cover
Contact Name
Rofiqah Al Munawwarah
Contact Email
admin@jurnal.vifada.id
Phone
+6285399929080
Journal Mail Official
admin@jurnal.vifada.id
Editorial Address
G1 No 07 Perumahan Citra Bontomarannu Kec. Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan 92161
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Vifada Journal of Education
ISSN : -     EISSN : 3021713X     DOI : https://doi.org/10.70184/ddvag960
Focus & Scopes Vifada Journal of Education with ISSN 3021-713X Online, welcome papers from academicians on theories, philosophy, conceptual paradigms, academic research, as well as religion practices. In particular, papers which consider the following general topics are invited.The innovative work of the teachers and lecturers of the development of the education sector which is able to make a positive contribution to the schools and educational institutions the focus of this journal and these may include but are not limited to : Character Education; Education Issues and Policy; Special Need Education; Educational Technology and Curriculum; Educational Management and Leadership; Guidance and Counseling; Multicultural Education; Early-Childhood Education; Elementary Education; Non-Formal Education; Educational Psychology; Teaching and Learning; Islamic Religion; Islamic Education; Education Assessment and Evaluation.
Articles 38 Documents
Arabic Reading and Writing at Education Based on the Common European Framework of Reference (CEFR) Umm Sa'idah; Muhammad Arief Budiyanto; Saidna Zulfiqar Bin Tahir
Vifada Journal of Education Vol. 2 No. 1 (2024): January - June
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/idah.arab1c

Abstract

Learning is a combination formed from several elements, including materials, which can influence the achievement of learning objectives. Material elements include: textbooks, so that research on the design of Arabic reading and writing materials for beginners based on the Common European Framework of Reference (CEFR) is worth doing. This study aims to determine: (1). Design of Arabic reading and writing materials for beginners based on CEFR at MTS Khoiru Ummah, Central Maluku Regency. (2). Supporting and inhibiting factors in designing Arabic reading and writing materials for beginners based on CEFR at MTS Khoiru Ummah, Central Maluku Regency. This research is a development research. Research and development include one of the methods to obtain certain new results, models, methods, strategies, ways, designs, or steps with descriptions and development of results and trials to obtain maximum results. Learning reading and writing skills continues to experience curriculum development from time to time. CEFR theory has contributed to the development of the curriculum design for learning these two Arabic language skills. This CEFR-based curriculum is designed by determining the limits of learning objectives at levels A1 and A2. CEFR has 6 levels, the lowest A1 and the highest C2 in the order of A1, A2, B1, B2, C1, and C2. Levels A1 and A2 are designed for beginners in every foreign language learning based on this theory. At the beginner level, students are able to distinguish the sounds of hijaiyah letters, read and write words that are heard and seen, write and read simple phrases and sentences found around them well. Teaching materials are presented in the form of a communicative approach to make students more active and participate in the learning process by using modern learning media either in the form of materials or learning applications that support the achievement of goals. While the evaluation is presented by paying attention to the differences in students' intellectual abilities. Namely starting from easy questions then increasing in difficulty according to level. So that the curriculum for reading and writing language is presented in gradual teaching materials with familiar themes and following the development of the era and the environment of the students. Supporting and inhibiting factors in designing Arabic reading and writing materials based on CEFR at MTs Khoiru Ummah, Central Maluku Regency. a. Supporting Factors, 1) There is a curriculum used by MTs based on the 2013 curriculum for junior high school/MTs level and will implement the Merdeka curriculum at MTs. 2) Teaching staff in accordance with their fields, 3) Textbooks used. The school facilities and environment are very supportive in learning Arabic for beginners because students are required to be in the dormitory. b. Inhibiting Factors, 1) The level of student ability was not identified at the time of input or at the time of registration and entrance exams for MTs..2) The teaching materials in the textbooks used do not focus on reading and writing lessons, making it difficult for students to master Arabic reading and writing skills..
Penerapan Moderasi Beragama dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar: Membangun Karakter Toleransi Sejak Dini Immawati Nur Aisyah Rivai; Rivai Mana
Vifada Journal of Education Vol. 3 No. 1 (2025): January - June
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/hxj60t85

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk menggali penerapan moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) di sekolah dasar, dan (2) untuk menganalisis dampaknya terhadap pembentukan karakter toleransi siswa. Moderasi beragama yang mengedepankan sikap toleran, menghargai perbedaan, dan menghindari ekstremisme sangat relevan dalam konteks Indonesia yang multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif, yang melibatkan wawancara dengan guru PKN, observasi kelas, dan dokumentasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PKN di sekolah dasar menerapkan moderasi beragama dengan berbagai strategi, seperti mengintegrasikan nilai-nilai toleransi dalam materi ajar, melakukan diskusi kelas mengenai keragaman agama, dan mengadakan proyek kolaboratif yang melibatkan berbagai latar belakang siswa. Meskipun ada kendala seperti keterbatasan fasilitas dan waktu, penerapan moderasi beragama dalam pembelajaran PKN dapat meningkatkan karakter toleransi siswa, yang diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih inklusif dan menghargai keragaman. Penelitian ini menyarankan untuk meningkatkan pelatihan guru dan penyediaan sumber daya yang memadai guna mendukung penerapan moderasi beragama yang lebih efektif di sekolah dasar.
Model Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah dan Implikasinya Terhadap Mutu Pendidikan Di Jayapura Ratnawati Ratnawati
Vifada Journal of Education Vol. 3 No. 1 (2025): January - June
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/3kgs3665

Abstract

Penelitian ini berfokus pada masalah kepemimpinan kepala sekolah yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas pendidikan di Jayapura. Kepemimpinan transformasional diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan kinerja guru, serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih produktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap mutu pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan lokasi di beberapa sekolah menengah di Jayapura, melibatkan kepala sekolah dan guru sebagai subjek penelitian. Temuan utama menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan, dengan diperolehnya indikator kepuasan guru dan partisipasi siswa yang meningkat. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan perlunya pelatihan kepemimpinan yang berorientasi pada transformasi untuk kepala sekolah guna meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Jenis-Jenis Pendidikan (Formal, Nonformal Dan Informal) Dalam Perspektif Islam Titi Mildawati; Tasmin Tangngareng
Vifada Journal of Education Vol. 1 No. 2 (2023): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/w33a8b87

Abstract

Penelitian mengangkat sebuah judul yaitu jenis-jenis pendidikan dalam perspektif hadis. Berangkat dari berbagai realita dalam kehidupan ini bahwa pendidikan merupakan hal yang sangat penting diperoleh oleh setiap insan dalam mengendalikan dan menjadikan hidup lebih bermanfaat, bukan hanya pendidikan yang diperoleh di sekolah atau lembaga pendidikan secara formal, namun pendidikan yang paling utama diterapkan dan ditanamkan sejak diri adalah dalam keluarga, selain itu kita juga membutuhkan kehidupan sosial di masyarakat sehingga pendidikan nonformal juga menjadi salah satu pendukung kualitas kehidupan manusia. Oleh karena itu, ketiga jenis pendidikan ini formal, informal dan nonformal harus selalu bersinergi untuk mewujudkan kehidupan yang bermutu. Selanjutnya peneliti menyelesaikan persoalan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana jenis-jenis pendidikan mampu merubah kehidupan manusia untuk lebih berkualitas dalam pandangan Islam? Metode yang digunakan adalah mengumpulkan data dengan mengkaji literatur lewat buku, jurnal, intenet dan artikel lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Sehingga memperoleh sebuah hasil penelitian bahwa Pendidikan formal dapat memberikan ilmu pengetahuan secara terstruktur, akurat berdasarkan teori dalam pendidikan dengan mengikuti kurikulum pendidikan yang berlaku. Menciptakan kedisiplinan waktu, pemahaman yang sistematik serta memiliki landasan dan sumber yang valid. Pendidikan nonformal dapat memberikan keterampilan atau skill diluar dari pembelajaran formal, melatih manusia untuk bersosialisasi secara di masyarakat, melatih komunikasi dan interaksi serta melatih dalam pemecahan masalah yang lebih kompleks. Pendidikan informal, pengetahuan pertama yang diperoleh secara alami dalam lingkungan keluarga, tanpa batas waktu dan dapat berlangsung hingga akhir hayat
Sejarah Pendidikan Islam di Maluku  pada Masa Awal Serta Perkembangannya Rofiqah Al Munawwarah
Vifada Journal of Education Vol. 1 No. 2 (2023): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/v92fnj71

Abstract

Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah masuknya Islam di Maluku  dan untuk mendeskripsikan sejarah pendidikan Islam di Maluku di masa awal. Para ahli berpendapat bahwa kedatangan Islam di Maluku melalui tiga periode, yaitu: 1) Periode awal, dimulai pada abad ke-7, saat pedagang Timur Tengah membeli rempah-rempah; 2) Periode pertengahan, dimulai pada abad ke-11, yang ditandai dengan munculnya nama-nama Arab; 3) Periode penerimaan, ditandai dengan diterimanya Islam oleh Kerajaan Ternate pada akhir abad ke-15. Terlepas dari perbedaan pendapat dengan segala konsekuensinya ternyata semua pakar sejarah sepakat, bahwa kedatangan Islam di Maluku (termasuk Maluku Utara) melalui jalur perdagangan laut dan dilakukan dengan cara-cara damai. Maluku menjadi begitu penting dalam jaringan perdagangan laut (dunia) karena menghasilkan buah pala dan cengkih yang merupakan dua komoditi dagangan yang sangat dibutukan ketika itu. Sedangkan proses pengislaman dilakukan melalui dua jalur yakni jalur “atas” dan jalur “bawah”. Jalur atas yang dimaksudkan adalah proses pengislaman melalui usaha dari para penguasa ketika itu. Sedangkan yang dimaksudkan dengan jalur bawah adalah proses pengislaman melalui usaha perorangan atau melalui masyarakat pada umumnya. Zainal Abidin saat kembali dari Jawa ke Ternate, Ia membawa beberapa ulama untuk mengembangkan agama Islam di kerajaannya, salah satunya adalah Tuhubahanul. Sultan Zainal Abidin juga berperan mengembangkan Islam di kerajaannya. Salah satunya dengan mendirikan beberapa sekolah Islam. Para pengajar dari sekolah Islam yang dibangun oleh Sultan Zainal Abidin berasal dari Jawa kemudian mendirikan madrasah Islam pertama di Ternate. Karena tidak banyaknya sumber yang menjelaskan pendidikan Islam formal di sana, maka penulis menyimpulkan bahwa pada awalnya pendidikan Islam formal di Maluku khususnya di Maluku Utara  adalah dengan sistm pesantren sesuai dengan apa yang dipelajari oleh Sultan Zainal Abidin saat di Jawa.
Gender dalam Perspektif Pendidikan Islam Syarifuddin Ondeng; Syahruddin Usman; Rofiqah Al Munawwarah
Vifada Journal of Education Vol. 1 No. 2 (2023): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/vr3q6ondeng

Abstract

This article discusses the concept of gender in an Islamic perspective and analyzes gender issues that often arise. The problem of Islamic education that is often highlighted by the West is the issue of gender equality and the role and participation of women in education among Muslims. The issue of gender equality in the field of education, then raises various criticisms of Islamic teachings which are considered not to provide space for women in the world of education, because most of the teachings of Islam are considered too masculine and in favor of men. This article concludes that the concept of gender in Islam is based on the principle of equality in value and dignity, with recognition of differences in roles and balanced responsibilities. Although there are differences in interpretation among Islamic scholars and thinkers, the essence of Islamic teachings emphasizes respect for the rights and roles of both sexes in society. Issues in gender are gender equality and gender injustice
Pendidikan Kajian Pemahaman Inkar Sunnah dalam Ajaran Islam Nurainun Fitra; Tasmin Tanggareng; Ummi Farhah
Vifada Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2024): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/hnxstv96

Abstract

Selayaknya kaum muslimin, Sunnah dimaknai sebagai penjabaran terhadap al-Qur’an yang global. Namun, dalam menetapkan sunnah juga sebagai sumber penetapan suatu hukum menjadi pemicu pemahaman lain terhadap sunnah. Fenomena Inkar Sunnah misalnya, menolak keberadaan sunnah terhadap al-Qur’an. Berdampak signifikan dalam menjaga kemurnian ajaran agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam sumber ajaran Islam dengan menyoroti pentingnya sunnah dalam membangun hukum dan praktik keagamaan, sekaligus menganalisis argumen kelompok inkar sunnah. Melalui pendekatan kualitatif berbasis kajian literatur (kepustakaan), penelitian ini menemukan bahwa al-Qur’an secara tegas mengakui otoritas Nabi Saw dalam menguraikan wahyu juga menegaskan pentingnya sunnah sebagai penjelas al-Qur’an. Argumen kelompok Inkar sunnah, seperti keraguan terhadap otentisitas dan kehujjahan hadis/Sunnah serta pernyataan bahwa al-Qur’an cukup memuat segala perintah Allah. Diperlukan upaya kolektif untuk memperkuat pemahaman yang benar tentang peran sunnah dalam ajaran Islam.
Social Support and Educational Resilience: A Systematic Review of Students Facing Academic Challenges Geizy Azhari Putri
Vifada Journal of Education Vol. 2 No. 2 (2024): July - December
Publisher : Yayasan Vifada Cendikia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70184/hnxrcx44

Abstract

This study aims to provide a comprehensive synthesis of existing research on the role of social support in fostering educational resilience among students facing academic challenges. By examining different forms of social support—emotional, instrumental, informational, and evaluative—, this study seeks to understand how these factors contribute to student's academic persistence, self-efficacy, and overall well-being. Furthermore, it explores how cultural and socioeconomic contexts influence the accessibility and effectiveness of social support in various educational settings. This study employs a Systematic Literature Review (SLR) approach, analyzing relevant peer-reviewed articles published after 2018 by Elsevier, Wiley, Springer, and Emerald. The study systematically reviews the literature to identify key mechanisms through which social support enhances educational resilience, highlighting variations across educational environments and socioeconomic backgrounds. The findings indicate that social support is crucial in mitigating academic stress, enhancing self-regulated learning, and improving students' psychological well-being. Emotional and instrumental support from family and teachers significantly influences students' motivation and academic engagement. Additionally, cultural and economic factors shape how students perceive and benefit from social support. The discussion explores how integrating social support mechanisms into education policies and school programs can strengthen students' resilience. This study provides practical implications for educators, institutions, and policymakers, emphasizing the need for academic mentoring programs, counseling services, and inclusive education policies to ensure equitable access to social support. Future research should explore longitudinal studies and the impact of digital platforms in providing academic and psychological support to students.

Page 4 of 4 | Total Record : 38