EXCELLENT HEALTH JOURNAL
Journal focuses to attract, reviewing, and publishing high-quality original research that contributes to advancing public health science and using it as an important means to improve health quality worldwide. This journal is committed to tackling the most pressing issues across all aspects of public health in emerging and developing countries according to International Monetary Fund. We have a strong commitment to publishing original research articles that explore the topic from a broad array of academic disciplines, methodologies, and public health perspectives
Articles
120 Documents
Asuhan Keperawatan Pada Ny.S Dengan Dispepsia Di Wisma Seroja UPT PSTW Husnul KhotimahPekanbaru Tahun 2024
Andryani, Febri;
Hidayat, Ridha
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i1.85
Dispepsia merupakan suatu sindroma atau kumpulan gejala/keluhan berupa nyeri atau rasa tidak nyaman pada ulu hati, mual, kembung, muntah, sendawa, rasa cepat kenyang, dan perut merasa penuh/begah. Dispepsia berhubungan dengan keluhan makan, yang dikaitkan dengan gangguan saluran cerna bagian atas. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sampai melakukan evaluasi dari pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan dispepsia di Wisma Seroja UPT PSTW Husnul Khotimah Pekanbaru Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subjek pada laporan kasus adalah Ny. S yang berusia 78 tahun dengan dispepsia. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 23-27 Mei 2024. Data didapatkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada saat pengkajian klien merasakan nyeri pada perut bagian atas dengan skala nyeri 6, nyeri yang di asa seperti tertusuk-tusuk dan rasanya hilang timbul. Sehingga peneliti dapat merumuskan diagnosa utama nyeri kronis berhubungan dengan agen pencedera fisiologi. Intervensi yang diberikan yaitu manajemen nyeri. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan pada Ny. S dengan dispepsia dilaksanakan sesuai rencana keperawatan yang telah disusun. Hasil kunjungan keperawatan selama lima hari pada klien didapatkan dengan masalah teratasi. Tahap evaluasi keperawatan dengan SOAP didapatkan masalah teratasi dan planning dihentikan. Harapan peneliti dari penulisan laporan studi kasus ini agar menjadi pedoman baik instansi, masyarakat dan penelitian selanjutnya dalam memberikan asuhan keperawatan pada lansia dengan dispepsia.
Asuhan Keperawatan Pada Tn.N Dengan Diabetes Melitus Tipe II Di Ruang Pejuang RSUD Bangkinang Tahun 2024
Nazla, Najjatul;
Virgo, Gusman
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i1.87
Diabetes melitus (DM) adalah kelainan bersifat kronis yang tidak menular ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) dan kondisi metabolisme yang dapat menyebabkan kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal. Tanda dan gejala diabetes mellitus seperti poliuria, polydipsia, polifagia, pandangan kabur, kesemutan ditangan dan kaki. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sampai melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan diabetes mellitus tipe II divruang Pejuang RSUD Bangkinang Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang berbentuk studi kasus. Subjek pada laporan kasus adalah Tn.N yang berusia 70 tahun dengan diabetes mellitus tipe II di ruang Pejuang RSUD Bangkinang yang dilakukan selama 4 hari pada tanggal 08 sampai 11 Mei 2024. Data yang didapatkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada saat pengkajian klien merasakan badan terasa lemas, tidak nafsu makan, mual-muntah, kepala pusing, dan sering buang air kecil. Peneliti merumuskan masalah utama dengan diagnosa keperawatan ketidakstabilan glukosa darah berhubungan dengan hiperglikemia (D.0027). Intervensi yang diberikan yaitu monitor kadar glukosa darah. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan pada Tn.N dengan diabetes mellitus tipe II dilaksanakan sesuai rencana keperawatan yang telah disusun. Hasil kunjungan keperawatan selama tiga hari pada klien yaitu masalah teratasi. Diharapkan perawat ruangan dapat memberikan asuhan keperawatan yang tepat pada pasien dengan diabetes mellitus tipe II.
Asuhan keperawatan pada Tn.S dengan pemberian Teknik Terapi Relaksasi Nafas Dalam terhadap Penurunan Nyeri Dada dengan Diagnosa Congestive heart failure di ruangan mawar RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
Zikry, Alfan;
Apriza, Apriza;
Ningsih, Neneng Fitria
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i1.93
Congestive Heart Failure (CHF) atau gagal jantung merupakan suatu kondisi dimana jantung tidak dapat memompa darah secara efektif untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Kondisi ini biasanya terjadi ketika jantung mengalami kerusakan dan kelemahan pada ototnya, sehingga tidak mampu memompa darah dengan cukup kuat atau dalam volume yang cukup untuk tubuh. Pada pasien Tn.S keluhan utama yang disebabkan nyeri adalah nafasnya terasa sesak, badan terasa lemah, nafsu makan berkurang, dan pasien mengatakan nyeri yang dirasakan hilang timbul dan bertambah berat saat beraktifitas. Dari masalah tersebut intervensi yang tepat untuk mengurangi nyeri pada pasien Tn.S adalah terapi relaksasi nafas dalam. Tujuan Karya ilmiah ners ini adalah untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan dengan memberikan terapi relaksasi napas dalam. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dalam mengkaji, menganalis data, dan mendiagnosa pasien penderita Congestive Heart Failure dengan sampel satu responden, dilakukan di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 27-30 Mei 2024. Hasil asuhan keperawatan ini didapatkan adanya penurunan nyeri dari skala 5 menjadi skala 2. Hal ini menunjukkan bahwa terapi relaksasi napas dalam mampu menurunkan nyeri dada pada pasien gagal jantung kongestif. Diharapkan pasien dapat mengaplikasikan terapi relaksasi napas dalam dan minum obat secara rutin dengan harapan skala nyeri dada hilang.
Asuhan Keperawatan Pada Ny. A Dengan Gastritis Di Ruang Pejuang RSUD Bangkinang Tahun 2024
Bahri, Arsyita;
Kasumayanti, Erma
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i1.94
Gastritis adalah peradangan pada lapisan lambung. Peradangan ini menyebabkan lapisan lambung membengkak, yang pada akhirnya menyebabkan terbentuknya epitel dari lapisan lambung. Faktor yang menjadi resiko terjadinya gastritis diantaranya adalah kebiasaan merokok, pola makan tinggi lemak atau garam, pertambahan usia karena seiring waktu lapisan mukosa lambung akan mengalami penipisan dan melemah. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sampai melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan gastritis di ruang Pejuang RSUD Bangkinang Tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif yang berbentuk studi kasus. Responden pada laporan kasus adalah Ny. A yang berusia 46 tahun dengan gastritis. Data yang didapatkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Pada saat pengkajian pasien mengatakan nyeri pada ulu hati, mual, muntah, tangan sebelah kanan terasa kebas, nafsu makan menurun, pasien tampak lemah dan lesu. Peneliti merumuskan masalah utama dengan diagnosa keperawatan nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis. Intervensi yang diberikan yaitu identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, intensitas nyeri, dan skala nyeri. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan pada Ny. A dengan gastritis dilaksanakan sesuai rencana keperawatan yang telah disusun. Hasil kunjungan keperawatan selama empat hari pada klien yaitu masalah teratasi dan planning dihentikan. Harapan peneliti dari penulisan laporan kasus ini agar dapat memberikan acuan dalam pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan gastritis.
Asuhan Keperawatan Pada Ny. A Dengan Gastritis Di Ruang Pejuang RSUD Bangkinang Tahun 2024
Muharramah, Cendra;
Safitri, Yenny
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i1.97
Gastritis adalah kondisi jaringan kulit dalam lambung mengalami peradangan atau pembengkakan, baik secara akut maupun kronis. Gastritis akut adalah peradangan mukosa lambung yang menyebabkan erosi dan perdarahan setelah terpapar zat iritan. Jika tidak terjadi kerusakan, gastritis disebut erosive. Erosinya tidak mencapai lapisan otot lambung karena lebih dalam daripada mukosa muskularis. Gastritis kronis adalah peradangan permukaan mukosa lambung yang menahun dan berulang. Tanda dan gejala gastritis seperti nyeri epigastrium, mual, kembung, muntah, merupakan salah satu masalah yang paling umum. Melihat data dari RSUD Bangkinang menunjukkan peningkatan jumlah pasien gastritis dari tahun 2021 ke tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gastritis di Ruang Pejuang RSUD Bangkinang tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan metode pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pengumpulan data dan dokumentasi. Subjek penelitian pada laporan kasus ini adalah Ny. A yang berusia 45 tahun dengan diagnosis nyeri kronis yang dilakukan selama 3 hari dari tanggal 16-18 Mei 2024. Pada saat pengkajian pasien mengalami nyeri di bagian epigastrium yang hilang timbul sehingga ditegakkan diagnosa keperawatan nyeri kronis berhubungan dengan inflamasi mukosa lambung. Intervensi dan implementasi yang digunakan sesuai dengan SDKI, SLKI dan SIKI, dengan evaluasi yang dilakukan yaitu masalah teratasi selama tiga hari. Sebagai tujuan untuk melakukan penelitian tentang Gastritis, kampus : sebagai referensi dalam melakukan asuhan keperawatan pada pasien.
Penerapan Terapi Jus Tomat Pada Pasien Hiperkolesterolemia Di Desa Pulau Tinggi Tahun 2024
Masrel, Masrel;
Hidayat, Ridha;
Indrawati, Indrawati
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i1.101
Kolesterol merupakan lemak yang berwarna kekuningan dan berbentuk seperti lilin yang diproduksi oleh tubuh manusia terutama di dalam hati. Bahan makanan yang mengandung kolesterol berasal dari organ binatang, terutama bagian otak, kuning telur dan jeroan, tetapi bahan makanan yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol. Kolesterol adalah salah satu penyebab utama penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian di seluruh dunia, mempengaruhi kesehatan jutaan orang di negara maju maupun berkembang. Penyakit jantung koroner adalah salah satu bentuk penyakit kardiovaskular yang disebabkan oleh penyempitan pembuluh arteri yang mengalirkan darah ke otot jantung, yang dikenal sebagai aterosklerosis. Pada pasien Ny.S keluhan utama pada pasien nyeri hebat pada tangkuk dan leher, pasien mengatakan nyeri terasa sangat mengganggu, pasien mengatakan nyeri hilang timbul. Tujuan Karya Ilmiah ners ini adalah untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan dengan memberikan terapi jus tomat pada pasien hiperkolesterol. Penelitian ini menggunakan metode observasi langsung dalam mengkaji, menganalisis data, dan mendiagnosa pasien penderita hiperkolestrolemia dengan sampel satu responden dilakukan pada tanggal 27-29 November 2023. Implementasai terapi jus tomat selama 3 hari berturut-turut. Hasil penelitian didapatkan sebelum terapi jus tomat didapatkan kadar kolesterol 250 mg/dl mengalami penurunan hingga hari ketiga didapatkan kolesterol 150 mg/dl. Setelah diberikan terapi jus tomat selama 3 harixdidapatkan kesimpulan bahwa terjadinya penurunanpkadar hiperkolesterolemia. Ny. S tampak mulai bisa beraktivitas dan mengatakan nyeri sudah berkurang. Diharapkan pasien dapat menjaga pola makanan, olaraga, serta melakukan terapi jus tomat secara rutin untuk menjaga kadar kolesterol.
Asuhan Keperawatan Pada Ny.D Dengan Rheumatoid Arthritis Di Wisma Anggrek UPT PSTW Husnul Khatimah PekanbaruTahun 2024
Fadhli, Annisa Ananda;
Riani, Riani
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i1.102
Rheumathoid Arthritis (RA) adalah gangguan peradangan kronis autoimun atau respons autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun, menyebabkan kerusakan pada sendi dan lapisan sinovial, terutama di tangan, kaki, dan lutut. Peradangan pada sendi menyebabkan rasa sakit, bengkak, dan kesulitan berfungsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti dan melaksanakan asuhan keperawatan bagi penderita rheumatoid arthritis di ruang Anggrek Panti Sosial Tresna Werdha Husnul Khatimah tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif berupa studi kasus. Subyektif dalam laporan kasus adalah Ny. D yang berusia 83 tahun menderita rheumatoid arthritis di ruang Anggrek Panti Sosial Tresna Werdha Husnul Khatimaah yang dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 23-26 Mei 2024. Data diperoleh dengan wawancara, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, pada saat pengkajian klien merasakan nyeri pada bagian muskuloskeletal dengan skala 6. Oleh karena itu, peneliti menetapkan diagnosis keperawatan nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera biologis. Implementasi untuk nyeri akut yaitu mengajarkan klien cara mengatasi nyeri secara nonfarmakologis yaitu relakasi napas dalam. Evaluasi keperawatan selama empat hari, yaitu masalahnya telah teratasi dan tindakan dihentikan. Diharapkan agar Ny. D dapat menerapkan relaksasi napas dalam sebagai upaya untuk meredakan rasa nyeri apabila muncul lagi.
Asuhan Keperawatan Pada Nn.T Dengan Resiko Perilaku Kekerasan (RPK) Di Ruangan Siak Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau Tahun 2024
Panjaitan, Heny Monalisa;
Hidayat, Ridha
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i1.103
Perilaku kekerasan adalah salah satu respon marah yang paling maladaptive yaitu amuk. Kekerasan adalah suatu tindakan yang dapat merusak mental maupun fisik pada seseorang. Faktor yang menjadi resiko terjadinya resiko perilaku kekerasan diantaranya adalah faktor genetik maupun lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji sampai dengan melaksanakan asuhan keperawatan pada pasien dengan resiko perilaku kekerasan di ruangan Siak Rumah Sakit Jiwa Tampan Provinsi Riau tahun 2024. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus. Subjektif pada laporan kasus Nn.T yang berusia 23 tahun dengan resiko perilaku kekerasan. Data yang didapatkan dengan wawancara mendalam. Pada saat pengkajian pasien mengatakan “saya sering marah, jika ada yang membuat saya jengkel, saya akan melempar barang yang ada disekitar”. Sehingga peneliti dapat merumuskan diagnosa keperawatan yaitu: resiko perilaku kekerasan. Peneliti melakukan SP 1-SP 5 untuk mengatasi masalah resiko perilaku kekerasan. Asuhan keperawatan dilakukan dari tanggal 14-18 Mei 2024. Evaluasi dari tindakan yang telah dilakukan yaitu resiko perilaku kekerasan teratasi dan tindakan dihentikan. Diharapkan pasien dengan atau tanpa perawat mampu mengulang SP1-SP5 dan dianjurkan untuk rutin mengonsumsi obat yang telah diresepkan.
Asuhan Keperawatan Pada Ny.M Dengan Dispepsia Di Wisma Anggrek UPT PSTW Husnul Khatimah Pekanbaru Tahun 2024
Puspita, Della;
Apriza, Apriza
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i1.104
Dispepsia berhubungan dengan keluhan makan, yang dikaitkan dengan gangguan saluran cerna bagian atas. Dispepsia fungsional adalah penyakit metabolik yang digambarkan oleh beberapa gejala seperti nyeri epigastrik/abdomen, rasa penuh pada bagian epigastrik/abdomen, dan rasa penuh saat makan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengkajian hingga evaluasi dari tindakan yang dilakukan sesuai dengan diagnosa yang diangkat. Penelitian ini dilakukan pada Ny. M berusia 71 tahun dengan dispepsia di UPT PSTW Husnul Khatimah Pekanbaru. Penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 25-28 Juni 2024. Data yang didapatkan dengan wawancara, pemeriksaan fisik. Pada saat pengkajian klien merasakan sakit dibagian perut dan nyeri di ulu hati, mual saat menelan makanan. Sehingga peneliti mengangkat diagnosa utama nyeri kronis berhubungan dengan agen pencendra fisiologis. Intervensi yang diberikan yaitu mengidentifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, intensitas nyeri, dan mengidentifikasi skala nyeri. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan pada Ny. M dengan dispepsia dilaksanakan sesuai rencana keperawatan yang telah disusun. Hasil kunjungan keperawatan selama tiga hari pada klien telah didapatkan dengan masalah teratasi dan tindakan dihentikan. Harapan peneliti dari penulisan laporan kasus ini agar menjadikan pedoman baik instansi, masyarakat dan penelitian selanjutnya dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan dyspepsia.
Rendam Kaki Dengan Air Hangat Dan Pemberian Aroma Terapi Mawar Terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi
Jannah, Firdha Miftahul;
Safitri, Yenny;
Riani, Riani
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v3i1.105
Hipertensi adalah suatu kondisi tekanan darah diatas normal yaitu 140/90 mmHg, sedangkan pada lansia yaitu meningkatnya tekanan darah seseorang diatas nomal yaitu >160/90 mmHg dan dapat mengalami resiko kesakitan (morbiditas) bahkan juga kematian (mortalitas). Salah satu keluhan yang sering dialami oleh penderita hipertensi adalah nyeri kepala, pusing secara terus menerus, hal ini terjadi karena adanya peningkatan tekanan darah karena adanya penyumbatan pada sistem peredaran darah hingga dapat meningkatkan asam laktat pada area leher belakang yang mengaktifkan Stimulasi peka nyeri Kapiler Pada Otak.Salah satu intervensi non farmakologi adalah terapi rendam kaki dengan air hangat dan pemberian aroma terapi mawar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan dengan pemberian terapi rendam kaki dengan air hangat dan pemberian aroma terapi mawar untuk menurunkan tekanan darah penderita hipertensi. Penelitian dilakukan tanggal 15- 21 Juli 2024. Implementasi terapi air hangat dilakukan 15 menit selama 3 hari berturut turut dilanjutkan dengan pemberian aroma terapi mawar dilakukan selama 10 menit selama 3 hari berturut turut. Hasil penelitian didapatkan sebelum terapi air hangat tekanan darah : 170/110 mmHg mengalami penurunan hingga hari ke tiga didapatkan tekanan darah : 146/82 mmHg dan didapatkan sebelum pemberian aromaterapi mawar terjadi peningkatan tekanan darah pada hari ke 4 dikarenakan berdasarkan hasil observasi Ny R pergi ke acara kenduri tetangganya dan memakan gulai kambing sehingga Tekanan darahnya kembali meningkat menjadi 160/100 mmHg dan setelah pemberian aroma terapi mawar selama 3 hari terjadi penurunan tekanan darah Ny R Menjadi TD 148/86 mmHg. Diharapkan klien dapat memeriksakan tekanan darah secara rutin, dapat menjaga pola tidur serta dapat melakukan terapi rendam kaki dengan air hangat dan pemberian aromaterapi mawar untuk menjaga tekanan darahnya akan dapat terkontrol.