cover
Contact Name
Dewi Sholeha
Contact Email
dewisoleha@gmail.com
Phone
+6285361555506
Journal Mail Official
dewisholeha@risetilmiah.ac.id
Editorial Address
Perum Vila Batu Asri Jl. Lap. Golf, Kp. Tengah, Kec. Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20138
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi
Published by Lembaga Riset Ilmiah
ISSN : -     EISSN : 29637333     DOI : https://doi.org/10.59086/jti
Impression accepts articles in the fields of Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Civil Engineering, Marine Technology Industrial Engineering, Marine Fisheries Technology, Agricultural Technology, Informatics Engineering, Information Systems, Computer, Expert systems, Decision Support Systems, Artificial Intelligence systems, Data Mining, Image processing, Genetic Algorithms, Designing Information Systems, Business Intelligence, Internet of Thing Database System, Big Data, Internet of Thing.
Articles 141 Documents
Rancang Bangun Smart Lock Berbasis ESP32-CAM dengan Face Recognition dan Monitoring IoT Winata, Topan Surya; Sembiring Maha, Denny Hasminta
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1478

Abstract

Kemajuan teknologi Internet of Things (IoT) telah membuka peluang inovasi di berbagai bidang, khususnya dalam pengamanan akses pintu. Sistem kunci konvensional memiliki berbagai kelemahan seperti mudah diduplikasi, rawan pembobolan, dan tidak dapat dipantau secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang smart lock berbasis ESP32-CAM dengan fitur face recognition serta monitoring IoT sebagai solusi sistem keamanan modern yang cerdas dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen yang meliputi tahap perancangan perangkat keras, perangkat lunak, implementasi, dan pengujian sistem. ESP32-CAM digunakan sebagai pusat pengolahan data sekaligus perangkat akuisisi citra. Sistem mengenali wajah pengguna yang telah terdaftar, kemudian mengaktifkan relay untuk membuka solenoid door lock. Selain itu, sistem terintegrasi dengan IoT untuk monitoring dan notifikasi secara real-time melalui Telegram Bot dan antarmuka web berbasis WebSocket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja dengan baik dalam mendeteksi dan mengenali wajah pada kondisi pencahayaan yang cukup, dengan akurasi rata-rata 91% (100% pada kondisi optimal). Sistem juga berhasil melakukan monitoring IoT melalui Telegram dan web dengan delay notifikasi rata-rata 2 detik.   The advancement of Internet of Things (IoT) technology has opened innovation opportunities in various fields, particularly in door access security. Conventional lock systems have several weaknesses such as easy duplication, vulnerability to break-ins, and inability to be monitored in real- time. This research aims to design a smart lock based on ESP32-CAM with face recognition features and IoT monitoring as a smart and efficient modern security system solution. The research method used is an experimental approach covering hardware design, software development, implementation, and system testing phases. ESP32-CAM is used as the data processing center and image acquisition device. The system recognizes registered users' faces and activates a relay to open a solenoid door lock. Additionally, the system integrates with IoT for real-time monitoring and notifications via Telegram Bot and a WebSocket-based web interface. The results show that the system works well in detecting and recognizing faces under sufficient lighting conditions, with an average accuracy of 91% (100% under optimal conditions). The system also successfully performs IoT monitoring through. Telegram and web with an average notification delay of 2 seconds.
Rancang Bangun Alat Monitoring Infus Berbasis Esp8266 Menggunakan Sensor Optocoupler Dedek Atmaja; William Charlie
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1575

Abstract

Monitoring infus merupakan salah satu aspek kritis dalam pelayanan kesehatan yang menuntut perhatian berkelanjutan dari tenaga medis. Keterlambatan penanganan saat cairan infus habis dapat menyebabkan darah naik ke dalam selang infus, berpotensi menimbulkan komplikasi serius bagi pasien. Penelitian ini merancang dan membangun sebuah alat monitoring infus otomatis yang memanfaatkan mikrokontroler ESP8266 dan sensor optocoupler sebagai elemen deteksi utama. Sistem yang dikembangkan mampu mendeteksi perubahan kondisi aliran cairan pada selang infus secara real-time. Ketika sensor mendeteksi darah naik ke selang, sistem secara otomatis mengaktifkan buzzer sebagai peringatan audio dan mengalihkan indikator LED dari hijau ke merah sebagai peringatan visual. Sebaliknya, kondisi normal ditandai dengan LED hijau menyala dan buzzer dalam keadaan diam. Modul beroperasi menggunakan adaptor daya 3V yang terhubung ke sumber listrik. Hasil pengujian menunjukkan sistem bekerja dengan respons deteksi di bawah 2 detik, konsisten, dan akurat dalam membedakan kondisi normal dan darurat. Alat ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pemantauan infus, mengurangi risiko komplikasi medis, serta membantu efisiensi kerja perawat di fasilitas Kesehatan Infusion monitoring is one of the critical aspects of healthcare that demands continuous attention from medical personnel. Delays in handling when infusion fluid runs out can cause blood to rise into the infusion tube, potentially leading to serious complications for patients. This study designs and builds an automatic infusion monitoring device that utilizes the ESP8266 microcontroller and an optocoupler sensor as the main detection element. The developed system is capable of detecting changes in fluid flow conditions in the infusion tube in real-time. When the sensor detects blood rising into the tube, the system automatically activates a buzzer as an audio warning and switches the LED indicator from green to red as a visual warning. Conversely, normal conditions are indicated by the green LED on and the buzzer silent. The module operates using a 3V power adapter connected to the power source. Test results show the system works with a detection response under 2 seconds, consistently and accurately distinguishing between normal and emergency conditions. This device is expected to improve the quality of infusion monitoring, reduce the risk of medical complications, and help improve nursing efficiency at healthcare facilities
Analisis Perbaikan Drop Voltage Melalui Perubahan Tap Changer Pada Trafo Distribusi 50 kVA 3 Phasa Menggunakan ETAP 19 Maulana Yusuf Arraihan; Bustanul Arifin
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1450

Abstract

Dalam Sistem distribusi tenaga listrik dapat terjadi penurunan tegangan (voltage drop) di ujung saluran akibat beban tinggi dan jarak saluran yang panjang, sehingga berdampak pada kualitas daya serta merugikan pelanggan PT PLN (Persero) ULP Adonara. Analisis perbaikan drop voltage melalui simulasi perubahan posisi tap changer pada trafo distribusi 50 kVA, 3 phasa dilakukan di area Gardu Distribusi AD41. Metode Penyesuaian posisi tap changer pada trafo distribusi dilakukan dengan pemodelan sistem distribusi dalam bentuk single line diagram, dan analisis aliran daya menggunakan perangkat lunak ETAP 19, serta model parameter data pengukuran tegangan dan beban menggunakan spesifikasi sistem distribusi untuk menentukan posisi tap trafo yang optimal. Hasil penelitian menunjukan bahwa ETAP 19 mampu digunakan untuk simulasi perbaikan drop voltage melalui perubahan tap changer dibuktikan dengan hasil analisis simulasi aliran daya. Hasil simulasi sebelum penyesuaian tap, tegangan pada sisi sekunder trafo 217 V di bawah batas standar tegangan yang diizinkan. Setelah simulasi perubahan tap changer ke posisi optimal (tap ke-3), tegangan sistem meningkat signifikan menjadi 228 V, sehingga memenuhi standar pelayanan yang berlaku. Penelitian ini memberikan kebaruan dengan memperkuat teori yang ada serta membuktikan bahwa penyesuaian tap changer berdampak positif terhadap efisiensi sistem distribusi dan pengurangan rugi-rugi daya.   In electrical power distribution systems, voltage drop can occur at the end of distribution lines due to high loads and long line distances, affecting power quality and causing losses for customers of PT PLN (Persero) ULP Adonara. This study analyzes voltage drop improvement through simulations of tap changer adjustments on a 50 kVA, 3 phase distribution transformer in the AD41 Distribution Substation area. The method involves modeling the distribution system as a single line diagram and conducting power flow analysis using ETAP 19, supported by measured voltage and load data based on system specifications to determine the optimal transformer tap position. The results show that ETAP 19 can be used to simulate voltage drop improvement through tap changer adjustments, as demonstrated by power flow analysis results. Prior to adjustment, the transformer secondary voltage was 217 V, below the permissible standard. After adjusting the tap changer to the optimal position (tap-3), the voltage increased to 228 V, meeting applicable service standards. This study provides novelty by reinforcing existing theories and demonstrating that tap changer adjustments positively impact distribution system efficiency and reduce power losses.
Analisis Pengaruh Penerapan AMR terhadap Fluktuasi Pemakaian Energi Listrik pada Pelanggan BTS Menggunakan Metode Difference in Differences di PT PLN (Persero) ULP Manggar Riza Halim Al Rosyad; Munaf Ismail
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelanggan BTS PT PLN (Persero) memiliki pola pemakaian energi listrik yang relatif stabil karena beroperasi 24 jam, sehingga membutuhkan pencatatan yang akurat untuk menghindari anomali dan susut non teknis. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pemasangan Automatic Meter Reading (AMR) pada pelanggan BTS terhadap kestabilan pencatatan pemakaian energi listrik menggunakan metode Difference in Differences (DiD). Penelitian dilakukan pada pelanggan daya 6.600 VA dan 10.600 VA di PT PLN (Persero) wilayah Bangka Belitung dengan data Januari–Juli 2024, mencakup periode sebelum dan sesudah pemasangan AMR. Analisis dilakukan dengan membandingkan kelompok treatment dan kontrol berdasarkan simpangan baku pemakaian kWh. Hasil penelitian menunjukkan simpangan baku kelompok treatment menurun dari 395,77 kWh menjadi 369,39 kWh, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 431,51 kWh menjadi 655,96 kWh. Nilai DiD sebesar -250,83 kWh menunjukkan bahwa AMR berhubungan dengan penurunan fluktuasi pemakaian energi listrik dan mendukung pengendalian susut non teknis.   PT PLN (Persero)’s BTS customers have relatively stable electricity consumption patterns because they operate 24 hours a day, thus requiring accurate metering to avoid anomalies and non-technical losses. This study aims to analyze the impact of installing Automatic Meter Reading (AMR) systems for BTS customers on the stability of electricity consumption metering using the Difference-in-Differences (DiD) method. The study was conducted on 6,600 VA and 10,600 VA customers in the Bangka Belitung region of PT PLN (Persero) using data from January–July 2024, covering the periods before and after AMR installation. The analysis compared the treatment and control groups based on the standard deviation of kWh consumption. The results showed that the standard deviation of the treatment group decreased from 395.77 kWh to 369.39 kWh, while that of the control group increased from 431.51 kWh to 655.96 kWh. A DiD value of -250.83 kWh indicates that AMR is associated with a reduction in electricity consumption fluctuations and supports the control of non-technical losses.
Analisis Daya Output pada Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Menggunakan Metode ANN Jelita Mayang Sari; Nurul Hidayah; Khalyana Azzahra
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1541

Abstract

Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia terus mengalami peningkatan, terutama di Sumatera Utara yang memiliki tingkat iradiasi matahari berkisar 4,5–5,2 kWh/m²/hari. Akan tetapi, perubahan kondisi atmosfer menyebabkan ketidakstabilan daya keluaran PLTS sehingga diperlukan metode prediksi yang andal. Penelitian ini mengembangkan model estimasi daya output PLTS berbasis Artificial Neural Network (ANN) dan mengevaluasi performanya dengan membandingkannya terhadap metode konvensional. Data iradiasi matahari, suhu panel, dan kelembapan relatif dikumpulkan selama 12 bulan dari sistem PLTS berkapasitas 10 kWp yang berlokasi di Kota Medan. Model ANN menggunakan konfigurasi 3-5-1 yang terdiri atas tiga neuron input, lima neuron pada hidden layer, dan satu neuron output. Fungsi aktivasi ReLU diterapkan pada lapisan tersembunyi, sedangkan lapisan keluaran menggunakan fungsi aktivasi linear. Proses pelatihan model dioptimalkan menggunakan algoritma Adam. Hasil evaluasi menunjukkan nilai Mean Absolute Error (MAE) sebesar 0,187 kW, Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 0,243 kW, dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9812, lebih baik dibandingkan regresi linear dengan R² = 0,8934. Temuan ini menegaskan efektivitas ANN dalam mendukung sistem manajemen energi cerdas PLTS di wilayah tropis.   The utilization of solar power plants (PLTS) in Indonesia continues to increase, especially in North Sumatra, which has solar irradiation levels ranging from 4.5–5.2 kWh/m²/day. However, atmospheric fluctuations cause instability in PLTS output power, requiring a reliable predictive approach. This study developed an Artificial Neural Network (ANN)-based model for estimating PLTS output power and evaluated its performance by comparing it with conventional methods. Solar irradiation, panel temperature, and relative humidity data were collected over 12 months from a 10 kWp PLTS system located in Medan City. The ANN model used a 3-5-1 configuration consisting of three input neurons, five hidden neurons, and one output neuron. The hidden layer applied the ReLU activation function, while the output layer used a linear activation function. The training process was optimized using the Adam algorithm. Performance evaluation produced a Mean Absolute Error (MAE) of 0.187 kW, a Root Mean Square Error (RMSE) of 0.243 kW, and a coefficient of determination (R²) of 0.9812, outperforming linear regression with R² = 0.8934. These findings confirm the effectiveness of ANN for intelligent PLTS energy management systems in tropical regions.
Rancang Bangun Sistem Monitoring Cairan Infus dan Notifikasi Otomatis Berbasis IoT Josua Raja Simanjuntak; Christin Erniati Panjaitan; Dewi Sholeha
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1618

Abstract

Pemantauan cairan infus secara konvensional masih memiliki keterbatasan karena proses pengecekan dilakukan secara manual oleh tenaga medis, sehingga dapat menyebabkan keterlambatan dalam penggantian cairan infus. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem monitoring cairan infus serta notifikasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) dengan memanfaatkan ESP32 dan aplikasi Blynk. Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur, perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, pengujian sistem, serta pengambilan data selama 6 hari dengan variasi tetesan infus lambat, sedang, dan cepat. Sistem menggunakan sensor load cell 5 kg dan modul HX711 untuk mendeteksi perubahan volume cairan infus secara real-time. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor memiliki tingkat akurasi rata-rata sebesar 99,2% dengan selisih pengukuran sekitar 2–4 mL dibandingkan volume sebenarnya. Sistem juga mampu memberikan notifikasi otomatis melalui buzzer dan aplikasi Blynk dengan waktu respons sekitar 1–3 detik saat volume cairan mencapai batas minimum sekitar 120 mL. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, sistem dapat bekerja dengan baik pada seluruh kondisi pengujian dan mampu membantu meningkatkan efektivitas pemantauan cairan infus serta meminimalkan keterlambatan dalam penggantian cairan infus.   Conventional IV fluid monitoring still has limitations because the checking process is carried out manually by medical personnel, which can cause delays in IV fluid replacement. This study aims to design and develop an IV fluid monitoring system and automatic notification based on the Internet of Things (IoT) by utilizing ESP32 and the Blynk application. The research method was carried out through literature studies, hardware and software design, system testing, and data collection for 6 days with variations in slow, medium, and fast IV drips. The system uses a 5 kg load cell sensor and the HX711 module to detect changes in IV fluid volume in real-time. The test results show that the sensor has an average accuracy level of 99.2% with a measurement difference of around 2–4 mL compared to the actual volume. The system is also able to provide automatic notifications via a buzzer and the Blynk application with a response time of around 1–3 seconds when the fluid volume reaches the minimum limit of around 120 mL. Based on the test results that have been carried out, the system can work well under all test conditions and is able to help improve the effectiveness of IV fluid monitoring and minimize delays in IV fluid replacement.
Analisis Perbandingan Pengelasan Baja ST37 Menggunakan Metode SMAW dan GMAW Yonarya Chusnul Fauza; Ressy Apriza Ananda Perangin Angin; Muhammad Ikhsan; Tengku Ahmad Fauzan
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1624

Abstract

Penelitian ini membahas perbandingan pengelasan Baja ST37 menggunakan metode Shielded Metal Arc Welding (SMAW) dan Gas Metal Arc Welding (GMAW) berdasarkan kualitas sambungan, waktu pengerjaan, kekuatan tarik, dan jumlah cacat las. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan melakukan pengelasan pada spesimen Baja ST37 menggunakan kedua metode, kemudian dilakukan pengujian tarik menggunakan Universal Testing Machine (UTM) serta pemeriksaan visual hasil las. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode GMAW memiliki waktu pengerjaan lebih cepat, yaitu rata-rata 8 menit dibandingkan SMAW selama 12 menit. Nilai kekuatan tarik tertinggi pada metode GMAW mencapai 485 MPa, sedangkan SMAW sebesar 432 MPa. Selain itu, metode GMAW menghasilkan jumlah cacat las yang lebih sedikit dibandingkan SMAW.   This study discusses the comparison of welding ST37 steel using the Shielded Metal Arc Welding (SMAW) and Gas Metal Arc Welding (GMAW) methods based on joint quality, working time, tensile strength, and the number of welding defects. The research method used was experimental by performing welding on ST37 steel specimens using both methods, then conducting tensile tests using a Universal Testing Machine (UTM) and visual inspections of the weld results. The results of the study show that the GMAW method has a faster working time, averaging 8 minutes compared to 12 minutes for SMAW. The highest tensile strength value using the GMAW method reached 485 MPa, while SMAW was 432 MPa. In addition, the GMAW method produced fewer welding defects compared to SMAW.
Rancang Bangun Drone Hybrid XVTy-01 Berbasis ESP32 Dengan Sensor MPU6050 Tycoon Druce; Winner Parluhutan Nainggolan; Togar Timoteus Gultom
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1627

Abstract

Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun prototipe drone quadcopter tipe whoop berbasis mikrokontroler ESP32 yang dapat dikendalikan melalui smartphone menggunakan aplikasi RemoteXY. Sistem ini dirancang sebagai media pembelajaran teknologi kendali nirkabel, sistem tertanam (embedded system), dan implementasi Internet of Things (IoT) pada perangkat terbang skala kecil. Metode penelitian dilakukan melalui tahap perancangan perangkat keras, perancangan pernagkat lunak, pembuatan rangka drone, perancangan PCB, perakitan komponen, serta pengujian sistem. Komponen utama yang digunakan meliputi ESP32, motor DC coreless, driver motor MOSFET, baterai Li-Po, dan modul komunikasi Bluetooth/ Wi-Fi bawaan ESP32. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prototipe drone dapat dikendalikan melalui smartphone dengan fungsi dasar seperti throttle, arah gerak, dan kestabilan kontrol. Penggunaan ESP32 memberikan keunggulan pada konektivitas nirkabel, ukuran ringkas, serta fleksibilitas pengembangan sistem di masa mendatang. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi pengembangan drone skala kecil berbasis mikrokontroler untuk kebutuhn pendidikan, penelitian, maupun inovasi teknologi. This research aims to design and develop a whoop-type quadcopter drone prototype based on the ESP32 microcontroller, which can be controlled through a smartphone using the RemoteXY application. The system is designed as a learning medium for wireless control technology, embedded systems, and the implementation of the Internet of Things (IoT) in small-scale flying devices. The research method was carried out through hardware design, software development, drone frame fabrication, PCB design, component assembly, and system testing. The main components used include ESP32, coreless DC motors, MOSFET motor drivers, Li-Po battery, and built-in Bluetooth/Wi-Fi communication modules of the ESP32. The results show that the drone prototype can be controlled via smartphone with basic functions such as throttle, movement direction, and control stability. The use of ESP32 provides advantages in wireless connectivity, compact size, and flexibility for future system development. Therefore, this research is expected to become a reference for the development of small-scale microcontroller-based drones for educational purposes, research, and technological innovation.
Analisis Bibliometrik Penelitian Struktur Rangka Baja terhadap Beban Seismik Berdasarkan Data Scopus Tahun 2022-2026 MHD. Sukma Ananda Lubis; Muhammad Ilham; Lidiya Syahfitri; Rendy Zafly Siregar
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1721

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan struktur pengetahuan dalam kajian struktur rangka baja di bawah beban seismik menggunakan pendekatan bibliometrik berbasis data Scopus periode 2022-2026. Sebanyak 1.250 dokumen awal diperoleh dari database, yang kemudian disaring secara ketat melalui kriteria inklusi dan eksklusi hingga menghasilkan 700 dokumen terpilih untuk analisis akhir. Analisis dilakukan menggunakan VOSviewer untuk mengidentifikasi tren publikasi, pola kolaborasi, dan tema penelitian utama. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah publikasi yang memuncak pada tahun 2025, dengan Tiongkok sebagai negara paling dominan dan Journal of Constructional Steel Research sebagai rujukan publikasi utama. Visualisasi jaringan berhasil mengidentifikasi 5 klaster tematik yang berbeda. Kajian ini mengungkap bahwa penelitian saat ini didominasi oleh topik-topik seperti performa seismik, disipasi energi, dan pendekatan desain berbasis kinerja (performance-based design). Kebaruan (novelty) dari penelitian ini secara eksplisit ditunjukkan melalui ditemukannya kesenjangan penelitian (research gap), yaitu masih minimnya validasi eksperimental pada sambungan balok-kolom inovatif serta kurangnya integrasi metode berbasis data (data-driven) dalam kode desain seismik terkini. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah menyediakan pemetaan komprehensif arah perkembangan riset sekaligus menjadi landasan kokoh bagi pengembangan penelitian lanjutan yang lebih aplikatif.   This study aims to analyze trends and the structure of knowledge in research on steel frame structures under seismic loading using a bibliometric approach based on Scopus data from 2022 to 2026. A total of 1,250 initial documents were retrieved, which were then rigorously filtered through specific inclusion and exclusion criteria to yield 700 selected documents for final analysis. The analysis was conducted using VOSviewer to identify publication trends, collaboration patterns, and major research themes. The quantitative results reveal a significant increase in publications peaking in 2025, with China emerging as the most dominant country and the Journal of Constructional Steel Research as the primary publication venue. Network visualization identified 5 distinct thematic clusters. The results indicate that research is heavily dominated by topics such as seismic performance, energy dissipation, and performance-based design approaches, with strong contributions from international collaboration. The explicit novelty of this study lies in the identification of critical research gaps, specifically the scarcity of experimental validation on innovative beam-to-column connections and a lack of data-driven integration in current seismic codes. The main contribution of this research is to provide a comprehensive mapping of the direction of research development, serving as a foundation for the development of more applied follow-up research.
Analisis Bibliometrik Sifat Material dan Desain Pengaku Kolom Baja Pada Konstruksi Asia Desy Amelia Sari; M Aidil Rahman; Salsabila Dwi Utami; Aziza Munaya; Syafrida Hanum Hutasuhut
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 5 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v5i1.1731

Abstract

Penelitian ini menerapkan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengkaji sifat material pengaku pada kolom baja, metode konstruksi baja, praktik konstruksi di Asia, serta perbandingan desain pengaku pada berbagai kondisi struktur. Berdasarkan pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), sebanyak 224 artikel diseleksi dan 50 artikel memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa bentuk, jenis material, dan posisi pengaku berpengaruh signifikan terhadap kapasitas aksial, daktilitas, dan ketahanan tekuk kolom baja. Pengaku tipe V dan T terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kinerja seismik dengan peningkatan kapasitas beban sebesar 20–70%, bergantung pada konfigurasi desain yang digunakan. Praktik konstruksi di Asia didominasi oleh penerapan pengelasan elektro-slag, prefabrikasi, dan sistem Concrete Filled Steel Tube (CFST), meskipun aspek kualitas fabrikasi masih belum banyak diperhitungkan secara komprehensif. Kajian ini juga mengidentifikasi sepuluh celah penelitian utama yang dapat menjadi dasar pengembangan pedoman desain baja yang lebih efisien dan tahan gempa di kawasan Asia. This study employs the Systematic Literature Review (SLR) method to examine the material properties of stiffeners in steel columns, steel construction methods, construction practices in Asia, and comparisons of stiffener designs under various structural conditions. Using the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) approach, a total of 224 articles were screened, and 50 articles met the inclusion criteria for further analysis. The findings indicate that the shape, material type, and placement of stiffeners significantly influence the axial capacity, ductility, and buckling resistance of steel columns. V- and T-type stiffeners were found to be more effective in enhancing seismic performance, resulting in load capacity improvements ranging from 20% to 70%, depending on the design configuration employed. Construction practices in Asia are predominantly characterized by the use of electro-slag welding, prefabrication, and Concrete Filled Steel Tube (CFST) systems, although fabrication quality aspects are still not comprehensively considered. The review also identifies ten major research gaps that may serve as a foundation for developing more efficient and earthquake-resistant steel design guidelines in the Asian region.