cover
Contact Name
Elis Suryani Nani Sumarlina
Contact Email
elis.suryani@unpad.ac.id
Phone
+6282216552522
Journal Mail Official
lintasbudayanusantara@gmail.com
Editorial Address
https://ejournal.lintasbudayanusantara.net/index.php/jkbh/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH)
ISSN : 26567156     EISSN : 2830697X     DOI : 10.61296/jkbh
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH) adalah Jurnal yang menyajikan artikel-artikel ilmiah hasil penelitian dan hasil kajian di bidang adat, aksara, bahasa, filologi, sejarah, sastra, tradisi, sosiohumaniora, dan budaya secara multidisiplin. Terbit 3 kali dalam setahun, setiap Februari, Juni, dan Oktober.
Articles 151 Documents
PERSPEKTIF MEDIA SOSIAL TENTANG KEBAHAGIAAN: PERSPEKTIF MEDIA SOSIAL TENTANG KEBAHAGIAAN Setiaman, Agus; Zasa, Nabila Putri; Karimah, Kismiyati El
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i2.231

Abstract

Pada era sekarang adalah era dimana teknologi canggih sudah bisa didapatkan dalam genggaman dan berbagai informasi dapat diakses dalam satu waktu dari berbagai macam sumber. Informasi apapun dengan mudah bisa diakases juga dalam satu waktu, Kesedihan, kegembiraan, kelucuan, ketololan juga bisa dengan cepat ditemukan dalam kurun waktu yang sangat cepat. Apa yang ditampilkan di sosial media bisa berubah-ubah dari satu peristiwa ke peristiwa dari kesedihan ke kegembiraan, dari kesenangan menjadi kegetiran bahkan dari kengeriaan menjadi kelucuaan yang luar biasa. Perubahan-perubahan yang cepat dan mendadak itu merupakanbagian gaya hidup zaman sekarang. Media sosial sudah menjadi gaya hidup untuk menunjukan eksistensinya di dunia maya. Apa yang ditampilkan di media sosial, entah itu kegembiraan, kesedihan, kesenangan, merupakan ekspresi yang bersifat semu, yang mungkin ditampilkan dalam waktu sesaat, yang bersifat instan dan hanya ekspresi yang mungkin hanya semu.
IMPLEMENTASI METODE JOYFUL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA RUSIA: SUATU KAJIAN PSIKOLINGUISTIK: IMPLEMENTASI METODE JOYFUL LEARNING DALAM PEMBELAJARAN BAHASA RUSIA: SUATU KAJIAN PSIKOLINGUISTIK Purnama Dewi, Anggraeni; Hanafitri, Aulia
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i2.232

Abstract

Bahasa Rusia merupakan salah satu bahasa asing yang sangat menarik namun cukup rumit untuk dipelajari. Ada kalanya mahasiswa merasa bosan untuk mempelajari tata bahasa Rusia yang begitu majemuk. Metode joyful learning merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat diterapkan dalam mempelajari bahasa Rusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar dampak dari implementasi joyful learning terhadap pembelajaran bahasa Rusia. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan psikolinguistik. Adapun yang menjadi objek penelitian adalah mahasiswa Sastra Rusia Universitas Padjadjaran yang masih aktif belajar pada semester 2 dan 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara yang tepat dan efektif dalam mempelajari bahasa Rusia diantaranya dengan metode joyful learning. Dampak dari implementasi joyful learning terhadap pembelajaran bahasa Rusia adalah adanya peningkatan kualitas mahasiswa baik dalam hal Slushat’ ‘mendengar’, govorit’ ‘berbicara’, chitat’ ‘membaca’, maupun pisat’ ‘menulis’. Dengan adanya peningkatan kualitas, maka sangat berdampak pada rasa percaya diri yang dimiliki mahasiswa, khususnya dalam berbicara menggunakan bahasa Rusia.
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM FILM FARHA KARYA DARIN J. SALLAM (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA): KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM FILM FARHA KARYA DARIN J. SALLAM (KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA) Firmansyah, Eka Kurnia; Huzafa, Aulia Yolan
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i2.233

Abstract

Setiap orang mengalami beragam konflik batin dalam hidupnya yang membuat mereka melakukan mekanisme pertahanan ego dalam menghadapinya. Salah satu media untuk melihat bagaimana konflik batin serta mekanisme pertahanan ego dalam diri seseorang yaitu melalui film. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian yang berjudul “Konflik Batin Tokoh Utama dalam Film Farha Karya Darin J. Sallam (Kajian Psikologi Sastra)” dengan tujuan mengidentifikasi struktur guna mengungkapkan konflik batin serta mekanisme pertahanan ego yang dialami oleh tokoh utama film Farha. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik. Analisis struktur film menggunakan teori skema aktan dan struktur fungsional Algirdas Julien Greimas selanjutnya analisis psikologi sastra menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini menemukan konflik batin yang dialami Farha menggunakan analisis unsur kepribadian id, ego, dan superego. Unsur ego Farha lebih dominan dalam pertarungan id, ego, dan superego. Tokoh utama mengatasi konflik batin yang dialami dengan mekanisme pertahanan ego.
BENGKULU; SEBELUM DAN SESUDAH TRAKTAT LONDON: BENGKULU; SEBELUM DAN SESUDAH TRAKTAT LONDON Herlina, Nina
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i2.234

Abstract

Wilayah Bengkulu memiliki dinamika sejarah yang berbeda dengan wilayah Nusantara lainnya. Semula seperti daerah-daerah lain di Nusantara, di Bengkulu ada beberapa kerajaan yang tersebar di berbagai bagian Bengkulu yaitu Manjuto (di Muko Muko), Pinang Berlapis (di Ketahun), Serdang (di Lais), Sungai Lemau (di daerah Pondok kelapa), Sungai Serut (di Bengkulu), Selebar (di daerah Selebar), Empat Petuali (di Rejang Lebong), dan Serawai (di Manna & Bintuhan, Bengkulu Slatan)..Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana perubahan terjadi terutama setelah Bengkulu jatuh ke tangan Inggris (EIC), sejak 1685 hingga th 1824 lahir Traktat London. Traktat ini intinya adalah tukar guling wilayah jajahan kedua negara. Inggris menyerahkan Fort Marlborough di Bengkulu dan semua kepemilikannya di Sumatera kepada Belanda dan Belanda menyerahkan semua perusahaan di India yang telah berdiri sejak 1609. Belanda juga menyerahkan Kota dan Benteng Malaka kepada Inggris dan Inggris menarik pasukannya dari daerah Belitung dan menyerahkan Belitung kepada Belanda. Selain itu, Belanda menarik pasukannya dari Singapura dan menyerahkan wilayah tersebut kepada Inggris. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode sejarah yang terdiri atas empat tahap yaitu heuristic, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil peneltian menunjukkan bahwa dengan lahirnya traktat ini, Bengkulu jatuh ke tangan Pemerintah Hindia Belanda sehingga kondisi Bengkulu mengalami perubahan besar di berbagai bidang, kondisi ekonomi memburuk. Dan lebih jauh lagi ketika Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, Bengkulu menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bila Traktat London tidak pernah ada, mungkin Bengkulu menjadi bagian dari negara Persemakmuran Inggris.
STRATEGI BERKOMUNIKASI VERBAL ORANG SUNDA MENGGUNAKAN VOKATIF KEKERABATAN DAN VOKATIF NAMA DIRI DISERTAI TINGKAT TUTUR: STRATEGI BERKOMUNIKASI VERBAL ORANG SUNDA MENGGUNAKAN VOKATIF KEKERABATAN DAN VOKATIF NAMA DIRI DISERTAI TINGKAT TUTUR Wahya, Wahya
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i2.235

Abstract

Bahasa Sunda sebagai bahasa alamiah masih digunakan sebagai alat komunikasi, baik dalam ranah keluarga maupun dalam ranah di luar keluarga oleh etnik Sunda di Indonesia. Sebagai sarana komunikasi, bahasa ini kaya dengan vokatif, di antaranya vokatif kekerabatan, vokatif nama diri, dan vokatif kombinasi kekerbatan dan nama diri. Tulisan ini membahas ketiga jenis vokatif tersebut dikaitkan dengan penggunaan tingkat tutur dalam bahasa Sunda sebagai strategi komunikasi verbal orang Sunda. Penelitian bersifat deskriptif kualitatif. Penyediaan data menggunakan metode simak dengan teknik cakap. Penganalisisan data menggunakan metode padan pragmatik dengan pendekatan sosiolinguistik. Berdasarkan kriteria data yang telah ditetapkan dari sumber data yang layak, terpilih 39 data yang memuat vokatif kekerabatan, vokatif nama diri, dan vokatif kombinasi kekerabatan dan nama diri. Dari data sejumlah itu, ditemukan sebanyak 13 data memuat vokatif kekerabatan saja, 10 data memuat vokatif nama diri saja, dan 16 data memuat vokatif kombinasi kekerabatan dan nama diri. Sejalan dengan kriteria data tersebut disertai penggunaan tingkat tutur, kemudian dikaitkan dengan strategi berkomunikasi verbal orang Sunda, sebanyak 13 data berkaitan dengan strategi kesantunan berkomunikasi orang Sunda, 10 data berkaitan dengan strategi keakraban berkomunikasi verbal orang Sunda, dan 16 data berkaitan dengan strategi kesantunan sekaligus keakraban berkomunikasi verbal orang Sunda. Berdasarkan wujud data vokatif kekerabatan dan jenis kode tingkat tutur yang menyertainya, strategi kesantunan berkomunikasi verbal orang Sunda terdiri atas (1) menciptakan hubungan agak santun, (2) menciptakan hubungan santun, (3) menciptakan hubungan lebih santun, dan (4) menciptakan hubungan sangat santun, baik dalam ranah keluarga maupun di luar ranah keluarga. Berdasarkan wujud vokatif nama diri dan jenis kode tingkat tutur yang menyertainya, strategi keakraban berkomunikai verbal orang Sunda terdiri atas (1) menciptakan hubungan lebih akrab, dan (2) menciptakan hubungan akrab, baik dalam ranah keluarga maupun di luar ranah keluarga. Selanjutnya, berdasarkan wujud vokatif kombinasi kekerabatan dan nama diri serta jenis kode tingkat tutur yang menyertainya, strategi kesantunan sekaligus keakraban berkomunikai verbal orang Sunda terdiri atas (1) menciptakan hubungan santun sekaligus akrab, (2) menciptakan hubungan lebih santun sekaligus lebih akrab, (3) menciptakan hubungan lebih santun sekaligus akrab, dan (4) menciptakan hubungan sangatsantun sekaligus akrab.
IMPLEMENTASI & PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) KANEKES BADUY BERBASIS MANUSKRIP TATAMBA: IMPLEMENTASI & PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) KANEKES BADUY BERBASIS MANUSKRIP TATAMBA Nani Sumarlina, Elis Suryani; Ahmad Darsa, Undang; Erwina, Wina
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i2.236

Abstract

Di era milenial yang serba modern ini, kearifan lokal budaya tinggalan karuhun orang Sunda yang terpendam dalam manuskrip, selayaknya digali, dikaji, dan dikembangkan secara berkesinambungan. Sebagai dokumen budaya, manuskrip memberikan informasi beragam pengetahuan yang masih relevan untuk diimplementasikan dan dimanfaatkan saat ini. Salah satunya teks manuskrip Tatamba, yang berisi seluk beluk Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan pengobatan tradisional, yang masih diimplementasikan terutama di masyarakat adat Kanekes Baduy, yang pada saat Pandemi Covid-19 hampir tidak ada yang terkena wabah tersebut. Hal ini dimungkinkan, karena mereka memanfaatkan TOGA dalam kesehariannya. Tanaman obat keluarga merupakan tanaman hasil budidaya yang berkhasiat sebagai obat, yang bisa ditanam di pekarangan rumah, kebun atau ladang, yang terdiri atas enam kelompok, yakni tanaman liar, umbi-umbian, tanaman pagar hidup, tanaman hias merambat, tanaman hias perdu, dan tanaman pohon peneduh. TOGA yang ditemukan di masyarakat adat Baduy dideskripsi, diinventarisasi, dibandingkan dengan Teks Naskah Tatamba melalui metode deskriptif analisis komparatif, melibatkan metode kajian kualitatif, melalui kajian filologis, yang meliputi kajian kodikologis dan tekstologis, serta kajian budaya secara umum secara multidisiplin. Hasil yang dicapai, selain terkumpulnya berbagai jenis TOGA, yang berguna bagi masyarakat, juga agar masyarakat dapat memanfaatkan TOGA lebih efektif dalam mengobati berbagai penyakit, melalui jenis, fungsi, dosis, cara pengolahan, dan tindak pengobatan yang benar.
PEMANFAATAN SISTEM DIGITALISASI ZOHO FORMS DAN ASANA DALAM PENYAJIAN DATA PADA BAGIAN SEKRETARIAT PT BIO FARMA (PERSERO): PEMANFAATAN SISTEM DIGITALISASI ZOHO FORMS DAN ASANA DALAM PENYAJIAN DATA PADA BAGIAN SEKRETARIAT PT BIO FARMA (PERSERO) Joeliaty, Joeliaty; Dhianita, Salma
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i2.237

Abstract

Transformasi Perusahaan Farmasi menuju digitalisasi dan pengembangan teknologi merupakan hal yang tidak terhindarkan agar dapat terus bertahan dan berkembang secara kontinyu dalam menghadapi dinamika industri dan lingkungan yang kian kompleks. Akselerasi pertumbuhan industri farmasi harus didukung oleh teknologi dan digitalisasi. Hal ini diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan proses operasi yang berkelanjutan, membantu meningkatkan kualitas produk, mendukung performa yang lebih efektif dan efisien, meningkatkan proses distribusi dan layanan konsumen, serta memperkuat jaringan kesehatan. Dengan terus bertransformasi menuju digitalisasi dan perkembangan teknologi, PT Bio Farma (Persero) optimis menjadi perusahaan Life Science terdepan dalam skala nasional maupun global. Dengan adanya tuntutan digitalisasi, salah satu departemen perusahaan yakni Sekretariat mulai beradaptasi dengan digitalisasi dengan menggunakan aplikasi Zoho Forms dan Asana yang membantu kegiatan pekerjaan di setiap harinya. Dengan adanya digitalisasi ini tentunya membantu dan memudahkan para staf sekretariat dalam membutuhkan data yang diperlukan. Sehingga dengan digitalisasi ini penyajian data yang dibutuhkan lebih cepat dan rapih dalam penyajian data yang sudah otomatis.
STRATEGI PROMOSI ON-AIR PROGRAM GARUDA MELALUI AKUN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM Permana, Rangga; Amatillah, Syifa
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i2.238

Abstract

Rapid technological advancements influence how humans communicate and socialise, including through social media platforms such as Instagram. Instagram, which offers photo and video sharing tools, is becoming more accessible as technology and smart device capabilities progress. Television, being a mass medium, must adapt to the existence of digital media. NET., a private television channel, uses social media to attract viewers and promote its programmes. Instagram is used as an on-air promotional medium by Garuda's NET. television programme. This documentary tries to instill love for the country by highlighting the humanitarian aspect and pride to the Indonesian National Army (TNI). The goal of this research is to determine the Garuda program's promotional strategy and purpose for using Instagram, and it employs qualitative descriptive methods such as observation, interviews, and recording. According to the research findings, the on-air promotion strategy is carried out in stages, including composing scripts for social media material, seeking and editing photo and video content, and content approval by reporters. After this stage, the content is posted at the given time frame. Since November 28, 2016, the Garuda programme has actively used Instagram to promote its programme. The @garuda_net account is used to convey information about the TNI, including leaks and bits of coverage from reporters' live actions, which boosts soldiers' enthusiasm and cooperation while shooting. This account also serves as a platform for interaction and information gathering from Instagram followers who are dedicated to military and TNI material, particularly Garuda viewers.
KOSAKATA TANAMAN PETAI DALAM BAHASA SUNDA DI WILAYAH SUMEDANG: KOSAKATA TANAMAN PETAI DALAM BAHASA SUNDA DI WILAYAH SUMEDANG Sunarni, Nani
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i2.241

Abstract

Kajian ini difokuskan pada kosakata tanaman petai dalam bahasa Sunda. Data yang digunakan berupa kosakata yang terkait dengan tanaman petai mulai kosakata pamelakan, pemeliharaan, perkembangan, hitungan, dan penjualan. Data dikumpulkan melalui studi lapangan di daerah Sumedang dengan teknik komunikasi langsung berupa wawancara. Data dianalisis dengan pendekatan etnolinguistik. Hasil analisis ditemukan kata peuneuy, petir, peuteuy sebagai kosakata pamelakan, Kata ngubaran sebagai kata dalam pemeliharaan. Pendul, pentil, ramakah, ngarumbay, mata bangkong, dan peuteuy sebagai kosakata perkembangan petai. Siki atau mata, papan , ranggeuy, jodo, geugeus dalam kosakata hitungan. Dan dalam kosakata penjualan ditemukan kata ditaksir dan ditalian.
FERMENTASI DALAM NASKAH SUNDA: FERMENTASI DALAM NASKAH SUNDA Ruhimat, Mamat
Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Kajian Budaya dan Humaniora (JKBH), Juni 2024
Publisher : PT. RANESS MEDIA RANCAGE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61296/jkbh.v6i2.242

Abstract

Pengetahuan orang Sunda dalam hal makanan atau kuliner telah tercatat dalam naskah-naskah Sunda Sunda dari periode naskah Sunda kuno, naskah Sunda klasik, dan naskah Sunda lama. Kemampuan orang Sunda mengelola bahan makanan didukung dengan sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan baik secara alami tanpa proses pengolahan maupun telah mengenal proses pemasakan yang harus diolah atau dimasak terlebih dahulu. Selain dimasak dengan menggunakan energi panas, orang Sunda telah mengenal pengolahan makanan melalui proses fermentasi. Fermentasi merupakan salah satu cara mengolah makanan atau minuman melalui proses peragian. Dari naskah-naskah tersebut kita dapat mengetahui pengolahan makanan secara fermentasi dibagi menjadi dua cara, yaitu cara peragian alami tanpa bantuan ragi buatan, maupun dengan membubuhkan ragi buatan untuk proses pematangan. Bahan-bahan makanan yang diolah melalui proses fermentasi dalam naskah Sunda di antaranya: beras, tepung, ikan, daging, susu, dan nira. Produk-produk makanan dan minuman yang dihasilkan dari proses fermentasi tersebut di antaranya: tapai, apem, pekasam, ikan asin, terasi, dendeng, susu asam, mentega, dan tuak. Sebagian besar makanan dan minuman tersebut digunakan sebagai pelengkap upacara yang berhubungan dengan sistem religi.

Page 10 of 16 | Total Record : 151