PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v5i2.935

Abstract

Tujuan dari kegiatan pelatihan pembelajaran daring google classroom bagi Guru di SMP Negeri 6 Sintang adalah untuk memberikan pemahaman kepada guru bagaimana cara melakukan dan mengembangkan pembelajaran daring sehingga bisa melakukan pembelajaran dari rumah. Pentingnya pelatihan pembelajaran daring ini, untuk menyiapkan guru dan sekolah dalam proses pembelajaran daring agar berjalan sebagaimana mestinya. Adapun Langkah langkah yang dilakukan dalam pelatihan ini adalah pertama, menerapkan protokol Kesehatan sebelum dan sesudah melaksankan pelatihan. Kedua, memperkenalkan tentang pembelajaran daring kepada guru. Ketiga, menjelaskan tentang google classroom dan cara penggunaannya. Dan keempat praktik pengunaan google classroom. Dari pelaksanaan kegiatan yang dilakukan didapatkan hasil bahwa peserta pelatihan dapat memahami materi  pelatihan dengan baik dan mengembangkan pembelajaran daring google classroom. Kata Kunci : Pembelajaran Daring, Google Classroom, Sintang
PENGARUH PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN TERHADAP SIKAP NASIONALISME SISWA SMA DI PERBATASAN INDONESIA-MALAYSIA Sapto Purnomo
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 7, No 1 (2022): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v7i1.1631

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) terhadap sikap nasionalisme siswa Sekolah Menengah Atas di perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Pada penelitian ini menggunakan metode Ex Post Facto. Sampel penelitian berjumlah 372 yang ditentukan menggunakan teknik cluster random sampling  pada 15 sekolah di 5 Kabupaten yaitu Kabupaten Sintang, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Kapuas Hulu. Pengumpulan data menggunakan instrument angket skala likert. Analisis data yang digunakan meliputi: Uji normalitas, uji linieritas, uji heteroskedastisitas dan uji regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) mempunyai pengaruh positif terhadap sikap nasionalisme siswa Sekolah Menengah Atas di perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan salah satu faktor yang bisa memberikan dasar penguatan sikap nasionalisme siswa melalui proses implementasi pembelajarannyaKata Kunci: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Sikap Nasionalisme Siswa, Perbatasan Negara  
PERAN GURU PPKN DALAM MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN SISWA DI SMA NEGERI 2 BELIMBING Juri Juri; Sapto Purnomo; Franciska Regina Beeta
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 2 (2023): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v8i2.2999

Abstract

This research aims to analyze the rore of Pancasila and Citizenship Education teachers in forming disciplinary characters, especialy in the SMA Negeri 2 Belimbing. This is because discipline is an important factor that supports students success during their education in everyday life in society. Without good discipline, it is certain that students will experience various obstacles, where this obstacles are, most likely not be able to be overcome. If so, the person concerned will surrender to the situation. However, to form a disciplined character is certainly not an easy matter, because it is influenced by at least two factors, namely internal and exsternal. Internal factors relate to the students themselves, namely to extent to which the are committed to progressing and developing the talents that exist within themselves. Meanwhile, exsternal factors, include family, friends, community, government, and the teachers at school. The method used in this research is descriptive qualitative. Data was collected using observation, interviews and documentation studies. Meanwhile, the data processing refer to Mile and Huberman’s theory. The results of this reseach show that teachers, especially Pancasila and Citizenship Education teacher have quite an important role in shaping students disciplinary character. There are several strategies used, including pioneering the establishment of an honesty kantin, coming to school on fixed time, entering and leaving class according to a predetermined schedule, looking nead, implementing school regulations properly and correctly and colaborating with other teachers.  Keywords: Teacher Role, Student Discipline Character, Pancasila and Citizenship Education
PEMBUKUAN KASUS HUKUM ADAT SEBAGAI UPAYA MENGKONSISTENKAN SANKSI ADAT BAGI MASYARAKAT DI DUSUN EMPAONG KECAMATAN SEKADAU HULU KABUPATEN SEKADAU Agnesia Hartini; Veronika Linda
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 2, No 1 (2017): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v2i1.195

Abstract

Masyarakat adat di Indonesia dan diberbagai belahan dunia lainnya saat ini menghadapi berbagai tantangan yang sama, yaitu bagaimana bisa bertahan hidup ditengah-tengah kondisi yang ditandai dengan sektor swasta yang semakin masif dan global serta negara yang tidak independen. Karenanya tantangan yang dihadapi oleh masyarakat hukum adat menjadi berlipat-lipat ganda. Disatu pihak harus berjuang agar keberadaan dan hak-haknya dapat dipertahankan dan dilindungi  serta diakui oleh negara. Pengakuan negara terhadap masyarakat hukum adat di Indonesia secara umum tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 B ayat 2. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif dimana penelitian lebih bersfat naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah. Penelitian ini ingn mengetahui bagaimana eksistensi masyarakat hukum adat terlebih pada bagaimana penjatuhan sanksi adatnya. Penjatuhan sanksi adat yang kerap kali terjadi ketidakkonsistenan,sehingga akhirnya masyarakat hukum adat merasa keberadaan hukum adat tidak bisa menjadi pegangan karena bersifat tidak adil dan tidak konsisten hal ini disebabkan belum ada pembukuan yang dibuat secara khusus tentang sanksi adat. Kata kunci: Pembukuan Kasus Adat, Eksistensi Masyarakat Adat.    
PERAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PEMBINAAN KARAKTER SIKAP DAN PERILAKU GENERASI MUDA PASCA KONFLIK SOSIAL AMBON Laros Tuhuteru
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 5, No 1 (2020): Jurnal PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v5i1.702

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk memahami masalah secara lengkap mengenai karakter generasi muda pasca konflik sosial di kota Ambon, dan peran budaya lokal serta Pendidikan Kewarganegaraan dalam pembinaan karakter generasi muda dan nilai-nilai demokrasi di Ambon. Penelitian ini bersifat deskriptif  menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, teknik pengumpulan data melalui wawancara secara mendalam, obsevasi langsung, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive dan data hasil penelitian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pembinaan karakter generasi muda kota Ambon pasca konflik sosial berdasarkan budaya lokal, sehingga dapat menangani beberapa kasus yang berkaitan dengan perkelahian antar masyarakat dan pemuda serta mengedepankan nilai persaudaraan untuk menghasilkan keputusan yang disepakati bersama berdasarkan musyawarah mencapai mufakat. Mengembangkan kebersamaan yang di hasilkan dari beberapa pendekatan diantaranya nilai agama, nilai budaya seperti masohi makan patita gerakan jujaro dan ngungare, ale rasa beta rasa, potong di kuku rasa di daging, dan acara bambu gila.Kata Kunci: Peran PKn, Karakter Generasi Muda, Konflik Sosial. 
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MEMBINA KARAKTER REMAJA PEROKOK (STUDI KASUS DI DESA MELANA KECAMATAN SOKAN KABUPATEN MELAWI) Juri Juri; Suparno Suparno; Maya Wulandari
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 2 (2021): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v6i2.1465

Abstract

Penelitian ini bertolak dari keprihatinan peneliti terhadap pergaulan remaja masa kini. Akibat pergaulan yang kurang terkontrol orang tua, akhirnya menyebabkan remaja salah dalam bertindak. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi rokok. Harusnya usia remaja dipergunakan untuk menimba berbagi ilmu pengetahuan, baik dengan cara manual maupun bantuan teknologi, bukan malah dihabiskan untuk mengonsumsi rokok. Rokok merupakan ancaman yang cukup serius bagi kalangan remaja. Hal ini dikarenakan di dalam sebatang rokok terdapat beberapa zat adiktif seperti Karbon Dioksida, Nikotin, Tar, Hidrogen sianida, Benzena, Formaldehida, Arsenik, Kadmium dan Amonia. Penelitian ini dipusatkan di Desa Melana Kecamatan Sokan Kabupaten Melawi, dengan permasalahan umum adalah Pola Asuh Orang Tua dalam Membina Karakter Remaja Perokok. Sementara itu, permasalahan khususnya meliputi (1) Bentuk pola asuh orang tua (2) Peran orang tua dalam keluarga (3) Kendala yang dihadapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa melana kasus remaja perokok cukup significan (60%). Peran orang tua tidak hanya memberikan nafkah kepada anaknya, melainkan memberikan pula kasih sayang dan sebagai tempat anak curhat. Kendala yang dihadapi orang tua meliputi suasana sosial yang memberikan peluang cukup besar bagi kalangan remaja untuk merokok, apabila ada orang tua yang melihat (menemukan) remaja merokok, yang bukan anaknya dan bukan pula sanak saudaranya, tidak ditegur. Kata Kunci: Pola Asuh Orang Tua, Remaja dan Rokok
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MONOPOLITAR PADA PEMBELAJARAN PPKN KELAS V DI SDN 2 PARANGTRITIS Pratomo, Wachid; Nadziroh, Nadziroh; Chairiyah, Chairiyah; Noventamala, Ceriza Etsa
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2023): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v8i1.2361

Abstract

The aims of this study were (1) to describe the product development in the form of monopoly learning media for Civics learning class V at SDN 2 Parangtritis, and (2) to describe the feasibility response of monopoly learning media for PPKn class V at SDN 2 Parangtritis. The method used is the research and development method (Research & Development or RnD) which consists of 5 stages, namely: analysis, design, development, implementation, and evaluation. For this research sample, the researcher took 6 class V students. Data collection techniques using observation, semi-structured interviews, questionnaires and documentation. The validation of monopoly learning media is given to two validators, namely material experts and media experts to determine the validity of the product being developed. Student response questionnaires were given to students to determine the quality of monopolistic learning media. Data were analyzed using quantitative analysis techniques. The results of this study are monopoly learning media in fifth grade PPKn learning on the application of the Pancasila precepts in everyday life. Monopolistic learning media obtains a feasibility percentage of 96% with very feasible criteria, while media experts obtain a feasibility percentage of 93% with very feasible criteria. Student responses from limited trials obtained a percentage of 94% with very decent criteria. So it can be concluded that monopoly learning media in class V Civics learning is very suitable to be used as a learning medium.Keywords: Learning Media, Monopoly, PPKn

Page 8 of 17 | Total Record : 163