cover
Contact Name
Fernadiksa Rasta Putra Pratama
Contact Email
jtpdmunublitar@gmail.com
Phone
+6281555326717
Journal Mail Official
jtpdmunublitar@gmail.com
Editorial Address
Jalan Masjid No. 22 Kota Blitar
Location
Kab. blitar,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah
ISSN : 28078527     EISSN : 28083962     DOI : 10.28926
JTPDM (Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah): distributes articles related to meta-analysis (including systematic reviews) and research and suggestions for the teaching and learning process in Elementery school, junior high school, and senior high school. In addition, JTPDM (Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah): presents articles that link the latest research in the fields of teacher education, child development, learning psychology, inclusion, special education, teaching strategies and innovations, and educational assessment, all of which are related to the basics of education.
Articles 272 Documents
Meningkatkan Kemampuan Guru PAI SD dalam Menyusun Soal Tes Hasil Belajar Penilaian Akhir Semester Mariyani, Mariyani
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v2i1.317

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1)Mendeskripsikan kemampuan guru SD PAIS dalam menyusun soal tes hasil akhir belajar penilaian akhir semester. 2) Mendeskripsikan pelaksanaan penyusunan soal tes hasil belajar. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kepengawasan (PTKs). Penelitian ini dilaksanakan karena guru PAI jarang menyusun tes. Biasanya menggunakan tes yang sudah ada kemudian disesuaikan dengan materi ajar. Keadaan ini juga terjadi disebagian guru PAI di kota Pangkalpinang, sehingga sering terjadi tidak tepat antara tes dengan kompetensi dasar yang disyaratkan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ). Di sisi lain guru sebagian besar belum bisa menyusun tes, sehingga sering mencari dari beberapa kumpulan soal yang sudah ada di buku penerbit. Dalam penelitian tindakan kepengawasan ini menunjukkan bahwa penerapan workshop dalam menyusun tes hasil belajar penilaian akhir semester sangat efektif. Sikap dan kemampuan guru PAI setelah workshop merasa puas karena melalui workshop dapat mempergunakan waktu sehingga tidak tertunda-tunda. Melalui workshop pula dapat meningkatkan kemampuan guru di dalam menyusun tes profesional. Berdasarkan analisis data, dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan workshop dalam menyusun tes hasil belajar penilaian akhir semester sangat efektif. Sikap dan kemampuan guru PAI setelah workshop merasa puas karena melalui workshop dapat mempergunakan waktu sehingga tidak tertunda-tunda. Melalui workshop pula dapat meningkatkan kemampuan guru di dalam menyusun tes profesional hal ini terlihat pada kegiatan siklus pertama rata rata nilai 70,3. Tes dikatakan layak apabila minimal 65 % kriteria bisa terpenuhi. Dengan demikian pada siklus pertama 100 % guru sudah mampu menyusun tes hasil belajar penilaian akhir semester .
Meningkatkan Kemampuan Tumbuh Tanaman Anggrek Melalui Metode Pemberian Tugas Yunita, Rita
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v2i1.318

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan wawasan pengetahuan tentang anggrek. (2) Mendeskripsikan pelaksanaan pemberian tugas siswa untuk meningkatkan kemampuan tumbuh tanaman anggrek. Penelitian ini menggunakan rancangan tidakan kelas (PTK). Keberhasilan dalam Penelitian Tindakan Kelas (PTK) tentang penanaman tumbuh tanaman anggrek dengan metode pemberian tugas bagi siswa kelas XII ATPH di SMK Negeri 1 Pusakanagara Kabupaten Subang telah membuktikan bahwa metode pemberian tugas sangat efektif dan akurasi dalam menangani permasalahan yang dihadapi siswanya. Dengan telah sukses mengatasi permasalahan dalam proses pembelajaran di kelas dari mata pelajaran Agribisnis Tanaman Hias (ATH) bagi siswa kelas XII ATPH ini suasana pembelajaran sangat menyenangkan dan menjadi rajin untuk selalu mengikuti materi tersebut. Keberhasilan siswa kelas XII ATPH bisa terlihat dari Siklus I dan Siklus II. Dimana pada Siklus I mendapat 37,74% meningkat menjadi 100% pada Siklus II.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Operasi Hitung Bilangan Bulat melalui Teknik Numbered Head Together (NHT) Soeparni, Soeparni
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v2i1.319

Abstract

Tujuan Penelitian: (1) mendeskripsikan pelaksanaan Operasi hitung bilangan bulat melalui teknik Numbered Heads Together (2) mendeskripsikan peningkatan hasil belajar Matematika. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Berdasarkan hasil penelitian kesimpulan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa di kelas VI SD Negeri Sukoanyar Kec. Ngoro Kab. Mojokerto. Pada mata pelajaran matematika materi operasi hitung bilangan bulat melalui teknik Numbered Heads Together (NHT), dimana pada pra siklus ada 3 siswa atau 21% yang mencapai ketuntasan kemudian pada siklus I ada peningkatan yaitu ada 8 siswa atau 58% yang mencapai tuntas namun belum mencapai indikator keberhasilan sehingga dilanjutkan pada siklus II dimana ada 13 siswa atau 93% yang mencapai tuntas. Dengan hasil demikian maka hasil penelitian sudah mencapai indikator yang ditentukan yaitu ketuntasan dengan KKM 70 sebanyak 80 % dari seluruh siswa yang dijadikan subyek dalam penelitian ini.
Pembuatan Alat Siram Otomatis dari Limbah Botol dan Kaos untuk Meningkatkan Minat Menyiram Tanaman pada Anak Tunagrahita Ringan Wantilah, Wantilah
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v2i1.323

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan inovasi alat siram otomatis sederhana menggunakan limbah botol dan kaos. 2) Mendeskripsikan pelaksanaan alat siram otomatis sederhana menggunakan limbah botol dan kaos dapat menumbuhkan minat anak untuk menyitam tanaman Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas (PTK). Dari hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa anak tunagrahita ringan kelas IV SDLB SLB Negeri Budi Utama Kota Cirebon meningkat minatnya dalam menyiram bunga/tanaman dengan media alat siram otomatis dari limbah botol plastik. Dengan demikian maka program khusus pengembangan diri kompetensi tentang keterampilan hidup dan indikator menjaga kebersihan sekolah dan rumah sub indikator menyiram tanaman dapat dikatakan telah berhasil.
Penerapan Pembelajaran Peer Teaching Method dalam Upaya Peningkatan Hasil Belajar Teknik Elektronika Industri yang Memuat Pemasangan PCB pada Siswa Kelas XI TEI-1 Semester 2 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung Tahun Pelajaran 2018/2019 Aswanto, Achmad Anang
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v2i1.324

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Kelas XI TEI-1 pada waktu pembelajaran Teknik Elektronika Industri diperoleh hasil bahwa Hasil Belajar siswa kurang memuaskan, yaitu dari 34 siswa hanya 11 siswa yang nilainya dapat mencapai KKM atau ≥ 70, sedangkan 23 siswa lainnya masih belum dapat mencapai KKM atau ≤ 69. Hal ini disebabkan karena guru kurang memberikan penekanan materi yang jelas tentang Pemasangan PCB tersebut, setelah memberikan tugas kepada siswa, guru meninggalkan ruangan, guru tidak menggunakan strategi, maupun metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreatif siswa, serta masih banyak siswa yang bermain sendiri pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu agar dapat meningkatkan Hasil Belajar siswa dalam menyelesaikan soal tentang Pemasangan PCB serta untuk tercapainya tujuan pembelajaran perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Metode Peer Teaching Method. Rumusan masalah penelitian ini: (a) Bagaimana penerapan Pembelajaran Peer Teaching Method untuk meningkatkan hasil belajar tugas Teknik Elektronika Industri yang memuat Pemasangan PCB pada Siswa Kelas XI TEI-1 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung? (b) Apakah penerapan Pembelajaran Peer Teaching Method dapat meningkatkan pemahaman Siswa pada tugas Teknik Elektronika Industri yang memuat Pemasangan PCB Kelas XI TEI-1 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung? (c) Apakah penerapan Pembelajaran Peer Teaching Method dapat meningkatkan hasil belajar tugas Teknik Elektronika Industri yang memuat Pemasangan PCB pada Siswa Kelas XI TEI-1 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa Kelas XI TEI-1. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru (pengajar), guru kelas (mitra peneliti) sebagai observer proses pembelajaran Pemasangan PCB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Peer Teaching Method untuk meningkatkan Hasil Belajar siswa pada materi Pemasangan PCB siswa Kelas XI TEI-1 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung mempunyai kriteria keberhasilan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan Hasil Belajar siswa berdasarkan nilai post test per siklus dengan nilai di atas KKM yaitu persentase pada siklus I 58,8% dan pada siklus II 94,1%. Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran Pemasangan PCB melalui Metode Peer Teaching Method dapat meningkatkan Hasil Belajar siswa dan dapat mempermudah siswa dalam menyelesaikan soal Pemasangan PCB Kelas XI TEI-1 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung. Oleh karena itu guru disarankan untuk menggunakan Metode Peer Teaching Method dalam pembelajaran Teknik Elektronika Industri pada materi Pemasangan PCB agar Hasil Belajar siswa meningkat.
Upaya Peningkatan Prestasi belajar Seni Budaya yang Memuat Musik Barat dengan Penerapan Metode Pembelajaran Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK) pada Siswa Kelas XI MIPA 1 Semester 1 SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung Tahun Pelajaran 2019/2020 Irawati, Evi
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v2i1.325

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Kelas XI MIPA 1 pada waktu pembelajaran Seni Budaya diperoleh hasil bahwa Hasil belajar siswa kurang memuaskan, yaitu dari 30 siswa hanya 9 siswa yang nilainya dapat mencapai KKM atau ≥ 70, sedangkan 21 siswa lainnya masih belum dapat mencapai KKM atau ≤ 69. Hal ini disebabkan karena guru kurang memberikan penekanan materi yang jelas tentang Musik Barat tersebut, setelah memberikan tugas kepada siswa, guru meninggalkan ruangan, guru tidak menggunakan strategi, maupun metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreatif siswa, serta masih banyak siswa yang bermain sendiri pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal tentang Musik Barat serta untuk tercapainya tujuan pembelajaran perlu diadakan perbaikan pembe lajaran dengan menerapkan Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK). Rumusan masalah penelitian ini: (a) Bagaimana penerapan Metode Pembelajaran Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK) untuk meningkatkan prestasi belajar Seni Budaya yang memuat Musik Barat pada Siswa Kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung? (b) Apakah penerapan Metode Pembelajaran Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK) dapat meningkatkan pemahaman Siswa pada Seni Budaya yang memuat Musik Barat Kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung? (c) Apakah penerapan Metode Pembelajaran Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK) dapat meningkatkan prestasi belajar Seni Budaya yang memuat Musik Barat pada Siswa Kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa Kelas XI MIPA 1. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru (pengajar), guru kelas (mitra peneliti) sebagai observer proses pembelajaran Musik Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK) untuk meningkatkan Hasil belajar siswa pada materi Musik Barat siswa Kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung mempunyai kriteria keberhasilan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan Hasil belajar siswa berdasarkan nilai post test per siklus dengan nilai di atas KKM yaitu persentase pada siklus I 56,7% dan pada siklus II 93,3%. Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran Musik Barat melalui Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK) dapat meningkatkan Hasil belajar siswa Kelas XI MIPA 1 SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung dan dapat mempermudah siswa dalam menyelesaikan persoalan Musik Barat. Oleh karena itu guru menggunakan Visualization, Auditory, Kinestetic (VAK) dalam pembelajaran Seni Budaya pada materi Musik Barat agar Hasil belajar siswa meningkat.
Tantangan Merdeka Belajar Fisika secara Daring dalam Materi Medan Magnet Menggunakan Metode Resitasi di Masa Pandemic Covid-19 pada Siswa Kelas XII MIPA 6 SMA Negeri 1 Kedungwaru Semester 1 Tahun Ajaran 2020/2021 Herlina, Tutik
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v2i1.326

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Kelas XII MIPA 6 pada waktu pembelajaran Fisika diperoleh hasil bahwa Hasil belajar siswa kurang memuaskan, yaitu dari 18 siswa hanya 6 siswa yang nilainya dapat mencapai KKM atau ≥ 75, sedangkan 12 siswa lainnya masih belum dapat mencapai KKM atau ≤ 74. Hal ini disebabkan karena guru kurang memberikan penekanan materi yang jelas tentang Medan Magnet tersebut, setelah memberikan tugas kepada siswa, guru meninggalkan ruangan, guru tidak menggunakan strategi, metode maupun model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreatif siswa, serta masih banyak siswa yang bermain sendiri pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu agar dapat meningkatkan Hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal tentang Medan Magnet serta untuk tercapainya tujuan pembelajaran perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Pendekatan Resitasi secara Daring . Rumusan masalah penelitian ini: (1) Bagaimana Tantangan Merdeka Belajar Fisika secara Daring dalam Materi Medan Magnet Menggunakan Metode Resitasi di Masa Pandemic Covid-19 Pada Siswa Kelas XII MIPA 6 SMA Negeri 1 Kedungwaru? (2) Apakah Resitasi secara Daring dapat Meningkatan Hasil belajar dalam Medan Magnet Pada Siswa Kelas XII MIPA 6 SMA Negeri 1 Kedungwaru? (3) Bagaimana hasil pembelajaran Tantangan Merdeka Belajar Fisika secara Daring dalam Materi Medan Magnet Menggunakan Metode Resitasi di Masa Pandemic Covid-19 Pada Siswa Kelas XII MIPA 6 SMA Negeri 1 Kedungwaru? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa Kelas XII MIPA 6 . Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru (peng-ajar), guru kelas (mitra peneliti) sebagai observer proses pembelajaran Medan Magnet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Resitasi secara Daring untuk meningkatkan Hasil belajar dan mengembangkan kreatif siswa pada materi Medan Magnet siswa Kelas XII MIPA 6 SMA Negeri 1 Kedungwaru mempunyai kriteria keberhasilan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya Memaksimalkan Merdeka Belajar siswa berdasarkan nilai Post Test Online per siklus dengan nilai di atas KKM yaitu persentase pada siklus I 72,2% dan pada siklus II 94,4%. Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran Medan Magnet melalui Pendekatan Resitasi secara Daring dapat meningkatkan Hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal Medan Magnet Kelas XII MIPA 6 SMA Negeri 1 Kedungwaru. Oleh karena itu guru disarankan untuk menggunakan Pendekatan Resitasi secara Daring dalam pembelajaran Fisika pada materi Medan Magnet agar Hasil belajar siswa meningkat.
Penerapan Metode Pembelajaran Example Non Example dalam Upaya Peningkatan Prestasi belajar Seni Budaya yang Memuat Pembuatan karya dengan motif flora pada bahan tekstil pada Siswa Kelas VII-A Semester 2 SMP Negeri 2 Campurdarat Tulungagung Tahun Pelajaran Dwiastuti, Wiwin
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v2i1.327

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Kelas VII-A pada waktu pembelajaran Seni Budaya diperoleh hasil bahwa Hasil belajar siswa kurang memuaskan, yaitu dari 29 Siswa hanya 7 siswa yang nilainya dapat mencapai KKM atau ≥ 71, sedangkan 12 siswa lainnya masih belum dapat mencapai KKM atau ≤ 69. Hal ini disebabkan karena guru kurang memberikan penekanan materi yang jelas tentang Pembuatan karya dengan motif flora pada bahan tekstil tersebut, setelah memberikan tugas kepada siswa, guru meninggalkan ruangan, guru tidak menggunakan strategi, maupun metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreatif siswa, serta masih banyak siswa yang bermain sendiri pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal tentang Pembuatan karya dengan motif flora pada bahan tekstil serta untuk tercapainya tujuan pembelajaran perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Example Non Example. Rumusan masalah penelitian ini: (a) Bagaimana penerapan Metode Pembelajaran Example Non Example untuk meningkatkan prestasi belajar Seni Budaya yang memuat Pembuatan karya dengan motif flora pada bahan tekstil pada Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 2 Campurdarat Tulungagung? (b) Apakah penerapan Metode Pembelajaran Example Non Example dapat meningkatkan pemahaman Siswa pada Seni Budaya yang memuat Pembuatan karya dengan motif flora pada bahan tekstil Kelas VII-A SMP Negeri 2 Campurdarat Tulungagung? (c) Apakah penerapan Metode Pembelajaran Example Non Example dapat meningkatkan prestasi belajar Seni Budaya yang memuat Pembuatan karya dengan motif flora pada bahan tekstil pada Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 2 Campurdarat Tulungagung? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa Kelas VII-A. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru (pengajar), guru kelas (mitra peneliti) sebagai observer proses pembelajaran Pembuatan karya dengan motif flora pada bahan tekstil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Example Non Example untuk meningkatkan Hasil belajar siswa pada materi Pembuatan karya dengan motif flora pada bahan tekstil siswa Kelas VII-A SMP Negeri 2 Campurdarat Tulungagung mempunyai kriteria keberhasilan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan Hasil belajar siswa berdasarkan nilai post test per siklus dengan nilai di atas KKM yaitu persentase pada siklus I 58,6% dan pada siklus II 89,7%. Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran Pembuatan karya dengan motif flora pada bahan tekstil melalui Example Non Example dapat meningkatkan Hasil belajar siswa Kelas VII-A SMP Negeri 2 Campurdarat Tulungagung dan dapat mempermudah siswa dalam menyelesaikan persoalan Pembuatan karya dengan motif flora pada bahan tekstil. Oleh karena itu guru menggunakan Example Non Example dalam pembelajaran Seni Budaya pada materi Pembuatan karya dengan motif flora pada bahan tekstil agar Hasil belajar siswa meningkat.
Efektivitas Metode Discovery Learning dalam Upaya Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan yang Memuat Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Siswa Kelas VII-C Semester 1 SMP Negeri 2 Campurdarat Tahun Pelajaran 2019/2020 Mujiati, Anik
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2 No 1 (2022): Volume 2, Nomor 1, Maret 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v2i1.328

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Kelas VII-C pada waktu pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan diperoleh hasil bahwa Hasil belajar siswa kurang memuaskan, yaitu dari 36 siswa hanya 11 siswa yang nilainya dapat mencapai KKM atau ≥ 73, sedangkan 27 siswa lainnya masih belum dapat mencapai KKM atau ≤ 69. Hal ini disebabkan karena guru kurang memberikan penekanan materi yang jelas tentang Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tersebut, setelah memberikan tugas kepada siswa, guru meninggalkan ruangan, guru tidak menggunakan strategi, maupun metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreatif siswa, serta masih banyak siswa yang bermain sendiri pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu agar dapat meningkatkan Hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal tentang Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia serta untuk tercapainya tujuan pembelajaran perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Metode discovery learning. Rumusan masalah penelitian ini: (a) Bagaimana penerapan Metode discovery learning untuk meningkatkan Hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan yang memuat Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Siswa Kelas VII-C SMP Negeri 2 Campurdarat? (b) Apakah penerapan Metode discovery learning dapat meningkatkan pemahaman Siswa pada Pendidikan Kewarganegaraan yang memuat Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Kelas VII-C SMP Negeri 2 Campurdarat? (c) Apakah penerapan Metode discovery learning dapat meningkatkan Hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan yang memuat Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Siswa Kelas VII-C SMP Negeri 2 Campurdarat? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa Kelas VII-C. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru (pengajar), guru kelas (mitra peneliti) sebagai observer proses pembelajaran Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Metode discovery learning untuk meningkatkan Hasil belajar siswa pada materi Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia siswa Kelas VII-C SMP Negeri 2 Campurdarat mempunyai kriteria keberhasilan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan Hasil belajar siswa berdasarkan nilai post test per siklus dengan nilai di atas KKM yaitu persentase pada siklus I 63,9% dan pada siklus II 88,9%. Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia melalui Metode discovery learning dapat meningkatkan Hasil belajar siswa Kelas VII-C SMP Negeri 2 Campurdarat dan dapat mempermudah siswa dalam menyelesaikan persoalan Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Oleh karena itu guru menggunakan Metode discovery learning dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada materi Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia agar Hasil belajar siswa meningkat.
Penerapan Metode Pembelajaran Direct Instructions dalam Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Penjaskes yang Memuat Bulu Tangkis pada Siswa Kelas IX-B Semester 2 SMP Negeri 1 Tulungagung Tahun Pelajaran 2018/2019 Nurhamid, Nurhamid
Jurnal Terapan Pendidikan Dasar dan Menengah Vol 2 No 2 (2022): Volume 2, Nomor 2, Juni 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jtpdm.v2i2.329

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Kelas IX-G pada waktu pembelajaran Penjaskes diperoleh hasil bahwa Hasil belajar siswa kurang memuaskan, yaitu dari 31 siswa hanya 7 siswa yang nilainya dapat mencapai KKM atau ≥ 75, sedangkan 24 siswa lainnya masih belum dapat mencapai KKM atau ≤ 69. Hal ini disebabkan karena guru kurang memberikan penekanan materi yang jelas tentang Lompat Jauh tersebut, setelah memberikan tugas kepada siswa, guru meninggalkan ruangan, guru tidak menggunakan strategi, maupun metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreatif siswa, serta masih banyak siswa yang bermain sendiri pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal tentang Lompat Jauh serta untuk tercapainya tujuan pembelajaran perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Metode Drill. Rumusan masalah penelitian ini: (a) Bagaimana penerapan Metode Drill untuk meningkatkan prestasi belajar Penjaskes yang memuat Lompat Jauh pada Siswa Kelas IX-G SMP Negeri 1 Tulungagung? (b) Apakah penerapan Metode Drill dapat meningkatkan pemahaman Siswa pada Penjaskes yang memuat Lompat Jauh Kelas IX-G SMP Negeri 1 Tulungagung? (c) Apakah penerapan Metode Drill dapat meningkatkan prestasi belajar Penjaskes yang memuat Lompat Jauh pada Siswa Kelas IX-G SMP Negeri 1 Tulungagung? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa Kelas IX-G. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru (pengajar), guru kelas (mitra peneliti) sebagai observer proses pembelajaran Lompat Jauh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Metode Drill untuk meningkatkan Hasil belajar siswa pada materi Lompat Jauh siswa Kelas IX-G SMP Negeri 1 Tulungagung mempunyai kriteria keberhasilan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan Hasil belajar siswa berdasarkan nilai post test per siklus dengan nilai di atas KKM yaitu persentase pada siklus I 45,2% dan pada siklus II 87,1%. Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran Lompat Jauh melalui Metode Drill dapat meningkatkan Hasil belajar siswa Kelas IX-G SMP Negeri 1 Tulungagung dan dapat mempermudah siswa dalam menyelesaikan persoalan Lompat Jauh. Oleh karena itu guru menggunakan Metode Drill dalam pembelajaran Penjaskes pada materi Lompat Jauh agar Hasil belajar siswa meningkat.

Page 6 of 28 | Total Record : 272