cover
Contact Name
Khurin In Ratnasari
Contact Email
khurininratnasari@gmail.com
Phone
+6282331288750
Journal Mail Official
khurininratnasari@gmail.com
Editorial Address
Dusun Krajan 1 RT :02 RW : 13 Desa Jombang Kecamatan Jombang Kabupaten Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
As-sunniyyah
ISSN : -     EISSN : 28092538     DOI : https://doi.org/10.62097/assunniyyah.v3i02.1532
Jurnal As-sunniyyah Merupakan jurnal tentang publikasi hasil penelitian, pengabdian dan karya ilmiah mahasiswa IAI Al-Falah As-sunniyyah Kencong Jember yang merupakan kewajiban setiap mahasiswa untuk mengunggah karya ilmiah. Penerbitan jurnal ini dimaksudkan sebagai media komunikasi dan informasi ilmiah dibidang ilmu Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Anak, Bimbingan Konsling , Ekonomi, Hukum, Hukum keluarga islam dan Pendidikan Bahasa Arab. Jurnal ini diharapkan dapat membantu para dosen dan mahasiswa dalam menginformasikan / mempublikasikan hasil penelitian dan kajian ilmiah lainnya kepada berbagai komunitas ilmiah di seluruh Indonesia
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 01 (2022): September" : 5 Documents clear
Akhlak Murid dan Guru Analisis Kitab Adab Al-‘Alim Wa Al-Muta’allim Karya Hadhrotus Syaikh Kh. Hasyim Asy’ari Fadlillah, Fadlillah; Wakhidah, Umi
AS-SUNNIYYAH Vol 2 No 01 (2022): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v2i01.1071

Abstract

Pendidikan akhlak bagi murid dan guru sangatlah penting, karena salah satu faktor penyebab kegagalan pendidikan agama Islam selama ini adalah rendahnya akhlak seorang murid dan seorang guru. Tidak dipungkiri lagi bahwa antara guru dan murid ada banyak sekali akhlak dan etika yang perlu dipelajari dan diterapkan pada era sekarang ini, baik itu terhadap guru dan murid, terhadap diri sendiri maupun terhadap ilmu. Agar suatu proses pembelajaran bukan hanya berakhir dengan lulusnya murid dari suatu jenjang pendidikan tertentu, tapi berlanjut dengan bermanfaatnya ilmu yang didapatkan bagi murid, guru maupun orang lain. Artikel ini membahas bagaimana konsep akhlak murid dan guru menurut kitab Adab Al-Alim wa Al-Muta’allim karya Hadhratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari. Temuan dari artikel ini adalah konsep akhlak guru dan murid yang dipaparkan KH. Hasyim Asy’ari adalah seorang murid harus memiliki akhlak yang terpuji, baik itu terhadap guru, diri sendiri maupun terhadap ilmu. Karena tujuan pembelajaran adalah memberi pengetahuan, merubah tingkah laku dan meningkatkan kualitas, bukan hanya sebatas transfer of knowledge saja. Seorang guru adalah suri tauladan bagi murid. Jika gurunya baik maka muridnya akan baik. KH. Hasyim Asy’ari menjelaskan bahwa seorang guru juga harus memiliki akhlak yang terpuji, baik terhadap murid, diri sendiri dan bahkan saat mengajar. Oleh karena itu konsep akhlak ini merupakan konsep yang sangat bagus untuk diterapkan pada era sekarang ini.
Pengaruh Metode Team Quiz Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VI pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Ulum, M Bustanul
AS-SUNNIYYAH Vol 2 No 01 (2022): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v2i01.1072

Abstract

Dalam proses pembelajaran, metode yang digunakan diharapkan mampu membuat guru untuk lebih kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang menarik. Dalam kegiatan belajar, aktifitas fisik maupun mental harus selalu terkait. Seorang anak melakukan proses berpikir sepanjang ia melakukan suatu perbuatan. Pada penelitian menggunakan metode team quiz untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam metode team quiz, diawali dengan guru menerangkan materi pelajaran, dan siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Semua anggota kelompok Bersama-sama mempelajari materi tersebut. Setelah itu diadakan pertandingan antar kelompok. Belajar merupakan kegiatan yang terjadi pada semua orang tanpa mengenal batas usia, dan berlangsung seumur hidup. Belajar adalah proses seorang dalam memperoleh sebuah pengetahuan, ketrampilan, serta kecakapan. Kesiapan belajar siswa erat kaitannya dengan hasil belajar siswa, maka dari itu kesiapan dalam diri seorang siswa sangat penting. Hasil belajar dapat diartikan proses perubahan kemampuan intelektual, kemampuan minat, dan kemampuan motorik halus dan kasar pada siswa. Perubahan kemampuan siswa dalam proses pembelajaran khususnya dalam satuan pendidikan dasar diharapkan sesuai dengan tahap perkembangannya. Hasil belajar Pendidikan Agama Islam merupakan bentuk kinerja belajar peserta didik dalam memahami dan mencapai tujuan pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Dalam penelitian ini misalnya mengani penerapan metode team quiz, peserta didik diharapakan mampu meningkatkan hasil belajarnya setelah diterapkannya merode tersebut dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian yang yaitu penelitian Wilcoxon karena data yang diuji tidak berditribusi normal. populasi dalam penelitian adalah siswa kelas VI SDN Ampel 03 yang berjumlah 50 siswa dengan subjek diambil satu kelas dari 2 kelas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Adanya Pengaruh Metode Team Quiz Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VI pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Konsep Pendidikan Akhlak Anak Usia Dini Menurut Imam Al-Ghazali Agus Puspita W, Dhevin M.Q
AS-SUNNIYYAH Vol 2 No 01 (2022): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v2i01.1173

Abstract

Abstrak, Akhlak menurut Imam Al Ghazali adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dengan tidak memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu. Pendidikan akhlak anak usia dini sangatlah penting karena pembentukan kepribadian sejak kecil akan berdampak kepada fase kehidupan selanjutnya, menancap menjadi karakter yang kuat pada jiwa anak. materi pendidikan akhlak anak usia dini menurut Imam Al-Ghazali terdiri dari beberapa hal yaitu akhlak terhadap allah, akhlak terhadap orang tua dan akhlak kepada diri sendiri yang meliputi : adab makan, adab berpakaian, sabar berani, adab berjalan, larangan sering mengucapkan sumpah, larangan mencuri. Tujuan pendidikan akhlak yakni membentuk manusia yang beriman dan pertakwa kepada allah swt, memiliki ilmu pengetahuan dan mengamalkanya bagi kesejahteraan umat manusia, membentuk keluhuran akhlak dan budi pekerti, memperoleh kebahagiaan di dunia dan akherat, merehabilitasi akhlak umat yang telah rusak, menanamkan persaudaraan, kasih sayang sesama umat manusia dan menjaga kelestarian alam semesta. sedangkan metode pendidikan akhlak bagi anak usia dini menurut Imam Al-Ghazali adalah metode pembiasaan, metode keteladanan, metode kisah, metode ganjaran (hadiah) dan hukuman.
Pengembangan Pendidikan Karakter dan Budaya Bangsa Dipesantren Syaikhu, Ach; Ratu Balqis, Rizqiyah; Jauhari Faruq, Dukan
AS-SUNNIYYAH Vol 2 No 01 (2022): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v2i01.1175

Abstract

Banyaknya kasus penyimpangan perilaku dikalangan remaja Indonesia adalah tanda bahwa lemahnya peran pendidikan dalam membangun karakter dan budaya bangsa dikalangan remaja. Pengembangan karakter dan budaya bangsa sangat penting untuk membentuk generasi bangsa agar ciri khas sopan santun nusantara tetap tercermin pada diri bangsa Indonesia. dapat dilihat disetiap lembaga pendidikan formal, nilai-nilai karakter budaya bangsa hanya digaungkan tanpa dilaksanakan sesuai dengan tradisi khas bangsa Indonesia. Tidak hanya pada pendidikan formal, pada lembaga pesantren pun sangat penting di adakan pengembangan karakter dan budaya bangsa. Pesantren merupakan salah satu pendidikan alternati yang masih relevan untuk melahirkan genersi yang berbudaya. Karena pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu-ilmu agama saja, tetpi juga ilmu-ilmu umum yang bertujuan menyimbangkan kehidupan. Tanpa adanya keseimbangan karakter dan hilangnya nilai budaya maka sebuah bangsa akan terancam. Jurnal ini disusun dengan tujuan menjelaskan tentang pengembangan nilai karakter dan budaya pada pesantren. Metode yang digunakan deskriptif analitis terhadap konsep-konsep kunci. Analisis data dengan tehnik content analisis. Hasil penelitian merumuskan bahwa untuk mengembangkan pendidikan budaya dan karakter bangsa dapat dilakukan apabila mengikuti empat cara, yaitu: 1). Keteraturan interior, 2) koherensi, 3) keteguhan, 4) kesetiaan. Sedangkan untuk mengembangkan pendidikan budaya dan karakter bangsa di pesantren dapat dilakukan jika pesntren tetap konsiste dalam: 1) membentuk manusia rabbani, yakni yang sempurna ilmu dan taqwanya kepada Allah SWT; 2) membina manusia-manusia unggul yang bashthatan fil ‘ilmi wal jismi; dan 3) pesantren mempersiapkan generasi yang tafaquh fiddin.
Implementasi Pendidikan Akhlak dengan Penerapan Metode Bercerita Tema Islami bagi Siswa Madrasah Hakim, Faisol
AS-SUNNIYYAH Vol 2 No 01 (2022): September
Publisher : UAS PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62097/assunniyyah.v2i01.1529

Abstract

Diera yang serba modern saat ini.penanaman nilai-nilai moral melalui pendidikan sangat diperlukan untuk anak didik. Dengan adanya metode yang menarik dan tidak membosankan bagi anak maka penggunaan metode tersebut akan berhasil. implementasi bercerita, yang dilakukan sebagai upaya memperkaya pengetahuan pendidikan akhlak dengan metode cerita. metode bercerita dijadikan sebagai salah satu metode yang bisa menanamkan nilai-nilai akhlak pada anak . Penanaman nilai-nilai akhlak sangat erat kaitannya dengan penanaman perilaku terpuji kepada anak didik. Pendidik harus memberi suatu pelajaran yang bisa menanamkan nilai-nilai moral kepada anak

Page 1 of 1 | Total Record : 5