Gahwa
AIM : Gahwa, Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk menjadi platform utama dalam menyebarluaskan penelitian dan diskusi ilmiah mengenai pendidikan agama Islam, dengan fokus pada inovasi, teori, dan praktik yang memperkaya pemahaman serta implementasi pendidikan agama dalam konteks modern. SCOPE: 1. Kajian Islam: Menyelidiki berbagai aspek studi Islam, termasuk sejarah, hukum, dan teologi, serta dampaknya terhadap pendidikan agama Islam. 2.Studi Agama: Mengkaji hubungan antara agama Islam dan disiplin ilmu lain, serta bagaimana perspektif agama mempengaruhi pendekatan pendidikan. 3.Pembelajaran dan Pengajaran: Menganalisis metode, strategi, dan inovasi dalam pengajaran dan pembelajaran pendidikan agama Islam di berbagai tingkat pendidikan. 4.Ilmu Pendidikan Islam: Menyediakan penelitian tentang teori dan praktik dalam pendidikan Islam, termasuk pendekatan pedagogis dan metode pembelajaran. 5.Filsafat Pendidikan: Menyediakan wawasan mengenai filsafat pendidikan agama Islam, termasuk prinsip-prinsip dasar dan teori yang mendasari praktek pendidikan. 6. Kurikulum Pendidikan Islam: Mengevaluasi pengembangan dan implementasi kurikulum pendidikan agama Islam, serta adaptasinya dalam konteks pendidikan modern. 7. Psikologi Pendidikan: Mempertimbangkan aspek psikologis yang mempengaruhi proses belajar dan mengajar dalam konteks pendidikan agama Islam. 8. Evaluasi Pendidikan Islam: Mengkaji berbagai metode dan pendekatan evaluasi dalam pendidikan agama Islam untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas pendidikan.
Articles
74 Documents
POTENSI PERTENTANGAN IDE ISLAMISASI ILMU PENGETAHUAN
Su'eb, Su'eb
GAHWA Vol. 2 No. 1 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61815/gahwa.v2i1.235
Ide Islamisasi ilmu pengetahuan merupakan sebuah gagasan yang sangat brillian dari para tokoh Pendidikan Islam seperti Ismail Raji Al-Faruqi, Muhammad Abduh, Sayyid Husein Nasr, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dll. Tujuannya adalah sebagai salah satu upaya untuk menyelaraskan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam. Islamisasi ilmu pengetahuan bertujuan untuk memastikan bahwa ilmu pengetahuan digunakan untuk tujuan-tujuan yang baik dan bermanfaat bagi umat manusia. Ide islamisasi ini muncul juga tak lepas dari adanya pengaruh revolusi industri dan munculnya Renessaince di barat pada waktu sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada musnahnya ilmu pengetahuan Islam. Pada artikel ini akan dibahas pendapat para tokoh terkait dengan Islamisasi ilmu pengetahuan, konsep Islamisasi menurut Al-Qur’an, Potensi pertentangan ide Islamisasi dengan Al-Qur’an, serta kritik terhadap ide Islamisasi tersebut. Kajian ini adalah kajian ilmiyah dengan menggunakan pendekatan Kualitatif dengan metode Library Research. Bahan kajian dari artikel ini berasal dari buku-buku dan jurnal-jurnal yang berhubungan dengan ide Islamisasi ilmu pengetahuan. Hasilnya kami tuangkan dalam artikel ini dengan menambahkan beberapa buah pikiran hasil telaah dari sumber diatas.
IMPLEMENTASI METODE QUR’ANI SIDOGIRI DALAM MENUNJANG KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR’AN DI MADRASAH IBTIDA’IYAH
Hadi, Syamsul;
Fina Surya Anggraini
GAHWA Vol. 1 No. 2 (2023): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61815/gahwa.v1i2.237
Madrasah Ibtida’iyah Al-Jawahir mulai menerapkan metode baca Qur’an yang dicetuskan oleh Ponpes Sidogiri yang merupakan salah satu pesantren bercorak salaf yang ada di Jawa Timur dengan metode baca Qur’an yang bernama “Metode Qur’ani Sidogiri”. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui kualitas kemampuan membaca Al-Qur’an di Madrasah Ibtida’iyah Al-Jawahir sebelum diterapkan Metode qur’ani Sidogiri, (2) Untuk mendeskripsikan penerapan Metode tersebut dalam menunjang kemampuan membaca Qur’an santri di Madrasah Ibtida’iyah Al-Jawahir. (3) Untuk menganalisis faktor penghambat dalam penerapan Metode tersebut di Madrasah Ibtida’iyah Al-Jawahir. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) sebelum diterapkannya MQS, belum ada penerapan khusus tentang pembelajaran di bidang Al-Qur’an sehingga beberapa santri baik itu yang masih aktif atau yang sudah lulus tidak dapat dijamin kualitasnya dalam bidang membaca Al-Qur’an. 2) MQS mulai diterapkan sejak tahun 2019 dan proses pembelajaran dilaksanakan di pagi hari serta dimasukkan dalam jadwal aktif pembelajaran di jam pertama dengan tujuan agar santri lebih fokus dalam mengikuti pelajaran 3) Adapun faktor penghambat dari proses pelaksanaan MQS yaitu mengenai masalah kedisplinan peserta didik yang masih kurang tertib dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini guru dituntut agar dapat mengatasi masalah tersebut diantaranya dapat dilakukan dengan cara memberikan Reward & Punishment
PERAN PENGURUS DALAM MENERAPKAN NILAI DISIPLIN BELAJAR PADA SANTRI
Rosyda Mufida, Khilda
GAHWA Vol. 1 No. 2 (2023): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61815/gahwa.v1i2.238
Kedisiplinan merupakan bentuk ketaatan pada peraturan yang berlaku dan mengacu pada norma-norma yang berlaku, yang dilakukan berdasarkan kesadaran. Amanatul Ummah sebagai Pendidikan dengan system layanan terbaik yang memiliki pelayanan SKS 2 dan 3 Tahun dengan target lulusan yang ahli di bidang IT dan kitab tentunya menerapkan kedisiplinan tingkat tinggi. Maka dalam upaya menerapkan kedisiplinan kepada para santri, adanya peran seorang pengurus sangatlah penting untuk membantu terlaksananya kedisiplinan yang baik. Dengan begitu maka peneliti memberikan rumusan masalah sebagai berikut: 1) Bagaimana kedisiplinan belajar pada santri MA Istimewa Program Akselerasi di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto ?, 2) Bagaimana peran pengurus dalam menanamkan nilai disiplin belajar pada santri? Adapun penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan dilakukan dengan cara Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik Analisis Data meliputi Reduksi Data, Penyajian Data, dan Verifikasi Data. Dari penelitian yang telah dilakukan maka dapat diambil beberapa kesimpulan 1) bentuk Kedisiplinan yang diterapkan di Pondok Pesantren Amanatul Ummah khususnya lembaga MAI Amanatul ummah ini yaitu disiplin pemanfaatan waktu, tugas, dan tata tertib yang dapat dilihat dari kegiatan yang ada di pondok pesantren Amanatul Ummah, 2) peran pengurus dan pembimbing yaitu untuk mendampingi, dan mengawasi para santri dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan pondok selama 24 jam penuh
PERAN PONDOK PESANTREN DALAM MENANGKAL IDEOLOGI TRANSNASIONAL
Moh. Fausih;
Moh. Amiril Mukminin;
Walid Sja'roni
GAHWA Vol. 1 No. 2 (2023): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61815/gahwa.v1i2.245
Pondok pesantren dewasa ini turut mengambil peran dalam menanggulangi ideologi transnasional, yakni dengan menanamkan Akidah Ahlussunal Wal Jamaah sedini mungkin dengan melalui pelajaran Aqidah, seperti kitab-kitab Aqidatul Awam dan memberikan pemahaman tentang bahayanya Transnasional bagi kelangsungan NKRI. Pengoptimalan pondok pesantren dalam menangkal paham Transnasional ialah dengan membiasakan dan mengikut sertakan para santri dalam organisasi Nahdlatul Ulama’, serta aktif dalam pelatihan kaderisasi dan leadership Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Adapun Rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut 1) Bagaimana Peran Pondok Pesantren Raudlatul Ulum dalam Menangkal Ideologi Transnasional? 2) Bagaimana Mengoptimalkan Peran Pondok Pesantren Sebagai Menangkal Ideologi Transnasional? Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan penekatan studi kasus, dan pengumpulan datanya dilakukan dengan, interview, observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian data dianalisa dengan mengacu pada kerangka teoritik yang ada. Dari hasil penelitian didapat kesimpulan bahwa peran pondok pesantren adalah ialah dengan menanamkan Aqidah Ahlussunah Wal Jamaah sedini mungkin dengan melalui pelajaran Aqidah, seperti kitab-kitab Aqidatul Awam. Pengoptimalan pondok pesantren dalam menangkal paham Transnasional ialah dengan membiasakan dan mengikut sertakan para santri dalam organisasi Nahdlatul Ulama’, serta aktif dalam pelatihan kaderisasi dan leadership Jam’iyah Nahdlatul Ulama.
PERAN GURU PAI DALAM MENINGKATKAN AKHLAKUL KARIMAH MELALUI PELAJARAN ASWAJA
Juwairiyah
GAHWA Vol. 1 No. 2 (2023): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61815/gahwa.v1i2.246
Seorang guru mempunyai tugas yang mulia yaitu mendidik dan mengajar beberapa ilmu yang dimiliki oleh seorang guru tersebut, sedangkan anak didik merupakan orang yang menerima pelajaran dari guru. Usaha dalam pembinaan akhlak yang dilakukan oleh guru PAI adalah untuk mengatasi dan mencegah terjadinya kenakalan remaja dan membentuk pribadi yang berbudi pekerti luhur. Berpegang dari latar belakang di atas serta dasar pemikiran yang terdapat di dalamnya maka penelitian ini mengkaji tentang peran guru PAI dalam meningkatkan akhlakul karimah melalui pelajaran aswaja. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data ini adalah observasi, dokumentasi, Interviw. Melalui metode ini dapat memperoleh data yang diinginkan dalam penelitian, sehingga memperoleh data-data yang kongkrit yang sesuai dengan kebutuhan dalam penelitian. Setelah data terkumpul, maka akan dilakukan analisa melalui metode deskriptif untuk data kualitatif. Dengan metode penelitian dan analisa data seperti tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa peran yang dilakukan oleh guru PAI dalam meningkatkan akhlak siswa cukup bagus, yaitu dengan cara selalu berusaha memperbaiki akhlak siswa melalui pembinaan akhlak yang diberikan kepada siswa-siswi mereka lebih bisa mengontrol diri dan merubah sikap mereka kepada sesama teman ataupun terhadap guru mereka, saling menghargai dan saling menghormati satu dengan yang lainnya. Sedangkan pola tingkah laku yang dicontohkan oleh guru PAI cukup bagus sehingga siswa dan siswi tidak pernah telat datang ke sekolah selalu disiplin dan tepat waktu dan juga semakin rajin dan semangat dalam belajar sejak diadakan pembinaan akhlak oleh guru PAI sehingga akhlak siswa dan siswi bisa berubah secara signifikan.
SIGNIFIKANSI MEDIA AUDIO VISUALTERHADAP HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN FIQIH
Mufida, Laily;
Afandi;
Hibrul Umam
GAHWA Vol. 1 No. 2 (2023): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61815/gahwa.v1i2.247
Berdasarkan pengamatan, salah satu rendahnya kemampuan siswa disebabkan karena strategi pembelajaran yang digunakan kurang tepat. Selama ini hanya menggunakan metode mengajar konvensional. Salah satu media pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan berfikir dan keterampilan serta belajar mandiri yang dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa adalah Audio Visual. Untuk itu, terdapat 2 rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu bagaimana penggunaan media Audio Visual di Madrasah Diniyah Sabielul Faizin Blega Bangkalan? Bagaimana hasil belajar mata pelajaran Fiqih siswa kelas II Madrasah Diniyah Sabielul Faizin Blega Bangkalan? Adakah signifikansi media Audio Visual terhadap peningkatan hasil belajar mata pelajaran Fiqih pada siswa kelas II Madrasah Diniyah Sabielul Faizin Blega Bangkalan? Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik analisis korelasi yaitu suatu penelitian yang tujuannya mencari hubungan antara dua hal, dua variabel atau lebih. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penggunaan media Audio Visual dalam pembelajaran Fiqih terhadap hasil belajar siswa kelas II di Madrasah Diniyah Sabielul Faizin. Hal ini terbukti dengan hasil korelasi antara variabel X dan Y, dimana hasilnya rxy (0,652) lebih besar dari r tabel (rt) pada taraf signifikasi 5% (0,468) dan 10% (0,590). Sedangkan Ukuran pengaruh penggunaan media Audio Visual dalam pembelajaran Fiqih terhadap hasil belajar siswa kelas II di Madrasah Diniyah Sabielul Faizin, maka dengan memperhatikan besarnya rXY yaitu 0,630, yang besarnya berada pada rentangan antara 0,60-0,799, berarti korelasi antara variabel X dan variabel Y merupakan korelasi positif yang kuat
DESAIN KURIKULUM PENDIDIKAN BERBASIS INKLUSI ADAPTIF MERDEKA
Khoiruman;
Azka Fikriyy, Wilda;
Shohifur Rizal, Moh. Ahsan
GAHWA Vol. 2 No. 1 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61815/gahwa.v2i1.301
Abstrak Pendidikan adalah sebuah upaya untuk menumbuh – kembangkan potensi lahiriah dan potensi bimbingan pada setiap manusia. Manusia tumbuh dan berkembang dengan dua sisi, berkembang sempurna secara lahiriah, pun berkembang dengan mengalami kekurangan baik secara fisik (difabel) atau secara mental (disabilitas). Berbagai penelitian sepakat bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, oleh sebab itu proses Pendidikan, agama, komunikasi sosial dan budaya akan menjadi sangat fleksibel dalam mengenal dan menggandengnya. Seperti halnya difabel atau disabilitas, mereka memiliki ruang dan hak yang sama dalam kehidupan. khususnya Pendidikan. Jika Pendidikan memiliki ragam elemen, unsur, dan prosedur-prosedur, maka secara kurikulum, Pendidikan juga menyesuaikan dengan kondisi difabel atau disabilitas. Oleh karena itu muncul Pendidikan berbasis inklusi. Hal ini bertujuan memberi ruang terhadap mereka yang berkekurangan untuk menerima hak Pendidikan (fi maqashid as-syari’ah; Hifd al-‘aql). Untuk lebih mempermudah kembali, maka kurikulum tersebut menggunakan model pendekatan adaptif. Di mana hal ini bertujuan untuk sikap kemanusiaan dalam Pendidikan. Karena masalah yang muncul dalam Pendidikan adalah kurangnya berbagi ruang, dengan maksud memberikan hak bagi mereka yang berkekurangan, salah satu contohnya adalah memarginalkan pun bulliying, maka dengan adptif dalam Pendidikan inklusi akan lebih memberi ruang gerak yang luas bagi mereka yang berkekurang. Oleh karena itu perlu sekali untuk mengembangkan desain kurikulum berbasis inklusi dengan pendekatan adaptif
THE INFLUENCE OF BLENDED LEARNING ON LEARNING OUTCOMES
Walib Abdullah;
Abdul Halim;
R Fahmi Ali
GAHWA Vol. 2 No. 1 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61815/gahwa.v2i1.312
Blended learning is one of learning methods that combines learning technology with actual work assignments to create a positive impact on learning and work which means 50% face-to-face learning and 50% online learning, it can also use 75/25 that we can use 75% face-to-face learning and 25% online learning from time allocation, and also it can combine 25/75 means 25% face-to-face learning and 75% online learning. This research used an experimental method of quasi-experimental pretest-posttest none-evaluative control group design. The sample in this research was 21 respondents divided into 2 classes namely the experimental class and the control class The experimental class uses blended learning while the control class uses conventional learning . based on the results of the paired sample T test sig value (2 tailed) 0,000 <0.005, it can be concluded that there is the effect of blended learning on learning outcomes While the results of the independent sample T test 0,000 <0,005 then there is a difference between blended learning with conventional learning with an average blended learning of 83,76 while conventional learning is 77,67 then showing blended learning is more effective or greater influence than conventional learning.
IMPLEMENTASI BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAMI DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR
Nurhayati
GAHWA Vol. 2 No. 1 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61815/gahwa.v2i1.324
Bimbingan Konseling Islami adalah memberikan bantuan yang diberikan untuk mengatasi masalah atau mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh konseli dengan menggunakan potensi dan fitrah agama secara maksimal, dengan memanfaatkan nilai-nilai ajaran islam yang mampu memperkuat dimensi spiritualnya. Hal ini akan memberikan motivasi dan kemampuan untuk mengatasi masalah yang dialaminya. Kesulitan belajar adalah suatu kondisi dimana peserta didik tidak dapat belajar secara wajar, disebabkan adanya ancaman, hambatan ataupun gangguan dalam belajar. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian field research (penelitian lapangan) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan datanya dengan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari hasil pembahasan dan penelitian tersebut memperoleh kesimpulan bahwa jenis kesulitan yang dialami oleh siswa yaitu berasal dari ketergantungan dalam belajar, kesulitan dalam membaca dan menulis serta sulit dalam memahami pelajaran tertentu. Dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling dalam mengatasi kesulitan belajar siswa dilakukan dengan memberikan layanan konseling individu dan bimbang kelompok. Sedangkan hasil analisis data tentang layanan bimbingan dan konseling islami dalam mengatasi kesulitan belajar siswa dapat dikatakan adanya perubahan seperti peningkatan belajar baik dari nilai harian atau ulangan, dan berkonsentrasi dalam pembelajaran yang diberikan oleh guru, walaupun materi atau kegiatan yang dilaksanakan tidak dirancang secara khusus akan tetapi mengalir sesuai kebutuhan saat pelaksanaan proses belajar mengajar di dalam kelas.
UPAYA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MENGENAL WARNA MELALUI METODE BERMAIN BALOK WARNA
Maisyarah, Maisyarah;
Ismawati, Desi
GAHWA Vol. 2 No. 1 (2023): JULY-DECEMBER
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61815/gahwa.v2i1.333
Penelitian pada anak yang dilaksanakan di RA Banu Imam Masalembu, dilatar belakangi oleh rendahnya kemampuan anak dalam mengenal warna. Karena keterbatasan media yang digunakan, kemampuan kognitif anak dalam mengenal warna belum sesuai dengan pencapaian perkembangan anak usia 4-5 tahun. Hal ini dibuktikan dari 20 anak di kelas hanya terdapat beberapa anak yang mencapai kemampuan mengenal warna yang sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangan anak usia 4-5 tahun. Dari hasil observasi yang dilakukan peneliti, peneliti memilih pengenalan warna sebagai sarana yang tepat untuk mengembangkan kemampuan kognitif anak di RA Banu Imam Masalembu. Dalam pemilihan strategi, pendekatan, dan metode belajar yang tepat juga mendukung keberhasilan pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran pada anak usia dini yaitu pembelajaran dengan metode bermain balok warna, pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan yang lebih banyak memberi kesempatan kepada anak untuk menemukan sesuatu yang baru dengan cara-cara yang menarik bagi mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif karena data yang digunakan berupa angka-angka dan analisis datanya menggunakan statistik. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen yaiu dengan